Minggu, 19 April 2026
Beranda blog Halaman 4687

Prabowo-SBY Mesra, Ganjar Sarapan Bareng Warga, Jawara Deklarasi Dukung Amin

0
SBY dan Prabowo duduk bersebelahan pada perayaan Dirgahayu TNI 2023. (Youtube Sekretariat Presiden)

batampos – Hubungan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) semakin mesra. Begitu pula saat keduanya menghadiri upacara HUT Ke-78 TNI di Silang Monas, Jakarta Pusat, kemarin (5/10).

Prabowo sempat berbincang dengan SBY beberapa saat di ruang VVIP sebelum upacara dimulai. Menteri pertahanan (Menhan) itu kemudian mengawal SBY menuju panggung acara menggunakan mobil golf. Prabowo tampak mempersilakan SBY untuk menaiki mobil terlebih dahulu.

Sesampai di depan panggung, Prabowo mendampingi SBY melewati anak tangga menuju tempat duduk. Prabowo yang datang mengenakan setelan jas abu-abu dan dasi merah lantas duduk di sebelah SBY.

Kehadiran Prabowo juga menjadi perhatian masyarakat yang datang ke lokasi acara. Seusai upacara, Prabowo berjalan menuju warga yang memanggil-manggil namanya. Mereka meminta foto dan bersalaman. Beberapa di antara warga memberikan semangat dan doa untuknya. ’’Pak Prabowo jadi Pak, semangat, Pak!” ujar warga.

Di tempat lain, Rabu (4/10) malam bacapres PDIP Ganjar Pranowo berkunjung ke Cianjur, Jawa Barat. Bahkan, mantan gubernur Jawa Tengah itu menginap di rumah warga di Kampung Padakati, Desa Tegallega, Warungkondang. Kamis (5/10) pagi, Ganjar menikmati indahnya suasana kaki Gunung Gede.

Bersama istri, Ganjar berjalan-jalan ke perkebunan teh dan bertemu para petani. Ganjar diajak sarapan bersama warga.

Warga tampak duduk berjajar. Di tengah-tengahnya, terdapat nasi yang ditata di atas daun pisang berbentuk memanjang. Ganjar dan istri duduk lesehan bersama warga, kemudian menyantap sarapan dengan menu tempe, tahu, ikan asin, sambal, dan lalapan itu.

Ganjar juga bertemu eks buruh migran. Mereka menceritakan kisah pedih selama bekerja di luar negeri. Dalam kesempatan itu, Ganjar mengatakan, negara harus hadir memberikan perlindungan. ’’Termasuk tadi ada info buruh migran asal Bali yang mendapat perlakuan tidak baik di Polandia. Saya langsung menghubungi banyak pihak untuk penyelesaiannya,’’ katanya.

Selain perlindungan bagi mereka yang ada di luar negeri, lanjut dia, penataan sistem di Indonesia harus dilakukan. Perusahaan tenaga kerja harus resmi, didata, dan dicatat serta dikelola dengan baik.

Sementara itu, pasangan bacapres-bacawapres Koalisi Perubahan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Amin) terus mendapat dukungan. Kali ini, dukungan datang dari elemen Jawara alias Jaringan Relawan Anies Jabodetabek. Deklarasi dukungan itu dihadiri langsung oleh Anies dan para petinggi partai pengusung pasangan Amin pada Rabu (4/10) malam.

Ketua Jawara Bachtiar Pitung mengajak seluruh anggotanya berjuang maksimal memenangkan pasangan Amin. Caranya dengan mengajak orang lain agar berbondong-bondong memilih Amin pada 14 Februari 2024. ’’Ikan gurami dimakan beruang, ikan yang satu lompat-lompat. Yuk, rakyat Indonesia sama-sama kita berjuang, kita dukung Pak Anies menjadi presiden tahun 2024,’’ ujar Bachtiar membawakan pantun.

Anies bersyukur dan terhormat atas dukungan Jawara. Mantan gubernur DKI Jakarta itu berharap dukungan serupa menular ke kelompok masyarakat lain. Dengan demikian, pendukung pasangan yang diusung Nasdem, PKS, dan PKB tersebut semakin bertambah. (*)

Reporter: JP Group

Pengurus Baru LPTQ Diminta Persiapkan Kafilah Bintan di Ajang MTQ

0
Wakil Bupati Bintan, Ahdi Muqsith memimpin rapat pembentukan kepengurusan LPTQ Kabupaten Bintan periode tahun 2023-2028 di ruang rapat 2 kantor Bupati Bintan, Bintan Buyu, Kamis (5/10/2023). F.Diskominfo Bintan untuk Batam Pos.

batampos– Pemerintah Kabupaten Bintan menggelar rapat pembentukan kepengurusan Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Bintan periode tahun 2023-2028.

Rapat berlangsung di ruang rapat 2 kantor Bupati Bintan, Bintan Buyu, Kamis (5/10/2023).

