Jumat, 8 Mei 2026
Beranda blog Halaman 4549

Lapor Pak! Remaja Bermotor Tenteng Kelewang Viral di Batuaji

0

batampos – Lapor Pak! Masyarakat Batuaji dan Sagulung resah sebab viral beredar di media sosial sekelompok remaja berkeliaran menenteng kelewang di sepanjang jalan R Suprapto. Para remaja tersebut disebutkan kerap melakukan aksi kekerasan terhadap pengendara yang melintas pada malam hari.

brandal
Salah satu foto yang viral.

Pengendara roda empat dilempari batu dan balok kayu. Dalam pesan berantai di grup WhatsApp, disebutkan sudah ada korban dari keganasan kelompok remaja tersebut.

“Kawan awak (saya, red) sudah kena (dilempari dan diancam pakai senjata tajam), ” isi dalam pesan peringatan tersebut.

Dalam pesan tersebut juga disebutkan, kelompok remaja yang meresahkan ini kerap nongkrong di sekitar lokasi taman depan Taman Makam Pahlawan Bulan Gebang, Batuaji. Mereka berkeliaran mulai dari depan pasar Melayu hingga ke kawasan Sentosa Perdana (SP) Plaza.

Sejumlah warga di sekitar Puskopkar dan TMP Bulan Gebang ketika ditelusuri informasi ini mengakui memang setiap malam banyak kelompok remaja bermotor yang berkeliaran mengganggu pengendara. Bahkan beberapa diantara mereka mengaku melihat kelompok remaja ini membawa sajam sejenis kelewang keliling ruas jalan utama R Suprapto.

“Benar itu, tengah malam mereka beraksi. Mereka nongkrong di TMP dan sekitar Mitra Mall. Keluar ke jalan kalau sudah tengah malam. Ada yang bawa kelewang. Remaja tanggung semua itu. Sepeda motornya pada bising semua (suara knalpot), ” ujar Suhardi, warga perumahan Puskopkar, Batuaji.

Senada disampaikan Sumartini, warga Batuaji yang bekerja di kawasan Industri Batamindo, beberapa kali dia pulang kerja malam berpapasan dengan kelompok remaja yang meresahkan tersebut. Dia bahkan sempat keluar dari jalan utama karena melihat kelompok remaja tersebut berada di depannya.

“Pernah berpapasan, untung dekat simpang Kaveling baru jadi saya masuk ke simpang itu. Takut, mereka ramai. Bawa pentungan dan semacam parang gitu, ” katanya.

Masyarakat berharap agar ini ditindak lanjuti aparat kepolisian setempat demi menjamin keamanan dan kenyamanan pengendara.

(*)

Reporter : Eusebius Sara

Dokumen KPK dan LHKPN Firli Bahuri Disita untuk Temukan Tersangka Pemerasan SYL

0
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri. (DERY RIDWANSAH)

batampos – Polda Metro Jaya telah menyita dokumen laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) milik Ketua KPK Firli Bahuri dalam rangka penyidikan kasus dugaan pemerasan terhadap mantan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL).

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak menyatakan, penyitaan LHKPN Firli untuk membantu membuat terang kasus dugaan pemerasan yang tengah diusut.

BACA JUGA: Firli Klaim Tak Pernah Peras SYL

“Pada intinya bahwa seluruh kegiatan penyidik di tahap penyidikan ini untuk mencari, mengumpulkan bukti, dengan bukti itu membuat terang tindak pidana terjadi dan menemukan tersangkanya,” kata Ade Safri Simanjuntak di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (17/11).

Ade menekankan, pengumpulan berbagai alat bukti terus dilakukan. Hal ini sebagai langkah untuk mengungkap tuntas kasus tersebut.

“Mulai dari pemeriksaan saksi, para ahli, penyitaan, dan penggeledahan kita lakukan semuanya dalam rangka itu, untuk mencari dan mengumpulkan bukti, yang dengan bukti itu membuat terang tindak pidana terjadi dan menemukan siapa tersangkanya,” tegas Ade.

Ade mengamini, pihaknya juga telah menyita sejumlah dokumen KPK berkaitan dengan kasus ini. Bahkan, sebanyak 20 pegawai KPK juga sudah diperiksa untuk menemukan titik terang dugaan pemerasan terhadap Syahrul Yasin Limpo.

