batampos – Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad bertindak selaku Inspektur Upacara Peringatan Hari Jadi Ke-21 Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2023 di Gedung Daerah Provinsi Kepulauan Riau, Minggu (24/9). Dalam kesempatan itu Gubernur Ansar mengajak jadikan Hari Jadi ke-21 ini sebagai momentum parade pembangunan yang berkelanjutan.
“Mari kita jadikan Hari Jadi ini sebagai momentum parade pembangunan yang berkelanjutan dan berpaut pada pasal 11 Gurindam 12 “Hendaklah berjasa kepada yang sebangsa” bermakna sebagai anak bangsa, kita harus bisa mengerahkan segala kemampuan demi mengharumkan Negeri Melayu Kepulauan Riau” ujarnya.
Untuk itu, Gubernur Ansar menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang turut andil dalam pencapaian pembangunan berkelanjutan di Bumi Bunda Tanah Melayu. Mulai dari Forkopimda, pemerintah kabupaten/kota, Lembaga/Instansi Vertikal, Alim Ulama, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda, Tokoh Wanita, Cerdik Pandai, Dunia Usaha dan Swasta, Kalangan Pers serta masyarakat secara umum.
Kolaborasi tersebut menghadirkan berbagai program strategis di Negeri Segantang Lada, diantaranya Pemenuhan konektivitas antar wilayah, Percepatan infrastruktur untuk transformasi dunia digital dan penguatan wilayah 3T, Penguatan dan Pengembangan UMKM melalui Penyaluran Modal Usaha dengan Subsidi Bunga 0%.
Lalu Pemenuhan Infrastruktur Dasar melalui Program Kepri Terang, Penyediaan Fasilitas Pelayanan Sosial di luar daerah berupa Pembangunan Rumah Singgah, Perlindungan Nelayan melalui Program BPJS Ketenagakerjaan, Penguatan Keagamaan melalui pemberian bantuan kepada seluruh institusi keagamaan, Peningkatan kualitas dan aksesibilitas Pendidikan, Penguatan nilai-nilai Budaya, serta pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus.
“Langkah-langkah strategis tersebut merupakan semangat melanjutkan perjuangan yang telah membuahkan hasil dari berbagai capaian
pembangunan di Provinsi Kepulauan Riau yang semakin menunjukkan tren positif” ungkapnya.
Terakhir Gubernur Ansar mengajak untuk terus bersama memberikan kontribusi dalam menghadapi tantangan dunia yang semakin kompleks.
“Mari kita ‘Turun Tangan’ bukan sekedar ‘Urun Angan’ dalam mewujudkan ‘Ekonomi Maju, Untuk Kepri Berbudaya’ menuju Kepulauan Riau yang Makmur, Berdaya Saing dan Berbudaya” tutupnya.
Sebagai ungkapan rasa syukur dan apresiasi, usai upacara Gubernur Ansar menyerahkan penghargaan dan bantuan kepada pihak-pihak yang berjasa pada pembentukan Provinsi Kepri, mendukung pembangunan, serta ikut mengharumkan nama Kepri di kancah nasional, dengan total 101 penerima. (*)
Kepala BP Batam Muhammad Rudi saat memberikan pemaparan ke masyarakat soal investasi Rempang Eco City. F Humas BP Batam untuk Batam Pos
batampos – Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, berkomitmen untuk melibatkan masyarakat setempat dalam pengembangan Pulau Rempang ke depannya. Untuk itu, ia meminta agar terbangun komunikasi dua arah selama sosialisasi berlangsung.
“Hari ini kita buka dialog. Apa yang bisa dilakukan saya lakukan bersama tim. Apa yang tidak bisa kita carikan solusi. Saya punya wewenang terbatas, saya berjuang ke Jakarta, balek lagi,” ujar Rudi saat bersilaturahmi dengan masyarakat Rempang di Asrama Haji Batam Center, Minggu (24/9) pagi.
Rudi menjelaskan dalam mewujudkan investasi di Pulau Rempang ini, ia tetap mengutamakan hak-hak masyarakat yang terdampak pengembangan.
