Jumat, 15 Mei 2026
Beranda blog Halaman 4830

Warga Tanjungsengkuang Menjerit, 3 Hari Tak Dapat Air Bersih

0
Air SPAM Batam 1 F Cecep Mulyana
Ilustrasi. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos– Sebagian warga Tanjung Sengkuang, Batu Ampar kelabakan karena tak mendapat aliran air bersih sejak tiga hari lalu. Mirisnya, warga sama sekali tidak mengetahui penyebab kenapa air tersebut tak mengalir hingga berhari-hari.

Seperti yang dirasakan Tati, warga Tanjungsengkuang yang merasakan air di rumahnya tak mengalir hingga tiga hari. Kondisi itu tentu membuat ia bersama keluarga kecilnya kelabakan, karena tak ada air bersih di rumah.

“Sudah tiga hari air tak mengalir. Tak ada pipa bocor, tak ada pengumuman, tiba-tiba aliran air mati sama sekali, ” jelas Tati.

Menurut dia, banyak warga yang sudah menghubungi Call Center dari Spam Batam. Namun hasilnya tidak membuahkan hasil dan malah membuat warga tersebut kesal.

“Sudah menghubungi Call Center, jawaban mereka tak ada jalan keluar. Kami disuruh menunggu, tapi tak jelas seperti apa, ” jelas Tuti.

Dijelaskan Tuti, dari Call center yang dihubungi warga meminta warga menunggu, “Baik, mohon menunggu, laporan dari warga sebelumnya sudah ada, selanjutnya diupayakan segera mengalir kembali”.

“Tapi sampai hari ketiga ini air juga belum mengalir sama sekali. Kami harus mencari air bersih ke mana-mana, ” kata Tuti.

BACA JUGA: Warga Masih Kesulitan, Polisi Distribusikan Air Bersih ke Perumahan di Marina

Beberapa wilayah di Tanjung Sengkuang yang air tak mengalir diantaranya Kaveling Bukit Makmur, Kaveling Lama Tanjung Sengkuang, dan beberapa area di sekitarnya.

“Beberapa daerah tak mengalir, informasi penyebab tak mengalirnya juga tak jelas, ” ujar Ali warga lainnya.

Ia mengaku sejak beberapa tahun terakhir daerahnya kerap tak mendapat suplai air. Padahal, setiap bulan ia terus melakukan pembayaran tetap waktu dan tak pernah telat.

“Bayar air tepat waktu, tapi kondisi dan pelayanan air seperti ini. Hampir setiap bulan juga kami menjerit karena air mati dengan berbagai alasan, dulunya tak pernah sepeti ini, ” Kesalnya.

Sementara, Corporate Communication (Corcom) Spam Batam, Ginda Alamsyah yang dikonfirmasi terkait kondisi air mati di daerah tersebut belum merespon. (*)

reporter: yashinta

Dorong Capaian Pajak, 2023, 176 Tapping Box Sudah Terpasang

0
restorann
Suasana di Restoran De’Sands Santorini of Batam di kawasan Golden City, Bengkong. Dispenda Batam menyasar restoran restoran untuk meningkatkan pendapatan dari sektor pajak. Foto: Yofi/Batam Pos

batampos– Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Batam kembali melakukan pemasangan alat pencatat transaksi pajak atau tapping box di 176 titik objek pajak.

