Minggu, 21 Juni 2026
Beranda blog Halaman 46

PJU di Sei Beduk Kerap Padam Akibat Pencurian

0
Kondisi Jalan S Parman yang gelap akibat padamnya lampu penerangan jalan umum (PJU). F. Zavila untuk Batam Pos

batampos– Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di sejumlah ruas jalan di Kecamatan Sei Beduk kerap mengalami pemadaman. Kondisi tersebut dikeluhkan warga karena membuat jalanan gelap dan berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Beberapa titik yang sering mengalami gangguan penerangan berada di kawasan Pancur, Simpang Bagan, hingga Bukit Kemuning. Meski telah beberapa kali diperbaiki, lampu jalan di lokasi tersebut kembali padam.

Camat Sei Beduk, Rifandi Malik, mengatakan pemadaman PJU di sejumlah titik umumnya disebabkan pencurian komponen instalasi serta gangguan teknis seperti korsleting.

“Beberapa titik PJU yang padam disebabkan pencurian dan korsleting. Bahkan setelah diperbaiki, ada yang kembali mengalami gangguan,” ujarnya, Jumat (12/6)

Menurutnya, pihak kecamatan terus berkoordinasi dengan dinas terkait setiap kali menerima laporan dari masyarakat mengenai lampu jalan yang tidak berfungsi. Langkah tersebut dilakukan agar perbaikan dapat segera dilaksanakan dan penerangan jalan kembali normal.

“Kami selalu berkoordinasi dengan dinas terkait apabila ada laporan PJU padam agar segera ditindaklanjuti,” katanya.

Rifandi juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga fasilitas umum yang telah disediakan pemerintah. Ia meminta warga segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan kerusakan maupun dugaan pencurian komponen PJU.

“Kami berharap masyarakat bersama-sama menjaga fasilitas umum ini demi kenyamanan dan keamanan bersama. Jika ada kerusakan atau indikasi pencurian, segera laporkan,” ujarnya.

Sebelumnya, warga Tanjung Piayu, Zavila, mengeluhkan padamnya lampu jalan yang membuat pengendara merasa waswas saat melintas pada malam hari. Ia menyebut lampu penerangan dari Simpang ATB hingga depan kantor lurah dalam kondisi mati total.

“Semua lampu jalan dari Simpang ATB sampai depan kantor lurah mati total. Padahal ini jalan utama,” katanya.

Menurut Zavila, kondisi jalan yang gelap tidak hanya meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas, tetapi juga membuka peluang terjadinya tindak kriminalitas.

“Kondisi seperti ini sangat mengganggu keamanan dan kenyamanan berkendara masyarakat,” ujarnya.

Warga berharap perbaikan dapat dilakukan secara menyeluruh disertai pengawasan yang lebih ketat, sehingga lampu penerangan jalan dapat berfungsi optimal dan tidak kembali menjadi sasaran pencurian.(*)

Artikel PJU di Sei Beduk Kerap Padam Akibat Pencurian pertama kali tampil pada Metropolis.

Kurir Narkoba Berusia 67 Tahun Ditangkap di Perairan Karimun, Bawa 1 Kg Sabu dari Malaysia

0
Komandan Kodaeral IV Laksamana Muda TNI Berkat Widjanarko menunjukkan barang bukti sabu dan pil ekstasi yang berhasil digagalkan saat hendak diselundupkan dari Malaysia ke Karimun. F. Sandi Pramosinto/Batam Pos.

batampos – TNI Angkatan Laut menggagalkan upaya penyelundupan narkotika dari Malaysia ke Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau. Seorang pria berinisial AK, 67, ditangkap setelah kedapatan membawa lebih dari satu kilogram sabu dan ratusan butir ekstasi melalui jalur laut.

Penangkapan dilakukan Tim Quick Response Region Naval Command IV Lanal Tanjungbalai Karimun bersama personel Satgas Kodaeral IV di perairan sebelah timur Pulau Takong Iyu, Kabupaten Karimun, Rabu (10/6) sekitar pukul 11.50 WIB.

Komandan Kodaeral IV, Laksamana Muda TNI Berkat Widjanarko, menjelaskan pengungkapan kasus tersebut berawal dari informasi masyarakat mengenai adanya rencana penyelundupan narkotika dari Johor Bahru, Malaysia menuju Karimun.

Menindaklanjuti informasi itu, Komandan Lanal Tanjungbalai Karimun memerintahkan tim melakukan pengintaian dan penyekatan di sekitar Perairan Pulau Takong Iyu Kecil.

“Sekitar pukul 11.30 WIB tim melihat sebuah speedboat fiber bermesin 40 PK melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Tanjung Piai, Johor Bahru, Malaysia,” ujar Berkat saat konferensi pers, Jumat (12/6).

Tim kemudian melakukan pengejaran dan berhasil menghentikan speedboat tersebut. Pengemudinya diketahui berinisial AK, warga Kecamatan Tebing, Karimun. Saat diperiksa, petugas menemukan identitas berupa KTP Indonesia dan lesen atau surat izin mengemudi Malaysia.

Kecurigaan petugas muncul setelah AK memberikan keterangan yang berubah-ubah dan menunjukkan gerak-gerik mencurigakan. Setelah dilakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap speedboat, petugas menemukan paket sabu dan pil ekstasi yang disembunyikan di dalam termos berwarna biru.

