Senin, 22 Juni 2026
Beranda blog Halaman 43

Anindya Bakrie Lantik Pengurus Kadin Kepri 16 Juni, Targetkan Ekonomi Tumbuh 8 Persen ‎

0
Ketua Kadin Kepri terpilih Mustava; Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie; Gubernur Kepri, Ansar Ahmad; dan Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang H Pratamura. Foto: Istimewa

batampos — Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kepulauan Riau mematangkan persiapan pelantikan Dewan Pengurus Kadin Kepri masa bakti 2026–2031 yang akan digelar di Kantor Gubernur Kepulauan Riau, Dompak, Tanj, ungpinang, Selasa (16/6).

Mengusung tema “Berpancang Amanah, Bersauh Marwah”, pelantikan kali ini menghadirkan konsep berbeda dibandingkan periode sebelumnya. Selain prosesi pengukuhan, seluruh pengurus juga akan mengikuti pembekalan dari jajaran Kadin Indonesia sebagai bekal menjalankan roda organisasi selama lima tahun ke depan.

Ketua Kadin Kepri terpilih, Mustava, mengatakan seluruh persiapan telah rampung. Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, dijadwalkan hadir sekaligus memimpin prosesi pelantikan pengurus baru.

Baca Juga: Demo di Sejumlah Daerah Menguat, Pengamat Sebut Pemerintah Tak Boleh Abai

“Insya Allah Ketua Umum Kadin Indonesia akan hadir langsung melantik pengurus Kadin Kepri periode 2026–2031. Selain itu juga hadir gubernur, wakil gubernur, kepala daerah, pimpinan DPRD, Forkopimda, serta unsur dunia usaha,” ujar Mustava, Minggu (14/6).

Selain Anindya Bakrie, acara juga akan dihadiri Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Taufan Eko Nugroho Rotorasiko, Gubernur Kepri Ansar Ahmad, Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura, pimpinan DPRD, kepala OPD Provinsi Kepri, para bupati dan wali kota se-Kepri, serta jajaran dewan pembina dan dewan penasihat Kadin.

Digelar di Kantor Gubernur

Mustava menjelaskan, pelantikan sengaja digelar di lingkungan Kantor Gubernur Kepri, bukan di hotel sebagaimana lazim dilakukan organisasi lainnya.

Menurut dia, kebijakan tersebut merupakan arahan Kadin Indonesia agar kegiatan strategis organisasi semakin dekat dengan pemerintah daerah sebagai mitra utama dalam pembangunan ekonomi.

“Sesuai SOP Kadin, pelantikan dan agenda organisasi kini diarahkan tidak lagi dilaksanakan di hotel. Tujuannya memperkuat sinergi antara Kadin dan pemerintah daerah,” katanya.

Baca Juga: Harga Emas Hari Ini: Antam Naik Tipis, UBS dan Galeri24 Masih Stabil

Ia menilai kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi kunci dalam mempercepat investasi, pengembangan industri, perdagangan, serta sektor jasa yang menjadi penopang utama perekonomian Kepri.

Pengurus Dapat Pembekalan

Pelantikan tahun ini juga akan diawali pembekalan khusus dari pengurus Kadin Indonesia.

Materi yang diberikan mencakup arah kebijakan organisasi, strategi penguatan dunia usaha daerah, hingga peran Kadin dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional dan daerah.

“Ini yang menjadi pembeda. Sebelum pelantikan akan ada pembekalan sekitar satu jam sehingga seluruh pengurus langsung memahami tugas dan program organisasi ke depan,” ujar Mustava.

Ketum Kadin Kunjungi Pulau Penyengat

Usai pelantikan, Anindya Bakrie dijadwalkan mengikuti sejumlah agenda bersama Gubernur Kepri.

Rangkaian kegiatan meliputi kunjungan ke Pulau Penyengat sebagai kawasan bersejarah Melayu, serta meninjau Dekranasda Kepri untuk melihat potensi ekonomi kreatif dan produk unggulan daerah sebelum kembali ke Jakarta pada hari yang sama.

Baca Juga: Menlu Iran Tuding Israel Berupaya Gagalkan Kesepakatan Teheran-Washington

Bidik Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Kepengurusan baru Kadin Kepri menargetkan peran yang lebih aktif dalam mendorong pembangunan ekonomi daerah.