“Jadi beberapa dokumen maupun surat, dari penetapan izin khusus penyitaan dari Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dan kemudian kita koordinasikan dengan pihak KPK. Telah diserahkan dan kemudian dilakukan penyitaan oleh tim penyidik untuk kepentingan penyidikan,” ujar Ade.

Meski demikian, Ade tak mengungkap secara rinci dokumen-dokumen yang disita itu. Namun, diyakini penyitaan berbagai dokumen itu untuk menambah terang pengusutan kasus tersebut.

“Beberapa dokumen belum bisa kami sampaikan di sini karena ini terkait materi penyidikan nanti berikutnya kita update,” imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, Polda Metro Jaya telah menaikkan kasus dugaan pemerasan terhadap mantan Mentan Syahrul Yasin Limpo ke tahap penyidikan. Dalam pengusutan kasus ini, Ketua KPK Firli Bahuri dan puluhan pegawai KPK telah diperiksa untuk menguatkan alat bukti kasus tersebut.

Diduga terjadi pelanggaran Pasal 12 huruf e atau pasal 12 huruf B atau Pasal 11 UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU nomor 20 tahun 2021 tentang perubahan atas UU Nomor 29 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi juncti Pasal 65 KUHP. (*)

Reporter: JP Group

Polisi Tanam Bibit Pohon di Pulau Dompak

0
Personel Polresta Tanjungpinang menanam pohon di kawasan Pulau Dompak Tanjungpinang. F. Humas Polresta Tanjungpinang

batampos– Polresta Tanjungpinang menggelar penanaman 10 juta pohon di kawasan Pulau Dompak, Tanjungpinang, Kamis (16/11).

Penanaman pohon ini merupakan bagian dari inisiatif nasional untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan mengurangi dampak polusi udara.

Kepala Bagian SDM Polresta Tanjungpinang Kompol Paten Tarigan, mengatakan penanaman jutaan pohon ini sebagai upaya konkret dalam menjaga kelestarian lingkungan.

BACA JUGA: 125 Bibit Pohon Buat Ditanam di Halaman Kantor Polisi

“Kegiatan ini sejalan dengan komitmen Polri untuk mendukung program pemerintah dalam pelestarian lingkungan hidup dan penanganan perubahan iklim,” katanya.

Penanaman jutaan pohon ini, lanjut Paten, tidak hanya bertujuan untuk mengurangi polusi udara, namun untuk memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

“Pohon ini dapat memberikan udara bersih, menjadi paru-paru kota, dan memberikan nuansa hijau yang menyegarkan,” jelasnya.

Kegiatan penanaman pohon ini dapat memberikan kontribusi nyata untuk menjaga keberlanjutan lingkungan hidup bagi generasi yang akan datang.

“Semuanya diharapkan dapat menjadi agen perubahan pelestarian alam dan memberikan dampak positif bagi ekosistem serta kesehatan lingkungan,” terang Paten. (*)

reporter: yusnadi

Sastra Dan Resonansi Manusia dalam Dunia Post-Global

0
Dwi Oktarina

PERTANYAAN mengenai manusia dan hubungan dengan dunia di sekelilingnya telah banyak mengemuka dan dikaji oleh para ahli.

Saat ini, manusia berada dalam masa likuid modernitas (Bauman dalam buku Liquid Times: Livin in an Age of Uncertainty, 2007), masa post-truth (Keyes dalam bukunya Post-Truth: The New War on Truth and How to Fight Back, 2017), juga masa post-global (Loy & Muller
dalam introduksi Towards a Post-Global Age, 2023).

Perubahan yang terjadi dalam kehidupan manusia tentu memiliki dampak yang signifikan. Terlepas dari hal tersebut, manusia juga akan selalu melakukan evolusi dan adaptasi dalam menyikapi setiap perubahan yang terjadi.

Salah satu hal yang dapat merekam setiap lini perubahan yang terjadi dalam kehidupan manusia adalah karya sastra.

Sejak dulu, manusia terhubung dengan sastra dalam hubungan yang kompleks. Sastra yang mencakup karya-karya berupa puisi, prosa, drama, dan bentuk-bentuk kreatif lainnya merupakan bagian penting yang mewarnai proses perjalanan hidup dan pengetahuan manusia.

Baca juga: Kantor Bahasa Kepri Selenggarakan Kuliah Umum Ke-BIPA-an

Sastra juga diyakini memiliki fungsi tertentu. Selalu ada dualitas dalam memandang fungsi sastra.

