Rabu, 13 Mei 2026
Beranda blog Halaman 445

Tindak Lanjuti Arahan Presiden, RSBP Batam Gaungkan Gerakan Lingkungan Bersih

0
Pegawai BP Batam melakukan kegiatan gotong royong. f BP Batam untuk Batam Pos

batampos -Rumah Sakit BP (RSBP) Batam menggelar kegiatan gotong royong bersama yang diikuti seluruh pegawai, Rabu (11/2). Aksi bersih-bersih ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai kebersihan lingkungan sebagai bagian dari disiplin aparatur, serta imbauan Kepala BP Batam yang juga Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, yang disampaikan dalam apel awal pekan lalu.

Kegiatan tersebut dipusatkan di sejumlah area strategis rumah sakit, mulai dari lingkungan pelayanan hingga fasilitas penunjang. Para pegawai terlibat langsung membersihkan dan merapikan area kerja guna menjaga kebersihan, keindahan, serta kenyamanan sarana pelayanan kesehatan. Upaya ini juga diarahkan untuk memastikan standar higienitas dan sterilisasi tetap terpelihara secara optimal.

Direktur RSBP Batam, Tanto Budiharto, menyampaikan, bahwa kebersihan rumah sakit merupakan bagian dari tanggung jawab profesional seluruh pegawai. Lingkungan yang tertata dan higienis menjadi prasyarat utama dalam menghadirkan layanan kesehatan yang aman dan bermutu bagi masyarakat.

“Melalui gotong royong ini, kami ingin menunjukkan bahwa semangat kebersamaan dan kepedulian harus dimulai dari lingkungan kerja kita sendiri,” katanya.

Ia menambahkan, partisipasi kolektif pegawai tidak hanya berdampak pada kualitas fasilitas, tetapi juga membangun kultur kerja yang disiplin dan berorientasi pada pelayanan. Nilai-nilai organisasi PRIMA (Profesional, Responsif, Inovatif, Mahir, dan Akurat) disebutnya jadi landasan dalam setiap aktivitas, termasuk dalam menciptakan suasana rumah sakit yang bersih, aman, dan humanis bagi pasien maupun pengunjung.

Sementara itu, Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, turut memberikan apresiasi atas langkah yang diambil manajemen RSBP Batam. Ia menilai, respons cepat terhadap arahan pimpinan nasional dan daerah mencerminkan komitmen aparatur dalam menjalankan tugas pelayanan publik.

“Rumah sakit adalah wajah pelayanan publik. Kebersihan dan ketertiban harus menjadi budaya, bukan sekadar kegiatan seremonial,” katanya.

Bagi Tuty, konsistensi dalam menjaga lingkungan kerja akan berpengaruh terhadap citra institusi serta kenyamanan masyarakat yang mengakses layanan kesehatan. Ia berharap, kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga menjadi kebiasaan yang melekat dalam tata kelola organisasi.

Manajemen RSBP Batam merencanakan kegiatan gotong royong dilaksanakan rutin setiap Jumat pagi melalui program “Jumat Bersih”, yang akan kembali dijadwalkan setelah bulan suci Ramadan. Agenda tersebut dirangkai dengan senam bersama sebagai bagian dari pembinaan kebugaran dan kebersamaan pegawai di lingkungan rumah sakit.(*)

Artikel Tindak Lanjuti Arahan Presiden, RSBP Batam Gaungkan Gerakan Lingkungan Bersih pertama kali tampil pada Metropolis.

Ribuan Murid Madrasah di Tanjungpinang Ikuti Pawai Ramadan 2026, Syiar Islam Sejak Dini

0
Ribuan murid Madrasah Ibtidaiyah se-Tanjungpinang, mengikuti Pawai Ramadan 2026. F. Yusnadi Nazar/Batam Pos.

batampos – Ribuan murid Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Kota Tanjungpinang menggelar Pawai Ramadan 2026, Kamis (12/2). Kegiatan ini menjadi bentuk syiar Islam sekaligus upaya menanamkan nilai-nilai keagamaan sejak usia dini dalam menyambut bulan suci Ramadan.

Sejak pagi hari, para murid tampak antusias mengikuti pawai. Mereka didampingi guru dan orang tua untuk memastikan kegiatan berlangsung tertib dan aman. Aparat kepolisian turut disiagakan di sejumlah ruas jalan guna mengatur arus lalu lintas selama kegiatan berlangsung.

