Kamis, 2 April 2026
Beranda blog Halaman 4659

7 Keuntungan Investasi Rempang, BP Batam Lakukan Pendekatan Persuasif ke Warga

0
IMG 20230924 WA0013 scaled e1695571279659
Kepala BP Batam Muhammad Rudi saat memberikan pemaparan ke masyarakat soal investasi Rempang Eco City. F Humas BP Batam untuk Batam Pos

batampos – Proyek Strategis Nasional Rempang Eco-City memberikan 7 keuntungan ke masyarakat Rempang dan sekitarnya. Ketujuh keuntungan ini dapat langsung dirasakan masyarakat, begitu proyek ini berjalan.

Investasi jumbo di wilayah Rempang-Galang ini, ditaksir bakal jadi Mesin Ekonomi Baru tidak hanya bagi Batam, tapi bagi Indonesia. Tentunya, multi efek investasi ini akan dirasakan seluruh masyarakat.

Dari data BP Batam, keuntungan pertama didapat masyarakat adalah UMKM akan terangkat. Dengan nilai investasi yang ditaksir mencapai Rp 381 Triliun, Rempang Eco-City diyakini dapat memberikan eskalasi bagi peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan warga Rempang-Galang.

Bahkan saat masa pembangunan sekalipun, diperkirakan ekonomi masyarakat dapat ikut terangkat dengan kegiatan ekonomi mikro kecil dan menengah.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi melalui Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol Ariastuty Sirait menjelaskan, bahwa jika investasi ini berjalan, akan ada banyak dampak positif yang diterima masyarakat, Kawasan Barelang hingga Indonesia pada skala yang lebih besar.

Baca Juga: Silaturahmi dengan Masyarakat Rempang, Rudi: Tempat Relokasi Lebih Bagus dari Batam

Pertumbuhan realisasi investasi akan diimbangi dengan keterlibatan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Kemitraan strategis antara perusahaan besar dengan UMKM akan terus dikembangkan. Sehingga, Investasi yang masuk ke daerah akan memberikan dampak positif bagi perkembangan pembangunan dan ekonomi rakyat.

“UMKM akan sangat hidup. Semua proses ini akan melibatkan UMKM. Contoh simple adalah usaha bahan pokok dan makanan, yang akan menyediakan adalah tentu masyarakat di sana yang bisa ambil peran. Pekerja tak perlu jauh ke Batam. UMKM bisa masuk dalam rantai pasok global agar meningkatkan peluang UMKM kita bisa naik kelas,” Kata Tuty.

Namun, Tuty juga berharap publik dapat mencermati apabila Proyek Strategis Nasional ini terhambat, akan menimbulkan banyak pula performa tidak baik atau dampak negatif.

Dampak kedua yakni investasi. “Investasi ini sangat besar. Kita sedang berkompetisi (dengan negara tetangga) untuk mendapatkan Investasi Rp 174 triliun untuk Xinyi dan Rp 381 triliun untuk PT. MEG. Sedangkan rata-rata total investasi di Batam saja per tahun adalah sebesar Rp 13,63 triliun,” kata Tuty.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa kehadiran Xinyi, dapat menarik investasi lainnya, sehingga tercipta ekosistem usaha yang berdampak bagi Kawasan (multiplier effect).

“Pengembangan yang dilakukan akan terus mengedepankan kearifan lokal. Sehingga bukan hanya daerahnya yang akan maju, melainkan masyarakat akan terangkat pula. Kita tentu tidak berharap sebaliknya, bahwa Tidak terciptanya ekosistem investasi di Kawasan yang berpotensi, menyebabkan stagnasi ekonomi wilayah tersebut,” ujar Tuty.

Baca Juga: Hujan Masih Mendominasi di Kepri, Tapi Bersifat Lokal

Tuty pun berpesan bahwa investasi ini telah menjadi perhatian khalayak luas.

“Sejumlah penolakan yang terjadi, dapat membuat citra Batam (Indonesia) buruk dalam dunia investasi dan menurunkan tingkat kepercayaan investor terhadap Batam dan nama Indonesia secara lebih luas,” kata Tuty.

Investasi besar ini, mendatangkan efek meningkatkan permintaan tenaga kerja.

“Kemudian, yang tak kalah penting adalah terbukanya lapangan kerja seluas-luasnya untuk masyarakat Rempang. Dengan adanya bonus demografi hingga 2040, maka pemerintah wajib menyediakan lapangan kerja seluasnya bagi generasi usia kerja yang berjumlah 70% dari populasi,” kata Tuty.

Investasi ini, memberikan kesempatan anak penduduk tempatan, memperoleh haknya untuk mendapatkan Pendidikan yang terpadu dan sukses di daerah sendiri.

“Bila investasi ini hilang, maka belum tentu ada kesempatan yang sama bagi anak muda Rempang untuk mendapat Pendidikan Vokasi Industri, kemudahan beasiswa hingga menjadi tenaga kerja yang skillfull meraih kesempatan berkarir di daerah mereka sendiri. Mereka tak perlu pergi keluar wilayah untuk mencari pekerjaan,” ujar Tuty.

Secara garis besar, investasi di Rempang memberikan dampak atas peningkatan infrastruktur, sosial ekonomi dan kesehatan.

