batampos – Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kepri lakukan peningkatan kapasitas organisasi prangkat daerah (OPD), Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) Tim Pendamping Keluarga (TPK) Bidan, Klinik serta Puskesmas untuk peningkatan pendamping ibu hamil dan pasca persalinan.
Selain itu juga dilakukan peningkatan laporan Keluarga Berencana (KB) pasca persalian dan peningkatan pelaporan elsimil di Kantor Perwakilan BKKBN Kepri, Selasa (26/9).
Kepala Perwakilan BKKBN Kepri, Rohina dalam sambutanya mengatakan pelayanan KB dan Kesehatan Produksi (Kespro) tidak lepas dari peran bidan sebagai tenaga kesehatan yang menjadi garda terdepan.
Berdasarkan laporan SIGA bkkbn.go.id tahun 2022 pelayanan kontrasepsi PB baru 6.787 akseptor, ganti cara 6.460 akseptor, dan KB ulangan 74.704 akseptor, sedangkan pelayanan PB KB pasca persalinan pada tahun 2022 adalah 5.233 akseptor
“Melihat data tersebut, penting bagi kita untuk terus meningkatkan akses dan kualitas pelayanan KB dan kespro yang kita berikan,” kata Rohina, Selasa (26/9).

Perwakilan BKKBN Kepri berikan peningkatan pendampingan ibu hamil dan pasca persalinan untuk OPD, PKB, TPK, Bidan, Klinik serta Puskemas,
Dijelaskan Rohina, akses terhadap pelayanan KB dan kespor masih menjadi tantangan. Beberapa faktor yang mempengaruhi aksesibilitas ini diantaranya lokasi geografis, ketersediaan fasilitas kesehatan yang memadai, biaya, stigma, dan masalah sosial budaya.
“Sebagai bidan, kita harus berkomitmen untuk mengatasi hambatan-hambatan ini dan meningkatkan aksesibilitas pelayanan,” ajak Rohina.
Menurutnya, upaya yang bisa dilakukan yaitu melakukan kampanye atau program pelayanan KB dan kespor berbasis masyarakat dengan bekerja sama dengan para pemangku kepentingan untuk meningkatkan jaringan dan kolaborasi, sehingga pelayanan dapat diperluas sampai ke wilayah yang sulit dijangkau.
“Kualitas pelayanan juga harus menjadi perhatian utama kita. Kualitas pelayanan yang baik melibatkan aspek-aspek keamanan, keberlanjutan, interaksi yang empatik, informasi yang akurat, dan penggunaan metode kontrasepsi yang efektif,” ungkapnya.
Sebagai bidan, Rohina menambahkan harus menjaga standar etika dan keprofesionalan yang tinggi, serta terus meningkatkan kompetensi dan pengetahuan dalam bidang KB dan kespro.
“Dengan begitu kita dapat memastikan bahwa pasien kita menerima pelayanan yang aman, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan mereka, sehingga kita dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap program KB dan kesehatan reproduksi,” tambahnya. (*)
Reporter : Peri Irawan


“Begitu warga pindah, uang sewa dan biaya hidup untuk tiga bulan langsung diserahkan. Ini bentuk komitmen BP Batam. Alhamdulillah, sudah ada tiga KK yang pindah. Saya berharap, jumlah tersebut terus bertambah untuk ke depannya,” ujar Rudi di Marketing Center BP Batam, Selasa (26/9/2023).

Sedikit berbeda dari tahun sebelumnya. Dengan Semangat Sinergi Bagi Negeri Honda Kepri berkolaborasi dengan Jasa Raharja Cabang Kepri dalam penyelenggaraan seminar tersebut, dengan menghadirkan 3 narasumber yang berkompeten dibidangnya antara lain : AKP. Kartijo S.H., M.H. selaku Kasigar Subdit Gakkum Ditlantas Polda Kepri, sdr. Christofer Valentino selaku Instruktur Safety Riding Honda Kepri, dan Ibu Heidy Mahardiani Gandi, S.Kom, M.MKMT, AAAI-K, CHRM selaku Kepala Operasional Jasa Raharja Cabang kepri.