“Saya lebih suka pindah (relokasi) ke satu tempat, di Dapur 3 saya bisa membangun sesempurna mungkin, selengkap mungkin,” katanya.
Di tempat relokasi nanti, kata Rudi, pihaknya akan membangun jalan aspal sepanjang 6,8 km dari jalan utama. Kemudian lokasi dilengkapi listrik, air, sekolah, dermaga, kantor camat, kantor lurah, polsek, dan puskmesmas.
“Jalan semua diaspal, lokasi lebih bagus daripada yang di Batam. Batam perumahan banyak aspal sekali jadi. Saya walikota bapak ibu, saya punya tanggung jawab moral,” ungkapnya.
Dengan adanya investasi ini, Rudi mengaku akan memprioritaskan pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM) dengan memberikan beasiswa serta pendidikan dan pelatihan vokasi kepada pemuda setempat sehingga siap menjadi tenaga yang mendukung kemajuan industri.
“Standar perusahaan ada, maka dri sekarang kita siapkan. Anak-anak disana pandai, tapi kurang kesempatan. Ini momentumnya. Tidak mungkin anak di sana nelayan terus. Kita berharap ada pertukaran profesi,” katanya.
Selain itu, BP Batam juga akan merekomendasikan Sertifikat Hak Milik (SHM) terhadap rumah ganti rugi yang diterima masyarakat terdampak pengembangan Rempang.
Kalau belum hak milik jangan protes dulu. Rumah dibangun, sertifikat dikeluarkan, ada rekomendasi untuk jadi hak milik. Kalau diluar wikayah BP Batam kami tidak boleh membangun rumah ini pakai anggaran BP Batam. Maka kita seperti Kota Batam, dijadikan HPL dulu baru dihibahkan,” terangnya.
Sementara Ketua RT 02 RW 03 Pasir Panjang, Yana yang hadir dalam silaturahmi mengatakan ia dan warga lainnya sudah siap direlokasi. Hanya saja, ia meminta pemerintah untuk tetap mengutamakan hak masyarakat.
“Tuntutan kita pribadi masalah lahan, setelah direlokasi bagaimana, ganti rugi seperti apa. Kalau saya pribadi sudah siap (direlokasi),” katanya. (*)
Cuaca mendung disertai hujan terlihat di kawasan Batamcenter dan sekitarnya, Minggu (2/1). Batam diprediksi akan diguyur hujan. F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos – Prakiraan cuaca di wilayah Kepri masih didominasi hujan selama beberapa hari kedepan. Namun intensitas hujan yang turun ringan hingga sedang itu bersifat lokal atau tidak merata.
Koordinator BMKG Hang Nadim Batam, Suratman mengatakan kondisi atmosfir di wilayah Kepri dilihat dari satelit citra adanya pertumbuhan awan-awan hujan.Hal itu dikarenakan labilitas atmosfer lokal yang relatif kuat mendukung potensi pertumbuhan awan-awan hujan.
“Secara umum kondisi cuaca didominasi hujan selama beberapa hari. Namun sifatnya lokal atau tidak merata,” ujar Suratman.
Bahkan hujan yang turun juga dapat disertai petir dan angin kencang. Dimana kecepatan angin di wilayah Kepri saat ini berkisar 5 sampai 30 km perjam.
“Namun untuk hari ini (kemarin), kecepatan angin yang terpantau di Bandara 10 km per jam,” sebutnya.
Bahkan menurut Suratman, wilayah Kepri berpotensi terjadinya puting beliung, terutama wilayah pesisir pantai. Terjadinya puting beliung ditandai dengan adanya awan tebal dan padat yang disebut cumulonimbus (cb).
“Untuk puting beliung berpeluang terjadi apabila terjadi perubahan kondisi cuaca yang signifikan dari panas ke hujan atau sebaliknya,” jelas Suratman.
Sedangkan untuk gelombang di laut wilayah Kepri, terdeteksi paling tinggi di wilayah Natuna dan Anambas yakni 2 meter. Sedangkan wilayah Kepri lainnya termasuk Batam masih normal.