Mustava mengatakan Kadin siap bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Kepri untuk memperkuat investasi, meningkatkan daya saing industri, memperluas peluang usaha, serta menciptakan lapangan kerja.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Kepri yang mencapai 7,48 persen pada 2025 menjadi modal untuk mendorong pertumbuhan hingga 8 persen pada 2026.

“Kami berharap Kadin Kepri dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam mempercepat pembangunan ekonomi. Target kami pertumbuhan ekonomi Kepri bisa menembus 8 persen,” katanya.

Ia optimistis target tersebut dapat dicapai melalui kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam menciptakan iklim investasi yang semakin kompetitif. (*)

Artikel Anindya Bakrie Lantik Pengurus Kadin Kepri 16 Juni, Targetkan Ekonomi Tumbuh 8 Persen ‎ pertama kali tampil pada News.

Polisi Buru Pelaku Pencurian Besi Drainase di Terowongan Pelita

0
Beton penutup drainase yang dihancurkan pencuri untuk mengambil besi tulangan yang berada di dalamnya. Foto. Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Aksi dugaan pencurian besi fasilitas umum di kawasan Terowongan Pelita, Kota Batam, menjadi sorotan setelah videonya beredar luas di media sosial. Dalam rekaman tersebut, seorang pria yang mengendarai becak motor terlihat membongkar beton penutup drainase untuk mengambil besi tulangan yang berada di dalamnya.

Peristiwa itu memicu beragam reaksi dari masyarakat karena dinilai dapat merusak fasilitas publik dan membahayakan pengguna jalan maupun lingkungan sekitar.

Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol M. Debby Tri Andrestian, mengatakan pihaknya telah menerima informasi terkait video tersebut dan saat ini tengah melakukan penyelidikan.

“Dalam lidik,” ujar Debby saat dikonfirmasi, Minggu (14/6).

Meski demikian, Debby menegaskan pihaknya akan mengusut tuntas kasus tersebut. Polisi berkomitmen menindak pelaku yang terbukti merusak dan mencuri komponen fasilitas umum.

“Kasus ini akan kami usut tuntas. Harapannya dapat menjadi pelajaran dan memberikan efek jera bagi pelaku pencurian besi maupun fasilitas umum lainnya,” tegasnya.

Aksi pencurian besi fasilitas umum bukan hanya menimbulkan kerugian material, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat. Kerusakan pada drainase dan infrastruktur publik dapat mengganggu fungsi fasilitas tersebut serta meningkatkan risiko kecelakaan.

Sebelumnya, Kapolda Kepulauan Riau, Irjen Pol Asep Syafruddin, menegaskan bahwa pihaknya memberikan perhatian serius terhadap berbagai tindak kejahatan yang menyasar fasilitas publik.

“Kami tidak akan mentolerir aksi pencurian fasilitas umum karena dampaknya luas dan merugikan masyarakat,” kata Asep.

Ia menilai fasilitas umum merupakan aset yang dibangun untuk kepentingan masyarakat sehingga harus dijaga bersama. Karena itu, aparat kepolisian akan menindak tegas setiap pelaku yang terbukti melakukan pencurian maupun perusakan fasilitas publik.

Selain itu, Asep mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif menjaga keamanan lingkungan dengan segera melaporkan apabila menemukan tindak kejahatan atau aktivitas yang mencurigakan.

“Kami mengajak masyarakat segera melaporkan melalui layanan 110 agar dapat cepat ditindaklanjuti dan mencegah kejadian serupa,” tutupnya. (*)

Artikel Polisi Buru Pelaku Pencurian Besi Drainase di Terowongan Pelita pertama kali tampil pada Metropolis.

Modal Seret, 78 Dapur MBG di Kepri Sempat Tutup, Kini Dibuka Bertahap

0
Ketua Satgas MBG Kepri/Wagub Kepri, Nyanyang Haris Pratamura. F. Mohamad Ismail/Batam Pos

batampos – Sebanyak 78 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Provinsi Kepulauan Riau sempat menghentikan operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG). Meski demikian, Satgas MBG memastikan dapur yang tidak bermasalah secara administrasi maupun pengelolaan akan kembali beroperasi secara bertahap.

Ketua Satgas MBG Kepri yang juga Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, mengatakan penghentian operasional tersebut dipicu kendala permodalan yang dialami sejumlah yayasan pengelola. Kondisi itu diperparah dengan proses pencairan dana dari Badan Gizi Nasional (BGN) yang sempat mengalami hambatan.