Kepala Bapenda Kota Batam, Raja Azmansyah mengatakan dari target 200 titik pemasangan tapping box, masih ada 34 alat yang belum masih dalam proses.
Ia mengatakan melalui pemasangan alat tapping ini, membantu pemerintah daerah dalam mendapatkan potensi pajak, dan tercatat sesuai dengan transaksi yang terjadi di objek pajak.
“Tapping Box ini upaya pemerintah dalam optimalisasi capaian dari objek pajak. Dari target 200 titik, masih ada 34 target lagi yang belum dipasang. Ada beberapa wajib pajak yang keberatan untuk dipasang alat ini. Kami terus lakukan pembinaan,” jelasnya, Jumat (6/10).
“Kami juga lagi melakukan perluasan pemasangan tapping box. Saat ini baru terpasang di restoran, ke depan akan menyasar objek pajak lainnya seperti perhotelan,” sebutnya.
Azmansyah menyebutkan potensi pajak di Batam cukup tinggi. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, dilakukan berbagai upaya. Salah satunya pemasangan tapping box, pendataan wajib pajak, dan melakukan pembinaan kepada wajib pajak untuk membayar kewajiban mereka.
“Memang ada beberapa WP yang kita curigai nilai pajaknya tidak wajar, atau menurut kita dibawah normal dengan membandingkan jumlah karyawan yang ada, tagihan listrik air dan lainnya. Ini yang kami awasi,” bebernya.
Pemasangan tapping box ini tujuannya untuk mendapatkan data ril terkait nilai transaksi objek pajak. Sebagai sumber pendapatan terbesar bagi Batam, pajak harus dioptimalkan melalui berbagai upaya.
“Ya, intinya dari sekitar 1400-an wajib pajak, dari dana CSR Bank Riau Kepri Syariah sebanyak 525. Sementara dari APBD 2023 untuk sebanyak 200 unit. Kalau melihat angka ini tentu masih banyak yang belum terpasang,” ujarnya.
Azmansyah mengungkapkan berdasarkan data, Bapenda masih memiliki target 625 objek pajak yang harus dipasangi tapping box. Diharapkan dengan pemasangan ribuan alat penghitung pajak ini, pendapatan daerah Batam bisa meningkat.
“Tahun ini kami anggarkan Rp1.3 miliar untuk pengadaan 200 alat tapping box dan perangkat pendukungnya. Kami berharap di tahun 2024 mendatang ada pergerakan capaian pajak di sektor pajak, usai penanganan alat ini,” bebernya.
Ia menyebutkan berdasarkan hasil capaian pajak hingga September 2023 ini, sudah tercapai 94 miliar dari target Rp152 miliar atau 61,68 persen.
“Pertumbuhan ekonomi dan bertumbuhnya sektor kuliner diharapkan terus memberikan dampak untuk positif bagi capaian pajak,” tutup Azmansyah. (*)
reporter: yulitavia

Pasien Berobat ke RSUD M Sani Terus Bertambah

0
Bupati Karimun Aunur Rafiq hadiri acara rangkaian hari jadi RSUD M Sani ke 20 f,DISKOMINFO

batampos– Dalam rangkaian hari jadi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muhammad Sani 20 tahun. Pihak manajemen RSUD M Sani menggelar meet the exper diskusi dan sharing gout arthritis and sle yang berkolaborasi dengan IDI Karimun dan kerjasama dengan Reumatologi Indonesia cabang Padang. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Karimun Aunur Rafiq menyambut baik diskusi tersebut.

Agar, dapat menambah ilmu dan pengalaman yang diperoleh oleh para dokter saat seminar dapat dipraktekkan dalam membantu penyakit yang dialam oleh pasien atau masyarakat yang menderita penyakit. Sekaligus menyambut hari arthritis sedunia yang jatuh pada tanggal 12 Oktober mendatang.

” Kita berharap, para dokter yang menjadi peserta mendapat ilmu dan paham, sehingga penyakit yang dialami oleh pasien dapat ditangani dengan baik,” harap Rafiq, Jumat (6/10).

BACA JUGA: Bupati Karimun Tegaskan  Lewat DAK akan Bangun RSUD Type C 

Sementara itu Direktur RSUD M Sani dr Rosdiana menyampaikan, perjalanan dan kemajuan RSUD M Sani sejak berdiri hingga sekarang ini. Berbagai terobosan dan inovasi telah dilakukan, sehingga sudah banyak keberhasilan yang dicapai dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

” Syukurlah, hingga sekarang RSUD M Sani terus menjadi kepercayaan masyarakat dalam berobat,” terangnya.

Selama 20 tahun, lanjut Rosdiana lagi, tentunya sudah banyak sekali terjadi peningkatan baik itu dokter, poli dan sebagainya. Seperti, saat ini sudah ada 31 dokter spesialis dan 17 bidang spesialisasi yang siap melayani masyarakat setiap hari kerja. Termasuk ada 17 poly yang telah buka, dengan memaksimalkan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

” Data lima tahun terakhir ini, jumlah pasien yang berobat rawat inap maupun rawat jalan terjadi peningkatan yang luar biasa. Maka, kita tetap terus meningkatkan pelayanan,” ucapnya.(*)

reporter: tri haryono

Kepala BP Batam Jamin Situasi di Batam Hingga Galang Kondusif

0

 

Kepala Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) Muhammad Rudi memastikan kondisi di Kota Batam hingga Rempang dan Galang sangat kondusif. Baik itu aktivitas di dunia industri hingga wisatawan.

