Suasana Ruang Sidang PN Tanjungpinang usai Majelis Hakim menunda persidangan kasus pengeroyokan karena JPU tak mampu hadirkan saksi yang telah dipanggil, Selasa (6/1). F. Mohamad Ismail/Batam Pos.
batampos – Sidang lanjutan kasus pengeroyokan yang melibatkan kakak beradik Evita Intan Ceria dan Sherina Intan Ceria di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, terpaksa ditunda selama satu pekan. Penundaan dilakukan karena Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Tanjungpinang tidak dapat menghadirkan saksi.
Sidang dengan agenda pemeriksaan saksi yang digelar pada Selasa (6/1/2026) itu ditunda lantaran pemanggilan saksi dinilai tidak dilakukan sesuai prosedur hukum yang berlaku.
Di hadapan majelis hakim, JPU Desta Garinda Rahdianawati mengakui bahwa surat pemanggilan saksi telah disampaikan, namun hanya melalui pesan aplikasi WhatsApp. Hal tersebut langsung mendapat sorotan dari Ketua Majelis Hakim, Aderia Dwi Afanti.
Menurut Aderia, JPU tidak mampu membuktikan bahwa pemanggilan saksi telah dilakukan secara patuh dan sah sesuai ketentuan hukum acara pidana.
“Jika majelis meminta bukti secara sah dan tidak bisa dibuktikan, berarti pemanggilan itu tidak patuh,” tegas Aderia dalam persidangan.
Atas dasar itu, majelis hakim meminta JPU untuk melakukan pemanggilan saksi ulang sesuai prosedur yang berlaku. Akibat ketidaktertiban administrasi tersebut, persidangan akhirnya ditunda selama satu pekan.
Dalam sidang sebelumnya yang digelar pada 16 Desember 2025, saksi korban Risma Hatajulu membeberkan kronologi pengeroyokan yang dialaminya. Peristiwa itu terjadi pada 23 Juli 2025 di tempat usaha laundry milik Risma di Jalan Sutan Syahrir, Tanjungpinang.
Risma mengaku awalnya melihat sejumlah orang yang diduga penagih utang mendatangi rumah para terdakwa yang berada tepat di seberang usaha laundrinya. Namun, rumah tersebut tidak dibukakan pintu.
“Orang-orang itu sempat duduk di tempat usaha saya, lalu pindah ke tempat lain,” ujar Risma di persidangan.
Tak lama kemudian, Evita Intan Ceria mendatangi Risma dan melontarkan tuduhan bahwa korban mencampuri urusan pribadi mereka. Adu mulut pun terjadi hingga berujung pada pemukulan.
Menurut Risma, Evita lebih dulu memukulnya, kemudian disusul oleh Sherina Intan Ceria.
“Adiknya juga datang dan ikut memukul saya. Saat itu saya mau pakai sandal. Saya sempat pingsan dan sadar sudah dikerumuni orang,” ungkapnya.
Akibat kejadian tersebut, Risma mengalami sejumlah luka memar di beberapa bagian tubuh dan melaporkan peristiwa itu ke Polsek Tanjungpinang Barat.
Dalam persidangan, kedua terdakwa sempat menyampaikan permintaan maaf kepada korban. Meski telah memaafkan, Risma menegaskan proses hukum tetap harus berjalan.
“Saya memaafkan, tetapi saya ingin proses hukum tetap berjalan,” tegasnya.
Risma juga mempertanyakan alasan kedua terdakwa tidak ditahan sejak proses penyidikan di kepolisian, kejaksaan, hingga persidangan. Padahal, keduanya didakwa melanggar Pasal 170 ayat (1) KUHP serta Pasal 351 ayat (1) jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (*)
PARIWISATA dunia sedang memasuki babak baru. Pasca Pandemi Covid-19 sektor ini tidak hanya berusaha pulih, tetapi juga bertransformasi.
Tahun 2026 ini diprediksi menjadi fase konsolidasi global, dimana kualitas, keberlanjutan, dan dampak sosial pariwisata akan jauh lebih menentukan dibandingkan sekedar angka kunjungan.
Indonesia sebagai negara mega-diversity dengan kekayaan alam dan budaya yang luar biasa, berada di persimpangan penting, apakah akan menjadi pemain utama pariwisata global, atau justru jadi target dan gagal beradaptasi dengan perubahan tren pariwisata Dunia?
