
batampos – Kekosongan stok gas 3 Kg tidak hanya di Seibeduk saja, tetapi hampir di semua kecamatan di Kota Batam. Kondisi ini tentu saja membuat warga dan pedagang makanan resah. Mereka khawatir tidak dapat memenuhi stok makanan yang dijual karena tidak ada gas untuk memasak.
“Semalam coba putar-putar di berbagai SPBU, dari Rosedale, Pelita, Seraya, Bengkong Kodim, ternyata kosong semua. Di beberapa warung di Batam Center juga kosong. Di Bengkong, hingga ke warung pengecer pun kosong, apalagi di pangkalan sudah nggak ada sejak tiga hari terakhir,” ujar Anina warga Batu Ampar, Selasa (26/9).
Menurutnya, pihak Pertamina sejauh ini hanya mendapat laporan bahwa wilayah Seibeduk yang kosong, diklaim karena ada panic buying. Namun kenyataannya hampir di seluruh wilayah di Batam kondisinya juga serupa, yakni stok gas 3 Kg kosong.
Baca Juga: Gas 3 Kg di Batam: Di Pangkalan Kosong, Pengecer Jual Mahal
“Apa iya karena panic buying, toh biasanya kalau sampai ada panic buying itu bertepatan momen tertentu. Misalnya mau Ramadan atau Lebaran atau Natal yang warganya butuh buat masak banyak. Lah sekarang kan enggak,” tuturnya.
Ia berharap pertamina dan Disperindag Batam sebagai pengawas juga harus mengoptimalkan pengawasan gas melon subsidi ini. Sehingganya penyaluran benar-benar tepat sasaran.
“Kita nggak tau juga masalah apa, yang jelas gas ini kebutuhan pokok masyarakat yang mesti dijamin pemerintah,” ujarnya.
Area Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Susanto August Satria mengaku kondisi stok LPG di Integrated Terminal Tanjung Uban sudah aman. Pihaknya saat ini tengah melakukan penyesuaian terkait jadwal kapal atau transportasi pengangkutan LPG ke Batam dari Tanjung Uban.
Upaya ini dilakukan sebagai bentuk improvement agar penyaluran LPG ke Batam dapat terpenuhi sesuai dengan permintaan (demand) masyarakat di Batam.
“Kondisi saat ini berangsur membaik dan upaya extradropping tengah dijalankan,” ujarnya kepada Batam Pos.
Baca Juga: Rudi Pastikan 28 September Bukan Tenggat Waktu Relokasi di Rempang
Satria menyebutkan, Pertamina terus melakukan koordinasi bersama pemerintah setempat agar ketepatsasaran LPG 3 Kg dapat tercapai dan LPG 3 Kg dapat tersalurkan ke masyarakat yang memang berhak memperoleh sesuai ketentuannya.
Ia juga mengimbau pada masyarakat yang mampu untuk menggunakan gas LPG non-subsidi. Ini bertujuan agar subsidi yang diberikan pemerintah untuk masyarakat menengah ke bawah, benar-benar sesuai dan bisa lebih tepat sasaran.
“Kepada masyarakat yang tergolong mampu supaya menggunakan BBM non-subsidi agar tidak mengambil haknya masyarakat tidak mampu. Sementara baru itu yang bisa kami sampaikan, ” pungkasnya. (*)
Reporter: Rengga Yuliandra