“Bahkan akhir bulan September lalu, kita baru saja melaksanakan kegiatan wisata bertaraf internasional, Tour de Batam yang diikuti 718 peserta dari 32 negara,” ujar Muhammad Rudi.

Muhammad Rudi melanjutkan, tidak ada kendala apapun dari event pariwisata yang digelar pada 22 sampai 24 September 2023 lalu itu. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar.

Untuk itu, Muhammad Rudi menghimbau seluruh masyarakat untuk tidak percaya terhadap isu-isu atau hoaks yang disebarkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

rudi wako batam
Kepala BP Batam, Muhammad Rudi

“Tentunya kita berharap, masyarakat lebih jeli melihat video atau berita yang disebarkan dalam media sosial oleh orang-orang yang bersifat provokatif. Masyarakat harus bisa menilai, mana berita yang benar dan mana yang salah,” katanya.

Ia menambahkan, BP Batam senantiasa bersinergi dengan seluruh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kota Batam dan FKPD Provinsi Kepri untuk menciptakan situasi di Kota Batam yang aman dan kondusif.

Tidak hanya itu, BP Batam juga menggandeng seluruh pengusaha bidang kepariwisataan yang melekat dari hulu ke hilir aktifitas wisata di Kota Batam.

“Saat ini Kota Batam sudah menjadi tujuan investasi maupun wisatawan lokal dan mancanegara. Mari kita jaga momentum kondusifnya di Kota Batam, Rempang dan Galang, untuk meningkatkan perekonomian kita,” imbuhnya. (*/rilis)

Buruh Minta Upah Naik 15 Persen,  Apindo: Kita Ikuti Aturan Pemerintah

0
Demo Buruh 2 F Cecep Mulyana scaled e1675739342105
Ilustrasi. Ratusan buruh batam saat demo di Kantor DPRD Batam, beberapa waktu lalu. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos– Aliansi buruh Batam meminta agar Upah Minimum Kota (UMK) tahun 2024 naik sebesar 15 persen. Tuntunan upah ini melihat semakin membaiknya pertumbuhan ekonomi, dan inflasi saat ini khususnya di Kota Batam.

Menanggapi hal ini, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam, Rafki Rasyid mengaku, tuntutan dari buruh ini sah-sah saja. Namun demikian pihaknya sangat jelas dan akan selalu mengikuti aturan penetapan upah dari pemerintah.
“Ya namanya tuntutan boleh-boleh saja. Tapi kan pemerintah sudah ada formulasi mengenai upah ini dan kami Apindo jelas mengikuti aturan yang berlaku, ” tegasnya, Jumat (6/10).
Rafki menyebutkan, ketentuan kenaikan upah buruh ini telah diatur oleh Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan. Aturan ini merupakan turunan dari Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.
Kenaikan upah buruh harus didasari oleh beberapa hal, salah satunya tingkat inflasi dan pertumbuhan ekonomi.
Rafki mengaku kenaikan upah yang tinggi tentu saja akan berdampak kepada perusahaan. Sudah sering kali terjadi perusahaan melakukan rasionalisasi akibat tak mampu membayar upah karyawannya.
“Kita melihat tahun ini juga tak akan tinggi naiknya. Prediksi kami berkisar diangka 5 persen, jika mengikuti perhitungan pemerintah saat ini. Tapi kita gak tahu juga apakah pemerintah mengeluarkan aturan baru lagi di tahun ini, ” ucapnya.
Ia berharap apabila ada aturan baru mengenai upah ini, haruslah aturan yang adil bagi buruh dan pengusaha. Sehingga iklim usaha di Batam tetap terjaga dan paling utama menjaga keberlangsungan lapangan pekerjaan itu sendiri.
“Keberlangsungan usaha itu penting dalam membuka lapangan pekerjaan. Bagaimana kelangsungan usaha, kalau ada kelangsungan usaha, tentunya ada kelangsungan pekerja ,” jelasnya.
Sebelumnya, Aliansi buruh Batam kembali menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Wali Kota Batam, Senin (25/9). Ada tujuh tuntutan yang disampaikan buruh kepada pemerintah. Salah satunya mengenai usulan kenaikan upah Tahun 2024 sebesar 15 persen. Tuntunan ini melihat semakin membaiknya pertumbuhan ekonomi dan inflasi di Kota Batam.
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam, Rudi Sakyakirti mengatakan tuntutan buruh terkait kenaikan upah masih menunggu instruksi pusat. Pembahasan UMK 2024 diprediksi tidak jauh dari tuntutan buruh saat demonstrasi.
“Mudah-mudahan tak jauh beda dari apa yang mereka sampaikan. Kami pun masih menunggu surat terkait pola penghitungan UMK yang akan digunakan dalam menetapkan UMK 2024 mendatang,” jelasnya.
Ia menambahkan pembahasan paling lambat dilakukan November mendatang. Dewan pengupahan kota (DPK) akan mengupayakan hal terbaik untuk upah ini. “Kita usulkan angka terbaik. Nanti yang memutuskan UMK itu di tingkat provinsi,” sebutnya. (*)
reporter: rengga

