Kamis, 30 April 2026
Beranda blog Halaman 441

Konflik IKSB Batam Disorot, Praktisi Hukum Ingatkan Hormati Putusan Pengadilan

0
Kuasa hukum tergugat I, Arisal Fitra dan Tergugat I AKBP (Purn) Maryon saat sidang di PN Batam. Foto. Aziz Maulana/ Batam Pos

batampos – Sengketa lahan antara Yayasan Pagaruyung dan Ikatan Keluarga Sumatera Barat (IKSB) Batam kembali menuai perhatian. Praktisi hukum yang juga perantau Minangkabau, Taufiq Idris, mengingatkan agar konflik tersebut tidak terus berlarut-larut dan diselesaikan secara bermartabat dengan menjunjung tinggi marwah urang Minang di tanah rantau.

Taufiq menegaskan, perbedaan pandangan maupun ketidakpuasan terhadap putusan pengadilan merupakan hal yang wajar dalam proses hukum. Namun demikian, seluruh pihak tetap wajib menghormati putusan yang telah berkekuatan hukum tetap, baik yang diputuskan di Pengadilan Tata Usaha Negara (TUN) maupun Mahkamah Agung.

“Tidak puas dengan putusan pengadilan itu manusiawi. Tapi penyelesaiannya harus melalui jalur hukum yang sah dan beretika, bukan dengan cara-cara yang justru merusak kepastian hukum,” ujarnya, Jumat (30/1).

Baca Juga: Gugatan Yayasan Pagaruyung Ditolak Tergugat, PN Batam Lanjutkan Sidang ke Tahap Pembuktian

Ia juga mengingatkan agar upaya mencari bukti baru atau novum dilakukan secara jujur, objektif, dan sesuai ketentuan perundang-undangan, khususnya dalam mekanisme peninjauan kembali.

“Novum tidak boleh direkayasa atau dipaksakan demi kepentingan sepihak. Kalau dilakukan tanpa itikad baik, itu bisa memunculkan persoalan hukum baru,” tegasnya.

Terkait polemik lahan yang disengketakan, Taufiq menyebut berdasarkan pengetahuannya, lahan tersebut sejak awal diperuntukkan bagi masyarakat Minangkabau di Kepulauan Riau melalui IKSB. Lahan itu dialokasikan oleh Otorita atau BP Batam untuk pembangunan fasilitas bersama, seperti gedung serba guna atau Minang Centre.

“Pengajuan lahan menggunakan nama Yayasan Pagaruyung merupakan hasil musyawarah pengurus dan pendiri IKSB saat itu. Bahkan pengurus yayasan dan IKSB kala itu adalah orang-orang yang sama, para senior Minang yang sudah lama merantau di Batam,” jelasnya.

Ia juga menyoroti gugatan yang diajukan Yayasan Pagaruyung terhadap Ketua IKSB Batam saat ini, H. Marion. Menurutnya, gugatan tersebut perlu dikaji secara lebih mendalam.

“Jika objek sengketa merupakan aset organisasi, maka harus dibedakan antara tanggung jawab pribadi dan tanggung jawab organisasi. Dasar kerugiannya juga harus jelas,” ujarnya.

Sebagai sesama perantau Minangkabau, Taufiq mengaku prihatin konflik tersebut terus bergulir hingga ke ranah pengadilan. Ia menilai, perselisihan ini berpotensi mencoreng citra masyarakat Minang di Batam.

“Kita ini sama-sama anak nagari di rantau. Sudah semestinya saling menjaga dan mengedepankan musyawarah. Jangan sampai paguyuban justru menjadi sumber perpecahan,” katanya.

Taufiq yang juga mantan Ketua Ikatan Keluarga Tanah Datar (IKTD), salah satu dari 18 ikatan kabupaten/kota asal Sumatera Barat di Batam, mengajak semua pihak kembali pada semangat kebersamaan dan gotong royong.

“Persatuan itu jauh lebih berharga daripada kemenangan pribadi. Tidak ada yang benar-benar menang jika paguyuban terpecah,” pungkasnya. (*)

Artikel Konflik IKSB Batam Disorot, Praktisi Hukum Ingatkan Hormati Putusan Pengadilan pertama kali tampil pada Metropolis.

