Selasa, 7 April 2026
Beranda blog Halaman 4595

Dalam 9 Hari 497 Warga Batam Menderita ISPA, Paling Banyak Usia 9 – 60 Tahun

0
ilustrasi ISPA
Ilustrasi. Foto: jawapos.com

batampos – Ratusan warga Kota Batam terkena penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di sepanjang bulan Oktober 2023 ini. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Batam, sampai dengan 9 Oktober 2023 ini ada 497 warga Batam yang kena penyakit ISPA. Jumlah tersebut terbagi di dalam ISPA non Pneumonia dan ISPA Pneumonia.

“Ini data yang masuk dari seluruh laporan puskesmas se-Kota Batam, ” ujar Kepala Dinas Kesehatan Batam Didi Kusmarjadi, Selasa (10/10).

Dikatakan Didi, banyaknya kasus ISPA di Batam di sepanjang Oktober 2023 ini juga tak lepas dari kabut asap yang melanda Batam saat ini. Imbasnya, banyak warga yang mengeluh batuk dan radang tenggorokan sehingga berobat ke puskesmas.

“ISPA ini sangat rentan dengan kondisi udara. Terutama lagi bagi kelompok sensitif seperti anak-anak dan mereka memiliki riwayat penyakit jantung, asma dan paru-paru, ” ungkap Didi.

Baca Juga: Kabut Asap Belum Ganggu Jadwal Pelayaran Internasional

ISPA non-pneumonia umumnya dikenal masyarakat dengan istilah batuk-pilek. Apabila batuk-pilek disertai dengan gejala lain, seperti kesukaran bernapas dan peningkatan frekuensi napas, maka termasuk ISPA pneumonia. ISPA pneumonia atau radang paru-paru ini memerlukan perawatan medis yang cepat serta bisa menyebabkan kematian bagi penderitanya.

“Sebagian besar dari infeksi pernapasan hanya bersifat ringan seperti batuk dan pilek. Namun jika ISPA yang berkelanjutan akan menjadi Pneumonia atau infeksi paru-paru, ” tuturnya.

Didi menambahkan, ada empat kategori umur yang terkena ISPA di sepanjang Oktober ini. Tertinggi usia 9 tahun sampai 60 tahun dengan 271 kasus. Lalu disusul usia 0 sampai 5 tahun dengan jumlah 100 kasus. Selanjutnya usia 5-9 tahun sebanyak 69 kasus dan usia diatas 60 tahun dengan 60 kasus.

“Sehingga totalnya 497 kasus,” tuturnya.

Baca Juga: Balai Rehabilitasi BNN Batam Rehab 175 Pecandu Narkotika, Tidak Ada Pungutan Biaya

Sementara itu kasus ISPA tertinggi ada di Puskesmas Pancur dengan 157 kasus. Lalu Puskesmas Sungai Lekop dengan 35 kasus dan Puskesmas Baloi Permai, Baloi dengan 29 kasus.

Lebih lanjut Didi menyampaikan beberapa hal yang bisa dilakukan masyarakat agar tetap sehat dan fit di masa kabut asap seperti sekarang ini. Pertama apabila melakukan aktivitas di luar rumah hendaknya menggunakan masker. Mengurangi aktivitas di luar rumah, kalau dirasa tidak perlu apalagi kondisi udara tidak sehat saat ini bisa berdampak kepada kesehatan.

“Selain itu hendaknya masyarakat mengkonsumsi makanan bergizi seimbang serta cukup air putih, ” pungkasnya. (*)

 

 

Reporter: Rengga Yuliandra

 

Zunani Terpilih Jadi Ketua IWAPI Bintan

0
Ketua DPC IWAPI Bintan, Zunani saat pengukuhan kepengurusan IWAPI Bintan di Ballroom Hotel Melayu Berdendang Tanjunguban, Selasa (10/10/2023) siang. F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos– Zunani terpilih sebagai Ketua DPC Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kabupaten Bintan.

