Jumat, 8 Mei 2026
Beranda blog Halaman 4698

Sport Tourism Tarik Wisatawan ke Batam

0
Tour De Batam 2 F Cecep Mulyana scaled e1695527454305
Ilustrasi: Peserta Tour De Batam berpacu meninggalkan garis star di kawasan Nuvasa Bay Nongsa, Sabtu (23/9). Berikutnya, Batam akan mejadi tuan rumah Jambore Sepeda Lipat Nasional (Jamselinas) XII 2023. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Kota Batam terpilih menjadi tuan rumah untuk pagelaran event Jambore Sepeda Lipat Nasional (Jamselinas) XII 2023.

Event ini akan dihadiri 2.356 peserta dari berbagai wilayah di Indonesia. Tidak itu saja, kegiatan imi juga menarik peserta dari luar negeri seperti Malaysia, Singapura, hingga Thailand.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata mengatakan pesepeda ini akan melewati perlintasan sepanjang 31 kilometer, dengan total 17 tanjakan.

Jamselinas XII nantinya akan melalui rute start dari ruas jalan Dataran Engku Putri, pit stop 1 di Taman Dang Anom, pit stop 2 di MTC, dan finish di Nuvasa Bay.

Baca Juga: Pekan Pertama, Program Pemutihan Pajak Kendaraan Disambut Antusias Masyarakat

Ardi menyebutkan berdasarkan data terbaru, untuk peserta dari luar negeri, asal Malaysia mendaftar sebanyak 104 pesepeda, 97 dari Singapura, 1 Pesepeda dari Thailand, dan 2 dari Philipina.

Sport tourism ini juga diharapkan memberikan kontribusi untuk penambahan jumlah wisatawan Singapore, Malaysia, terutama wisatawan domestik.

Geliat kunjungan domestik diharapkan bisa meningkat. Salah satunya dengan mendukung terlaksananya sport tourism ini.

Ardi mengakui sekarang Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif juga sekarang membuat satu anugerah untuk mendorong pariwisata domestik menggeliat.

“Berwisata cukup di Indonesia saja. Batam menurutnya merupakan salah satu tujuan wisatawan nusantara. Batam memiliki keuntungan karena berdekatan dengan negara tetangga,” sebutnya.

Baca Juga: MUI Kecam Komunitas LGBT di Batam, Ini Penjelasannya

Menurutnya, untuk mendorong sektor wisata, salah satunya melalui event. Value yang ditimbulkan adalah efek domino yang bisa menguntungkan sektor wisata.

“Apapun eventnya pasti ada efek dominonya. Artinya ke hotel, restoran, transportasi, terus tempat hiburan, shopping mall semua akan merasakan manfaatnya karena orang ke Batam,” jelasnya.

Terkait kunjungan wisnus ke Batam, Ardi mengungkapkan belum memiliki data pasti. Hal ini karena BPS juga tak ada indikator. Berbeda dengan wisman, yang bisa diukur melalui penumpang kapal ferry di pelabuhan internasional.

Adapun Jamselinas yang akan digelar selama tiga hari di Kota Batam, dimulai dari tanggal 10 – 12 November 2023. Dengan agenda Welcome Dinner pada Jumat 10 November 2023, di Swissbell Hotel Harbourbay. Acara inti bersepeda pada 11 November 2023, dan recover ride pada 12 November 2023.

Baca Juga: Ada Potensi Hujan, BMKG Monitor Suhu di Batam Lebih Tinggi dari Normal

Total peserta yang sudah mendaftar dari Forkopimda se-Kepri sendiri sebanyak 93 orang. Untuk jalur sepeda di Batam sudah cukup panjang. Pembangunan infrastruktur disejalankan dengan pembangunan jalur sepeda. Hal ini guna mendukung event pariwisata atau sport tourism ini.

