Selasa, 12 Mei 2026
Beranda blog Halaman 4801

Begini Kondisi Perumahan yang Dikontrak Warga Rempang di Nongsa

0
Relokasi Warga Rempang
Suasana rumah Ifarudin saat dikunjungi Ketua RW dan beberapa warga lainnya

batampos – Warga Rempang yang sudah pindah ke hunian sementara di Nongsa menempati hunian di Bida Asri 3, Kelurahan Batubesar, Nongsa. Mereka menempati rumah tipe 42.

Ketua RW 021 Batubesar, Nongsa, Sidiq, menjelaskan, total rumah yang ada di Bida Asri 3, Batubesar ada 960 unit, sekitar 270 unit merupakan hunian yang belum pernah ditempati atau kosong.

Sebagian kondisi sempat rusak, namun sudah diperbaiki. Bahkan sebelum warga pindah, rumah-rumah tersebut belum dialiri air dan listrik.

“Ya memang ada yang rusak, karena memang tak pernah ditempati. Terutama bagian pintu, tapi sekarang sudah diperbaiki, lihat saja, banyak pintu-pintu baru. Untuk listrik dan air juga sudah aman,” jelas Sodiq.

Baca Juga: Lima KK Warga Rempang Pindah ke Nongsa, Nyaman Karena Dapat Tempat Tinggal Lebih Layak

Menurut dia, tipe rumah yang ditempati warga Rempang untuk sementara itu adalah 42, dengan luas tanah normal 10×20 meter persegi. Perumahaan itu juga sudah memiliki keamanan dan petugas kebersihan.

“Untuk air, Alhamdulillah tak pernah mati. Tipe rumah 42,dengan luas tanah normal 200 meter persegi. Namun untuk bagian hook atau pinggir itu bisa lebih luas lagi,” jelas Sidiq.

Disinggung biaya sewa di Perumahan tersebut, menurut Sidiq berkisar Rp 600-1 juta. Harga itu tak termasuk lampu dan air.

“Untuk sewa bervariasi, mulai Rp 600 sampai Rp 1 juta,” kata Sidiq.

Sementara itu, Ifarudin warga Rempang yang menempati salah satu hunian di blok F Bida Asri 3 merasa sudah nyaman tinggal di sana. Alasannya, rumah yang ditempati saat ini, jauh lebih layak dari rumah sebelumnya di Galang.

Baca Juga: Warga Batam Centre Masih Kesulitan Dapatkan Gas 3 Kg

Apalagi rumah tersebut memiliki lahan sisa yang bisa dipergunakan untuk kegiatan berkebun.

“Sudah seminggu. Senang tinggal di sini, karena lebih layak dari rumah sebelumnya. Kondisi rumah dulu, ya seperti rumah kebunlah, tapi sekarang bisa dapat hunian lebih layak meski sementara,” jelas pria dengan dua anak ini.

Menurut dia, rumah yang saat ini dihuni di kontrak dengan biaya Rp 1,2 juta per bulan. Harga kontrakan itu setara dengan yang diberikan pemerintah untuk biaya kontrakan sementara.

“Sesuai dengan janji pemerintah, ada yang kontrakan dan juga uang makan. Kalau saya ada 4 orang, satu istri dan dua anak. Cukuplah untuk biaya hidup sehari-hari,” sebutnya. (*)

 

 

Reporter: Yashinta

Belasan Mobil Terjaring Razia KIR

0

 

batampos – Dinas Perhuhungan Kota Tanjungpinang merazia kendaraan angkutan penumpang dan angkutan barang yang tidak memperpanjang atau tidak memiliki keterangan KIR. Razia dilakukan dengan cara memeriksa surat kendaraan yang melintas di depan SPBU Batu 10, Senin (9/10).

Kepala Bidang Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Kota Tanjungpinang Habibi mengatakan kendaraan yang terjaring razia dan belum memiliki KIR maka diminta untuk mendaftar.

“Tahap awal kita lakukan razia selama lima hari, sifatnya persuasif dulu menimbulkan kesadaran bagi pengemudi untuk patuh terhadap KIR kendaraan,” kata Habibi, di lokasi.

Foto : Peri Irawan/Batam Pos.
Petugas memeriksa kendaraan angkutan barang saat razia KIR, Senin (9/10/2023).

Sekarang banyak kecelakaan lalu lintas yang disebabkan uji kelayakan kendaraan tidak memenuhi. KIR itu wajib bagi seluruh angkutan, baik untuk penumpang maupun barang.