Kepengurusan DPC IWAPI Kabupaten Bintan periode 2022-2027 dikukuhkan di Ballroom Hotel Melayu Berdendang Tanjunguban, Selasa (10/10/2023) siang.

Ketua IWAPI Kabupaten Bintan terpilih Zunani mengatakan, sebagian besar anggota IWAPI terdiri dari pelaku UMKM dan IKM.

BACA JUGA: Sudah 1.449.115 Warga Kepri Divaksin Dosis 1

Dengan dikukuhkan kepengurusan IWAPI Bintan, dia meminta anggota IWAPI bekerja ekstra dalam melahirkan terobosan baru demi menjawab tantangan dunia usaha.

Bupati Bintan, Roby Kurniawan menyampaikan, IWAPI memiliki kekuatan dalam mendongkrak UMKM. Karenannya, IWAPI diharapkan merangkul UMKM.

Dia juga berharap IWAPI Bintan melahirkan peluang dalam upaya meningkatkan UMKM di Bintan.

Untuk itu, kata dia, Pemkab siap bersinergi dengan IWAPI untuk menghantarkan UMKM Bintan menuju kancah nasional bahkan go internasional. (*)

reporter: slamet

Youtuber Pyo Ye Rim Akhiri Hidup, Mirip Drakor The Glory

0
Pyo Ye Rim memutuskan untuk mengakhiri hidupnya sendiri./Allkpop

batampos – Youtuber Pyo Ye Rim akhiri hidup dengan terjun ke waduk. Sebelum meninggal, Dia sempat curhat menjadi korban bullying selama 12 tahun di sekolah yang kisahnya mirip drama Korea The Glory. Dia juga diteror orang-orang tidak dikenal.

Menurut Kantor Polisi dan Pemadam Kebakaran Busan, Korea Selatan pada tanggal 10 Oktober 2023, seorang wanita dilaporkan jatuh ke dalam Waduk Seongjigok pada pukul 12:57 siang waktu setempat.

Layanan darurat langsung dikirim ke tempat kejadian, dan wanita berkebangsaan Korea Selatan tersebut dilarikan ke rumah sakit pada pukul 16:20.

Namun, ia dilaporkan meninggal karena serangan jantung.

Baca Juga:Alasan Sang Ayah Izinkan Azizah Shalsa Dinikahi Pesepak Bola Pratama Arhan

Identitas wanita tersebut kemudian dikonfirmasi sebagai YouTuber Pyo Ye Rim, yang diketahui menjalankan salon kecantikan milik sendiri di Yeonje-gu Busan, Korea Selatan.

Pyo Ye Rim sebelumnya mengungkapkan bahwa ia diintimidasi hingga perundungan dari sekolah dasar, sekolah menengah pertama, hingga sekolah menengah atas oleh empat teman sekelasnya.

Setelah 12 tahun mengalami perundungan, ia terinspirasi untuk menceritakan kisahnya setelah menonton drama ‘The Glory’.

Pada bulan April 2023, ia mengajukan petisi nasional yang meminta agar ketentuan yang mendukung pelaku kekerasan di sekolah, seperti undang-undang tentang kekerasan di sekolah dan undang-undang tentang pencemaran nama baik dihapuskan.

Netizen yang mengikuti YouTuber ini menyatakan, bahwa Pyo Ye Rim mengisyaratkan keputusannya untuk mengakhiri hidupnya dalam sebuah video yang diposting ke salurannya.

“Saya adalah salah satu orang yang menderita kekerasan di sekolah selama 12 tahun di sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan sekolah menengah atas,” ungkap Pyo Ye Rim seperti yang dikutip dari Allkpop.

“Salah satu saluran YouTube telah menargetkan diriku, dan saya telah mengalami beberapa serangan pribadi oleh orang-orang tak dikenal. Selain itu, mereka mengatakan bahwa klaim saya tentang kekerasan di sekolah adalah palsu.”

“Saya tidak lagi cukup percaya diri untuk menanggung dan mengatasi rasa sakit ini. Tidak ada lagi yang bisa membuat saya melanjutkan hidup. Tolong jangan menyerah pada kasus saya.”

