Senin, 27 April 2026
Beranda blog Halaman 4880

Menelisik Transformasi Karya Sastra dalam Seni Pertunjukan

0
Arbi Ntan Era Komala

BERBICARA mengenai sastra, saat ini perkembangannya sangat pesat hingga dalam berbagai macam bentuk.

Fenomena yang sangat menarik untuk saya telisik adalah konsep mengenai transformasi ke media lain yang dapat diterima pada masyarakat pendukungnya.

Istilah transformasi ini jika secara eksplisit dalam teori sastra dapat dikenal dengan istilah “alih wahana”. Alih wahana bukanlah hal yang asing di telinga kita karena banyak sekali perkembangan seni dalam beberapa media yang pada dasarnya mengadaptasi secara utuh sebuah karya sastra.

Saya mengutip salah satu pendapat Sapardi Djoko Damono yang mengatakan bahwa alih wahana merujuk pada sebuah kemungkinan sebuah karya sastra bertransformasi terhadap dirinya sendiri menjadi bentuk karya yang lain, proses ini kemudian dianalogikan sebagai pengalihan dari suatu jenis “kendaraan” ke jenis “kendaraan” lain.

Baca juga: Sarasehan dan Pelantikan APPBIPA Cabang Kepulauan Riau

Kita sebenarnya sering kali menjumpai sebuah karya-karya hasil alih wahana mungkin dalam bentuk musik, seni pertunjukan, film, dan bahkan sebuah karya visual. Kita ambil beberapa contoh: sebuah karya puisi yang bertransformasi menjadi lantunan lagu yang diiringi oleh musik.

Selain itu, karya film yang diadaptasi dari buku sebagai kontekstualisasi ide dan alur cerita sebagai satu kesatuan yang utuh dan memberikan gambaran yang universal dalam bentuk audio visual yang bisa kita nikmati di layar besar. Misalnya, film Reni Nurcahyo Hestu Saputra dengan judul “Hujan di Bulan Juni” yang dialihwahanakan dari novel karya Sapardi Djoko Damono.

Proses ini kemudian merujuk pada proses kreatif yang menghadirkan metamorfosis untuk memvisualisasikan hal-hal yang abstrak dalam bentuk yang lebih konkret.

Proses ini kemudian menjadi hal yang menarik untuk saya telisik khususnya pada ruang lingkup bagaimana sebuah karya sastra ditransformasikan dalam bentuk pertunjukan tari dengan memanfaatkan gerak tubuh sebagai medium utamanya.

Transformasi karya sastra ke dalam film atau sebaliknya merupakan hal yang lazim dan populer dilakukan sebagai sebuah rangkaian kerja kreatif yang relevan dengan perkembangan zaman.

Saya menyoroti keunikan-keunikan yang menarik pula dalam beberapa karya seni pertunjukan tari yang ide dan gagasannya dialihwahanakan dari bentuk-bentuk karya sastra yang berkembang dan populer sehingga bentuk barunya dapat dinikmati secara komprehensif menjadi bagian dari perkembangan suatu kebudayaan yang universal.

Baca juga: Menjelajahi Budaya Melalui Pembelajaran Bahasa

Salah satu sampel pada tulisan kali ini adalah Tari Madah Gurindam yang merupakan salah satu seni tari kreasi yang berpijak pada gerak-gerak tradisi yang diciptakan oleh Sanggar Budaya Warisan Pulau Penyengat pada 2009.
Tari Madah Gurindam ini merupakan garapan seni pertunjukan tari yang strukturnya diadaptasi dari naskah “Gurindam Dua Belas” gubahan Raja Ali Haji, khususnya pada pasal ketiga.

Gerak yang diciptakan dalam karya tari ini merepresentasikan “Gurindam Dua Belas” dengan mengabstraksi langkah-langkah gerak zapin, lenggang, dan step sebagai frasa dan kalimat dalam tari. Ya, dalam dunia seni pertunjukan tari juga dikenal dengan istilah kata, frasa, dan kalimat sebagai satu kesatuan yang utuh dalam harmonisasi gerak sebagai
unsur utama pertunjukan.

Meskipun ada istilah gerak ekspresif yang berarti gerak yang tidak memiliki makna, tetapi secara gamblang saya menyatakan bahwa semua gerak pasti memiliki makna baik sebagai interpretasi pencipta maupun interpretasi penonton sebagai penikmat pertunjukan.