MBG Tetap Dibagikan saat Ramadan, SPPG Batam Tunggu Petunjuk

0
Seorang guru membagikan makanan bergizi gratis untuk murid-murid SDN 010 Batam Kota beberapa waktu lalu. F.Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan suci Ramadan di Kota Batam masih menunggu petunjuk teknis lebih lanjut dari pemerintah pusat. Ketua Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Batam, Defri Frenaldi, mengatakan hingga kini belum ada arahan resmi terkait perubahan mekanisme penyaluran MBG saat Ramadan.

“Untuk sementara kami masih menunggu petunjuk,” kata Defri saat dikonfirmasi, Jumat (30/1).

Namun demikian, Defri menyebut jika berkaca pada pelaksanaan MBG pada Ramadan tahun lalu, program tersebut tetap berjalan normal, dengan penyesuaian menu agar dapat dikonsumsi saat berbuka puasa.

“Kalau melihat pengalaman tahun lalu, MBG tetap berjalan. Hanya saja makanan yang diberikan disesuaikan untuk berbuka puasa,” ujarnya.

Baca Juga: Bantuan Iuran BPJS Kesehatan di Batam Sasar 90 Ribu Peserta Tahun Ini

Defri menegaskan, SPPG Batam siap mengikuti kebijakan pusat dan akan segera menyesuaikan pola distribusi maupun jenis makanan begitu petunjuk teknis diterbitkan. Menurutnya, prinsip utama program ini tetap memastikan kebutuhan gizi penerima manfaat terpenuhi, meskipun dalam suasana ibadah puasa.

“Intinya kami siap menjalankan kebijakan apa pun yang ditetapkan, demi memastikan program MBG tetap berjalan dan manfaat gizinya tetap diterima masyarakat,” ucap Defri.

Sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengungkapkan bahwa akan ada perubahan menu MBG selama Ramadan, khususnya bagi siswa yang menjalankan ibadah puasa. Nantinya, makanan tidak lagi disajikan siap santap, melainkan dalam bentuk makanan kering yang bisa dibawa pulang.

“Contoh untuk puasa, kurma, telur rebus atau telur asin atau telur pindang, buah, susu, abon,” kata Dadan.

Ia menjelaskan, skema ini berlaku untuk sekolah-sekolah dengan mayoritas siswa beragama Islam. Makanan akan dibagikan pada siang hari saat jam sekolah dan dibawa pulang untuk dikonsumsi saat berbuka puasa.

Baca Juga: Rawan Kecelakaan di Bukit Kemuning, Warga Minta Pasang Pita Penggaduh

“Untuk anak sekolah di daerah yang mayoritas puasa, itu akan dibagikan di siang hari untuk dibawa pulang sebagai menu buka puasa,” jelasnya.

Sementara itu, untuk sekolah dengan mayoritas siswa non-muslim, pelaksanaan MBG akan tetap berjalan seperti hari biasa. Hal yang sama juga berlaku untuk penerima manfaat lain seperti ibu hamil dan balita.

Adapun untuk SPPG yang berada di lingkungan pesantren, Dadan menyebut pelayanan MBG akan digeser ke sore hari dengan menu makanan normal, mengingat penerima manfaatnya bersifat lokal. (*)

Artikel MBG Tetap Dibagikan saat Ramadan, SPPG Batam Tunggu Petunjuk pertama kali tampil pada Metropolis.

Ini 5 Karakter Orang yang Lebih Suka Bayar Tunai daripada Pembayaran Digital

0
Ilustrasi – Transaksi pembayaran melalui aplikasi uang elektronik “server based”, dompet elektronik dan mobile banking saat peluncuran dan implementasi QR Code Indonesian Standard (QRIS) untuk desa wisata di Pasar Slumpring, Desa Cempaka, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. (ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah/foc/aa)

batampos – Di tengah kemudahan pembayaran digital yang semakin marak, masih ada banyak orang yang tetap memilih menggunakan uang tunai.

Pilihan ini sering dianggap kuno atau ketinggalan zaman, padahal di baliknya tersimpan alasan-alasan yang sangat pribadi dan mendalam.

Mereka bukan sekadar menolak tren atau teknologi baru, tetapi memiliki pertimbangan dan cara pandang sendiri terhadap transaksi sehari-hari.

Memahami keputusan ini akan memberi kita wawasan menarik tentang bagaimana orang menilai kenyamanan, keamanan, dan kebebasan dalam hidup mereka.

Dilansir dari laman Global English Editing pada Jumat (30/1), berikut merupakan 5 karakter orang yang tidak suka pembayaran digital alias cashless.