Mantan Kades Lancang Kuning, Bintan jadi Tersangka Korupsi

0

batampos– Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Bintan menetapkan mantan Kepala Desa (Kades) Lancang Kuning, Kecamatan Bintan Utara, Cholili Bunyani sebagai tersangka dugaan penyelewengan keuangan desa dari beberapa kegiatan tahun anggaran 2018 hingga 2021.

Pantauan di lapangan, Cholili Bunyani terlihat mendatangi kantor Kejari Bintan di Bintan Buyu, Jumat (6/10/2023) sekira pukul 09.30 WIB lewat.

Usai diperiksa selama 5 jam di lantai 2 ruangan penyidik kantor Kejari Bintan, Cholili Bunyani terlihat turun ke lantai satu.

Mantan Kades Lancang Kuning, Cholili Bunyani digiring ke mobil tahanan Kejari Bintan untuk dibawa ke Rutan Tanjungpinang usai ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik di kantor Kejari Bintan, Bintan Buyu, Jumat (6/10/2023). F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

Dia kemudian keluar dari kantor Kejari Bintan dengan menggunakan rompi tahanan berwarna merah jambu dan memakai topi dan masker.

Dikawal penyidik, Cholili Bunyani masuk ke dalam mobil tahanan untuk dibawa ke Rutan Tanjunginang.

Kasipidsus Kejari Bintan, Fajrian Yustiardi menyampaikan, tim penyidik telah menetapkan status tersangka terhadap mantan Kades Lancang Kuning, Cholili Bunyani dan langsung melakukan penahanan.

Penetapan tersangka setelah tim penyidik menemukan penyelewengan keuangan desa yang bersumber dari dana desa dari berbagai kegiatan tahun anggaran 2018 sampai dengan 2021.

Penyelewengan keuangan desa, kata dia, diantaranya dari kegiatan pengadaan sapi, pembangunan kandang sapi, budidaya madu kelulut, pembangunan penerangan jalan umum dengan panel solar cell dan pembersihan daerah aliran sungai.

“Salah satunya penyelewengan keuangan desa dari kegiatan berdasarkan laporan masyarakat yakni pengadaan sapi tapi sapinya tidak ada sampai saat ini,” kata dia.

Berdasarkan laporan hasil audit oleh auditor Kejaksaan Tinggi Kepri, kata dia, menemukan kerugian keuangan negara yang ditimbulkan dari penyelewengan keuangan desa tahun anggaran 2018 sampai dengan 2021 sekira Rp 999 juta lebih.

Atas perbuatannya, kata dia, tersangka disangka melanggar Pasal 2 atau Pasal 3 Jo Pasal 18 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Setelah ditetapkan tersangka, kata dia, tersangka langsung ditahan selama 20 hari ke depan di Rutan Kelas I Tanjungpinang.

Dia juga mengatakan, kasus ini masih dikembangkan dan tidak menutup kemungkinan jumlah tersangka bertambah.