“Tersangka kemudian dibawa ke Mako Lanal Tanjungbalai Karimun untuk pemeriksaan lebih lanjut,” katanya.

Petugas dari Bea Cukai dan Satresnarkoba Polres Karimun yang melakukan uji sampel memastikan barang bukti tersebut positif mengandung narkotika.

Dari hasil pemeriksaan, petugas menyita sabu seberat 1.084 gram dan 582 butir pil ekstasi jenis Hellcat bergambar kelabang merah.

Sementara itu, Danlanal Tanjungbalai Karimun Letkol Laut (P) Samuel C. Noya mengungkapkan tersangka bukan kali pertama melakukan aksi serupa.

Berdasarkan pengakuan AK, ia sebelumnya berhasil menyelundupkan satu kilogram sabu dari Malaysia ke Karimun pada April 2026 dan menerima upah sebesar Rp40 juta.

“Ini merupakan penyelundupan kedua yang dilakukan tersangka. Kali ini selain sabu, juga membawa ratusan pil ekstasi dan berhasil kami gagalkan,” ujar Samuel.

Dari hasil penyelidikan sementara, AK mengaku direkrut seorang pria warga Malaysia berinisial H untuk membawa narkotika ke Karimun. Setelah barang tiba, H biasanya menyusul menggunakan kapal feri dari Johor Bahru menuju Tanjungbalai Karimun untuk melakukan transaksi.

Pihak Lanal telah berkoordinasi dengan Imigrasi dan Bea Cukai guna mengembangkan jaringan yang diduga terlibat dalam penyelundupan tersebut.

Samuel menyebut jika seluruh barang haram itu berhasil diedarkan, nilai ekonominya diperkirakan mencapai lebih dari Rp1,9 miliar. Rinciannya, sabu diperkirakan bernilai Rp1,626 miliar, sementara ekstasi mencapai sekitar Rp291 juta.

“Kami akan terus memperkuat pengawasan wilayah perairan perbatasan untuk mencegah masuknya narkotika ke Indonesia,” tegasnya.

Bupati Karimun, Iskandarsyah, mengapresiasi keberhasilan TNI AL dalam menggagalkan penyelundupan tersebut. Ia menilai pengungkapan kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat, khususnya nelayan, agar tidak terlibat dalam jaringan peredaran narkoba.

“Kami akan meningkatkan edukasi kepada masyarakat pesisir dan nelayan agar tidak tergiur menjadi kurir narkotika,” ujarnya. (*)

Artikel Kurir Narkoba Berusia 67 Tahun Ditangkap di Perairan Karimun, Bawa 1 Kg Sabu dari Malaysia pertama kali tampil pada Kepri.

‎Trans Batam Segera Layani Rute Bandara Hang Nadim, Tarif Tetap Rp5 Ribu

0
Bus trans Batam sedang melintas di jalan raya. F Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Akses transportasi umum menuju Bandara Internasional Hang Nadim Batam segera menjadi lebih mudah, terjangkau, dan memiliki jadwal yang pasti.

‎Pemerintah Kota Batam melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Perhubungan (Dishub) menargetkan layanan bus Trans Batam yang terhubung langsung ke kawasan bandara mulai beroperasi pada awal Juli 2026.

‎Kehadiran rute baru ini diharapkan menjadi solusi atas kebutuhan masyarakat yang selama ini menginginkan angkutan umum dengan tarif ekonomis menuju bandara tanpa harus bergantung pada kendaraan pribadi maupun transportasi daring yang biayanya relatif lebih tinggi.

‎Kepala UPT Trans Batam, Sucipto, mengatakan saat ini pihaknya tengah menyelesaikan sejumlah persiapan teknis dan sarana pendukung sebelum layanan resmi dioperasikan.

‎Awalnya, layanan tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan Juni 2026. Namun, jadwal peluncuran terpaksa diundur hingga awal Juli karena masih terdapat beberapa pekerjaan yang harus diselesaikan.

‎”Target awal sebenarnya pertengahan Juni, tetapi kami undur ke awal Juli karena masih ada beberapa persiapan yang harus dituntaskan, terutama terkait prasarana dan penyelesaian marka,” ujar Sucipto, Jumat (12/6).

‎Menurut dia, koordinasi dengan berbagai pihak terkait juga terus dilakukan, termasuk dengan pengelola Bandara Hang Nadim. Selain itu, pemerintah akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat sebelum layanan resmi beroperasi.

‎”Kami sudah melakukan pertemuan dengan pihak bandara dan mereka mendukung penuh rencana ini. Saat ini tinggal menyelesaikan beberapa persiapan teknis di lapangan,” katanya.

‎Bus Masuk Langsung ke Area Kedatangan

‎Sucipto menjelaskan, nantinya armada Trans Batam akan masuk langsung ke kawasan Bandara Hang Nadim hingga area kedatangan penumpang.
‎Namun demikian, bus tidak akan menunggu atau mangkal di dalam kawasan bandara sebagaimana angkutan reguler lainnya.