1. Anda suka merasa punya kendali sendiri

Orang yang lebih memilih menggunakan uang tunai biasanya merasa lebih nyaman ketika bisa mengendalikan sendiri seluruh proses transaksi.

Dengan uang tunai, mereka mengetahui persis apa yang terjadi sejak pembayaran dimulai hingga selesai, tanpa ada pihak lain yang ikut mencatat atau memprosesnya.

Sebaliknya, pembayaran digital melibatkan sistem yang merekam setiap langkah transaksi, sehingga sebagian orang merasa kehilangan kendali atas keputusan mereka sendiri.

Ini bukan karena mereka takut akan teknologi atau gagap digital, melainkan karena mereka ingin mempertahankan kebebasan dan kemampuan untuk menentukan cara mereka dalam berinteraksi secara finansial.

Dengan begitu, orang seperti ini cenderung menghargai otonomi dan merasa lebih tenang ketika bisa memegang kendali penuh atas pilihan mereka sendiri.

2. Anda peduli terhadap privasi dan data pribadi

Setiap kali menggunakan QR code atau aplikasi pembayaran digital, secara otomatis data pribadi Anda, seperti lokasi, kebiasaan belanja, dan pola pengeluaran, akan terekam.

Bagi sebagian orang, hal ini menimbulkan kekhawatiran karena mereka tidak ingin informasi pribadi mereka dipantau atau disalahgunakan.

Orang yang menolak sistem cashless cenderung sangat memperhatikan privasi dan tidak sembarangan menukar informasi pribadi demi kemudahan transaksi.

Sikap ini menunjukkan bahwa mereka bijak dan berhati-hati dalam menghadapi teknologi, serta memahami bahwa kemudahan yang ditawarkan selalu datang dengan konsekuensi tertentu.

Kepedulian terhadap privasi semacam ini sebenarnya adalah bentuk kesadaran yang sehat dalam dunia yang semakin digital.

3. Anda berhati-hati sebelum mengikuti perubahan

Tidak semua orang langsung mengikuti tren terbaru begitu muncul. Ada sebagian orang yang lebih memilih menunggu, mengamati, dan mengevaluasi sebelum ikut serta dalam sesuatu yang baru.

Sikap skeptis ini sering kali muncul pada orang yang menolak penggunaan QR code atau pembayaran digital, bukan karena mereka menolak teknologi sepenuhnya, tetapi karena mereka ingin memastikan bahwa perubahan tersebut aman dan efektif.

Sikap seperti ini juga menunjukkan kemampuan berpikir kritis dan kemampuan menilai risiko dengan baik.

Dengan menahan diri, mereka sering kali bisa melihat masalah atau kelemahan yang luput dari perhatian orang lain.

Jadi, keraguan terhadap sistem cashless sebenarnya merupakan bentuk kehati-hatian dan pertimbangan matang sebelum membuat keputusan.

4. Anda peduli agar semua orang tetap bisa ikut bertransaksi

Tidak semua orang memiliki akses yang sama terhadap smartphone, internet, atau rekening bank.

Ketika bisnis atau layanan memaksa sistem cashless sepenuhnya, sebagian kelompok masyarakat bisa merasa tertinggal atau tidak terlayani.

Orang yang menolak sistem ini sering kali memiliki kepedulian tinggi terhadap keadilan sosial dan inklusivitas.

Mereka menyadari bahwa kemajuan teknologi, meskipun mempermudah sebagian orang, bisa menimbulkan hambatan baru bagi kelompok rentan, seperti lansia yang kesulitan menggunakan aplikasi, keluarga berpenghasilan rendah tanpa rekening bank, atau masyarakat di daerah terpencil dengan koneksi internet yang terbatas.

Dengan menolak sistem cashless, mereka secara tidak langsung memperjuangkan agar semua orang tetap bisa mengakses layanan dan tidak ada yang tersisih akibat perubahan teknologi.

5. Anda lebih suka pengalaman fisik yang nyata

Beberapa orang memiliki preferensi alami untuk pengalaman yang bisa disentuh dan dirasakan secara nyata.

Misalnya, menyerahkan uang tunai secara langsung atau menggesek kartu memberi sensasi yang berbeda dibandingkan mengetuk layar ponsel.

Pengalaman fisik ini terasa lebih konkret, lebih nyata, dan lebih dapat dipercaya bagi mereka.

