Jumat, 17 April 2026
Beranda blog Halaman 466

Ratusan Kontainer Limbah Elektronik di Batuampar Mulai Direekspor, Bea Cukai Pastikan Semua Keluar dari Indonesia

0
Impor ilegal
KLH saat menggagalkan masuknya limbah elektronik asal Amerika Serikat. Foto, ANTARA

batampos – Bea Cukai Batam memastikan seluruh ratusan kontainer yang diduga berisi limbah elektronik dan tertahan di Pelabuhan Peti Kemas Batuampar akan direekspor ke luar wilayah Indonesia. Proses reekspor kini sudah mulai berjalan setelah seluruh perusahaan pemilik barang mengajukan permohonan resmi kepada otoritas kepabeanan.

Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Batam, Evi Oktavia, mengatakan bahwa dari sisi administrasi dan pengawasan, Bea Cukai telah menerima pengajuan dari seluruh pihak terkait. “Semua sudah mengajukan permohonan reekspor, saat ini sudah mulai dilakukan rencana reekspornya. Mudah-mudahan tidak lama lagi sudah ada realisasi,” ujar Evi, Rabu (13/1).

Seperti diketahui, lebih dari tiga bulan terakhir ratusan kontainer tersebut tertahan di kawasan pelabuhan. Berdasarkan data terbaru Bea Cukai Batam, jumlah kontainer yang diduga berisi limbah elektronik kini mencapai 914 unit, dan keberadaannya berdampak langsung terhadap kepadatan dan keterbatasan kapasitas di Pelabuhan Peti Kemas Batuampar.

Baca Juga: Ratusan Kontainer Limbah Menumpuk di Pelabuhan Batuampar, Perusahaan Ajukan Permohonan Reekspor

Evi menjelaskan, hingga saat ini negara tujuan reekspor belum dapat dipastikan karena dokumen pengajuan tujuan akhir dari masing-masing perusahaan belum disampaikan secara lengkap. “Kita belum tahu ke mana karena mereka belum ajukan dokumen negara tujuan. Yang jelas, yang terpenting bagi Bea Cukai adalah barang tersebut keluar dari wilayah Indonesia,” tegasnya.

Menurut Evi, reekspor dapat dilakukan baik ke negara asal barang maupun ke negara lain yang berminat menerima atau mengolah barang tersebut sesuai ketentuan internasional. “Bisa ke negara asal atau negara lain yang berminat terhadap barang tersebut. Prinsip kami, barang tidak boleh berada dan beredar di Indonesia,” tambahnya.

Ratusan kontainer itu diketahui berasal dari tiga perusahaan berbeda yang seluruhnya masih berada di area Pelabuhan Batuampar. Perusahaan pertama, PT Esun International Utama Indonesia, tercatat memiliki 386 kontainer. Dari jumlah tersebut, 39 kontainer sudah dilakukan pemeriksaan, sementara 347 kontainer telah tiba di pelabuhan namun belum menjalani proses PPFTZ.

Perusahaan kedua, PT Logam Internasional Jaya, memiliki total 412 kontainer. Sebanyak 25 kontainer sudah diperiksa, sedangkan 387 kontainer lainnya telah tiba namun belum PPFTZ. Kondisi ini turut menambah beban penumpukan peti kemas di kawasan pelabuhan.

Sementara itu, PT Batam Battery Recycle Industries tercatat memiliki 116 kontainer. Dari jumlah tersebut, 10 kontainer sudah diperiksa dan 106 kontainer telah tiba di pelabuhan namun juga belum menjalani proses PPFTZ sebagaimana dipersyaratkan.

Secara keseluruhan, dari total 914 kontainer yang tertahan, sebanyak 74 kontainer telah menjalani pemeriksaan oleh Bea Cukai Batam, sedangkan 840 kontainer lainnya sudah berada di area pelabuhan namun belum PPFTZ. Proses pemeriksaan dan administrasi terus berjalan seiring dengan persiapan reekspor.

Bea Cukai Batam menegaskan akan terus mengawal proses ini hingga seluruh kontainer benar-benar keluar dari wilayah Indonesia. Selain untuk menjaga kepatuhan terhadap aturan kepabeanan dan lingkungan, langkah ini juga dinilai penting untuk mengurai kepadatan di Pelabuhan Batuampar serta memastikan Batam tidak menjadi tujuan akhir masuknya limbah elektronik ilegal. (*)

Artikel Ratusan Kontainer Limbah Elektronik di Batuampar Mulai Direekspor, Bea Cukai Pastikan Semua Keluar dari Indonesia pertama kali tampil pada Metropolis.