Kabag Kesra Kabupaten Bintan, Nasrullah menyampaikan, kepengurusan LPTQ di Kabupaten Bintan saat ini telah habis dari masa priode 2018-2023. Maka perlunya pengajuan pembentukan kepengurusan yang baru untuk masa priode 2023-2028.

Pada rapat tersebut juga menerima masukan atau evaluasi dari berbagai pihak untuk kepentingan bersama, khususnya bisa membentuk kepengurusan yang secara profesional dan loyalitas tinggi mewujudkan bibit-bibit qori dan qoriah atau membawa kafilah Kabupaten Bintan untuk yang bisa mengikuti ajang ke tingkat provinsi, nasional hingga internasional.

BACA JUGA: Said Hidayat Budak Paya Togok Tanjungbatu Ikuti MTQ Tingkat Internasional

Sementara Wakil Bupati Bintan Ahdi muqshit yang memimpin rapat menyampaikan bahwa sesuai visi misi Kabupaten Bintan adalah Bintan Rumah Kita yaitu juga mengangkat Islam dan melayu.

Jika telah dibentuk kepengurusan LPTQ baru diharapkan yang baru untuk bekerja dengan maksimal sesuai dengan tugas yang diberikan, salah satunya mempersiapkan kafilah Kabupaten Bintan untuk berlomba di ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) yang lebih matang ke tingkat kabupaten, provinsi, nasional hingga internasional.

“Jika kerja sama yang baik diiringi kerja keras, kita yakin akan membuahkan hasil yang baik pula,” harap dia.

Dia juga berharap, pengurus yang baru melanjutkan apa yang sudah dipersiapkan oleh pengurus sebelumnya dan dapat secara maksimal mempersiapkan qori maupun qoriah atau kafilah Kabupaten Bintan.

“Harapan besar dari Pemerintah Kabupaten Bintan, kafilah Bintan mendapatkan peringkat yang lebih tinggi ke depanya dan mengharumkan nama Bintan,” tukasnya. (*)

reporter: slamet

Tim Advokasi Minta Polresta Barelang Hentikan Kasus Warga Rempang, Ini Alasannya

0
image0 1 1 e1696573338556
Tim Advokasi Kemanusiaan Untuk Rempang saat di Mapolresta Barelang.

batampos – Tim Advokasi Kemanusiaan Untuk Rempang mengajukan permohonan penghentian penyidikan untuk delapan warga yang ditangkap saat bentrok warga dengan Tim Terpadu di Jembatan 4 Barelang pada 7 September 2023 lalu. Saat ini mereka telah mendapatkan penangguhan penahanan dan wajib lapor ke Polresta Barelang seminggu dua kali.

“Kami mengajukan permohonan penghentian penyidikan perkara melalui SP3 kepada Polresta Barelang, dan kami berharap perkara ini dihentikan dan status tersangka yang diemban oleh warga itu gugur,” kata Direktur LBH Mawar Saron Batam, Mangara Sijabat, Kamis (5/10).

Baca Juga: Siswa Terdampak Relokasi Pilih Sekolah Swasta, Disdik Batam Upayakan Subsidi Keringanan

Klien beserta keluarganya berharap kasus ini dapat ditutup dan meminta atensi dan perhatian khusus dari Kapolresta Barelang, Kapolda Kepri, dan Kapolri.

“Permohonan ini berdasarkan Pasal 109 ayat (2) KUHAP. Dalam hal penyidik menghentikan penyidikan karena tidak terdapat cukup bukti atau peristiwa tersebut ternyata bukan merupakan tindak pidana atau penyidikan dihentikan demi hukum, maka penyidik memberitahukan hal itu kepada penuntut umum, tersangka atau keluarganya,” kata Mangara.

Pengacara dari PBH Peradi Batam, Sopandi mengatakan upaya hukum yang pihaknya lakukan ini diatur oleh Undang-undang (UU).

“Saat rapat dengar pendapat di Komisi VI Mentri Bahlil (Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia), mengatakan bahwa para tersangka ini telah bebas. Faktanya para tersangka ini ditangguhkan penahanannya, dan mereka masih wajib lapor dan pemeriksaan terhadap mereka terus berlanjut,” katanya.

Baca Juga: Hendak Edarkan 323,43 Gram Sabu di Batam, Dua Tersangka Terancam Hukuman Mati

Untuk itu, pihaknya berharap apa yang disampaikan pejabat publik haruslah menjadi edukasi yang baik untuk masyarakat, jangan menjadi hal-hal yang multitafsir yang dapat berkembang liar, terlebih terhadap proses penegakan hukum yang dijalani oleh warga Rempang.

Pengacara dari YLBHI-LBH Pekanbaru, Noval Setiawan mengatakan apa yang dilakukan oleh warga saat kejadian di jembatan 4 barelang adalah upaya untuk mempertahankan hak-hak mereka. Upaya ini harusnya dijamin oleh negara sebagaimana negara mempunyai kewajiban dan tanggung jawab.