Orang yang menolak pembayaran cashless biasanya memiliki cara berpikir yang sama, di mana mereka menghargai pengalaman sensorik yang nyata, dan merasa lebih nyaman melakukan transaksi yang bisa mereka rasakan secara fisik.(*)

Artikel Ini 5 Karakter Orang yang Lebih Suka Bayar Tunai daripada Pembayaran Digital pertama kali tampil pada Lifestyle.

Rawan Kecelakaan di Bukit Kemuning, Warga Minta Pasang Pita Penggaduh

0
Kapolsek Seibeduk, Iptu Alex Yasral. (F.Radarsatu.com).

batampos – Ruas jalan di kawasan Bukit Kemuning, Kecamatan Seibeduk, dinilai rawan kecelakaan lalu lintas. Kondisi jalan yang menurun dan lurus membuat banyak pengendara melintas dengan kecepatan tinggi, sehingga kerap memicu kecelakaan.

Beberapa hari lalu, kecelakaan beruntun yang melibatkan tiga unit sepeda motor terjadi di kawasan tersebut. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden itu, meski kerugian materi tak terhindarkan.

Thamrin, warga Bukit Kemuning, mengatakan kecelakaan di ruas jalan tersebut sudah berulang kali terjadi. Selain faktor kondisi jalan, minimnya penerangan pada malam hari turut memperparah situasi.

“Bukan hanya siang, malam juga beberapa kali terjadi kecelakaan. Lampu penerangan jalan di sini padam total,” ujarnya.

Baca Juga: SPPG Yasmin Batu Besar 6 Mulai Beroperasi, Targetkan 1.000 Penerima Manfaat

Ia menilai, ruas jalan Bukit Kemuning sudah seharusnya dilengkapi pita penggaduh atau marka kejut agar pengendara mengurangi kecepatan saat melintas.

“Seperti kecelakaan kemarin, dua motor melaju dengan kecepatan tinggi. Padahal jalannya lurus dan saling terlihat,” katanya.

Selain itu, warga juga berharap adanya perbaikan lampu penerangan jalan di kawasan tersebut. Minimnya penerangan dinilai tidak hanya meningkatkan risiko kecelakaan, tetapi juga berpotensi menimbulkan tindak kriminal.

“Kalau lampu mati, ada kecelakaan lalu rawan begal. Itu tentu jadi lebih berbahaya,” ungkap Thamrin.

Baca Juga: Curanmor Marak di Seibeduk, 2 Motor Raib Dalam Semalam

Sementara itu, Kapolsek Seibeduk, Iptu Alex Yasral, mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti keluhan warga terkait kondisi jalan dan penerangan di Bukit Kemuning.

“Akan kita koordinasikan dengan RW setempat. Untuk keluhan lampu jalan juga akan kita sampaikan ke pihak terkait,” tutupnya. (*)

Artikel Rawan Kecelakaan di Bukit Kemuning, Warga Minta Pasang Pita Penggaduh pertama kali tampil pada Metropolis.

Chelsea Terancam Tak Bisa Main di Stamford Bridge, Ini Penyebabnya

0
Joao Pedro (kedua kanan) mencetak dua gol saat Chelsea kalahkan Napoli 3-2 dalam laga terakhir fase liga Liga Champions 2025/26 di Stadion Diego Armando Maradona pada Kamis (29/1/2026). (UEFA.com)

batampos – Keberhasilan Chelsea melaju ke babak 16 besar Liga Champions setelah kemenangan dramatis 3-2 atas Napoli harus dibayangi kabar buruk.

Sebuah regulasi UEFA yang jarang diketahui umum berpotensi memaksa The Blues terusir dari kandang mereka sendiri Stamford Bridge pada laga Maret mendatang.

Dilansir dari Daily Mail (31/1), Chelsea terancam tidak dapat memainkan laga kandang di London karena adanya aturan bentrok jadwal di kota yang sama (city clash).

Akar permasalahannya terletak pada keberhasilan tiga klub London, yaitu Arsenal, Tottenham Hotspur, dan Chelsea yang semuanya lolos ke fase gugur. Berdasarkan jadwal, pertandingan akan berlangsung pada 17 dan 18 Maret 2026.

Namun, UEFA memiliki aturan ketat yang melarang dua pertandingan besar digelar di kota yang sama atau dalam radius 30 mil (sekitar 48 kilometer) pada malam yang sama.