Kilas balik pariwisata Indonesia tahun 2025:
Tahun 2025 menandai satu momentum kunci dalam kebangkitan pariwisata global dan nasional. Sektor yang sempat terpuruk akibat pandemi kini semakin pulih, namun bukan kembali seperti dulu, melainkan berubah bentuk, pola permintaan dan arah pengembangannya.
Data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa akumulasi kunjungan dari Januari-September 2025 telah mencapai sekitar 11,43 juta kunjungan, meningkat sekitar 10 % dibanding tahun 2024. Selain itu, proyeksi pemerintah menargetkan 14,6 hingga 16 juta wisatawan asing pada akhir tahun 2025. Tren positif ini didorong oleh strategi promosi yang lebih tajam terhadap pasar prioritas, termasuk negara-negara di Asia Tenggara serta Australia dan Eropa.
Tahun 2025 menunjukkan wajah pariwisata Indonesia yang paradoksal. Di satu sisi, terjadi peningkatan signifikan kunjungan wisatawan internasional dan domestik. Berbagai kebijakan inovatif dari Kementerian Pariwisata, mendorong digitalisasi, promosi global, serta kampanye pariwisata berkelanjutan. Namun di sisi lain, masalah klasik belum sepenuhnya teratasi.
Berdasarkan kajian akademik yang saya tulis sebelumnya, pariwisata Indonesia masih menghadapi ketimpangan geografis yang serius. Bali tetap menjadi magnet utama, sementara banyak daerah lain dengan potensi budaya dan alam yang juga cukup tinggi termasuk wilayah Sumatera dan Timur Indonesia belum menikmati manfaat ekonomi pariwisata secara optimal. Ketimpangan ini tidak hanya menciptakan tekanan lingkungan di destinasi populer, tetapi juga memperlebar kesenjangan pembangunan antarwilayah.
Selain itu,wisatawan domestik belum sepenuhnya berdampak pada ekonomi formal. Fenomena wisata murah, singkat, dan minim belanja membuat perputaran ekonomi lokal berjalan lambat. Di saat yang sama, kualitas sumber daya manusia pariwisata masih menjadi pekerjaan rumah besar, terutama di destinasi berkembang.
Tahun 2025, pariwisata Indonesia menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang signifikan pascapandemi COVID-19. Berbagai inovasi kebijakan di bawah kepemimpinan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana sejak akhir 2024 menandai komitmen baru terhadap pembangunan pariwisata yang berkelanjutan dan inklusif. Meski demikian, sektor ini masih dihadapkan pada sejumlah persoalan mendasar yang bersifat struktural.
Upaya mitigasi dampak pariwisata massal telah dilakukan, antara lain melalui moratorium pembangunan hotel baru di Bali dan penerapan pajak wisatawan asing. Namun, implementasi kebijakan ini belum sepenuhnya efektif. Sejumlah kajian dan laporan menunjukkan lemahnya transparansi serta minimnya pengawasan dalam pemanfaatan dana pariwisata, sehingga dampaknya terhadap konservasi lingkungan dan pemberdayaan masyarakat lokal masih terbatas.
Di sisi domestik, wisatawan Nusantara termasuk lebih dari 123 juta perjalanan selama periode Lebaran 2025 belum sepenuhnya berbanding lurus dengan peningkatan dampak ekonomi formal. Banyak perjalanan bersifat singkat dengan tingkat belanja rendah, sehingga kontribusinya terhadap pendapatan daerah dan pelaku usaha resmi masih terbatas. Integrasi sektor informal ke dalam ekosistem pariwisata formal menjadi agenda penting ke depan.
Meski demikian, sejumlah capaian patut diapresiasi. Kunjungan wisatawan mancanegara meningkat signifikan, perjalanan domestik melampaui satu miliar, dan program seperti Tourism 5.0 serta Clean Tourism Movement menunjukkan arah kebijakan yang lebih modern, digital, dan berwawasan lingkungan.
Ke depan, pariwisata Indonesia membutuhkan visi jangka panjang yang selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Penguatan peran akademisi, pemanfaatan teknologi berbasis data, serta adopsi pendekatan regenerative tourism yang tidak hanya meminimalkan dampak negatif, tetapi juga memulihkan ekosistem dan memberdayakan Masyarakat menjadi kunci.
Tren Pariwisata Dunia 2026: Lebih kepada awareness dan selektif
Memasuki 2026, tren pariwisata global menunjukkan pergeseran. Wisatawan semakin sadar terhadap isu lingkungan dan originalitas budaya. Konsep mass tourism perlahan ditinggalkan, digantikan oleh slow tourism, wellness tourism, faith-based tourism, dan regenerative tourism.