“Negara kemudian harus menghormati (to respect), melindungi (to protect) dan memenuhi (to fulfil) warga negaranya,” tutupnya. (*)

 

 

Reporter: Azis Maulana

Kasus Prostitusi Online Melibatkan Anak, Kasat Reskrim: Lagi Kita Lidik

0
Prostitusi 1
Ilustrasi penggerebekan prostitusi online di salah satu kamar hotel. (Istimewa/Antara)

batampos – Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Budi Hartono mengaku pihaknya tengah menyelidiki kasus prostitusi online yang melibatkan anak di bawah umur. Sebab, kasus ini diduga tengah marak terjadi di Batam.

“Masih kita lidik. Semoga ada petunjuk,” ujarnya di Mapolresta Barelang, Kamis (5/10) siang.

Budi menjelaskan ia akan menindak tegas pelaku yang melibatkan anak dibawah umur dalam kasus prostitusi online ini.

“Indikasi ada. Tapi sejauh ini kita memang belum menerima lapora polisi (LP),” katanya.

Baca Juga: Pulang Sekolah, Siswa SD Dicabuli Pria yang Ditemui di Jalan

Informasi yang didapatkan, jaringan prostitusi online umumnya dikoordinir. Lelaki memanfaatkan pergaulan bebas anak remaja untuk meraup keuntungan. Para korban dijajakan ke pria hidung belang melalui media sosial.

“Untuk itu kita imbau bagi org tua agar lebih mawas diri untuk jaga anaknya di luar jam sekolah. Agar tidak terlibat prostitusi online ini,” ungkapnya.

Sebelumnya, Satuan Reserse Kriminal Polresta Barelang berhasil mengungkap praktik prostitusi atau perdagangan anak dibawah umur pada November 2022. Prostitusi ini melibatkan remaja 16 tahun, NR dengan modus melayani pelanggan di Hotel 999, Seipanas, Batam Kota.

Baca Juga: Belasan Kali Curi Motor, Komplotan Anak Diciduk Polisi

Dalam kasus ini, polisi menangkap 2 orang tersangka yang terdiri dari mucikari, dan resepsionis hotel. Mucikari berinisial IT, dan M merupakan resepsionis hotel.

Pelaku bertugas mencarikan korban pelanggan. Dan korban hanya mendapatkan uang untuk biaya makan dan tempat tinggal di hotel tersebut. (*)

 

 

Reporter: YOFI YUHENDRI

Ini Jadwal Kapal Rute Tanjungbatu- Tanjungpinang

0
aktivitas pelabuhan penumpang Tanjungbatu Kundur

batampos– Kepala wilayah kerja (Kawilker) pelabuhan Tanjungbatu Hariandi menegaskan jadwal keberangkatan kapal tujuan Tanjungbatu-Tanjungpinang sepekan hanya Tiga kali berlayar. Sehingga bagi penumpang tujuan Tanjungbatu-Tanjungpinang gak perlu khawatir.

Hal itu disampaikan Hariandi saat ditemui di kantor Tanjungbatu Kamis (5/10). Lebih lanjut dikatakan jadwal lengkap keberangkatan speed boat tujuan Tanjungbatu-Tanjungpinang Senin, Rabu dan Jumat berangkat pukul 13.45 Wib dari pelabuhan Tanjungbatu.

BACA JUGA: Hunian Hotel Karimun Dipengaruhi Jadwal Kapal dari Malaysia dan Singapura

” Iya sebelumnya kan memang ada jadwal kapal tujuan Tanjungbatu- Tanjungpinang setiap hari. Karena sepinya penumpang sejumlah kapal penumpang mulai mengurangi berlayar,” katanya.

Ditambahkan kendatipun penumpang cenderung sepi aktifitas pelabuhan berjalan seperti biasa pelayanan juga menjadi prioritas utama. (*)

reporter: imam sukarno

SYL Buka Suara soal Dugaan Pemerasan Yang Dialami

0
batampos  – Di Nasdem Tower, Syahrul Yasin Limpo (SYL) akhirnya buka suara terkait proses hukum yang dialaminya. Dalam konferensi pers kemarin, SYL menjelaskan mengenai pengusutan dugaan pemerasan yang diduga dilakukan salah seorang pimpinan KPK terhadap dirinya. Namun, soal kasus dugaan korupsi di Kementan, SYL tak memberikan banyak tanggapan.

Mantan gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) itu mengungkapkan, pihaknya mendatangi Polda Metro Jaya untuk memberikan keterangan terkait dugaan pemerasan salah seorang pimpinan KPK. Dia menceritakan seputar pengetahuannya mengenai dugaan pemerasan tersebut. ”Apa yang dibutuhkan saya sampaikan ke penyidik,” ujarnya.

SYL tidak banyak menyampaikan tentang kasus dugaan pemerasan tersebut. Dia hanya mengatakan bahwa kasus itu merupakan pengaduan masyarakat (dumas) tertanggal 12 Agustus 2023. SYL mengaku diperiksa selama tiga jam oleh penyidik Polda Metro Jaya. ”Prosesnya berlangsung cukup panjang, saya capek banget,” tuturnya.