Alih wahana dari teks “Gurindam Dua Belas” ke dalam Tari Madah Gurindam membawa perubahan-perubahan (transformasi) yang signifikan karena adanya perbedaan wahana yang digunakan, yakni dari karya sastra yang bermedia bahasa menjadi tarian yang bermedia gerak tubuh.

Dalam karya Tari Madah Gurindam sangat dominan dengan syair dan pola-pola yang bermuara pada interpretasi religiusitas sebagai gambaran masyarakat Melayu yang kental dengan unsur islami. Tata busana dalam tari yang digunakan juga merujuk pada nilai-nilai Melayu yang santun tanpa mengurangi nilai estetika dalam semarak karya tari.

Karya Tari ini memang tidak sekompleks pertunjukan sendratari dalam budaya Jawa yang sangat populer mengangkat kisah epos Mahabarata dengan karakteristik dan alur yang kuat.

Baca juga: Kecerdasan Buatan dan Leksikografi

Tari Madah Gurindam menstimulasi penonton untuk menginterpretasikan secara kontekstual harmonisasi aspek pertunjukan sehingga dapat menangkap pesan yang disampaikan sebagai bentuk transformasi medium teks menjadi gerak tubuh.

Transformasi karya sastra dalam dunia seni pertunjukan pastinya tidak lepas dari polemik yang kerap kali menstimulasi pro dan kontra.

Problematika ini menjadi salah satu fenomena yang lumrah. Perbedaan pandangan terkait transformasi memicu dinamika kreativitas dan idealisme dalam mempertahankan orisinalitas karya.

Fenomena ini telah mengidentifikasi kebutuhan untuk mengembangkan kesadaran sosial dan deskripsi semiotik secara holistik. Berdasarkan hal tersebut, sebuah seni pertunjukan yang dialihwahanakan dari karya sastra dan segala aspek pendukungnya bukan sekadar bagian dari budaya masyarakat yang menegaskan dan membangun kembali nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, melainkan representasi sebuah ideologi kekuasaan. Terlepas dari
“kekuasaan” itu positif atau negatif, ini merupakan upaya pelestarian karya sastra dalam masyarakat pendukungnya.

Daripada terlalu sibuk mengurusi masalah penolakan yang menjadi dasar dari golongan masyarakat yang kontradiktif dengan alih wahana sastra, saya lebih senang untuk mengkaji lebih dalam banyaknya manfaat yang dapat disadur dari fenomena ini, khususnya di bidang pendidikan, budaya, dan sosial.

Nilai-nilai yang diperjuangkan dalam alih wahana sastra ini lebih layak diperjuangkan demi mendukung upaya pemajuan sistem pendidikan nasional dan program kemajuan kebudayaan nasional.

Ditinjau dari perspektif akademik, alih wahana sastra dalam seni pertunjukan mengundang empat hal penting, khususnya bagi generasi muda, antara lain: (1) menumbuhkan rasa cinta dan pelestarian terhadap sastra, (2) mengelaborasikan kemampuan kreativitas dan inovatif, (3) memberikan pemahaman yang mendalam dalam melakukan tinjuan karya sastra lebih dalam, dan (4) menumbuhkan karakter apresiasi karya dalam lintas generasi
dan multimedia.

Pada akhirnya, posisi karya seni pertunjukan hasil dari alih wahana sastra tidak serta merta menjadi elemen yang sepenuhnya disalahkan dengan asumsi menjiplak terang-terangan dan hanya mengganti medianya saja. sebagai seniman dalam disiplin ilmu pertunjukan, sudah selayaknya kita menyadari kehadiran originalitas pencipta karya sastra (sastrawan) yang memiliki posisi penting dalam proses eksplorasi ide gagasan karya.