Alasan utamanya ialah faktor keamanan, sebab kepolisian setempat dianggap tidak akan mampu menjamin keamanan maksimal jika massa suporter dari dua atau tiga pertandingan besar berkumpul di satu kota secara bersamaan.

Dalam situasi itu, Chelsea berada di posisi yang paling tidak menguntungkan karena Arsenal dan Tottenham Hotspur memiliki peringkat yang lebih tinggi pada papan klasemen.

Arsenal yang berada di posisi puncak dan Tottenham di posisi keempat membuat keduanya mendapatkan hak prioritas untuk tetap bermain di kandang sesuai jadwal utama.

Berdasarkan regulasi UEFA, klub dengan peringkat klasemen lebih rendah wajib mencari opsi lain jika jadwal mereka bentrok. Alhasil, Chelsea terancam harus mendaftarkan stadion netral di luar London jika gagal mengantongi dispensasi khusus.

Namun, masih ada celah yang dapat diambil Chelsea dengan mengajukan permohonan untuk membalikkan urutan laga (reverse the tie).

Jika biasanya tim yang lolos dengan status tertentu bermain di kandang pada leg kedua, Chelsea dapat memilih bermain di kandang pada leg pertama untuk menghindari bentrok jadwal, asalkan kesepakatan dicapai sebelum pengundian dilakukan.

Opsi lain ialah dengan menggeser jadwal ke hari Kamis. Namun, langkah itu diprediksi akan mendapat tentangan keras dari pemegang hak siar televisi yang sudah memiliki kontrak ketat untuk slot Selasa dan Rabu malam.

Hingga saat ini, manajemen Chelsea dikabarkan terus menjalin komunikasi intensif dengan otoritas keamanan London dan UEFA. Pihak klub berargumen bahwa pada akhir pekan, London sering kali menggelar beberapa pertandingan sekaligus tanpa kendala keamanan yang berarti.

Seorang juru bicara UEFA menyatakan bahwa diskusi mengenai penjadwalan itu masih berlangsung.

“Diskusi mengenai penjadwalan sedang dilakukan dengan otoritas lokal terkait bentrokan kota untuk pertandingan mendatang, termasuk yang akan dimainkan pada bulan Maret,” kata juru bicara UEFA dikutip dari Daily Mail.(*)

Artikel Chelsea Terancam Tak Bisa Main di Stamford Bridge, Ini Penyebabnya pertama kali tampil pada Olahraga.

Bantuan Iuran BPJS Kesehatan di Batam Sasar 90 Ribu Peserta Tahun Ini

0
Kepala Dinkes Batam dr. Didi Kusmarjadi, SpOG.

batampos – Pemerintah Kota Batam terus memperkuat jaring pengaman kesehatan bagi masyarakat kurang mampu. Melalui program Bantuan Kesehatan Daerah (Bankesda), Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam memastikan puluhan ribu warga tetap memiliki akses layanan kesehatan, meski status kepesertaan BPJS Kesehatan mereka tidak aktif atau belum terdaftar.

Pada APBD murni Tahun Anggaran 2026, Bankesda dialokasikan sebesar Rp44,38 miliar untuk menjamin 90 ribu peserta, terutama warga yang kesulitan membayar iuran BPJS Kesehatan.

Kepala Dinkes Batam Didi Kusmarjadi menjelaskan, alokasi tersebut baru mencakup sembilan bulan anggaran, namun sudah disiapkan untuk menjangkau kelompok masyarakat paling rentan.

“Fokus kita adalah warga yang BPJS Kesehatannya tidak aktif dan masyarakat yang belum masuk JKN, supaya tetap bisa berobat dan mendapatkan pelayanan kesehatan,” ujar Didi, Jumat (30/1).

Baca Juga: Pemerintah Pusat Ganjar Kinerja Investasi Batam

Tak hanya untuk iuran BPJS, dana Bankesda juga dimanfaatkan untuk bantuan pelayanan kesehatan, termasuk rujukan ke luar daerah, transportasi, hingga akomodasi pasien dan pendamping.

“Anggarannya kita proporsionalkan sesuai kebutuhan layanan di lapangan,” kata dia.

Didi menyebutkan, pada Tahun Anggaran 2025, program Bankesda memiliki anggaran lebih besar, yakni Rp79 miliar, yang menyasar sekitar 80 ribu penerima, sekaligus mencakup layanan kesehatan dan rujukan pasien ke luar Kota Batam.