“Sport tourism ini salah satu yang digemari. Pemerintah memiliki ruas jalan yang lebar, dan asri untuk mendukung terlaksananya kegiatan nasional ini,” tutupnya. (*)

 

Reporter: YULITAVIA

Belum Masa Kampanye, Bawaslu Sarankan Parpol Turunkan Baliho APK

0
Bawaslu Karimun melakukan sosialisasi pengawasan pemilu kepada insan pers. f,TRI

batampos– Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Karimun melaksanakan sosialisasi pengawasan Pemilu Partisipatif kepada rekan-rekan pers yang ada di Karimun. Ketua Bawaslu Karimun Muhammad Iskandar mengatakan, peranan insan pers memiliki peranan besar dalam mengawasi tahapan Pemilu yang sedang berlangsung saat ini.

” Media selaku kontrol sosial dapat memberikan informasi yang akurat dan terpercaya kepada masyarakat dalam proses tahapan pemilu seperti saat ini. Agar dapat menjaga kwalitas proses dan hasil pemilu nanti,” terangnya, Senin (23/10).

Dengan demikian, diharapkan peranan pers bisa membantu partisipasi masyarakat agar dapat menggunakan hak pilihnya nanti. Sebab, hingga sekarang partisipasi masyarakat masih sangat rendah terhadap pesta demokrasi lima tahunan ini. Terutama tugas dan wewenang Bawaslu hingga sampai tingkat bawah.

” Nah, tugas dan wewenang kita (Bawaslu) hingga tingkat kelurahan/desa yaitu melakukan pencegahan, pengawasan dan penindakan kepada peserta pemilu dalam hal ini Parpol yang lulus verifikasi oleh KPU,” ungkapnya.

BACA JUGA: Belum Kantongi Aturan, Bawaslu Serahkan Penertiban Spanduk dan Baliho Bacaleg kepada Satpol PP

Ia juga mengatakan, hingga saat ini belum menemukan politik identitas yang tidak bagus bagi masyarakat dalam pembelajaran politik. Termasuk, politik uang bagi peserta Pemilu juga belum ditemukan. Mengingat, saat ini KPU masih dalam tahapan pencermatan terhadap bacaleg untuk di jadikan Daftar Calon Tetap (DCT) diawal November.

” Paling penting partisipasi masyarakat harus meningkat. Apabila, partisipasi masyarakat rendah berarti tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemilu kurang,” tegasnya.

Sementara ditanya, tentang spanduk dan baleho yang telah berkibar dilokasi-lokasi strategis. Ia mengatakan, sejauh tidak ada ajakan untuk memilih salah satu calon legislatif tidak menjadi masalah.

” Tentang spanduk maupun baleho berbentuk Alat Peraga Kampanye (APK), kita hanya menghimbau kepada Parpol agar diturunkan. Sebab, belum masuk masa kampanye,” jawabnya.(*)

reporter: tri haryono

Barang Sudah Dikemas, Warga Rempang Menanti Dipindahkan

0
image0 2 scaled e1695616316941
Suasana Kampung Pasir Panjang Rempang. F.Azis Maulana

batampos – Proses relokasi masyarakat Sembulang di Pulau Rempang, Kecamatan Galang yang kampungnya masuk dalam lokasi pengembangan Rempang Eco City berjalan lambat. Masih banyak masyarakat yang sudah mendaftar dan bersedia pindah namun belum juga dipindahkan.

Hampir sebulan mereka menanti untuk dipindahkan ke tempat tinggal sementara di Kota Batam. Di Pasir Panjang dan sekitarnya sebagian dari mereka bahkan kembali membuka barang yang sudah dikemas karena tak kunjung dipindahkan.

“Sudah mau sebulan nanti tapi tak dipindahkan juga. Barang sudah kemas, mau disusun balek. Lama betul,” ujar Erna, warga Pasir Panjang, Sembulang.

Baca Juga: 64 KK sudah Menempati Hunian Sementara

Keluhan akan lambatnya proses pemindahan sudah cukup lama disuarakan warga Rempang yang sudah mendaftar di awal pendaftaran.Mereka jadi tidak tenang karena harus berhadapan dengan masyarakat yang menolak direlokasi.

“Ratusan KK yang mau pindah tapi belum dipindahkan,” ujar Aswan, warga Rempang.