Proses penciptaan karya seni pertunjukan bersifat tidak absolut sehingga dalam mentransformasikan karya sastra juga harus memperhatikan prinsip-prinsip dan etika dalam berkarya. hal ini dilakukan demi mendukung perkembangan sistem kebudayaan nasional yang di dalamnya juga memuat seni pertunjukan dan karya sastra juga menumbuhkan sikap apresiasi karya yang universal. (*) 

Oleh:
Arbi Ntan Era Komala
Komunitas Jagakarsa Art Project

Ditangkap Mencuri Tenda di Tiban, Malah Ketahuan Bawa Sabu

0
IMG 20230907 WA0052 e1694159282571
PS saat ditangkap polisi di Tiban Indah, Kamis (7/9)

batampos – Seorang warga Bengkong Palapa Kecamatan Bengkong ditangkap karena ketahuan mencuri tenda di Tiban Indah, Kecamatan Sekupang. Namun sangkaannya bertambah karena pemuda berisial PS, 30, ini kedapatan membawa sabu.

PS, tak berkutik saat dilakukan pemeriksaan oleh Bhabinkamtibmas Tiban Indah, Aipda Nanda. Saat dilakukan pemeriksaan, dari dalam saku celananya ditemukan narkotika jenis sabu-sabu.

Kapolsek Sekupang Kompol Z.A. Christopher Tamba, menceritakan kronologi penangkapan PS. Aipda Nanda selaku anggota Bhabinkamtibmas Tiban Indah saat itu melaksanakan quick respon menindaklanjuti laporan warga terkait penangkapan pencurian tenda di Perumahan Harapan Indah, Kelurahan Tiban Indah, Kecamatan Sekupang, Kamis (7/9).

Baca Juga: Temukan Bukti Baru, Terpidana Skimming Bank Riau Kepri di Batam Ajukan PK

Di lokasi terduga pencurian tenda milik warga itu telah berhasil diamankan warga setempat. Dari penangkapan ini juga didukung temuan barang bukti tenda yang dicuri dan selanjutnya dilakukan penggeledahan.

Saat Aipda Nanda melakukan penggeladahan itu, didapati narkotika jenis sabu. Saat ini terduga pencurian bersama barang bukti diamankan dan dibawa ke Mako Polsek Sekupang guna penyelidikan lebih lanjut.

“Setelah di lakukan pemeriksaan di TKP pencurian sesuai SOP penggeledahan di badan pelaku pencurian, kita temukan ada narkotika jenis sabu yang disimpan di saku celana milik pelaku, selanjutnya bersama warga saat ini pelaku kita bawa dan amankan di Polsek Sekupang,” jelas Aipda Nanda.

Baca Juga: Pipa SPAM Batam Bocor Lagi, Tiga Kecamatan Terdampak

Kapolsek pun mengapresiasi kerja keras dan respons cepat dari anggotanya serta kerjasama yang baik antara kepolisian serta masyarakat.

“Polsek Sekupang akan terus berupaya menjaga keamanan dan ketertiban di wilayahnya melalui program dan kegiatan yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat,” tegas Tamba.

Dengan berhasilnya penangkapan terduga pencurian ini, lanjutnya, diharapkan akan semakin memperkuat hubungan antara kepolisian serta warga masyarakat.

“Keberadaan Bhabinkamtibmas di tengah-tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan rasa nyaman dan perlindungan serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan sekitar,” pungkasnya. (*)

 

Reporter: Rengga Yuliandra

Sarasehan dan Pelantikan APPBIPA Cabang Kepulauan Riau

0
Prosesi pelantikan pengurus APPBIPA Cabang Kepulauan Riau di Universitas Internasional Batam pada Kamis 7/9.

batampos – Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menggelar
“Sarasehan dan Pelantikan Afiliasi Pengajar dan Pegiat Bahasa Indonesia bagi
Penutur Asing (APPBIPA) Cabang Kepulauan Riau”.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 7 September 2023 di Universitas
Internasional Batam.

Baca juga: Gelar Bengkel Menulis Pantun bagi Siswa SMA Se-Kabupaten Bintan

Kegiatan ini diikuti oleh 45 peserta yang berasal dari pengurus APPBIPA
Provinsi Kepri, perwakilan instansi pemerintah, lembaga pendidikan yang
mengelola BIPA, serta perwakilan media.

Pada kegiatan ini juga dilakukan pembukaan kelas Dharmasiswa di Universitas
Internasional Batam. Kemudian, dilanjutkan dengan seremoni pelantikan
pengurus APPBIPA Kepri dengan pembacaan ikrar APPBIPA. (*)

Beredar Uang Mutilasi Pecahan Rp 100 Ribu, Ketahui Ciri-cirinya Agar Tak Tertipu

0

batampos – Viral di media sosial terkait fenomena keberadaan uang mutilasi atau uang setengah asli dan setengah palsu. Adapun uang mutilasi yang beredar yakni pecahan Rp 100 ribu.