Setelah SYL, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh menyampaikan keterangan pers. Surya menegaskan, pihaknya menghormati proses hukum yang sedang dijalani SYL saat ini. Dia juga meminta publik untuk memberikan ruang pada asas praduga tidak bersalah (presumption of innocent) terhadap proses hukum tersebut.

Syahrul Yasin Limpo didampingi jajaran pengurus Partai Nasdem memberikan keterangan pers di Kantor DPP Partai Nasdem, Jakarta, Kamis (5/10/2023). (DERY RIDWANSAH/JAWAPOS.COM)

Surya juga menyebut telah memberikan izin kepada SYL untuk menghadap Jokowi dan menyampaikan surat pengunduran diri sebagai Mentan. Hal tersebut dilakukan untuk menghormati proses penyidikan yang sedang bergulir di KPK. ”Nasdem tetap pada komitmennya. Ada permasalahan jangan lari, hadapi,” tegasnya.

Setelah itu, SYL meluncur ke Mapolda Metro Jaya. Dia mengendarai mobil bernopol B 1169 ZZH. Dia tiba di Mapolda Metro Jaya sekitar pukul 12.45 WIB. Sekitar pukul 15.22 WIB, mobil yang sebelumnya terparkir di depan Gedung Promoter tersebut meninggalkan mapolda.

Kedatangan dan kepergian SYL tidak terpantau awak media. Jajaran Polda Metro Jaya juga enggan memberikan komentar. Namun, sebelumnya beredar surat panggilan dari penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya terhadap Heri selaku sopir SYL. Surat yang beredar di kalangan wartawan itu bernomor B/10339/VIII/RES.3.3./2023/Ditreskrimsus.

Surat itu tertanggal 25 Agustus 2023 dan ditandatangani Direktur Reserse Kriminal Khusus Kombespol Ade Safri Simanjuntak. Dalam surat tersebut, pemanggilan terhadap sopir SYL merujuk pada laporan informasi nomor LI-235/VII/RES.3.3./2023/Ditreskrimsus tertanggal 21 Agustus 2023.

Tertulis juga bahwa Subdit V Tipikor Ditreskrimsus Polda Metro Jaya sedang menyelidiki dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan yang dilakukan pimpinan KPK dalam penanganan perkara di Kementan pada 2021. (*)

Reporter: JP Group

 

Ekspor Batam Turun US$ 23,11 Juta, Ini Negara Tujuan Ekspor Terbesar

0
BP Batam Batu Ampar
Ilustrasi. Aktivitas di Pelabuhan Batu Ampar. Nilai ekspor pada Agustus 2023 sebesar US$ 1.242,45 juta atau turun 1,83 persen. Foto: BP Batam untuk batampos.co.id

batampos – Nilai ekspor Kota Batam kembali turun pada Agustus tahun 2023. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai ekspor pada Agustus 2023 sebesar US$ 1.242,45 juta atau turun 1,83 persen dibandingkan ekspor Juli 2023.

Kondisi serupa terlihat pada Impor Agustus 2023 sebesar US$ 1.183,64 juta. Dimana impor turun 5,56 persen dibandingkan impor pada Juli 2023.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam, Agus Kadaryanto mengatakan penurunan nilai ekspor Agustus 2023 itu didorong oleh turunnya sektor non migas di Batam sebesar 3,47 persen atau sekitar US$ 41,73 juta. Sedangkan sektor migas naik sebesar 29,84 persen atau sekitar US$ 18,62 juta.

“Tercatat kegiatan ekspor Kota Batam pada bulan Agustus 2023 mengalami penurunan senilai US$ 23,11 juta dibanding di Juli 2023,” ujar Agus, Kamis (5/10).

Baca Juga: Beli Ponsel dari Luar Negeri dan Bawa Masuk Batam, Ikuti Aturan Ini

Sementara itu bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, kumulatif ekspor Kota Batam mengalami penurunan senilai US$ 352,92 juta (3,41 persen). Penurunan nilai kumulatif ekspor Januari-Agustus 2023 dibandingkan Januari-Agustus 2022 ini disebabkan oleh penurunan ekspor sektor migas sebesar US$ 458,94 juta atau 46,79 persen.

Agus menambahkan, nilai ekspor Kota Batam bulan Agustus menyumbang 76,84 persen dari total ekspor se-Kepri sebesar US$ 1.618.22 juta.

Adapun ekspor non migas penyumbang terbesar sepanjang Januari-Agustus adalah mesin peralatan Listrik yaitu senilai US$ 5.236,40 juta. Golongan barang mesin/peralatan Listrik menyumbang kontribusi 55,26 persen dari kumulatif ekspor nonmigas Kota Batam selama tahun 2023.

Golongan barang ekspor berikutnya yang mempunyai peran cukup besar terhadap ekspor nonmigas Kota Batam adalah mesin mesin/Pesawat Mekanik senilai US$ 972,83 juta. Benda benda dari besi dan baja senilai US$ 611,62 juta, minyak dan lemak hewan/nabati senilai US$ 491,60 juta, Kapal Laut senilai US$ 362,97 juta deanproduk Kimia senilai US$ 343,29 juta.