“Untuk menjamin keselamatan masyarakat ini kita lakukan razia akhirnya,” ungkap Habibi.

Pemilihan lokasi razia itu memang dilakukan secara acak tanpa adanya pengumuman supaya kendaraan yang memang belum melakukan uji KIR dapat terjaring.

“Tahap awal ini kami tidak ada tindakan penilangan, hanya diminta untuk mendaftar KIR,” ungkapnya.

Ia mengatakan tujuan razia itu sebenarnya untuk meningkatkan keselamatan berkendara sebagai pengguna lalu lintas.

Dari kegiatan yang dilakukan, sebanyak 13 pengendara mobil akhirnya harus mendaftarkan uji KIR kendaraannya.

“Kami membina masyarakat juga, kalau mobil barang itu harus memiliki dokumen demi keselamatan,” sebutnya.

Salah seorang pengendara, Anwar (48) yang mobilnya terjaring razia KIR itu mengaku belum sempat melakukan uji kelayakan mobil angkutan barang yang dibawnya.

“Belum sempat bawa saja, biasanya saya selalu lakukan uji berkala,” ujarnya. (*)

 

REPORTER : Peri Irawan

Orang Tua Mulai Khawatirkan Kondisi Asap di Batam, Disdik Evaluasi Pembelajaran Seminggu ke Depan

0
Kabut Asap 2 F Cecep Mulyana scaled e1696742721530
Kabut asap terlihat di kawasan Nagoya, Jodoh, dan sekitarnya, Sabtu (7/10). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Kabut asap akibat kebakaran hutan masih menyelimuti wilayah Batam. Bahkan dari hasil pengukuran Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batam pada Minggu (8/10), kriteria udara masih berada di level tidak sehat. Meski begitu aktivitas sekolah semua jenjang pendidikan belum diliburkan.

Sejumlah orang tua mulai khawatir anak mereka terkena penyakit karena terpapar kabut asap yang semakin tebal. Anita, salah satu orang tua mengaku anaknya yang baru berusia tujuh tahun sudah mulai batuk-batuk sejak sepekan ini atau semenjak kabut asap semakin tebal menyelimuti Batam.

“Jumat kemarin gak masuk sekolah karena batuk, kita takut kabut asap ini berdampak pada kesehatan anak,” ujarnya.

Baca Juga: Kualitas Udara Tidak Sehat, Ini Penjelasan Dinkes Batam Terkait Kesehatan

Hal senada juga dikatakan Arumi, warga Batuaji. Ia mengaku anaknya sudah tiga hari tidak masuk sekolah karena batuk dan demam. Bahkan beberapa teman-temannya juga tidak masuk sekolah karena demam.

“Kita gak tau juga apa karena asap ini apa tidak. Kalau dirasa membahayakan mending belajar dari rumah aja sampai kondisi betul-betul aman,” tuturnya

Kepala Dinas Pendidikan Batam Tri Wahyu Rubianto mengatakan, proses belajar mengajar di tingkat PAUD hingga SMP sederajat masih diberlakukan sistem tatap muka seperti biasa. Selain itu, Surat Edaran Nomor 1616/600.4/X/2023 mengenai antisipasi kualitas udara di Kota Batam juga telah disampaikan pada seluruh Satuan Pendidikan di Kota Batam.

“Sistem belajar mengajar masih seperti biasa. Kita juga sudah kita sampaikan SE ke seluruh Satdik,” ujarnya Minggu (8/10).

Baca Juga: ISPU Semakin Menurun, Kualitas Udara Batam Masih Tidak Sehat

Untuk menyikapi kondisi saat ini, Kadisdik Batam menghimbau kepada seluruh orang tua, wali murid untuk dapat membekali dan menyarankan anak-anaknya menggunakan masker selama beraktivitas di luar ruangan. Memperhatikan pola hidup sehat sehingga lebih terjaga kesehatan khususnya dari ISPA.

“Himbauan ini juga sudah kita sampaikan pada seluruh satuan pendidikan di Batam mulai dari Paud hingga SMP,” ungkap Tri.

Ia menambahkan, selama satu pekan ke depan Disdik Batam akan mengevaluasi sebelum diputuskan apakah akan tetap dilakukan belajar dari sekolah seperti biasa (luring) atau daring atau belajar dari rumah apabila kondisi udara semakin buruk.

