Kamis, 2 April 2026
Beranda blog Halaman 4902

2024 Pemprov Kepri Siapkan Seragam Gratis Bagi Siswa SMA,SMK & SLB

0

batampos– Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau memenuhi permintaan masyarakat di tahun 2024 nanti terkait penyediaan seragam sekolah gratis bagi siswa dan siwi SMA, SMK dan SLB dengan menganggarkan sebesar Rp16,528 miliar untuk sebanyak 26.780 siswa. Seragam sekolah gratis yang disediakan oleh Pemprov Kepri tersebut beruba stelan seragam putihabu-abu dan seragam pramuka.

Tidak hanya seragam sekolah gratis, namun juga Pemprov Kepri membebaskan uang SPP atau SPP gratis bagi siswa yang kurang mampu.

Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad mengatakan bahwa kebijakan ini adalah dalam upaya meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di Kepulauan Riau dengan cara meringankan orangtua siswa agar tidak terbebani dengan harus membeli seragam sekolah disetiap musim penerimaan siswa dan siswi baru.

“Pelan-pelan kita perbaiki pelayanan pendidikan di Kepri. Kita harap semua anak-anak di Kepri bisa sekolah. Tahun 2024 kita siapkan seragam gratis untuk SMA,SMK dan SLB, serta SPP gratus untuk siswa yang tidak mampu. Membangun Kepri ini butuh SDM yang cerdas dan handal, salah satunya kita topang melalui pendidikan,” kata Ansar, Selasa (8/8).

Dengan pemberian seragam gratis dan SPP gratis bagi siswa tidak mampu, diharapkan Ansar, seluruh anak-anak di Kepri tidak memiliki alasan lagi untuk berhenti atau putus sekolah.

“Semua anak-anak Kepri harus sekolah. Karena semua anak Kepri memiliki hak yang sama untuk itu. Melalui bangku sekolah kaderisasi terbentuk dan calon para pemimpin Kepri dimasa depan akan terjaring,” ujarnya.

BACA JUGA: 7.514 Pelajar di Tanjungpinang Terima Seragam Sekolah Gratis

Untuk pemberian seragam sekolah gratis di tahun 2024, terdiri dari untuk  SMA sebanyak 16.923 siswa dengan anggaran Rp10.153.692.000. Kemudian untuk SMK sebanyak 9.457 siswa  dengan anggaran disiapkan sebesar Rp5.674.464.000.
Adapun untuk SLB sebanyak 400 siswa dengan angaran sebesar Rp700.000.000.  dan totalnya sebanyak  26.780 siswa dengan anggaran sebesar Rp16.528.156.000.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri Andi Agung menambahkan, khusus untuk SLB, tahun 2023 ini Pemprov Kepri bahkan telah merealisasikan pemberian seragam gratis dimaksud dengan total anggaran sebesar Rp1,7 miliar.

“Untuk 2024 seragam gratis diberikan untuk seluruh siswa SMA,SMK dan SLB. Dan di tahun 2023 ini sudah selesai tahap lelang untuk pemberian seragam gratis siswa SLB sebanyak 5 stel seragam,” imbuhnya.(*)

Langganan Macet, Jalan Mukakuning-Kepri Mall Butuh Pelebaran

0
Jalan Enam Lajur Dalil Harahap 22
Jalan Sudirman menuju bandara enam lajur, Minggu (6/8). Warga berharap Jalan Raya Ahmad Yani mulai Mukakuning hingga Simpang Kepri Mall juga dilebarkan karena sering terjadi kemacetan. ( f. Dalil Harahap/Batam Pos)

batampos – Langganan macet, Jalan raya Ahmad Yani mulai dari Mukakuning hingga Simpang Kepri Mall membutuhkan pelebaran jalan. Saat ini jalan tersebut masih berupa jalan dua jalur ukuran standar.

Jalan utama ini butuh pelebaran sebab hilir mudik selalu padat setiap waktu. Saat jam sibuk pagi dan sore hari kemacetan tidak bisa terhindarkan.

Baca Juga: Wartawan Batampos Berpulang, Amsakar Kenang Almarhum Sosok Santun dan Murah Senyum

Pantauan di lapangan, sepanjang jalan utama tersebut sedikitnya ada dua titik lokasi macet yang dimulai dari Simpang Dam hingga ke Simpang Panbil. Padatnya arus lalu lintas di jam sibuk menyebabkan ruas jalan itu macet panjang.

Butuh waktu hampir sejam bagi kendaraan roda empat untuk melewati titik kemacetan itu. Kemacetan di lokasi jalan itu karena banyak faktor mulai dari aksi ngetem angkot yang tak beraturan, hingga padatnya kendaraan yang hendak berbelok atau masuk ke kawasan perusahaan di sepanjang jalan tersebut.

Selanjutnya di Simpang Panbil dan depan Kepri Mall. Kemacetan mulai terjadi dari depan Stadion Tumenggung Abduljamal. Kemacetan di lokasi jalan itu juga bisa memakan waktu hingga sejam bagi kendaraan roda empat. Penyebab kemacetan karena kendaraan yang bergerak dari arah Batuaji dan Seibeduk sangat banyak.