Organisasi global seperti UNWTO memproyeksikan bahwa destinasi yang mampu mengelola dampak sosial dan lingkungan secara transparan akan lebih dipercaya dan dipilih wisatawan. Teknologi mulai dari kecerdasan buatan hingga analitik data akan memainkan peran besar dalam mengatur arus wisatawan, personalisasi pengalaman, dan efisiensi promosi.
Bagi negara seperti Indonesia, tren ini merupakan peluang sekaligus tantangan. Indonesia memiliki modal kuat: keanekaragaman budaya, nilai spiritual, dan kearifan lokal yang sangat relevan dengan tren global. Namun tanpa tata kelola yang kuat, peluang ini bisa terlewatkan. Konektivitas penerbangan dan kemudahan visa juga menjadi faktor penentu dalam menentukan pilihan destinasi. Negara dengan kebijakan visa friendly cenderung mengalami lonjakan kunjungan.
Pariwisata Indonesia 2026: Apa yang harus ditempuh?
Agar pariwisata Indonesia tetap eksis, bersinar, dan berdampak nyata bagi masyarakat, setidaknya ada empat langkah strategis yang perlu diprioritaskan.
Pertama, pemerataan destinasi berbasis konektivitas dan narasi. Promosi tidak cukup hanya memperkenalkan destinasi baru, tetapi harus diiringi akses transportasi, infrastruktur dasar, dan cerita kuat yang menjual identitas lokal. Promosi tidak hanya menampilkan keindahan alam, tetapi juga cerita budaya, pengalaman lokal, dan atraksi yang tidak ditemukan di tempat lain. Hal ini penting untuk memperluas durasi tinggal wisatawan dan meningkatkan pengeluaran mereka selama berwisata di Indonesia.
Kedua, peningkatan kualitas SDM pariwisata. Pariwisata 2026 menuntut pekerja industri yang adaptif, digital-savvy, dan berwawasan global. Pendidikan vokasi dan perguruan tinggi perlu dilibatkan lebih aktif dalam perumusan kebijakan dan kurikulum industri.
Ketiga, penguatan pariwisata inklusif. Segmen seperti wisata ramah Muslim, wisata lansia, dan wisata disabilitas bukan lagi pasar niche, melainkan masa depan pariwisata global dan Indonesia sangat siap untuk memimpin di bidang ini.
Keempat, tata kelola yang transparan dan berbasis riset. Pajak pariwisata, kebijakan lingkungan, dan investasi harus diawasi secara terbuka agar benar-benar berdampak pada konservasi dan kesejahteraan masyarakat, bukan hanya pada pertumbuhan fisik destinasi.
Pariwisata yang maju bukanlah pariwisata yang hanya ramai dikunjungi, melainkan yang mampu menghidupkan ekonomi lokal, menjaga budaya, dan merawat lingkungan.
Dengan kolaborasi pemerintah, akademisi, pelaku industri, dan masyarakat, pariwisata Indonesia tidak hanya dapat bertahan, tetapi juga menjadi rujukan dunia. Bukan sebagai destinasi murah, melainkan sebagai destinasi bernilai dan berkelanjutan. Jika dikelola dengan visi jangka panjang, pariwisata bukan sekadar sektor ekonomi, tetapi jalan strategis menuju kesejahteraan bangsa. (*)
Oleh: Siska Mandalia Dosen dan pengamat pariwisata
Tentang Penulis: Siska Mandalia adalah akademisi dan peneliti pariwisata asal Indonesia yang dikenal secara internasional melalui kontribusinya dalam kajian pariwisata berkelanjutan, inklusivitas budaya, dan pariwisata ramah Muslim. Saat ini, ia sedang menempuh pendidikan doktoral di University of Dundee, United Kingdom. Selain berkiprah di ranah akademik internasional, Siska Mandalia juga mengabdi sebagai dosen di Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar, Sumatera Barat dan tutor Universitas Terbuka. Ia aktif menjembatani perspektif global dan lokal melalui pendidikan, riset, serta kolaborasi internasional, dengan tujuan mendorong pariwisata sebagai instrumen pembangunan yang inklusif, dan berkelanjutan. Karya dan pemikirannya menempatkan pariwisata tidak semata sebagai sektor ekonomi, melainkan sebagai ruang strategis untuk membangun pemahaman antarbudaya, memperkuat nilai-nilai sosial, serta memberdayakan masyarakat lokal. Dengan rekam jejak akademik dan jejaring internasional yang kuat, Siska Mandalia diakui sebagai salah satu akademisi dan ahli pariwisata internasional asal Indonesia yang konsisten mendorong praktik dan kebijakan pariwisata berorientasi masa depan.
