
batampos – Kemarin (25/10)Presiden Joko Widodo secara resmi melantik Andi Amran Sulaiman sebagai Menteri Pertanian Kabinet Indonesia Maju. Amran dilantik berlandaskan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 101/P Tahun 2023 tentang Pengangkatan Menteri Pertanian Kabinet Indonesia Maju Periode Tahun 2019-2024. Amran rupayanya cukup percaya diri dengan tantangan di dunia pertanian yang saat ini ada seperti El-Nino.
Usai pelantikan, Amran menyampaikan terimakasih kepada Jokowi karena memberinya kepercayaan sebagai menteri pertanian. “Insyaallah kami akan langsung menjalankan tugas,” ujar Amran.
Menurut Amran, langkah pertama yang akan dilakukan usai pelantikan adalah melakukan konsolidasi dengan tim Kementerian Pertanian. Amran juga mengatakan bahwa salah satu masalah yang dihadapi petani saat ini adalah kekosongan pupuk yang akan mengakibatkan hasil produksi pertanian menurun. “Ini kita selesaikan dulu dengan teknis lainnya. Siang ini (kemarin siang) jam 1 insyaallah kita sudah rapat,” tutur Amran.
Menurutnya yang paling penting adalah bagaimana menyelesaikan petani. Untuk itu keluhan petani harus didengarkan.
Lalu soal El Nino, dia menyebut sudah memiliki pengalaman dari 2015. Memang saat itu dia menjabat sebagai menteri pertanian. “Insya allah El Nino yang sekarang sudah selesai karena sudah hujan,” ucapnya.
Pakar kebijakan agrobisnis Departemen Agrobisnis IPB Feryanto merespon pengankatan kembali Amran sebagai Menteri Pertanian. Dia mengatakan dari perspektif non politik praktis, Jokowi bakal memilih sosok dari kalangan professional atau non kader parpol.
’’Presiden ingin Kementan yang sedang down secara psikologi, dapat bangkit dengan dipimipn oleh orang berpengalaman dan professional,’’ tuturnya. Menurutnya aspek pengalaman dan professional itu menjadi keunggulan pada sosok Amran. Sehingga Jokowi memilih dia, terlepas jika ada pertimbangan politik lain di belakangnya.
Fery lantas menyebutkan sesuai dengan tugasnya, Kementan berfokus pada produksi. Pada era Mentan Amran sebelumnya, program yang dicanangkan Jokowi saat itu adalah swasembada lewat program Pajale.
Target swasembada itu memang belum tercapai. Tetapi menurut penilaiannya, di era Amran saat itu prouksi pertanian memiliki kinerja baik. Tren produksi mengalami peningkatan. Khususnya pada tanaman pangan.Capaian kinerja itu, dia duga menjadi salah satu pertimbangan Jokowi. Apalagi masa kerja pemerintah sekarang tersisa sekitar satu tahun lagi.
Fery kemudian menyampaikan tugas atau PR Mentan sekarang adalah menjamin dan menjaga produksi pangan tetap sesuai target. Dengan kendala kekeringan yang muncul akibat gelombang El Nino. Tugas berat lainnya adalah menjaga kesejahteraan petani, supaya mereka tetap memiliki motivasi untuk tetap menanam. Di tengah persoalan kelangkaan pupuk, kekringan, serta kenaikan harga yang ternya belum sepenuhnya dinikmati petani kecil.
Sementara itu pengamat kebijakan publik Universitas Trisakti Trubus Rahardiansyah mengatakan saat ini adalah masa-masa injury time pemerintahan Jokowi. Dia menuturkan sosok Amran cukup sulit untuk melakukan gebrakan. Dia mengataka kemungkinan besar Amran hanya melanjutkan program-program yang sudah ditetapkan oleh Mentan sebelumnya.
’’Jadi melanjutkan program rutinitas saja,’’ tuturnya. Padahal tantangan atau persoalan di sektor pertanian saat ini sangat besar. Dia lebih menyorti harga komoditas pangan yang terus melambung. Kondisi tersebut terkait dengan stok di tingkat petani.
