
batampos – Pemerintah Desa Marok Kecil, Kecamatan Singkep Selatan, Kabupaten Lingga, mengalokasikan 3 persen Dana Desa untuk mendukung biaya pendidikan dan kesehatan masyarakat, termasuk pemberian beasiswa kuliah bagi anak tempatan.
Kebijakan tersebut telah dijalankan sejak 2024, menyusul adanya aturan terbaru yang mengarahkan sebagian Dana Desa digunakan untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan dan kesehatan.
Kepala Desa Marok Kecil, Rusdi, mengatakan pihaknya secara konsisten menyisihkan 3 persen Dana Desa setiap kali anggaran turun guna membantu masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan.
“Dana 3 persen ini kami gunakan untuk membantu biaya pendidikan anak-anak desa. Pada 2024 dan 2025, kami sudah memberikan beasiswa kepada 17 mahasiswa yang kuliah di luar daerah, masing-masing menerima Rp2 juta,” ujar Rusdi saat ditemui di kantornya, Selasa (10/2).
Ia menjelaskan, bantuan beasiswa diberikan secara bergiliran setiap tahun agar dapat dirasakan merata oleh mahasiswa asal Desa Marok Kecil. Mahasiswa yang telah menerima bantuan pada tahun sebelumnya tidak akan kembali menerima pada tahun berikutnya.
Selain beasiswa mahasiswa, pemerintah desa juga menyalurkan bantuan perlengkapan sekolah berupa buku tulis, sepatu, dan seragam bagi pelajar tingkat TK, SD, hingga SMP di desa tersebut.
“Kami ingin seluruh pelajar di Desa Marok Kecil mendapat perhatian, mulai dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi,” katanya.
Namun pada 2026, jumlah penerima beasiswa mengalami penyesuaian karena anggaran Dana Desa yang diterima desa menurun menjadi sekitar Rp300 juta. Akibatnya, jumlah penerima beasiswa tahun ini hanya empat mahasiswa.
“Meskipun jumlah penerima berkurang, nilai bantuan tetap sama. Kami menyesuaikan dengan kemampuan anggaran Dana Desa,” jelas Rusdi.
Ia berharap program beasiswa desa dapat memotivasi generasi muda untuk terus melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi dan kelak mampu berkontribusi membangun desa.
“Mungkin nilainya tidak besar, tetapi setidaknya bisa membantu meringankan beban orang tua dan menambah semangat anak-anak untuk menuntut ilmu,” tambahnya.
Sementara itu, salah satu penerima beasiswa, Mardina, mahasiswi asal Desa Marok Kecil yang tengah menempuh pendidikan di Pekanbaru, mengaku program tersebut sangat membantu kebutuhan perkuliahannya.
“Beasiswa ini sangat membantu, terutama karena kondisi ekonomi keluarga kami terbatas. Selain untuk membayar UKT, bantuan ini juga bisa digunakan untuk kebutuhan kuliah lainnya,” ujarnya. (*)
Artikel Desa Marok Kecil Sisihkan Dana Desa untuk Beasiswa Anak Tempatan pertama kali tampil pada Kepri.