Berdasarkan unggahan banyak akun di media sosial X (sebelumnya Twitter), video uang mutilasi tersebut banyak beredar di grup-grup WhatsApp masyarakat.

“Nemu di group WA. Kemarin ada uang 2000 diwarnai biar jadi 20 ribu. Sekarang ada beginian. Hati-hati, mulai beredar uang 100ribu mutilasi, sebagian asli, bagian lainnya palsu,” cuit akun @InfosupprterID, dikutip Kamis (7/9).

Adapun video uang mutilasi yang diunggah warganet sama. Bersuarakan seorang perempuan yang meminta masyarakat berhati-hati serta menyebutkan ciri-ciri uang mutilasi.

“Ini contoh uang mutilasi, ada sambungannya,” kata seorang perempuan yang merekam video sembari menunjukkan bentuk uang pecahan Rp 100 ribu yang dimutilasi alias disambung uang palsu.

Kemudian disahut oleh seorang perempuan lain yang menyebut bahwa ciri lain dari uang mutilasi adalah nomor seri yang berbeda. Dia menyebut, seharusnya nomor seri dalam satu uang itu sama.

“Nomor serinya beda ini, antara nomor seri di sebelah kiri dan kanan uang,” ujar perempuan sembari menunjukkan lokasi nomor seri dalam selembar uang Rp 100 ribu.

Dalam video yang beredar tersebut, perekam juga meyakinkan bahwa uang mutilasi adalah uang sambungan yang terdiri uang asli dan uang palsu.

“Jadi mutilasi itu setengah palsu setengah asli ya dan ini enggak diterima di bank gaes,” tuturnya.

Perekam video juga meminta kepada seluruh masyarakat untuk berhati-hati terhadap uang mutilasi yang beredar tersebut. “Hati hati ya buat teman-teman sekarang banyak nih, uangnya setengah palsu, setengah asli atau uang mutilasi,” pungkasnya. (*) 

Reporter: JP Group

Pemprov Kepri Gesa Penyusunan Ranperda RUED

0
F. HUMAS PEMPROV KEPRI UNTUK BATAM POS
GUBERNUR Kepri Ansar Ahmad menggelar pertemuan bersama BP3K2NA di Gedung Daerah Tanjungpinang, Selasa (5/9).

batampos-Pemprov Kepri bergegas menyusun Rancangan Peraturan Daerah (Perda) tentang Rencana Umum Energi Daerah (RUED) Provinsi Kepri 2023-2050 mendatang. Regulasi ini akan dijadikan pijakan untuk pengelolaan energi di wilayah Provinsi Kepri.

“Ranperda RUED ini disusun sebagai pelaksanaan amanat Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2007 tentang Energi, yang mengharuskan pemerintah daerah menyusun rencana umum energi daerah dengan mengacu pada rencana umum energi nasional,” ujar Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, Kamis (7/9) di Tanjungpinang.

Menurut Gubernur, Ranperda RUED ini perlu segera ditetapkan sebagai bagian penting dalam rangka mewujudkan visi pengelolaan energi nasional. Yakni, terwujudnya pengelolaan energi yang berkeadilan, berkelanjutan, dan berwawasan lingkungan dengan memprioritaskan pengembangan energi terbarukan dan konservasi energi dalam rangka mewujudkan kemandirian dan ketahanan energi nasional.

BACA JUGA: Dinilai Melanggar Perda, Satpol PP Hentikan Aktivitas Pembangunan Batas Ruko Milik Warga

“Rencana Umum Energi Daerah Provinsi Kepulauan Riau berisi proyeksi permintaan dan pasokan energi hingga tahun 2050 yang disertai dengan kebijakan, strategi, program dan kegiatan untuk mendukukung pencapaian sasaran perencanaan energi daerah tersebut,” jelasnya.

Ditegaskannya, permasalahan dalam sektor energi di Provinsi Kepri secara garis besar meliputi kebutuhan energi dan penyediaan energi. Kebutuhan energi di wilayah ini terus meningkat seiring dengan perkembangan sektor ekonomi seperti industri, bisnis, transportasi, dan kawasan ekonomi khusus.