Meski pada 2026 anggaran awal lebih kecil, peluang penambahan masih terbuka. Tim Anggaran dan Pendapatan Daerah (TAPD) Pemko Batam berencana meningkatkan alokasi pada APBD Perubahan 2026, sehingga jumlah penerima bantuan iuran bisa mencapai 100 ribu peserta.

“Di perubahan nanti akan ditambah, karena di APBD murni ini hanya sembilan bulan,” ujarnya.

Baca Juga: Kapal Bermuatan Limbah Hitam Kandas di Sekupang, Khawatir Laut Tercemar

Untuk memastikan layanan berjalan optimal, Pemko Batam menggandeng sejumlah rumah sakit, di antaranya RSUD Embung Fatimah, RSBP, RS Harapan Bunda, RS Soedarsono, RS Bhayangkara, RS Elisabeth Batam Kota, hingga beberapa rumah sakit swasta lainnya. Rujukan khusus layanan kesehatan jiwa juga menjangkau fasilitas di Pekanbaru dan Tanjung Uban.

Melalui skema Bankesda, Dinkes Batam berharap tidak ada warga yang tertinggal dalam mendapatkan pelayanan kesehatan hanya karena keterbatasan ekonomi.(*)

Artikel Bantuan Iuran BPJS Kesehatan di Batam Sasar 90 Ribu Peserta Tahun Ini pertama kali tampil pada Metropolis.

SPPG Yasmin Batu Besar 6 Mulai Beroperasi, Targetkan 1.000 Penerima Manfaat

0
Wagub Kepri, Nyanyang Haris Pratamura meninjau dapur SPPG Yasmin yang diresmikan pada Jumat (30/1). F. Yashinta/Batam Pos.

batampos – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yasmin Yayasan Segitiga Berkah Abadi di kawasan Nongsa Batu Besar 6 resmi beroperasi. Peresmian digelar pada Jumat (30/1) dan dihadiri Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris, bersama jajaran pemerintah daerah serta pengelola yayasan.

SPPG Yasmin merupakan bagian dari dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah pusat untuk meningkatkan kualitas gizi anak sekolah sekaligus memperkuat pembangunan sumber daya manusia sejak usia dini.

Kepala Yayasan Segitiga Berkah Abadi selaku mitra pelaksana SPPG, Rinasti, mengatakan kehadiran dapur MBG Yasmin menjadi langkah konkret dalam memperluas jangkauan program gizi nasional, khususnya di Kota Batam.

“Ini merupakan bentuk komitmen kami dalam mendukung program pemerintah. Kami berharap SPPG Yasmin dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi para penerima manfaat, sejalan dengan program Presiden,” ujar Rinasti.

Sementara itu, Kepala SPPG Kota Batam Nongsa Batu Besar 6, Athya Kania Nabila, menjelaskan pada tahap awal SPPG Yasmin menargetkan 1.000 penerima manfaat. Penerima berasal dari empat sekolah di sekitar lokasi, mulai dari jenjang SD hingga SMP.

“Target awal sebanyak 1.000 penerima manfaat. Ke depan, sesuai arahan dan kesiapan, jumlah tersebut akan ditingkatkan menjadi sekitar 2.000 penerima,” kata Athya.

Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris dalam sambutannya mengapresiasi Yayasan Segitiga Berkah Abadi dan seluruh pengelola SPPG yang telah berkontribusi dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia di Provinsi Kepulauan Riau.

Ia menyebutkan, secara nasional capaian pembangunan SPPG di Kepri tergolong tinggi. Saat ini, sekitar 78,8 persen SPPG di Kepri telah aktif, menempatkan provinsi tersebut di peringkat ketiga nasional.

“Untuk wilayah 3T secara nasional terdapat sekitar 150 titik dan hampir 90 persen sudah terbangun. Sementara untuk wilayah reguler, mudah-mudahan bisa mencapai 70 persen dan dituntaskan seluruhnya hingga akhir 2025,” ujar Nyanyang.

Nyanyang menegaskan, pemerintah tidak membedakan penanganan wilayah 3T dan reguler, baik di mainland maupun hinterland. Menurutnya, seluruh kabupaten dan kota di Kepri memiliki semangat yang sama dalam memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Pemenuhan gizi adalah modal utama untuk meningkatkan kecerdasan, kesehatan, dan kualitas generasi ke depan. Ini sejalan dengan cita-cita Presiden Prabowo Subianto menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Ia juga menyinggung capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kepri yang kini berada di peringkat ketiga nasional setelah DKI Jakarta dan DI Yogyakarta. Capaian tersebut, kata Nyanyang, merupakan hasil kerja bersama orang tua, guru, serta seluruh pemangku kepentingan.