Pawai diawali dengan doa bersama, memohon agar Ramadan tahun ini membawa keberkahan dan mempererat kebersamaan umat Islam di Tanjungpinang.

Rute pawai dimulai dan berakhir di MI Negeri Tanjungpinang. Sepanjang perjalanan, para murid mengenakan busana muslim bernuansa putih sambil membawa poster bertema Ramadan. Mereka melantunkan salawat, membaca ayat suci Al-Qur’an, serta meneriakkan yel-yel Islami yang menyemarakkan suasana.

Masyarakat yang menyaksikan di sepanjang rute tampak memberikan sambutan hangat. Kehadiran para murid dengan langkah kecil namun penuh semangat menjadi pemandangan yang menarik perhatian.

Kepala MI Negeri Tanjungpinang, Suriyati, mengatakan Pawai Ramadan merupakan agenda rutin yang bertujuan menanamkan kecintaan terhadap bulan suci serta membentuk karakter Islami pada anak.

“Anak-anak diajak untuk mencintai Ramadan, memahami maknanya, serta menumbuhkan semangat kebersamaan,” ujarnya.

Menurutnya, Ramadan bukan sekadar ibadah personal, tetapi juga momentum membangun akhlak mulia dan kepedulian sosial.

“Melalui pawai ini, anak-anak memahami bahwa Ramadan adalah bulan kebersamaan dan penuh berkah,” tambah Suriyati.

Pawai Ramadan 2026 ini diharapkan menjadi awal yang baik dalam menyambut bulan suci, sekaligus memperkuat nilai religius di kalangan generasi muda Tanjungpinang. (*)

Artikel Ribuan Murid Madrasah di Tanjungpinang Ikuti Pawai Ramadan 2026, Syiar Islam Sejak Dini pertama kali tampil pada Kepri.

Kebakaran Lahan Marak, Wali Kota Keluarkan Surat Edaran

0
Petugas pemadam kebakaran bersama kepolisian melakukan pemadaman api yang membakar kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Punggur, Kamis (5/2). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Empat titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi dalam satu hari di wilayah Kota Batam, pada Selasa (10/2). Kejadian ini meningkatkan kewaspadaan pemerintah, mengingat Batam tengah memasuki musim kemarau yang disertai angin cukup kencang.

‎Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Batam melalui Kepala Bidang, Andi M., menyampaikan bahwa kebakaran terjadi di lokasi yang berbeda pada hari yang sama.

‎Empat titik tersebut yakni kebakaran lahan dan semak belukar di Kampung Nelayan Tanjung Uma, kebakaran lahan dan hutan di belakang Kampus Putra Batam Kelurahan Kibing Batu Aji, kebakaran lahan dan semak belukar di kawasan Marina Kelurahan Tanjung Riau, serta kebakaran hutan lindung di Tower 2 Bukit Duriangkang Kelurahan Duriangkang Tanjung Piayu.

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran sampah maupun membuka lahan dengan cara dibakar. Ia juga mengingatkan agar tidak membuang puntung rokok sembarangan karena dapat memicu kebakaran, terlebih dalam kondisi cuaca kering dan angin kencang seperti saat ini.

‎“Jaga lingkungan. Jangan bakar sampah dan jangan buang puntung rokok sembarangan. Angin kencang dan musim kemarau sangat mudah membuat api cepat membesar,” ujar Andi saat dihubungi Batam Pos Kamis (12/2) siang

‎Menyikapi kondisi tersebut, Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengeluarkan Surat Edaran tentang Kesiapsiagaan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan di Kota Batam.

Surat edaran itu menegaskan larangan membakar sampah dalam bentuk apa pun, termasuk membuka lahan dengan cara dibakar karena berpotensi menimbulkan kebakaran yang berdampak luas.

‎Seluruh aparatur pemerintah kecamatan dan kelurahan diminta meningkatkan kesiapsiagaan serta memperkuat koordinasi dengan TNI, Polri, Manggala Agni, dan BPBD.

‎Masyarakat juga diimbau segera melaporkan jika terjadi kebakaran melalui nomor tunggal panggilan darurat Batam Siaga (0778) 112 atau Contact Center 110 Polri.