Kondisi tersebut sangat mengganggu aktivitas warga. Warga yang hendak kerja harus berjuang dari subuh agar bisa sampai ke tempat kerja tepat waktu.
“Saya masuk kerja pukul 08.00 WIB, jam setengah enam saya sudah bergerak dari rumah. Itu karena saya harus melewati tiga titik macet mulai dari depan SP sampai di sini,” ujar Junaidi, warga Batuaji.

Keluhan serupa juga disampaikan oleh para sopir truk ataupun mobil operasional perusahaan. Akibat kemacetan itu mereka sering telat membawa material perlengkapan perusahaan ke lokasi perusahaan.

“Ya mau gimana lagi situasi jalan memang begini setiap pagi. Kadang harus keluar lebih cepat biar tak terlambat antar atau jemput barang perusahaan,” ujar Agus, sopir truk operasional perusahaan di Mukakuning.

Seperti diketahui, dua tahun terakhir Pemerintah Batam fokus dengan proyek pelebaran jalan di Batuaji dan Sagulung. Jalan Brigjen Katamso dan R Suprapto sebagian sudah lebar jadi lima lajur. Harapan warga, agar proyek serupa juga terjadi di sepanjang jalan Ahmad Yani mulai dari Dam Mukakuning hingga depan Kepri Mall. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Sudah Dibiayai Jangan Lupa Pulang, 413 Alumni LPDP Ogah Pulang

0
Ilustrasi beasiswa.

batampos – Pulang, pulang, pulang! Pesan itu disampaikan oleh Presiden Joko Widodo pada LPDP Fest, Kamis (3/8). Seruan Jokowi bukannya tanpa alasan. Sebab, bukan rahasia lagi bahwa banyak alumni yang merupakan awardee beasiswa LPDP di luar negeri yang enggan mudik ke Tanah Air.

Meski telah menempuh pendidikan dengan dibiayai oleh negara pun, masih banyak awardee yang enggan pulang. ‘’Setelah selesai studi, pulang, berkaryalah. Ilmu jangan diendapkan untuk diri sendiri. Mungkin gaji di sini lebih rendah sedikit, tetap pulang! atau fasilitas di negara lain lebih enak, pulang!’’ imbuh Jokowi.

Alasannya para awardee ogah kembali ke luar negeri pun macam-macam. Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Andin Hadiyanto pernah memerinci alasan mengapa pada awardee itu enggan pulang. Mulai dari menikah dengan orang luar negeri hingga melanjutkan studi di luar negeri.

Direktur Beasiswa LPDP Dwi Larso menjelaskan, ada 413 awardee yang tidak pulang. ‘’Angka 413 adalah kumulatif selama 11 tahun terakhir yang dilaporkan belum pulang. Semua sudah diproses sejak laporan diterima bahkan sejak awal-awal berdirinya LPDP sampai sekarang,’’ ujarnya kepada Jawa Pos, kemarin.

Dwi memerinci, dari sekitar 20 ribu lebih alumni LPDP, hanya 4 orang yang diberi sanksi pengembalian dana. ‘’Dimana 3 diantaranya sudah melunasi. Sekecil apapun angka ini, LPDP akan terus memproses setiap laporan ketidakpulangan sesuai peraturan yang berlaku,’’ tegasnya.

Imbauan yang disampaikan Jokowi pun memang sudah sesuai fakta. Sebab, seluruh penerima beasiswa LPDP tentu memiliki kewajiban yang telah tertuang dalam kontrak.

Adapun kontrak pengabdian 2N+1 adalah bekerja secara berturut-turut selama dua kali masa studi ditambah satu tahun. Jika tidak mengabdi, sanksinya adalah pengembalian dana pendidikan, pemblokiran dari program LPDP di masa depan, dan publikasi di kanal resmi LPDP.

‘’Lulusan yang berada di luar negeri, yang masih dalam masa pengabdian, memang harus pulang. Alumni yang mendapatkan izin dari LPDP (adalah) karena ada kepentingan nasional yang diemban, (jadi sifatnya) sementara bisa berada di luar negeri. Bagi yang tidak memiliki izin dari LPDP, maka diproses sesuai peraturan yang berlaku untuk segera pulang,’’ tegas Dwi.

Menkeu Sri Mulyani Indrawati menuturkan, ketika LPDP baru diluncurkan pada 2012, dana kelolaanya baru mencapai sekitar Rp 1 triliun. Jumlah dana kelolaan itu terus bertambah seiring waktu, di mana saat ini nilainya telah mencapai Rp 139,1 triliun. Dengan dana kelolaan yang terus bertambah tersebut, LPDP telah membiayai pendidikan sekitar 200.000 putra-putri bangsa. Angka ini terdiri dari 40.174 penerima beasiswa murni, 159.752 penerima beasiswa LPDP – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta 20.089 penerima beasiswa LPDP – Kementerian Agama.