Makan Malam Imlek 2026 di Radisson Batam, perpaduan rasa dan tradisi. F. Radisson Batam untuk Batam Pos.
batampos – Menyambut Tahun Baru Imlek 2026, Radisson Golf & Convention Center Batam menghadirkan pengalaman makan malam istimewa bertajuk Chinese New Year Dinner 2026. Acara ini dirancang sebagai momen perayaan penuh kebersamaan dengan mengedepankan cita rasa khas Imlek dan suasana hangat bersama keluarga maupun kerabat.
Chinese New Year Dinner 2026 mengusung konsep perayaan rasa dan kebersamaan, dengan sajian menu khas Imlek yang dikurasi secara khusus oleh tim kuliner Radisson Batam. Perayaan ini dipadukan dengan berbagai hiburan tradisional dan modern untuk menambah kemeriahan suasana.
Beragam rangkaian acara akan disuguhkan dalam perayaan tersebut, mulai dari tradisi Yusheng tossing, pertunjukan Barongsai, hiburan musik live, hingga pembagian hadiah lucky draw bagi para tamu yang hadir.
Makan malam Imlek ini dijadwalkan berlangsung pada 16 Februari 2026, bertempat di Bites Restaurant dan The Tenth Tee, mulai pukul 18.30 WIB hingga selesai. Dua pilihan venue tersebut disiapkan untuk mengakomodasi perayaan dalam skala kecil hingga kelompok atau perusahaan.
Perayaan Imlek ini terbuka untuk dinikmati bersama keluarga, sahabat, maupun rekan kerja, dalam suasana santai, meriah, dan penuh kehangatan.
Melalui Chinese New Year Dinner 2026, Radisson Batam ingin menghadirkan pengalaman perayaan Imlek yang tidak hanya berfokus pada hidangan, tetapi juga pada nilai kebersamaan, tawa, dan kebahagiaan, sejalan dengan filosofi Every Moment Matters yang diusung hotel tersebut. (*/adv)
Peserta Kontes Siswa dan Guru SMK Binaan Astra Honda Motor (AHM) 2025 unjuk kemampuan. F. CDN Kepri untuk Batam Pos.
batampos – Komitmen Astra Honda Motor (AHM) dalam memperkuat pendidikan vokasi kembali diwujudkan melalui Kontes Siswa dan Guru SMK Binaan Astra Honda Motor (AHM) 2025.
Kegiatan yang mengusung tema “Tingkatkan Kompetensi dan Wujudkan SDM Unggul” ini digelar oleh Main Dealer PT Capella Dinamik Nusantara (CDN) wilayah Kepulauan Riau bersama lima SMK mitra binaan AHM di Kepri.
Kontes ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembinaan untuk mengasah keterampilan teknis serta meningkatkan kompetensi siswa dan guru di bidang otomotif, khususnya teknologi sepeda motor Honda. Melalui kegiatan ini, peserta didorong memiliki kesiapan kerja yang selaras dengan kebutuhan industri otomotif yang terus berkembang.
Rangkaian seleksi dimulai sejak November 2025 di masing-masing SMK binaan Honda. Peserta terbaik kemudian melaju ke tahap regional yang digelar di Main Dealer PT CDN pada 22 Desember 2025. Dari tahap ini, perwakilan terbaik Kepulauan Riau akan melanjutkan ke kontes tingkat nasional di Jakarta.
Seleksi diikuti 114 siswa kelas XII dan 17 guru produktif dari lima SMK mitra binaan AHM di Kepri. Pada tahap regional, terpilih 15 siswa dan lima guru untuk mengikuti penilaian lanjutan. Hasilnya, ditetapkan satu siswa terbaik dan satu guru terbaik yang akan mewakili Kepulauan Riau di tingkat nasional.
Bidang lomba meliputi uji teori secara daring dan praktik langsung, mencakup pengetahuan umum, engine, electrical, chassis, serta fuel system sepeda motor Honda.
Penilaian siswa terdiri dari teori online, tiga praktik meja, troubleshooting, dan maintenance service. Sementara penilaian guru mencakup teori online, praktik teknis, serta tambahan praktik mengajar.
