batampos – Tips mengelola keuangan ini menjadi satu diantara banyak cara agar keuangan stabil dan tidak terjerat utang. Terlebih di zaman sekarang, godaan untuk melakukan pinjaman sangat menggiurkan.
Mengatur keuangan memang bukanlah perkara mudah, karena pastinya kondisi kehidupan yang real akan selalu tidak sesuai dengan yang direncanakan.
Salah satu fenomenanya adalah Pinjaman Online (pinjol) yang saat ini sudah merajalela dan banyak masyarakat yang terjerat.
Namun Anda bisa lepas dari jerat tersebut bila menerapkan pengelolaan uang dengan bijak. Dalam mengelola keuangan, Anda harus memastikan manajemen dan arus keluar masuk uang sesuai dengan kebutuhan sehingga tidak terjadi minus atau utang.
Ada rumus serta cara yang efektif sehingga keuangan dapat digunakan dengan baik dan bijak.
Mengutip dari situs Manulife, ada beberapa metode dan cara mengelola keuangan agar efektif dan tepat sasaran.
Ada satu metode efektif yang bisa dipraktikkan untuk mengelola keuangan, yaitu metode 50/30/20.
Metode ini tengah mengemuka di tengah masyarakat dan dianggap cocok untuk masyarakat modern dan generasi muda di masa kini. Lalu seberapa efektif metode ini bisa dipraktikkan dalam mengelola keuangan Anda?
Pada dasarnya, metode ini adalah metode budgeting pribadi yang membagi dana ke dalam 3 kategori, yaitu kebutuhan, keinginan dan masa depan. Angka 50, 30, dan 20 mewakili presentase dana yang harus dialokasikan untuk tiga kategori tersebut.
Berikut pembagian atau alokasi dana dengan metode 50/30/20:
Sebanyak 50% untuk kebutuhan. Jadi yang dimaksud adalah 50% dari penghasilan kita, harus dimaksimalkan untuk kebutuhan yang berifat primer.
Kebutuhan tersebut antara lain makan, sewa atau cicilan rumah, utility, serta kebutuhan pokok lainnya.
Sebanyak 30% untuk keinginan. Yang dimaksud adalah dana 30% yang digunakan untuk keinginan seperti travelling, nongkrong, atau bahkan streaming video.
Sisanya 20% untuk masa depan. Yang dimaksud adalah 20% dana dari penghasilan kita baiknya ditabung atau investasi demi masa depan. Artinya uang tersebut tidak akan digunakan saat ini namun bisa bertambah value seiring waktu.
Apabila Anda memiliki tekad kuat dan kedisiplinan, bukan tidak mungkin metode tersebut bisa dipraktikkan. (*)
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan B Najamudin memberi catatan khusus sekaligus mengungkap keprihatinannya pada komposisi capres cawapres.
batampos – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan B Najamudin memberi catatan khusus sekaligus mengungkap keprihatinannya pada komposisi calon presiden (Capres) dan calon wakil presiden (Cawapres) pada pemilihan umum Presiden (Pilpres) Tahun 2024.
Menurut Sultan, para Capres-Cawapres yang diusung oleh para elite politik saat ini tidak mewakili realitas keindonesiaan yang plural. Bisa dikatakan sangat Jawasentris.
“Kami menghormati hasil nominasi para capres dan cawapres oleh partai politik yang penuh dengan dinamika. Namun, pertimbangan pada peta elektoral yang cenderung kuantitatif ini, tidak sepenuhnya berdampak pada kualitas dan masa depan demokrasi Indonesia,” ujar Sultan kepada JawaPos.com, Selasa (24/10).
Akibatnya, kata Sultan, timbul kecurigaan dan sikap saling tuduh antar elite. Ke depannya perlu mengubah pola nominasi capres dan cawapres agar menjadi lebih inklusif dan Indonesia sentris, tanpa mensyaratkan presidential threshold.