Baca Juga: Warga Batam Masih Kesulitan Dapatkan Gas Melon, Ini Kata Gustian Riau

Adapun negara tujuan ekspor Kota Batam bulan Agustus 2023 dengan nilai terbesar masih negara Singapura, yaitu mencapai US$ 439,84 juta. Ekspor Singapura pada bulan ini mengalami kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya, naik sebesar 8,21 persen, namun turun 16,02 persen dibandingkan Juni 2022.

“Pada periode Januari-Agustus 2023, Singapura masih menjadi negara tujuan ekspor Kota Batam dengan peranan terbesar yaitu 34,26 persen dari kumulatif ekspor Kota Batam selama 2023 dengan nilai ekspor US$ 3.424,55 juta. Angka ini menurun 24,41 persen dibanding periode sebelumnya, ” tuturnya.

Negara-negara tujuan ekspor terbesar Kota Batam selanjutnya adalah Amerika Serikat dengan nilai ekspor US$ 2.483,33 juta (24,84 persen). Lalu ada negara Tiongkok sebesar US$ 593,67 juta (5,94 persen), Qatar sebesar US$ 305,67 juta (3,06 persen), serta Jepang sebesar US$ 292,19 juta (2,92 persen).

Baca Juga: Rupiah Melemah, Untungkan Perusahaan Eksportir di Batam

Sementara itu nilai ekspor terbesar menurut pelabuhan muat utama di Kota Batam pada Agustus 2023 adalah melalui Pelabuhan Batu Ampar dengan nilai ekspor US$ 767,07 juta. Nilai ekspor tersebut mengalami penurunan 2,75 persen jika dibandingkan dengan bulan Juli 2023 dan turun sebesar 45,61 persen jika dibandingkan dengan bulan Agustus 2022.

Total ekspor kumulatif Kota Batam terbesar selama Januari-Agustus 2023, yaitu melalui 5 Pelabuhan Batu Ampar sebesar US$ 6.679,66 juta. Terbesar kedua adalah Pelabuhan Sekupang sebesar US$ 1.728,25 juta. Kontribusi kedua Pelabuhan tersebut adalah sebesar 83,94 persen dari total ekspor Kota Batam selama Januari-Agustus 2023. (*)

 

 

Reporter: Rengga Yuliandra

Dituding Peras Mentan SYL Rp 1 Miliar, Ini Deretan Kontroversi Ketua KPK Firli Bahuri

0
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri. (DERY RIDWANSAH)

batampos – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, mantan Deputi Penindakan KPK itu diduga melakukan pemerasan dalam penanganan kasus dugaan korupsi di Kementerian Pertanian (Kementan).