Seperti diketahui semenjak awal pemerintah mengalokasikan lahan Sembulang sebagai kawasan ekonomi baru, sebagian masyarakat di sana mendukung dan siap direlokasi.

Baca Juga: MUI Kecam Komunitas LGBT di Batam, Ini Penjelasannya

Mereka mendukung pemerintah karena pemerintah akan memperhatikan hak-hak mereka mulai dari lokasi relokasi dan rumah yang dijanjikan hingga biaya hidup sementara di Batam sebelum tempat relokasi siap dibangun. Namun belakangan mereka menilai pemerintah bergerak lambat sehingga muncul keraguan dengan janji-janji tersebut. (*)

 

Reporter: Eusebius Sara

Dituding Membangun Dinasti Politik, Jokowi: Itu Masyarakat yang Menilai

0
Presiden Joko Widodo memberikan keterangan terkait sejumlah isu aktual kepada wartawan di Jakarta, Selasa (24/10/2023). (ANTARA/Indra Arief Pribadi)

batampos – Presiden Joko Widodo kembali angkat suara terkait tudingan dirinya membangun dinasti politik. Terkait tudingan itu, mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyerahkan sepenuhnya hal itu kepada masyarakat yang menilainya.

“Ya itu kan masyarakat yang menilai,” kata Joko Widodo setelah menghadiri acara Investor’s Daily Summit 2023 di Jakarta, dikutip dari Antara, Selasa (24/10).

Jawaban serupa sebelumnya sudah disampaikan Jokowi, Jumat (13/10) lalu di sela kegiatannya di Indramayu, Jawa Barat.

Namun pada kesempatan kali ini Joko Widodo menekankan bahwa dalam kontestasi pemilu masyarakat menjadi pemegang kendali yang menentukan siapa calon yang akan terpilih.

“Dalam pemilihan pun baik di pilkada, pemilihan wali kota, pemilihan bupati pemilihan gubernur, pemilihan presiden, itu semuanya yang memilih itu rakyat, yang menentukan itu rakyat, yang mencoblos itu juga rakyat, bukan kita, bukan elite, bukan partai, itulah demokrasi,” jelasnya.

Belakangan ini istilah dinasti politik kerap disematkan kepada keluarga Joko Widodo, setelah putusan Mahkamah Konstitusi (MK) membuka jalan bagi putra Jokowi Gibran Rakabuming Raka untuk maju sebagai bakal calon wakil presiden di Pilpres 2024.

Putusan MK itu dinilai memiliki konflik kepentingan, karena Ketua MK Anwar Usman merupakan adik ipar Joko Widodo, hingga akhirnya Jokowi dituding ingin membangun dinasti politik dengan melanggengkan kekuasaan keluarganya. (*)

Reporter: JP Group

Remaja Paling Mudah Dipengaruhi LGBT

0
Erry Syahrial Ketua Komisi Perlindungan Pengawasan Anak Daerah KPPAD Kepri. e1637539814862
Aktivis pemerhati anak Kepri, Erry Syahrial. Foto: Dokumentasi Batam Pos

batampos – Kelompok Lesbian, Gay, Biseksual dan Transeksual (LGBT) dalam perilakunya sama jahatnya seperti halnya pengguna narkoba, yakni mencandu (adiktif) dan menularkan. Mereka yang termasuk dalam kelompok menyimpang ini mempengaruhi serta menularkan kebiasaan penyimpangan seksualnya kepada kelompok lain yang normal.

Pemerhati Anak Kepri, Erry Syahrial menyebutkan, sifat menular dan adiktif dari penyimpangan ini jelas terlihat. Ketika seseorang yang normal sudah terpengaruh oleh gaya hidup LGBT maka dibutuhkan upaya yang ekstra untuk dapat mengembalikan kepada psikis normal yang seharusnya ada.

“Banyak remaja yang terjebak dan bahkan dijebak untuk masuk ke lingkungan (LGBT) tersebut. Semisalnya menjebak dengan pertemanan, media sosial dan bahkan ada beberapa kasus yang kami tangani korban diancam identitasnya akan dipublikasikan jika sampai mengadu,” ujar Erry, Senin (23/10).