Wanita Tertangkap Mencuri di Swalayan Bintan, Mengaku Terdesak Ekonomi

0
Seorang wanita diamankan petugas swalayan setelah tertangkap mencuri barang di swalayan kawasan Toapaya, Bintan.
Pekerja swalayan menangkap seorang wanita yang ketahuan mencuri barang di salah satu swalayan di Km 16 Toapaya, Bintan, Senin (12/1/2026). F. Kiriman Marto untuk Batam Pos

batampos – Seorang wanita tertangkap mencuri sejumlah barang di salah satu swalayan di Kilometer 16, Toapaya, Kabupaten Bintan, Senin (12/1/2026) pagi. Aksi tersebut sempat terekam video dan beredar di media sosial.

Dalam video yang beredar, wanita yang mengenakan helm itu terlihat dicegat karyawan swalayan saat hendak meninggalkan toko. Ia sempat berusaha mengembalikan barang yang diambilnya, namun tetap diminta menuju meja kasir untuk dilakukan pemeriksaan.

Dari hasil pengecekan, sejumlah barang ditemukan terselip di balik kerudung yang dikenakan pelaku. Wanita tersebut kemudian diamankan oleh petugas keamanan swalayan untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Baca Juga: Kampung Hilir Tambelan Raih Terbaik Evaluasi Kinerja Desa Bintan 2025

Kapolsek Gunung Kijang, Iptu Rabul Yamin, membenarkan peristiwa pencurian tersebut. Ia mengatakan, pelaku nekat mengambil barang karena alasan ekonomi.

“Yang bersangkutan mengaku mencuri karena faktor ekonomi,” ujar Rabul, Senin (12/1/2026) malam.

Menurutnya, wanita tersebut merupakan warga Kawal, Kecamatan Gunung Kijang. Barang yang diambil berupa satu buah pena dan satu tempat minum.

Setelah diamankan, pelaku dibawa ke Polsek Gunung Kijang untuk dilakukan mediasi bersama pihak swalayan. Karena nilai kerugian di bawah Rp 2,5 juta, kasus tersebut dikategorikan sebagai tindak pidana ringan (tipiring).

Baca Juga: Sentra Fashion Seri Kuala Lobam Bintan Raup Omzet Nyaris Rp500 Juta pada 2025

“Kasusnya diselesaikan secara kekeluargaan dengan membuat surat pernyataan,” jelas Rabul.

Ia juga mengimbau pengelola swalayan, khususnya yang belum memiliki kamera pengawas, agar segera melengkapi fasilitas CCTV.

“Dengan adanya CCTV, aktivitas di dalam toko dapat dipantau dan mencegah kejadian serupa,” katanya. (*)

Artikel Wanita Tertangkap Mencuri di Swalayan Bintan, Mengaku Terdesak Ekonomi pertama kali tampil pada Kepri.

Cuaca Buruk, Keberangkatan KM Bukit Raya dari Kijang ke Anambas-Natuna Mundur

0
Penumpang KM Bukit Raya menunggu keberangkatan di Pelabuhan Sei Kolak Kijang akibat keterlambatan kapal dari Belinyu.
Suasana Pelabuhan Sei Kolak, Kijang, Bintan, dipadati penumpang tujuan Anambas-Natuna. Sementara itu, KM Bukit Raya alami keterlambatan tiba dari Belinyu. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos

batampos – Ribuan penumpang tujuan Anambas, Natuna, hingga Pontianak terpaksa menunggu berjam-jam di Pelabuhan Sei Kolak, Kijang, Kabupaten Bintan, akibat keterlambatan kedatangan KM Bukit Raya dari Pelabuhan Belinyu, Bangka, Selasa (13/1/2026).

Kapal penumpang milik PT Pelni tersebut semula dijadwalkan berangkat pukul 06.00 WIB. Namun, akibat keterlambatan masuk ke Pelabuhan Kijang, jadwal keberangkatan mengalami beberapa kali penundaan.

Informasi awal yang diterima penumpang menyebutkan kapal baru akan diberangkatkan pukul 10.00 WIB. Selanjutnya, pihak Pelni kembali mengumumkan perubahan jadwal menjadi pukul 15.00 WIB.

Baca Juga: Cuaca Membaik, KMP Bahtera Nusantara 01 Kembali Layani Rute Anambas–Natuna–Sintete

Petugas Pelni di Kijang, Robert, menjelaskan keterlambatan terjadi karena faktor cuaca buruk di perairan Belinyu, berupa angin kencang dan gelombang tinggi.

“Karena faktor cuaca di perairan Belinyu yang bergelombang, KM Bukit Raya diperkirakan baru tiba di Kijang sekitar pukul 12.00 WIB,” ujar Robert.

Setelah tiba di Pelabuhan Sei Kolak, KM Bukit Raya tidak langsung melanjutkan pelayaran. Kapal harus menjalani sejumlah proses operasional, seperti pengisian air bersih, penambahan bahan bakar, serta pembuangan limbah dan sampah kapal.