Di satu sisi, sastra dianggap harus memiliki tujuan akhir yang kadang-kadang merupakan sebuah instruksi moral yang sederhana. Di sisi lain, sastra adalah sebuah kesenangan estetis.

Fungsi tersebut harus berpegang teguh kepada gagasan bahwa seni adalah untuk seni itu sendiri (Ellis, 1974). Pandangan kedua memang tidak terlalu muluk-muluk.

Orang membaca sastra memang karena ingin bersenang-senang dan memperoleh hiburan. Pertanyaannya adalah, apakah sastra memang sesederhana itu? Tentu saja jawabannya tidak.

Sebagai sebuah peranti yang dapat membantu merekam kehidupan manusia, karya sastra dapat menjadi cerminan dunia, terlebih di masa post-global saat ini.

Tentu kita sudah sangat khatam dengan gagasan mengenai globalisasi. Setelah globalisasi, hal apa yang akan terjadi?

Dengan melihat kondisi dunia saat ini, dapat dipastikan bahwa terjadi pergeseran sejarah yang mendasar, terutama berkaitan dengan isu-isu kemanusiaan dan juga revolusi digital.

Istilah post-global atau post-globality (pasca-globalitas) merujuk pada fenomena integrasi sebuah tatanan masyarakat, ekonomi, dan budaya yang mengalami sebuah ‘retakan’ akibat semakin cepatnya krisis global, terutama dalam bidang keuangan, pandemi dan epidemi,
konflik militer, peperangan, serta gelombang migrasi dan pengungsian (Loy & Muller, 2023).

Baca juga: Antitesis Moral dalam Dua Kanon Sastra

Karya sastra atau seni kontemporer saat ini dapat memanfaatkan wacana dan gambaran post-globality dalam tataran tematik ataupun bentuknya.

Dalam mengurai estetika kondisi manusia dalam dunia post-global juga akan selalu dimulai dari pertanyaan krusial: bagaimana caranya manusia dapat mengurai ikatan rumit yang mengikat manusia secara bersama-sama dalam kondisi dunia yang ekstrem seperti saat ini?

Jawaban atas pertanyaan tersebut adalah dengan mengembalikan puncak kesadaran kembali pada diri sendiri.

Hartmut Rosa, seorang pakar sosiologi berkebangsaan Jerman dalam bukunya yang berjudul Resonance: A Sociology of Our Relationship to The World (2019) mengemukakan gagasan tentang upaya resonansi manusia dengan unsur lain di sekelilingnya.

Saat ini, dunia berada dalam kondisi acceleration (percepatan) sehingga menyebabkan manusia kesulitan mencapai kondisi resonansi dengan diri sendiri, orang lain, bahkan dunia di sekitarnya.

Rosa menyebut bahwa ada tiga dimensi resonansi yang memengaruhi pengalaman individu dalam hubungan mereka dengan dunia yang ada di sekitarnya.

Dimensi tersebut yakni self-resonance (hubungan individu dengan dirinya sendiri, interpersonal resonance (hubungan individu dengan orang lain), dan world resonance (hubungan individu dengan dunia fisik, alam, budaya, dan lingkungan di sekelilingnya) (Rosa, 2019).

Inti dari gagasan Rosa adalah sebuah pemahaman bahwa ketiga tataran resonansi tidak harus berjalan dalam urutan tertentu, tetapi dapat ditemui di sepanjang perjalanan hidup manusia.

Seringkali, ketiga tingkat resonansi saling berhubungan dan memengaruhi upaya manusia dalam mencapai keselarasan diri dengan dunia.

Baca juga: Akankah Sumpah Kita (Pemuda) Diuji Lagi?

Manusia dapat belajar beresonansi dengan diri sendiri, orang lain, bahkan dunia dengan cara menyelisik kembali pada karya sastra.

Hal itu disebabkan karena perkembangan karya sastra akan terus berjalan mengikuti pergerakan langkah kaki manusia dengan sekali waktu melihat pada gambaran masa lalu.

Salah satu contoh yang dapat diambil adalah novel All The Light We Cannot See karya Anthony Doerr (2014). Novel ini menjadi #1 New York Times Bestseller dan telah dialihwahanakan menjadi serial empat episode yang diproduksi Netflix (2023).