“Sementara itu, penyediaan energi di Provinsi Kepri masih bergantung pada sumber energi fosil seperti minyak bumi dan gas alam,” jelasnya lebih lanjut.

Menyiasati persoalan ini, perlu mengembangkan sumber energi baru dan terbarukan (EBT) sebagai sumber energi alternatif di Kepri. Proyeksi permintaan energi final dari sumber EBT seperti biosolar akan meningkat dan diharapkan dapat mensubstitusi energi fosil.

“Minyak tanah, minyak solar, minyak disel, dan avtur diharapkan sudah tidak ada lagi pada tahun 2050. Permintaan batubara masih sedikit meningkat untuk memenuhi kebutuhan PLTU batubara yang masih beroperasi,” paparnya.

Ia berharap, melalui Ranperda RUED ini, dapat menjadi arah serta acuan bagi seluruh pemangku kepentingan dalam melaksanakan pemanfaatan energi ditingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, maupun pelaku usaha, untuk bersama-sama mewujudkan visi energi daerah di Provinsi Kepri. Yakni, tersedianya pasokan energi yang cukup dengan mengembangkan potensi energi setempat secara optimal, berkelanjutan dan berwawasan lingkungan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kita akan mendorong percepatan pembangunan infrastruktur energi yang berwasan lingkungan, meningkatkan pemanfaatan sumber energi khususnya EBT dan tenaga listrik untuk menjamin ketersediaan pasokan listrik yang aman dan ramah lingkungan,” tutup Gubernur. (*)

reporter: jailani

Pipa SPAM Batam Bocor Lagi, Tiga Kecamatan Terdampak

0
PIPA AIR
Ilustrasi, perbaikan pipa bocor. 

batampos – Pipa SPAM Batam bocor lagi, di depan Pintu 4 Batamindo, Muka Kuning, Batam. Akibatnya, ada tiga kecamatan yang terdampak. 

Kebocoran pipa ini dibenarkan oleh Corporate Commu­nication (Corcom) SPAM Batam, Ginda Alamsyah. “Iya  benar,” kata  Ginda. 

Saat ini, petugas SPAM Batam sedang melakukan pengerjaan dan memperbaiki kebocoran pipa  800mm tersebut. 

Sembari menunggu pengerjaan tersebut, akan berdampak  terhadap suplai pelayanan air bersih, air kecil dan berhenti sementara waktu. 

Area terdampak dari kebocoran pipa ini, mulai dari Batuaji, Marina, Saguba, Batam Centre, Tanjunguncang, Kavling Lama dan sekitarnya.

Selama air tidak mengalir ke perumahan warga. SPAM BP Batam menyiagakan mobil tangki air bersih, untuk pelanggan yang mengalami gangguan suplai air hingga 1×24 jam. 

Untuk mendapatkan pelayanan mobil tangki ini, dapat dikoordinir oleh ketua RT/ RW setempat. Lalu, menyampaikannya melalui layanan saluran resmi kepelangganan Air Batam Hilir. (*)

Minggu Depan, BU SPAM BP Batam Mulai Lakukan Pembangunan Jaringan Baru

0

 

Badan Usaha Sistem Pengelolaan Air Minum (BU SPAM) BP Batam telah melaksanakan MC-0, untuk pembangunan jaringan pipa baru ke daerah yang memiliki kontur tanah (elevasi) yang tinggi.

spam batam
Direktur BU SPAM BP Batam, Denny Tondano

Mutual check awal atau biasa yang disebut MC-0 ini, merupakan kegiatan penghitungan kembali volume item pekerjaan dan disesuaikan antara gambar rencana dengan kondisi lapangan. Sehingga bisa mendapatkan volume actual yang sesuai dengan kondisi real pekerjaan.

“Beberapa waklu lalu telah kita laksanakan MC-0 untuk pembangunan jaringan ini. Mulai dari pengukuran dan sebagainya,” Direktur BU SPAM BP Batam, Denny Tondano, Jumat (8/9/2023).