Menurutnya, kalangan remaja menjadi kelompok yang paling mudah dipengaruhi. Terlebih lagi secara emosional mereka yang masih labil dan juga disebabkan pengaruh media sosial sehingga mereka membuat suatu perkumpulan sehingga ini menjadi sebuah tren yang harus diikuti oleh kalangan remaja.

“Seperti kasus-kasus yang kita temukan, sasarannya adalah anak-anak yang kurang benteng pertahanan. Seperti kurang iman, pengaruh lingkungan seperti di tempat tinggalnya sudah ada yang masuk ke kelompok ini sehingga ia ikut terpengaruh, dan juga karena pengaruh pola asuh di keluarga,” ungkap Erry.

Dikatakan Erry, banyak juga mereka yang bergabung dengan komunitas ini setelah tidak mendapatkan pendidikan yang baik di keluarganya. Anak yang broken home dan bahkan mendapatkan perhatian yang sangat kurang dari keluarganya.

“Dalam situasi dan kondisi seperti ini, orang tua harus lebih peduli terhadap anaknya. Sebab jika terus dibiarkan anak akan terus menyimpang dan makin menjadi-jadi. Orang tua harus peduli, jika perlu berikan terapi kepada anaknya, ” ucapnya.

Selain itu orang tua juga harus mampu memberikan penjelasan yang komprehensif tentang pendidikan seksual ke anak-anaknya. Semisalnya, dengan menanamkan sejak dini karakter dan perbedaan tanggung jawab antara seorang anak perempuan dan laki-laki, sehingga mereka menjadi paham.

“Memberikan kepahaman dan edukasi soal pendidikan seks ini juga penting. Jangan sampai melakukan hal-hal yang dilarang secara norma, bagaimana bergaul yang benar dan sebagainya sehingga anak-anak memiliki pemahaman yang cukup,” tambah Erry.

Selanjunya, pergaulan anak juga harus diawasi. Tidak lagi anak perempuan saja, pergaulan anak laki-laki juga harus dan wajib dikontrol orang tua. Kira-kira dia berteman dan dekat dengan sesama jenis dari bahasa tubuh akan terlihat. Apabila sudah mulai agak lain harus segera diwaspadai dan diberikan teguran sebelum mereka masuk ke lingkaran setan tersebut.

“Ada juga orang tua sudah ketahuan anaknya seperti itu sudah lama namun tetap dibiarkan. Ini yang susah, tapi kalau masih baru bisa segera ditarik dan bahkan diobati. Bagi para pelaku yang sudah dewasa, kami himbau kepada orang tua agar tidak segan segan untuk melaporkan ke polisi. Karena ini sudah masuk ke pencabulan sehingga ada efek jera dan pelaku tidak lagi merajalela,” tegas Erry.

Menanggapi banyaknya kasus LGBT di kalangan remaja di Batam, Kepala Dinas Pendidikan Batam Tri Wahyu Rubianto mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Batam untuk melakukan sosialisasi terhadap seluruh siswa di Kota Batam melalui puskesmas milik Dinkes.

“Kita sudah buat surat permohonan. Nantinya kita bersama tim akan langsung turun ke sekolah-sekolah untuk memberikan sosialisasi dan pemahaman mengenai kesehatan reproduksi yang di dalamnya juga akan masuk tentang bahaya LGBT ini. Jadwalnya akan segera kami susun,” tegas Tri.

Selain sosialisasi bahaya LGBT, pemahaman dari sekolah-sekolah harus dilakukan dalam rangka memberikan pemahaman. Selain itu peran orang tua tentu sangat penting. Karena banyak kasus, LGBT terjadi karena kurang perhatian dari orang tua. Artinya, perlu adanya penanaman nilai-nilai religi kerohanian dan nilai norma di keluarga masing masing. (*)

 

 

Reporter: Rengga Yuliandra

Firli Penuhi Panggilan, Penyidik dalami Dugaan Pemerasan kepada SYL

0
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri. (DERY RIDWANSAH)

batampos – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya terkait kasus dugaan pemerasan kepada eks Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL). Pada panggilan pertama Firli diketahui mangkir dengan alasan kepentingan dinas.