Dari sisi Infrastruktur, Rempang akan tertata rapi dan menjadi wilayah yang maju. Pemerataan pembangunan di Rempang mengalami eskalasi serta peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan warga.

Pembangunan dermaga akan memudahkan masyarakat nelayan untuk berlayar dan beraktivitas maritim. Taraf Kehidupan sosial di Rempang akan bertumbuh dan merata.

Pengembangan Kawasan Rempang Eco-City juga akan meningkatkan Kesehatan ekologis dan sosial jangka Panjang.

“Kawasan Pariwisata juga akan dikembangkan lebih optimal, sehingga wilayah ini tidak akan mengalami ketertinggalan. Maju namun tidak meninggalkan kearifan lokal yang telah ada,” kata Tuty.

Baca Juga: Dinkes Catat Ada 192 Kasus Flu Singapura di Batam, Ini Gejalanya

Lalu, keuntungan dari investasi di Rempang adalah legalitas hunian. Tuti mengatakan, dengan program dari pemerintah ini, akan tercipta legalitas atas hunian penduduk di Kawasan Rempang dan Galang. Penataan pemukiman penduduk tempatan akan terintegrasi dengan fasilitas dan infrastruktur yang baik.

“PSN Rempang Eco-City ini memberikan kepastian atas legalitas hunian penduduk, sebagaimana yang diharapkan selama ini. Bapak Menteri ATR bahkan sudah sampaikan bahwa ATR/BPN akan mengawal ini, sehingga masyarakat akan mendapat legalitas di hunian yang kami siapkan,” ujar Tuty.

BP Batam Lakukan Pendekatan Persuasif ke Warga

Sosialisasi dan pendataan terhadap masyarakat terdampak pengembangan Kawasan Rempang terus berlangsung, Sabtu (23/9/2023). Perlahan tapi pasti, masyarakat yang terdampak investasi Rempang Eco-City pun mulai bersedia untuk menempati hunian sementara yang telah disiapkan BP Batam.

Kesediaan warga tersebut tak terlepas dari komitmen BP Batam untuk terus melakukan pendekatan persuasif selama berlangsungnya sosialisasi dan pendataan oleh tim satuan tugas.

Hal ini selaras dengan instruksi Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, yang meminta tim pendataan agar mengutamakan tindakan yang humanis serta komunikasi persuasif selama di lapangan.

Rudi berkomitmen untuk mengutamakan pendekatan persuasif dalam melakukan sosialisasi perihal rencana pengembangan Kawasan Rempang. Komitmen ini bisa terlihat dengan terus bertambahnya warga yang bersedia untuk direlokasi ke hunian sementara.

Baca Juga: Ditanggung BPJS, Layanan Pemasangan Ring Jantung di RSUD Embung Fatimah Berjalan Efektif

Berdasarkan catatan tim BP Batam sampai tanggal 23 September 2023, lebih dari 200 KK tercatat telah mendaftar ke posko Tim Satuan Tugas Rempang Eco-City. Tidak hanya itu, lebih dari 400 KK juga telah melakukan konsultasi intensif dengan tim terkait hak-hak yang akan diberikan kepada warga apabila Program Strategis Nasional tersebut terealisasi.

“Saya ingin sosialisasi berjalan dengan pendekatan persuasif kepada masyarakat. Sehingga masyarakat tahu, investasi ini memiliki dampak yang positif terhadap ekonomi daerah dan warga setempat,” ujar Rudi, Minggu (24/9/2023).

Dengan pendekatan humanis dan komunikasi persuasif, Rudi yakin, masyarakat akan memahami dengan baik tujuan investasi Rempang Eco-City tersebut. Oleh karenanya, Rudi yang juga menjabat sebagai Wali Kota Batam meminta agar terbangun komunikasi dua arah selama sosialisasi berlangsung.

“Mau ketemu saya langsung boleh, mau saya yang kesana juga boleh. Yang penting didudukan bersama-sama dengan kepala dingin, saya kira masalahnya akan selesai,” ujarnya.

Ditambahkan oleh Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait mengatakan, sosialisasi dan pendataan masih terus berlangsung.

“Kabar baiknya, jumlah warga yang bersedia untuk menempati hunian sementara selama rumah pengganti dibangun terus bertambah,” ujarnya.

Ariastuty mengungkapkan, pihaknya akan terus bekerja maksimal hingga investasi bisa terealisasi. Termasuk dalam memaksimalkan sosialisasi kepada masyarakat sekitar Kawasan Rempang.

Sebagaimana yang telah disampaikan dalam beberapa kesempatan, jumlah masyarakat yang terdampak pembangunan Rempang Eco-City seluas 2.000 hektare tersebut sebanyak 700 KK.

Salah seorang Warga Sembulang Tanjung, Leha (63) mengaku siap untuk pindah ke hunian sementara. Nek Leha, begitu panggilan akrabnya, mengatakan jika dirinya dan keluarga telah mendaftar ke Kantor Camat Galang untuk menempati hunian tersebut.

“Saya sudah daftar dan siap untuk pindah. Tidak pernah ada paksaan dari tim. Kalau saya tak mendukung, tak mungkin saya datang ke Kantor Camat Galang untuk mendaftar,” ujarnya saat ditemui.