Selain membiayai studi putra-putri bangsa, LPDP juga memberikan dana bantuan penelitian. Sri Mulyani menyebutkan, jumlah proyek penilitian yang didanai LPDP jumlahnya telah mencapai 2.426. “Ini adalah salah satu instrumen untuk mewujudkan mimpi kita agar para putra-putri generasi muda Indonesia, mereka yang memiliki impian dan ambisi tinggi, mereka enggak lihat tantangan sebagai sesuatu yang membuat kecil hati, tapi mereka akan berkompetisi sangat keras,” tuturnya.

Pesan yang sama turut disampaikan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Nadiem Makarim. Ia menekankan, bahwa beasiswa ini bukan hanya privilese bagi para penerima awardee. “Tapi ini juga tanggung jawab untuk memberikan kontribusi besar pada negara,” tegasnya.

Menurutnya, kontribusi alumni LPDP akan sangat berpengaruh bagi perkembangan bangsa. Karenanya, ia pun berulang kali mengingatkan para penerima beasiswa LPDP untuk pulang ke Indonesia dan berkontribusi bagi bangsa. “Jangan lupa untuk memberikan kembali kepada negara ini,” katanya.

Selain itu, Mantan Bos Gojek tersebut juga berpesan agar para penerima maupun alumni LPDP untuk senantiasa menjaga relasi selama menimba ilmu. Dia menilai, networking ini nantinya akan berdampak baik bagi bangsa.

Lebih lanjut, Nadiem mengungkapkan, bahwa banyak program Kemendikbudristek yang memperoleh dukungan dari LPDP. Khususnya, untuk program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang telah dirasakan lebih dari 310 ribu mahasiswa di Indonesia.

Dalam MBKM ini, tak hanya menghadirkan program beasiswa ke luar negeri seperti Indonesia International Student Mobility Awards (IISMA). Namun, ada pula magang studi independen bersertifikat (MSIB). Di mana, mahasiswa dikirim ke daerah untuk membantu meningkatkan literasi dan numerasi siswa SD dan SMP.

STATEMENT AWARDEE dan UGM

Isu enggan kembali ini sebenarnya bukan barang baru di lingkungan para penerima awardee. Umar Syaroni, Awardee Beasiswa Afirmasi Disabilitas LPDP di The University of Sydney, Australia mengaku, kerap mendengar rekannya sesama penerima beasiswa yang ingin tinggal di negara tempat kampusnya berada. “Di lingkungan terdekatku sih ada yang pengen stay, tapi jadi atau nggaknya aku gak tau,” ujar mahasiswa PhD in Arts and Social Sciences ini.

Rata-rata, mereka gelap mata karena gaji yang lebih tinggi ketimbang di Indonesia. Ditambah, ada gengsi yang bisa diperoleh ketika stay atau bekerja di luar negeri.

Diakuinya, miris memang jika banyak awardee yang tergiur untuk tidak pulang. Padahal, sudah banyak banyak uang negara yang terpakai untuk mendidik mereka di luar negeri. ”Studi di luar negeri memang membanggakan, begitu juga kehidupan yang ditawarkan cukup menggiurkan. Tapi, sebagai awardee LPDP harusnya punya kesadaran untuk pulang ke Indonesia dan berkontribusi di bidang yang ditekuni,” ungkapnya.

Sebetulnya, kata dia, untuk jadi Awardee LPDP perlu melewati banyak tahapan. Mulai dari esai dan wawancara yang mengandung janji untuk kembali membangun Indonesia. Jadi memang butuh integritas untuk mewujudkan janji tersebut.

”Aku pribadi disabilitas dan ingin ikut serta dalam membangun Indonesia Inklusif. Salah satunya ingin jadi dosen, sehingga bisa mewujudkan inklusivitas di bidang pendidikan,” jelasnya.

Selain itu, ada kontrak yang menandatangani berupa surat pernyataan bermaterai dan berisi kewajiban penerima. Setelahnya, terbit Surat Keterangan Penerima Beasiswa yang isinya hak penerima beasiswa dan Letter of Guarantee, untuk bukti pendanaan ke kampus.

Lalu, ada jatah 2n+1 untuk kewajiban berkontribusi di Indonesia setelah lulus. Jatah 2n+1 ini maksudnya bekerja secara berturut-turut di Indonesia selama dua kali masa studi ditambah satu tahun. ”(Ada sanksi juga, red) Sanksinya mengembalikan seluruh dana yang dikeluarkan LPDP,” tuturnya.

Sebetulnya, lanjut dia, alumni LPDP boleh bekerja atau magang di luar negeri. Asal, masih terkait dengan Indonesia dan global. Misal bekerja di PBB, World Bank, dan lainnya.