Sementara itu, dari sisi komposisi capres dan cawapres, Pilpres 2024 tidak banyak menyatukan dan mengonsolidasikan gagasan dan potensi anak bangsa dari semua kalangan di daerah.
“Sangat wajar jika koalisi yang dibangun parpol cenderung melihat sisi untung rugi politik dan dampaknya pada hasil pemilihan anggota legislative,” tegas mantan Wakil Gubernur Bengkulu itu.
Sultan juga mengkritisi pertimbangan politik elite yang hanya melihat variabel jumlah suara di beberapa provinsi di Pulau Jawa.
Oleh karena itu, muncul istilah “bettle ground” yang menjadi lokus pertempuran politik elektoral.
“Menciptakan Bettle ground hanya akan menyebabkan meningkatnya polarisasi dan pergeseran sosial oleh banyak fraksi politik. Jawasentrisme politik dalam pilpres sangat mempengaruhi cara berpikir dan tradisi politik bangsa Indonesia yang cenderung feodal hari-hari ini,” ujar Sultan.
Lebih lanjut, mantan aktivis KNPI itu menerangkan bahwa pemilu 2024 akan meninggalkan banyak pengalaman berharga bagi perjalanan demokrasi Indonesia. Sebagai bangsa, kata Sultan, perlu mengevaluasi sistem demokrasi yang cenderung makin mengarah liberal saat ini.
“Selain menghilangkan syarat pencalonan atau presidential treshold (PT 20 persen), kami mengusulkan agar diterapkan sistem electoral college oleh anggota Parlemen baik anggota DPR dan DPD RI pada pemilihan presiden,” ujar Sultan.
Lebih lanjut, Sultan mengaku pernah mengusulkan jika perlu Wapres itu lebih dari satu untuk mengakomodasi kewilayahan Indonesia yang sangat luas dan beragam.
“Banyak sekali ide gagasan dan opsi ke depan untuk memperbaiki sistem demokrasi kita agar makin hari makin ideal, akomodatif dan menghindari polarisasi,” ujar Sultan.
Bahkan lebih dari ini patut menjadi bahan pertimbangan dan renungan kita semua agar mengembalikan sistem pemilihan presiden ke MPR adalah salah satu opsi yang lebih ideal dan akomodatif agar tidak diserahkan ke mekanisme pasar seperti sekarang ini karena biaya politik akhirnya makin lama mahal sekali.
“Sistem ini juga lebih efektif untuk mengelolah bangsa sebesar ini sesuai dengan konsep bernegara Pancasila,” tegas sultan. (*)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dikabarkan akan merombak atau me-reshuflle Kabinet Indonesia Maju, pada Rabu (25/10) besok. (Setpres)
batampos – Presiden Joko Widodo (Jokowi) dikabarkan akan merombak atau me-reshuflle Kabinet Indonesia Maju, pada Rabu (25/10) besok. Tersiar kabar, Partai Demokrat akan menempati posisi Menteri Pertanian (Mentan), setelah menteri sebelumnya Syahrul Yasin Limpo ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat Kamhar Lakumani menyampaikan, reshuffle kabinet merupakan hak prerogatif Presiden Jokowi. Ia tak ingin berandai-andai terkait isu tersebut.
“Reshuffle kabinet adalah hak prerogatif Presiden, kami tak ingin mengomentari dan berandai-andai,” kata Kamhar kepada wartawan, Selasa (24/10).
Kamhar menekankan, saat ini fokus utama dan prioritas Partai Demokrat adalah mempersiapkan diri menghadapi pilpres dan pileg yang kurang dari empat bulan lagi. Pihaknya pun optimis mendukung Prabowo Subianto untuk memenangkan Pilpres 2024.
“Berikhtiar dengan segenap daya dan upaya untuk menghantarkan Pak Prabowo sebagai Presiden RI ke-8 dan memenuhi target keterisian kursi di seluruh dapil pada Pileg mendatang,” ucap Kamhar.
Meski demikian, Kamhar tak mengetahui isi pertemuan Presiden Jokowi dengan ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (23/10) kemarin.