“Sepekan ini akan kita evaluasi, Mudah-mudahan kondisi udara semakin membaik dan siswa dapat belajar seperti biasa,” pungkasnya. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

296 CPNS Diangkat Menjadi PNS Bintan

0
Bupati Bintan, Roby Kurniawan melantik CPNS yang diangkat menjadi PNS Bintan di aula kantor Bupati Bintan, Bintan Buyu, Jumat (6/10/2023). F.Diskominfo Bintan untuk Batam Pos.

batampos– 296 calon pegawai negeri sipil (CPNS) diangkat menjadi PNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan.

Selain itu, 207 aparatur sipil negara diangkat dalam jabatan fungsional. Bupati Bintan, Roby Kurniawan yang melaksanakan pelantikan 296 PNS dan 207 ASN di aula kantor Bupati Bintan, Bintan Buyu, Jumat (6/10/2023) berpesan kepada CPNS yang diangkat menjadi PNS Pemkab Bintan dapat mengemban tanggung jawab sebagai pengabdi masyarakat dengan ikhlas.

PNS, menurut dia, tidak sekedar cerdas dan tangkas dalam bekerja, akan tetapi harus disertai akhlakul karimah.

Dia juga mengimbau PNS yang sudah diangkat dapat menjaga nama baik Pemkab Bintan dan membangun Bintan ke arah yang lebih baik.

BACA JUGA: Hasan Ingatkan ASN Agar Patuhi Larangan “Like” Capres dan Caleg

Sementara, ASN yang dilantik dalam jabatan fungsional, dia meminta untuk terus melahirkan prestasi baik dalam karir dan tugas.

Dia juga mengharapkan, ASN yang baru dilantik dapat menjalankan tugasnya dengan sepenuh hati dan penuh tanggung jawab.

Dari 296 PNS yang baru diangkat terdiri dari 137 PNS golongan III dan 159 PNS golongan II. Sementara 207 ASN yang diangkat dalam jabatan fungsional didominasi di bidang kesehatan. (*)

reporter: Slamet

PSG Bungkam Rennes 3-1, Achraf Hakimi Jadi Bintang Lapangan

0
Achraf Hakimi ketika melakukan selebrasi setelah mencetak gol kedua PSG atas Rennes. (Sumber: REUTERS/Stephane Mahe)

batampos – Paris Saint Germain kembali ke jalur kemenangan dengan kemenangan 3-1 di Rennes. Kemenangan ini setelah Achraf Hakimi mencetak satu gol dan satu assist.

Kemenangan ini juga membantu PSG naik ke posisi ketiga di Ligue 1 dengan selisih 2 poin dari pemuncak klasemen.

PSG kehilangan posisi teratas akhir pekan lalu ketika mereka ditahan imbang tanpa gol di Clermont Foot sebelum mereka dikalahkan 4-1 saat bertandang ke Newcastle United di Liga Champions.

Tetapi mereka tidak menunjukkan tanda-tanda menyerah dari kekalahan sebelumnya.

PSG unggul lebih dulu setelah sprint luar biasa dari Ousmane Dembele yang memotong dari sayap dan melewati beberapa pemain sebelum menemukan Vitinha, yang memberi ruang dan melepaskan tembakan melengkung dari tepi kotak penalti ke sudut bagian atas pada menit ke-32.

Sebelum Rennes mampu bangkit, penonton di Roazhon Park kembali dibungkam empat menit.

Kemudian ketika bek kanan PSG, Hakimi, melewati pertahanan dan menyundul umpan silang Warren Zaire-Emery yang berusia 17 tahun dari jarak dekat.

Rennes membaik setelah turun minum dan membalas pada menit ke-56 ketika mereka memanfaatkan umpan lepas dan Amine Gouiri menyundul umpan silang Ludovic Blas untuk memperkecil ketertinggalan.

Manajer PSG, Luis Enrique memasukkan Randal Kolo Muani semenit kemudian dan sang penyerang segera mencetak gol melalui penyelesaian first-time dari umpan Hakimi, membuat Rennes terkejut dan pelatih mereka Bruno Genesio marah di bangku cadangan, dilansir dari Reuters.

Upaya Kylian Mbappe dari PSG digagalkan oleh kiper Steve Mandanda di akhir pertandingan dan pemain Prancis itu juga gagal mencetak gol beberapa saat kemudian setelah mengecoh kiper.