‎”Bus akan masuk sampai ke pintu kedatangan penumpang. Tetapi tidak ngetem, hanya berhenti untuk menaikkan dan menurunkan penumpang, kemudian kembali melanjutkan perjalanan sesuai jadwal,” jelasnya.

‎Untuk mendukung operasional tersebut, Trans Batam akan memanfaatkan halte yang selama ini digunakan bersama oleh layanan bus Damri di kawasan bandara.
‎Saat ini, proses penunjukan penyedia jasa untuk pengerjaan marka dan beberapa fasilitas pendukung lainnya masih berlangsung.

‎”Setelah pekerjaan marka dan fasilitas pendukung selesai, armada sudah bisa masuk ke kawasan bandara,” ujarnya.

‎Siapkan Lima Armada

‎Sebanyak lima unit bus telah disiapkan khusus untuk melayani rute Batam Center-Bandara Hang Nadim.
‎Rute tersebut akan berangkat dari halte utama Batam Center yang berada di kawasan Mega Mall menuju Bandara Hang Nadim.

‎Layanan direncanakan mulai beroperasi sejak pukul 06.00 WIB setiap hari guna menyesuaikan dengan aktivitas penerbangan pagi yang cukup padat.

‎Pada jam-jam sibuk, armada akan beroperasi dengan interval keberangkatan setiap 20 menit. Sementara pada jam normal atau di luar jam sibuk, keberangkatan dijadwalkan setiap 30 menit.

‎Dengan pola tersebut, masyarakat diharapkan dapat lebih mudah menyesuaikan jadwal keberangkatan menuju bandara tanpa harus menunggu terlalu lama.

‎Tarif Tetap, Tidak Ada Biaya Tambahan

‎Meski melayani rute menuju kawasan bandara, Pemerintah Kota Batam memastikan tidak ada penyesuaian tarif bagi pengguna layanan Trans Batam.
‎Penumpang umum tetap dikenakan tarif sebesar Rp5.000 per perjalanan, sedangkan pelajar cukup membayar Rp2.500.

‎”Tarifnya tetap sama. Tidak ada tarif khusus meskipun bus masuk ke kawasan bandara. Untuk penumpang umum Rp5 ribu dan pelajar Rp2.500,” tegas Sucipto.

‎Menurutnya, kebijakan tersebut diambil agar layanan transportasi publik menuju bandara dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat dengan biaya yang terjangkau.

‎Perkuat Konektivitas Transportasi Publik

‎Kehadiran rute baru menuju Bandara Hang Nadim menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Batam dalam memperluas jaringan transportasi publik yang terintegrasi.

‎Sebelumnya, Dinas Perhubungan Kota Batam telah meluncurkan 19 armada baru Bus Trans Batam pada akhir Mei 2026 lalu. Penambahan armada tersebut merupakan bagian dari program penguatan sistem transportasi massal yang modern, nyaman, terintegrasi, serta berbasis digital.

‎Dengan beroperasinya rute menuju Bandara Hang Nadim, masyarakat akan memiliki alternatif transportasi yang lebih murah, aman, dan memiliki kepastian jadwal dibandingkan menggunakan kendaraan pribadi.

‎Selain meningkatkan kemudahan akses menuju bandara, layanan ini juga diharapkan mampu mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi sekaligus mendukung pengembangan sistem transportasi massal yang berkelanjutan di Kota Batam.

‎”Kami berharap layanan ini dapat dimanfaatkan masyarakat dengan baik dan menjadi pilihan utama transportasi menuju Bandara Hang Nadim,” kata Sucipto.(*)

Artikel ‎Trans Batam Segera Layani Rute Bandara Hang Nadim, Tarif Tetap Rp5 Ribu pertama kali tampil pada Metropolis.

Sering Dilakukan, 6 Kesalahan Saat Mati Lampu Ini Bisa Berakibat Fatal

0
Ilustrasi. F. Freepik.

batampos – Pemadaman listrik sering dianggap hanya sebagai gangguan sementara yang menghambat aktivitas sehari-hari.

Padahal, di balik kondisi gelap saat listrik padam, terdapat sejumlah risiko serius yang dapat mengancam keselamatan, mulai dari kebakaran, sengatan listrik hingga keracunan karbon monoksida.

Banyak insiden saat mati lampu justru terjadi akibat kesalahan dalam menggunakan sumber penerangan, listrik cadangan, atau peralatan rumah tangga. Karena itu, masyarakat perlu memahami tindakan yang sebaiknya dihindari saat terjadi pemadaman listrik.

Berikut enam kesalahan fatal saat mati lampu yang perlu diwaspadai, berdasarkan panduan keselamatan dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC):

1. Menyalakan Genset di Dalam Rumah atau Garasi

Mengoperasikan generator listrik atau genset di dalam rumah, garasi, maupun area tertutup merupakan salah satu kesalahan paling berbahaya.

Genset menghasilkan karbon monoksida (CO), gas beracun yang tidak berwarna dan tidak berbau. Paparan karbon monoksida dalam jumlah tinggi dapat menyebabkan pusing, kehilangan kesadaran, hingga kematian.

Karena itu, genset harus ditempatkan di area terbuka dan jauh dari pintu, jendela, serta ventilasi rumah.