Inti cerita berkisah tentang dua tokoh utama, yakni Marie-Laure LeBlanc, seorang gadis yang terlahir tunanetra dan Werner Pfennig, seorang remaja laki-laki yatim piatu yang genius dalam bidang instrumen radio dan sandi militer.

Kedua tokoh utama pada mulanya berada dalam aliran ruang dan waktu yang berbeda, namun dipersatukan karena mendengar siaran radio yang sama dalam latar belakang peperangan yang terjadi sebelum dan selama pendudukan Jerman di Prancis pada era Perang Dunia ke-2.

Karakter Marie yang tidak dapat melihat justru harus dianggap sebagai kekuatan sekaligus simbol pembebasan diri manusia dari segala keterikatan.

Meski ia buta secara fisik, rasa kemanusiaan di dalam dirinya tidak ikut membuta. Berbeda dengan kondisi yang terjadi saat ini. Terkadang, manusia yang dapat melihat kondisi ketimpangan yang terjadi di sekitarnya malah tidak melakukan hal apapun untuk mengubah kondisi tersebut.

Baca juga: Kantor Bahasa Provinsi Kepri Dukung Pembelajaran Sastra Berbasis Komunitas

Situasi perang yang menjadi latar belakang dalam teks novel juga dapat dijadikan sebagai refleksi bagi manusia di era sekarang. Tidak seharusnya kepentingan politik, kekuasaan, kapitalisme global menyeret kembali manusia pada kondisi yang sudah pernah terjadi
pada masa lalu.

Ketidakmampuan manusia untuk melakukan resonansi terhadap diri sendiri, orang lain, dan dunia di sekitarnya adalah akar dari masalah yang ada.

Sebagai makhluk berbudaya, manusia dapat berefleksi, mencari keseimbangan dalam hidup, mengembangkan empati dan komunikasi yang efektif dalam dunia yang plural dan majemuk agar dapat memberi kontribusi positif pada lingkungan terdekat.

Manusia harus kembali pada akar kesejatian diri dan tidak berlaku brutal atau menyakiti orang lain. Manusia juga dapat menjadi cahaya dan penerang bagi dunia di sekelilingnya pula.

Pada akhirnya, kutipan Doer dalam novel All The Light We Cannot See menjadi penting dan dapat dijadikan pembelajaran, bahwa “the most important light, is the the light you cannot see.” (*)

Oleh:
Dwi Oktarina
Mahasiswa Pascasarjana FIB UI

Referensi
Ellis, J. M. (1974). The Theory of Literary Criticism: A Logical Analysis.
Berkeley: University of California Press.
Loy, B., & Muller, G. (2023). Towards a Pots-Global Age. In B. Loy, & G.
Muller, Post-Global Aesthetics: 21st Century Latin American Literature
and Cultures (pp. 12–25). Berlin: De Gruyter.

Kantor Bahasa Kepri Selenggarakan Kuliah Umum Ke-BIPA-an

0
Narasumber dan peserta kegiatan foto bersama di Auditorium Universitas Maritim Raja Ali Haji pada Kamis (16/11).

batampos – Kamis, 16 November 2023, Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menyelenggarakan Kuliah Umum Ke-BIPA-an berkolaborasi dengan Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH).
Kegiatan ini dilakukan secara bauran di Auditorium UMRAH dan melalui Zoom. Tema yang diangkat pada kegiatan ini adalah “Bahasa Indonesia Mendunia dari Kepulauan Riau”.

Kegiatan ini bertujuan untuk memasyarakatkan dan memberikan gambaran internasionalisasi bahasa Indonesia melalui program BIPA di Kepulauan Riau.

Baca juga: Kantor Bahasa Provinsi Kepri Dukung Pembelajaran Sastra Berbasis Komunitas

Kuliah umum ini mengundang 35 peserta dari instansi dan lembaga pendidikan terkait serta menghadirkan 200 mahasiswa UMRAH.

Para peserta mendapatkan pemaparan yang sangat lengkap tentang BIPA dari sudut pandang kelembagaan, keilmuan, dan kondisi teknis serta pengajaran BIPA di Kepulauan Riau.