“Total ada 78 SPPG di Kepri yang sempat berhenti beroperasi. Namun saat ini mulai berangsur buka kembali,” kata Nyanyang, Minggu (14/6).

Baca Juga: Pemprov Kepri Ubah Jadwal WFH ASN ke Hari Jumat, Ini Alasannya

Menurut dia, BGN tengah menyusun standar operasional prosedur (SOP) baru untuk memperkuat tata kelola program MBG. Kajian tersebut juga menjadi dasar evaluasi terhadap dapur-dapur SPPG yang masih belum kembali beroperasi.

“Nanti ada SOP baru yang disiapkan oleh BGN pusat. Saat ini masih dalam tahap kajian,” ujarnya.

Selain menyusun SOP, BGN juga melakukan verifikasi terhadap seluruh SPPG di berbagai daerah, termasuk di Kepulauan Riau. Evaluasi dilakukan untuk memastikan pengelolaan program berjalan sesuai ketentuan.

Nyanyang menegaskan, dapur yang dinilai memenuhi persyaratan akan kembali diaktifkan. Sebaliknya, SPPG yang ditemukan bermasalah tidak akan melanjutkan operasional hingga persoalan diselesaikan.

“Kalau tidak bermasalah, yayasannya benar, tidak ada mark up, tentu kami dukung untuk beroperasi kembali. Tetapi kalau bermasalah, tidak dilanjutkan,” tegasnya.

Baca Juga: Hari Pertama SPMB SMA/SMK Kepri, Upload Berkas Sulit dan Sistem Sempat Lumpuh

Seluruh SPPG di Tanjungpinang Kembali Aktif

Sementara itu, Koordinator SPPG Tanjungpinang, Retno, memastikan seluruh dapur MBG di ibu kota Provinsi Kepri kini telah kembali beroperasi.

Tujuh SPPG yang sebelumnya sempat menghentikan layanan akibat persoalan modal telah kembali menyalurkan makanan bergizi kepada para penerima manfaat sejak Jumat (12/6).

“Saat ini seluruh SPPG telah beroperasi. Total ada 23 SPPG yang aktif,” ujarnya.

Sebelumnya, penghentian sementara operasional tujuh dapur tersebut menyebabkan sekitar 15 ribu penerima manfaat, mulai dari pelajar, balita, hingga ibu menyusui, tidak menerima distribusi makanan bergizi dari program nasional tersebut.

Baca Juga: Honda Scoopy Hadir dengan Promo Menarik di Kepri

Dengan beroperasinya kembali seluruh SPPG di Tanjungpinang, distribusi program MBG diharapkan kembali berjalan normal, sementara evaluasi terhadap dapur-dapur lain di Kepri masih terus dilakukan. (*)

Artikel Modal Seret, 78 Dapur MBG di Kepri Sempat Tutup, Kini Dibuka Bertahap pertama kali tampil pada Kepri.

Raih Dukungan Terbanyak, Martadin Diminta Rangkul dan Satukan Warga Bangka di Batam

0
Pengurus Paguyuban Ikatan Keluarga Masyarakat Bangka (IKAMBA) Kota Batam saat menyalurkan hak suaranya pada pemilihan Ketua Umum IKAMBA Kota Batam periode 2026-2031 di Komplek Imperium Super, Batam Kota, Minggu (14/6). Foto. M. Syaban/ Batam Pos

batampos – Paguyuban Ikatan Keluarga Masyarakat Bangka (IKAMBA) Kota Batam resmi memiliki ketua umum baru untuk periode 2026-2031. Dalam Musyawarah Besar (Mubes) IKAMBA yang digelar di Batam Center, Minggu (14/6), Martadin berhasil memenangkan pemilihan dan mengungguli dua kandidat lainnya.

‎Martadin yang maju sebagai calon nomor urut tiga memperoleh 87 suara dan unggul jauh dari pesaingnya. Sementara kandidat nomor urut satu, Hery Aciang, memperoleh 20 suara dan kandidat nomor urut dua, Heryadi Bagong, meraih 11 suara.

‎Pemilihan tersebut menjadi agenda utama Mubes IKAMBA yang digelar untuk memilih kepengurusan baru setelah masa jabatan pengurus sebelumnya berakhir.

‎Ketua Panitia Mubes IKAMBA, Asri, mengatakan proses pemilihan dilaksanakan secara demokratis dengan melibatkan perwakilan pengurus dan anggota dari berbagai wilayah di Kota Batam.