Ia melanjutkan, setelah dilaksanakan MC-0 beberapa waktu yang lalu, pihaknya langsung menyiapkan seluruh peralatan yang dibutuhkan untuk penguatan jaringan baru tersebut. Termasuk, memesan pipa berukuran 200 mm dan penyiapan IPA 20 lpd di Dam Sei Harapan Sekupang.

“Semua sudah kita pesan, kemungkinan minggu depan sudah bisa jalan dan alat-alat berat sudah bisa turun ke lokasi,” katanya.

Untuk penguatan jaringan ini, BU SPAM BP Batam akan membangun jaringan baru di kawasan Tiban V. Jaringan baru ini akan dibangun sepanjang 2,2 kilometer dengan pipa 200 mm dan ditambah dengan IPA 20 lpd di Dam Sei Harapan.

Pembangungan ini, dilaksanakan untuk mengatasi persoalan air di wilayah Patam Lestari, Perumahan Woodland, Perumahan Cipta Green Mansion dan daerah sekitarnya.

Selanjutnya, pekerjaan yang sama juga dilakukan untuk kawasan Sagulung Baru. BU SPAM BP Batam akan menambah jaringan pipa baru berukuran 200 mm.

Untuk kawasan Sagulung Baru, BU SPAM BP Batam akan memperpendek jarak dari pipa utama. Sehingga, suplai air akan lebih cepat sampai ke daerah elevasi tinggi di kawasan Sagulung Baru.

Dengan penambahan pipa 200 mm sepanjang 2,4 kilometer, akan dapat mengaliri sekitar 2.000 sambungan di wilayah Sagulung Baru, Seibinti dan Seilekop.

Terakhir, pembangunan jaringan pipa baru di wilayah Tanjunguncang. Jaringan pipa ini untuk daerah Sumberindo, Central Park dan daerah sekitarnya.

Denny menambahkan, penguatan jaringan ini merupakan perintah dari Kepala BP Batam, Muhammad Rudi kepada pihaknya, agar terus meningkatkan pelayanan dan ketersediaan air bersih di Kota Batam.

“Untuk pekerjaannya nanti akan dilakukan secara serentak. Estimasi kita untuk penguatan jaringan ini sekitar 1 bulan, jika tidak ada kendala di lapangan,” imbuhnya. (*)

Minggu Depan, BU SPAM BP Batam Mulai Lakukan Pembangunan Jaringan Baru

0

 

Badan Usaha Sistem Pengelolaan Air Minum (BU SPAM) BP Batam telah melaksanakan MC-0, untuk pembangunan jaringan pipa baru ke daerah yang memiliki kontur tanah (elevasi) yang tinggi.

spam batam
Direktur BU SPAM BP Batam, Denny Tondano

Mutual check awal atau biasa yang disebut MC-0 ini, merupakan kegiatan penghitungan kembali volume item pekerjaan dan disesuaikan antara gambar rencana dengan kondisi lapangan. Sehingga bisa mendapatkan volume actual yang sesuai dengan kondisi real pekerjaan.

“Beberapa waklu lalu telah kita laksanakan MC-0 untuk pembangunan jaringan ini. Mulai dari pengukuran dan sebagainya,” Direktur BU SPAM BP Batam, Denny Tondano, Jumat (8/9/2023).

Ia melanjutkan, setelah dilaksanakan MC-0 beberapa waktu yang lalu, pihaknya langsung menyiapkan seluruh peralatan yang dibutuhkan untuk penguatan jaringan baru tersebut. Termasuk, memesan pipa berukuran 200 mm dan penyiapan IPA 20 lpd di Dam Sei Harapan Sekupang.

“Semua sudah kita pesan, kemungkinan minggu depan sudah bisa jalan dan alat-alat berat sudah bisa turun ke lokasi,” katanya.

Untuk penguatan jaringan ini, BU SPAM BP Batam akan membangun jaringan baru di kawasan Tiban V. Jaringan baru ini akan dibangun sepanjang 2,2 kilometer dengan pipa 200 mm dan ditambah dengan IPA 20 lpd di Dam Sei Harapan.

Pembangungan ini, dilaksanakan untuk mengatasi persoalan air di wilayah Patam Lestari, Perumahan Woodland, Perumahan Cipta Green Mansion dan daerah sekitarnya.

Selanjutnya, pekerjaan yang sama juga dilakukan untuk kawasan Sagulung Baru. BU SPAM BP Batam akan menambah jaringan pipa baru berukuran 200 mm.