“Setelah semua proses itu selesai, kapal dijadwalkan berangkat menuju Anambas, Natuna, dan Pontianak sekitar pukul 15.00 WIB,” jelasnya.

Pantauan di lapangan menunjukkan, sejak subuh hari pelabuhan sudah dipadati penumpang. Sebagian besar mengaku tidak mengetahui adanya keterlambatan kedatangan kapal dari Belinyu.

Sejumlah penumpang bahkan telah tiba sejak pukul 04.00 WIB untuk mengantisipasi keberangkatan pagi hari.

Baca Juga: Penggiat Seni Anambas Gelar Gowoi Pusake di Desa Putik, Lestarikan Budaya Daerah

“Saya sudah dari subuh di pelabuhan. Tidak sempat cek handphone. Baru tahu jadwal diundur setelah sampai di sini,” ujar Alfian, calon penumpang tujuan Ranai, Natuna.

Diketahui, tiket KM Bukit Raya untuk pelayaran kali ini telah habis terjual sejak sekitar sepekan lalu. Meski demikian, sejumlah calon penumpang tetap datang ke pelabuhan untuk mencoba memperoleh tiket non-seat.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa kondisi cuaca di wilayah perairan Anambas dan Natuna diperkirakan berawan hingga hujan ringan disertai angin kencang.

Tinggi gelombang laut diprakirakan berkisar antara 2 hingga 4 meter. BMKG mengimbau penumpang kapal untuk tetap waspada dan mengikuti arahan keselamatan dari pihak pelayaran. (*)

Artikel Cuaca Buruk, Keberangkatan KM Bukit Raya dari Kijang ke Anambas-Natuna Mundur pertama kali tampil pada Kepri.

Usai Mediasi, Koperasi Merah Putih Tak Jadi Dibangun di Fasum Baloi Center

0
Warga Baloi Center, Kelurahan Baloi Indah, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam, memasang spanduk penolakan pembangunan Koperasi Merah Putih (KMP) di atas lahan fasilitas umum (fasum) milik warga RW 03 Baloi Center, Senin (12/1) sore. Foto. Sya’ban/ Batam Pos

batampos – Warga Baloi Center, Kelurahan Baloi Indah, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam, secara serentak menolak rencana pembangunan Koperasi Merah Putih (KMP) di atas lahan fasilitas umum (fasum) milik warga RW 03 Baloi Center, Senin (12/1) sore.

Penolakan tersebut dipicu karena warga menilai pembangunan koperasi akan mengalihfungsikan fasum yang selama puluhan tahun dibangun, dirawat, dan dimanfaatkan melalui swadaya masyarakat.

Fasum Baloi Center RW 03 memiliki halaman yang cukup luas, diperkirakan setara dua kali lapangan voli. Selama ini, area tersebut menjadi pusat aktivitas warga, mulai dari sarana olahraga seperti voli, tempat bermain anak-anak, hingga lokasi kegiatan sosial kemasyarakatan. Di kawasan itu juga berdiri Posyandu Anggrek XV yang aktif melayani warga setiap minggu.

Salah seorang warga, Leni, mengungkapkan bahwa lahan fasum tersebut memiliki nilai sejarah bagi masyarakat Baloi Center. Menurutnya, lahan itu awalnya merupakan kolam yang dipenuhi semak belukar dan tidak terurus. Melalui gotong royong, warga menimbun dan meratakan lahan tersebut pada 1998 dengan mendatangkan sekitar 200 lori tanah.

“Ini murni hasil swadaya warga. Dulu kolam dan semak belukar, kami gotong royong menimbun supaya bisa dipakai bersama. Dari dulu sampai sekarang, fasum ini dipakai untuk kepentingan warga,” ujar Leni saat ditemui Batam Pos di lokasi.

Leni menyebut, warga RW 03 yang terdiri dari 12 RT merasa terkejut ketika material bangunan tiba-tiba masuk ke area fasum tanpa pemberitahuan dan persetujuan warga. Menurutnya juga, tidak pernah ada sosialisasi resmi yang melibatkan masyarakat terkait rencana pembangunan Koperasi Merah Putih di lokasi tersebut.

“Tiba-tiba tukang, besi, kayu, dan alat-alat sudah datang. Warga kaget, karena fasum ini mau dipatok dan dibangun. Tidak ada musyawarah, tidak ada persetujuan warga,” katanya.

Ia menegaskan, penolakan yang dilakukan warga bukan berarti menentang program pemerintah. Warga, kata dia, mendukung penuh program Koperasi Merah Putih sebagai upaya peningkatan ekonomi masyarakat. Namun, lokasi pembangunannya dinilai tidak tepat.

“Kami mendukung Koperasi Merah Putih. Tapi jangan di fasum Baloi Center. Fasum ini milik warga, untuk kegiatan sosial, olahraga, dan anak-anak,” tegas dia.