Pada pemeriksaan kali ini, dilaksanakan di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan. Pemindahan lokasi pemeriksaan tidak di Polda Metro Jaya atas permintaan Firli.

“Sudah hadir,” kata Dirreskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak kepada wartawan, Selasa (24/10).

Kedatangan Firli tidak luput dari awak media. Dia teridentifikasi datang memakai mobil sedan Toyota Camry berkelir hitam dengan nomor polisi B 1990 RFP. Selanjutnya penyidik akan meminta keterangan kepada Firli sebagai saksi.

“Seputar dugaan tindak pidana korupsi yang saat ini sedang dilakukan penyidikannya oleh tim penyidik,” jelas Ade.

Sebelumnya, Subdit Tindak Pidana Korupsi Ditreskrimsus Polda Metro Jaya resmi menaikan status perkara dugaan pemerasaan eks Mentan Syahrul Yasin Limpo (SYL) oleh pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke tahap penyidikan. Artinya ditemukan unsur pidana dalam kasus ini.

Dirreskrimsus Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak mengatakan, keputusan ini diambil oleh penyidik setelah melakukan gelar perkara pada Jumat (6/10). Penyidik juga telah memeriksa 6 saksi dalam perkara ini.

“Dari hasil gelar perkara dimaksud selanjutnya direkomendasikan untuk dinaikan statusnya penyelidkan ke tahap penyidkkan,” kata Ade Safri di Polda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (7/10).

Dalam perkara ini diduga terjadi pelanggaran Pasal 12 huruf e atau pasal 12 huruf B atau Pasal 11 UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU nomor 20 tahun 2021 tentang perubahan atas UU Nomor 29 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi juncti Pasal 65 KUHP.

“Akan diterbitkan surat perintah penyidikan untuk melakukan serangkaian penyidikan guna mencari dan mengumpulkan bukti yang dengan bukti itu membuat terang tindak pidana terjadi dan menemukan tersangka,” jelasnya. (*)

Reporter: JP Group

Warga Binaan Rutan Sukses Tanam Padi dan Jagung di Lahan Bauksit

0
Lahan bauksit di Dompak Tanjungpinang yang dimanfaatkan warga binaan Rutan Tanjungpinang untuk menanam padi. F. Yusnadi Nazar

batampos– Warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) Tanjungpinang menggarap tanaman padi, anggur, kurma dan jagung di lahan bauksit Sungai Manilai Tanjung Siambang, Dompak, Tanjungpinang.

Warga binaan atau narapidana sukses menggarap lahan seluas dua hektare tersebut, sebelum dinyatakan bebas atau kembali ke masyarakat.

Tanaman padi sendiri ditanam di lahan seluas 5 x 25 meter dan telah berumur hampir 50 hari. Padi tetap hijau dan subur. Begitu juga dengan tanaman jagung.

“Kami menggandeng Koperasi Jawara (Jasa Warga Sejahtera) dan perorangan untuk uji coba perdana penanaman padi,” kata Kepala Rutan Tanjungpinang, Eri Erawan.

Jika tanaman padi ini berhasil, selanjutnya akan dijadikan sebagai pusat edukasi dan ketahanan pangan masyarakat Pulau Dompak, Tanjungpinang.

“Alhamdulilah, sejauh ini tampak tumbuh subur, mudah-mudahan nanti bisa sampai panen,” terangnya.

Kegiatan penanaman, kata Eri, merupakan program Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) yang merupakan sarana pembinaan keterampilan warga binaan, sebelum kembali ke masyarakat atau dalam proses reintegrasi sosial.

BACA JUGA: Diduga Terlibat Peredaran Narkoba, Oknum Pegawai Rutan Diperiksa Polisi

Penyelenggaraan SAE bertujuan untuk mengoptimalkan pembinaan kemandirian dengan membaurkan warga binaan pemasyarakatan ke tengah masyarakat.

“Membuka peluang partisipasi serta edukasi bagi masyarakat tentang kegiatan dan hasil produk pembinaan kemandirian sehingga terbangun citra positif penyelenggaraan Sistem Pemasyarakatan,” jelas Eri.