‎Pemko Batam berharap langkah pencegahan dan kewaspadaan bersama dapat meminimalkan risiko kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau berlangsung.(*)

Artikel Kebakaran Lahan Marak, Wali Kota Keluarkan Surat Edaran pertama kali tampil pada Metropolis.

PELNI Beri Diskon Tiket Kapal 30 Persen untuk Lebaran 2026, Ini Waktu dan Syaratnya

0
Kapal Pelni saat bersandar di Pelabuhan Bintang 99, Batuampar. Foto. Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) Persero kembali menjalankan penugasan pemerintah dalam program stimulus ekonomi menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026. Dalam program ini, PELNI memberikan diskon tiket kapal laut sebesar 30 persen untuk kelas ekonomi.

Diskon tersebut mulai berlaku untuk pembelian tiket sejak Rabu (11/2) dan diperuntukkan bagi keberangkatan 11 Maret hingga 5 April 2026.

Direktur Utama PELNI, Tri Andayani, mengatakan program ini diharapkan dapat membantu masyarakat mendapatkan tiket dengan harga lebih terjangkau sekaligus mendorong perputaran ekonomi di daerah.

“Semakin murah harga tiket, semakin banyak sisa uang untuk dibelanjakan di kampung halaman,” ujarnya.

Ia menjelaskan, potongan harga 30 persen diberikan dari tarif dasar kelas ekonomi dan tidak termasuk biaya asuransi serta pas pelabuhan. Program ini berlaku di seluruh trayek kapal penumpang PELNI di Indonesia.

Pada periode angkutan Lebaran 2026, PELNI memproyeksikan sekitar 445 ribu penumpang akan memanfaatkan program diskon tersebut.

Menurutnya, kebijakan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat serta mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran.
Penjualan tiket diskon dibuka secara serentak di seluruh kanal resmi PELNI, termasuk aplikasi PELNI Mobile.

“Kami mengimbau masyarakat untuk segera memesan tiket agar tidak kehabisan kuota, mengingat antusiasme terhadap program serupa di tahun sebelumnya sangat tinggi,” tambahnya.

Adapun pembelian tiket dapat dilakukan melalui aplikasi PELNI Mobile, website resmi PELNI, contact center 162, loket cabang, fitur Lifestyle BCA Mobile, OVO, Sukha by Livin Mandiri, BNI Agen46, BRImo, jaringan Indomaret dan OMI mitra Indogrosir, Alfamart, Alfamidi, ATA Tour, Fastpay, easybook.com, via.com, MMBC, Darmawisata Indonesia, Versa hingga Topindo.

Untuk pembayaran, PELNI telah bekerja sama dengan sejumlah mitra perbankan dan layanan keuangan, seperti Bank BTN, BRIVA, BNI Virtual Account, Permata Bank, Mandiri Virtual Account, serta jaringan ritel modern dan platform pembayaran digital lainnya.

PELNI saat ini mengoperasikan 25 kapal penumpang yang melayani 483 ruas dan menyinggahi 75 pelabuhan di Indonesia. Selain itu, PELNI juga mengoperasikan 30 trayek kapal perintis yang menyinggahi 229 pelabuhan dengan total 516 ruas dan 2.515 rute, terutama di wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3TP).

Untuk layanan logistik, PELNI mengoperasikan delapan trayek tol laut serta satu trayek khusus kapal ternak. (*)

Artikel PELNI Beri Diskon Tiket Kapal 30 Persen untuk Lebaran 2026, Ini Waktu dan Syaratnya pertama kali tampil pada Metropolis.

Pura-pura Bertamu, Nenek 75 Tahun Dirampok, Pelaku Berhasil Bawa Kabur Emas 60 Gram

0
Penangkapan pelaku curas. f. Humas polsek Lubukbaja untuk Batam pos

batampos – Aksi pencurian dengan kekerasan (curas) menimpa seorang nenek berusia 75 tahun di Kampung Dalam RT/RW 005/004, Kelurahan Baloi Indah, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam, Rabu (11/2) pagi. Korban berinisal Eh, mengalami luka lebam di mata kanan setelah dipukul pelaku yang berpura-pura bertamu ke rumahnya.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 09.30 WIB. Pelaku berinisial DD awalnya datang dan duduk di depan rumah korban. Ia meminta dibuatkan kopi, lalu memberikan uang Rp 50 ribu untuk membeli kopi dan rokok. Setelah korban kembali ke dapur, pelaku tiba-tiba memukul korban dari belakang hingga pingsan dan mengambil gelang emas seberat 60 gram yang dikenakan korban.