Kekalahan Rennes membuat tim itu berada di peringkat delapan klasemen, sedangkan PSG bertengger di posisi ketiga tabel Ligue 1. (*)

 

 

Reporter: JPGroup

Genre Horor Eksperimental, Film Kisah Tanah Jawa

0
Para Pendukung film Kisah Tanah Jawa, sebuah film yang menawarkan genre horor eksperimental (Istimewa )

batampos – Bergenre horor eksperimental, film Horrror Experience ini mengusung tajuk Kisah Tanah Jawa siap menyapa para penggemar dan komunitas
film horor selama bulan Oktober 2023. Tontonan ini cocok bagi para penggemar film horor Tanah Air.

Berlokasi di Margo City, Depok, Jawa Barat, instalasi horror experiential karya CreativeIntel yang berkolaborasi dengan MD Entertainment dan Noice, hadir untuk memanjakan para penggemar film horor yang penuh gairah.

Sesuai dengan namanya, karya horror experiential ini menggunakan latar film Kisah Tanah Jawa dengan kombinasi antara bangunan sekolah yang seram dengan era di masa lalu dimana Walsidi (Pocong Gundul) hidup.

Baca Juga:Kiesha Alvaro Kagumi Penyanyi Dangdut Sridevi, Banjir Doa dari Fans

Pengunjung bukan saja disuguhkan sekedar museum atau instalasi berbau horor. Akan tetapi sebuah pengalaman mendalam dan memungkinkan mereka menjadi bagian dari perjalanan cerita Kisah Tanah Jawa.

Mereka akan diajak untuk berpartisipasi secara aktif dalam cerita, mencari petunjuk, bersembunyi, memecahkan misteri, dan menjadi bagian dari kisah yang menegangkan, baik di masa lalu maupun masa sekarang.

Tidak seperti horror experiential biasanya, Kisah Tanah Jawa menawarkan pengalaman keseraman yang lebih mendalam dan berfokus pada horor psikologis daripada sekadar jump
scare.

Para pengunjung juga akan menemukan collective area yang didesain seperti kantin sekolah,yang bukan hanya berfungsi sebagai tempat uji nyali bersama. Tapi juga sebagai tempat untuk bersantai, makan, berfoto, dan bersenang-senang bersama teman-teman.

“Kisah Tanah Jawa bukan sekadar museum atau instalasi berbau horor. Ini adalah sebuah perjalanan cerita yang mengundang pengunjung untuk merasakan, berpartisipasi aktif, dan menjadi bagian dari pengalaman yang mendalam. Kami ingin mereka tidak hanya melihat, tetapi juga merasakan dan menjalani kisah ini,” kata Ishak Reza selaku Chief Creative Officer
Mahakax sekaligus Founder Creativeintel dalam keterangannya, Sabtu (7/10).

Beberapa ruangan yang akan dilewati oleh setiap pengunjung untuk merasakan ketegangan instalasi horor ini antara lain; Sekolah Mistis, Ruang Kepsek, Mantra 3 Benda, Ruang Dapur, Lorong Sekolah, Ruang Jahit, Ruang Jahit-Lorong Sekolah, Ruang Kelas (Looping), Gerbang Dimensi, Tanah Kuburan, dan Sumur Tua.

“Instalasi experiential yang kami bangun ini jelas akan membawa para pengunjung ke dalam dunia masa lalu dan masa sekarang, memungkinkan mereka untuk merasakan aura mistis dan
sejarah kaya budaya Tanah Jawa. Jujur, kami menghabiskan banyak waktu, energi, dan kreativitas dalam menciptakan pengalaman ini,” katanya.

Untuk filmya, Kisah Tanah Jawa digarap sutradara Awi Suryadi dan dibintangi Deva Mahendra, Della Dartyan, Iwa K, dan Nayla Purnama. (*)

Reporter: jpgroup

Lima KK Warga Rempang Pindah ke Nongsa, Nyaman Karena Dapat Tempat Tinggal Lebih Layak

0
Relokasi Warga Rempang
Suasana rumah Ifarudin saat dikunjungi Ketua RW dan beberapa warga lainnya

batampos – Lima kepala keluarga (KK) warga Rempang, Kecamatan Galang yang memilih pindah sukarela dan telah menempati hunian di Bida Asri 3, Kelurahan Batubesar, Nongsa. Mereka tinggal di sana dengan status mengontrak bersama anak dan istri.

Ketua RW 021 Batubesar, Nongsa, Sidiq mengatakan sebelumnya hanya ada 4 KK warga Galang yang menempati rumah kosong di Bida Asri 3. Namun kemarin, ternyata ada penambahan satu KK baru.