“Terkait pertemuan kemarin sore antara Presiden Jokowi dengan Mas Ketum AHY, kami belum mengetahui apa yang menjadi pembicaraannya,” tegas Kamhar.
Sebelumnya, Presiden Jokowi berencana merombak menteri di Kabinet Indonesia Maju. Kemungkinan pergantian menteri akan dilakukan dalam pekan ini.
“Mungkin minggu ini. Ini baru disiapkan,” ujar Jokowi menjawab pertanyaan wartawan soal reshuffle, Selasa (24/10).
Jokowi menjelaskan, posisi menteri yang akan diganti yakni Kementerian Pertanian (Kementan). Saat ini kursi Mentan masih dijabat oleh pelaksana tugas (Plt). Jokowi menunjuk Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi sebagai Plt Mentan, mengisi kursi yang ditinggalkan Syahrul Yasin Limpo.
“(Yang dirombak) pos Menteri Pertanian,” ucap Jokowi.
Jokowi masih menutup rapat siapa yang akan menggantikan posisi Mentan. Namun, Jokowi sempat memberi respons positif dengan menganggukan kepala saat disinggung mengenai kemungkinan kader dari Partai Demokrat masuk kabinet. (*)
Relawan Heru Purnomo saat mencopot baju ‘Rumah Jokowi’ di hadapan Puan, Surabaya, Sabtu (21/10)./ Youtube @JTV Rek
batampos – Relawan Jokowi melepas baju kebanggaannya di hadapan Puan Maharani saat acara konsolidasi pemenangan Ganjar-Mahfud di Surabaya, Sabtu (21/10).
Relawan melepas baju ‘Rumah Jokowi’ sebagai bentuk kekecewaannya terhadap keluarga Jokowi yang tak lagi mendukung Ganjar.
Seperti diketahui, Gibran Rakabuming telah resmi menjadi Cawapres Prabowo sejak Minggu yang lalu (22/10), sementara dirinya masih berstatus sebagai kader PDI Perjuangan.
Pada acara bertajuk ‘Bersama Ibu Puan Maharani Konsolidasi Relawan Ganjar Pranowo danRelawan Mahfud MD se-Jawa Timur’, seorang relawan bernama Heru Purnomo berkesempatan berbicara di hadapan para peserta, termasuk Puan Maharani.
Relawan Heru mengatakan, bahwa ia berpindah dari mendukung Jokowi menjadi mendukung Ganjar, karena baginya Jokowi adalah masa lalu.
Awalnya ia mengaku, bahwa dirinya bangga memakai ‘Rumah Jokowi’, namun sekarang justru ‘Rumah Jokowi’ dikecewakan oleh anaknya sendiri, Gibran Rakabuming Raka.
“Kami bangga memakai Rumah Jokowi karena kami memperjuangkan Jokowi dari ketika dia Gubernur, Presiden (tahun) 2014, Presiden 2019,” pungas relawan Heru Purnomo.
“Namun pada hari ini, Rumah Jokowi dikecewakan sama si anak Jokowi yang namanya Gibran,” lanjutnya.
Ia dihadapan para wartawan dan peserta konsolidasi mendeklarasikan diri bukan lagi relawan Jokowi, tetapi sudah menjadi Relawan Ganjar.
“Saksikan para wartawan! Saksikan para teman-teman relawan! Pada detik ini, kita sudah tidak pakai nama ‘Rumah Jokowi’. Kami pakai nama ‘For Ganjar’,” pungkas Heru.
Kemudian bentuk kekecewaan relawan Heru terhadap Jokowi yang tak lagi mendukung Ganjar, ia melampiaskan dengan mencopot baju ‘Rumah Jokowi’.
“Mohon maaf! Di akhir kata, kami akan melepas baju yang kami cintai, karena kami sudah kecewa. Kami kecewa dengan ‘Rumah Jokowi’,” tuturnya yang langsung disambut sorak sorai dari peserta yang lain.