2. Menggunakan Kompor atau Oven untuk Menghangatkan Ruangan

Saat cuaca dingin atau hujan berkepanjangan, sebagian orang menggunakan kompor gas atau oven sebagai sumber panas darurat.

Cara ini sangat berisiko karena dapat memicu kebakaran sekaligus meningkatkan kadar karbon monoksida di dalam ruangan. Peralatan memasak sebaiknya hanya digunakan sesuai fungsinya.

3. Mengandalkan Lilin Sebagai Sumber Cahaya Utama

Meski masih banyak digunakan saat listrik padam, lilin memiliki risiko kebakaran yang cukup tinggi, terutama jika diletakkan dekat benda mudah terbakar atau ditinggalkan tanpa pengawasan.

Sebagai alternatif yang lebih aman, gunakan senter, lampu darurat, atau lampu bertenaga baterai.

4. Menyentuh Kabel Listrik yang Putus atau Jatuh

Jika pemadaman terjadi akibat cuaca ekstrem, pohon tumbang, atau gangguan jaringan listrik, masyarakat diminta tidak mendekati apalagi menyentuh kabel listrik yang terjatuh.

Meski tampak tidak aktif, kabel tersebut bisa saja masih beraliran listrik dan berpotensi menyebabkan sengatan yang fatal.

5. Menyalakan Semua Perangkat Saat Listrik Kembali

Ketika listrik kembali menyala, sering terjadi lonjakan tegangan yang dapat merusak peralatan elektronik.

Untuk mengurangi risiko kerusakan, perangkat elektronik sensitif seperti televisi, komputer, modem, dan kulkas sebaiknya dicabut sementara selama pemadaman berlangsung.

6. Mengabaikan Perlindungan Perangkat Elektronik

Kerusakan perangkat elektronik sering kali bukan terjadi saat listrik padam, melainkan ketika aliran listrik kembali normal namun tegangan belum stabil.

Karena itu, penggunaan Uninterruptible Power Supply (UPS) atau surge protector sangat disarankan untuk melindungi perangkat dari lonjakan listrik yang dapat merusak komponen elektronik.

Mati lampu bukan sekadar kehilangan penerangan sementara. Dengan memahami dan menghindari kesalahan-kesalahan tersebut, masyarakat dapat mengurangi risiko kecelakaan dan menjaga keselamatan diri maupun keluarga selama pemadaman listrik berlangsung. (*)

Artikel Sering Dilakukan, 6 Kesalahan Saat Mati Lampu Ini Bisa Berakibat Fatal pertama kali tampil pada Lifestyle.

Pengusaha Waspadai Gelombang Inflasi dan Kenaikan Harga Pangan Imbas dari Kenaikan Harga BBM

0
Ketua Apindo Kota Batam, Rafky Rasyid.

batampos – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi di Batam mulai memunculkan kekhawatiran baru di kalangan pelaku usaha. Bukan semata soal bertambahnya biaya operasional perusahaan, melainkan efek berantai yang berpotensi menjalar hingga ke dapur rumah tangga masyarakat.

Di kota yang sebagian besar kebutuhan pangannya masih didatangkan dari luar daerah itu, kenaikan ongkos transportasi dan distribusi dinilai berisiko mendorong inflasi. Harga barang kebutuhan pokok dikhawatirkan ikut merangkak naik, menambah tekanan terhadap daya beli masyarakat.

Kekhawatiran tersebut mencuat setelah Pertamina Patra Niaga menyesuaikan harga jual BBM non subsidi jenis Pertamax RON 92 di wilayah Free Trade Zone (FTZ) Batam. Mulai 10 Juni 2026, harga Pertamax naik dari Rp11.750 per liter menjadi Rp15.500 per liter.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam, Rafki Rasyid, menilai penyesuaian harga tersebut merupakan konsekuensi dari dinamika harga energi global. Namun, dampaknya terhadap perekonomian lokal tidak bisa diabaikan.

“Yang kita khawatirkan ini kenaikan harga BBM non subsidi akan memicu inflasi. Harga kebutuhan pokok bisa ikut naik karena sebagian besar barang kebutuhan masyarakat Batam didatangkan dari berbagai daerah dan membutuhkan biaya transportasi,” kata Rafki, Jumat, (12/6).

Menurut dia, dunia usaha sebenarnya telah lebih dulu menghadapi kenaikan biaya logistik setelah adanya penyesuaian harga solar non subsidi beberapa waktu lalu. Dampaknya terasa pada ongkos distribusi barang, termasuk pengiriman kontainer yang menjadi tulang punggung aktivitas perdagangan dan industri di Batam.

Kini, kenaikan harga Pertamax diperkirakan kembali menambah beban operasional perusahaan, terutama bagi pelaku usaha yang masih mengandalkan kendaraan berbahan bakar non subsidi untuk kegiatan sehari-hari.

Rafki menilai dampak langsung mungkin tidak terlalu besar terhadap proses produksi di sektor industri. Namun sektor transportasi dan logistik dipastikan akan merasakan tekanan biaya yang lebih tinggi.

“Kalau untuk produksi mungkin tidak terlalu berpengaruh, tetapi untuk biaya transportasi dan logistik tentu ada tambahan beban,” ujarnya.