Beda dengan Umar, teman-teman alumni LPDP Ikbal, bukan nama sebenarnya, sudah banyak yang “kabur” dan tak kembali ke Tanah Air usai masa studinya rampung. Ada yang mendapat beasiswa lanjutan, namun tetap tak kembali hingga alasan ingin merasakan bekerja di luar negeri yang pada akhirnya tak kembali juga. ”Kerja di sana eh terus dapat jodoh di sana dan nggak balik,” tuturnya.

Sepengetahuannya, teman-temannya yang “kabur” ini pun tak pernah dikejar-kejar oleh pihak-pihak terkait untuk mengembalikan uang beasiswa yang telah mereka pakai. Hanya ada email-email yang datang untuk menagih laporan pendanaan tesis dan laporan kelulusan mereka. Karena, kadang ada dari mereka yang lupa untuk laporan.

Selain itu, lanjut dia, dalam kontrak dia dulu, aturan 2n+1 tak masuk dalam kontrak. Lalu, tak disertakan pula soal sanksi apabila penerima beasiswa tak kembali. ”Mungkin itu kali ya, banyak yang kabur karena emang nggak ada dikontrak. Beda sama management trainee, yang secara jelas menyampaikan kalau keluar sebelum masa ikatan dinas berakhir maka harus mengembalikan gaji dan lainnya,” paparnya.

Namun kabarnya, kata dia, aturan ini sudah diubah. Keterangan untuk 2n+1 sudah lebih jelas ditekankan saat ini. Bahkan, ada konsekuensi hukum bila melanggar. Ikbal pun setuju dengan pembaharuan ini. Dengan begitu, penerima beasiswa tak seenaknya mengartikan kontrak dan kabur dengan leluasa. ”Emang perlu sih ditulis dengan lugas di kontak beasiswa. Jadi, orang gak merasa gak ada kewajiban untuk balik,” pungkasnya.

Sementara itu, di tengah polemik penerima beasiswa LPDP di luar negeri yang tak kembali, ternyata kampus dalam negeri juga sangat diminati bagi para awardee. Universitas Gadjah Mada (UGM) misalnya. Tahun ini, dari total 304 mahasiswa penerima beasiswa LPDP, 85 mahasiswa diantaranya memilih UGM sebagai kampus tujuan. UGM menjadi tujuan favorit nomor satu bagi penerima beasiswa dalam negeri.

”Mungkin karena variasi prodi dan jumlah prodi banyak ya,” ujar Rektor UGM Ova Emilia saat dikonfirmasi mengenai hal ini, Selasa (8/8). Selain itu, kata dia, living cost di Jogja yang terjangkau turut menjadi salah satu faktor tingginya animo mahasiswa untuk belajar di sana.

Direktur Kemitraan dan Relasi Global UGM Puji Astuti menambahkan, capaian tersebut tentu menjadi salah satu indikator keberhasilan UGM dalam mewujudkan visinya. Yakni, menjadi perguruan tinggi nasional berkelas dunia yang unggul dan inovatif, mengabdi kepada kepentingan bangsa, dan kemanusiaan dijiwai nilai-nilai budaya bangsa berdasarkan Pancasila.

”UGM masih menjadi tujuan favorit mahasiswa beasiswa LPDP, mengalahkan skema BPI (Beasiswa Pendidikan Indonesia, red) Kemendikbud yang kebanyakan ke UK,” ungkapnya.

Meski telah berkelas dunia, lanjut dia, UGM juga berdedikasi untuk dapat memberikan pendidikan merata bagi seluruh pelajar di Indonesia. Karenanya, berbagai peluang dan kemudahan telah terbuka untuk seluruh calon mahasiswa yang ingin mengenyam pendidikan di UGM.

Angkatan 209, Asa Gaharu rencananya akan diberangkatkan pada Agustus dan Januari 2024. Ada 11 negara yang jadi lokasi tujuan para penerima beasiswa ini. Melalui beasiswa LPDP, pelajar Indonesia diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan emasnya untuk mencurahkan waktu dan kerja kerasnya dalam menempuh pendidikan lanjut, baik di dalam maupun luar negeri. Hasil pembelajaran tersebut tentunya menjadi dasar generasi ini untuk dapat berkontribusi bagi negara dan bersaing di masa depan

Sebagai informasi, nama “Asa Gaharu” sendiri memiliki makna khusus. Yakni, semangat angkatan 209 menuju perkembangan teknologi, mengedepankan isu lingkungan, dan keberlangsungan generasi masa depan.

Program LPDP pertama kali dibentuk pada 28 Desember 2011 sebagai satuan kerja di bawah Kementerian Keuangan. Program ini utamanya ditujukan untuk merealisasikan alokasi dana pendidikan dalam prioritas APBN. Beasiswa LPDP terdiri dari pendanaan dalam negeri dan luar negeri, melalui beasiswa tesis dan disertasi, afirmasi, dan pendidikan dokter spesialis di dalam dan luar negeri. (*)

Reporter: JP Group

Ria Ricis Bacakan Komen Haters, Take Down Video Konten Ibu Masuk UDG

0
Ria Ricis (IG riaricis 1975)

batampos – Ria Ricis membaca satu persatu komentar kasar dari haters. Beberapa hari lalu, Ria Ricis mengucapkan permintaan maaf dan terima kasih kepada netizen yang telah menyerbu kolom komentar di kanal YouTube-nya, terkait ibunya yang masuk UGD. Ia juga take down video konten Ibunya masuk UDG

“Males banget liat ni orang. Gak jelas any*ng si Ria. Kakak-kakaknya kok pada ngebiarin adeknya begini sih,” tulis beberapa Netizen yang dibacakan oleh Ria Ricis di YouTube-nya pada Selasa (8/8).