“Sudah ada empat KK yang lapor, satu KK baru pindah dan belum melapor, ” ujar Sodiq kepada Batam Pos, Minggu (8/10).

Masih kata Sodiq, kedatangan warga Rempang untuk sementara di perumahan itu juga disambut senang hati oleh warga. Sebab, kondisi perumahan itu diperkirakan akan ramai karena rumah yang sebelumnya kosong akan terisi.

Baca Juga: Pindah dari Sembulang, Yana Inginnya Direlokasi ke Dapur Tiga

“Tak ada warga yang menolak, bahkan warga senang karena perumahaan akan ramai. Untuk lokasi rumah yang ditempati juga berpencar, ada yang di depan, tengah, dan di belakang. Namun kondisinya sudah siap huni semua,” jelas Sodiq.

Sementara, Ifarudin warga Rempang yang menempati salah satu hunian di blok F Bida Asri 3 merasa sudah nyaman tinggal di sana. Alasannya, rumah yang ditempati saat ini, jauh lebih layak dari rumah sebelumnya di Galang.

Apalagi rumah tersebut memiliki lahan sisa yang bisa dipergunakan untuk kegiatan berkebun.

“Sudah seminggu. Senang tinggal di sini, karena lebih layak dari rumah sebelumnya. Kondisi rumah dulu, ya seperti rumah kebunlah, tapi sekarang bisa dapat hunian lebih layak meski sementara,” jelas pria dengan dua anak ini.

Baca Juga: BP Batam Pemegang HPL Rempang dan Galang, Ini Penjelasannya

Menurut dia, rumah yang saat ini dihuni di kontrak dengan biaya Rp 1,2 juta. Harga kontrakan itu setara dengan yang diberikan pemerintah untuk biaya kontrakan sementara.

“Sesuai dengan janji pemerintah, ada yang kontrakan dan juga uang makan. Kalau saya ada 4 orang, satu istri dan dua anak. Cukuplah untuk biaya hidup sehari-hari,” sebutnya.

Meski begitu, Ifarudin mengaku belum punya pekerjaan sejak pindah ke Perumahan Bida Asri 3. Sebelumnya, ia berkebun dan kerja dengan orang lain, dengan pendapatan rata-rata Rp 120 ribu per bulan.

“Kali saja per 30 hari, lebih kecil memang dibanding uang yang disubsidi pemerintah. Kami berhemat, nanti juga mau cari kerjaan yang cocok,” ungkapnya.

Baca Juga: ISPU Semakin Menurun, Kualitas Udara Batam Masih Tidak Sehat

Disinggung kenapa memilih untuk pindah dari Galang, Ifarudin mengaku memikirkan masa depan anak-anak. Sebab status tanah miliknya di Galang hanya ada surat RT dan RW.

“Di tawarkan dengan status tanah dan rumah yang jelas, kenapa saya tak mau. Di tempat dulu status tanah tak jelas, saya memikirkan nasib anak-anak makanya saya mau, ” jelas pria yang tinggal di Rempang sejak tahun 2000 lalu.

Apalagi sudah ada komitmen dari pemerintah, mulai dari pemerintah daerah, Kementerian hingga Presiden untuk menjamin kelangsungan hidup mereka. Dimana pemerintah berjanji akan membangunkan rumah tipe 42 dengan luas tanah 500 meter persegi.

“Awalnya saya sempat menolak karena yang janji hanya pemerintah daerah. Tapi ini sudah ada komitmen dari pemerintah pusat hingga presiden, kenapa saya harus ragu. Keputusan ini pasti ada konsekuensinya, saya jadi dimusuhi,” sebutnya lagi.

Harapan kedepannya hanya ingin janji pemerintah itu cepat direalisasikan. Sehingga ia bisa memikirkan masa depan yang lebih baik.

“Kalau mau tukar guling dengan rumah di Bida Asri 3 ini saya mau banget. Soalnya nyaman tinggal di sini,” ungkapnya lagi.

Baca Juga: Bengkong Rawan Curanmor dan Kenakalan Remaja, Polisi: Siskamling Ditingkatkan Lagi

Hal senada diungkapkan Muhammad Hasan, tetangga Ifarudin yang juga sudah nyaman tinggal di Bida Asri 3. Alasannya mau pindah dari Galang juga sama dengan Ifarudin.

“Alasan saya sama, di sana sudah hampir 20 tahun. Jadi butuh status rumah yang jelas juga buat anak dan istri. Sudah ada diberikan pemerintah, jadi saya memilih yang jelas,” sebut pria berusia 34 tahun ini.