Dalam rantai ekonomi, kenaikan biaya distribusi hampir selalu berujung pada penyesuaian harga barang dan jasa. Ketika biaya angkut meningkat, pelaku usaha cenderung membebankan sebagian biaya tersebut kepada konsumen. Di titik inilah ancaman inflasi mulai muncul.

Bagi Rafki, dampak yang paling mengkhawatirkan bukan hanya kenaikan harga barang, melainkan berkurangnya kemampuan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Ketika inflasi naik, beban pekerja juga meningkat. Kita khawatir upah yang diterima menjadi tidak cukup apabila harga-harga kebutuhan pokok ikut naik,” katanya.

Selain soal inflasi, Apindo Batam juga mengingatkan potensi perubahan pola konsumsi BBM di masyarakat. Selisih harga yang semakin lebar antara Pertamax dan Pertalite diperkirakan akan mendorong sebagian pengguna beralih ke BBM subsidi.

Perpindahan konsumsi itu berpotensi meningkatkan permintaan Pertalite dalam waktu dekat. Karena itu, Rafki meminta pemerintah dan pihak terkait memastikan pasokan BBM subsidi tetap tersedia agar tidak terjadi kelangkaan.

“Kita berharap pasokan Pertalite dijaga supaya tidak terjadi kelangkaan. Karena kemungkinan akan ada perpindahan pengguna dari Pertamax ke Pertalite akibat perbedaan harga yang cukup tinggi,” ujarnya.

Menurut dia, perhatian pemerintah tidak cukup hanya pada sektor energi. Kelancaran distribusi bahan kebutuhan pokok menuju Batam juga harus dijaga agar tekanan harga tidak semakin besar.

Batam memiliki karakteristik ekonomi yang berbeda dibanding banyak daerah lain di Indonesia. Sebagai wilayah kepulauan yang bergantung pada pasokan dari luar daerah, gangguan distribusi sekecil apa pun dapat langsung memengaruhi harga di tingkat konsumen.

“Jangan sampai pasokan kebutuhan pokok terganggu. Kalau biaya transportasi naik dan barang menjadi langka, maka kenaikan harganya bisa lebih tinggi lagi. Itu yang harus diantisipasi,” kata Rafki.

Meski mengingatkan berbagai risiko tersebut, Rafki menilai kenaikan harga BBM non subsidi belum menjadi ancaman serius bagi iklim investasi di Batam. Menurut dia, kenaikan harga energi merupakan fenomena global yang juga dialami berbagai negara dan telah menjadi bagian dari perhitungan pelaku usaha maupun investor.

“Kita percaya iklim investasi di Batam saat ini masih cukup terjaga dengan baik,” ujarnya.(*)

Artikel Pengusaha Waspadai Gelombang Inflasi dan Kenaikan Harga Pangan Imbas dari Kenaikan Harga BBM pertama kali tampil pada Metropolis.

Progres 70 Persen, Pengaspalan Jalan Simpang Lagoi Bintan Ditarget Rampung Sebelum Tour de Bintan 2026

0
Pengaspalan Jalan Simpang Lagoi hingga Simpang Sungai Kecil, Kecamatan Teluk Sebong terus dikebut menjelang pelaksanaan Tour de Bintan 2026. F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos – Pekerjaan peningkatan Jalan Simpang Lagoi hingga Simpang Sungai Kecil, Kecamatan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan, terus dipercepat menjelang pelaksanaan ajang sport tourism internasional Tour de Bintan 2026.

Hingga Kamis (11/6), progres proyek yang mencakup pelebaran jalan dan pelapisan ulang hotmix tersebut telah mencapai sekitar 70 persen.

Jalur ini menjadi salah satu akses penting yang akan digunakan dalam pelaksanaan event balap sepeda internasional yang dijadwalkan berlangsung pada 21–23 Agustus 2026.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Canggih Dwi Wibowo, mengatakan pekerjaan pengaspalan saat ini masih berlangsung di ruas sepanjang kurang lebih 900 meter.

“Pekerjaan pelebaran jalan dan pelapisan ulang hotmix sekitar 900 meter saat ini masih dalam tahap pengaspalan,” ujar Canggih.

Ia menjelaskan, proyek dengan nilai kontrak sekitar Rp6 miliar tersebut ditargetkan selesai sebelum pelaksanaan Tour de Bintan. Jalan itu dipastikan sudah dapat dilalui kendaraan paling lambat pada 14 Agustus 2026.

Setelah proses pengaspalan selesai, pekerjaan akan dilanjutkan dengan penataan dan perapian drainase di sepanjang sisi jalan.

Sementara itu, Kepala BP Kawasan Bintan, Farid Irfan Siddik, menegaskan pihaknya terus mendorong percepatan pekerjaan agar jalur tersebut bisa digunakan jauh sebelum event internasional dimulai.

“Setidaknya satu minggu sebelum Tour de Bintan dimulai, jalur ini sudah open traffic dan dapat dimanfaatkan secara maksimal,” kata Farid.

Menurutnya, faktor cuaca masih menjadi tantangan utama dalam pelaksanaan pekerjaan di lapangan. Meski demikian, pihaknya tetap optimistis target penyelesaian proyek dapat tercapai sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

“Kami optimistis pekerjaan dapat berjalan sesuai rencana dan selesai tepat waktu,” ujarnya. (*)

Artikel Progres 70 Persen, Pengaspalan Jalan Simpang Lagoi Bintan Ditarget Rampung Sebelum Tour de Bintan 2026 pertama kali tampil pada Kepri.