Nek Leha yang sudah turun-temurun tinggal di Sembulang Tanjung tersebut berharap, pemerintah dapat segera menyelesaikan permasalahan yang ada di masyarakat saat ini. Dimana, warga masih bertanya terkait kejelasan biaya hidup yang akan diberikan selama menempati hunian sementara.

“Mungkin jodoh nenek dengan Sembulang ini sudah habis. Jadi nenek berharap, pemerintah segera menyiapkan rumah (hunian) baru kami,” pungkasnya. (*)

 

Reporter: FISKA JUANDA

2 Pejabat Polresta Barelang Dimutasi, Ada Satu Kapolsek

0
polsek batam kota
Kapolsek Batam Kota, AKP Betty Novia, memberikan keterangan terkait penikaman yang dilakukan EK terhadap anak di bawah umur. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Dua pejabat Polresta Barelang dimutasi dari jabatannya. Pergantian jabatan ini berdasarkan Surat Telegram Polda Kepri Nomor: STR/535/IX/KEP./2023 pada 22 September.

Adapun pejabat yang dimutasi yakni Kapolsek Batam Kota, AKP Betty Novia dipromosikan menjadi pejabat sementara (Ps) Kepala Urusan (Kaur) Produkkreatif Subbidang Multi Media (Subbidmulmed) Bidang Hubungan Masyarakat (Bidhumas) Polda Kepri.

Jabatan Kapolek Batam Kota kini diduduki AKP M Sudirman yang sebelum menjabat sebagai Ps Kepala Unit (Kanit) 2 Sub Direktorat (Subdit) 3 Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Kepri.

Baca Juga: Silaturahmi dengan Masyarakat Rempang, Rudi: Tempat Relokasi Lebih Bagus dari Batam

Kemudian Kasat Binmas Polresta Barelang, AKP Mangiring dimutasikan sebagai Pama Polresta Barelang. Posisinya digantikan AKP Tuti Elfi yang sebelumnya menjabat Panit 2 Subditwaster Ditpamobvit Polda Kepri.

“Benar ada mutasi sesuai surat telegram Bapak Kapolda kemarin,” ujar Kasi Humas Polresta Barelang, AKP Tigor Sidabariba.

Tigor menjelaskan mutasi itu merupakan hal alamiah dalam organisasi tour of duty dan tour of area serta penyegaran organisasi. Ini dilakukan untuk peningkatan performance kinerja kepolisian.

“Nanti sertijab akan dipimpin Pak Kapolres dalam waktu dekat ini,” tutupnya. (*)

 

 

Reporter: YOFI YUHENDRI

TECNO Secara Global Meluncurkan PHANTOM V Flip 5G: Flip in Style and Perfect in Pocket

0

 

 

Sub-merek premium TECNO, PHANTOM, hari ini meluncurkan PHANTOM V Flip 5G yang inovatif – ponsel flip pertama dan perangkat lipat andalan terbaru. Ponsel terobosan ini menetapkan standar baru dalam integrasi teknologi canggih dan estetika fashion kelas atas, dengan sistem kamera berkekuatan 64MP+13MP+32MP, layar depan melingkar yang unik, dan desain yang menakjubkan.

TECNO PHANTOM V Flip 5G, yang dinominasikan pada German Design Awards, menampilkan kualitas desainnya yang luar biasa, secara resmi diluncurkan pada Flip In Style TECNO Flagship Product Launch 2023 di Singapura. Sebagai perangkat lipat terbaru dari merek ini, ini menandai tonggak sejarah lainnya dalam eksplorasi berkelanjutan merek terhadap faktor bentuk dan bahasa desain baru untuk meningkatkan pengalaman pengguna perangkat lipat premium.

 

Menangkap Cahaya dan Bayangan dengan Lebih Jelas

TECNO PHANTOM V Flip 5G menerangi gambar yang “gloomy” dengan kemampuan low light yang ditingkatkan untuk hasil yang memukau. Kamera Utama Sensor Ultra Sensitif RGBW 64MP yang kuat pada perangkat ini mendapatkan kelebihan dari asupan cahaya 60% lebih besar, serta pengurangan noise dan peningkatan akurasi warna, berkat format piksel RGBW yang inovatif. Dengan resolusi 64MP yang mengesankan, kamera ini memiliki resolusi tertinggi dari semua ponsel flip yang ada dengan aperture f/1.7 dan piksel 1,6μm (4in1). Dengan PDAF, ISOCELL Pixel Isolation, dan

Algoritma Pixel Fusion, ponsel flip ini menghadirkan performa malam hari yang baik untuk menerangi lingkungan paling gelap sekalipun.

Menggunakan teknologi Dual-camera Fusion dari TECNO, kamera utama 64MP juga bekerja bersama dengan Kamera Ultra-Wide Angle 13MP sehingga pengguna dapat memperbesar dan memotong gambar sudut ultra lebar sambil mempertahankan banyak detail.

Bagi pecinta selfie, Kamera Depan Dual-flash Autofocus 32MP PHANTOM V Flip 5G memberikan solusi terbaik untuk selfie dalam kondisi cahaya rendah. Micro-slit Dual-flash terintegrasi pada kamera adalah pencahayaan depan pertama di industri pada ponsel flip, yang dilengkapi dengan algoritma Super Flashlight TECNO untuk menciptakan pencahayaan ideal dengan eksposur sempurna. Kamera juga menggunakan eye-focus otomatis untuk mencapai pelacakan subjek yang lebih presisi untuk kejelasan dan detail yang lebih baik dalam selfie dan vlog.