Ketua Koperasi Jawara, Orbit Orion Sitompul menambahkan, pihaknya dimentori oleh Ady Indra Pawennari dalam menanam padi. Untuk persiapan lahan ini, menggunakan media tanam Cocopeat.

Cocopeat sendiri merupakan media tanam organik yang berbahan dasar dari serbuk sabut buah kelapa.

Cocopeat mempunyai kemampuan daya serap dan menyimpan air yang cukup tinggi dibandingkan dengan tanah.

“Jadi cocopeat langsung dicampur dengan tanah aslinya, kemudian ditabur pupuk, diaduk rata, dan dialiri air. Sumber airnya memang berkarat,” ungkap Orbit. (*)

reporter: yusnadi

Lakukan Pengawasan Ketat, Tertibkan, Segera Ambil Tindakan Tegas

0
sirajud
ANGGOTA Komisi IV DPRD Provinsi Kepri Sirajudin Nur saat mengikuti Rapat Dengar Pendapat bersama instansi Pemerintah Provinsi Kepri. Foto: TIM SIRAJUDIN

batampos – Meski sudah diatur dalam Undang-Undang Mata Uang Nomor 1 Tahun 2011 yang didalamnya berbunyi segala transaksi perdagangan di Indonesia wajib menggunakan mata uang dalam negeri atau rupiah, dan dilarang bertransaksi perdagangan menggunakan mata uang asing, namun masih saja di Batam didapati hotel yang dalam bertransaksi atau pembayaran, terang-terangan menggunakan mata uang asing yakni dolar Singapura.

Seperti yang didapati oleh anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kepri Sirajudin Nur, saat mendapati salah satu hotel di Kota Batam yang menggunakan dolar Singapura dalam bertransaksi atau pembayaran.

“Di pasal Pasal 33 bab X pada ketentuan pidana dalam Undang-Undang Mata Uang, jelas dikatakan bahwa seluruh transaksi wajib menggunakan mata uang rupiah. Jika melanggar, siapapun orangnya, apapun usahanya, maka sanksi dan ancamannya jelas, pidana penjara,” tegas politisi PKB yang sudah menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi Kepri selama dua periode berturut-turut ini.

Tak itu saja. Di pasal 1 peraturan Bank Indonesia Nomor 17/3/PBI/2015 tentang kewajiban penggunaan rupiah di wilayah NKRI, juga ditegaskan bahwa kewajiban penggunaan mata uang rupiah, berlaku bagi transaksi tunai maupun non tunai yang berupa setiap transaksi yang mempunyai tujuan pembayaran, penyelesaian kewajiban lainnya yang harus dipenuhi dengan uang, dan/atau transaksi keuangan lainnya yang meliputi kegiatan penyetoran rupiah dalam berbagai jumlah dan jenis pecahan dari nasabah kepada bank.

Atas temuan itulah, calon anggota DPD RI dapil Kepri tahun 2024 mendatang ini, mendesak kepada Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, segera menggelar sidak langsung ke sejumlah hotel yang masih menggunakan patokan mata uang asing sebagai alat pembayaran di wilayah NKRI.

“Saya minta kepada Dinas Pariwisata Provinsi Kepri selaku pemangku kebijakan, agar segera mengagendakan turun ke lapangan menggelar sidak, melakukan pengawasan lebih ketat terhadap sejumlah hotel, khususnya di Batam, fasilitas wisata, dan sejenisnya yang juga masih menggunakan mata uang asing di Kepri ini sebagai patokan transaksi atau pembayaran. Aturan jelas, bahkan sanksi-nya pun juga jelas, dan tak main-main, pidana penjara, harus segera ditertibkan,” tegas pria kelahiran 11 Juni 1973 ini mengakhiri. (adv/*)

Pekan Pertama, Program Pemutihan Pajak Kendaraan Disambut Antusias Masyarakat

0
Kantor Pelayaan Pajak Kendaraan 2 F Cecep Mulyana scaled e1697987755634
Warga melakukan pembayaran pajak kendaraan di kantor Samsat Batamcenter, Selasa (17/10). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Program Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) Provinsi Kepri Tahun 2023 yang dimulai dari 16 Oktober sampai 18 November 2023 mendapat antusiasme yang tinggi dari masyarakat Kepri. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya pembayaran pajak kendaraan di hampir semua UPTD PPD Samsat dalam sepekan pertama program berjalan.