Diakuinya, karena memilih untuk pindah dari Galang, beberapa orang memusuhinya. Namun menurutnya, pilihan untuk mengamini permintaan pemerintah adalah hal yang tepat.

“Ya menurut saya ini adalah pilihan yang tepat, meski memang ada beberapa yang memusuhi saya,” ungkap pria kelahiran Tembilahan ini. (*)

 

Reporter: Yashinta

 Kualitas Udata di Batam Terus Membaik

0
Kabut Asap Dalil Harahap 3 scaled e1696822089340
Warga Batam tetap beraktivitas di luar ruang meski kualitas udara tak sehat. Tampak Jembatan I Barelang diselimuti asap, Minggu (8/10). F Dalil Harahapo/Batam Pos

batampos- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam menyebutkan bahwa kualitas udara di Kota Batam terus membaik pada Senin (9/10). Berdasarkan nilai Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) pada pukul 08.00 WIB, kualitas udara di Batam sebesar 71 dengan Parameter Kritis (PM) 2.5.

“ISPU di Batam sudah membaik. Saat ini sudah berada di level sedang, ” ujar Kepala Bidang Perlindungan Lingkungan Hidup, DLH Kota Batam IP kepada Batam Pos, Senin (9/10).

Angka ini lanjutnya, menurun signifikan dibandingkan satu hari sebelumnya. Dimana ISPU di Batam mencapai 130 parameter kritis 2.5 di pukul 08.00 WIB dengan kategori tidak sehat. Lalu turun ke angka 122 pada pukul 10.00 WIB dan turu lagi ke 100 pada pukul 16.00 WIB pada hari yang sama, kategori sedang.

“Dan hari ini turun lagi ke 71. Mudah-mudahan kualitas udara semakin membaik dan kembali ke level hijau, ” tambah IP.

Meskipun Batam telah kembali ke level sedang, namun kondisi udara di level sedang masih berbahaya bagi kelompok sensitif, seperti anak-anak, mereka yang memiliki penyakit paru-paru, jantung, asma, anemia ataupun ibu hamil akan berisiko. Selain itu, kabut asap juga berpotensi menyebabkan seseorang terserang Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau dikenal ISPA.

BACA JUGA: Kualitas Udara Tidak Sehat, Ini Penjelasan Dinkes Batam Terkait Kesehatan

“Kategori kuning artinya sudah ada pencemaran udara yang ringan. Beberapa contoh ISPA ialah flu biasa, influenza, sinus, dan radang tenggorokan. Bagi kelompok sensitif ini tentu juga masih berisiko, sebab udaranya masih belum sehat, ” ujarnya.

ISPA bisa menjangkit siapa saja tanpa memasang usia. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa bisa terserang ISPA. Namun begitu kata Didi, ISPA sangat rentan bagi mereka yang memiliki kondisi daya tahan tubuhnya berkurang atau tidak fit.

“Kita terus menghimbau bagi kelompok sensitif jika melakukan aktifitas di luar ruangan untuk memakai masker. Apabila dalam rumah sebaiknya menutup jendela dan mengurangi aktifitas di luar. Sementara bagi anak-anak atau peserta didik untuk selalu memakai masker pada saat di luar ruangan,” sebut Didi.

Sementara itu bila melihat data ISPA yang dari Dinas Kesehatan Batam, tercatat sepanjang tahun ini ada sebanyak 42 ribu kasus ISPA di Batam. Polusi udara menjadi salah satu penyebab utama penyakit ISPA. Polusi udara bisa disebabkan oleh kebakaran hutan saat ini, perubahan cuaca serta debu.

Kasus ISPA terbanyak terjadi di bulan Mei 2023, yakni sebanyak 7.553 kasus. Rinciannya, pada Januari 2023 ada sebanyak 5.039 kasus ISPA, Februari 2023 5.644 kasus, Maret 2023 ada 6.325 kasus. Lalu ada sebanyak 5.625 kasus ISPA pada April 2023, tercatat ada 7.553 kasus ISPA pada Mei 2023, 6.429 kasus pada juni dan 6.587 kasus pada Juli 2023.

“Sebagian besar penderita ISPA ini menjalani rawan jalan, ” ungkap Didi. (*)

reporter: rengga

Anggaran Pengawasan Minim, Banyak Kasus Naker Mandek

0

 

batampos – Lambannya penanganan dan penyelesaian kasus pelaporan tenaga kerja di Provinsi Kepri, ternyata disebabkan ketiadaan anggaran pengawasan dari pemerintah di APBD 2023.