Jika pembaca atau seseorang yang dikenal mengalami pembullyan atau perundungan, carilah orang terdekat yang bisa dipercaya dan lembaga pencegah bunuh diri. (*)

Reporter: jpgroup

Kapolda Metro Jaya Benarkan Kapolrestabes Semarang Diperiksa Lagi Soal Pemerasan terhadap Syahrul Yasin Limpo

0
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Karyoto mengonfirmasi Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar dijadwalkan untuk diperiksa kembali hari ini, Rabu (11/10). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

batamposKapolda Metro Jaya Irjen Pol Karyoto mengonfirmasi Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar dijadwalkan untuk diperiksa kembali hari ini, Rabu (11/10) dalam kasus dugaan pemerasan terhadap eks Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) oleh pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Irwan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi.

“Kalau tidak salah hari ini panggilannya untuk hadir,” kata Karyoto di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan.

Meski begitu, Karyoto tidak mengonfirmasi apakah Irwan akan memenuhi panggilan atau tidak. Sampai sekarang pihak penyidik masih menunggu.

“Datang atau tidak, nanti sama-sama kita lihat,” jelasnya.

Sebelumnya, Subdit Tindak Pidana Korupsi Ditreskrimsus Polda Metro Jaya resmi menaikkan status perkara dugaan pemerasaan eks Mentan Syahrul Yasin Limpo (SYL) oleh pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke tahap penyidikan. Artinya ditemukan unsur pidana dalam kasus tersebut.

 

Dirreskrimsus Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak mengatakan, keputusan ini diambil oleh penyidik setelah melakukan gelar perkara pada Jumat (6/10). Penyidik juga telah memeriksa 6 saksi dalam perkara ini.

“Dari hasil gelar perkara dimaksud selanjutnya direkomendasikan untuk dinaikan statusnya penyelidkan ke tahap penyidkkan,” kata Ade Safri di Polda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (7/10).

Dalam perkara ini diduga terjadi pelanggaran Pasal 12 huruf e atau pasal 12 huruf B atau Pasal 11 UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU nomor 20 tahun 2021 tentang perubahan atas UU Nomor 29 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi juncti Pasal 65 KUHP.

“Akan diterbitkan surat perintah penyidikan untuk melakukan serangkaian penyidikan guna mencari dan mengumpulkan bukti yang dengan bukti itu membuat terang tindak pidana terjadi dan menemukan tersangka,” jelasnya. (*)

Reporter: JP Group

Video Aktivitas Ganti Karung Beras Bulog ke Merek Premium Beredar

0
ilustrasi beras

batampos– Satreskrim Polresta Tanjungpinang menerima laporan terkait dugaan aktivitas penggantian karung beras Bulog beras di Tanjungpinang.

Sebelumnya beredar gambar atau video berdurasi tiga menit yang memperlihatkan aktivitas ganti karung beras di salah satu gudang di Tanjungpinang.

Beras medium berlogo BUMN dipindahkan ke karung beras bermerk premium.

Kasi Humas Polresta Tanjungpinang, Iptu Giofany Casanova mengatakan, Satreskrim Polresta Tanjungpinang telah menerima pengaduan terkait dugaan tersebut.

“Iya benar kami udah terima pengaduan dari masyarakat, terkait video yang beredar itu mengenai beras,” kata Giofany, Selasa (10/10).

Saat ini, kata dia Satreskrim Polresta Tanjungpinang masih melakukan penyelidikan dan mendalami dugaan penggantian karung beras tersebut.

BACA JUGA: Stok Beras di Karimun Capai 1.700 Ton

“Kami masih menyelidiki apakah video itu benar terjadi. Yang diperiksa karyawan yang berkaitan dengan video itu. Jadi masih kami dalami,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Bulog Tanjungpinang, Meizarani mengaku telah mengetahui adanya video aktivitas penggantian karung beras Bulog ke karung beras lainnya.