Peserta JKN Terus Bertambah, BPJS Kesehatan Evaluasi Kebutuhan Faskes

0
Ilustrasi kartu JKN.

batampos – Tingginya cakupan peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Batam mendorong BPJS Kesehatan terus memperkuat pemetaan kebutuhan
layanan kesehatan. Di tengah pertumbuhan penduduk yang pesat, ketersediaan fasilitas kesehatan dan tenaga medis menjadi faktor penting untuk menjaga kualitas layanan bagi peserta.

Kepala Bagian SDM Umum dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Cabang Batam, Ilham, mengatakan pihaknya bersama Dinas Kesehatan Kota Batam secara berkala melakukan pemetaan kebutuhan fasilitas kesehatan berdasarkan jumlah penduduk di setiap kecamatan.

“Hasil pemetaan tersebut digunakan sebagai dasar dalam menentukan wilayah yang membutuhkan penambahan fasilitas kesehatan mitra,” kata Ilham, Jumat, (12/6).

Menurut Ilham, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga pemerataan akses layanan kesehatan di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan JKN.

Untuk mendukung perencanaan tersebut, BPJS Kesehatan mengembangkan sistem digital Atlas-SIG, sebuah peta sebaran fasilitas kesehatan berbasis web yang menampilkan lokasi serta cakupan layanan setiap fasilitas kesehatan.

Sistem ini tidak hanya dapat diakses masyarakat, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam penyusunan strategi perluasan jaringan pelayanan kesehatan.

“Atlas-SIG membantu kami melihat sebaran fasilitas kesehatan dan kebutuhan layanan di suatu wilayah secara lebih terukur,”katadia

Meski capaian kepesertaan JKN di Batam terus meningkat, tantangan di lapangan masih cukup besar. Salah satu yang paling menonjol adalah tingginya jumlah kunjungan pasien setiap hari ke fasilitas kesehatan tingkat pertama maupun rumah sakit rujukan.

Lonjakan kunjungan tersebut, kata Ilham, menuntut pengelolaan antrean yang lebih baik, penguatan sumber daya manusia, serta peningkatan efektivitas waktu pelayanan agar kualitas layanan tetap terjaga.

Selain itu, ketersediaan tenaga kesehatan juga menjadi perhatian. Pertumbuhan kebutuhan layanan harus diimbangi dengan jumlah tenaga medis yang memadai, mulai dari dokter umum, dokter spesialis, bidan, hingga tenaga kesehatan lainnya.

Menurut Ilham, beberapa layanan spesialistik masih menghadapi tantangan dalam pemenuhan sumber daya manusia sesuai kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.

“Tantangan pada layanan spesialistik tertentu masih terkait pemenuhan tenaga kesehatan sesuai kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

BPJS Kesehatan juga menyoroti tantangan lain yang muncul seiring transformasi sistem pelayanan kesehatan, seperti adaptasi terhadap digitalisasi layanan, menjaga mutu pelayanan di tengah tingginya beban kerja fasilitas kesehatan, hingga efektivitas sistem rujukan berjenjang.

Di sisi lain, pemahaman masyarakat terhadap prosedur pelayanan JKN juga dinilai masih perlu ditingkatkan. Edukasi mengenai penggunaan aplikasi Mobile JKN, mekanisme rujukan, jadwal kontrol, serta hak dan kewajiban peserta menjadi agenda yang terus dilakukan.

Menurut Ilham, peningkatan literasi peserta penting untuk mengurangi hambatan administratif dan memperlancar proses pelayanan di fasilitas kesehatan.

Meski demikian, BPJS Kesehatan menilai kebutuhan layanan kesehatan peserta JKN di Batam secara umum masih dapat ditangani oleh fasilitas kesehatan yang ada saat ini. Namun evaluasi terus dilakukan, terutama di kawasan dengan pertumbuhan penduduk yang tinggi.

Evaluasi tersebut bertujuan memastikan langkah penambahan kerja sama dengan fasilitas kesehatan baru maupun penguatan kapasitas layanan dapat segera dilakukan ketika diperlukan.

“Kami terus melakukan evaluasi, khususnya pada wilayah dengan pertumbuhan penduduk yang tinggi, untuk memastikan apabila diperlukan penambahan kerja sama fasilitas kesehatan maupun penguatan kapasitas layanan, langkah tersebut dapat segera dilakukan demi menjaga kemudahan akses dan mutu pelayanan bagi peserta JKN,” kata Ilham.

Di tengah laju pertumbuhan Kota Batam sebagai salah satu pusat industri dan investasi, kemampuan sistem kesehatan dalam mengikuti pertambahan jumlah penduduk menjadi tantangan yang tak bisa diabaikan.(*)

Artikel Peserta JKN Terus Bertambah, BPJS Kesehatan Evaluasi Kebutuhan Faskes pertama kali tampil pada Metropolis.