Baca juga:Winter Aespa Dapat Ancaman Pembunuhan

Dalam video tersebut, Ria Ricis tidak segan untuk memperlihatkan siapa saja yang berkomentar kasar terhadapnya. Ia memunculkan screenshoot komentar beserta nama akun dalam videonya.

Ria Ricis membaca komentar netizen tersebut dengan tegas ala paranormal yang membawa lilin sambil diputar-putar. Bukan tampak sedih ataupun tidak senang, dalam video tersebut Ria Ricis malah tampak adem ayem dan masih bisa tersenyum dan bercanda.

Ria Ricis memang tidak membalas komentar mereka satu persatu ataupun mengklarifikasi. Karena beberapa hari lalu ia telah mengunggah sebuah Insta story yang menurutnya sudah jelas duduk perkaranya.

“Makasih ya semua yang udah ingetin bahwa aku tidak boleh ngevlog dan dokumentasikan di YouTube sama ibuku yang lagi sakit. Makasih ya udah ingetin aku gak boleh minta doa sama followers aku di YouTube. Makasi ya, aku ga buat lagi kok,” unggah Ricis di Instastory-nya pada Sabtu (5/8).

Ricis pun memberikan sindiran dengan ucapan terima kasih dan tidak akan membuat video tentang sakit ibunya di rumah sakit lagi. “Kenang2an nya nanti nonton di uma aja ya. Karena uma jg buat vlog bersama ibu,” tambah Ricis.

Ricis juga menyarankan untuk melihat vlog tentang ibunya di YouTube Ustadzah Oki saja. Tidak hanya itu, ia juga langsung men-take down video konten ibunya tersebut yang masuk UGD. (*)

Reporter: jp group

Pekan Depan, Tim Terpadu Lakukan Pembersihan Lahan TPU di Kawasan Hutan Lindung Sei Jago Tanjunguban

0
Bupati Bintan, Roby Kurniawan menemui masyarakat Tanjunguban di kantor Bupati Bintan, Bintan Buyu, Selasa (8/8/2023). F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos– Tim terpadu tempat pemakaman umum (TPU) di kawasan hutan lindung Sei Jago, Tanjunguban telah dibentuk.

Pekan depan, tim mulai bekerja untuk melakukan pembersihan lahan TPU baru yang masih ditempati petani pengarap.

“Besok (Rabu) tim terpadu rapat terkait rencana land clearing lahan TPU baru di Tanjunguban,” kata Kadis Perkim, M Irzan di kantor Bupati Bintan, Bintan Buyu, Selasa (8/8/2023).

Sebelum dilakukan land clearing, dia mengatakan, pihaknya akan mengimbau petani pengarap.

Setelah itu, tim akan menurunkan kendaran dan alat berat untuk menunjang kegiatan land clearing.

“Senin mulai land clearing. Rencananya selama satu minggu,” kata dia.

BACA JUGA: Dua Orang Pelaku Ilegal Logging di Hutan Lindung Gunung Lengkuas, Bintan Diamankan

Bupati Bintan, Roby Kurniawan usai menerima masyarakat Tanjunguban di kantornya, Selasa (8/8/2023) menyampaikan, pihaknya akan rapat bersama tim terpadu sebelum melakukan pembersihan lahan di lokasi lahan TPU Sei Jago Tanjunguban.

Menurutnya, masalah TPU di Tanjunguban sudah sangat mendesak. Karena itu, pihaknya menindaklanjuti dengan pembentukan tim terpadu.

“Rabu Kamis ini kita rapat bersama tim terpadu untuk memulai rencana land clearing,” kata dia.

Dia berharap, proses land clearing berjalan dengan aman dan lancar karena penggunaan lahan TPU baru di Tanjunguban sudah menjadi kebutuhan yang sangat mendesak. (*)

reporter: slamet

Modal Rp 700 Ribu, Gasak Kartu Kredit Rp 1,6 Miliar

0
ilustrasi kartu kredit. (dok jawapos.com)

batampos —Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipid Siber) Bareskrim berhasil mengungkap kejahatan akses ilegal yang menargetkan warga negara Jepang. Seorang tersangka yang berperan sebagai pengendali berinisial DK berhasil ditangkap. Hanya bermodalkan Rp 700 ribu, DK berhasil menggasak Rp 1,6 miliar dari belasan kartu kredit warga Jepang.