Meizarani mengimbau agen dan toko pengecer agar menjual beras Bulog jenis medium serta premium sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Kami imbau setiap melakukan transaksi. Kita juga tidak menghendaki mereka untuk mengemas ulang beras ke kemasan lain,” katanya.

Selain itu, pihaknya bersama Tim Satgas Pangan telah bekerjasama guna memantau aktivitas penjual beras Bulog di Tanjungpinang.

“Kami memantau seminggu 2 kali. Akan kami monitoring di toko pengecer dan di RPK (Rumah Pangan Kita),” tegas Meizarani. (*)

reporter: yusnadi

Sudah Daftar, Warga Rempang Menunggu Pemindahan

0
sosial rempang
Ilustrasi: Tim pendataan BP Batam saat berinteraksi dan melakukan verifikasi terhadap warga yang terdampak pengembangan Kawasan Rempang.

batampos – Masyarakat Rempang yang telah mendaftar untuk pindah sementara di Batam belum mendapat kepastian kapan akan dipindahkan. Ini jadi beban pikiran bagi mereka sebab selalu jadi gunjingan dari masyarakat yang menolak direlokasi.

Mereka berharap agar pemerintah secepatnya memindahkan mereka ke Batam dan menempati janji-janji relokasi yang sudah disepakati. Informasi yang didapat total ada sekitar 300-an kepala keluarga di Kelurahan Rempang Cate yang sudah mendaftar untuk dipindahkan.

Namun baru belasan KK saja yang sudah pindah ke Batam. Sebagian memilih kontrakan sendiri, sebagian besar memilih tinggal di ruko Buana Central Park yang difasilitasi pemerintah.

Baca Juga: Kuasa Hukum Tersangka Kericuhan di Rempang Ajukan Permohonan Penghentian Penyidikan, Ini Tanggapan Kapolresta

“Itulah belum ada kepastian juga kapan mau dipindahkan semua yang sudah daftar itu. Kita tanya apa kendalanya belum ada penjelasan,” ujar Ummar, seorang warga.

Yana perwakilan masyarakat Sembulang yang sudah pindah ke Ruko Buana Central Park juga menyampaikan keluhan yang sama. Hingga akhir pekan kemarin mereka belum mendapatkan penjelasan pasti kapan semuanya akan dipindahkan.

“Yang sudah daftar di pendaftaran awal tolong segera dipindahkan semua. Karena mereka di sana juga jadi beban moril berhadapan dengan masyarakat yang menolak direlokasi,” ujarnya.

Baca Juga: Posko Pengamanan di Rempang Berkurang, Kapolresta: Situasi Semakin Kondusif

Sementara laporan dari masyarakat Rempang yang tetap bertahan di kampung mereka situasi di sana aman terkendala. Masyarakat masih menahan diri.

“Tetap kami pertahankan. Sementara masih aman. Tak mau kampung kami diganggu,” ujar Bobi warga Sembulang.

Laporan dari petugas keamanan gabungan juga demikian, situasi di Rempang Galang aman terkendali dan aktifitas masyarakat berjalan seperti biasanya.(*)

 

Reporter: Eusebius Sara

Balai Rehabilitasi BNN Batam Rehab 175 Pecandu Narkotika, Tidak Ada Pungutan Biaya

0
image0 1 2 e1696997011372
Balai Rehabilitasi BNN Kepri di Batam.

batampos – Balai Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Batam saat ini sedang merehabilitasi sebanyak 175 pasien. Untuk seluruh pecandu narkotika yang ingin direhabilitasi tersebut tidak ada pungutan biaya.

Kepala Loka Rehabilitasi BNN Batam, dr Danu Cahyono, mengatakan jumlah pasien yang ada di sini memang tidak hanya dari Batam saja, di Kepri hanya 30 persen. Justru dari luar Kepri yang mendominasi sebab area lingkup kerjanya meliputi Riau, Jambi, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Barat.