BACA JUGA:Jaksa Periksa 11 Orang Saksi Terkait Dugaan Penyalahgunaan Keuangan Desa Lancang Kuning

“Tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain,” kata dia.

Diberitakan sebelumnya, Kejari Bintan menerima laporan masyarakat terkait dugaan penyelewengan keuangan desa di Desa Lancang Kuning pada 2022.

Ketika itu, Kejari meminta Inspektorat Bintan untuk melakukan audit dan hasilnya ditemukan penyimpangan anggaran dari tahun 2018 sampai 2021 sebesar Rp. 504.400.000.

Atas temuan tersebut, penyidik Kejari menyerahkan kembali kepada Inspektorat Bintan untuk diselesaikan dengan cara mengembalikannya dengan jangka waktu selama 60 hari.

Namun, mantan kades tersebut tidak mempunyai itikad baik untuk mengembalikan hasil temuan baik dari Inspektorat maupun temuan dari kejaksaan. (*)

reporter: slamet

Slank dan JKT48 Konser di Batam, Ini Jadwal dan Lokasinya

0
unnamed 4 e1696595965991batampos– Astha Pro Event Organizer, Promotor Konser di Batam menggelar event bertajuk Konser Musik Rakyat Fest. Dalam event ini, promotor menghadirkan bintang tamu utama, yaitu grup musik legendaris Slank dan grup idol JKT48.

Direktur Utama Astha Pro, M. R. Putra Kharisma mengatakan event ini akan berlangsung pada 18 November mendatang di lapangan parkir Temenggung Abdul Jamal.

“Event ini meruoakan yang terbesar di Batam. Rakyat Fest menjadi portofolio sekaligus paralel acara kemarin. Kemarin kita sukses menggelar konser Dewa 19. Dari pengalaman itu kita membuat level up,” ujar Putra, Jumat (6/10) siang.

Putra menjelaskan event ini akan ditampilkan dengan sangat mewah. Diantaranya dengan panggung seluas 40×15 meter yang dilengkapi lighting, audio visual, dan dance.

Selain bintang tamu utama, event ini juga dimeriahkan Road Roots, Rajakapor, Stereo, Batam Orcheska, dan Ruang Karaoke. Ada pula hiburan dance performance, cosplay hingga bazaar UMKM kuliner.

“Di dalam nanti tersedia fasilitas toilet, mushola, medis, dan bazar UMKM. One stop service ada disitu,” kata pria yang juga menjadi projek officer Konser Musik Rakyat Fest.

Event ini ditargetkan dapat menarik hingga 7.000 penonton. Untuk menikmati event ini, masyarakat hanya membeli tiket dengan harga Rp 150 ribu.

BACA JUGA: Konser 6 Hari Coldplay di Singapura, Batam Harus Ambil Peluang

“Kami ingin event ini dapat diakses oleh seluruh kalangan dan lapisan masyarakat di Batam. Tidak ada kelasifikasi tiket dan penonton, semuanya sama,” ungkap Putra.

Putra mengaku event ini sudah mendapatkan respon yang tinggu dari masyarakat. Hal ini terlihat dari tingginya tiket yang terjual selama pre-sale beberapa waktu lalu.

Untuk pembelian tiketnya melalui aplikasi BBO, yang bisa diakses melalui tautan di Instagram @rakyat.fest. “Dalam waktu 24 jam kemarjn tiket langsung terjual ribuan,” tuturnya.

Astha Pro Event Organizer baru terbentuk pada tahun lalu atau teoatnya usai Konser Dewa 19. Promotor ini diisi oleh 8 vendor yang berpengalaman di bidangnya masing-masing.

“Rencananya, event-event seperti ini akan rutin kita lakukan setiap tahun. Dengan harapan, kami bisa lebih memperbaiki citra promotor di Batam dan meningkatkan pariwisata Batam,” tutupnya. (*)

reporter: yopi

Marak  Kekerasan Tingkat Pelajar, Polsek Kundur Gencar Sosialisasi ke Sekolah

0
anggota Polsek Kundur Gencar lakukan sosialisasi di sekolah terkait maraknya kasus Bully dan Kekerasan tingkat pelajar

batampos-Menyikapi maraknya kasus Bully dan kekerasan melibatkan pelajar saat ini cukup viral beredar di media sosial (medsos). Jajaran Polsek Kundur mulai gencar melakukan sosialisasi di sekolah (police go to school) Jumat (6/10).