Untuk kawasan Sagulung Baru, BU SPAM BP Batam akan memperpendek jarak dari pipa utama. Sehingga, suplai air akan lebih cepat sampai ke daerah elevasi tinggi di kawasan Sagulung Baru.

Dengan penambahan pipa 200 mm sepanjang 2,4 kilometer, akan dapat mengaliri sekitar 2.000 sambungan di wilayah Sagulung Baru, Seibinti dan Seilekop.

Terakhir, pembangunan jaringan pipa baru di wilayah Tanjunguncang. Jaringan pipa ini untuk daerah Sumberindo, Central Park dan daerah sekitarnya.

Denny menambahkan, penguatan jaringan ini merupakan perintah dari Kepala BP Batam, Muhammad Rudi kepada pihaknya, agar terus meningkatkan pelayanan dan ketersediaan air bersih di Kota Batam.

“Untuk pekerjaannya nanti akan dilakukan secara serentak. Estimasi kita untuk penguatan jaringan ini sekitar 1 bulan, jika tidak ada kendala di lapangan,” imbuhnya. (*)

Belum Serahkan PSU, Jalan Perum TMK Diaspal Pakai Dana APBD

0
Jalan Perum TMK yang sudah diaspal

batampos– Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Karimun, Muhammad Zulfan ST MM menegaskan, Pengembang Perumahan Taman Mutiara Karimun (TMK) belum menyerahkan aset fasilitas Prasarana Sarana dan Utilitas Umum (PSU) kepada pemerintah daerah.

Nyatanya, jalan utama Perum TMK telah dilakukan pengaspalan menggunakan APBD. Pengaspalan jalan utama Perum TMK termasuk dalam belanja peningkatan jalan tersebar Pulau Karimun senilai Rp2,4 miliar di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Karimun.

“Setahu saya, baru dua dari 15 pengembang yang sudah melakukan serahterima aset PSU. Jadi, penyerahan aset PSU Perum TMK belum kami terima,” beber Zulfan, Kamis (7/9) kemarin.

Zulfan mengaku, saat ini pihaknya gencar melakukan penarikan aset-aset PSU dari pengembang. Dengan demikian pemerintah bisa mengelola, dan melakukan pemeliharaan aset-aset PSU tersebut.

“Kami berupaya meminta pengengembang untuk segera menyerahkan aset PSU yang sudah dibangun lebih dari setahun. Nyatanya, aset belum diserahkan, fasilitas PSU sudah dikerjakan,” ujar Zulfan.

Dijelaskan Zulfan, dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 9 Tahun 2019 bahwa pemerintah bisa masuk melakukan pembangunan PSU di dalam kawasan perumahan atau BTN jika pihak developer sudah melakukan penyerahan aset PSU itu.

“Jadi jelas, seharusnya Dinas PUPR bisa mengimbangi atau menunjang kinerja Dinas Perkim dalam upaya mempercepat proses penyerahan PSU perumahan,” tegas Zulfan.

Hingga Agustus 2023, baru dua dari 15 pengembang di Kabupaten Karimun yang sudah menyerahkan aset Prasarana, Sarana Utilitas Umum (PSU) ke Pemerintah Kabupaten Karimun.

BACA JUGA: Baru Dua Pengembang yang Serahkan Aset PSU ke Pemkab

Dua pengembang tersebut yakni PT Limat Bahagia Bersama yang membangun perumahan Dang Merdu III, dan PT Sinar Suman Pryanto dengan Griya Harjosari Asri.

Terpisah Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Karimun, Hermawan menyebutkan anggaran belanja peningkatan jalan tersebar Pulau Karimun senilai Rp2,4 miliar tersebar di tiga titik. Di antaranya, JL Perum TMK, JL. Bakti, dan JL. Pasar Puan Maimun.

“Pelaksana pembangunan berdasarkan Renja, dan Pokir, serta masukkan dari masyarakat. Makanya bisa dimasukkan ke APBD,” Hermawan.

Terkait aset PSU di Perum TMK belum diserahkan ke pemerintah daerah, Hermawan mengaku sudah ada.