Kapolsek Lubuk Baja Kompol Denny Langie menegaskan bahwa pelaku memanfaatkan kondisi korban yang sudah lanjut usia. “Pelaku berpura-pura berkunjung dan melihat korban seorang diri di rumah. Saat korban lengah di dapur, pelaku memukul dari belakang hingga korban tidak sadarkan diri, lalu mengambil gelang emas milik korban,” tegasnya.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka lebam pada mata kanan dan sempat pusing setelah siuman sekitar 10 menit kemudian. Gelang emas yang dipakai di tangan kiri korban telah raib. Korban kemudian duduk di depan rumah sambil menangis dan menceritakan kejadian itu kepada tetangga yang datang menolong.

Kanit Reskrim Polsek Lubuk Baja, Iptu Noval Adimas Ardianto, menjelaskan, pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan. Tim melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan rekaman CCTV yang memperlihatkan pelaku meninggalkan lokasi menggunakan sepeda motor Honda Beat.

“Dalam waktu kurang lebih enam jam, tim gabungan Opsnal Satreskrim Polresta Barelang dan Opsnal Polsek Lubuk Baja berhasil mengamankan tersangka di Jalan Raya Aviari, Kecamatan Batuaji. Saat diinterogasi, tersangka mengakui perbuatannya,” ujar Iptu Noval.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui gelang emas tersebut telah dijual kepada seseorang berinisial IB yang kini masuk daftar pencarian orang (DPO). Tersangka mengaku menerima uang hasil penjualan sebesar Rp22.550.000. Polisi turut menyita sejumlah barang bukti, termasuk bukti kepemilikan emas dan uang tunai hasil penjualan.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 479 ayat (1) KUHP tentang pencurian yang didahului, disertai, atau diikuti dengan kekerasan, dengan ancaman pidana penjara maksimal sembilan tahun. Kapolsek Lubuk Baja mengimbau masyarakat, khususnya warga lanjut usia, agar lebih waspada terhadap orang tak dikenal yang datang ke rumah dan segera melapor apabila menemukan hal mencurigakan.(*)

Artikel Pura-pura Bertamu, Nenek 75 Tahun Dirampok, Pelaku Berhasil Bawa Kabur Emas 60 Gram pertama kali tampil pada Metropolis.

Kejari Batam Edukasi Pelajar Soal Risiko Pidana Kenakalan Remaja

0
Tim dari Kejaksaan Negeri Batam melakuka edukasi kepada pelajar. F. Azis Maulana/Batam Pos

batampos – Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam mengintensifkan upaya pencegahan pelanggaran hukum di kalangan pelajar melalui program Jaksa Masuk Sekolah (JMS). Kegiatan terbaru digelar di SMK Terpadu Putera Jaya Batam dengan fokus pada edukasi potensi pidana dari berbagai bentuk kenakalan remaja yang kerap terjadi di lingkungan sekolah.

Kepala Sub Seksi I Intelijen Kejari Batam, Aditya Syaummil Patria, menegaskan bahwa peran kejaksaan tidak semata menjalankan fungsi penuntutan di pengadilan, tetapi juga memiliki tanggung jawab strategis dalam pencegahan melalui penerangan dan penyuluhan hukum kepada masyarakat.

“Kejaksaan adalah lembaga pemerintah yang fungsinya berkaitan dengan kekuasaan kehakiman dan melaksanakan kekuasaan negara di bidang penuntutan serta kewenangan lain yang diatur undang-undang,” kata Aditya, Selasa (10/2).

Ia merujuk Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2021 tentang Kejaksaan Republik Indonesia yang mengatur tugas dan kewenangan kejaksaan di bidang pidana, perdata, tata usaha negara, hingga ketertiban umum.

“Melalui JMS, kejaksaan berupaya menanamkan kesadaran hukum sejak usia sekolah,” ujarnya.