Kapolsek Kundur AKP Buala Harefa mengatakan tujuan dilaksanakan sosialisasi memberikan pengetahuan bagi pelajar tentang perundungan (bully) sesama teman. Tingkat pelajar cukup rentan menjadi pelaku maupun korban bullying hingga penganiayaan berat.

BACA JUGA:

“Tugas pelajar hanya belajar yang rajin agar berprestasi. Jika ada masalah hendaknya diselesaikan dengan baik tanpa harus emosi,” harap Kapolsek.

Dikatakan sosialisi police goes to school dilaksanakan di SMPN 2 Kundur bersama majelis guru.

Materi yang kita sampaikan tentang anti perundungan (Bully) atau perilaku tidak menyenangkan baik secara verbal fisik ataupun sosial di dunia maya ataupun nyata yang membuat seseorang merasa tidak nyaman, sakit hati dan tertekan baik yang di lakukan oleh perorangan ataupun kelompok. Diharapkan dengan sosialisasi tersebut tidak ada perundungan tingkat pelajar (stop bully). (*)

reporter: imam sukarno

Baru Sedikit Warga Rempang yang Pindah, Yana: Serius Tak Pemerintah…

0
Keluhan masyarakat rempaang yang memilih pindah ke Batam.
Suasana Masyarakat Rempang yang memilih pindah ke Kawasan Central Buana Park, Kamis (5/10). F Dalil Harahap/Batam Pos.

batampos–  Warga Sembulang yang sudah pindah ke tempat tinggal sementara di Batam berharap pemerintah segera menyelesaikan seluruh tahapan relokasi yang kampungnya masuk dalam lokasi pengembangan Rempang Eco City. Mereka tak ingin penyelesaian ini berjalan lambat sebab itu akan mengorbankan mereka yang sudah pindah.

Inilah yang disampaikan empat kepala keluarga yang saat ini tinggal di Ruko Buana Central Park, Tembesi, saat menanti Menteri Investasi / Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI Bahlil Lahadalia, Jumat (6/10).
Kepada wartawan, Yana perwakilan keluarga yang sudah pindah dari kampung Pasir Panjang menuturkan, ada rasa kekuatiran juga bagi mereka yang sudah pindah saat ini, sebab baru sebagian kecil yang pindah dari sana. Mereka kuatir ada kebijakan lain nantinya sehingga mereka jadi korban nantinya.
“Padahal 317 keluarga yang sudah daftar kemarin tapi kok baru segini yang pindah. Serius tak pemerintah dengan masalah ini, ” ujar Yana.
Yana dan rombongan warga yang sudah pindah tadi sangat berharap kedatangan Menteri Bahlil ke tempat tinggal mereka sementara, kemarin, namun hingga malam Menteri Bahlil tak kunjung datang. Mereka ingin memastikan agar warga yang sudah didaftarkan sebelumnya dan ataupun yang belum daftar kapan akan dipindah semuanya.
“Tapi sayang pak Menterinya tak datang juga. Padahal banyak yang mau kami tanya, ” katanya.
Polemik lain yang dihadapi mereka yang sudah pindah ini sebut Yana adalah lokasi relokasi. Awal kesepakatan sehingga mereka mau pindah lokasi relokasi mereka di kampung baru dapur tiga. Belakangan pemerintah malah menyebut kampung Tanjung Banun sebagai lokasi relokasi. Mereka menolak dengan keras kampung Tanjung Banun sebagai lokasi relokasi. Mereka tetap ingin di kampung baru Dapur tiga.
“Kami seperti dipermainkan. Kami pindah ini karena janjinya akan buka kampung baru di dapur tiga. Bukan numpang kampung orang (Tanjung Banun). Ini tolong diperhatikan.
Jangan kami dipermainkan. Kami tak mau numpang di kampung orang. Sementara sekarang saja kami disebut yang aneh-aneh sama mereka yang menolak pindah. Jangan pemerintah buat sesama kami jadi musuhan. Kami yang sudah pindah ini jadi dimusuhin sama mereka yang bertahan di sana, “ujar Yana yang diamini keluarga lainnya.
Mereka berharap pemerintah segera menyelesaikan persoalan Rempang Galang ini dengan cepat dan lokasi relokasi tetap di kampung baru Dapur Tiga.
Penolakan mereka dengan lokasi relokasi baru yakni kampung Banon bukan tanpa alasan. Yana dan keluarga lainnya yang sudah berpuluh tahun tinggal di Pasir Panjang cukup tahu situasi di sana. Mereka yang sudah pindah pastinya dianggap penghianat dan tidak mungkin nyaman jika kembali numpang di kampung yang menganggap mereka sebagai pembelot tersebut. Mereka ingin kenyamanan sesuai janji awal bahwa penerima akan buka kampung baru (bukan numpang) di Dapur tiga.
“Untuk yang lainnya yang belum dipindahkan segera dituntaskan juga biar jangan hanya kami saja yang pindah, ” harap Yana. (*)
reporter: eusebius sara