Direktur Tindak Pidana Siber (Dirtipid Siber) Bareskrim Polri Brigjen Adi Vivid Agustiadi Bachtiar menuturkan, kasus diawali dengan kerjasama antara Kepolisian Jepang dengan Polri. Karena di asal negaranya ada delapan laporan polisi penggunaan kartu kredit yang tidak diketahui pemiliknya. ”Kami koordinasi untuk melakukan penangkapan,” paparnya.

Kepolisian Jepang menangkap seorang warga negara Indonesia berinisial SB. Pelaku di Jepang ini berperan membiarkan komputrnya diremote jarak jauh oleh DK yang berada di Indonesia. ”SB ini hanya hidupkan computer, lalu computer diremote oleh DK,” urainya.

Menurutnya, SB dapat tertangkap karena barang-barang yang dibeli menggunakan kartu kredit WN Jepang itu dikirim ke alamatnya. Yang selanjutnya, kepolisian Jepang berkoodinasi dengan Polri. ”Kami langsung telusuri,” tuturnya.

Akhirnya, DK mampu ditangkap petugas kepolisian di Jogja pada Juni lalu. Adi menjelaskan bahwa DK ternyata memiliki kemampuan mengakses kartu kredit WN Jepang karena membelinya dari sebuah situs hacker. Harga membeli jasa itu di situs sekitar Rp 700 ribu per paket. ”Situs sudah diblok, untuk penjualannya bahkan diajari bagaimana cara mengakses kartu kredit itu,” urainya.

Sejak 2021, DK bersama SB mampu menggasak uang Rp 1,6 miliar dari belasan kartu kredit WN Jepang. Menurutnya, untuk DK mendapatkan Rp 1 miliar dan SB mendapatkan Rp 600 juta. ”Dibagi dua itu,” jelasnya.

Dia mengatakan, sejak awal DK dan SB merupakan teman atau kenalan di tempat kerja yang sama. Sebelumnya, DK dan SB merupakan disk jokcey di Bali.”Lalu SB pergi bekerja ke Jepang sebagai Chef. Yang akhirnya ditawari temannya DK untuk melakukan kejahatan,” terangnya.

Sementara Atase Kepolisian Jepang Kedubes Jepang Miyagawa menuturkan, apresiasinya terhadap kinerja Polri dalam mengungkap kasus dengan korban WN Jepang. Pengungkapan ini merupakan kasus pertama yang berhasil diungkap dalam kerjasama antara kepolisian Jepang dan Polri. ”Ini sejarah pertama kalinya,” ujarnya. (*)

Reporter: JP Group

Cara Kerja Pembobol Kartu Kredit

– Pelaku berinisial DK membeli jasa pembobolan kartu kredit di situs hacker.

– DK mengajak pelaku SB yang berada di Jepang memuluskan aktivitas. Hanya dengan menhaktifkan komputer dan menerima barang.

– Pelaku DK meremote komputer SB dan membeli berbagai barang dengan kartu kredit WN Jepang.

– Pelaku SB menjual berbagai barang hasil pembelian.

– Pelaku SB mengirimkan uang hasil penjualan ke DK.

Istri Tersangka Sabu 1,94 Kg Bekerja sebagai Honorer di Pemkab Karimun

0
Foto: Tri Haryono / Batam Pos
4 tersebut yang diamankan Satresnarkoba Polres Karimun

batampos– Ternyata istri dari salah satu tersangka kasus narkoba jenis sabu seberat 1,94 kg yang diungkap Polres Karimun bekerja sebagai honorer di Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Karimun.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Karimun, M Yosli yang dikonfirmasi secara terpisah menyatakan, memang istri DA (Dedi) bekerja sebagai tenaga honorer ditempatnya.

BACA JUGA: Kasat Narkoba : Tidak Ada Intervensi Terhadap Penanganan Anak Wabup Karimun

”Hanya saja sejak dua hari lalu ambil cuti tahunan dan tidak masuk kantor. Meski demikian, pendapat saya istri DA selama bekerja di dinas ini rajin dan bagus dalam bekerja. Kalau soal hal lain saya juga tidak begitu mengetahui,” imbuhnya.

Informasi yang dihimpun dari anggota polisi yang tidak mau disebutkan namanya tersangka PN alias PCK kenal dengan bandar Malaysia karena memang  bisa menyelundupkan PMI ke Malaysia secara ilegal.

”Biasanya PN alias PCK ini bersama dengan MR alias RN kalau menyelundupkan TKI ke Malaysia. Karena ada pesanan sabu, mungkin dia mencari tahu siapa bandar di Malaysia,” terang sumber. (*)

reporter: sandi

Polisi Singapura Siap Bekerja Sama Awasi Penyelundupan BBL dari Indonesia

0
IMG 20230808 WA0003 e1691514117712
Dirjen PSDKP bersama Deputy Commander Singapore Police Coast Guard, Daniel Seah saat di Batam. Foto humas ditjen PSDKP

batampos – Singapore Police Coast Guard (SPCG) siap mendukung pemerintah Indonesia untuk mengawasi aktifitas penyelundupan Benih Benur Lobster (BBL) melalui Singapura.