Penolakan serupa disampaikan Asun, warga RW 03 lainnya. Ia mengatakan material bangunan seperti kayu, besi, plafon, hingga gipsum sudah mulai masuk ke lokasi sejak pagi hari. Kehadiran para tukang membuat warga semakin resah.

“Warga benar-benar kaget. Lahan ini tiba-tiba mau dipatok. Kami merasa tidak dihargai sebagai pemilik dan pengelola fasum,” ujar Asun.

Masih di hari yang sama, warga Baloi Center menggelar mediasi di lokasi fasum. Mediasi tersebut dihadiri Ketua RW 03 Baloi Center, Lurah Baloi Indah, Sekretaris Camat Lubuk Baja, Danramil 01/Lubuk Baja, serta tokoh masyarakat dan perwakilan warga

Sebelum mediasi dimulai, sempat terjadi ketegangan antara warga dan pihak terkait. Warga menyampaikan kekecewaan karena sosialisasi rencana pembangunan koperasi hanya dilakukan di tingkat perangkat RW, kelurahan, dan kecamatan, tanpa melibatkan masyarakat secara langsung.

Dalam forum mediasi, seluruh perwakilan warga RW 03 secara tegas menyatakan penolakan terhadap pembangunan Koperasi Merah Putih di atas fasum Baloi Center itu.

Setelah dilakukan diskusi panjang, seluruh pihak akhirnya menyepakati bahwa pembangunan koperasi di lokasi tersebut tidak dilanjutkan.

Tokoh masyarakat Baloi Center, Juaner Abdul Gani, menyampaikan bahwa penolakan warga murni untuk menjaga fungsi fasum, bukan untuk menghambat program pemerintah.

“Ingat, warga bukan menolak Koperasi Merah Putih. Warga mendukung penuh. Tapi jangan dibangun di fasum ini. Fasum ini pusat kegiatan warga Baloi Center. Bahkan wali kota dan DPRD pernah menggelar kegiatan di sini,” kata dia.

Menanggapi aspirasi warga, Purwanto Ketua Rw 03 Baloi Center menyatakan pihak RW akan mengikuti keputusan masyarakat. Ia berjanji pembangunan Koperasi Merah Putih di fasum Baloi Center RW 03 tidak akan dilanjutkan lagi.

“Karena warga sudah sepakat menolak, maka pembangunan tidak akan dilakukan. Material yang sudah terlanjur dikirim akan dikembalikan oleh kontraktor,” ujarnya.

Purwanto menambahkan, pihak RW bersama kelurahan dan kecamatan akan mencari lokasi alternatif untuk pembangunan Koperasi Merah Putih.

“Kami akan koordinasi lagi dengan kelurahan dan kecamatan untuk mencari tempat lain,” katanya.

Ia juga mengakui bahwa penunjukan fasum Baloi Center sebagai lokasi koperasi merupakan usulan darinya, lantaran keterbatasan lahan yang tersedia.

“Waktu itu informasi dari lurah sulit mencari lokasi lain, jadi saya mengusulkan tempat ini. Tapi memang belum sempat saya sosialisasikan ke warga,” ujar dia.

Purwanto menegaskan, secara fisik lahan tersebut telah dikuasai dan dimanfaatkan warga selama lebih dari 20 tahun. Ia juga mengklarifikasi pernyataan sebelumnya yang sempat menyebut lahan tersebut milik perusahaan.

“Setelah kami cek dan mendengar keberatan warga, memang secara fisik fasum ini sudah lama dikelola warga,” ujarnya.

Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Lubuk Baja, Muhammad Bachri, mengatakan persoalan tersebut diselesaikan melalui mediasi agar tidak menimbulkan konflik berkepanjangan di tengah masyarakat.

“Tujuan Koperasi Merah Putih adalah untuk kesejahteraan masyarakat. Tapi tidak boleh menimbulkan dampak sepihak, apalagi mengalihfungsikan fasum,” ujar Bachri.

Ia memastikan pemerintah akan mencari lokasi lain yang tidak menimbulkan penolakan warga. “Kami akan mencari lokasi alternatif untuk pembangunan Koperasi Merah Putih,” katanya.

Sementara itu, Danramil 01/Lubuk Baja, Samjos Sirait, menegaskan kehadiran Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) dalam kegiatan tersebut hanya sebagai mediator dan pengawal program pemerintah.

“Mungkin yang terjadi di sini adalah miskomunikasi. Program ini sudah dibahas di tingkat kecamatan, tapi tidak sampai ke masyarakat,” ujarnya.

Samjos menegaskan TNI tidak memiliki kepentingan apa pun terkait penentuan lokasi pembangunan koperasi.

“Kami hanya membantu pelaksanaan pembangunan. Tidak ada kepentingan apa pun. Penentuan lokasi sepenuhnya kewenangan pemerintah daerah,” katanya.