Pada kategori siswa, juara pertama diraih Muhammad Ikhsan, disusul Rian Andika sebagai juara kedua, keduanya dari SMK Hang Nadim Batam. Juara ketiga diraih Muhammad Raihan dari SMKN 3 Batam.
Untuk kategori guru, Budi Hendrika dari SMKN 3 Batam keluar sebagai juara pertama, diikuti Alvion dari SMKN 3 Tanjungpinang sebagai juara kedua, dan Deswira Narti dari SMK Hang Nadim Batam sebagai juara ketiga.
Para pemenang regional dijadwalkan mengikuti program pembekalan di Main Dealer PT CDN pada 26 Januari hingga 6 Februari 2026.
Selanjutnya, mereka akan diberangkatkan ke Jakarta pada 8 Februari 2026 untuk mengikuti kontes tingkat nasional yang berlangsung pada 10–11 Februari 2026.
Technical Service Manager PT Capella Dinamik Nusantara, Johandi, mengatakan kontes ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Honda dalam mencetak sumber daya manusia unggul melalui pendidikan vokasi.
“Melalui Kontes Siswa dan Guru SMK Binaan AHM, kami terus mendorong peningkatan kompetensi agar lulusan vokasi dan tenaga pendidik semakin siap menghadapi tantangan dunia industri,” ujarnya.
Sementara itu, Budi Hendrika, guru SMKN 3 Batam yang meraih juara pertama kategori guru, mengaku bangga atas pencapaian tersebut.
“Kontes ini bukan sekadar kompetisi, tetapi wadah pembuktian kemampuan pendidik untuk terus meningkatkan kompetensi sesuai standar industri. Ini menjadi motivasi untuk terus memajukan kualitas pendidikan vokasi,” ujarnya. (*/adv)
Liam Rosenior resmi menjadi pelatih Chelsea. F. via Radar Madiun.
batampos – Chelsea resmi mengesahkan penunjukan Liam Rosenior sebagai pelatih kepala baru klub tersebut. Pelatih asal Inggris itu menandatangani kontrak jangka panjang hingga 2032, sebagaimana diumumkan dalam pernyataan resmi klub Liga Inggris tersebut, Selasa (6/1).
Rosenior didatangkan Chelsea dari klub Ligue 1 Prancis, Strasbourg. Ia dinilai sukses menciptakan dampak positif bersama klub tersebut dengan membawa Strasbourg lolos ke kompetisi Eropa pada musim pertamanya menangani tim.
Manajemen The Blues menilai pencapaian tersebut sebagai bukti kapasitas Rosenior dalam membangun tim secara kompetitif dan berkelanjutan. Penunjukan ini sekaligus menjadi bagian dari rencana jangka panjang Chelsea dalam memperkuat fondasi tim utama.
Liam Rosenior menggantikan Enzo Maresca yang resmi meninggalkan Chelsea pada Hari Tahun Baru lalu. Pergantian pelatih ini menandai dimulainya era baru di Stamford Bridge, seiring ambisi klub London tersebut untuk kembali bersaing di papan atas Liga Inggris dan kompetisi Eropa.
Chelsea belum mengungkapkan target spesifik yang dibebankan kepada Rosenior. Namun, kontrak jangka panjang hingga 2032 mengindikasikan kepercayaan penuh klub terhadap visi dan strategi sang pelatih. (*)
Penumpang hendak masuk ke dalam kapal Pelni. F Rengga/Batam Pos
batampos – Minat masyarakat menggunakan kapal penumpang PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) dari Pelabuhan Batam terus menunjukkan tren positif. Sepanjang tahun 2025, jumlah penumpang PELNI yang berlayar dari Batam mencapai 184.462 orang, meningkat 12 persen dibandingkan tahun 2024 yang tercatat 163.266 penumpang.
Kepala Cabang PELNI Batam, Edwin Kurniansyah, menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang tetap setia menggunakan transportasi laut PELNI untuk berbagai tujuan antarpulau.
“Terima kasih kami sampaikan kepada masyarakat pelanggan PELNI yang senantiasa menggunakan kapal penumpang PELNI untuk melakukan perjalanan dari Batam ke berbagai tujuan,” ujar Edwin, Selasa (6/1).
Secara nasional, PT PELNI (Persero) mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025. Berdasarkan Press Release PT PELNI Nomor: 01.06/03/PR/I/2026, jumlah penumpang yang dilayani di seluruh rute mencapai 5.154.080 orang, atau 101,15 persen dari realisasi tahun 2024 yang sebanyak 5.095.483 penumpang.
Direktur Utama PELNI, Tri Andayani, mengatakan capaian tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan angkutan laut PELNI.