“Rumah Jokowi bagi kami adalah sekarang sudah roboh. Kami tidak bicara tentang ‘Rumah Jokowi lagi, tapi kami bicara tentang ‘For Ganjar’,” tambahnya.
Kemudian ia mengajak peserta konsolidasi yang lain untuk turut mencopot baju ‘Rumah Jokowi’, sambil melempar baju itu ke depan. (*)
batampos – Konselor Keluarga, Suryani mengatakan ketahanan keluarga menjadi salah satu persoalan sekaligus tantangan. Dewasa ini, fakta makin maraknya anak remaja yang mengalami penyimpangan seksualitas menjadi pekerjaan rumah yang harus dicarikan solusinya.
Pentingnya parenting atau pendidikan dalam pengasuhan bisa menghindari anak dari pergaulan yang salah atau menyimpang. Remaja yang memasuki fase pencarian jati diri, sering terjerumus dalam pergaulan yang menyimpang ini.
Suryani menyebut setiap tahun perkembangan LGBT di Batam mengalami peningkatan. Sepengalaman di tahun 2016 lalu, terdapat sedikitnya 3.000 orang, yang tergabung di komunitas ini, dan yang paling banyak di Batam.
Perilaku atau gaya hidup yang menular ini menjadi tantangan bagi orangtua dalam menyiapkan generasi berikutnya, bahkan sejak lahir. Melihat perkembangan kasus penyimpangan seksualitas yang semakin tumbuh ini, mengundang kekhawatiran dan keprihatinan dari orangtua.
Banyak kasus yang terjadi, orangtua tidak mengetahui perkembangan seksualitas anak mereka. Anak- anak generasi sekarang memiliki akses yang luar biasa, dan berbeda dengan jaman dulu.
“Sekarang kalau komunikasi dengan anak, tidak bisa lagi pakai bahasa “ibu dulu nak,” karena jamannya berbeda,” kata dia saat ditemui di wilayah Batamcenter, Senin (23/10).
Tantangan menjadi orangtua kini terasa lebih berat. Perilaku menyimpang ini., sebenarnya bisa dicegah. Menurut mantan anggota DPRD Provinsi Kepri ini, pertama kuncinya ada pada orangtua. Pola asuh adalah hal yang utama. Kenalkan anak mengenai seksualitas mereka. Anak perempuan diberi kesempatan dekat dengan ayah, begitu juga dengan anak lelaki juga harus dekat dengan ibu.
“Indonesia ini julukannya fatherless. Ada bapaknya, tapi jiwanya tidak ada. Banyak kasus ini juga melatarbelakangi anak salah dalam mengenali seksualitas mereka,” ujarnya.
Orangtua bisa memulai langkah pencegahan, agar anak- anak mereka berada di jalur yang sebenarnya, dan sesuai dengan gender mereka. Ketahanan keluarga sangat penting, dan tidak bisa lepas dari peran ayah dan ibu dari rumah.
Perilaku menyimpang ini bahkan sudah masuk pada sekolah- sekolah berasrama. Kemudahan akses informasi dari internet juga turut mendorong anak-anak jadi kesulitan mengenali seksualitas mereka.
Orangtua bisa memulai pendidikan identifikasi seksualitas sejak kecil. Misalnya menjelaskan bagian tubuh mereka, perubahan yang terjadi pada tubuh, termasuk seksualitas mereka.
“Jika lelaki harus memiliki rasa suka terhadap perempuan, begitu juga sebaliknya.Identifikasi yang jelas, ini yang paling penting sedini mungkin. Sehingga orangtua bisa mengenali orientasi seksual mereka dengan benar,” ungkapnya.
Harus diakui, untuk saat ini banyak orangtua yang tidak memiliki perhatian dan sering abai betapa pentingnya identifikasi seksualitas ini. Banyak orangtua yang memiliki keterbatasan dalam penyampaian edukasi seks sedini mungkin.