Ia memastikan pembangunan Koperasi Merah Putih di fasum Baloi Center RW 03 resmi dihentikan dan akan dialihkan ke lokasi lain sesuai kesepakatan mediasi. (*)

Artikel Usai Mediasi, Koperasi Merah Putih Tak Jadi Dibangun di Fasum Baloi Center pertama kali tampil pada Metropolis.

Kuliner Batam, 5 Lontong Padang Enak dengan Cita Rasa Asli Minang

0
Lontong Padang. (youtube.com/@DapurUmmuNabila)

batampos – Kuliner Nusantara sangat kental di Kota Batam. Salah satunya, Lontong Padang menjadi menu yang sering dicari.

Hidangan khas Minang ini disajikan dengan kuah santan, sayur nangka, dan aneka lauk gurih.

5 Lontong Padang Enak dengan Cita Rasa Asli Minang

1. Ketupat padang & Soto Padang Uni Ira
Salah satu tempat yang menjual lontong Padang dengan kuah nangka dan pakis. Porsinya sangat besar dan buka pagi. Terletak di Depan Grand BSI pintu samping atau depan Bebek Pickme.

2. Sarapan Pagi
Tempat yang menjual lontong Padang dengan kuah santan yang pekat. Selalu ramai saat pagi. Terletak di Gerbang masuk Genta 1, dekat toko stempel, Kecamatan Batuaji, Kota Batam.

3. Ketupat Gulai Pitalah
Bagi yang suka olahraga pagi bisa menyatap kuliner satu ini. Porsinya banyak dan harganya sangat terjangkau. Terletak di SP Batu Aji, depan Samsat lapangan SP. Buka hanya hari Sabtu dan Minggu.

4. Lapau Tiban
Pengen sarapan lontong khas Padang dengan rasa kuah yang mendok bisa kesini. Kuah nangka dan pakisnya bisa digabung. Terletak di Jl. Kencana Emas, Tiban Indah, Kecamatan Sekupang, Kota Batam.

5. Sarapan Pagi Uni Nur
Tempat sarapan yang terkenal di Bengkong dengan lontong Padangnya. Banyak warga lokal yang sering makan disini. Terletak di Pasar Sukaramai, Jl. Bengkong Indah (Samping Rm. Mando), Bengkong, Batam.

Pilihan lontong Padang di Batam membuat masyarakat mengobati rasa rindu khas Minang. Pastikan lokasi dan jam buka sebelum berkunjung.(*)

Artikel Kuliner Batam, 5 Lontong Padang Enak dengan Cita Rasa Asli Minang pertama kali tampil pada Metropolis.

Pembalap Live TikTok di Sagulung, 7 Orang Ditindak dan Ditilang

0
Ilustrasi balap liar.

batampos – Tim Gabungan dari Polsek Sagulung dan Sat Lantas Polresta Barelang menindak pembalap liar yang beraksi di jalan lurus kawasan galangan kapal Marcopolo, Sei Pelenggut, Minggu (11/1) malam. Dari lokasi, polisi mengamankan orang orang pembalap.

KBO Sat Lantas Polresta Barelang, Iptu Yudhi Patra mengatakan penindakan ini dilakukan setelah adanya keluhan dari masyarakat. Aktivitas ini meresahkan, bahkan pembalap melakukan siaran langsung atau live di media sosial (medsos) TikTok.

“Kami melakukan penindakan atas keluhan dan pengaduan masyarakat terhadap aksi balap liar ini,” ujarnya.

Baca Juga: Truk Sampah DLH Batam Ringsek Parah Usai Tabrakan, Polisi Dalami Penyebabnya

Yudhi menjelaskan seluruh pembalap diamankan ke Mapolsek Sagulung. Pihaknya memberikan sanksi tilang melaui Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).

Selain itu, pengendara wajib melengkapi kendaraan dengan perlengkapam standar pabrikan.

“Selama kegiatan kita juga memberikan edukasi. Sanksi ini agar ada efek jera dan mereka tidak mengulanginya lagi,” katanya.

Sementara Kapolsek Sagulung, Iptu Husnul Afkar mengatakan pihaknya akan meningkatkan patroli ke lokasi, khususnya pada akhir pekan. Sehingga, aktivitas ini tidak kembali lagi.

Baca Juga: Distributor Sebut Kenaikan Harga Ayam Potong Bersifat Sementara

“Patroli akan kita tingkatkan. Dan saya minta kerjasama masyarakat, jika ada aktivitas lagi segera laporkan,” ujarnya.

Husnul turut mengimbau para orangtua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anaknya. Sebab, balap liar ini didominasi anak remaja.

“Pengawasan orangtua dibutuhkan. Batasi jam keluar dan jangan memberikan sepeda motor pada malam hari,” tutupnya. (*)

Artikel Pembalap Live TikTok di Sagulung, 7 Orang Ditindak dan Ditilang pertama kali tampil pada Metropolis.