Kalaupun ingin melakukan perombakan atau gebrakan, Amran harus merombak jajaran di bawahnya. Supaya bisa berlari kencang. Namun Trubus mengingatkan perombakan pejabat eselon I dan II tentu butuh proses untuk bisa stel dan bisa diajak lari kencang.
Selain menangani dampak El-Nino, Mentan Amran punya tugas lain yang tak kalah mendesak. Yakni, mencari varietas tanaman baru, terutama umbi-umbian untuk wilayah Provinsi Papua Pegunungan dan Papua Tengah. Pasalnya, bencana kelaparan akibat gagal panen terus terjadi berulang di wilayah paling Timur Indonesia tersebut. Gagal panen sendiri disebabkan oleh cuaca ekstrem yang ada di sana.
”Hampir semua distrik yang ada di dua provinsi itu punya potensi terjadi kelangkaan bahan pangan. Karena kalau sudah musim salju, kemudian turun menjadi embun, itu yang membuat berbagai macam tanaman bahan pokok mereka berupa umbi-umbian dan sayur itu busuk,” tutur Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy usai memimpin rapat koordinasi tingkat menteri terkait penanganan bencana kelaparan dan tanah longsor di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, di Jakarta, kemarin (25/10).
Terbaru, 15 ribu orang di 13 kampung di wilayah Kabupaten Yahukimo dilaporkan mengalami kekurangan bahan pangan dan bencana kelaparan usai gagal panen dan bencana longsor. Pemerintah Kabupaten Yahukimo pun telah menetapkan status tanggap darurat pada 12 Oktober sampai 1 November 2023.
Saat ini, kata dia, pihak pemerintah kabupaten dan Kementerian Sosial sudah melakukan langkah-langkah penanganan. Selanjutnya, BNPB akan memberikan bantuan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi rumah-rumah warga terdampak.
Untuk mengatasi kejadian gagal panen yang terus terjadi di wilayah Papua ini, Muhadjir mengatakan, akan meminta Kementerian Pertanian dan Badan Pangan Nasional untuk melakukan langkah konkret. Sehingga, peristiwa kekurangan bahan makanan di wilayah-wilayah Papua Pegunungan dan Papua Tengah ini bisa teratasi secara permanen. Misalnya, dengan mencari varietas-varietas baru yang lebih tahan terhadap perubahan cuaca yang ekstrem di wilayah-wilayah tersebut. Dengan begitu, masyarakat punya ketahanan pangan yang baik.
”Saya akan segera berkoordinasi dengan beliau (mentan baru, red),” ungkapnya.
Kemudian, lanjut dia, BNPB bersama Kemensos juga lumbung pangan nasional dan gudang-gudang pangan di daerah yang rawan ini. Sehingga pada bulan sebelum diprediksi akan terjadi kelangkaan bahan pangan, sudah ada stok yang dikirim ke sana. ”Diharapkan, korban terdampak tidak akan terjadi secara serius mana kala kejadian itu terjadi lagi di tempat-tempat yang tadi sudah kita sebut demikian,” tuturnya.
Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini menambahkan, pihaknya telah mengirim bantuan ke Yahukimo sejak minggu lalu. Bantuan yang dikirim beragam, termasuk bantuan beras sekitar 14 ton bantuan logistik.
”Aku sudah kirim bantuan minggu lalu. Jadi ada untuk kelaparan, longsor, dan amuma kelaparan distrik anggruk, sama penggama. Kemudian sama penembakan juga,” ujarnya.
Untuk jangka panjang, Risma mengaku, sudah bekerja sama dengan gereja-gereja setempat untuk menyiapkan buffer stock. Namun yang utama, para masyarakat akan diajarkan menanam varietas baru yang lebih tahan. Seperti kentang dan lainnya.
Selain Amran, Jokowi juga melantik Letnan Jenderal TNI Agus Subiyanto sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) di Istana Negara. Dia menggantikan Dudung Abdurachman. Pelantikan tersebut digelar berdasarkan surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 89/TNI/Tahun 2023 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Staf Angkatan Darat.