“Untuk jumlah pasien yang direhab dari tahun ke tahun meningkat. Saat ini saja kami sudah penuh kapasitasnya yakni 175 pasien. Rata-rata pasien diusia produktif 18 sampai 35 tahun,” ujarnya, Selasa (10/10).

Baca Juga: 3 Pejabat Polresta Barelang Berganti, Ada 2 Kapolsek

Tujuan dari rehabilitasi ini ialah menjadikan kualitas hidup pasien meningkat. “Yang sebelumnya pribadi tidak bekerja kembali timbul keinginan untuk bisa bekerja,” jelasnya.

Rehabilitasi di BNN tidak dipungut biaya alias gratis. Seluruh biayanya ditanggung oleh negara selama program dijalani. Ada yang selama tiga bulan dan enam bulan.

“Jadi pasien bisa masuk ke layanan tiga bulan atau enam bulan tergantung dari hasil assesment yang dilakukan oleh tim kami, terdiri dari perawat, dokter, dan psikolog. Sehingga tidak bisa diintervensi oleh pihak manapun,” kata dia.

Danu menjelaskan, ada dua jalur untuk bisa masuk ke pusat rehabilitasi ini. Pertama adalah datang sendiri dan yang kedua adalah melalui proses hukum.

Baca Juga: Disperindag Batam Akui Penyaluran Gas Melon Terganggu, Ini Penyebabnya

“Yang pertama tadi pemakai atau pecandu narkoba yang ingin rehab datang sendiri dengan didampingi keluarga untuk bisa pulih kembali. Yang kedua melalui proses hukum, misalnya tertangkap memakai narkoba, lalu hakim memutuskan untuk direhab,” ungkapnya

Rehab yang dijalankan bersifat holistik yang membedakan BNN dengan tempat rehab lainnya sebab di sini berkesinambungan antara rehab medis dan sosial.

“Yang mendapatkan layanan tersebut tidak hanya pasien saja tetapi juga keluarganya pun mendapatkan layanan itu,” ujarnya.

Untuk kelurga pasien, BNN memberikan ilmu cara menangani pasien ketika berada di rumah. Termasuk hal yang perlu diperhatikan ketika kembali ke rumah.

Baca Juga: Kuasa Hukum Tersangka Kericuhan di Rempang Ajukan Permohonan Penghentian Penyidikan, Ini Tanggapan Kapolresta

“Jadi ketika pasien kembali ke daerah asalnya, kami laporkan ke BNNP setempat bahwa pasien mengikuti program pasca rehabilitasi di daerah asal tersebut,” ujarnya.

Kami selalu mensosialisasikan dengan berjejaring dengan instansi terkait seperti Dinas Sosial, Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan.

“Dan yang diperlu diketahui oleh masyarakat bahwa proses rehabilitasi gratis, cukup datang ke BNNP atau BNNK untuk dilakukan asessment bersama pihak keluarga apabila pasien dibutuhkan untuk rawat inap maka akan dikirimkan ke sini, dan untuk rawat jalannya ada di seluruh BNNP dan BNNK di Indonesia,” tutupnya. (*)

 

Reporter: Azis Maulana

Jefridin: Beras di Bulog Cukup untuk Memenuhi Kebutuhan di Kota Batam

0

 

Sekretaris Kota Batam, Jefridin Hamid mengatakan ketersediaan beras di Bulog cukup untuk memenuhi kebutuhan di Kota Batam. Kehadiran Bulog Batam cukup membantu Pemko Batam dalam menjaga ketahanan pangan bail itu beras, gula, hingga minyak goreng. “Alhamdulillah tadi saya cek dan tanya sama Bulog, stok mereka cukup banyak, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir, dan cemas untuk ketersediaan beras” ujarnya usai meninjau Bulog Batam di wilayah Batuampar, Rabu (11/10).

Sekretaris Kota Batam, Jefridin Hamid mengatakan ketersediaan beras di Bulog cukup untuk memenuhi kebutuhan di Kota Batam.

Kehadiran Bulog Batam cukup membantu Pemko Batam dalam menjaga ketahanan pangan bail itu beras, gula, hingga minyak goreng.