“Untuk gelombang di Batam masih normal, ” kata Suratman. (*)
Ilustrasi: Seorang guru menunjukkan SK Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang diterima. (Nirkomala/Antara)
batampos – Sampai saat ini, masih banyak pihak masih khawatir terkait masa depannya ketika menjadi aparatur sipil negara (ASN) dengan jenjang pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Pasalnya, sesuai namanya, statusnya hanya kontrak dengan perjanjian kerja yang ada.
Direktur Jenderal (Dirjen) Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Nunuk Suryani memastikan, peluang karir untuk mereka terbuka. Memang, setiap PPPK guru yang lolos akan langsung menduduki golongan ahli pratama. Namun, karirnya masih terbuka hingga jabatan lainnya.
”Di permendikbud kita sudah memberikan peluang karir untuk menjadi kepala sekolah dan pengawas sekolah,” tutur Nunuk.
Pihaknya pun sejatinya telah menyampaikan pada pemerintah daerah (pemda) untuk membuka formasi untuk pengawas sekolah dari PPPK di seleksi calon ASN tahun ini. Akan tetapi, faktanya belum ada yang memanfaatkan peluang tersebut.
Meski peluang masuk ke jenjang selanjutnya ini sangat terbuka, Nunuk menekankan, bahwa untuk bisa menjadi kepala sekolah maupun pengawas sekolah tak bisa serta merta. PPPK guru harus mengikuti tes kembali.
Di sisi lain, Nunuk menyampaikan, bahwa status tak ada penempatan bagi lulusan di 2021 berbeda dengan 2022. Bagi mereka yang mengikuti seleksi 2022, status tersebut artinya tidak lolos. Bukan masuk menjadi prioritas satu (P1) seperti tahun 2021. Sehingga, tidak ada istilah afirmasi yang hilang ketika mengikuti seleksi kembali di tahun ini.
Nah, di tahun ini, mereka yang tak masuk dalam kategori P1 maupun P2 (Tenaga Honorer Kategori 2/THK-2) akan mengikuti tes seleksi kembali dengan menggunakan CAT BKN. Ini khusus bagi para guru honorer di sekolah negeri yang terdaftar di Dapodik lebih dari 3 tahun atau disebut prioritas tiga (P3). Nanti, mereka akan diberikan tes berupa situational judgement test (SJT). Tes pilihan ganda yang merujuk pada kasus-kasus pembelajaran yang dialami guru di kelas.
”Tidak ada passing grade untuk P3, tapi perangkingan. Karena memang SJT ini tidak ada yang disebut baik itu jika angkanya sekian gitu tidak ada,” paparnya.
Selain itu, pada seleksi tahun 2023 ini, pemda diberikan kewenangan dan pilihan untuk melakukan seleksi kompetensi tambahan. Nantinya, tes kompetensi tambahan ini akan dilakukan oleh pihak dinas pendidikan dan badan kepegawaian daerah (BKD). Nunuk mengatakan, seleksi kompetensi tambahan ini sengaja ditawarkan pada pemda untuk melihat kompetensi kepribadian dan sosial dari calon PPPK gurunya seperti apa. Meski, dari segi kompetensi mengajar mungkin tak perlu diragukan lagi. Adapun yang dilihat dari kompetensi tambahan itu meliputi 9 indikator, antara lain spiritualnya, keteladanan, kedisiplinan, kepedulian dalam perundungan, dan lainnya.
”Nanti diberikan bukan dalam pilihan ganda, tapi penilaiannya baik, sangat baik, dan sebagainya. Ini bobotnya 30 persen,” jelasnya. Apabila pemda mengambil tawaran kompetensi tambahan ini maka pembobotan untuk tes CAT menjadi 70 persen. ”Tapi jika Pemda tidak menginginkan kompetensi tambahan dibolehkan. Sehingga seleksi SJT CAT itu jadi 100 persen,” sambungnya.
Beda lagi dengan seleksi untuk mereka yang masuk kategori P4 atau calon pelamar lulusan pendidikan profesi guru (PPG) dan yang terdata di Pangkalan Data Dikti (PD Dikti). Mereka akan menggunakan tes seperti tahun sebelumnya dan terdapat passing grade untuk kelulusannya. ”Jadi beda-beda, ada yang penempatan, ada perangkingan, dan passing grade untuk yang melamar tahun ini,” ungkapnya.