“IPM ini harus kita pertahankan dan terus ditingkatkan. Pemerintah berkomitmen memastikan tidak ada anak putus sekolah, dari SD hingga SMA, termasuk dukungan beasiswa untuk perguruan tinggi,” pungkasnya.

Dengan beroperasinya SPPG Yasmin Nongsa Batu Besar 6, diharapkan pemerataan program pemenuhan gizi di Batam semakin optimal dan mampu memperkuat fondasi pembangunan sumber daya manusia di Kepulauan Riau. (*)

Artikel SPPG Yasmin Batu Besar 6 Mulai Beroperasi, Targetkan 1.000 Penerima Manfaat pertama kali tampil pada Metropolis.

Ramalan Shio 31 Januari 2026: 6 Shio Ini Tarik Keberuntungan dan Kesuksesan Finansial

0
Ramalan Shio 31 Januari 2026
Ilustrasi Shio 31 Januari 2026. (Freepik)

batampos – Hari Sabtu ini jatuh pada Hari Stabil Ular Kayu dengan energi yang terasa lebih menenangkan daripada menggairahkan.

Hari Stabil tidak membawa kekacauan atau perubahan mendadak. Hari ini memberi pijakan.

Berikut 6 Shio yang tarik keberuntungan dan kesuksesan finansial pada 31 Januari 2026, dilansir dari yourtango.com:

1. Ular
Kamu merasa membumi dengan cara yang sudah lama kamu rindukan. Tidak ada rasa tergesa-gesa dan sama sekali tidak ada tekanan untuk membuktikan apapun.

2. Kerbau
Tanggal 31 Januari membawa rasa keandalan yang kamu hargai jauh lebih dalam dibanding sekadar sensasi atau kegembiraan sesaat. Mungkin kamu belum melihat perubahan besar secara langsung.

3. Kelinci
Kamu menyadari bahwa hidup terasa jauh lebih tenang ketika kamu berhenti membandingkan diri dengan orang lain. Saat perbandingan itu dilepaskan, segalanya membaik dengan cepat.

4. Naga
Hari Sabtu menyoroti betapa besar kekuatanmu berasal dari konsistensi yang tak tergoyahkan. Kamu mungkin menyadari bahwa bertahan pada ritme sendiri ternyata jauh lebih efektif daripada solusi cepat yang dramatis.

5. Monyet
Hari ini kamu merasa nyaman melakukan segala sesuatu dengan cara sendiri. Alih – alih mengikuti ekspektasi orang lain, kamu memilih apa yang terasa alami.

6. Babi
Kamu merasa didukung oleh lingkungan dan orang-orang di sekitar. Dukungan itu membuat lebih mudah rileks dan menikmati momen.

Ramalan shio 31 Januari 2026 membawa energi stabil yang menenangkan bagi enam shio terpilih.(*)

 

Artikel Ramalan Shio 31 Januari 2026: 6 Shio Ini Tarik Keberuntungan dan Kesuksesan Finansial pertama kali tampil pada Lifestyle.

Pemerintah Pusat Ganjar Kinerja Investasi Batam

0
Kinerja Investasi Batam
Pemerintah pusat memberikan penghargaan atas capaian realisasi investasi di Kota Batam di Ballroom Marriott Hotel, Harbour Bay, Batam, Kamis (29/1) malam.

batampos – Pemerintah pusat memberikan apresiasi atas capaian realisasi investasi di Kota Batam yang menembus sekitar Rp69 triliun sepanjang 2025. Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian Batam Investment Gala yang digelar di Ballroom Marriott Hotel, Harbour Bay, Batam, Kamis (29/1) malam.

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu, menyampaikan, gala dinner tersebut sekaligus jadi momentum pemberian apresiasi dari Kementerian Investasi/BKPM dan Kementerian UMKM, dengan dukungan BRI, kepada Pemerintah Kota (Pemko) Batam dan BP Batam atas pencapaian investasi yang dinilai signifikan.

“Apresiasi ini tidak hanya ditujukan kepada pemerintah daerah, tetapi juga kepada para pelaku usaha. Investasi merupakan kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha,” katanya.