Distributor Sebut Kenaikan Harga Ayam Potong Bersifat Sementara

0
Harga ayam potong segar di pasaran Batam masih tinggi. Foto: Dok Batam Pos

batampos – Harga daging ayam di pasaran Kota Batam masih terpantau tinggi. Kenaikan harga ini diduga dipicu meningkatnya permintaan selama libur dan hari besar, sehingga memengaruhi harga ayam potong segar maupun ayam beku di tingkat pedagang.

Ketua Asosiasi Distributor Bahan Pokok (Korw) Batam, Aryanto, mengatakan kenaikan harga daging ayam di momen hari besar keagamaan atau momen tertentu adalah biasa. Dimana saat itu terjadi peningkatan permintaan.

“Memang untuk daging ayam, kemungkinan besar pengaruh hari besar. Biasanya ada kenaikan harga,” ujar Aryanto, Senin (12/1).

Menurutnya, asosiasi juga berencana memanggil para pelaku usaha untuk mengetahui kondisi di lapangan secara lebih detail, termasuk faktor apa saja yang menyebabkan harga ayam mengalami kenaikan.

Baca Juga: Asosiasi Ungkap Alasan Distributor di Batam Belum Merespons Beras Premium dari Makassar

“Nanti akan kami panggil juga, kondisinya seperti apa. Kalau biasanya, kondisi seperti ini terjadi karena gejolak hari besar,” katanya.

Aryanto menilai, lonjakan harga daging ayam tersebut bersifat sementara dan berpotensi kembali normal setelah permintaan masyarakat menurun.

“Kemungkinan ini hanya sementara dan nanti akan turun kembali,” ujarnya.

Terkait daging ayam beku, Aryanto menjelaskan bahwa selama ini pasokannya memang didatangkan dari luar Batam, namun masih dari dalam negeri, bukan impor.

“Untuk ayam beku, selama ini memang didatangkan dari luar Batam, tapi bukan dari luar negeri,” jelasnya.

Ia menambahkan, kenaikan harga ayam beku juga dipengaruhi oleh tingginya permintaan di pasaran.

“Permintaan sedang tinggi, itu juga berpengaruh terhadap harga,” katanya.

Sementara itu, pantauan di sejumlah pasar di Batam menunjukkan harga ayam potong segar saat ini berkisar Rp45 ribu per kilogram. Sedangkan harga ayam beku berada di kisaran Rp42 ribu per kilogram.

Baca Juga: Dorong Ekonomi Kelurahan, Enam Koperasi Merah Putih di Batam Sudah Beroperasi

Salah seorang pedagang ayam potong, Ganjar, mengatakan perbedaan harga antara ayam segar dan ayam beku saat ini sangat tipis. Padahal, dalam kondisi normal, selisih harga bisa mencapai Rp5 ribu hingga Rp7 ribu per kilogram.

“Biasanya beda harga ayam beku dan segar cukup jauh, bisa Rp5 ribu sampai Rp7 ribu. Tapi sekarang selisihnya tipis sekali,” ujarnya.

Meski demikian, Ganjar menyebutkan kondisi tersebut tidak terlalu memengaruhi daya beli masyarakat. Konsumen tetap membeli ayam karena merupakan kebutuhan pokok sehari-hari.

“Perbedaannya memang cukup terasa, tapi konsumen tetap beli karena memang sudah kebutuhan,” katanya. (*)

Artikel Distributor Sebut Kenaikan Harga Ayam Potong Bersifat Sementara pertama kali tampil pada Metropolis.

4 WNI Diculik Bajak Laut di Perairan Gabon Afrika Tengah

0
Ilustrasi bajak laut culik WNI dan WN Tiongkok di perairan Gabon. (Sumber: Mureks)

batampos – Sejumlah warga negara Indonesia (WNI) dan WN Tiongkok dilaporkan menjadi korban penculikan bajak laut dari sebuah kapal ikan di perairan Gabon, Afrika tengah, menurut laporan media setempat, Senin.

“Kapal penangkap ikan berbendera Gabon, IB FISH 7, diserang bajak laut saat menangkap ikan sekitar 7 mil laut tenggara Equata di perairan Gabon,” kata Kepala Staf Angkatan Laut Gabon Laksamana Madya Charles Hubert Bekale Meyong, sebagaimana ditayangkan televisi Gabon 24.

Saat membacakan pernyataan Kementerian Pertahanan Gabon, Meyong berkata bahwa dalam serangan tersebut, para pelaku yang terdiri dari tiga pria bersenjata menculik sembilan awak kapal yang terdiri dari 5 WN Tiongkok dan 4 WNI.

Sementara, enam awak kapal lainnya yang terdiri dari WNI, WN Tiongkok, dan WN Burkina Faso, bertahan di atas kapal ikan mereka.