Menurut Aditya, pemahaman hukum sejak dini penting agar pelajar mengetahui batasan perilaku yang dapat menjerat konsekuensi hukum. Ia menilai sebagian perilaku yang sering dianggap sekadar pelanggaran disiplin sekolah sebenarnya telah masuk kategori tindak pidana.

Materi penyuluhan menyoroti berbagai bentuk kenakalan remaja, seperti tawuran, perkelahian, perundungan, pencurian, penyalahgunaan narkotika, perilaku seksual berisiko, hingga bolos sekolah. Perilaku tersebut dinilai tidak hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga berdampak pada ketertiban umum serta masa depan pelaku.

Aditya menjelaskan, anak yang berhadapan dengan hukum tetap dapat dimintai pertanggungjawaban pidana melalui mekanisme Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA). Namun prosesnya mempertimbangkan usia, tingkat kesalahan, serta kepentingan terbaik bagi anak.

Ia juga mengingatkan bahwa sejumlah bentuk kenakalan remaja telah diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru serta regulasi lain, termasuk Undang-Undang Narkotika yang memiliki ancaman pidana berat berupa penjara dan denda.

Selain aspek penegakan hukum, Aditya menekankan pentingnya peran keluarga, sekolah, dan lingkungan dalam pencegahan kenakalan remaja. Pengawasan orang tua, layanan konseling di sekolah, serta penguatan nilai keimanan dan ketakwaan dinilai menjadi benteng utama bagi remaja dari pengaruh negatif.

Selama kegiatan berlangsung, siswa terlihat aktif mengikuti diskusi. Antusiasme terlihat dari banyaknya pertanyaan terkait hukum dan konsekuensi pidana yang mereka ajukan kepada narasumber.

Program Jaksa Masuk Sekolah merupakan program nasional Kejaksaan Agung Republik Indonesia yang mengacu pada Keputusan Jaksa Agung RI Nomor 184/A/JA/11/2015. Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran hukum sekaligus membentuk karakter generasi muda yang taat hukum sejak usia sekolah.(*)

Artikel Kejari Batam Edukasi Pelajar Soal Risiko Pidana Kenakalan Remaja pertama kali tampil pada Metropolis.

Rayakan Imlek 2026! Ini 5 Makanan Imlek di Batam yang Penuh Makna dan Keberuntungan

0
Yu Sheng. (unsplash.com/@bytesforfood)

batampos – Perayaan Tahun Baru Imlek selalu identik dengan tradisi makan bersama keluarga.

Kota Batam pun dikenal dengan keberagaman budaya dan komunitas Tionghoa yang cukup besar. Imlek menjadi momen kumpul keluarga dengan hidangan lezat.

5 Kuliner Imlek di Batam yang Penuh Makna dan Keberuntungan

1. Yu Sheng
Salad ikan mentah khas Tionghoa yang menjadi hidangan pembuka yang populer saat Imlek.

Tradisi ‘lo hei” atau mengaduk bersama-sama sambil mengucapkan doa dipercaya membawa kemakmuran dan kesuksesan.

2. Sup Sirip Ikan Hiu
Hidangan tradisional dalam budaya Tionghoa yang sering disajikan saat acara penting.

Hidangan tersebut dikenal sebagai simbol kemewahan, kehormatan, dan status sosial karena bahan utamanya dianggap langka dan mahal.

3. Bebek Panggang
Hidangan ini kerap hadir saat perayaan Imlek yang melambangkan kesetiaan dan keharmonisan keluarga, kemakmuran, dan hidangan istimewa untuk menghormati tamu.

4. Ikan Kukus
Ikan kukus atau steam menjadi hidangan wajib dalam perayaan Imlek. Sering hadir di meja makan keluarga Tionghoa yang melambangkan kelebihan atau kelimpahan.

5. Mantou
Roti kukus atau goreng khas Tionghoa yang selalu hadir dalam perayaan Imlek dan jamuan keluarga.

Mantou melambangkan kemakmuran, kehidupan lembut dan harmonis, serta simbol kesatuan keluarga.

Perayaan Imlek di Batam bukan hanya tentang makanan, tetapi mempererat hubungan keluarga dengan menjaga tradisi turun-menurun. (*)

 

Artikel Rayakan Imlek 2026! Ini 5 Makanan Imlek di Batam yang Penuh Makna dan Keberuntungan pertama kali tampil pada Metropolis.

