batampos– Batam Pos kembali berduka. Fotografer senior, Immanuel Sebayang berpulang, Kamis (17/8) pukul 05.20 WIB. Ia meninggalkan istri dan satu orang anak, di usia 46 tahun.
Kepergiaan Immanuel Sebayang yang akrab disapa Noel, cukup mengagetkan semua pihak. Sebab, sehari sebelum meninggal, Noel masih dalam kondisi sehat dan bugar. Tak ada yang menyangka, esoknya Noel berpulang.
Di rumah duka, tubuh Immanuel terbujur kaku di depan pintu utama. Ratusan suara tangisan silih berganti menangisi pria kelahiran Sumatera Utara Itu. Tak ada yang ikhlas Noel pergi. Semua kaget, semua kehilangan.
“Bangun bang… Ini teman-temanmu datang. Ini rumah kita ramai. Bangun bang,” ujar Olive, istri Noel Histeris di depan tubuh dingin Noel.
Direktur Batam Pos, Muhammad Iqbal mengatakan sebagai teman kerja ia merasa sangat kehilangan Immanuel Sebayang. Apalagi sebagai karyawan, almarhum memiliki dedikasi yang luar biasa. Almarhum juga dikenal bertanggungjawab, humanis dan ceria.
“Saya kaget lihat grup, sampai saya pastikan lagi, ternyata benar. Jujur, saya dan Batam Pos sangat kehilangan teman, sekaligus sahabat dan teman kerja yang memiliki semangat dan dedikasi yang tinggi. Almarhum orang yang ceria. Malamnya di grup almarhum masih becanda,” ujar Iqbal di rumah duka dj KDA Batamcenter, Kamis (17/8).
Menurut Iqbal, semenjak menjabat sebagai Kepala Penanggungjawab Produksi Digital, almarhum punya semangat luarbiasa. Tiada hari tanpa ide-ide cemerlang dari almarhum. Almarhum juga berhasil membuat tim konten kreator yang kompak dan solid, meski bekerja hingga larut malam.
“Almarhum adalah orang yang multitalen. Semua dia bisa, meski basic fotografi, dia bisa menulis, sekarang juga vidio. Almarhum juga bilang, jangan sampai ada hari kosong untuk produksi. Semangatnya juga menular ke yang lain, ” ungkap Iqbal.
Meski telat tiada, bagi Iqbal jasa Immanuel untuk Batam Pos tak akan hilang. Bahkan, Iqbal berharap semangat yang dimiliki oleh almarhum dapat diteruskan oleh teman-teman lainnya. Jangan sampai, semangat menurun, karena almarhum pastiya akan sedih.
“Saya berharap semangat motivasi kerja Immanuel tetap diteruskan teman-teman. Bagi almarhum, lebih baik capek kerja dari pada capek tak kerja. Karena itu, meski sudah tiada, Immanuel akan tetap di hati Batam Pos, ” sebut Iqbal.
Manager Online Batam Pos, Try Agus tak kalah kehilangan sosok Noel. Baginya, Noel adalah teman kerja yang luarbiasa, yang bisa membangkitkan semangat kerja di usia yang tak lagi muda.
“Kami tak lagi muda, tapi Noel berhasil membangkitkan gairah kerja saya. Bahkan, di devisi kerja yang tak pernah saya pikirkan sebelumnya. Semalam saya masih sempat dengan almarhum, tapi pagi ini almarhum sudah tak ada,” ujar Try menangis.
Bagi Try, Noel memiliki segudang ide luarbiasa dan cemerlang. Bahkan disela kerja yang padat, Noel kerap bercanda mengumbar berbagai cerita lucu agar tim konten semangat. Karena itu, kepergiaan Noel untuk selamanya, membuat Try sesak. Bahkan saat mendengar kabar Noel meninggal, Try langsung ke rumah Noel, untuk memastikan informasi tersebut.
“Ternyata benar, Noel sudah tiada. Entah bagaimana melanjutkan ide-ide hebatnya yang belum terwujud. Saya berat,” sebut Try.
Rasa kehilangan tak hanya dirasakan Batam Pos, tapi juga Pewarta Foto Indonesia (PFI) Kepri. Apalagi Noel merupakan salah satu pendiri PFI yang memiliki jasa besar terhadap fotografi jurnalistik di wadah PFI Kepri.
“PFI Kepri berduka atas berpulangnya saudara, sahabat, rekan kami Immanuel Sebayang yang akrab kami sapa bang Noel.Bang Noel adalah salah satu pendiri PFI Kepri. Almarhum juga guru buat teman-teman PFI Kepri. Jasa Almarhum luarbiasa, ” jelas Ketua PFI Kepri, Teguh Prihatna.
Menurut Teguh, kepergiaan Noel pastinya menjadi pukulan hebat bagi PFI Kepri. Sebab selama ini, Noel dikenal sangat humble dan bersahabat. Banyak permasalahan, dapat diselesaikan Noel dengan pikiran tenang.
“Selamat jalan Bang Noel, Tuhan sangat mencintaimu. Pulanglah dengan damai. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuataan. Kami akan selalu ada untuk bang Noel, ” ujar Teguh. (*)
reporter: yashinta