Berdasarkan pengalaman, banyak ditemukan anak- anak yang kurang perhatian di rumah tangga, juga menjadi salah jalan, termasuk dalam mengelola orientasi seksual mereka. Anak berusaha mencari sosok atau hal yang membuat mereka penasaran. Rasa terabaikan di keluarga juga mendasari mereka salah mengenali diri mereka.
“Ini harus menjadi perhatian dari orangtua. Kesadaran menjalani peran orangtua saat ini berbeda dengan dulu. Perkembangan teknologi juga membuat penyebaran paham ini meluas. Di tambah peran publik figur yang memberikan contoh. Jadi anak ini melihat role model mereka di dunia luar, karena di rumah tak didapatkan,” bebernya.
Pola pendidikan sangat penting. Dari sedini mungkin orangtua bisa mengidentifikasi kesukaan atau orientasi anak. Hal ini bukan berarti anak gemulai diindikasikan menyimpang. Namun hal itu menjadi bahan da perhatian dari orangtua, dalam mendidik anak sesuai dengan jalur yang tepat.
Pendidikan agama juga tidak kalah penting. Tanamkan iman dan ajaran agama sejak dini. Bekali anak dengan hal baik, tentu hal ini tiangnya di orangtua. Sehingga orangtua bisa mengetahui orientasi anaknya. Hal ini bisa menjadi tindakan pencegahan agar anak tidak terjerumus pada penyimpangan seksual.
“Ketika anak mengutarakan rasa suka mereka terhadap lawan jenis, harus diapresiasi, hal itu membuktikan masa orientasi seksual mereka berjalan dengan benar. Bagian dari orangtua adalah menata, mendidik mereka agar mengelola emosional atau perasaan sesuai dengan usia mereka. Jangan sampai mereka lepas dari pantauan, dan salah jalan,” beber Suryani.
Ia menyebutkan penyimpangan seksual ini bisa dicegah, dan anak bisa tumbuh di jalurnya. Penguatan dan pengenalan pendidikan sejak dini ini yang harus menjadi pekerjaan rumah dari orangtua. “Jadi anak mengenali gender mereka. Sehingga mereka tahu harus bagaimana dan mengelola orientasi seksual mereka. Anak- anak jadi tahu kalau mereka perempuan harus apa, begitu juga anak lelaki,” ungkapnya.
Peran penting orangtua, dan pola asuh yang baik dan benar akan mempengaruhi seksualitas anak berkembang dengan baik. Selain itu faktor berikutnya yang bisa mencegah anak tidak terjerumus pada pergaulan yang salah.
“Sekali lagi yang paling penting itu adalah orangtua. Peran orangtua bisa mendampingi tumbuh kembang anak mereka. Jangan abaikan kondisi anak berkembang, tanpa pengawasan orangtua, yang membuat anak mencari jati diri ke sosok yang lain,” ungkapnya.
Menurutnya,orangtua adalah orang pertama yang bisa membaca ada perubahan pada anak mereka. Orangtua jangan bersikap skeptis ketika anak mengutarakan perasaan mereka terhadap lawan jenis.
“Kebanyakan sekarang itu bilangnya, jangan pacaran, fokus belajar saja. Sehingga anak itu, berfikir sama lawan jenis dilarang, kalau sama anak sejenis tidak masalah. Nah, ini puncaknya. Makanya orangtua yang berperan dalam mengenali anaknya,” jelasnya.
Selanjutnya, orangtua juga bisa memilihkan lingkungan yang baik untuk menopang pertumbuhan anak. Banyak kasus, anak yang tumbuh di keluarga bagus, namun ketika berada di lingkungan tidak baik, menjadi penyebab anak terjerumus dalam perilaku LGBT.
“Dan kalau sudah terlibat, biasanya akan berlanjut menjadi pelaku. Sehingga perilaku menyimpang ini terus menyebar. Orang normal bisa berbelok, karena kuatnya komunitas ini melakukan tindakan pendekatan mereka,” kata dia. (*)
Pelebaran drainase induk di jalan protokol kantor Kecamatan Batuaji.
batampos – Badan Pengusahaan (BP) Batam turut ambil andil mengatasi persoalan banjir di wilayah Kecamatan Batuaji. Melalui program normalisasi drainase, BP Batam melebarkan drainase induk di jalan protokol kantor Kecamatan Batuaji, persisnya di simpang masuk Perumahan RKT, Kelurahan Buliang.