Setelah ditemukan, kapal yang dibajak tersebut diamankan dan dikawal personel keamanan hingga pelabuhan di ibu kota, menurut pernyataan pemerintah Gabon.

“Situasi saat ini sudah terkendali di tingkat pemerintahan tertinggi, dan semua langkah yang diperlukan telah diambil demi memastikan keamanan maritim,” kata Kepala Staf Angkatan Laut Gabon.

Sementara itu, kejaksaan setempat dilaporkan telah membuka penyelidikan terkait penculikan bajak laut terhadap sejumlah WNI tersebut. (*)

Artikel 4 WNI Diculik Bajak Laut di Perairan Gabon Afrika Tengah pertama kali tampil pada News.

Dorong Ekonomi Kelurahan, Enam Koperasi Merah Putih di Batam Sudah Beroperasi

0
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batam, Salim. Foto, Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – Upaya penguatan ekonomi berbasis kelurahan di Kota Batam terus menunjukkan perkembangan. Hingga saat ini, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batam mencatat enam Koperasi Merah Putih (KMP) telah beroperasi, sementara 11 Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) masih dalam tahap pembangunan fisik.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batam Salim mengatakan, koperasi yang sudah beroperasi tersebar di sejumlah wilayah, yakni Pulau Buluh, Kelurahan Patam, Sei Binti, Sagulung Kota, Sembulang, dan Pulau Terong.

“Saat ini yang sudah operasional ada enam koperasi yang bergerak dalam beberapa bentuk usaha. Sementara yang masih progres pembangunan fisik ada 11 lokasi,” ujar Salim.

Baca Juga: Truk Sampah DLH Batam Ringsek Parah Usai Tabrakan, Polisi Dalami Penyebabnya

Ia menjelaskan, 11 koperasi yang masih dibangun tersebut merupakan KKMP yang dikerjakan oleh PT Agrinas bekerja sama dengan TNI. “Untuk unit usaha nanti tergantung koperasinya. Bisa sembako, LPG, alat pertanian, apotek, dan usaha lainnya,” katanya.

Sementara itu, Perwira Seksi Teritorial (Pasiter) Kodim 0316/Batam Mayor Cke Tidar Arga Lisa menyampaikan bahwa pembangunan fisik koperasi saat ini berlangsung di 11 kelurahan.

Lokasi pembangunan tersebut meliputi Kelurahan Tembesi, Sambau, Batu Besar, Sungai Harapan, Sungai Pelenggut, Sungai Lekop, Tanjung Riau, Duriangkang, Mangsang, Tanjung Piayu, dan Tanjung Buntung.

Ia menyebutkan progres pembangunan di masing-masing lokasi tidak sama.

Baca Juga: Asosiasi Ungkap Alasan Distributor di Batam Belum Merespons Beras Premium dari Makassar

“Untuk Tembesi, kami harapkan akhir Januari sudah bisa selesai. Di Sambau progresnya juga cukup tinggi. Sementara di Sungai Lekop, progres pembangunan masih relatif rendah,” ujarnya.

Tidar berharap seluruh pembangunan dapat berjalan sesuai rencana sehingga koperasi segera dimanfaatkan masyarakat.

“Mohon doa agar pembangunan berjalan lancar dan koperasi ini bisa memberi manfaat bagi masyarakat Kota Batam dalam meningkatkan kesejahteraan,” katanya. (*)

Artikel Dorong Ekonomi Kelurahan, Enam Koperasi Merah Putih di Batam Sudah Beroperasi pertama kali tampil pada Metropolis.

Ini 5 Tanda Rekan Kerja di Kantor Termasuk Orang Toxic

0
Lima tanda rekan kerja toxic yang berbahaya bagi mentalmu. (Dok. Ist)

batampos – Dalam ruangan perkantoran atau lingkungan kerja ada juga berbagai jenis teman dan pertemanan yang terjalin dari sesama rekan kerja.

Terutama bagi kamu yang memiliki rekan kerja seumuran, sulit bagi kamu untuk tidak berteman atau tidak berkomunikasi sama sekali dengan mereka. Tentunya selain obrolan soal pekerjaan sebagai karyawan kamu bisa melakukan basa-basi sedikit hingga berteman dengan mereka.

Sama seperti dunia sekolah dan kuliah, ada banyak jenis teman yang akan Anda temui di perkantoran. Mulai dari rekan kerja yang benar-benar baik, suka mencari muka, atau bahkan yang mengadu domba kamu di belakang sekalipun.

Sama seperti pertemanan pada umumnya, kamu harus bisa teliti dan menyeleksi teman mana yang bisa kamu jadikan kawan dan mana yang akan kamu jadikan rekan kerja biasa. Untuk itu kamu harus memahami mana teman kerja yang toxic dan mana teman kerja yang bisa kamu ajak jalan.