FreeCam System PHANTOM V Flip 5G
Berkat konstruksi flipnya, PHANTOM V Flip 5G membuka banyak kemungkinan pengambilan gambar melalui Sistem FreeCam yang canggih. Perangkat ini memungkinkan pengguna meningkatkan imajinasi mereka dan mengabadikan momen ajaib dalam gambar yang inventif dan indah dengan lensa depan dan belakang. Stabil pada sudut mana pun mulai dari 30-150˚, pengguna dapat mengarahkan perangkat untuk mengambil gambar grup yang lebih baik, selfie kamera belakang yang lebih detail, pengambilan gambar sudut rendah, Time-lapse FreeCam, dan banyak lagi. Performa hovering yang kuat dengan tangkapan yang dikontrol gerakan dan suara memungkinkan pengguna menikmati kreativitas secara handsfree.

Elegant, Premium, Pocket-sized Perfection
PHANTOM V Flip 5G membawa pengguna ke dimensi baru kemewahan kelas atas dengan estetika terinspirasi kosmik yang canggih dan elegan. Smartphone TECNO Phantom V Flip ini di lapisi material vegan leather. Saat dilipat, layar depan berbetuk bulat yang disebut “The Planet” pada perangkat ini menarik perhatian dengan layar hitam pekat yang mencerminkan kegelapan luar angkasa serta modul kamera “Asteroid Belt-Shaped” terintegrasi sempurna ke dalam layar, memberikan ponsel ini tampilan unik yang ramping dan canggih.

Didesain dengan cermat untuk mendapatkan bentuk yang sempurna, PHANTOM V Flip 5G berukuran 88,77 x 74,05 x 14,95 mm saat dilipat, sehingga mudah digunakan dengan ibu jari, dan 171,72 x 74,05 x 6,95 mm saat dibuka. Layar utama yang sedikit lebih slim dikembangkan setelah penelitian ekstensif untuk menawarkan penggunaan satu tangan yang alami dan nyaman.

Kenyamanan layar TECNO Phantom V Flip
PHANTOM V Flip 5G menghadirkan kenyamanan penggunaan dan desain menawan dengan Layar depan serbaguna dengan personalisasi “The Planet” yang unik. Layar AMOLED 1,32 inci yang melingkar dan diposisikan di tengah telah dirancang dengan cermat untuk kemudahan kontrol satu ibu jari yang nyaman dari setiap sudut.

Layar 352ppi memungkinkan pengguna membuat tampilan menyenangkan yang sesuai dengan kebutuhan mereka, dengan wallpaper yang dapat disesuaikan, Tmoji, 3D interactive virtual pets, dan banyak lagi. Hanya dengan menggesekkan ibu jari, pengguna dapat mengakses kameranya untuk Swipe Shots dengan mudah, memutar musik, dan membalas pesan dengan cepat. Menjadi lebih mudah lagi, layar ini dilengkapi Smart Widget yang dapat disesuaikan, termasuk ramalan cuaca, dering vitalitas, timer, rekaman suara, agenda, stopwatch, dan alarm, sehingga pengguna bahkan tidak perlu membuka ponsel untuk mendapatkan informasi terbaru.

Layar utama dari TECNO PHANTOM V Flip 5G berukuran 2640×1080 FHD+ ultra besar 6,9 inci. Layar yang sangat datar dan crease-less menghadirkan pengalaman menawan berkat engsel berbentuk drop-shaped yang dirancang sendiri oleh TECNO dan layar yang lebih tipis dan ringan. Sementara itu, layar ini juga sudah didukung kecepatan refresh LTPO 10-120Hz dantouch sampling rate 360Hz.

 

Performa Smartphone Flip yang Kuat
TECNO PHANTOM V Flip 5G dibekali baterai yang terbilang besar dikelasnya 4000mAh, dan juga flash charger 45W yang berarti perangkat tidak memerlukan waktu lama untuk kembali ke daya penuh. Faktanya, pengisian daya selama 15 menit sudah cukup untuk mencapai 50%, dan hanya diperlukan 45 menit untuk mengisi ulang hingga penuh. TECNO PHANTOM V Flip ditenagai chipset Mediatek 8050 5G 6nm serta RAM 8+8GB yang memungkinkan pengguna menikmati pengoperasian mulus luar biasa yang meluncur mulus.

(*)

Tangkap dan Tembak Mati Anggota KST

0
Ilustrasi Kelompok Separatis Teroris (KST). (Dok.JawaPos.com)

batampos – Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Kewilayahan Batalyon Infanteri (Yonif) 407/Padma Kusuma berhasil menangkap simpatisan Kelompok Separatis Teroris (KST) bernama Marthen Iba. Penangkapan itu dilakukan pada Minggu (24/9) di wilayah Papua Barat. Jumat pekan lalu (22/9) aparat gabungan TNI dan Polri menindak dua anggota KST. Satu diantaranya dipastikan meninggal dunia.

Komandan Satgas Kewilayahan Yonif 407/Padma Kusuma Letkol Infanteri Hermawan Setya Budi menyampaikan bahwa penangkapan Marthen Iba dilakukan pasca serangan Orang Tidak Dikenal akhir pekan lalu. Persisnya gangguan yang dialami oleh prajurit di Pos TNI Aroba. Sekitar pukul 19.00 WIT – 19.25 WIT mereka ditembaki. Secara keseluruhan tidak kurang dari delapan tembakan yang ditujukan kepada para prajurit TNI.