‎”Mubes ini sekaligus untuk memilih ketua umum baru karena masa kepengurusan sebelumnya sudah berakhir. Untuk mengisi kekosongan itu dibentuk panitia pelaksana pemilihan dan ada tiga kandidat yang maju,” ujar Asri di sela kegiatan.

‎Menurutnya, panitia menyediakan sebanyak 150 hak suara yang berasal dari 11 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) IKAMBA yang tersebar di Kota Batam. Setiap DPC diberikan 10 hak suara, ditambah suara dari unsur pendiri, pembina, dan penasihat organisasi.

‎”Jumlah pemilih yang kami siapkan sebanyak 150 orang. Hampir seluruh kecamatan terwakili, kecuali Kecamatan Bulang. Selain dari DPC, ada juga suara dari pendiri, pembina dan penasihat,” jelasnya.

‎Asri menyebut jumlah warga asal Bangka yang bermukim di Kota Batam diperkirakan mencapai sekitar 10 ribu orang. Angka tersebut berdasarkan pendataan yang dilakukan organisasi beberapa tahun lalu.

‎Sebagai organisasi paguyuban, IKAMBA selama ini aktif menjalankan berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Pada masa kepemimpinan sebelumnya yang dipimpin Jufri, sejumlah program rutin terus dijalankan untuk membantu masyarakat.

‎”Kegiatan yang selama ini berjalan di antaranya Jumat Berkah, donor darah, pengobatan gratis, gotong royong membersihkan rumah ibadah, hingga pemberian santunan kepada panti asuhan dan panti jompo. Program-program itu sudah berjalan setiap tahun dan Insyaallah akan terus berlanjut,” katanya.

‎Asri yang telah bergabung di IKAMBA sejak 2007 berharap kepemimpinan baru dapat semakin mempererat persatuan masyarakat Bangka di Batam dan memperkuat peran organisasi dalam bidang sosial serta kemanusiaan.

‎”Harapan kami, ketua terpilih bisa menyatukan seluruh masyarakat Bangka yang ada di Batam dalam satu wadah yang kuat dan memiliki legalitas yang jelas. Terutama untuk kegiatan sosial dan kemanusiaan,” ujarnya.

‎Sementara itu, pendiri sekaligus Ketua IKAMBA pertama, Aswi Kohar, mengenang perjalanan awal berdirinya organisasi tersebut pada 1996 silam.

‎Menurut Aswi, IKAMBA lahir dari semangat kebersamaan masyarakat Bangka yang merantau ke Batam dan ingin memiliki wadah untuk mempererat silaturahmi.

‎”Saya salah satu pendiri IKAMBA bersama teman-teman waktu itu. Awalnya hanya sekitar 10 orang anggota dan pengurus. Kemudian berkembang hingga menjadi organisasi besar seperti sekarang,” kata Aswi.

‎Sebagai sesepuh organisasi, Aswi berpesan agar seluruh anggota tetap menjaga persatuan dan tidak terpecah akibat perbedaan pilihan dalam pemilihan ketua.

‎Ia menegaskan bahwa IKAMBA harus tetap menjadi rumah bersama bagi seluruh masyarakat Bangka yang berada di Batam, tanpa memandang latar belakang daerah maupun pilihan politik organisasi.

‎”IKAMBA ini cukup besar karena menghimpun masyarakat Bangka dari berbagai kabupaten. Yang terpenting adalah tetap menjaga persaudaraan, saling membantu, saling menolong dan mempererat ikatan sosial,” katanya.

‎Menurutnya, siapapun yang terpilih menjadi ketua memiliki tanggung jawab untuk mengayomi seluruh anggota tanpa membeda-bedakan kelompok tertentu.

‎Dengan terpilihnya Martadin sebagai Ketua Umum IKAMBA periode 2026-2031, organisasi masyarakat Bangka terbesar di Batam itu diharapkan dapat terus memperkuat peran sosialnya sekaligus menjadi wadah pemersatu masyarakat Bangka di perantauan.