Proyek ini sama persis dengan pelebaran drainase induk di simpang Taman Makam Pahlawan Bulan Gebang Batuaji. Drainase induk di simpang tiga itu dibongkar habis, termasuk jalur penyeberangan air atau gorong-gorong. Drainase di ganti dengan U Ditch (coran semen bentuk U) berukuran besar dan tinggi agar drainase lebih lebar dan dalam.
Pantauan di lapangan pengerjaan masih pada tahap penggalian drainase yang lama sehingga akses jalan dari RKT ditutup sementara. Dalam waktu dekat ini U Ditch sudah bisa dipasang.
“Sama dengan di TMP. Itu proyek pelebaran drainase dari BP Batam. Kalau di TMP itu dari Pemko, Dinas Bina Marga. Untuk atasi banjir,” ujar Camat Batuaji Faizal.
Dijelaskan Faizal, Pemko dan BP Batam secara bersama melakukan normalisasi drainase ini tidak lain untuk mengatasi persoalan banjir yang terjadi selama ini. Sistem drainase yang saling berhubung harus dibenahi dari hulu hingga ke hilir.
Lurah Buliang Harry Budiman mengapresiasi dengan proyek pelebaran drainase ini dan saat ini persoalan banjir perlahan mulai diatasi. Dia pun menghimbau masyarakat kelurahan Buliang untuk menjaga dan merawat drainase yang ada dengan tidak buang sampah sembarangan.
“Mari tertib dengan sampah kita. Jaga drainase agar lingkungan kita aman dari banjir, ” ujar Harry. (*)
Bakal calon presiden Anies Baswedan dan bakal calon wakil presiden Muhaimin Iskandar saat menuju Gedung KPU, Jakarta, Kamis (19/10/2023). (MIFTAHUL HAYAT/JAWA POS)
batampos – Bacapres-bacawapres Koalisi Perubahan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar alias Cak Imin (AMIN) memiliki visi “Indonesia Adil Makmur Untuk Semua”. Untuk mewujudkan itu, keduanya memiliki misi dengan dalam bentuk delapan langkah perubahan.
Dalam dokumen visi-misinya, Anies-Cak Imin menyebut bahwa langkah pertama adalah memastikan ketersediaan kebutuhan pokok dan biaya hidup murah melalui kemandirian pangan, ketahanan energi, dan kedaulatan air.
Langkah kedua adalah mengentaskan kemiskinan dengan memperluas kesempatan berusaha dan menciptakan lapangan kerja, mewujudkan upah berkeadilan, menjamin kemajuan ekonomi berbasis kemandirian dan pemerataan, serta mendukung korporasi Indonesia berhasil di negeri sendiri dan bertumbuh di kancah global.
Langkah ketiga adalah mewujudkan keadilan ekologis berkelanjutan untuk generasi mendatang. Langkah keempat adalah membangun kota dan desa berrbasis kawasan yang manusiawi, berkeadilan, dan saling memajukan.
Langkah kelima adalah mewujudkan manusia Indonesia yang sehat, cerdas, produktif, berakhlak, serta berbudaya. Langkah keenam adalah mewujudkan keluarga Indonesia yang sejahtera dan bahagia sebagai akar kekuatan bangsa.
Langkah ketujuh adalah memperkuat sistem pertahanan dan keamanan negara, serta meningkatkan peran dan kepemimpinan Indonesia dalam kancah politik global untuk mewujudkan kepentingan nasional dan perdamaian dunia.