Ini disampaikan oleh Deputy Commander Singapore Police Coast Guard, Daniel Seah menanggapi wacana Kementerian Kelautan dan Perikanan Kepri untuk menggandeng kerja sama melawan aktifitas penyelundupan BBL.

Dalam siaran pers Humas Ditjen PSDKP yang dikeluarkan humas KKP Daniel Seah mengatakan, selaku otoritas di perbatasan, Coast Guard Singapura siap bekerja sama dengan Ditjen PSDKP untuk memperkuat pengawasan importasi BBL ilegal dari Indonesia ke Singapura.

Baca Juga: Tergiur Rp 500 Ribu, Karyawan Swasta di Batam Terancam Penjara Seumur Hidup

Coast Guard Singapura juga mengusulkan agar KKP dapat menginisiasi kesepakatan dengan Food Authority Singapura untuk menerbitkan aturan mengenai kewajiban penyertaan dokumen atau sertifikat perizinan bagi setiap komoditas perikanan yang masuk ke wilayah Singapura. Hal tersebut dikarenakan selama ini dokumentasi tersebut hanya diberlakukan di negara tujuan.

Melalui kesepakatan tersebut, Coast Guard Singapura akan memiliki kewenangan lebih kuat untuk melakukan penindakan terhadap importasi BBL illegal dari Indonesia yang tidak dilengkapi dokumen atau sertifikat yang dipersyaratkan.

“Nantinya kapal-kapal yang tidak membawa dokumen, atau memalsukan dokumen tidak diperbolehkan masuk ke perairan Singapura dan PSDKP dapat langsung melakukan penangkapan,” ungkap Daniel Seah.

Sementara KKP sendiri menyebutkan rencana kerja sama ini sangat diperlukan untuk terus memberantas aktifitas ilegal penyelundupan BBL ke luar. Ini sebagai langkah maju dalam upaya memberantas penyelundupan BBL dari Indonesia melalui Singapura.

Baca Juga: Terkait Lahan, Polda Kepri  Periksa Tokoh Masyarakat Galang 

“Salah satu hal poin pentingnya bahwa Coast Guard Singapura memahami urgensi Ditjen PSDKP sehingga melakukan pengejaran (hot pursuit) hingga ke wilayah perbatasan perairan Singapura,” ujar Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Adin Nurawaluddin, setelah melaksanakan pertemuan kedua dengan Singapore Police Coast Guard (SPCG) di Batam.

Adin menjelaskan, bahwa pelaksanaan Hot Pursuit ini penting mengingat selama ini selalu menjadi kendala dalam upaya penanganan penyelundupan BBL di wilayah perbatasan kedua negara. Harapannya melalui kerja sama tersebut, Singapura dan Indonesia yang berbagi perbatasan laut yang sama ini dapat bekerja sama secara erat untuk keselamatan dan keamanan kawasan.

“Ini modus yang sering dilakukan para penyelundup BBL, mereka mencoba lolos dari aparat dengan melarikan diri ke wilayah perbatasan perairan Singapura,” ungkap Adin.

Baca Juga: Jual Surat MC Palsu di Batam, Suami Istri Dipidanakan

Terkait usulan dari Daniel Seah, tentu saja KKP menyambut positif, karena mampu mendukung pemberantasan penyelundupan BBL secara lebih efektif. Wilayah perbatasan laut Indonesia – Singapura merupakan wilayah yang cukup intens terjadi penyelundupan ekspor BBL, kayu mangrove, hingga pencemaran perairan, tepatnya di kawasan Outer Port Limit (OPL).

Semangat kerja sama ini sejalan dengan kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono terus meningkatkan kekuatan pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan melalui strategi fisheries intelligence, sarana dan prasarana pengawasan serta sinergi dengan berbagai pihak untuk melindungi keberlanjutan sumber daya kelautan dan perikanan dalam negeri. (*)

 

Reporter: Eusebius Sara

Oklin Fia Bikin Konten Jilat Es Krim, Pengamat Sebut Strategi Marketing

0
Oklin Fia. (@oklinofia/akun fanbase)

batampos – Direktur Eksekutif Komunikonten Hariqo Satria menilai, kelakuan selebgram Oklinfia yang melakukan aksi tak senonoh dengan menjilat es krim sambil jongkok di depan kemaluan pria memang sudah direncanakan. Hal itu dilakukan sebagai bentuk marketing agar viral seperti yang terjadi saat ini.

“Mengapa ia melakukannya dengan berjibab? Menurut saya, ini sudah terkonsep dengan baik,” kata Hariqo dalam akun Instagram resminya, dikutip JawaPos.com seizin dirinya, Rabu (9/8).

Baca Juga:Marshanda Tegaskan Masih Beragama Islam

“Bikin video pornoaksi yang kontroversial, viral lalu dibicarakan. Bagi mereka sesuatu dianggap prestasi kalau viral,” imbuhnya.