Firli Bahuri telah buka suara soal munculnya dugaan pemerasan terhadap Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL). Firli membantah melakukan pemerasan tersebut.
“Tidak akan pernah ada hal-hal orang bertemu dengan saya, atau apalagi ada isu bahwa menerima sesuatu sejumlah SGD 1 miliar itu saya baca. Saya pastikan itu tidak ada. Bawanya SGD 1 miliar itu banyak, yang kedua, siapa yang ngasih SGD 1 miliar dolar?” ucap Firli di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (5/10).
Firli mengklaim, tidak ada pimpinan KPK yang melakukan dugaan pemerasan. Ia menekankan, pihaknya selalu menjaga integritas dengan tidak bertemu pihak yang terkait dengan perkara, apalagi bertemu dengan pihak yang tidak dikenal.
Mantan Kabaharkam Polri ini menyebut, pimpinan KPK telah berulang kali dicatut. Bahkan, ia mengutarakan nama dan foto pimpinan KPK juga dicatut, untuk menghubungi kepala daerah dan anggota DPR.
“Saya tidak tahu siapa yang melakukan itu dengan meminta segala sesuatu. Pak Ali sudah pernah menyampaikan waktu itu,” klaim Firli.
Firli pun menegaskan, ajudannya hanya satu orang. Dengan demikian tidak ada nama lainnya, termasuk seorang bernama Irwan.
“Ada yang bertanya, ajudan saya itu cuma satu orang. Namanya Kevin, enggak ada yang lain,” ucap Firli.
Namun, Firli mengaku dirinya memang melakukan olahraga bulu tangkis dalam dua kali seminggu. Tetapi itu dilakukannya pada tempat terbuka. Sehingga tidak mungkin bertemu dengan orang untuk melakukan transaksi ilegal.
Tak dipungkiri, label kontroversial melekat kepada Firli. Mengingat, Firli sempat mendapat penolakan publik saat awal periode menjabat pimpinan KPK. Pasalnya ia mempunyai catatan merah dan juga terbukti melanggar etik berat.
Adapun kontroversial Firli Bahuri itu di antaranya:
Terbukti Melanggar Kode Etik Berat
Pada tahun 2019, atau sehari sebelum Firli melakukan fit and proper test oleh Komisi III DPR RI, lembaga antirasuah menyatakan bahwa mantan Deputi Penindakan KPK itu terbukti melanggar kode etik berat.
Firli diduga melakukan pertemuan dengan mantan Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi (MZM) alias Tuan Guru Bajang (TGB) sebanyak dua kali pertemuan.
Pertemuan itu berlangsung pada 2 Mei 2018 saat KPK tengah menyelidiki kasus kepemilikan saham pemerintah daerah dalam PT Newmont 2009-2016. Pertama, pada tanggal 12 Mei 2018 dalam sebuah acara Harlah GP Anshor ke-84 saat Launching penanaman 1000 hektar jagung di Bonder Lombok Tengah.
Kemudian, pada 13 Mei 2018 dalam acara Farewell and Wellcome Games Tennis Darem 162/WB di Lapangan Tennis Wira Bhakti Firli kembali melakukan pertemu dengan TGB. Hasil pemeriksaan penasehat internal KPK menyatakan, Firli telah melanggar kode etik.
Ditolak Publik Jadi Ketua KPK
Penolakan terhadap Firli Bahuri menjadi pimpinan KPK sempat masif dinarasikan publik. Bahkan, Indonesia Corruption Watch (ICW) saat itu menggelar aksi teatrikal di depan Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kuningan, Jakarta Selatan. Aksi tersebut digelar menjelang pelantikan pimpinan KPK periode 2019-2023 yang dinilai bermasalah.
Hal tersebut karena Firli dinilai bukan sosok yang benar-benar bersih dan juga memiliki integritas. Tidak hanya ditolak oleh pegiat antikorupsi, ia juga mendapat penolakan langsung dari internal KPK.
Menggunakan Helikopter Mewah 
ICW menduga Firli Bahuri mendapat diskon dalam penyewaan helikopter yang ditumpanginya itu. Sehingga hal ini dianggap janggal, harus ditelusuri Dewas KPK.
Firli dalam perjalanannya ke Baturaja, Sumatera Selatan yang saat itu menggunakan helikopter telah dijatuhkan melanggar kode etik oleh Dewas KPK.
Sebab, diduga nilai penyewaannya sangat janggal, 1 jam penyewaan helikopter yang di dalilkan oleh Firli sebesar Rp 7 juta rupiah, tidak melihat jumlahnya seperti itu. Karena 4 jam sekitar Rp 30 juta, ada selisih sekitar 140 juta yang tidak dilaporkan oleh Ketua KPK tersebut.
Bertemu Komisaris PT Pelindo I di Tengah Penyelidikan
Pertemuan antar Firli dengan Komisaris PT Pelindo I juga menjadi sorotan. Ini karena KPK tengah menyelidiki kasus dugaan korupsi di PT Pelindo.
Hal ini diketahui setelah akun instagram milik Direktur Pusat Studi Konstitusi (Pusako) Universitas Andalas, Feri Amsari mendadak ramai, setelah mengunggah video Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri yang tengah melakukan pertemuan dengan Komisaris Pelindo I Timbo Siahaan. Dalam video itu, Firli memberikan pernyataan bahwa seluruh anak bangsa harus memiliki semangat dan komitmen memberantas korupsi.
Manfaatkan Jabatan untuk cari Popularitas
ICW sempat menduga Firli Bahuri memanfaatkan posisi dan jabatannya untuk mendapat simpati masyarakat. Pernyataan ini disampaikan peneliti ICW, Kurnia Ramadhana menyikapi adanya pesan singkat atau SMS terhadap masyarakat yang mengatasnamakan Ketua KPK.
Tindakan tersebut bukan kali ini saja. Banyak tindakan-tindakan Firli yang ingin mendapat simpati dari masyarakat. Jika SMS itu benar, maka Firli seharusnya diperiksa oleh Dewan Pengawas karena diduga melanggar Pasal 8 ayat (1) Peraturan Dewan Pengawas Nomor 02 Tahun 2020 terkait larangan bagi Insan KPK mencari popularitas dalam pelaksanaan tugas.
Dituding Bocorkan Penyelidikan Dugaan Korupsi di Kementerian ESDM
Firli Bahuri juga sempat ramai diisukan dibicarakan publik, terkait tudingan membocorkan dokumen hasil penyelidikan kasus dugaan korupsi di Kementerian ESDM. Dokumen itu ditemukan saat Tim Penindakan KPK menggeledah kantor Kementerian ESDM, tepatnya di ruangan Kepala Biro Hukum dengan inisial X.
Padahal, laporan tersebut bersifat rahasia dan hanya diperuntukkan sebagai bentuk pertanggungjawaban atas pelaksanaan tugas penyelidikan kepada Pimpinan KPK. Atas temuan tersebut, X diinterogasi dan diketahui dokumen tersebut diperoleh dari Menteri ESDM Arifin Tasrif yang mendapatkannya dari Mr. F (Pimpinan KPK).
Tujuan penyampaian dokumen tersebut supaya X berhati-hati dan melakukan antisipasi terhadap upaya penindakan yang dilakukan KPK. Padahal di sisi lain, Tim KPK sedang melakukan operasi tertutup untuk mengungkap kasus korupsi di Kementerian ESDM.
Ribut dengan Brigjen Endar Priantoro
Firli Bahuri bersama Sekjen KPK Cahya Hardianto Harefa dilaporkan ke Dewas KPK oleh Brigjen Pol Endar Priantoro setelah dipecat dari jabatan Direktur Penyelidikan KPK. Endar menyebut, pelaporan itu dilayangkan, karena Firli Bahuri tidak menghargai surat penugasan dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Sebab, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kembali menugaskan Brigjen Endar Priantoro di luar institusi Polri, untuk bertugas di KPK.
Endar meminta Dewas KPK dapat memeriksa Pimpinan KPK terkait pencopotan dirinya dari jabatan Dirlidik KPK. Hal ini penting, agar tidak ada lagi anggota lain yang bukan tidak mungkin mendapatkan perlakuan yang sama. Namun, kini Brigjen Endar Priantoro kembali bertugas di KPK. (*)
Reporter: JP Group