Imbasnya, sejumlah kasus yang masuk di pelaporan UPT Wasnaker Provinsi Kepri, diakui tak bisa ditindaklanjuti. Sebab, UPT hanya menerima anggaran operasional kantor yang sifatnya administratif dan kepegawaian saja.

Hal tersebut dibenarkan Kepala UPT Wasnaker Kepri di Batam Aldy Admiral, saat menemui Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kepri, Sirajudin Nur, yang menggelar sidak di UPT Wasnaker Kepri di Batam, Jumat (6/10).

Tahun 2023 ini, UPT Wasnaker Kepri di Batam, hanya mendapatkan anggaran sebesar 324 juta lebih sedikit dari APBD Kepri. Dengan jumlah personil yang mencapai 52 orang, ditambah dengan biaya sewa kantor, anggaran tersebut sangat tidak memadai untuk melaksanakan tanggungjawab pengawasan ketenagakerjaan di Batam yang jumlah tenaga kerjanya mencapai sebanyak 283 ribu lebih.

Selain masalah anggaran pengawasan, Sirajudin Nur, juga menyoroti kondisi kantor UPT Wasnaker di Batam yang kurang representatif sebagai pusat pelayanan ketenagakerjaan.

Mendapati beragam permasalahan seperti misalnya minimnya anggaran pengawasan di UPT Wasnaker Kepri di Batam, politisi PKB yang sudah menjabat sebanyak 2 periode berturut-turut di DPRD Kepri ini menilai wajar kalau kinerja UPT lambat menangani pelaporan masalah ketenagakerjaan di Batam.

judin
Foto: TIM SIRAJUDIN NUR
ANGGOTA Komisi IV DPRD Provinsi Kepri Sirajudin Nur berbincang dengan para pegawai UPT Wasnaker Kepri di Batam saat menggelar sidak di UPT Wasnaker Kepri di Batam, Jumat (6/10).

“Sebagai mitra kerja, kami selalu mengingatkan dan memberi catatan untuk bersungguh-sungguh memberi perhatian terhadap isu ketenagakerjaan di Kepri. Kebijakan politik anggaran Pemprov Kepri, saya katakan selama ini kurang serius dan kurang perhatian terhadap masalah ketenagakerjaan,” ujar calon anggota DPD RI dapil Kepri tahun 2024 mendatang ini.

Atas hasil sidak tersebut, lanjut Sirajudin, akan dijadikan salah satu agenda pembahasan bersama Disnaker Provinsi Kepri di rapat kerja minggu kedua bulan Oktober ini.

“Saya cukup prihatin melihat kondisi kantor UPT Wasnaker Kepri di Batam ini. Dengan beban kerja sedemikian beratnya, tapi tak ditunjang oleh sarana dan prasarana yang layak dan memadai. Seperti untuk kendaraan operasional saja sampai tak punya. Ini kan sudah keterlaluan, tak ada keseriusan sama sekali pemerintah daerah di Kepri ini terhadap permasalahan ketenagakerjaan,” terang pria kelahiran 11 Juni 1973 ini.

Atas hal itulah, Sirajudin Nur, meminta Gubernur Kepri untuk lebih memberikan perhatian terhadap isu ketenagakerjaan di Kepri, khususnya menyangkut perbaikan dan peningkatan pelayanan ketenagakerjaan di sejumlah UPT Wasnaker di Kepri.

Sekadar diketahui, berdasarkan data yang didapat dari UPT Pengawasan Tenaga kerja Provinsi Kepri di Batam, jumlah pelaporan kasus ketenagakerjaan tahun 2023 berjalan ini sebanyak 134 kasus. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun 2022 lalu sebanyak 117 kasus di bulan yang sama. (*)

Hubungan Ganjar-Mahfud Semakin Dekat

0
Bakal Calon Presiden (Bacapres) Ganjar Pranowo bersama Menko Polhukam Mahfud MD menghadiri acara pernikahan ngunduh mantu dari pasangan Muhammad Shobbah dan Nawwal Fayyadah. (Tim Ganjar)

batampos – Para bakal calon presiden (bacapres) semakin sibuk menyapa masyarakat dan menghadiri sejumlah kegiatan. Ganjar Pranowo bertemu Menko Polhukam Mahfud MD dalam acara pernikahan keponakan mantan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di Ponpes KHAS Kempek, Cirebon, kemarin (8/10).