Ia memaparkan, secara nasional Batam masuk dalam lima besar kabupaten/kota dengan realisasi investasi tertinggi. Untuk kategori Penanaman Modal Asing (PMA) tingkat kota, Batam berada di peringkat ketiga. Sementara dalam kategori kota otonom, Batam menempati peringkat pertama dalam realisasi investasi.

Baca Juga: Usai Sengkuang kini Giliran Tanjung Uma

Capaian itu menjadi endorsement sekaligus penyemangat bagi Pemko Batam, BP Batam, dan pelaku usaha menghadapi 2026 yang diprediksi penuh tantangan bagi realisasi investasi dan perekonomian global. “Semangat ini harus tetap terjaga agar pertumbuhan ekonomi Batam tetap stabil,” kata Todotua.

Dari perspektif Kementerian Investasi, sektor manufaktur diyakini akan terus menjadi tulang punggung pertumbuhan Batam. Hal ini ditopang posisi strategis Batam yang memiliki sekitar 17 kawasan industri serta status sebagai kawasan perdagangan bebas atau Free Trade Zone (FTZ).

Pada konteks perdagangan internasional, tarif ekspor ke Amerika Serikat berada di kisaran 19 persen, sementara ke Eropa telah mencapai 0 persen. Kondisi tersebut ia nilai dapat memperkuat daya saing produk manufaktur Batam di pasar global.

Selain manufaktur dan fabrikasi, industri perkapalan disebut menunjukkan pertumbuhan signifikan. Industri elektronik tetap menjadi sektor unggulan, disusul pertumbuhan pesat industri data center dan sektor digital. Dengan posisinya sebagai hub logistik strategis, Batam diproyeksikan tetap menjadi magnet investasi di sektor-sektor tersebut.

“Sektor-sektor ini memiliki dampak besar terhadap penyerapan tenaga kerja dan pembentukan ekosistem ekonomi, termasuk yang didukung oleh UMKM,” kata dia.

Baca Juga: Kapal Bermuatan Limbah Hitam Kandas di Sekupang, Khawatir Laut Tercemar

Sementara itu, Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Helvi Yuni Moraza, menyebut, penguatan peran UMKM sebagai penopang ekonomi nasional sangat dibutuhkan. Mengacu pada arahan Presiden Prabowo Subianto, UMKM menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja dan berkontribusi 61-62 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

“Bagaimana menaikkan kelas UMKM? Pertama dari sisi pembinaan melalui kolaborasi pemerintah pusat dan daerah. Kedua, dari sisi usaha, kita perlu mensinergikan mereka dengan pengusaha besar,” ujarnya.

Baginya, Batam sebagai pusat investasi dengan banyak pelaku usaha besar memiliki peluang besar untuk membangun kemitraan yang kuat dengan UMKM. Pemerintah mendorong agar pelaku mikro, kecil, dan menengah dirangkum dan dipersiapkan agar mampu bekerja sama dengan industri besar.

“Yang mendukung dan memperkuat investasi adalah ekosistem yang ada. Di situlah UMKM berperan,” katanya. (*)

Artikel Pemerintah Pusat Ganjar Kinerja Investasi Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Waspadai Kenaikan Harga Beras

0
Seorang pekerjaan menyusun beras yang sudah dikemas di gudang Bulog Batam, Jumat (9/1). F. Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Kenaikan harga beras di sejumlah wilayah Kepulauan Riau (Kepri) menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Kepri. Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura menegaskan pemerintah daerah telah menyiapkan langkah antisipatif agar lonjakan harga tidak berujung pada inflasi maupun kelangkaan bahan pokok.

Nyanyang mengakui, harga beras di Kepri mulai menunjukkan tren kenaikan dalam beberapa waktu terakhir. Menyikapi kondisi tersebut, Pemprov Kepri langsung berkoordinasi dengan sejumlah pihak, termasuk Perum Bulog, guna memastikan ketersediaan stok dan stabilitas harga di pasaran.

“Di Kepri ini harga beras sudah mulai merangkak naik. Ini tidak boleh dibiarkan. Kemarin saya sudah rapat koordinasi, termasuk dalam forum business matching. Jangan sampai nanti beras menjadi penyumbang inflasi atau bahkan terjadi kelangkaan,” ujar Nyanyang, Jumat (30/1).

BACA SELENGKAPNYA DI harian.batampos.co.id

Artikel Waspadai Kenaikan Harga Beras pertama kali tampil pada Metropolis.