Terkait data di Dapodik, Nunuk meminta pemda melakukan cut off sejak Oktober 2022. Ini khusus untuk kategori pelamar umum yang masuk P4 namun bukan PPG. Mereka boleh mengikuti seleksi tanpa sertifikat pendidik. Sehingga, menjadi penting untuk mengunci data di Dapodik agar tidak makin banyak guru non PPG yang masuk. Dia menegaskan, bagi mereka yang ternyata terdata di Dapodik di atas batas waktu cut off dan berhasil lolos seleksi, nantinya akan digeser bila terdeteksi oleh Kemendikbudristek melalui Panselnas.
Sementara itu, pendaftaran seleksi ASN CPPPK/CPNS sudah berjalan beberaa hari, tetapi sejumlah masyarakat masih diliputi kegalauan dalam proses pendaftaran. Khususnya bagi para guru honorer kategori P1 atau mereka yang dalam seleksi tahun sebelumnya sudah dinyatakan lulus passing grade.
Keluhan terseut disampaikan Ketua Umum Forum Guru Honorer Negeri Lulus Passing Grade Seluruh Indonesia (FGHNLPSI) Heti Kustrianingsih. Dia mengatakan ketentuan perlu tidaknya upload dokumen pagi kelompok P1 yang membuat mereka ragu-ragu.
’’Dalam buku panduan di website SSCASN BKN, untuk guru P1 tidak perlu upload dokumen,’’ katanya saat dihubungi kemarin (24/5). Tetapi karena pendaftaran dilakukan secara online, semua proses atau isian wajib upload dokumen. Jadi Heti mengatakan rekan-rekannya sesama guru honorer P1 menjadi ragu-ragu untuk melanjutkan pendaftaran.
Dia menjelaskan jika tetap mengupload dokumen-dokumen, dikhawatirkan terjadi penumpukan dokumen atau double dokumen. Kemudian jika mereka tidak upload dokumen, tidak bisa klik resume pendaftaran. Jadi untuk sementara, mereka masih menunggu informasi yang resmi dari panitia seleksi nasional (panselnas).
Heti juga menyampaikan salah satu dokumen yang wajib diunggah adalah keterangan pengalaman kerja. ’’Saya belum bisa memenuhinya, karena masih hari libur,’’ katanya. Dia perlu menghadap sekolah untuk meminta surat keterangan bekerja tersebut. (*)
Masyarakat mengikuti pelatihan pembuatan kerupuk gonggong di Desa Busung, Bintan. (ACDH Universitas Airlangga)
batampos – Airlangga Community Development Hub (ACDH), Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar pengabdian masyarakat di empat desa di Kabupaten Bintan, yaitu Desa Berakit, Desa Pangudang, Desa Teluk Sasah dan Desa Busung. Salah satu kegiatannya adalah melatih masyarakat untuk produktif sehingga dapat memberikan penghasilan dan dapat mendukung pengembangan wisata alam yang ada di desa.
Menurut Irfan Wahyudi, S.Sos., MComms., Ph.D selaku koordinator kegiatan Pengabdian Masyarakat UNAIR, hampir seluruh fakultas berkontribusi dalam pengabdian masyarakat di Bintan ini. Karena itu, selain memberikan pelatihan pembuatan olahan hasil perikanan dari Tim Fakultas Perikanan dan Kelautan UNAIR, dalam kegiatan ini juga ada Pengenalan Panel Surya (Solar Cell) sebagai sumber energi ramah lingkungan dari Tim Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin Unair, Pengenalan Rabies dan Penyakit Zoonosis dari Fakultas Kedokteran Hewan, Pengetahuan dasar dan mitigasi bencana dari Sekolah Pasca Sarjana. Juga ada pengenalan AI dan Teknologi Informasi dalam promosi wisata Desa Busung dari Fakultas Sains dan Teknologi.
