
batampos – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mulai serius menggarap potensi pariwisata di Kabupaten Kepulauan Anambas dan Kabupaten Natuna.
Dua daerah perbatasan ini disiapkan menjadi destinasi wisata unggulan yang akan dipasarkan kepada wisatawan nusantara (wisnus) maupun wisatawan mancanegara (wisman).
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, Hasan, menilai Anambas dan Natuna memiliki keunggulan alam yang belum banyak dimiliki daerah lain di Indonesia. Keindahan laut, pantai, hingga perbukitan di kedua wilayah tersebut masih terjaga dan relatif belum tersentuh pembangunan berlebihan.
Menurut Hasan, kondisi alam yang masih asri justru menjadi nilai jual utama. Saat ini, wisatawan cenderung mencari destinasi yang menawarkan ketenangan, keindahan alami, serta pengalaman yang jauh dari hiruk-pikuk perkotaan.
“Mereka punya alam yang bagus, pantai masih bersih, air terjun, udara sejuk. Ini punya nilai jual yang sangat kuat,” ujar Hasan saat ditemui di kantornya, Rabu (7/1).
Ia menambahkan, Anambas dan Natuna juga memiliki kekayaan bawah laut, gugusan pulau kecil, serta panorama matahari terbit dan terbenam yang potensial dikembangkan untuk wisata bahari dan ekowisata.
Untuk mendongkrak kunjungan wisata, Pemprov Kepri telah menyiapkan sejumlah agenda kegiatan sepanjang tahun 2026. Event-event tersebut dirancang sebagai daya tarik agar wisatawan datang langsung ke wilayah perbatasan.
Hasan menjelaskan, konsep kegiatan yang dikembangkan lebih mengarah pada sport tourism atau wisata berbasis olahraga. Konsep ini dinilai sedang diminati karena menggabungkan aktivitas liburan dengan gaya hidup sehat.
“Untuk Anambas kita rencanakan event mancing dan mendaki. Kalau Natuna, kita siapkan Natuna Run di kawasan Geopark,” jelasnya.
Event memancing di Anambas akan memanfaatkan kekayaan laut yang terkenal dengan ikan-ikan berukuran besar. Sementara kegiatan mendaki menyasar jalur perbukitan dengan panorama laut lepas.
Adapun Natuna Run akan digelar di kawasan Geopark yang memiliki bentang alam unik, mulai dari batuan purba hingga garis pantai eksotis.
Hasan menegaskan, pengembangan pariwisata ini tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah provinsi. Dibutuhkan kolaborasi dengan pemerintah kabupaten, pelaku usaha pariwisata, serta pihak swasta agar penyelenggaraan event berjalan profesional dan berdampak langsung pada ekonomi masyarakat.
“Saya dalam waktu dekat akan ke Jakarta menemui EO Mancing Mania. Kalau mereka bisa membawa 250 pemancing saja, itu sudah cukup bagus untuk tahap awal,” ujarnya.
Selain agenda event, Pemprov Kepri juga tengah membenahi akses transportasi menuju Anambas dan Natuna. Saat ini, biaya perjalanan dinilai masih relatif mahal, yakni sekitar Rp3 juta pulang-pergi ke Anambas dan Rp5 juta ke Natuna.
“Kalau harganya segitu, orang bisa berpikir lebih baik ke Thailand. Ini yang sedang kita diskusikan dengan maskapai agar ada harga khusus atau subsidi untuk peserta event,” pungkas Hasan. (*)
Artikel Dispar Kepri Garap Serius Wisata Anambas dan Natuna, Siapkan Jadi Destinasi Favorit pertama kali tampil pada Kepri.