‎”Siapa pun yang terpilih harus kita dukung. Kita semua sama, tetap bersatu demi mempererat silaturahmi dan membesarkan IKAMBA ke depan,” kata Aswi. (*)

Artikel Raih Dukungan Terbanyak, Martadin Diminta Rangkul dan Satukan Warga Bangka di Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Sudah Periksa 20 Saksi, Kasus Korupsi Pas Pelabuhan SBP Masih Tunggu Audit BPK

0
Calon penumpang saat melintasi pintu Pas Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang. F. Mohamad Ismail/Batam Pos

batampos – Penanganan kasus dugaan korupsi pengelolaan tarif masuk atau pas Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP), Kota Tanjungpinang, masih belum menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga kini, Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang masih menunggu hasil audit kerugian negara dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI sebelum melanjutkan proses hukum.

Kepala Kejaksaan Negeri Tanjungpinang, Rachmad Surya Lubis, mengatakan terdapat tiga perkara dugaan tindak pidana korupsi yang saat ini sama-sama menunggu hasil penghitungan kerugian negara dari BPK.

Ketiga perkara tersebut meliputi dugaan korupsi pembangunan Pasar Relokasi Puan Ramah, operasional BBM di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Tanjungpinang, serta dugaan korupsi pengelolaan pas Pelabuhan Sri Bintan Pura.

Baca Juga: Cuaca Kepri Hari Ini, Tanjungpinang Diprediksi Diguyur Hujan Sedang

“Senin besok BPK akan turun ke Tanjungpinang. Semoga dapat sekaligus menyelesaikan perhitungan kerugian negara untuk tiga perkara tersebut,” kata Rachmad, Minggu (14/6).

Menurutnya, kehadiran tim BPK diharapkan dapat mempercepat proses audit sehingga penyidik memiliki dasar untuk menentukan langkah hukum berikutnya.

“Kami mengundang BPK agar dapat langsung menetapkan besaran kerugian negara yang ditimbulkan,” ujarnya.

Dalam penyelidikan kasus dugaan korupsi pas Pelabuhan SBP, penyidik telah melakukan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) sejak pertengahan 2025.

Baca Juga: Pemprov Kepri Ubah Jadwal WFH ASN ke Hari Jumat, Ini Alasannya

Selama proses tersebut, lebih dari 20 saksi telah dimintai keterangan. Mereka berasal dari berbagai unsur, mulai dari mantan jajaran direksi Pelindo Cabang Tanjungpinang, pejabat Pemerintah Kota Tanjungpinang, hingga pihak lain yang diduga mengetahui mekanisme pengelolaan tarif masuk pelabuhan.

“Ada pejabat daerah yang kami panggil, termasuk Sekretaris Daerah,” pungkas Rachmad.

Hingga kini, Kejari Tanjungpinang masih menunggu hasil audit BPK sebagai dasar untuk menentukan perkembangan penanganan perkara tersebut. (*)

Artikel Sudah Periksa 20 Saksi, Kasus Korupsi Pas Pelabuhan SBP Masih Tunggu Audit BPK pertama kali tampil pada Kepri.

Donor Darah PHIS Diserbu Warga, Pendaftar Hampir 500 Orang

0
Ratusan warga memadati kegiatan donor darah yang digelar Perhimpunan Hakka Indonesia Sejahtera (PHIS) di K-Square Mall, Minggu (14/6). Foto. M. Syaban/ Batam Pos

batampos – Antusiasme masyarakat Kota Batam untuk mendonorkan darah kembali terlihat tinggi. Ratusan warga memadati kegiatan donor darah yang digelar Perhimpunan Hakka Indonesia Sejahtera (PHIS) di K-Square Mall, Minggu (14/6).

‎Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 10.30 hingga 15.30 WIB itu mengusung tema “One Drop of Humanity, Give Blood Save Lives” atau “Setetes Darah untuk Kemanusiaan, Setetes Darah Tumpuan Harapan.”

‎Selain mendonorkan darah, peserta juga mendapatkan pemeriksaan gula darah gratis, beras 5 kilogram, minyak goreng 1 liter, serta sejumlah makanan ringan sebagai bentuk apresiasi kepada para pendonor.

‎Ketua PHIS sekaligus Ketua Yayasan Hakka Kota Batam, Han Hok Sin, mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda rutin organisasi yang telah berjalan hampir 13 tahun.

‎Menurutnya, PHIS secara konsisten menggelar donor darah sebanyak tiga kali dalam setahun sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap kebutuhan stok darah di Batam.

‎“Program ini sudah berjalan hampir 13 tahun. Setiap tahun ada tiga kali kegiatan donor darah dan itu rutin kami laksanakan,” kata Han Hok Sin saat ditemui Batam Pos di lokasi kegiatan.