“Capaian ini merupakan hasil dari peningkatan pelayanan, kesiapan armada, serta pengelolaan operasional yang kami lakukan sepanjang tahun 2025,” ujar Andayani.
Dari total penumpang tersebut, kapal penumpang reguler PELNI melayani 4.472.918 orang, atau 109,10 persen dari target anggaran 4,1 juta penumpang. Sementara kapal perintis melayani 681.162 penumpang, setara 104,41 persen dari target 652.417 penumpang.
Andayani menegaskan, angka penumpang yang menembus 5,1 juta orang menunjukkan bahwa transportasi laut PELNI masih menjadi pilihan utama masyarakat untuk mobilitas antarpulau.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah mempercayakan perjalanannya kepada PELNI sepanjang tahun 2025,” katanya.
Peran PELNI dalam mendukung konektivitas nasional juga terlihat dari sebaran penumpang. Wilayah Indonesia bagian tengah mendominasi dengan 47,2 persen atau 2.109.876 penumpang, disusul wilayah timur sebesar 29,4 persen atau 1.317.237 penumpang.
Capaian tersebut menegaskan kontribusi PELNI dalam menghubungkan wilayah terdepan, terpencil, tertinggal, dan perbatasan (3TP), sekaligus mendukung pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi nasional.
“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan agar transportasi laut PELNI semakin aman, nyaman, dan terjangkau bagi masyarakat,” pungkas Andayani.
Pada 2025, rute Belawan–Batam dan Batam–Belawan tercatat sebagai ruas terpadat secara nasional, menegaskan posisi strategis Batam sebagai simpul penting transportasi laut di wilayah barat Indonesia.
Rekonstruksi pembunuhan Amizan, nelayan Bintan di area luar rumah kosong eks pekerja PT Antam, Kijang, Kecamatan Bintan Timur, Selasa (6/1). F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.
batampos – Kepolisian menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan nelayan Amizan (31) di Kijang, Kecamatan Bintan Timur, Selasa (6/1). Rekonstruksi berlangsung di lokasi penemuan jasad korban, tepatnya di area luar rumah kosong eks pekerja PT Antam.
Dalam rekonstruksi tersebut, polisi menghadirkan tiga tersangka, yakni Sahril alias Cali (26), La Sahrul (23), dan Yusrin (22), serta lima orang saksi. Rekonstruksi juga disaksikan langsung oleh warga sekitar dan keluarga korban, termasuk anak Amizan, Wulandari (14).
Kanit I Pidana Umum Satreskrim Polres Bintan, Iptu Yofi Akbar, mengatakan rekonstruksi memperagakan sebanyak 33 adegan yang menggambarkan secara detail peran masing-masing tersangka dalam pembunuhan tersebut.
“Total ada 33 adegan yang diperagakan. Tersangka Sahril alias Cali berperan sebagai eksekutor, sementara dua tersangka lainnya membantu melakukan penganiayaan,” ujar Yofi di lokasi.
Dari hasil rekonstruksi, terungkap bahwa Amizan dihabisi pada adegan ke-21. Sebelum kejadian, ketiga tersangka membawa korban dari Taman Kota Kijang menuju rumah kosong eks pekerja PT Antam.
Di lokasi tersebut, para tersangka dan korban sempat menenggak minuman beralkohol bersama. Setelah itu, tersangka Sahril tiba-tiba menikam perut Amizan.
“Setelah minum, tersangka Sahril langsung menikam perut korban,” kata Yofi.
Amizan sempat melawan dan berusaha melarikan diri. Namun, upaya tersebut digagalkan oleh La Sahrul dan Yusrin yang menahan korban. Sahril kemudian terus menikam Amizan secara bertubi-tubi hingga korban tewas di tempat.
“Korban melawan dan sempat mau lari, tapi dihalangi oleh dua tersangka lainnya,” tambah Yofi.
Setelah memastikan korban meninggal dunia, Sahril memerintahkan dua tersangka lainnya untuk memindahkan jasad Amizan ke bagian samping depan rumah kosong tersebut. Ketiganya kemudian meninggalkan lokasi kejadian.
Menurut penyelidikan polisi, motif pembunuhan dipicu dendam pribadi terkait masalah utang piutang antara korban dan salah satu tersangka. Pengaruh minuman beralkohol turut memicu emosi hingga berujung pada aksi brutal tersebut.
“Motifnya dendam pribadi dan diperparah pengaruh alkohol,” ungkap Yofi.