Baca juga: Kantor Bahasa Provinsi Kepri Beri Anugerah Resam Kencana

Peserta juga diberikan kesempatan melakukan tanya jawab dan berdiskusi dengan para narasumber. (*)

Dampak Jangka Panjang Aksi Boikot Produk Pro Israel, Begini Kata Pengamat

0
Daftar brand pro Israel yang masuk daftar boikot. (BDS Movement)

batampos  – Pengamat Ketenagakerjaan dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Tadjuddin Noer Effendi mengingatkan dampak yang akan terjadi jika masyarakat Indonesia melakukan boikot terhadap produk-produk pro Israel dan afiliasinya. Implikasinya, angka pengangguran di Indonesia akan naik karena banyak yang terkena PHK, sehingga akan membuat semakin banyak juga masyarakat yang jatuh miskin.

Tadjuddin menegaskan bahwa pengusaha-pengusaha Indonesia tidak ada hubungannya sama sekali dengan yang disebutkan sebagai penyumbang dana atau pendukung agresi Israel ke Palestina. “Pengusaha Indonesia itu hanya membeli license. Memang namanya nama Amerika, tetapi kan sebetulnya sudah dimiliki katakanlah Indonesia. Kemudian itu diboikot, dan kalau mereka tutup akan terjadi PHK. Yang rugi kita sebenarnya seperti itu,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima.

BACA JUGA: Stop Jadi Sponsor Penjajahan! BDS Movement Minta Masyarakat Berhenti Gunakan Produk Pro Israel

Karenanya, dia mengajak masyarakat agar jangan gegabah untuk cepat-cepat melakukan aksi boikot dan melihat secara rasional bahwa perusahaan yang disebut-sebut milik Israel dan afiliasinya, sekarang sudah sebagian besar digerakkan oleh modal Indonesia. “Dalam hal ini kita hanya membayar fee pada mereka. Tapi, keuntungan bagi kita itu kan adalah perusahaan-perusahaan itu dapat menyerap pekerja-pekerja kita untuk bekerja di sana dan kemudian dapat membantu menurunkan kemiskinan dan pengangguran,” ucapnya.

Selain itu, target pemerintah yang ingin menurunkan angka stunting juga akan terhambat karena banyak masyarakat yang tidak lagi bisa memberikan gizi yang baik bagi anak-anak mereka akibat kemiskinan yang dialami karena terkena PHK. “Jadi, dampaknya banyak. Kalau sudah terjadi kemiskinan, nanti tidak bisa menyekolahkan anak. Secara garis besar, efek berantai dari boikot itu sangat banyak dialami oleh masyarakat kita sendiri,” tuturnya.

Sementara, lanjutnya, angka stunting saat ini saja masih sangat besar, begitu juga dengan angka pengangguran, dan angka kemiskinan. “Apalagi pukulan Covid beberapa waktu lalu masih belum sepenuhnya normal, Kita dihantam global ekonomi, perang Rusia, sekarang ada perang Israel Palestina yang dampaknya nanti kepada harga minyak dan sebagainya,” tukasnya.

Jadi, kondisi-kondisi berat yang dialami masyarakat itu seharusnya jangan lagi ditambah dengan tindakan-tindakan lainnya seperti aksi boikot. “Seharusnya kita memikirkanlah agar jangan sampai terjadi lagi masalah-masalah sosial yang dapat merugikan masyarakat kita. Kita harus berpikir secara positif jangan main boikot gitu,” katanya.

Tadjuddin pun mengajak seluruh warga masyarakat agar bisa berpikir yang lebih positif dalam menyikapi ajakan melakukan aksi boikot itu untuk kepentingan orang banyak. “Disingkirkan dulu lah tindakan-tindakan yang justru merugikan masyarakat kita sendiri agar negara kita pilih dulu setelah mengalami hal-hal sulit beberapa waktu lalu,” tegasnya.

Kata Tadjuddin, tindakan melakukan aksi boikot ini dampaknya akan semakin fatal lagi jika ditimpa juga dengan masalah-masalah pilpres yang tengah terjadi saat ini. “Sudah dalam keadaan tegang, ditambah dengan angka pengangguran, akan gampang sekali terjadi ledakan sosial yang menyebabkan konflik horizontal, dan sebagainya. Kita nggak bisa bayangkan bagaimana dampaknya jika itu sampai terjadi,” ujarnya.