‎Ia menjelaskan, pelaksanaan donor darah kali ini bertepatan dengan peringatan Hari Donor Darah Sedunia. Karena konsistensi dan kekompakan dalam berbagai kegiatan sosial, PHIS dipercaya untuk berkolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI).

‎“Acara ini sebenarnya kegiatan internal Hakka. Kami bekerja sama dengan PMI dan kebetulan bertepatan dengan Hari Donor Darah Sedunia,” ujarnya.

‎Han Hok Sin menilai kesadaran masyarakat terhadap pentingnya donor darah terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Hal itu terlihat dari jumlah peserta yang terus bertambah setiap kegiatan dilaksanakan.

‎Bahkan hingga sekitar pukul 12.00 WIB, jumlah pendaftar yang ingin mendonorkan darah telah mendekati 500 orang.

‎“Beberapa tahun terakhir antusiasme masyarakat sangat bagus. Orang-orang sudah mulai memahami bahwa donor darah baik untuk kesehatan sekaligus membantu sesama. Sampai siang tadi pendaftarnya sudah hampir 500 orang,” katanya.

‎Menurutnya, tingginya minat masyarakat menjadi motivasi bagi PHIS untuk terus menjalankan program donor darah secara berkelanjutan.

‎Ia mengaku pihaknya tidak pernah menetapkan target jumlah kantong darah maupun jumlah pendonor dalam setiap kegiatan. Sebab, PHIS telah memiliki database pendonor yang cukup besar sehingga informasi kegiatan dapat dengan mudah disebarluaskan kepada masyarakat.

‎“Kami tidak pernah menetapkan target. Karena kami sudah memiliki data dan kontak para pendonor. Ketika ada kegiatan, cukup diinformasikan melalui media dan saluran komunikasi yang ada, mereka langsung datang,” ujarnya.

‎Dalam satu tahun, lanjut Han Hok Sin, jumlah pendonor yang mengikuti tiga kali kegiatan donor darah yang diselenggarakan PHIS dapat mencapai lebih dari seribu orang.

‎“Kalau dihitung dalam setahun, jumlah pendonor yang ikut bisa lebih dari seribu orang dari tiga kali kegiatan donor darah yang kami laksanakan,” tambahnya.

‎Setelah darah terkumpul, seluruh kantong darah akan diserahkan kepada PMI untuk menjalani proses pemeriksaan, penyaringan, dan pengolahan sesuai standar kesehatan sebelum didistribusikan kepada pasien yang membutuhkan.

‎“Darah yang sudah terkumpul akan diolah dan dibersihkan terlebih dahulu oleh PMI sebelum disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan,” jelasnya.

‎Sementara itu, Ketua Panitia Donor Darah, Sudjiman, berharap kegiatan sosial tersebut dapat terus berlangsung secara berkesinambungan.

‎Menurutnya, donor darah tidak semata-mata dilakukan karena adanya bingkisan atau hadiah yang diberikan kepada peserta, melainkan karena nilai kemanusiaan yang terkandung di dalamnya.

‎“Kegiatan seperti ini jangan sampai berhenti. Bukan karena ada beras, minyak goreng atau makanan ringan, tetapi karena semangat membantu sesama dan mendukung kebutuhan darah melalui PMI,” ujarnya.

‎Ia berharap semakin banyak masyarakat Batam yang menjadikan donor darah sebagai bagian dari gaya hidup sehat sekaligus bentuk kepedulian sosial terhadap sesama.

‎“Ke depan kegiatan ini harus terus berjalan untuk membantu PMI dan membantu masyarakat yang membutuhkan darah,” sebut Sudjiman. (*)

Artikel Donor Darah PHIS Diserbu Warga, Pendaftar Hampir 500 Orang pertama kali tampil pada Metropolis.

Kasus Dugaan Pengeroyokan Nelayan di Bintan Berakhir Damai

0

batampos – Kasus dugaan pengeroyokan yang melibatkan nelayan Desa Mantang dan Desa Berakit, Kabupaten Bintan, akhirnya diselesaikan secara damai. Kedua belah pihak sepakat tidak melanjutkan perkara ke jalur hukum dan memilih menyelesaikannya melalui musyawarah serta pendekatan kekeluargaan.

Kesepakatan tersebut dicapai dalam mediasi lanjutan yang difasilitasi Satreskrim Polres Bintan di Ruang Restorative Justice, Jumat (12/6/2026). Mediasi dipimpin langsung Kasat Reskrim Polres Bintan, AKP Raden Bimo Dwi Lambang.