Agus Subiyanto mendapatkan kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi menjadi Jenderal TNI. Kenaikan pangkat Agus Subiyanto didasarkan pada surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 90/TNI/Tahun 2023 tentang Kenaikan Pangkat dalam Golongan Perwira Tinggi TNI.
Perwira tinggi TNI Angkatan Darat lulusan Akademi Angkatan Militer (Akmil) tahun 1991 ini mengatakan bahwa dia akan berkolaborasi dengan seluruh kementerian dan lembaga serta elemen masyarakat untuk membantu melaksanakan program-program yang dicanangkan oleh pemerintah. Salah satunya adalah menciptakan situasi yang kondusif dalam rangka pemilihan umum serentak. “Jadi kita tidak bekerja sendiri, tentunya dengan Polri dan seluruh elemen masyarakat,” katanya.
Usai resmi dilantik oleh Presiden Jokowi menjadi KSAD, Letjen TNI Agus Subiyanto berpotensi kembali naik jabatan dalam waktu dekat. Kini dia menjadi salah satu kandidat pengganti Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono. Pemerhati isu-isu militer dan pertahanan Khairul Fahmi menyampaikan, sepanjang sejarah reformasi hanya Jenderal TNI Purnawirawan Moeldoko yang digantikan oleh sesama jenderal bintang empat Angkatan Darat. Yakni Jenderal TNI Purnawirawan Gatot Nurmantyo.
Karena itu, meski Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali memiliki masa dinas yang cukup panjang, Fahmi menyatakan, peluang Letjen Agus menggantikan Laksamana Yudo lebih terbuka. Sebagaimana diketahui, masa tugas Yudo sebagai panglima TNI lebih kurang tinggal satu bulan lagi. Dia akan memasuki masa pensiun pada Desember mendatang. ”Peluang KSAL Muhammad Ali menggantikan Laksamana Yudo Margono lebih kecil,” ungkap dia kemarin.
Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo akan pensiun dalam beberapa bulan mendatang. Sehingga Fahmi menduga, Jenderal Agus bakal menjadi panglima TNI pengganti Laksamana Yudo. ”KSAD baru punya peluang lebih besar untuk diusulkan sebagai panglima TNI berikutnya. Kecuali pejabat KSAU juga diganti lebih awal,” beber dia. Itu semua, lanjut Fahmi merupakan hak prerogatif presiden.
Senada dengan Fahmi, Kepala Center for Intermestic and Diplomatic Engagement (CIDE) Anton Aliabbas menyampaikan bahwa kans Agus diajukan sebagai panglima TNI sangat besar. ”Jika berkaca pada pengalaman Jokowi menunjuk pos strategis maka menjatuhkan pilihan kepada Agus menjadi terbuka lebar,” imbuhnya. Namun, dia mengingatkan kembali bahwa Indonesia memiliki visi menjadi poros maritim dunia.
Dengan visi tersebut, mestinya Ali yang melanjutkan tugas Yudo sebagai panglima TNI. ”Akan tetapi, Jokowi dalam sembilan tahun terakhir seringkali menunjukkan anomali dalam penentuan pos strategis,” imbuhnya. Untuk itu, dia menyampaikan bahwa salah satu tugas yang penting untuk Agus saat ini adalah memastikan independensi dan netralitas TNI AD pada pemilu 2024 nanti. ”Menjaga marwah TNI tidak ikut berpolitik praktis,” tambahnya. (*)
Reporter: JP Group





Menambah catatan sejarah dalam perjalanannya, Suzuki perkenalkan Burgman Street 125EX di IMOS+ 2023. Burgman Street 125EX merupakan skutik modern dan berfitur lengkap untuk menunjang mobilitas keseharian dengan penuh gaya. Dilengkapi dengan teknologi mesin Suzuki Eco Performance Alpha (SEP-a), dimana sepeda motor ini menjadi produk pertama milik Suzuki yang disematkan teknologi SEP-a di Indonesia.