Jika itu terjadi, dia khawatir kerja keras yang dilakukan Indonesia selama ini akan menjadi sia-sia. Butuh 20 tahun atau bahkan 30 tahun lagi untuk bisa bangkit lagi seperti semula dan itu sangat berat untuk mengembalikannya. “Sekarang saja belum pulih sebenarnya kondisi ekonomi kita, masih banyak pengangguran juga. Jadi, kalau kita kemudian berpikiran yang sangat sempit, kita hanya memikirkan pada kelompok-kelompok tertentu dan kita tidak memikirkan keutuhan kesatuan bangsa, kita akan tenggelam lagi. Itu memang ada yang menginginkan kita seperti itu, ada kekuatan kekuatan luar sana yang menginginkan kita seperti itu,” ungkapnya. (*)

Reporter: JP Group

188 Titik Pemasangan APK Se Kabupaten Karimun

0
Firmansyah

batampos– Pemerintah Kabupaten Karimun telah mengeluarkan surat dengan nomor P/200/BAKESBANGPOL/XI/3756/2023 tentang lokasi alat peraga kampanye (APK) dan kampanye umum terbuka 2024

”Setelah melihat lokasi-lokasi, maka untuk setiap kelurahan dan desa yang ada di setiap kecamatan sudah ditentukan lokasi yang dibenarkan untuk memasang APK dan tidak. Semuanya tertuang dalam surat yang sudah kita sampaikan ke KPU,” ujar Sekda Kabupaten Karimun, M Firmansyah, Kamis (16/11).

BACA JUGA: Ada Ajakan Memilih, Baliho dan Spanduk Bacaleg di Bintan Ditertibkan

Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Karimun, Mardanus melalui Komisioner Bidang Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia, Suhermita yang dikonfirmasi secara terpisah menyebutkan, dengan sudah adanya titik atau lokasi untuk pemasangan APK, maka pada Selasa (21/11) pihaknya akan mengadakan rapat koordinasi dengan partai politik dan stakeholder terkait.

”Kalau kita hitung lokasi tempat pemasangan APK setiap kelurahan dan desa yang ada di 14 Kecamatan se Kabupaten Karimun ada 188 titik. Dan untuk kampanye rapat umum terbuka mayoritas di lapangan sepak bola dan juga lapangan voli,” ujarnya.

Dikatakannya, untuk APK jenis stiker, pamflet dan poster yang akan ditempel atau dipasang di dinding ada aturannya. Mulai dari lebar dan panjang ada ketentuan. Hal ini sesuai dengan pasal 33 PKPU Nomor 15.

Data yang dihimpun Batam Pos, dari 14 kecamatan yang ada di Kabupaten Karimun lokasi atau titik pemasangan APK paling banyak terdapat di Kecamatan Kundur dengan jumlah 42 lokasi. Dan yang paling sedikit di Kecamatan Moro hanya satu titik.

Khusus untuk Kecamatan Karimun, ada sebagai kawasan Coastal Area yang tidak boleh dipasang APK. Khususnya, yang berdekatan dengan kantor BC. Kemudian, juga kawasan perkotaan di Kelurahan Tanjungbalai Kota dilarang untuk dipasang APK. (*)

reporter: sandi

Direktur Politik BRIN Sebut Pilpres 2024 Sulit Berlangsung Hanya Satu Putaran

0
Tiga pasang calon presiden (Capres) dan calon wakil presiden (Cawapres) saat menunjukan nomor urut peserta pilpres 2024 di kantor KPU.

batampos – Direktur Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Mochammad Nurhasim memprediksi, Pilpres 2024 bakal berlangsung dua putaran. Ia menyebut, sangat sulit pasangan calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) memenangkan kontestasi pesta demokrasi hanya satu putaran.

“Kalau dari hitungan kami, untuk menjadi satu putaran, hampir dari seluruh lembaga survei itu angka-nya tidak menunjukkan, tingkat kemungkinan 2 putaran seakan sangat tinggi kecuali nanti ada yang namanya invisible hand,” kata Nurhasim kepada wartawan, Jumat (17/11).

Menurut Nurhasim, tiga pasang capres-cawapres relatif mempunyai peluang yang sama untuk masuk putaran kedua. Namun, yang memiliki kans yang besar adalah pasangan capres-cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dan pasangan capres-cawapres nomor urut 3 Ganjar Pranowo dan Mahfud MD.