“Alhamdulillah tadi saya cek dan tanya sama Bulog, stok mereka cukup banyak, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir, dan cemas untuk ketersediaan beras” ujarnya usai meninjau Bulog Batam di wilayah Batuampar

jepriMasyarakat diminta tidak perlu panik, dan risau mengenai stok beras di Batam.

“Pemerintah berupaya memenuhi kebutuhan pasokan. Pemerintah memiliki kewajiban dan menjamin keterediaan pangan di Batam,” sebutnya.

Pengendalian inflasi menjadi pioritas bagi pemerintah daerah. Sesuai dengan arahan Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian yang disampaikan di setiap rapat, inflasi harus dikendalikan

“Pak menteri rapat setiap Senin, dan beliau menekankan agar pemerintah daerah serius dalam mengatasi persoalan inflasi,” sebutnya.

Beras saat ini menjadi penyumbang inflasi. Kendati demikian untuk harga di Batam masih lebih rendah dibanding dengan wilayah lain.

Per kilogram beras dijual Rp13-14 ribu, sementara di wilayah lainnya harga beras sudah menembus angka Rp15 ribu lebih.

Artinya, pengendalian harga di Batam cukup baik. Pemerintah daerah bersama distributor sangat konsen untuk pemenuhan stok pangan untuk masyarakat Batam.

“Seluruh wilayah naik. Namun bagaimana fungsi dan peran kami ini bisa mengendalikan, agar kenaikan tetap stabil dan tidak terlalu signifikan,” ujarnya.

Untuk stok beras, cukup hingga tiga bulan ke depan. Dalam waktu dekat, Pemerintah Kota Batam juga akan segera menggelar kegiatan pasar murah, dan pendistribusian sembako murah.

“ Beras termasuk yang kami prioritaskan dalam dua kegiatan pengendalian inflasi tersebut,” ungkapnya.

Masyarakat diminta tidak perlu panik, dan risau mengenai stok beras di Batam.

“Pemerintah berupaya memenuhi kebutuhan pasokan. Pemerintah memiliki kewajiban dan menjamin keterediaan pangan di Batam,” sebutnya.

Pengendalian inflasi menjadi pioritas bagi pemerintah daerah. Sesuai dengan arahan Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian yang disampaikan di setiap rapat, inflasi harus dikendalikan

“Pak menteri rapat setiap Senin, dan beliau menekankan agar pemerintah daerah serius dalam mengatasi persoalan inflasi,” sebutnya.

Beras saat ini menjadi penyumbang inflasi. Kendati demikian untuk harga di Batam masih lebih rendah dibanding dengan wilayah lain.

Per kilogram beras dijual Rp13-14 ribu, sementara di wilayah lainnya harga beras sudah menembus angka Rp15 ribu lebih.

Artinya, pengendalian harga di Batam cukup baik. Pemerintah daerah bersama distributor sangat konsen untuk pemenuhan stok pangan untuk masyarakat Batam.

“Seluruh wilayah naik. Namun bagaimana fungsi dan peran kami ini bisa mengendalikan, agar kenaikan tetap stabil dan tidak terlalu signifikan,” ujarnya.

Untuk stok beras, cukup hingga tiga bulan ke depan. Dalam waktu dekat, Pemerintah Kota Batam juga akan segera menggelar kegiatan pasar murah, dan pendistribusian sembako murah.

“ Beras termasuk yang kami prioritaskan dalam dua kegiatan pengendalian inflasi tersebut,” ungkapnya. (*)

ITEBA Ajak Masyarakat Manfaatkan Teknologi untuk Tanam Hidroponik

0

 

Institut Teknologi Batam (ITEBA) tidak hanya menjadi pusat pendidikan unggulan, tetapi juga menjadi pelopor inovasi untuk kesejahteraan masyarakat. Dalam sebuah terobosan luar biasa, ITEBA telah membantu mewujudkan kehidupan lebih baik bagi warga Pantai Nongsa, Kecamatan Nongsa, dengan memperkenalkan Taman Hidroponik Cerdas yang dapat dipantau melalui handphone dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat.