4 Sisi Kelam Menjadi Anak Pintar yang Jarang Diketahui Semua Orang

0
Ilustrasi stres pada anak-anak dan remaja. (Freepik)

batampos – Menjadi anak pintar sering kali dianggap sebagai anugerah. Nilai bagus, pujian guru, dan pengakuan dari keluarga membuat banyak orang berpikir bahwa hidup mereka akan selalu mulus dan penuh kesuksesan.

Namun, di balik semua prestasi itu, ada sisi gelap yang jarang diperlihatkan. Tidak semua orang menyadari bahwa label “si pintar” bisa memengaruhi cara berpikir, cara berinteraksi, bahkan kebahagiaan seseorang di masa dewasa.

Artikel ini akan mengungkap beberapa sisi kelam menjadi anak pintar yang sering tersembunyi, namun sangat berpengaruh pada kesehatan mental dan emosional mereka.

Dilansir dari laman Global English Editing pada Kamis (12/2), berikut merupakan empat sisi kelam menjadi anak pintar yang jarang diketahui banyak orang.

1. Lahirnya standar yang mustahil

Ketika seseorang sejak kecil diberi label “pintar,” secara tidak sadar mereka mulai memikul ekspektasi yang sangat tinggi dari orang-orang di sekitarnya.

Prestasi mereka bukan lagi sesuatu yang dirayakan, melainkan dianggap sebagai hal yang seharusnya.

Mendapatkan nilai A di sekolah bukan menjadi kebanggaan, melainkan kewajiban, dan melakukan sedikit saja kesalahan terasa seperti kegagalan besar.

Bahkan dalam interaksi sederhana seperti makan bersama keluarga, tidak tahu jawaban pertanyaan tertentu bisa membuat perasaan bersalah dan malu muncul.

Akibatnya, seseorang yang dulunya pendiam dan suka mengamati mulai merasa harus selalu menunjukkan opini dan jawaban di segala hal, demi mempertahankan citra “pintar” yang telah melekat sejak dini.

Tekanan ini tidak selalu diucapkan secara langsung, tetapi dirasakan setiap hari dan membentuk cara pandang mereka terhadap diri sendiri dan dunia.

2. Kepintaran menjadi satu-satunya nilai diri mereka

Menjadi anak “yang pintar” membuat seseorang belajar bahwa kecerdasan adalah satu-satunya hal yang membuatnya berharga dan dihargai oleh orang lain.

Karena itu, mereka sering menekuni belajar, membaca buku, dan mencari ilmu sebanyak mungkin.

Tidak semata-mata karena senang, tetapi juga untuk memperkuat identitas yang dianggap aman dan diterima oleh semua orang. Sayangnya, hal ini membuat sisi lain dari diri mereka sering terabaikan.

Misalnya, jika mereka sebenarnya kreatif, lucu, atau berbakat di bidang olahraga, hal-hal tersebut dianggap sekunder atau bahkan terasa menakutkan untuk dikembangkan, karena bisa membuat mereka menyimpang dari citra “si pintar.”

Akhirnya, identitas “pintar” menjadi benteng pelindung, yang sekaligus menjadi batasan untuk berkembang secara utuh.

3. Tamparan realita saat dewasa

Ketika seseorang memasuki usia dua puluhan dan tiga puluhan, tekanan menjadi orang “yang pintar” bisa terasa sangat berat.

Banyak orang dewasa dengan pengalaman ini merasa cemas, tersesat, dan tidak puas meski secara formal mereka telah meraih berbagai pencapaian.

Mereka memiliki pendidikan tinggi, prestasi akademik, dan pengetahuan luas, namun tetap merasa hidupnya hampa.

Di dunia kerja, rasa harus selalu tahu segala hal membuat mereka jarang meminta bantuan dan sulit menerima ketidakpastian.

Sindrom impostor menjadi teman yang terus hadir, di mana setiap kesalahan terasa mengancam harga diri mereka.

Hal ini juga memengaruhi hubungan pribadi, karena menjadi rentan berarti mengakui ketidaktahuan atau kelemahan, yang dirasa seperti mengkhianati citra yang selama ini dibangun.