Ganjar bersama istrinya datang lebih dulu ke tempat pernikahan. Dia langsung disambut Said Aqil Siroj dan istri. Tak lama kemudian, Mahfud MD datang dan bergabung ngobrol satu meja dengan Ganjar dan Kiai Said.

Keduanya kemudian diajak untuk mengiring pengantin yang merupakan anak dari KH Muhammad Musthofa Aqil Siroj, adik dari KH Said Aqil Siroj. Ganjar dan Mahfud MD berjalan bersama dan terlihat ngobrol dengan asyiknya.

Pun saat duduk di kursi tamu undangan, Ganjar dan Mahfud MD tampak duduk berdampingan. Ganjar duduk di sebelah kanan, sementara Mahfud MD di sebelah kiri didampingi Kiai Said. Sontak saja pemandangan itu menjadi perbincangan ratusan tamu yang hadir. ’’Pak Ganjar dan Pak Mahfud kompak. Sudah pas itu, cocok,’’ ucap beberapa tamu undangan.

Ganjar mengaku memiliki hubungan spesial dengan keluarga Ponpes KHAS Kempek. Ganjar sering berkunjung dan sudah dianggap seperti saudara. ’’Kalau ke sini sudah seperti keluarga, jadi saya senang bisa menyaksikan putra Kiai Musthofa Aqil yang menapaki hidup baru,’’ ucap Ganjar.

Disinggung mengenai kedekatannya dengan Mahfud MD, Ganjar mengatakan memang sangat dekat. Bahkan, saat bertemu, dia duduk bersampingan. Keduanya memang teman lama, mulai di Jogjakarta sampai di DPR RI. ’’Komunikasi sangat intens,’’ ucapnya.

Apakah keakraban itu sinyal dalam rangka penentuan cawapres? Ganjar menanggapi santai. Menurut dia, semua masih berpeluang menjadi pendampingnya. Ganjar menegaskan bahwa dirinya dekat dengan semua kalangan.

Pada bagian lain, dukungan kepada bacapres Prabowo Subianto terus mengalir. Kali ini, ketua umum Partai Gerindra itu mendapat dukungan dari Solidaritas Ulama Muda Jokowi (Samawi) Sabtu (7/10) malam. Para relawan itu datang ke rumah Prabowo di Kertanegara 4, Jakarta Selatan, untuk memberikan dukungan.

Prabowo menyambut kedatangan Ketua Umum Samawi Gus Muhammad Nahdi beserta jajaran pengurus. Gus Nahdi mengatakan, Indonesia membutuhkan sosok pemimpin yang tegas seperti Prabowo. Sosok Prabowo yang tegas bisa mengantisipasi perkembangan dunia dengan batin masyarakat di akar rumput. ’’Kami sampaikan atas ijtihad kami, Pak Prabowo-lah sosok itu,” tuturnya.

Prabowo pun menyambut dukungan itu dengan rasa haru dan terima kasih yang sebesar-besarnya atas deklarasi dukungan secara langsung dari para ulama. Prabowo juga merasa terhormat atas dukungan itu. Dia menerima dukungan tersebut dan akan berusaha menjalankan dengan sebaik-baiknya.

Sementara itu, bacapres Koalisi Perubahan Anies Baswedan terus berusaha menggali dukungan di Bandung. Kemarin dia mengadakan diskusi bersama para relawan Change Indonesia. Selain itu, Anies mengunjungi Pondok Pesantren Darul Falah. Anies menyebut, kedatangannya ke pondok itu untuk bersilaturahmi sekaligus meminta doa dan bimbingan para kiai. ”Kami sampaikan bahwa kami mendapat amanah yang begitu besar, sehingga perlu memohon doa, bimbingan, petunjuk dari para kiai,” ucap Anies. Menurut dia, doa dari para kiai sangat penting untuk mewujudkan perubahan di Indonesia. ”Insya Allah doa dari Pak Kiai Anwar (pengasuh Ponpes Darul Falah) diijabah (diterima), menjadi bekal kita,” imbuhnya.

Anies juga menemui pendukungnya di lapangan sepak bola Warung Awi, Kecamatan Cililin, Bandung Barat. Dalam kesempatan itu, Anies meminta seluruh pendukungnya untuk mengedepankan akhlak selama Pilpres 2024 bergulir. Hal tersebut merespons perusakan baliho pasangan Amin yang sempat terjadi beberapa waktu lalu. (*)

Reporter: JP Group