Logika Boros Frasa

0
Akhmad Idris

KECENDERUNGAN budaya masyarakat kita adalah sungkan (merasa tidak enak hati) dan hal itu sangat kentara dari bahasa yang disampaikan.

Misalnya saja sebuah jawaban yang seharusnya cukup disampaikan dengan kata “iya” atau “tidak”, bisa menjadi sebuah kalimat panjang gegara masalah sungkan yang telah membudaya.

Hal ini dapat mudah ditemui ketika seseorang dimintai tolong oleh saudara atau tetangganya. Jika seseorang tersebut tidak bisa memberikan pertolongan karena sedang sibuk dengan urusan lain, jawaban yang diucapkan cenderung “berputar-putar” terlebih dahulu? tidak langsung menjawab “maaf saya sedang ada urusan”.

Ada banyak versi tentang bentuk jawaban “berputar-putar” tersebut, satu di antaranya seperti: “Waduh, bukannya saya tidak mau membantu, tapi kebetulan saya saat ini sedang membantu proses kelahiran kucing saya. Jadi, saya mohon maaf ya. Lain kali saya berjanji akan membantu, tetapi tidak sekarang ya”.

Baca juga: Uji Keterbacaan Bahan Bacaan Literasi 2023 di Kota Tanjungpinang

Ini hanya satu versi dan masih banyak versi lainnya yang seharusnya bisa diungkapkan dengan lebih efektif. Namun, hal itu sudah seyogianya dapat dimaklumi sebab budaya sungkan yang harus dijunjung tinggi.

Sayangnya, budaya “sungkan” tersebut ikut berdampak terhadap fenomena logika boros frasa dalam praktik berbahasa Indonesia. Artinya, beberapa frasa dalam bahasa Indonesia mengalami pemborosan atau pengulangan makna.
Sesuai dengan sebutannya, ada beberapa frasa yang dibentuk dengan “boros” alias “buang-buang kata” dari segi logika.

Terdapat empat frasa yang akan dibahas dalam tulisan ini terkait topik logika boros frasa, yaitu kipas angin; berjalan kaki; daur ulang; dan dibunuh mati.

Frasa yang pertama yaitu kipas angin. Secara logika, setiap kipas sudah pasti dibuat untuk menghasilkan angin, sehingga kata ‘angin’ seharusnya tidak perlu disebutkan. Justru, frasa yang lebih tepat adalah kipas listrik karena sesuai dengan padanan dalam bahasa Inggrisnya, yaitu “electric fan”.

Selain itu, Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi kelima juga memaknai kipas angin sebagai kipas yang dijalankan dengan batu baterai atau listrik. Jika merujuk pada arti di Kamus Besar Bahasa Indonesia sendiri, agaknya frasa yang lebih tepat adalah kipas listrik, bukan kipas angin.

Berlanjut ke frasa yang kedua, yaitu berjalan kaki. Lagi-lagi frasa ini juga saya temui di Kamus Besar Bahasa Indonesia yang diartikan sebagai berjalan dengan kaki.

Baca juga: Merawat Embrio Kerja Literasi

Untuk membuktikan kandungan logika boros frasa dalam frasa berjalan kaki sebenarnya cukup dengan pertanyaan, “Adakah berjalan yang tidak menggunakan kaki”. Oleh sebab itu, ungkapan yang tepat seharusnya cukup “berjalan” tanpa ada “embel-embel” kaki.

Kemudian frasa yang ketiga adalah daur ulang yang untuk kali ketiga juga saya temui di Kamus Besar Bahasa Indonesia. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, frasa daur ulang dimaknai sebagai peredaran ulang suatu masa.

Sementara kata “daur” sendiri diartikan oleh Kamus Besar Bahasa Indonesia sebagai sistem keadaan atau fase yang keadaannya sekarang dapat berulang pada suatu saat di masa yang akan datang.

Jika merujuk pada arti kata “daur”, sejatinya kata “ulang” tidak perlu lagi disebutkan karena di dalam kata “daur” sudah terkandung makna “ulang”. Sederhananya, penyebutan kata “ulang” pada frasa “daur ulang” adalah pemborosan kata alias buang-buang kata saja.