Ada berapa hal yang bisa membedakan antara rekan kerja toxic dan juga yang tidak. Dilansir dari News24 dan Huff Post, ini merupakan 5 tanda bahwa teman atau rekan kerja kamu merupakan orang yang toxic:

1. Ekspektasi Pembelaan

Tanda pertama bahwa teman atau rekan kerja kamu merupakan orang yang toxic adalah adanya ekspektasi pembelaan. Apabila kamu berteman dengan rekan kerja yang toxic mereka akan memiliki ekspektasi bahwa kamu akan bela mereka apapun yang terjadi.

Sebagai seorang teman adalah normal bagi kamu membela temanmu apabila mereka mengalami ketidakadilan. Namun terkait pekerjaan ada beberapa hal kata keputusan yang tidak bisa dipengaruhi oleh kedekatan atau pertemanan.

Bagaikan kerja kamu tentu tidak bisa membela temanmu dalam berbagai situasi terutama jika mereka merupakan orang yang salah dalam hal tersebut. Jika teman tersebut terus-menerus mengharapkan kamu membela mereka bahkan soal kerjaan sekalipun maka mereka bisa jadi termasuk orang yang toxic.

2. Takut akan Tindakan

Tanda kedua bahwa teman atau rekan kerja kamu di kantor adalah orang toxic adalah kamu takut akan tindakan mereka. Sebagai seorang teman kamu lambat lawan paham terkait sejauh mana mereka berani bertindak dan melakukan sesuatu.

Jika berbagai tindakan atau sifat mereka membuatmu takut, bisa jadi kamu telah bertemu rekan kerja atau teman di kantor yang toxic dan berbahaya.

Dalam pertemanan tentunya seseorang mengharapkan kedekatan yang setara. Namun jika kamu merasa takut akan apa yang bisa mereka lakukan ketika kamu berhenti berteman dengan mereka, maka sudah jelas teman kamu tersebut merupakan orang yang toxic.

3. Perubahan Perilaku

Tanda ketiga bahwa teman atau rekan kerja kamu di kantor adalah orang toxic adalah adanya perubahan perilaku dalam diri kamu. Hal ini sangat lazim untuk terjadi di mana apabila seseorang berteman maka sikap atau sifat teman tersebut bisa tertular ke dalam diri kamu.

Contohnya jika kamu sebelumnya adalah orang yang profesional dan mengedepankan pekerjaan di atas segalanya. Setelah berteman dengan orang-orang tertentu kamu bisa menjadi pribadi yang sangat jauh berbeda.

Kamu bisa banyak bergunjing menjatuhkan orang dan bahkan bermalas-malasan dalam pekerjaan. Berbagai perilaku buruk yang kamu dapat dari temanmu ini bisa jadi alarm yang membangunkan kamu bahwa teman kamu merupakan orang yang toxic.

4. Khawatir dan Cemas

Tanda keempat bahwa teman atau rekan kerja kamu di kantor merupakan orang toxic adalah kamu merasa khawatir dan cemas saat kamu berteman dengan mereka. Hal ini merupakan sesuatu yang tidak lazim karena pertemanan pada dasarnya harusnya mendatangkan rasa senang dan bahagia.

Namun ketika kamu berteman dengan mereka baik itu mengobrol maupun duduk berdekatan sekalipun kamu merasakan rasa takut dan cemas. Kamu bisa merasakan konflik internal di mana perasaanmu campur aduk ketika kamu duduk bersama dan nongkrong dengan mereka.

Kamu mulai merasakan kebimbangan Dan dilema apakah kamu harus mengakhiri pertemanan tersebut atau tidak. Hal ini merupakan tanda yang jelas bahwa teman tersebut merupakan teman toxic.

5. Adanya Pengkhianatan

Tanda kelima bawa teman atau rekan kerja kamu di kantor adalah orang toxic adalah adanya pengkhianatan. Penghianatan ini bisa berlaku kepada teman lain ataupun kepada diri kamu.

Jika kamu melihat teman tersebut suka melaporkan tindakan tertentu ke atasan, mencari cari informasi buruk tentang orang lain, mendekati orang demi keuntungan, bisa jadi mereka termasuk orang yang toxic.

Meski kamu belum menjadi korban dari perilaku tersebut, tidak merata kemungkinan teman yang toxic tersebut memperlakukan kamu segera setelah kamu melakukan kesalahan untuk mereka.

Kelima poin di atas merupakan beberapa tanda bahwa teman atau rekan kerja kamu di kantor adalah orang yang toxic. Apabila kamu menyadari bahwa temanmu adalah orang yang toxic sudah seharusnya bagi kamu untuk menjaga profesionalitas dan hanya berteman sewajarnya di lingkup perkantoran. (*)

Artikel Ini 5 Tanda Rekan Kerja di Kantor Termasuk Orang Toxic pertama kali tampil pada Lifestyle.