Di hadapan polisi, keluarga korban mengungkapkan bahwa sebelum meninggal, Amizan sempat menitipkan pesan kepada kakaknya, Robiana (39), terkait masa depan anaknya.
“Aku serahkan anak ini (Wulan) kepada kamu. Kalau aku pulang kampung nanti, anggap saja anak ini seperti anak kamu sendiri,” ujar Robiana menirukan pesan terakhir adiknya.
Pada sore hari sebelum kejadian, Amizan sempat menghabiskan waktu bersama keluarga di Taman Kota Kijang. Saat itu, Wulandari bahkan sempat meminta uang kepada ayahnya.
“Bapak bilang tidak punya uang, tinggal Rp5 ribu. Katanya kalau nanti mau makan, jual saja handphone itu,” kata Robiana.
Wulandari masih mengingat jelas momen terakhir bersama ayahnya. Ia mengatakan Amizan sempat memeluk dirinya sebelum pergi menemui para tersangka.
“Setelah itu bapak peluk kami,” ujar Wulan dengan suara bergetar, sambil menyebut masih menyimpan ponsel pemberian ayahnya.
Robiana mengaku sempat melarang Amizan menemui ketiga tersangka pada malam kejadian. Namun larangan itu tidak dihiraukan korban.
“Saya bilang pulang saja, sudah malam. Tapi dia bilang tidak apa-apa, itu kawan lamanya,” tuturnya.
Perasaan tidak enak sempat dirasakan keluarga setelah Amizan pergi. Firasa itu terbukti menjadi perpisahan terakhir.
“Sampai di rumah kami tidak enak perasaan, ternyata adik kami pergi untuk selama-lamanya,” kata Robiana.
Sementara itu, tangis Wulandari pecah usai menyaksikan langsung rekonstruksi pembunuhan ayahnya. Dengan suara lirih, ia berharap ketiga tersangka dihukum seberat-beratnya.
“Saya mau mereka dihukum seberat-beratnya. Saya mau nyawa dibalas dengan nyawa,” ujar Wulan. (*)
Kepala Stasiun BMKG Kelas III Dabo Singkep, Ady Istyono. F. Vatawari/Batam Pos.
batampos – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat Kabupaten Lingga, khususnya yang bermukim di wilayah pesisir, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir rob.
BMKG memprediksi banjir rob berpotensi terjadi pada periode 2 hingga 9 Januari 2026 seiring masuknya wilayah Lingga ke musim angin utara.
Kepala BMKG Dabo Lingga, Ady Istyono, mengatakan saat ini angin utara mulai mendominasi perairan Kabupaten Lingga. Kondisi tersebut biasanya disertai angin kencang dan gelombang laut yang cukup tinggi.
“Saat ini kita sudah masuk musim angin utara. Biasanya angin sangat kencang dan gelombang laut juga meningkat,” ujar Ady saat dikonfirmasi, Selasa (6/1).
Ia menjelaskan, potensi banjir rob juga diperkuat dengan terjadinya fenomena bulan purnama. Pada fase ini, gaya gravitasi bulan terhadap bumi meningkat sehingga berpengaruh pada naiknya permukaan air laut.
“Dengan gaya gravitasi yang lebih besar, air laut menjadi lebih tinggi. Ditambah lagi saat ini masih musim penghujan, sehingga potensi banjir rob semakin besar,” jelasnya.
BMKG Dabo Lingga mengimbau masyarakat, terutama yang tinggal di wilayah pesisir dan rumah-rumah di atas laut, agar lebih berhati-hati dan waspada terhadap dampak gelombang tinggi dan pasang laut.
Ady juga mencontohkan kondisi di Jalan Desa Lanjut, di mana sebelumnya gelombang laut sempat naik hingga menggenangi badan jalan.
“Kemarin ombak air laut cukup tinggi sampai naik ke jalan raya. Pengendara yang melintas di Jalan Desa Lanjut agar berhati-hati karena jalanan basah dan licin,” katanya.
Selain itu, masyarakat diminta untuk mengawasi aktivitas anak-anak dan tidak membiarkan mereka bermain di tepi pantai selama kondisi cuaca ekstrem masih berlangsung.
“Untuk sementara jangan biarkan anak-anak bermain di pinggir pantai. Ombak besar dan angin kencang sangat berbahaya karena bisa hanyut terbawa ombak,” tegas Ady.