Frasa yang terakhir adalah dibunuh mati. Untuk frasa yang terakhir ini memang tidak saya temui di Kamus Besar Bahasa Indonesia, tetapi frasa ini masih sering digunakan oleh sebagian orang, terlebih orang-orang tua.

Frasa ini biasa saya dengar saat kakek atau nenek menonton berita-berita pemerkosaan di televisi. Dengan spontan, mereka sering “menyahuti” berita tersebut dengan berkata, “Dibunuh mati ae pelakue, ben kapok” yang artinya “Dibunuh mati saja pelakunya, biar kapok”.

Secara logika, dibunuh berarti dihabisi nyawanya sehingga sudah pasti akan mengalami kematian. Oleh sebab itu, frasa “dibunuh mati” jelas merupakan pemborosan karena kata “mati” sudah terkandung dalam kata “dibunuh”.

Jadi, ungkapan yang tepat adalah cukup “dibunuh” tanpa diikuti kata “mati”. Selain frasa orang-orang tua, “dibunuh mati” juga identik dengan perayaan hari raya kurban. Untuk memastikan hewan sembelihan telah meregang nyawa, biasanya sebagian orang akan berkata, “Sapinya (atau kambing) telah dibunuh mati”.

Baca juga: Di Hadapan Teori Sastra

Akhir kata, “sungkan” memang menjadi budaya khas masyarakat kita yang telah diakui sebagai wujud menghargai perasaan. Kendati demikian, sungkan juga perlu ditempatkan dalam kondisi dan situasi yang tepat. Bukankah orang yang bijaksana adalah orang yang sesekali diam untuk menghindari pertikaian dan sesekali bicara untuk mengungkap kebenaran?

Artinya, orang yang bijaksana tidak harus selalu mengedepankan sungkan, tetapi yang mampu menempatkan sungkan sesuai pada tempatnya. Termasuk dalam hal berbahasa. Berlebih-lebihan dalam penggunaan kata dapat memicu kemunculan fenomena logika boros frasa.

Akibatnya, bahasa Indonesia terkesan rancu di mata penutur asing. Pertanyaannya, bersediakah kita jika ada orang yang menganggap tata bahasa Indonesia terkesan kacau? (*)

Oleh:
Akhmad Idris
Pengajar di Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa dan Sastra Satya Widya Surabaya

Siswa Terdampak Relokasi Pilih Sekolah Swasta, Disdik Batam Upayakan Subsidi Keringanan

0
IMG 20230817 WA0030 e1694141886556
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Tri Wahyu Rubianto. Foto Yulitavi/Batam Pos

batampos – Proses relokasi siswa yang berada di Rempang sudah mulai berjalan. Meskipun jumlahnya masih sedikit, beberapa siswa sudah memulai pembelajaran di sekolah baru.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Tri Wahyu Rubianto mengatakan dari total hampir dua ribu orang siswa, jumlah yang sudah pindah dan menentukan belum terlalu banyak.

“Anak-anak yang pindah sudah masuk sekolah. Kami memastikan anak-anak ini bisa belajar dengan baik, dan sekolahnya berlanjut. Jangan sampai mereka terputus sekolahnya,” kata Tri saat dijumpai di lobi Kantor Wali Kota Batam, Kamis (5/10).

Baca Juga: BP Batam Pegang HPL Rempang dan Galang

Proses perpindahan siswa ini berlangsung lancar. Kepindahan siswa baru bisa diproses, usai orangtua memutuskan pindah dari Rempang.

Perpindahan anak tidak saja di wilayah perkotaan, namun juga ada yang memilih pindah ke wilayah pesisir seperti Belakangpadang.

“Mereka pindah ke sekolah negeri, ada juga yang ke sekolah swasta. Untuk negeri mereka hanya tinggal menyesuaikan saja. Khusus untuk swasta, kami memfasilitasi agar anak-anak ini mendapatkan keringanan,” bebernya.

Bentuk keringanan ini masih dibahas bersama dengan sekolah swasta, yang menjadi tujuan dari siswa terdampak relokasi.

Baca Juga: Tim Advokasi Tunggu Jawaban Kapolres Untuk Penangguhan Tersangka Aksi Bela Rempang

Tri mengungkapkan jadwal relokasi mengikuti tim terpadu. Disdik tidak memiliki batas waktu khusus untuk merelokasi seluruh siswa. Sampai saat ini siswa di Rempang masih belajar seperti biasa, aktivitas berjalan tanpa kendala.

“Hanya mereka yang sudah putuskan pindah, kami pastikan sekolahnya ada,” imbuhnya.

Untuk tenaga guru yang masih bertugas di sekolah lama. Relokasi guru ini akan dilakukan usai seluruh siswa berhasil direlokasi ke tempat baru.

“Kalau siswa sudah selesai semua, baru tenaga guru yang dipindahkan. Kami memastikan sertifikasi dan jadwal mengajar guru tidak terganggu. Kami lagi susun juknisnya. Mudah-mudahan tidak ada kendala,” terang Tri. (*)

Reporter: YULITAVIA