Alasan pemilihan Bintan ini dikarenakan Bintan menjadi perbatasan antara Indonesia, Malaysia, dan Singapura. “Peran sentralnya berkaitan dengan mobilitas migrasi warga lokal dan asing. Hal ini menjadi kondisi yang unik bagi Bintan sekaligus menimbulkan permasalahan-permasalahan mulai dari segi kesehatan, sosial, hukum, hingga implementasi program pemerintah,” kata Irfan.
Dengan kondisi tersebut dan setelah berkoordinasi dengan Pemda, maka ditentukan 4 desa yaitu Desa Berakit, Desa Pangudang, Desa Teluk Sasah dan Desa Busung dan dilakukan kegiatan selama 4 hari yaitu 17-21 Sepetember 2023.
ACDH Universitas Airlangga foto saat tiban di Bintan.(ACDH Universitas Airlangga)
Koordinator Pengabdian kepada Masyarakat di Desa Busung, Dr Eng. Sapto Andriyono, S.Pi., MT menambahkan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah kegiatan tahun ke-2 yang sebelumnya hanya difokuskan di Desa Pangudang.
“Tujuan secara umum dalam menyampaikan pengetahuan di dunia kampus ke masyarakat melalui kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini. Karena topik dan masalahnya beragam, maka kegiatan pengabdian perlu dilakukan singkronisasi dengan permasalahan yang ada di masyarakat,” kata Dr Sapto lulusan Pukyong National University, Korea, Minggu (24/9).
Dengan melihat potensi Desa Busung tersebut, maka tujuan pelatihan pembuatan olahan produk perikanan (gonggong) ini dapat dikembangkan dan dapat menjadi salah satu kegiatan produktif masyarakat yang dapat memberikan tambahan income masyarakat dan dapat mendukung pengembangan wisata alam di Desa Busung yaitu Telaga Biru/Padang Pasir.
“Pelatihan olahan perikanan dilakukan di Desa Busung karena Desa Busung menjadi salah satu sentra produksi gonggong di Kabupaten Bintan. Namun demikian, produk segar yang tersedia sering mengalami masalah jika tidak terjual bahkan dibiarkan busuk karena cepat mati. Sehingga inovasi produk olehan menjadi salah satu solusi terhadap melimpahnya gonggong di wilayah ini, ” ujar Alumni IPB University.
Peserta pelatihan ini sebagian besar merupakan UMKM yang berkecimpung dalam pengolahan produk yaitu ibu-ibu PKK Desa Busung. Ibu-ibu yang menjadi peserta juga menjadi pelaku UMKM di lokasi wisata Teluk Biru dengan menjual makanan, minuman dan souvenir. Mereka sangat antusias mengikuti pelatihan ini.
Peserta menyampaikan banyak pertanyaan meskipun produk kerupuk sudah sering ditemukan dan dikonsumsi setiap hari. Selain itu, pada saat praktik pembuatan kerupuk dan rengginang, antusias ibu-ibu tetap semangat dan ikut aktif saat membuat adonan, memotong dan mengukus adonan hingga kerupuk jadi. (*)
Mobil pikap dan motor Honda Vario yang terlibat kecelakaan. F. Satlantas Polresta Tanjungpinang
batampos– Penumpang sepeda motor meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan di Jalan WR Supratman Batu 15 Tanjungpinang, Minggu (24/9). Sedangkan pengendara motor mengalami luka-luka.
Awalnya, korban inisial HK berboncengan dengan pengendara motor inisial MR melaju dari arah Batu 16 Bintan ke Tanjungpinang. Karena hujan turun, MR akan menepikan motornya di bahu kiri jalan untuk menggunakan jas hujan.
Namun sesaat sebelum berhenti, mobil pikap yang dikendarai MS menabrak bagian belakang motor. Tabrakan ini mengakibatkan motor terjatuh beserta pengendara dan penumpangnya.
Kanit Gakum Satlantas Polresta Tanjungpinang AKP Syaiful Amri, mengatakan mobil pikap melaju dari arah yang sama. Diduga tidak menjaga jarak aman sehingga lepas kendali dan menabrak bagian belakang sepeda motor.