Sampai kemarin, Hermawan belum mengetahui motif serangan tersebut. ”Namun tidak ada korban anggota aman,” ungkap dia. Pasca serangan tersebut, dia memerintahkan empat komandan pos untuk bersiaga. Yakni komandan Pos Kamundan, komandan Pos Aroba, komandan Pos Sumuri, serta komandan Pos Tomage. Mereka juga diminta untuk melaksanakan patroli bersama Polri secara ketat di beberapa titik. Dalam patroli itulah, Marthen Iba ditangkap oleh petugas.

Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III Kolonel Infanteri Kolonel Czi I. G. N. Suriastawa menyampaikan bahwa penangkapan Marthen Iba disertai dengan temuan lainnya. ”Diamankan satu orang atas nama Marthen Iba sebagai simpatisan KST dengan sejumlah barang bukti yang ditemukan,” bebernya. Menurut dia, aksi KST tersebut merupakan upaya memancing di air keruh.

Suriastawa mengungkap beberapa barang bukti yang diamankan bersama Marthen Iba. Yakni tiga pucuk senjata api rakitan, KTP, kartu anggota TPN Papua Barat dengan keterangan jabatan sebagai staf operasi, delapan unit telepon genggam, dua unit kartu seluler, dan sebuah tas. Selain penangkapan Marthen Iba, akhir pekan lalu Tim Gabungan TNI dan Polri berhasil menangkap dan menembak anggota KST di Papua Pegunungan.

Berdasar data dari Kogabwilhan III, tim gabungan itu terdiri atas Satgas Damai Cartenz, Satgas Yonif 310 Pengamanan Perbatasan, Satgas Mandala, dan Satgas Yapen. Dalam pelaksanaan tugas yang mereka lakukan, tim gabungan itu menembak mati dan melukai dua orang anggota KST yang sebelumnya membakar dan menembaki masyarakat di wilayah Pegunungan Bintang. Yakni KST yang bergerak di bawah komando Ananias Ati Mimin.

Suriastawa menyatakan, tim gabungan TNI – Polri juga berhasil membuat KST Ananias Ati Mimin kocar-kacir. ”Satu KST anak buah dari Ananias Ati Mimin telah tertembak mati, satu lagi luka-luka terkena tembakan, lalu lainnya melarikan diri saat pasukan gabungan TNI – Polri melakukan pengejaran,” jelasnya. Perwira menengah dengan tiga kembang di pundak itu memastikan, pihaknya tidak akan berhenti membantu Polri menindak KST yang terus menebar teror kepada masyarakat. (*)

Reporter: JP Group

Tim Patroli Polres Karimun Amankan Tiga Pasangan Bukan Suami Isteri

0
Tim Pamungkas Polres Karimun memulai patroli kamtibmas, Sabtu (23/9) malam. f. humas polres

batampos– Tiga pasangan bukan suami isteri berhasil diamankan Tim Gabungan Patroli Cipta Kondisi Polres Karimun, Sabtu (23/9) malam. Ketiganya diamankan di sejumlah hotel di Tanjungbalai Karimun.

Selanjutnya, pasangan bukan suami dibawa ke Polres Karimun untuk diproses. Ketiganya tidak dapat menunjukkan bukti hubungan yang sah suami istri.

“Tiga pasangan suami isteri ini akan kita proses lebih lanjut,” ujar Kapolres Karimum AKBP. Ryky.W Muharram SH SIk melalui Wakapolres Kompol Herie Pramono SIk MH.

BACA JUGA: Antisipasi Perjudian, Satreskrim Polres Karimun Lakukan Patroli

Selain itu, tim Patroli Malam Gabungan Anti Kriminalitas (Pamungkas), mengamankan sebanyak 24 orang anak di bawah umur.

Masing-masing 18 anak yang kedapatan membawa motor yang tidak menggunakan plat nomor, serta menggunakan knalpot racing.

Sementara enam anak lainnya diamankan di lokasi permainan biliar. Ke 24 orang anak di bawah umur tersebut kemudian giring ke Mapolres untuk dilakukan pembinaan.

“Setelah dilakukan pembinaan, mereka kita kembalikan orangtua ke orang tua masing-masing,” papar Herie.

Herie Pramono mengatakan, kegiatan patroli adalah salah satu bentuk upaya Polres Karimun dalam pemberantasan balap liar, serta mengurangi gangguan khamtibmas. Terutama yang menggangu pengguna jalan.

“Sebanyak 45 personel kita turunkan untuk melakukan upaya sosialisasi kepada masyarakat. Khususnya mengajak masyarakat bersama menjaga kamtibmas, meningkatkan kewaspadaan. Serta ikut menjaga keamanan lingkungan sekitar,” tutup Herie. (*)

reporter: ichwanul fahmi

Dinkes Catat Ada 192 Kasus Flu Singapura di Batam, Ini Gejalanya

0
dr Didi Kusmarjadi
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam Didi Kusmarjadi

batampos – Flu Singapura adalah penyakit infeksi virus yang menyebabkan timbulnya sariawan di mulut dan luka lepuh di kulit. Dalam istilah medis, kondisi ini disebut sebagai penyakit tangan, kaki, dan mulut (hand, foot, and mouth disease).