4. Perfeksionisme

Perfeksionisme menjadi ciri khas anak pintar. Ketika nilai diri selalu dikaitkan dengan benar, menjadi yang terbaik, dan memiliki jawaban untuk segala pertanyaan, setiap hal yang kurang sempurna akan dianggap sebagai kegagalan.

Akibatnya, mereka mengembangkan kebiasaan berpikir terlalu jauh, berusaha membuat segala sesuatu sempurna mulai dari percakapan, hingga setiap keputusan penting yang diambil.

Energi mental yang dibutuhkan untuk ini sangatlah besar dan melelahkan, tetapi sulit dihentikan karena itu adalah pola yang mereka kenal sepanjang hidup.

Sering kali, dorongan untuk sempurna ini bukanlah tentang mengejar keunggulan atau prestasi sejati, tetapi lebih karena rasa takut untuk kehilangan identitas yang telah melekat selama ini.(*)

Artikel 4 Sisi Kelam Menjadi Anak Pintar yang Jarang Diketahui Semua Orang pertama kali tampil pada Lifestyle.

BPJS Kesehatan Batam Tindaklanjuti Reaktivasi PBI JKN untuk Layanan Penyakit Kronis

0
Ilustrasi. Pegawai BPJS Kesehatan Cabang Kota Batam melayani masyarakat di kantornya di kawasan Batam Center. Foto: Iman Wachyudi/Batam Pos

batampos – BPJS Kesehatan Cabang Batam menyatakan siap menindaklanjuti kebijakan terbaru pemerintah terkait perubahan penetapan Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan, khususnya untuk peserta dengan penyakit kronis dan katastropik yang sebelumnya nonaktif akibat perubahan data.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Sosial (Kepmensos) Nomor 24/HUK/2026 yang merevisi Kepmensos Nomor 3/HUK/2026 tentang Penetapan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Januari 2026.

Regulasi baru ini membuka ruang bagi pasien kronis dan katastropik yang sebelumnya terdaftar sebagai peserta PBI JK yang dinon aktifkan yang telah di aktifkan kembali

Kepala Bagian SDM Umum dan Komunikasi BPJS Kesehatan Batam, Ilham, mengatakan peran BPJS Kesehatan berada pada tahap eksekusi kepesertaan berdasarkan data yang ditetapkan pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial.

Baca Juga: Liquid Vape ‘Beracun’ Beredar, Polisi Peringatkan Bahaya Narkoba Berkedok Rokok Elektrik

“Skemanya, data kepesertaan itu ada di Kementerian Sosial. Kami menerima data yang sudah ditetapkan. Ketika ada pembaruan data, termasuk nonaktif atau penggantian peserta, kami menyesuaikan berdasarkan data tersebut,” kata Ilham, Rabu (11/2).

Menurut dia, dalam praktiknya, perubahan data dapat menyebabkan peserta menjadi nonaktif.

Namun melalui kebijakan terbaru, pemerintah kembali memasukkan peserta dengan kebutuhan layanan kesehatan tinggi ke dalam sistem kepesertaan.

Ia menjelaskan, data peserta kronis dan katastropik yang didaftarkan ulang merupakan data yang sudah melalui proses penyaringan pemerintah pusat. Dengan demikian, peserta yang membutuhkan layanan kesehatan rutin dapat kembali memperoleh jaminan pelayanan.

“Peserta katastropik ini pada dasarnya pengguna layanan rutin dan masih membutuhkan pelayanan. Data mereka sudah dipilah, lalu didaftarkan kembali sehingga status kepesertaan bisa aktif lagi,” ujarnya.

Baca Juga: Tindak Lanjut Arahan Presiden, Batam Kini Bersih dari Reklame

Ilham mengatakan, selama status kepesertaan aktif, BPJS Kesehatan akan menjamin pelayanan sesuai ketentuan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Ia menyebut terdapat beberapa opsi bagi peserta yang statusnya nonaktif. Pertama, reaktivasi baik secara langsung apabila data peserta kembali dimasukkan melalui kebijakan pemerintah pusat, kembali menjadi peserta PBI JK, atau melapor ke Dinas sosial.

Kedua, melalui skema PBPU Pemda yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), mengingat Batam telah mencapai Universal Health Coverage (UHC).