“Motor beserta pengendara dan penumpang jatuh ke bahu kiri jalan,” jelas Syaiful.
Akibat insiden itu, pengendara motor inisial MR mengalami luka-luka. Sedangkan penumpang motor inisial HK mengalami luka berat di bagian kepala.
“Korban dinyatakan meninggal dunia setelah tiba di rumah sakit,” terang Syaiful.
Dua kendaraan yang terlibat kecelakaan dievakuasi ke Mapolresta Tanjungpinang guna pemeriksaan lebih lanjut. (*)
Sugito memperlihatkan bekas gigitan buaya di punggungnya. F. Ismail untuk Batam Pos
batampos– Seorang nelayan yakni Sugito selamat dari terkaman buaya saat mencari ikan di sungai Kampung Kolam Jalan Salam Sei Jang Tanjungpinang, Sabtu (23/9) dinihari.
Buaya muara ganas itu tiba-tiba muncul dari sungai dan langsung menggigit bagian punggung korban hingga mengeluarkan darah.
“Lumayan banyak bekas gigitan buaya,” kata Sugito, Sabtu (23/9).
Sugito menjelaskan, saat itu ia tengah mengemas jaring dan memasukkan hasil tangkapan ikannya di atas sampan. Namun, tiba-tiba buaya menerkamnya dari belakang.
Buaya sempat menyeretnya ke dalam air hingga sejauh 10 meter dari sampan. Beruntung, lampu sorot yang terpasang di kepala masih menyala.
Saat itu, ia melihat kayu pancang yang berada di dekatnya. Meskipun buaya masih menggigitnya, ia tetap bertahan dan memeluk kayu pancang tersebut.
“Untung ada pancang, jadi saya peluk kua. Tapi masih saja buaya tidak mau melepaskan gigitan. Baju tiga lapis robek semua,” ungkap Sugito.
Saat itu, lanjut Sugito, ia berusaha tenang dan mencoba melepaskan diri dengan cara menendang buaya berukuran lebih kurang 3 meter tersebut.
“Saya tendang kuat. Lalu terlepas gigitannya. Kemudian saya berenang ke sampan dan langsung pulang ke rumah,” terangnya.
Sugito mengaku buaya kerap muncul saat malam hari di sekitaran sungai Kampung Kolam Sei Jang. Menurutnya ada beberapa buaya yang menghuni sungai tersebut.
Namun, buaya tersebut rata-rata tidak mengganggu. Sehingga, para nelayan sekitar, telah terbiasa melihat buaya di sungai.
“Buayanya sering muncul. Saat kami datang pasang jaring, buayanya pergi. Jadi kami pun tidak was was, karena tidak mengganggu sebelumnya,” ungkap Sugito. (*)
Wakil Bupati Bintan, Ahdi Muqsith melakukan sidak di kantor Disdukcapil Bintan di Komplek Perkantoran Bupati Bintan, Bandar Seri Bentan, Bintan Buyu, Jumat (22/9/2023). F.Diskominfo Bintan untuk Batam Pos.
batampos– Wakil Bupati Bintan, Ahdi Muqsith alias Osit melakukan sidak ke beberapa kantor organisasi perangkat daerah (OPD) yang ada di Komplek Perkantoran Bandar Seri Bentan, Bintan Buyu, Jumat (22/9/2023).
Dalam sidaknya, Ahdi didampingi Sekda Bintan, Ronny Kartika.
Kantor OPD yang pertama disidak adalah Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bintan yang berada satu gedung dengan Sekretariat Daerah Kabupaten Bintan. Dia melakukan pertemuan singkat dengan Kadiskominfo, Nafriyon serta beberapa pejabat Kominfo untuk membahas promosi, digitalisasi hingga jaringan.
“Kominfo corong promosi dan penyaji informasi,” kata dia.
Lebih-lebih lagi, kata dia, urusan branding pemerintah daerah dengan mengikuti trend perkembangan.
“Kita masih banyak pekerjaan rumah, maklum wilayah kita kepulauan bahkan perbatasan, sehingga persoalan sinyal memang tidak bisa lepas dari prioritas,” kata dia.