Jangan Panik, Stok Beras Cukup

0
Apui salah seorang pedagang yang berharap stok beras aman di Karimun. f,TRI

batampos – Kepala Dinas Koperasi Usaha, Mikro, Perdagangan dan ESDM Karimun Basori mengimbau masyarakat untuk tidak panik terkait terkait isu terbatasnya stok beras.

” Alhamdulillah, untuk stok beras di Karimun masih tersedia. Jadi, saya himbau kepada masyarakat agar tidak perlu panik,” terang Kepala Dinas Koperasi Usaha, Mikro, Perdagangan dan ESDM Karimun Basori, ketika dikonfirmasi tentang stok beras di Karimun, Kamis (5/10).

Dirinya mengungkapkan, untuk stok beras minggu ini mencapai 1700 ton, termasuk beras bulog. Selain itu pihaknya, juga terus berkoordinasi dengan distributor beras untuk tetap menyediakan pasokan beras di pekan berikutnya.

” Untuk Karimun, kita pastikan tidak ada pembatasan pembelian beras. Tapi, saya akui harga beras terjadi kenaikan sesuai jenis berasnya. Dan itupun, sudah terjadi beberapa bulan lalu,” ungkapnya.

BACA JUGA: Dampak Elnino, Harga Beras dan Gula di Bintan Terpantau Naik

Selain pasokan beras yang masih mencukupi, namun ada beberapa komoditi sembako terjadi kenaikan seperti gula dari Rp15 ribu per kilogram menjadi Rp15.500 per kilogram, kemudian, cabe merah dari harga Rp56 ribu per kilogram menjadi Rp 58 ribu per kilogram, bawang merah dari Rp30 ribu per kilogram menjadi Rp32 ribu per kilogram. Selanjutnya, untuk sayuran seperti wortel dari Rp15 ribu menjadi Rp16 ribu per kilogram, sawi dari Rp10 ribu menjadi Rp12 ribu per kilogram, buncis dari Rp16 ribu menjadi Rp18 ribu per kilogram dan ikan kembung dari harga Rp38 ribu per kilogram menjadi Rp40 ribu per kilogram.

” Ada juga beberapa komoditi sembako yang turun seperti kacang panjang dari Rp15 ribu menjadi Rp10 ribu per kilogram, bayam dari harga Rp10 ribu menjadi Rp8 ribu per kilogram dan kentang dari Rp17 ribu menjadi Rp16 ribu per kilogram. Jadi, rata-rata kenaikan maupun turun Rp2000 hingga Rp3000 per kilogram untuk beberapa komoditi tersebut,” ungkapnya.

Sementara itu pantauan dibeberapa toko, mini market maupun dipasar stok beras masih tersedia dan terpajang di masing-masing penjual. Ada yang dijual secara eceran per kilogram maupun per 5 kilogram, 10 kilogram, 25 kilogram dengan harga bervariasi.

” Saya berharap janganlah makanan pokok utama (beras) terjadi kelangkaan. Sudahlah, sekarang ekonomi sulit kita jualan aja pas-pas untuk makan sama bayar abk,” ucap Apui salah seorang pedagang makanan.(*)

reporter: tri haryono

Play sound