Pasalnya, Hariqo mengatakan bahwa konten viral yang negatif hasilnya bisa positif dengan beberapa cara. Salah satunya adalah dengan meminta maaf.

“Tinggal cari tokoh yang bilang ‘Dia sudah minta maaf,’ lalu pengikut atau follower bertambah, tawaran endorse meningkat, populer, dan Oklinfia mendapatkan pekerjaan tambahan,” terangnya.

Pola marketing itu, katanya, sudah banyak dilakukan pengguna media sosial lainnya dan memang punya dampak positif yang besar.

“Oklinfia mengikuti bukan karena dia bodoh, tapi dia mengganggap pengguna medsos lainnya kurang cerdas. Dia tidak peduli dampak buruk videonya pada pelajar,” tandas Hariqo.

Selebgram Oklin Fia baru-baru ini mendapat sorotan tajam dari netizen. Hal itu lantaran aksinya makan es krim di depan kemaluan pria viral di media sosial.

Banyak netizen yang menghujat Oklin atas aksinya tersebut. Tidak sedikit juga yang meminta Oklin untuk dilaporkan, karena dianggap menistakan agama.

Selain itu, penampilan Oklin sendiri juga menuai kontroversi. Itu karena Oklin dikenal berhijab namun berpakaian serba ketat yang menonjolkan lekuk tubuhnya.

Di samping konten makan es krimnya yang viral, sebagian besar postingan Oklin memang berbau dewasa dan dianggap tidak senonoh oleh netizen.

Namun, alih-alih melakukan klarifikasi setelah video makan es krimnya viral, akun instagram Oklin justru terpantau lenyap bak ditelan bumi. Ketika dicari di pencarian, akun instagramnya tidak akan muncul.

Sebelumnya Oklin memiliki followers sekitar 415 ribu. Sebelum akun Instagramnya lenyap, Oklin membagikan konten sederhana yang memperlihatkan dirinya makan es krim di dekat kemaluan pria. Dia makan es krim tersebut sambil menatap kamera.(*)

Reporter: jp group

Pemesan Narkoba ke Malaysia Diburu Polisi, Kasus Sabu Libatkan Anak Wabup Karimun

0
AKP Arsyad Riyandi

batampos– Jajaran Satres Narkoba Polres Karimun berhasil mengungkap peredaran Narkotika jenis sabu dengan menangkap empat tersangka dan barang bukti 1,94 kg. Salah satu tersangka adalah Dedi yang merupakan anak dari Wakil Bupati Karimun, Anwar Hasyim.

 Dari penangkapan ini, Kapolres Karimun, AKBP Ryky Widya Muharam melalui Kasat Narkoba, AKP Arsyad Riyandi, Selasa (8/8) mengatakan, bahwa saat ini pihaknya masih melakukan pengembangan dari pengungkapan kasus 1,94 kg sabu.
 ”Salah satu yang kita kembangkan adalah sarana yang digunakan oleh tersangka PN alias PCK untuk menjemput sabu dari Malaysia. Karena yang memesan ke Malaysia dengan orang berinisial BO (DPO) dia juga. Untuk itu, saat ini kita masih menyelidiki keberadaan speedboat yang digunakan,” paparnya.
Dari pengakuan PN, lanjut Arsyad, bahwa speedboat yang digunakan tersebut adalah sewaan. Tersangka PN sudah memberikan keterangan penyidik. Dan, saat ini speedboat tersebut masih dilakukan pencarian. Karena, termasuk sarana yang digunakan untuk membawa sabu 1,94 kg.
   Menyinggung tentang ada tersangka yang pesta sabu di kamar hotel, Arsyad menyatakan, di kamar hotel tempat dilakukan penanganan tidak ada yang mengkonsumsi sabu.
   ”Kamar hotel itu rencananya oleh tersangka PN dan MR alias RN dijadikan tempat transaksi atau menjual sabu. Namun, sebelum transaksi terjadi kita lakukan penggerebekan dan penangkapan,” jelasnya.
   Dikatakannya, pada saat dua bungkus barang bukti yang diamankan berupa sabu yang dikemas dengan kemasan teh cina polisi sempat bertanya. Karena, ada bekas yang dirusak atau bolong di satu bungkusan teh cina. Ternyata, sudah diambil dan disimpan di rumah kontrakan FA alias GN dan dikemas dalam 5 paket. Jumlahnya 40,1 gram.
   ”Makanya, 1,94 kg lebih itu berasal dari 2 bungkus sabu yang dikemas dengan kemasan layaknya teh cina. Dan, jumlah satu bungkus itu tidak mesti 1 kg. Biasanya 980 gram atau 990 gram,” katanya.
   Dari empat orang tersangka, tambah Arsyad, hanya satu orang tersangka yang dites urin positif. Yakni, terhadap tersangka FA alias GN. Karena, diduga dari  5 paket yang ditemukan di rumah kontrakannya ada yang sudah digunakan. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya bong atau alat hisap. (*)
reporter: sandi