Dia kemudian melakukan sidak ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil untuk melihat pegawai, kecukupan sarana dan prasarana untuk menunjang pelayanan masyarakat terkait adminduk.
“Alhamdulillah tadi kita lihat dan dapat informasi dari pak kadis, semua berjalan baik dan lancar. Satu hari bisa lebih dari 200 pelayanan adminduk” katanya.
Selanjutnya dia melakukan sidak ke Dinas Lingkungan Hidup yang kemudian memastikan persoalan terkait Satgas Kebersihan yang ada di setiap kecamatan.
Dalam kesempatan ini dia meminta agar semua pejabat yang ada mengisi tugas dan fungsinya dengan penuh komitmen.
“Bintan kan sudah beberapa kali Adipura. Jangan sampai hanya seremoni saja tapi kenyataan di lapangan tidak sesuai,” tegasnya. (*)
Kendaraan menerobos genangan air di Jalan Brigjen Katamso, Tanjunguncang, Batuaji, Minggu (24/9). F Dalil Harahap/Batam Pos
batampos – Banjir dan genangan air masih terus terjadi di sejumlah ruas jalan utama ataupun jalan protokol di Batuaji dan Sagulung. Intensitas hujan yang cukup tinggi sepekan belakangan ini terus meninggalkan banjir dan genangan air.
Jalan Brigjen Katamso dan R Suprapto misalkan banyak ruas jalan digenangi air saat hujan. Pengendara harus ekstra hati-hati agar tidak terlibat kecelakaan ataupun mengganggu pengguna jalan lainnya dengan cipratan air.
“Banjir dan genangan air masih saja terjadi. Kadang lebih tinggi drainase dari jalan jadi air tak ngalir. Itulah yang menyebabkan banjir dan genangan air masih terus terjadi,” ujar Joandri, warga Batuaji.
Ilham, warga lainnya juga menyoroti proyek pematangan lahan yang marak terjadi di Sagulung dan Batuaji saat ini. Proyek pematangan lahan ini jadi penyebab utama masalah banjir ataupun kerusakan jalan.
“Faktor utama memang drainase dan jalan yang kadang tidak seimbang. Tapi kadang proyek pematangan lahan juga memperparah kondisi yang ada. Drainase bahkan sungai juga dipersempit, ” kata Ilham.
Selain jalan Brigjen Katamso, banjir dan genangan air juga masih terjadi di Jalan R Suprapto dan Marina City. (*)
Pembalap Red Bull Max Verstappen meraih pole position di Formula 1 GP Jepang. (Bobby Arifin/Jawa Pos)
batampos – Tak ada yang mampu menghentikan Max Verstappen lagi di Formula 1 GP Jepang. Sang juara bertahan kembali mendominasi balapan sejak start sampai finis.
Start dari pole position, pembalap Red Bull itu finis dengan keunggulan meyakinkan, 19 detik di di depan pembalap McLaren Lando Norris.
Norris mampu mengambil alih posisi kedua dari rekan setimnya sendiri Oscar Piastri. Dengan demikian McLaren mengirimkan kedua pembalapnya ke podium 2-3.
Akhir pekan menyesakkan dari rekan setim Verstappen di Red Bull, Sergio Perez. Selepas start, dia bersenggolan dengan Valtteri Bottas (Alfa Romeo) yang mengakibatkan mobil keduanya rusak.
Baik, Perez maupun Bottas harus melakukan pit stop untuk mengganti nose.
Nasib jelek belum mau pergi dari pembalap Meksiko itu. Dia kembali terlibat senggolan dengan pembalap Haas Kevin Magnussen.
Baca Juga: Hasil Kualifikasi Formula 1 GP Jepang: Konfirmasi Kembalinya Dominasi Max Verstappen
Setelah itu, Red Bull memutuskan untuk memanggil Perez ke pit dan menghentikan balapan karena kerusakan teknis di Lap ke-43.
Perez juga dijatuhi penalti 5 detik akibat pelanggaran di tengah masa safety car.
Meski demikian, Red Bull tetap berpesta karena mereka berhasil menyegel gelar konstruktor di GP Jepang. (*)