Menghadapi tantangan minimnya akses sayuran segar di lingkungan tersebut, ITEBA berkolaborasi dengan Kelompok Dasawisma Pantai Nongsa untuk membangun sistem hidroponik yang tidak hanya modern namun juga memberikan kualitas sayuran yang optimal. Taman ini, yang menjadi gebrakan teknologi di wilayah tersebut, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pangan sehat bagi setiap warga, bahkan yang berada di daerah terpencil.

Proyek ini melibatkan dosen dan mahasiswa ITEBA yang tidak hanya memberikan solusi teknologi terkini tetapi juga memberdayakan masyarakat setempat. Dengan teknologi cerdas yang dapat dipantau melalui handphone, para petani hidroponik dapat mengelola pertumbuhan tanaman secara efisien dan transparan, memberikan dampak positif pada ketersediaan sayuran yang berkualitas tinggi.

itebaAntusiasme warga Pantai Nongsa terhadap proyek ini terlihat dari respons positif yang mereka berikan. Ibu-ibu Kelompok Dasawisma merasa terbantu dan bersyukur atas adanya Taman Hidroponik Cerdas ini, yang tidak hanya memudahkan akses mereka terhadap sayuran segar tetapi juga meningkatkan kualitas hidup melalui gaya hidup sehat.

“Dulu kami kesulitan mendapatkan sayuran tanpa harus berjalan jauh ke pasar. Kini, dengan teknologi ini, kami bisa menanam sayuran berkualitas di halaman rumah. Terima kasih ITEBA atas upaya luar biasa ini,” ungkap salah satu ibu dari Kelompok Dasawisma.

Dengan keberhasilan proyek ini, ITEBA berharap dapat memberikan inspirasi positif dan solusi berkelanjutan untuk tantangan kesejahteraan masyarakat di berbagai wilayah. Melalui kolaborasi yang sinergis, teknologi dan inovasi dapat menjadi pendorong utama menuju masa depan yang lebih baik dan berdaya saing.

Pengabdian Kepada Masyarakat ini di terlaksana berkat bantuan hibah oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi dengan surat keputusan No. 074/E5/PG.02.00.PM/2023 dan perjanjian kontrak Nomor 012/LL10/AM-PKM/2023. (*/rilis)

Enea Bastianini Ingin Coba Lagi Kuliner Indonesia

0
Enea Bastianini akan kembali membalap pada seri MotoGP berikutnya di Mandalika. (MotoGP.com)

batampos – Mencicipi makanan khas suatu daerah kerap menjadi kegiatan wajib bagi para rider MotoGP ketika datang ke Indonesia. Tak terkecuali Enea Bastianini. Pembalap Ducati Lenovo itu ternyata sudah pernah merasakan nikmatnya nasi goreng.

Dia pernah menyantap makanan tersebut ketika menjalani MotoGP Indonesia 2022 di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Namun, saat itu Bastianini tidak terlalu menyukainya. Sebab, nasi gorengnya terlalu pedas, sedangkan balapan sudah di depan mata.

”Makanan Indonesia sangat enak. Saya sebenarnya suka pedas, tapi saat itu terlalu pedas dan saya mau balapan,” kata Bastianini dalam jumpa pers di Jakarta kemarin (10/10).

Lantas, apakah Bastianini kapok makan makanan Indonesia? Tidak sama sekali. Dia masih berniat mencicipi hidangan khas Nusantara lainnya. ”Jika saya meraih hasil bagus di balapan akhir pekan nanti, kita lihat makanan apa yang akan saya cicipi,” tuturnya.

Selain makanannya, Bastianini senang berada di Indonesia karena banyak antusiasme fans-nya. ”Saya sangat senang kami memiliki banyak penggemar di sini dan situasi di trek luar biasa,” ungkapnya. (*)

 

 

Reporter: JPGroup