BACA JUGA:  Survei, Tiga Pasangan Capres-Cawapres Berebut Suara Pemilih Muda di Pilpres 2024

“Elektabilitas nomor 1 (Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar) ada kecenderungan naik tapi tidak dramatis. Tingkat kecenderungan memang persaingan 2 dan 3 ini sangat kompetitif,” ucap Nurhasim.

Nurhasim mengungkapkan, banyak faktor yang bakal menentukan kemenangan pasangan capres-cawapres, seperti faktor kandidatnya baik capres dan cawapres, faktor pendukung, logistik, visi-misi dan program. Namun, masing-masing capres-cawapres sudah memiliki ceruk pemilih sendiri dan yang menjadi rebutan adalah pemilih milenial dan generasi Z yang rasional dan tidak terkontaminasi pada ideologi kelompok politik tertentu.

“Kalau faktor-faktor penentu kemenangan itu sebenarnya masing-masing punya ceruk, punya ceruk dukungan, nah ini sangat juga menentukan seperti juga hasil-hasil survei yang lain, yaitu generasi milenial dan generasi Z, ini tergabung apakah setiap calon bisa mendekati karena jumlah mereka sangat signifikan,” ujar Nurhasim.

Sementara itu, pakar pertahanan Kusnanto mengungkapkan banyak ketidak puasan masyarakat dengan hadirnya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) nomor 90/PUU-XXI/2023 yang mengabulkan batas usia capres-cawapres 40 tahun atau pernah/sedang menjabat kepala daerah. Namun, ia menekankan pemilih akan sangat rasional dalam menentukan pilihannya pada Pilpres 2024.

“Nanti tentu akan sangat terserah pada para pemilih apa yang akan mereka lakukan pada tanggal 14 Februari, karena sebagai suatu survei tentu saja masih akan banyak perubahan dalam beberapa bulan ke depan, itu akan sesuai dengan perkembangan,” ucap Kusnanto.

Ia memandang, rasionalitas pemilih akan melihat bagaimana pasangan capres-cawapres memberikan gagasan atau visi misi yang mampu membuat para pemilih percaya, dalam memajukan bangsa lima tahun mendatang.

“Sesuai dengan bagaimana pasangan calon maupun partai-partai politik yang mendukung, itu mengelaborasi lebih lanjut tentang gagasan-gagasan yang lebih konkret, ketika mereka memenangkan pertarungan pada bulan Februari,” pungkasnya. (*)

Reporter: JP Group

Muhammad Idha Terpilih Secara Aklamasi sebagai Ketua LAM Kecamatan Bintan Utara

0
Ketua LAM Bintan, Musyafa Abbas usai menyerahkan cinderamata tanjak ke salah satu perwakilan perusahaan disaksikan Ketua terpilih LAM Kecamatan Bintan Utara, Muhammad Idha dan Wabup Bintan, Ahdi Muqsith saat Musyawarah Kecamatan LAM Bintan Utara di Gedung Nasional, Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara pada Kamis (16/11/2023) pagi. F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos– Muhammad Idha terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kecamatan Bintan Utara dalam Musyawarah Kecamatan LAM Bintan Utara di Gedung Nasional, Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara pada Kamis (16/11/2023) pagi.

Usai terpilih, M Idha langsung dilantik oleh Ketua LAM Kabupaten Bintan, Musyafa Abbas.

Ketua terpilih LAM Kecamatan Bintan Utara, Muhammad Idha mengapresiasi semua pihak yang sudah mempercayakan dirinya sebagai Ketua LAM Kecamatan Bintan Utara.

Dia mengatakan, ini merupakan kali pertama Musyawarah Kecamatan LAM Bintan Utara dilaksanakan dengan musyawarah.

BACA JUGA: Baznas Karimun Galang Dana Palestina Selama 2 Hari

Dalam proses pemilihan, setiap desa kelurahan memiliki hak mengusulkan calon dan memiliki hak suara.

“Di Bintan Utara ada 4 kelurahan, 1 desa,” kata dia.

Dia berharap amanah yang telah dipercayakan kepada dirinya dapat mengantarkan LAM Kecamatan Bintan Utara ke arah lebih baik.

Wakil Bupati Bintan, Ahdi Muqsith yang membuka Musyawarah Kecamatan LAM Bintan Utara menyampaikan harapan kepada Ketua terpilih LAM Kecamatan Bintan Utara menjadi pemimpin yang inovatif dan kolaboratif serta bisa mengayomi semua pihak.