“Surat penyerahan aset ada, Bang. Makanya bisa dilakukan pengaspalannya,” ucap Hermawan singkat. (*)

reporter: ichwanul fahmi

Temukan Bukti Baru, Terpidana Skimming Bank Riau Kepri di Batam Ajukan PK

0
IMG 20230907 124238 scaled e1694148256299
Sidang PK terpidana kasus skimming di Pengadilan Negeri Batam, Kamis (7/9). F.Yashinta

batampos – Viktor Tsetsov Genkov, warga Bulgaria yang menjadi terpidana kasus skimming mengajukan Peninjauan Kembali (PK) ke Mahkama Agung. Upaya PK dilakukan karena adanya novum atau bukti baru yang diprediksi dapat membebaskan terdakwa.

Sebelumnya, Viktor Tsetsov Genkov dinyatakan bersalah melakukan skimming bersama rekannya yang merugikan Bank Riau Kepri hingga Rp 1,121 miliar. Atas perbuatannya, Viktor divonis 7 tahun penjara serta denda Rp 5 miliar, dengan subsider 6 bulan penjara. Hukuman itu kemudian diperkuat melalui putusan banding di Pengadilan Tinggi hingga Kasasi di Mahkamah Agung.

Proses persidangan PK dilaksanakan di Pengadilan Negeri Batam yang dipimpin majelis hakim David P Sitorus didampingi dua hakim anggota, Kamis (7/9). Sidang PK tersebut tidak menghadirkan terpidana, namun diwakilkan oleh tim kuasa hukum terdakwa dari Law Firm Dermawan Sinurat.

Baca juga: Divonis Hakim 12 Tahun Penjara, Oknum PNS Pemko Batam Langsung Banding

“Ini sidang PK pertama saya buka.Jadi bagaimana dengan permohonan PK, apakah ada yang mau diperbaiki atau ditambah,” ujar David kepada kuasa hukum terdakwa yang mewakili terdakwa.

Kuasa hukum terdakwa, Dermawan Sinurat pun menyatakan cukup, yang kemudian sidang ditunda untuk proses selanjutnya.

Usai sidang, Dermawan mengatakan pihaknya masih berjuang untuk membuktikan kliennya Viktor tidak bersalah. Sebab, hukuman dari PN Batam hingga kasasi, dirasa tidak memenuhi rasa keadilan.

“Kami mengajukan PK, karena ada novum atau bukti baru,” ujar Dermawan yang didampingi Randy Kurniawan, tim hukum Viktor.

Baca Juga: Crane Menimpa Rumah Warga di Tanjunguncang

Menurut dia, salah satu bukti baru yakni kliennya adalah korban dari Alexander yang merupakan otak pelaku. Kliennya hanya bekerja dan dijanjikan uang oleh Alexander.

“Otak pelaku adalah Alexander yang berstatus DPO. Alexander inilah yang membujuk dan merayu klien kami, hingga melakukan perbuataan itu,” jelas Dermawan.

Karena itu, dalam permohonan PK, pihaknya meminta agar majelis hakim dapat membebaskan terdakwa dari segala putusan baik di PN Batam maupun PT.

“Kami memohon agar klien kami dibebaskan dari semua putusan, kemudian membebaskan klien kami dari penjara saat ini. Karena dia adalah korban,” pungkas Dermawan.

Baca Juga: Polisi Sisir Lokasi Lain yang Dijadikan Pusat Operasi Love Scamming di Batam

Diketahui, Viktor bersama dua rekannya, dinyatakan bersalah oleh majelis hakim telah melakukan skimming di beberapa ATM, milik Bank Riau Kepri. Atas perbuataanya itu, Bank Riau Kepri mengalami kerugiaan Rp 1,121 miliar.

Modus yang digunakan dalam skimming adalah menggunakan kamera tersembunyi pada penutup nomor pada mesin ATM. Kamera ini yang berfungsi untuk merekam PIN ATM yang ditekan oleh para nasabah yang menggunakan kartu ATM di mesin ATM tersebut.

Kemudian alat insert skimming atau biasa disebut black machine menyalin data, atau dengan sebutan iron metal. Alat-alat skimming tersebut kemudian dipasang oleh pelaku di ATM milik Bank Riau Kepri di beberapa daerah. Dari skimming itu, pelaku berhasil merestas 100 data nasabah. (*)

Reporter: Yashinta