Daihatsu Sigra dan Rocky Raih Penghargaan OTOMOTIF Award 2026

0
Daihatsu Sigra. F. Istimewa untuk Batam Pos.

batampos – Daihatsu kembali menegaskan eksistensinya di industri otomotif nasional dengan meraih dua penghargaan di ajang OTOMOTIF Award 2026 pada 4 Juni 2026 bertempat di kawasan Senayan, Jakarta Pusat.

Pada ajang penghargaan kendaraan yang menjadi tolak ukur industri otomotif nasional dalam menentukan kendaraan terbaik yang ada di pasar Indonesia, Daihatsu raih penghargaan pada 2 model, yaitu Sigra sebagai The Best LCGC 7-seater, dan Rocky sebagai The Best Mini SUV.

Penghargaan kedua model ini memperlihatkan bagaimana preferensi pelanggan kini selain mengarah pada kendaraan yang menawarkan nilai terbaik, juga mampu menjawab kebutuhan mobilitas yang semakin beragam.

Sigra terus menjadi pilihan keluarga Indonesia berkat kombinasi efisiensi, kapasitas yang fungsional, serta kemudahan kepemilikan. Sedangkan Rocky hadir sebagai representasi SUV kompak modern yang menawarkan desain dinamis, teknologi terkini, dan pengalaman berkendara yang semakin relevan dengan gaya hidup masyarakat saat ini.

Daihatsu Sigra terus menjadi pilihan keluarga Indonesia berkat kombinasi efisiensi, kapasitas yang fungsional, serta kemudahan kepemilikan.

Sigra tersedia dalam pilihan mesin 1.0L dan 1.2L dengan opsi transmisi manual dan otomatis, serta menjadi satu-satunya model di kelasnya yang menawarkan pilihan mesin 1.0L. Sigra dipasarkan dengan harga mulai dari Rp143.400.000 hingga Rp190.900.000.

Daihatsu Rocky hadir sebagai representasi SUV kompak modern yang menawarkan desain dinamis, teknologi terkini, serta pengalaman berkendara yang relevan dengan gaya hidup masyarakat saat ini. Rocky tersedia dalam pilihan mesin 1.0L Turbo dan 1.2L dengan opsi transmisi manual dan otomatis.

Sejalan dengan perkembangan kebutuhan pelanggan menuju mobilitas yang lebih efisien dan ramah lingkungan, Daihatsu Rocky juga memiliki varian bermesin Hybrid.

Dengan teknologi e-SMART Hybrid, Rocky Hybrid menawarkan efisiensi bahan bakar yang optimal (28 km/L berdasarkan pengujian WLTC, Worldwide Harmonized Light Vehicles Test Cycle) serta emisi yang lebih rendah (83 gram CO2/km), sekaligus tetap mempertahankan karakter berkendara yang responsif dan menyenangkan untuk penggunaan sehari-hari.

Kehadiran opsi teknologi ini menjadi salah satu langkah Daihatsu dalam mendukung transformasi mobilitas yang lebih berkelanjutan di Indonesia. Rocky dapat dimiliki dengan harga Rp231.700.000 sampai dengan Rp299.850.000 untuk varian Rocky Hybrid. (*/adv)

Artikel Daihatsu Sigra dan Rocky Raih Penghargaan OTOMOTIF Award 2026 pertama kali tampil pada News.

Disdik Batam Sebut Semua Lulusan TK Berpeluang Tertampung di SD Negeri

0
Orang tua hendak mendaftarkan anaknya ke salah satu sekolah dasar di Batam
F. Rengga/ Batam Pos

batampos – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam memastikan tidak ada kekhawatiran kekurangan kursi pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat sekolah dasar (SD) tahun ajaran 2026/2027. Bahkan, kapasitas SD negeri yang tersedia saat ini jauh melebihi jumlah calon peserta didik baru yang diperkirakan mendaftar.

Kepala Bidang Pembinaan SD Disdik Kota Batam, Yusal, mengatakan sebanyak 145 SD negeri di Batam telah menyiapkan 407 rombongan belajar (rombel) dengan total daya tampung mencapai 16.044 siswa.

“Kalau untuk SD, insya Allah daya tampung masih sangat mencukupi. Kapasitas yang tersedia sekitar 16 ribu siswa,” ujar Yusal.

Menurut dia, jumlah lulusan taman kanak-kanak (TK) di Kota Batam saat ini belum mencapai 9.000 anak. Jika ditambah lulusan Raudhatul Athfal (RA) yang berada di bawah naungan Kementerian Agama, total calon peserta didik baru diperkirakan masih berada di bawah angka 12 ribu anak.

Dengan kondisi tersebut, masih terdapat ribuan kursi kosong di SD negeri yang tersedia untuk menampung peserta didik baru.

“Data yang kami miliki menunjukkan jumlah calon siswa belum sampai 12 ribu. Jadi kapasitas sekolah negeri masih sangat mencukupi,” katanya.

Meski jumlah penduduk Batam terus bertambah setiap tahun, hingga saat ini belum ada penambahan unit SD negeri baru yang beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027. Namun Disdik Batam telah merencanakan pembangunan sekolah baru pada tahun depan untuk mengantisipasi pertumbuhan kebutuhan layanan pendidikan.

Yusal menjelaskan, penerimaan peserta didik baru SD tetap mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 3 Tahun 2025. Dalam aturan tersebut, anak berusia tujuh tahun ke atas menjadi prioritas utama dalam penerimaan siswa baru.