Flu Singapura atau hand, foot, and mouth disease (HFMD) adalah penyakit yang mudah menular dan sering menyerang anak-anak usia 5–10 tahun. Walau lebih sering menyerang anak-anak, flu Singapura juga bisa menyerang orang dewasa.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Batam hingga pekan ke 36 ini 192 kasus flu singapura di Batam. Kasus terbanyak tercatat di Rumah Sakit Awal Bros yakni sebanyak 82 kasus. Lalu Puskesmas Sungai Panas 17 kasus, Puskesmas Tanjung Buntung 10 kasus dan Puskesmas Tiban Baru dan Puskesmas Tiban Mentarau masing-masing sembilan kasus flu singapura.

Baca Juga: Ditanggung BPJS, Layanan Pemasangan Ring Jantung di RSUD Embung Fatimah Berjalan Efektif

Selain itu ada juga di Rumah Sakit Embung Fatimah sebanyak delapan kasus, Puskesmas Sambau lima kasus, Puskesmas Pancur dan Puskesmas Lubukbaja masing-masing tiga kasus. Lalu Puskesmas Belakang Padang, Sungai Langkai, Kabil, dan Puskesmas Sekupang masing-masing dua kasus serta Puskesmas Baloi Permai dan Bulang masing-masing 1 kasus.

“Ya, sampai September 2023 ini ada 192 kasus. Hampir seluruh pasien flu singapura ini rawat jalan,” Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi.

Didi mengatakan, gejala awal flu Singapura bisa muncul 3–6 hari setelah seseorang terinfeksi virus. Umumnya, penderita akan mengalami demam atau sakit tenggorokan, kemudian 1–2 hari setelahnya akan muncul sariawan, ruam, dan lepuh.

Penderita flu Singapura bisa mengalami beberapa keluhan seperti demam, sakit tenggorokan, sariawan yang terasa nyeri di lidah, gusi, dan bagian dalam pipi, hilang nafsu makan, ruam merah yang tidak terasa gatal, terkadang disertai lepuhan di telapak tangan, telapak kaki dan bokong dan batuk.

Baca Juga: Bocah Hanyut, Kapolsek Sekupang Himbau Orangtua Tingkatkan Pengawasan pada Anak

Pada sebagian besar kasus, flu Singapura tidak membutuhkan pengobatan khusus karena gejalanya akan mereda setelah 7–10 hari. Pasien juga dianjurkan untuk minum air es atau makan es krim guna membantu mengurangi peradangan, serta banyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi.

“Jadi flu Singapura sebenarnya bisa hilang sendiri (self limited). Paling penting hindari kontak langsung, karena penularan berasal dari cairan yang berasal dari lesi dan mulut. Selain itu juga harus menerapkan protokol kesehatan,” tuturnya.

Ditambahkan Didi, flu ini bisa menyebar lewat berbagai cara dari pengidapnya ke orang lain. Misalnya melalui cairan dari hidung maupun tenggorokan yang keluar saat bersin. Air liur atau ludah yang terlempar ke udara saat batuk. Cairan yang berasal dari luka melepuh dan permukaan benda yang sudah terkontaminasi oleh kotoran (tinja) pengidap.(*)

 

Repoter: Rengga Yuliandra

Banyak Risiko Menanti, Umrah Backpacker Melanggar Hukum

0
Ilustrasi. Jamaah umrah asal Indonesia membeli oleh-oleh di sejumlah pusat perbelanjaan di Makkah. Nyaris semua pedagang oleh-oleh di Makkah dan Madinah mengerti bahasa Indonesia. (M RIFQI/KALTIM POST)

batampos – Wacana soal umrah backpacker atau berangkat sendiri tanpa melalui travel, ramai jadi perbincangan. Khususnya setelah Arab Saudi membuka kanal pemesanan paket visa umrah beserta akomodasinya secara langsung untuk masyarakat. Tetapi sampai saat ini umrah mandiri bertentangan dengan undang-undang di Indonesia.

Keterangan tersebut dipaparkan oleh Analis Kebijakan Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) Abdul Basir. Dia menjelaskan keberangkatan umrah saat ini diatur dalam UU 8/2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah (PIHU). Dia menjelaskan di dalam pasal 86 dijelaskan bahwa umrah dapat dilaksanakan secara perorangan dan berkelompok melalui PPIU.

Yang dimaksud dengan PPIU itu adalah Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah atau travel umrah yang resmi mengantongi izin dari Kemenag. ’’Jadi merujuk pasal tersebut, semua yang akan beribadah umrah baik secara perorangan maupun berkelompok harus melalui PPIU,’’ katanya kemarin (24/9).

Dia menjelaskan perjalanan umrah melalui PPIU tidak sebatas untuk pemesanan visa, tiket pesawat, maupun hotel saja. Pasalnya kalau sebatas pemesanan visa umrah dan hotel, dia tidak memungkiri masyarakat sudah bisa memesan sendiri. Yaitu melalui website Nusuk milik pemerintah Arab Saudi.

Basir mengatakan dalam penyelenggaraan umrah, juga terdapat aspek pembinaan atau bimbingan manasik. Selain itu juga ada aspek perlindungan bagi jemaah. Jika masyarakat berangkat secara mandiri, dikhawatirkan tidak bisa mendapatkan hak pembinaan dan perlindungan tersebut.

