
batampos– Janji PT Soma Daya Utama (SDU) untuk segera menyalurkan listrik di kawasan industri Zona I Pulau Karimun pada akhir Desember 2023, molor.
Pasalnya, perakitan instalasi listrik pada pembangunan PLTU yang dikerjakan kontraktor hingga Januari 2024 belum selesai.
“Memang, 2023 seharusnya PT SDU sudah beroperasi. Tapi kami mengalami kendala menyalurkan listrik karena kontraktornya terlambat menyelesaikan pekerjaan mereka,” ungkap Humas PT SDU, Buyatin, Senin (8/1).
Buyatin mengaku, keterlambatan penyelesaian pengerjaan oleh kontraktor turut berdampak atas kerugian kepada pihak perusahaan. Sebab, investasi yang sudah ditanamkan belum bisa kembali.
BACA JUGA: Tiga Warga Bukit Senang Tersetrum Listrik, Satu Meninggal
“Sebagai induk perusahaan, keterlambatan ini juga merugikan kami. Kami sudah meminta pihak kontraktor untuk sesegera mungkin menyesaikannya pengerjaan tersebut,” tegas Buyatin.
Ditanya kapan beroperasinya PT SDU, Buyatin mengaku belum bisa memastikan. Sebab, PT SDU di Karimun hanya merupakan kantor cabang. Yang pasti, progres harus berjalan.
“Pastinya, kami pun terus mendesak kontraktor agar segera menyelesaikan pekerjaannya,” ucap Buyatin.
Akibat keterlambatan beroperasi PT SDU menyalurkan listrik di Zona I, turut menghambat percepatan pengoperasian Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE).
“Betul, SPPBE belum bisa beroperasi lantaran belum ada pasokan listrik dari PT SDU,” ungkap Kepala Bidang ESDM Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Karimun, Vandarones Purba.
Apabila SPPBE yang dibangun di kawasan industri Meral Barat segera beroperasi, diyakini tidak akan ada lagi kelangkaan gas di Kabupaten Karimun. Di sisi lain pun, masyarakat bisa mendapatkan harga elpiji bersubsidi yang lebih murah. (*)
Reporter: Ichwanul Fahmi