Dalam kesempatan itu, Ketua LAM Bintan, Musafa Abbas menyerahkan cinderamata kepada Kapolsek Bintan Utara, Kompol Suwitnyo, Camat Bintan Utara, Deny Irman Susilo dan perwakilan dari kalangan industri, Setia Budi. (*)

reporter: slamet

Kadispenau: 4 Korban Jatuhnya Pesawat Super Tucano Telah Ditemukan dalam Keadaan Meninggal

0
Tangkapan layar – Pesawat tempur super tucano milik TNI AU yang jatuh sekitar pukul 11.18 WIB di kawasan Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (16/11/2023). / Sumber: ANTARA/Handout video amatir/ch

batampos – Seluruh korban jatuhnya dua pesawat tempur EMB-314 Super Tucano milik TNI Angkatan Udara di wilayah Kabupaten Pasuruan akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI R. Agung Sasongkojati dalam jumpa pers di Lanud Abd Saleh Malang, Kamis malam (16/11), mengatakan bahwa korban terakhir yang ditemukan adalah Letkol Pnb Sandhra “Chevron” Gunawan (Komandan Skadron Udara 21 Lanud Abd Saleh Malang).

BACA JUGA: Akhirnya Ditemukan, Seluruh Korban Jatuhnya Pesawat Tucano TNI AU

“Pada pukul 19.00 WIB, jenazah Lektol Sandhra sudah ditemukan, menyusul akan dibawa ke sini,” jelas Agung seperti dikutip dari Radar Surabaya (Jawa Pos Grup), Jumat (17/11).

Baca Juga: Pemkot Surabaya Gelar Pameran Cross Musea, Dorong Minat Generasi Muda Terhadap Sejarah dan Budaya Indonesia

Agung menambahkan, dengan ditemukannya jenazah Letkol Sandhra, maka seluruh awak pesawat Super Tucano yang jatuh di wilayah Kecamatan Puspo Kabupaten Pasuruan telah ditemukan.

Sebelumnya, tiga korban kecelakaan pesawat tempur itu sudah ditemukan terlebih dahulu, yaitu Kolonel Adm Widiono Hadiwijaya (Kepala Dinas Personel Lanud Abdulrachman Saleh), Kolonel Pnb Subhan (Danwing Udara 2 Lanud Abdulrachman Saleh), dan Mayor Pnb Yuda A. Seta.

Jenazah Mayor Pnb Yuda A. Seta dan Kolonel Pnb Subhan sudah berada di Lanud Abd. Saleh Malang dan disemayamkan di hanggar setelah sebelumnya dievakuasi ke Rumah Sakit Angkatan Udara.

“Untuk Kolonel Widiono dan Letkol Sandhra, akan segera menyusul dibawa ke Lanud Abd Saleh Malang,” ujarnya.

Agung menambahkan, dua jenazah tersebut diperiksa dan dibersihkan terlebih dahulu di rumah sakit, sebelum dibawa ke Lanud Abd Saleh Malang. Pelepasan jenazah akan dilakukan dengan upacara kemiliteran, meskipun belum diketahui pasti kapan akan digelar.

“Kami belum dapat informasi rencana jenazah akan dikirim ke mana, karena menyangkut keinginan keluarga. Tapi kami pastikan kami akan mengurus jenazah dengan baik,” katanya.

Agung mengucapkan terima kasih kepada masyarakat sekitar, aparat teritorial dan pecinta alam, serta unsur terkait yang telah membantu mengevakuasi korban dan mengamankan lokasi kejadian.

Diberitakan sebelumnya, dua pesawat tempur taktis EMB-314 Super Tucano milik TNI Angkatan Udara dari Skadron 21 Lanud Abd. Saleh Malang jatuh di Kabupaten Pasuruan, Kamis siang (16/11) sekitar pukul 12.00 WIB.

Dua pesawat itu bernomor registrasi TT-3111 dan TT-3103 yang sedang melakukan sesi latihan rutin.

Pesawat tempur itu diterbangkan oleh total empat perwira menengah TNI AU. Masing-masing dua awak per pesawat. Pesawat tersebut take off pada pukul 10.51 WIB dari Bandara Abd. Saleh Malang dan hilang kontak pada 11.18 WIB. Diduga jatuhnya pesawat tempur tersebut akibat cuaca buruk. (*)

Reporter: JP Group