Dia lantas menjelaskan ada banyak resiko bagi jemaah umrah backpacker atau umrah mandiri. ’’Berdasarkan statistik Siskopatuh, mayoritas jemaah umrah berpendidikan menengah ke bawah,’’ katanya. Kemudian juga didominasi orang-orang yang belum pernah bepergian ke luar negeri sebelumnya.

Basir menuturkan kelompok-kelompok mayoritas tersebut, jika ingin berumrah tentu membutuhkan pendampingan. Jika memaksakan berangkat sendiri, berpeluang besar mendapati sejumlah hambatan di lapangan. Mereka juga tidak boleh berangkat mandiri berkelompok, kemudian menyewa orang untuk membimbing. Pasalnya tugas tersebut menjadi kewenangan PPIU.

Kalaupun bisa terbang dari tanah air, mereka berpotensi mendapatkan persoalan di Arab Saudi. Sehingga mereka bisa masuk dalam kasus overstay atau melebihi izin tinggal sesuai kalender visa umrah. ’’Berlaku hukuman denda yang tidak sedikit untuk kasus overstay,’’ katanya. Selain itu orang yang overstayer bisa dijatuhi hukuman deportasi dan dilarang masuk ke Arab Saudi dalam tempo 10 tahun ke depan.

Meskipun begitu Basir mengatakan seluruh pihak terkait di Indonesia, tetap harus antisipasi adanya gelombang umrah backpacker tersebut. Diantaranya dengan terus edukasi ke masyarakat bahwa umrah backpacker melanggar undang-undang dan berbahaya serta banyak resikonya.

Edukasi tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab Kemenag. Tetapi juga banyak pihak. Mulai dari asosiasi PPIU, PPIU itu sendiri, serta para tokoh agama. Dia juga berharap ada koordinasi yang baik antara Kemenag dengan Ditjen Imigrasi untuk mendeteksi dan mencegah terjadinya gelombang umrah backpacker. Kepada setiap orang yang menunjukkan visa umrah, harus dipastikan berangkat dengan travel atau PPIU resmi. (*)

Reporter: JP Group

Pura-pura Beri Makan Kucing, Pelaku Coba Perkosa Penghuni Kos

0
Penyidik memeriksa pelaku percobaan pemerkosan dan penganiayaan, SB, di ruang pemeriksaan Mapolsek Bintan Utara. F.Polsek Bintan Utara untuk Batam Pos.

batampos– Pelaku percobaan pemerkosaan dan penganiayaan, SB, 42, diamankan polisi di salah satu lokasi pembangunan hotel di Lagoi, Jumat (15/9/2023).

Peristiwa percobaan pemerkosaan dan penganiayan dialami seorang wanita penghuni kos di rumah kos yang terletak di Desa Sebong Lagoi, Kecamatan Teluk Sebong, Bintan pada Jumat (15/9/2023) sekira pukul 02.30 WIB.

Ketika itu, korban sedang tidur di kamar rumah kosnya. Korban terbangun setelah pelaku menutup bagian kepala korban dan memukulinya.

Korban berusaha melawan namun malah membuat pelaku makin beringas.

Korban lalu berteriak. Teriakan korban membuat pelaku panik dan kabur melewati jendela kamar kos.

Kapolsek Bintan Utara, Kompol Suwitnyo melalui Kanit Reskrim Ipda Maidir mengatakan, sebelumnya, pelaku mendatangi rumah kos korban untuk berpura-pura memberi makan kucing.

Ketika itu, pelaku mengintip kamar korban dan mendapati korban sedang tidur.

BACA JUGA: Anak anak 9 Tahun Dicabuli Tetangga Usai Diiming-imingi Uang Jajan

Esok hari, pelaku kembali datang ke rumah kos korban. Kali ini, pelaku sembunyi di semak-semak sebelum masuk ke kamar kos korban.

Setelah situasi di sana mulai lenggang, pelaku kemudian menyelinap masuk ke kamar kos korban.

Dia mengatakan, korban mendatangi kantor polisi setelah kejadian yang menimpanya.

Menindaklanjuti laporan korban, dia mengatakan, pihaknya mengamankan pelaku di salah satu lokasi pembangunan hotel di Lagoi.

“Pelaku sudah diamankan, pelaku sendiri bekerja sebagai buruh harian,” kata dia.

Atas perbuatan melanggar hukum, dia mengatakan, pelaku dijerat pasal percobaan pemerkosaan atau penganiayaan sebagaimana diatur dalam Pasal 285 KUHP Jo Pasal 53 KUHP atau Pasal 351 Ayat (1) KUHP. (*)

reporter: slamet

Harga Ayam Potong Capai Rp 40 Ribu Per kg

0
Ayam Potong Dalil Harahap
Harga ayam potong segar di pasaran Batam masih tinggi. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos – Harga ayam potong segar di pasaran Batam masih dijual hingga Rp 40 ribu per kg. Tingginya harga ayam ini sudah terjadi sejak beberapa bulan terakhir.

Seperti harga ayam potong segar di Pasar Botania Batamcenter, dijual mulai Rp 37-40 ribu per kg. Meski begitu, peminat ayam potong segar masih tetap tinggi.