Hamili Anak 15 Tahun, Pria di Bintan Ditangkap Polisi, Terbongkar Setelah Korban Melahirkan

0
Polisi menangkap pelaku yang sedang bekerja di toko bangunan di jalan Barek Motor, Kijang. F. Kiriman Yofi Akbar untuk Batam Pos

batampos – Seorang pria berinisial A, 21, ditangkap jajaran Polsek Bintan Timur setelah diduga menyetubuhi anak di bawah umur hingga hamil. Kasus tersebut terungkap setelah korban yang masih berusia 15 tahun diketahui mengandung dan kemudian melahirkan.

Kanit Reskrim Polsek Bintan Timur, Iptu Yofi Akbar, mengatakan penangkapan dilakukan pada Jumat (29/5/2026) setelah pihaknya menerima laporan dari orang tua korban.

Berdasarkan hasil penyelidikan, pelaku dan korban saling mengenal sejak Januari 2025 setelah bertemu di kawasan Taman Kolam Kijang. Komunikasi keduanya berlanjut hingga menjalin hubungan asmara pada Maret 2025.

Baca Juga: Progres 70 Persen, Pengaspalan Jalan Simpang Lagoi Bintan Ditarget Rampung Sebelum Tour de Bintan 2026

“Dari hasil penyelidikan, peristiwa persetubuhan terjadi sebanyak tiga kali, yakni dua kali pada Mei 2025 dan satu kali pada September 2025,” ujar Yofi, Sabtu (13/6/2026).

Seluruh peristiwa tersebut diduga terjadi di rumah kontrakan pelaku di kawasan Jalan Barek Motor, Kijang.

Menurut Yofi, hubungan keduanya berakhir pada Oktober 2025. Kasus itu baru terungkap setelah korban mengalami keterlambatan menstruasi. Setelah menjalani pemeriksaan di rumah sakit, korban diketahui tengah hamil hingga akhirnya melahirkan seorang bayi.

Menerima laporan tersebut, polisi langsung melakukan penyelidikan. Pelaku kemudian berhasil diamankan saat bekerja di sebuah toko bangunan di kawasan Jalan Barek Motor, Kijang.

Baca Juga: Kisah Sakti, Lansia Penjual Lontong Pecel di Bintan Kini Terbebas dari Tagihan Air Rp711 Ribu

“Saat diinterogasi, pelaku mengakui perbuatannya,” kata Yofi.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 473 ayat (2) huruf b atau Pasal 415 huruf b Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), dengan ancaman pidana penjara paling lama 12 tahun.

Saat ini penyidik Polsek Bintan Timur masih melakukan pendalaman untuk melengkapi berkas perkara. (*)

Artikel Hamili Anak 15 Tahun, Pria di Bintan Ditangkap Polisi, Terbongkar Setelah Korban Melahirkan pertama kali tampil pada Kepri.

Berangkat Bermain Sepeda, MD Ditemukan Mengambang di Kanal Golden Prawn

0
Seorang bocah laki-laki berinisial MD, 7, ditemukan tewas di Perairan Kanal Golden Prawn, Kecamatan Bengkong, Minggu (14/6) pagi.

batampos – Seorang bocah laki-laki berinisial MD, 7, ditemukan tewas di Perairan Kanal Golden Prawn, Kecamatan Bengkong, Minggu (14/6) pagi. Korban ditemukan mengambang sekitar pukul 08.00 WIB dan diduga meninggal akibat tenggelam saat bermain bersama teman-temannya.

Kapolsek Bengkong, AKP Tigor Dabariba, mengatakan penemuan korban berawal dari laporan masyarakat yang masuk ke Polsek Bengkong. Menindaklanjuti informasi tersebut, personel kepolisian bersama petugas keamanan setempat langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan.

Saat tiba di lokasi, petugas menemukan MD sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Korban ditemukan masih mengenakan pakaian lengkap saat mengambang di perairan kanal.

BACA JUGA: Bermain Saat Hujan Deras, 2 Anak Tewas Tenggelam di Waduk Piayu

“Setelah menerima laporan dari masyarakat, anggota langsung menuju lokasi dan menemukan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia,” ujar Tigor.