“Sepekan pertama program berjalan, antusiasme masyarakat sangat tinggi, sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam meringankan beban masyarakat dan sekaligus meningkatkan kesadaran dan kepatuhan dalam membayar pajak kendaraan bermotornya,” ujar Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bappeda) Provinsi Kepri, Diky Wijaya, Senin (23/10) siang.

Menurutnya, peningkatan pembayaran pajak kendaraan ini hampir terjadi di seluruh UPTD PPD Samsat di wilayah Kepri. Hal ini tidak lepas dari masa program tersebut yang hanya berlangsung selama satu bulan. Selain itu sosialisasi mengenai UU Nomor 22 Tahun 2009 juga terus dilakukan, dimana wajib pajak yang tidak membayarkan pajak kendaraan selama lima tahun plus dua tahun berturut-turut, maka data kendaraannya akan dihapus dan ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian.

Baca Juga: Pengakuan Seorang LGBT di Batam: Targetnya Anak-Anak

“Iya kami juga ingin menyampaikan terkait UU No 22 tahun 2009 tentang lalulintas dan angkutan jalan agar seluruh wajib pajak bisa segera ikut program ini guna menghindari penghapusan data kendaraaan wajib pajaknya,” ungkap Diky.

Bila melihat capaian realisasi pajak kendaraan saat ini di Bappeda, diketahui pajak kendaraan bermotor dari target yang sebesar Rp 471.273.572.040 realisasinya sebesar Rp 412.148.577.870 atau sebesar 87,45 persen. Sementara untuk bea balik nama kendaraan bermotorbermotor (BBN-KB) dari yang ditargetkan sebesar Rp 389.870.249.500, realisasi capaiannya Rp 360.896.888.500 atau sebesar 92,57 persen.

“Insyallah kita optimisti sesuai target, terlebih dengan adanya program ini mampu meningkatkan animo masyarakat di dalam membayar pajak kendaraannya. Oleh sebab itu kami tak henti menghimbau agar masyarakat memanfaatkan program ini karena waktunya yang memang satu bulan saja,” ungkap Diky.

Baca Juga: Warga Batam Kesulitan Daftar Pembuatan Paspor Online

Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengatakan, program pemutihan PKB yang digulirkan berupa keringanan pokok atas tunggakan Pajak Kendaraan Bermotor sebesar 50 persen. Pembebasan Sangsi Administrasi Pajak Kendaraan Bermotor, dan Pembebasan denda Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan Raya (SWDKLLJ) selain tahun berjalan.

Ansar menghimbau kepada masyarakat untuk sebaik-baiknya memanfaatkan program pemutihan pajak kendaraan bermotor ini. Menurut dia, program tersebut merupakan bentuk dan kepedulian pemerintah terhadap masyarakat dan upaya Pemprov Kepri meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

“Kami berharap program ini dapat membantu masyarakat untuk menyelesaikan kewajiban pajak kendaraan bermotor mereka. Kita ingin buktikan masyarakat Kepri semua taat pajak,” ujar Ansar, beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Lagi-lagi 2 Pengedar Sabu Ditangkap di Kampung Aceh

Tidak hanya program pemutihan PKB, Pemprov Kepri juga tetap melanjutkan program bebas Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor ke-2 (BBNKB II). Program ini berlaku untuk seluruh kendaraan bermotor yang dibeli atau dijual di wilayah Provinsi Kepri.

Program bebas BBNKB II bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat melakukan balik nama kendaraan bermotor. Dengan demikian, data kepemilikan kendaraan bermotor di Provinsi Kepri dapat lebih akurat dan terbarukan.