Langkah kedelapan adalah memulihkan kualitas demokrasi, menegakkan hukum
dan HAM, memberantas korupsi tanpa tebang pilih, serta menyelenggarakan pemerintahan yang berpihak pada rakyat. (*)
Anggota KPU RI Idham Holik (tengah) bersama para anggota KPU RI. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
batampos – Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI memastikan debat calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) tetap akan digelar pada kontestasi Pilpres 2024. Pasalnya, banyak pihak berpendapat bahwa debat capres-cawapres akan dihilangkan.
Anggota KPU Idham Holik menjelaskan, pihaknya akan menggelar debat capres-cawapres sebanyak lima kali. Hal ini sebagaimana tertuang dalam Pasal 277 UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.
“Debat akan disiarkan langsung secara nasional oleh media elektronik melalui lembaga penyiaran publik. Hal ini bagian dari pendidikan politik masyarakat dan dilaksanakan secara bertanggung jawab,” kata Idham Holik kepada wartawan, Selasa (24/10).
Idham mengakui sampai saat ini, pihaknya belum menyusun jadwal debat capres-cawapres. Sebab, KPU belum menetapkan pasangan capres-cawapres yang akan bertanding pada Pilpres 2024.
KPU akan menjadwalkan debat, setelah penetapan pasangan capres-cawapres
pada 13 November 2023. Sehari kemudian pada 14 November 2023, KPU akan melakukan pengundian nomor urut pasangan capres-cawapres.
“Jadi jadwal debat pasangan Capres-Cawapres akan disampaikan setelah pengundian nomor urut,” ucap Idham.
Sebagaimana diketahui, sejauh ini KPU baru menerima pendaftaran dua pasang capres-cawapres yakni Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD. Pendaftaran capres-cawapres dilakukan pada 19-25 Oktober 2023.
Kemudian dilanjutkan verifikasi dokumen persyaratan, hingga pengusulan penggantian calon pada 19 Oktober sampai dengan 12 November 2023. (*)
Mayat Yakobus dievakuasi dari danau diTanjunguncang, Senin (23/10)
batampos – Polsek Batuaji telah mengembalikan jenazah Yakobus, warga kampung Sintai, Kelurahan Tanjunguncang yang ditemukan tewas mengambang di danau dekat PT Caterpillar Tanjunguncang, Senin (23/10) lalu. Jenazah Yakobus telah menjalani proses visum di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri untuk memastikan penyebab kematiannya.
Kapolsek Batuaji AKP Sandy Pratama Putra menuturkan, keluarga menolak jenazah Yakobus diotopsi sehingga usai divisum langsung dikembalikan untuk dimakamkan.
“Penyebab kematian masih kita dalam sembari menunggu hasil Visum keluar. Informasi awal masih seperti yang disampaikan keluarga bahwa korban ini sering berhalusinasi. Kemungkinan kematiannya berhubungan dengan kebiasaan halusinasinya itu,” ujar Sandy.
Kanit Reskrim Polsek Batuaji Ipda Asmir sebelumnya menuturkan hal yang sama. Kematian korban diduga karena sikap halusinasi yang berlebihan. Korban sering merasakan ketakutan sehingga berjalan tak tentu arah. Korban kemungkinan tenggelam di lokasi kejadian ketika berhalusinasi pada Sabtu akhir pekan sebelumnya.
“Itu keterangan awal yang kita peroleh dan nanti akan diperkuat dengan hasil Visum dan penyelidikan lebih lanjut,” kata Asmir.
Seperti diberitakan sebelumnya, Yakobus, pria 56 tahun yang dilaporkan hilang, Sabtu (23/10) lalu ditemukan tewas mengambang di danau dekat kawasan PT Cutter Pilar, Kelurahan Tanjunguncang, Batuaji, Senin (23/10).
Jenazahnya pertama kali ditemukan oleh pemancing. Seorang warga yang hendak mancing menemukan jasad nya yang mengambang di semak-semak pinggir kolam. Oleh pemancing tadi temuan itu diinformasikan ke sekuriti PT Caterpillar dan kemudian diteruskan laporan ke Polsek Batuaji. (*)