Jenazah korban kemudian dievakuasi ke tepi pantai sebelum dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri untuk penanganan dan pemeriksaan lebih lanjut.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, korban diketahui datang ke lokasi bersama dua orang temannya dengan menggunakan sepeda pada Minggu pagi. Ketiganya diduga bermain di kawasan sekitar pantai sebelum peristiwa tersebut terjadi.

“Dari keterangan saksi, korban datang bersama dua orang temannya untuk bermain sepeda di lokasi tersebut,” kata Tigor.

Polisi menduga korban tenggelam saat berada di sekitar perairan, sementara dua rekannya meninggalkan lokasi. Namun, penyidik masih mendalami kronologi pasti kejadian dengan meminta keterangan dari sejumlah saksi.

Untuk memastikan penyebab kematian korban, Polsek Bengkong bersama Tim Inafis Polresta Barelang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan awal terhadap jasad korban.

“Hasil pemeriksaan awal pada tubuh korban, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan ataupun luka akibat benda tajam. Dugaan awal korban meninggal karena tenggelam,” ungkap Tigor.

Meski demikian, kepolisian masih terus mengumpulkan keterangan dan melakukan penyelidikan guna memastikan rangkaian peristiwa yang menyebabkan korban ditemukan mengambang di perairan Kanal Golden Prawn. (*)

Artikel Berangkat Bermain Sepeda, MD Ditemukan Mengambang di Kanal Golden Prawn pertama kali tampil pada Metropolis.

Seragam Gratis untuk Siswa Baru SD dan SMP di Batam Tetap Berlanjut Tahun Ajaran 2026/2027

0
Ilustrasi, Siswa sekolah dasar saat ujian. Foto. Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam memastikan program seragam sekolah gratis bagi peserta didik baru tetap berlanjut pada tahun ajaran 2026/2027. Program ini menyasar seluruh murid baru kelas 1 SD dan kelas 7 SMP, baik yang bersekolah di sekolah negeri maupun swasta.

Kepala Bidang Pembinaan SD Disdik Kota Batam, Yusal, mengatakan saat ini proses penyaluran bantuan seragam masih menunggu rampungnya pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) agar data penerima dapat dipastikan sesuai jumlah siswa yang diterima.

“Program seragam gratis masih berproses. Penerimanya adalah murid baru kelas 1 SD dan kelas 7 SMP, baik di sekolah negeri maupun swasta. Saat ini kami masih menunggu data hasil SPMB untuk proses pengadaannya,” kata Yusal, Minggu (14/6).

Menurut dia, program tersebut merupakan salah satu bentuk dukungan pemerintah daerah dalam meringankan beban biaya pendidikan yang harus ditanggung orang tua saat memasuki tahun ajaran baru.

Kebutuhan seragam sekolah sering menjadi salah satu pengeluaran terbesar bagi orang tua, terutama yang memiliki lebih dari satu anak usia sekolah. Dengan adanya bantuan tersebut, diharapkan masyarakat dapat lebih terbantu dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak.

Yusal menjelaskan, program seragam gratis telah menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Kota Batam dalam mendukung pemerataan akses pendidikan. Tidak hanya siswa sekolah negeri, peserta didik baru yang diterima di sekolah swasta juga tetap mendapatkan manfaat yang sama.

Selain melanjutkan program seragam gratis, Disdik Batam juga tetap menjalankan program subsidi biaya pendidikan bagi siswa kurang mampu yang tidak tertampung di sekolah negeri dan melanjutkan pendidikan di sekolah swasta.

Melalui program tersebut, siswa SD dari keluarga kurang mampu dapat memperoleh bantuan sebesar Rp300 ribu per bulan, sedangkan siswa SMP menerima Rp400 ribu per bulan. Bantuan diberikan kepada siswa yang terdaftar dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) desil 1 hingga desil 5 dan diusulkan oleh pihak sekolah.

Disdik berharap kombinasi program seragam gratis dan subsidi biaya pendidikan dapat mengurangi beban ekonomi masyarakat serta memastikan seluruh anak usia sekolah di Batam tetap mendapatkan akses pendidikan yang layak.

“Komitmen kami adalah memastikan tidak ada anak yang terkendala bersekolah karena alasan biaya. Karena itu berbagai bentuk bantuan pendidikan terus kami siapkan,” ujarnya. (*)

Artikel Seragam Gratis untuk Siswa Baru SD dan SMP di Batam Tetap Berlanjut Tahun Ajaran 2026/2027 pertama kali tampil pada Metropolis.