Masyarakat yang ingin mengurus pajak kendaraan bermotor atau balik nama kendaraan bermotor roda dua dapat mengunjungi kantor Samsat terdekat di wilayah Provinsi Kepri. Masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan Samsat Online atau Samsat Keliling yang disediakan oleh Pemerintah Provinsi Kepri. (*)

 

Reporter: Rengga Yuliandra

Polibatam Latih Siswa SMK Aplikasi SAP Modul Finance

0
F Polibatam Pelatihan SMK Selasa 24 Oktober 2023 B
Siswa-siswi, guru SMKS MHS dan dosen Polibatam foto bersama saat pelatihan Pengabdian Masyarakat berjudul Pelatihan ERP Modul Finance Tingkat SMK di Polibatam, Sabtu (14/10/2023). F Polibatam

Persiapan Masuk Dunia Kerja

batampos – Center of Digital Business and Accounting PoliBatam (CDBA PoliBatam) dan Jurusan Manajemen Bisnis Polibatam menyelenggarakan kegiatan Pengabdian Masyarakat berjudul Pelatihan ERP Modul Finance Tingkat SMK di Polibatam, Sabtu (14/10/2023).

BACA JUGA: Mahasiswa Polibatam Produksi Film Animasi Ficusia

”Panitia mengundang 30 siswa-siswi jurusan Akuntansi kelas 11 dan 12 SMKS Multistudi High School (MHS). Kegiatan ini memberikan pemahaman dasar tentang aplikasi SAP modul finance kepada siswa-siswi tingkat SMK,” sebut Dosen Manajemen Bisnis Polibatam, Muhammad Ramadhan Slamet kemarin.

BACA JUGA: Tim Robot Polibatam Juara 3, Kalahkan Cina

Ini nantinya bermanfaat ketika mereka memasuki dunia kerja dengan bekal pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan. Siswa-siswi harus memperluas pengetahuan dan meningkatkan keterampilan dalam pengoperasian aplikasi ERP, mengingat program ini akan sangat bermanfaat bagi mereka saat memasuki dunia industri kerja nanti.

BACA JUGA: Uuf Brajawidagda ST MT PhD, Direktur Politeknik Negeri Batam (Polibatam)

Aplikasi SAP merupakan salah satu aplikasi ERP terkemuka dunia dan berasal dari Jerman. Serta meraih ketenaran global dan digunakan secara luas oleh perusahaan-perusahaan besar.

BACA JUGA: DR Ir Priyono Eko Sanyoto DEA IPU, Accountable Manager AMTO Polibatam

Polibatam sendiri memiliki sebuah unit khusus menangani pelatihan SAP yang dikenal sebagai CDBA. Salah satu tujuannya memberikan pelatihan SAP kepada mahasiswa Polibatam dan masyarakat umum untuk memahami dan menguasai aplikasi SAP ini.

Kegiatan dibuka MC, Anggita dan Cinta, dilanjutkan sambutan Hajan Hidayat sebagai perwakilan tim pengabdian masyarakat. Usai pembukaan, dilanjutkan pemaparan materi pengenalan aplikasi SAP modul finance disampaikan dosen mata kuliah SAP Polibatam, Febrina Wulandari.

Peserta juga mendapatkan kesempatan praktek langsung mengoperasikan aplikasi SAP. Peserta dibimbing dua instruktur, Corry dan Viera yang merupakan mahasiswa prodi Akuntansi Manajerial Polibatam dengan diawasi dosen pengajar.

Sesi praktek menjadi momen penting, di mana siswa-siswi dapat langsung merasakan pengalaman bekerja dengan aplikasi SAP. Ini adalah kesempatan berharga bagi mereka untuk mengasah keterampilan mereka dan melihat bagaimana teknologi ini berperan dalam dunia nyata.

Berdasarkan informasi guru dan siswa-siswi, tampaknya aplikasi SAP adalah sesuatu yang baru bagi mereka. Salah satu peserta menyatakan aplikasi SAP memiliki keunggulan dibandingkan dengan aplikasi ERP lain yang pernah mereka pelajari. Peserta lain juga menyatakan penggunaan aplikasi ERP menekankan pentingnya ketelitian karena sistemnya sangat terintegrasi. (*)

Reporter: SUPRIZAL TANJUNG