Sementara anak berusia minimal enam tahun tetap dapat mendaftar. Adapun anak yang berusia lima tahun enam bulan masih berpeluang diterima dengan melampirkan rekomendasi psikolog yang menyatakan kesiapan mengikuti pendidikan dasar.

“Jika jumlah pendaftar melebihi daya tampung sekolah tertentu, maka prioritas diberikan kepada calon peserta didik yang usianya lebih tua,” jelasnya.

Untuk membantu masyarakat memahami aturan dan mekanisme pendaftaran, Disdik Batam juga membuka Posko Pengaduan SPMB di Gedung Gurindam. Posko tersebut melayani konsultasi terkait persyaratan usia, dokumen pendaftaran, hingga kendala yang dihadapi orang tua selama proses penerimaan murid baru berlangsung.

“Kami terus memberikan pendampingan dan sosialisasi agar masyarakat memahami seluruh ketentuan yang berlaku dalam SPMB tahun ini,” tutup Yusal.(*)

Artikel Disdik Batam Sebut Semua Lulusan TK Berpeluang Tertampung di SD Negeri pertama kali tampil pada Metropolis.

Parkir Pelabuhan Karimun Akan Dikelola Ulang, Kontrak PT MPK Diputus

0
Pemkab Karimun memutus kerja sama PT MPK dan memberi waktu 40 hari bagi perusahaan untuk menghentikan operasionalnya. F. Tri Haryono/Batam Pos.

batampos – Pemerintah Kabupaten Karimun resmi mengakhiri kerja sama dengan PT Malik Parking Kepri (MPK) sebagai pengelola parkir di kawasan Pelabuhan Domestik dan Internasional Tanjung Balai Karimun.

Perusahaan tersebut kini hanya memiliki waktu sekitar 40 hari sebelum wajib menghentikan seluruh aktivitas pengelolaan parkir di kawasan pelabuhan.

Kepala Dinas Perhubungan Karimun, Tohap Siahaan, mengatakan keputusan pemutusan Perjanjian Kerja Sama (PKS) diambil setelah PT MPK dinilai tidak menjalankan sejumlah kewajiban yang telah disepakati dalam kontrak.

“Sebelum pengakhiran kerja sama, kami sudah memberikan Surat Peringatan (SP) 1, SP 2, hingga SP 3. Namun kewajiban yang harus dipenuhi tetap tidak dijalankan sebagaimana mestinya,” ujar Tohap, Jumat (12/6).

Dengan berakhirnya kerja sama tersebut, PT MPK diwajibkan mengosongkan area parkir pelabuhan beserta seluruh aset miliknya, termasuk perangkat gate masuk dan keluar kendaraan yang selama ini digunakan dalam operasional parkir.

Selain itu, perusahaan juga masih memiliki kewajiban pembayaran kontribusi retribusi parkir kepada pemerintah daerah. Berdasarkan perjanjian, PT MPK berkewajiban menyetorkan kontribusi sebesar Rp90 juta per tahun atau sekitar Rp7,5 juta per bulan.

Namun hingga kini, perusahaan baru menyetorkan Rp22,5 juta atau setara kontribusi selama tiga bulan, yakni Januari, Februari, dan Maret 2026.

“Masih ada kewajiban untuk bulan April dan Mei yang belum dibayarkan,” kata Tohap.

PT MPK mulai mengelola parkir pelabuhan sejak Januari 2026 dengan menawarkan konsep modernisasi kawasan parkir. Dalam presentasinya kepada pemerintah daerah, perusahaan berencana membangun berbagai fasilitas pendukung, termasuk sistem parkir digital dan penataan kawasan yang lebih representatif.

Namun setelah lima bulan berjalan, rencana tersebut dinilai belum terealisasi.

“Yang disampaikan saat presentasi tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Seharusnya sistem parkir di pelabuhan sudah terintegrasi dan berbasis digital,” ujarnya.

Setelah kontrak berakhir, Pemkab Karimun membuka peluang bagi pihak lain untuk mengelola kawasan parkir pelabuhan, baik dari kalangan swasta maupun badan usaha milik daerah (BUMD).

Menurut Tohap, pemerintah daerah menginginkan pengelolaan parkir yang lebih profesional, tertata, dan mampu meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Ada Perumda Bumi Berazam Jaya maupun PT Pelabuhan Karimun Perseroda yang bisa ikut mengelola. Pihak swasta juga dipersilakan selama memenuhi persyaratan dan mampu memberikan konsep terbaik,” katanya.

Sementara itu, kondisi parkir di kawasan pelabuhan saat ini masih dikeluhkan pengguna jasa. Selain minim rambu lalu lintas, area parkir dinilai belum tertata dengan baik sehingga kerap menimbulkan kemacetan, terutama pada jam sibuk dan musim libur.

“Harapannya parkiran bisa lebih rapi. Sekarang sebagian area memakan badan jalan dan sering menyebabkan antrean kendaraan saat masuk ke pintu gate pelabuhan,” kata Apui, salah seorang warga Karimun. (*)

Artikel Parkir Pelabuhan Karimun Akan Dikelola Ulang, Kontrak PT MPK Diputus pertama kali tampil pada Kepri.