Dalam skema kedua tersebut, masyarakat dapat mendatangi puskesmas terdekat jika memerlukan pelayanan kesehatan untuk didaftarkan sebagai peserta JKN yang di daftarkan oleh pemerintah Daerah

“Selain itu, peserta juga dapat memilih menjadi peserta mandiri dengan iuran Rp35.000 per bulan,” jelasnya.

Baca Juga: Jalankan Bisnis Pijat Plus-plus, Warga Batam Jadi Pesakitan

Khusus bagi peserta yang melakukan reaktivasi sebagai peserta mandiri pada Februari 2026, status kepesertaan dapat langsung aktif setelah proses administrasi selesai.

Kementrian Kesehatan juga telah menerbitkan surat edaran No HK.02.02/D/539/2026 terkait larangan penolakan pasien dengan status kepesertaan JKN non aktif Sementara

BPJS Kesehatan juga mengimbau masyarakat memastikan status kepesertaan tetap aktif agar akses layanan kesehatan tidak terhambat, terutama bagi pasien dengan penyakit kronis dan katastropik.

Pemerintah berharap perubahan kebijakan melalui Kepmensos Nomor 24/HUK/2026 dapat menjaga kesinambungan perlindungan kesehatan bagi kelompok masyarakat miskin dan rentan, khususnya mereka yang membutuhkan perawatan medis jangka panjang. (*)

Artikel BPJS Kesehatan Batam Tindaklanjuti Reaktivasi PBI JKN untuk Layanan Penyakit Kronis pertama kali tampil pada Metropolis.

RSBP Batam Jadikan Kebersihan Budaya Kerja Berkelanjutan

0

batampos – Rumah Sakit BP Batam (RSBP Batam) melaksanakan kegiatan Gotong Royong Bersama yang diikuti oleh seluruh pegawai, Rabu (11/2/2026).

Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen manajemen rumah sakit dalam menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengenai pentingnya kebersihan lingkungan sebagai bagian dari disiplin dan budaya kerja Aparatur Sipil Negara (ASN), serta arahan Kepala BP Batam/Wali Kota Batam Amsakar Achmad yang disampaikan pada apel pagi awal pekan ini.

Gotong royong dilaksanakan di sejumlah area strategis rumah sakit untuk menjaga kebersihan, keindahan, dan kenyamanan fasilitas pelayanan kesehatan. Kegiatan tersebut juga bertujuan memastikan standar kebersihan dan sterilisasi tetap terjaga secara optimal.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen RSBP Batam dalam mengimplementasikan nilai organisasi PRIMA (Profesional, Responsif, Inovatif, Mahir, dan Akurat) di setiap aspek pelayanan, termasuk dalam menciptakan lingkungan rumah sakit yang bersih, aman, dan humanis bagi pasien, pengunjung, serta pegawai.

Direktur RSBP Batam, dr. Tanto Budiharto, mengatakan kebersihan lingkungan rumah sakit bukan sekadar kewajiban, tetapi bagian dari tanggung jawab profesional seluruh pegawai dalam memberikan pelayanan kesehatan yang aman dan bermutu.

“Melalui gotong royong ini, kami ingin menegaskan bahwa semangat kebersamaan dan kepedulian harus dimulai dari lingkungan kerja kita sendiri,” ujar dr. Tanto.

Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam Ariastuty Sirait mengapresiasi langkah RSBP Batam yang proaktif menindaklanjuti arahan pimpinan nasional dan daerah.

Menurut Ariastuty, inisiatif tersebut mencerminkan nilai ASN yang responsif terhadap arahan pimpinan sekaligus peka terhadap kebutuhan lingkungan.

“Rumah sakit adalah wajah pelayanan publik. Kebersihan dan ketertiban harus menjadi budaya, bukan sekadar kegiatan seremonial,” tegasnya.

Ke depan, kegiatan gotong royong akan dijadwalkan rutin setiap Jumat pagi setelah senam bersama melalui program “Jumat Bersih”, khususnya setelah bulan suci Ramadhan, sebagai upaya berkelanjutan menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan nyaman. (*)

Artikel RSBP Batam Jadikan Kebersihan Budaya Kerja Berkelanjutan pertama kali tampil pada Metropolis.