BMKG mengingatkan warga agar terus memantau informasi cuaca terkini dan segera mengambil langkah antisipasi guna menghindari risiko yang ditimbulkan akibat banjir rob dan gelombang tinggi. (*)
Gedung Pengadilan Negeri Tanjungpinang. F. Yusnadi/Batam Pos.
batampos – Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Kepulauan Riau, menjatuhkan vonis pidana penjara selama satu tahun kepada Hadiyat alias Iyep dalam perkara korupsi pekerjaan pengawasan pembangunan lanjutan fasilitas Pelabuhan Dompak Tahap VI.
Putusan tersebut dibacakan dalam sidang pada 22 Desember 2025. Majelis hakim dipimpin Ketua Majelis Rahmat Sanjaya dengan anggota Saiful Arif dan Herman Sjafrijadi.
Juru Bicara PN Tanjungpinang, Fausi, mengatakan majelis hakim menyatakan terdakwa tidak terbukti melanggar dakwaan primair Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Namun, Hadiyat dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar dakwaan subsider Pasal 3 juncto Pasal 18 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor.
“Majelis hakim menjatuhkan pidana penjara selama satu tahun serta denda sebesar Rp50 juta subsider satu bulan kurungan,” ujar Fausi saat dikonfirmasi, Selasa (6/1).
Selain pidana badan dan denda, terdakwa juga diwajibkan membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp711.813.392. Uang pengganti tersebut telah diserahkan kepada Kejaksaan Negeri Tanjungpinang untuk selanjutnya disetorkan ke kas negara.
Fausi enggan memerinci pertimbangan majelis hakim terkait vonis yang dijatuhkan. Ia menyebut pertimbangan tersebut merupakan kewenangan hakim dan dapat diakses publik melalui Direktori Putusan Mahkamah Agung.
Vonis tersebut lebih ringan dibandingkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Tanjungpinang yang sebelumnya menuntut pidana penjara selama satu tahun tiga bulan, denda Rp50 juta, serta uang pengganti sebesar Rp711.813.392.
Sementara itu, Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Tanjungpinang, Juprizal, menyatakan seluruh denda dan uang pengganti yang dibebankan kepada terdakwa telah dibayarkan secara penuh.
“Semua sudah dibayarkan 100 persen, sehingga kami tidak mengajukan banding,” tegas Juprizal. (*)
batampos – Membersihkan mesin mobil merupakan bagian penting dari perawatan kendaraan yang kerap diabaikan pemilik mobil. Padahal, mesin yang bersih tidak hanya membuat tampilan kendaraan lebih rapi, tetapi juga membantu mencegah kerusakan serta menjaga performa mesin tetap optimal.
Meski demikian, membersihkan mesin mobil tidak bisa dilakukan sembarangan. Kesalahan langkah justru berisiko merusak komponen penting. Berikut enam tips aman membersihkan mesin mobil, dikutip dari laman resmi Suzuki.
Langkah pertama adalah memilih waktu yang tepat. Pembersihan mesin sebaiknya dilakukan di tempat teduh dengan kondisi mesin benar-benar dingin. Mesin yang masih panas berisiko membuat cairan pembersih cepat menguap dan dapat menyebabkan luka bakar.
Selanjutnya, bersihkan debu dan kotoran ringan terlebih dahulu. Debu dapat disapu atau dilap secara perlahan, dimulai dari permukaan hingga ke sela-sela mesin agar kotoran tidak menumpuk saat proses pembersihan lanjutan.
Langkah penting berikutnya adalah melepas aki mobil. Aki harus diangkat untuk memutus aliran listrik dan mencegah risiko korsleting selama proses pembersihan mesin berlangsung.
Setelah itu, bersihkan bagian bawah kap mobil. Gunakan sikat atau kuas untuk mengangkat kotoran yang menempel. Cairan pembersih khusus mobil dapat digunakan agar proses pembersihan lebih efektif.
Tahap berikutnya adalah membilas mesin menggunakan air bertekanan rendah. Cara ini bertujuan agar air tidak masuk ke celah komponen sensitif. Setelah dibilas, sisa air harus segera dikeringkan menggunakan kain microfiber.
Terakhir, keringkan mesin secara menyeluruh. Lap seluruh bagian mesin hingga kering. Mesin juga bisa dihidupkan sebentar agar panas membantu menguapkan air di area yang sulit dijangkau.
Membersihkan mesin mobil dengan cara yang benar dapat membantu menjaga performa kendaraan serta memperpanjang usia mesin. Perawatan rutin menjadi kunci utama untuk kenyamanan dan keamanan saat berkendara. (*)