Rusli, pedagang ayam potong mengatakan harga ayam dapat berubah-rubah dalam sepekan. Kadang harganya naik dan kadang harganya turun.

“Ya naik turunnya beda Rp 1.000-2.000an lah. Hari Minggu ini harga ayam potong Rp 38 ribu, dua hari lalu Rp 40 ribu,” sebutnya, kemarin.

Baca Juga: Polisi Catat 3.154 Pelanggaran Selama Operasi Seligi di Kepri

Meski tinggi, menurut Rusli ayam potong segar masih sangat diminati. Bahkan, ia juga memiliki pelanggan tetap, yang memang rutin setiap hari membeli ayam.

“Alhamdulillah yang beli, apalagi kalau akhir pekan, ” ungkapnya.

Rusli mengatakan ayam yang dijual berasal dari kawasan Barelang. “Untuk ayam dari Barelang, kecuali ayam beku,” sebutnya.

Cindi warga Nongsa mengeluhkan harga kebutuhan di Batam yang berangsur naik. Termasuk harga ayam potong segar yang tak pernah turun lagi dihargai Rp 30 ribuan per kg.

“Tadi beli ayam Rp 40 ribu per kg. Pada mahal semua, bingung kalau bawa uang Rp 100 kepasar, dapatnya cuma dikit,” ujar Cindi.

Baca Juga: Ditanggung BPJS, Layanan Pemasangan Ring Jantung di RSUD Embung Fatimah Berjalan Efektif

Menurut Cindi, ditengah tingginya harga kebutuhan, kadang ia lebih memilih untuk beli makanan di warung. Seperti nasi campur atau nasi padang yang masih dijual Rp 10-15 ribu.

“Ya kadang lebih milih beli, memang lebih murah. Karena kalau masak untuk sehari, Rp 100 ribu itu tak kemana, belum capeknya masak. Kalau beli, sepotong ayam masih ada yang jual Rp 8 ribu, ” sebut Cindi. (*)

 

Reporter: Yashinta

Relokasi Rempang 28 September Tetap Dilanjutkan

0
Aksi Solidaritas dan Doa Bersama untuk Pulau Rempang. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

batampos – Badan Pengusahaan (BP) Batam tetap akan melaksanakan proses relokasi masyarakat Pulau Rempang sesuai jadwal. Yakni pada 28 September mendatang. Rencananya, relokasi itu dilakukan terhadap tiga kampung Melayu Tua yang menjadi prioritas pembangunan tahap I Proyek Strategis Nasional (PSN) Rempang Eco City. Yakni Kampung Sembulang Hulu, Sembulang Tanjung dan Batu Merah.

Sementara itu Ketua PBNU M. Syafi’I Alielha mengkritisi pernyataan Kepala BPN/Menteri Agraria dan Tata Ruang Hadi Tjahjanto yang menyebut warga Rempang tidak memiliki sertifikat kepemilikan lahan.

Menurut Savic Ali, sapaan Syafi’I Alielha, negara mestinya tidak sebatas menyampaikan bahwa warga tak memiliki sertifikat tanah. Sebab, banyak warga di Rempang yang memang tidak bisa membuktikan hak tanahnya lewat lembaran sertifikat. Namun, mereka sudah bertahun-tahun tinggal di Rempang dan bekerja di sana.

Menurutnya, pemerintah atau negara punya kewajiban untuk menciptakan taraf hidup yang baik untuk rakyatnya. Negara tidak bisa memindahkan warga Rempang begitu saja. Sebagai jalan tengah, bagi warga setempat yang selama ini sudah bekerja, harus ada klausul-klausul yang mengikat dan ditawarkan oleh pemerintah.

Kemudian bagi warga asli yang sudah bertahun-tahun tinggal di sana, tidak boleh diambil paksa oleh negara. Di tengah rencana pengosongan lahan yang dilakukan pada 28 September nanti, dia menekankan tidak boleh lagi ada upaya represif atau kekerasan.

Dia mengingatkan rakyat Indonesia sudah mengalami kekerasan di rezim orde baru selama 32 tahun. Bahkan sebelumya juga ada di bawah penindasan penjajah. ”Tidak semestinya di era sekarang pendekatan kekerasan kembali dilakukan. Ini harus dihentikan,” katanya.

Kepada aparat keamanan, khususnya kepolisian, harus menyadari bahwa yang nanti dihadapi itu adalah rakyat sendiri. Dengan sejumlah kelemahan dan kekurangannya. Menurut dia aparat penegak hukum dibekali senjata oleh negara, bukan untuk menganiaya rakyatnya. Tetapi untuk melindungi rakyat.

Koordinator Subkomisi Penegakan HAM Uli Parulian Sihombin menyatakan pihaknya sudah meminta Menteri Koordinator Bidang Perekonomian agar meninjau kembali pengembangan kawasan Pulau Rempang Eco City sebagai PSN.

Selain itu, Komnas HAM juga merekomendasikan Menteri ATR/BPN untuk tidak menerbitkan hak pengelolaan (HPL) di Pulau Rempang karena belum clear and clean. Komnas HAM juga meminta pemerintah untuk memperhatikan penolakan relokasi yang disampaikan masyarakat. ”Negara tidak boleh melanggar hak atas tempat tinggal yang layak,” kata Uli. (*)

Reporter: JP Group