
batampos– Kebutuhan gas subsidi 3 kilogram atau yang sering disebut gas melon di Karimun beberapa waktu lalu sempat menghilang dari peredaran. Namun, tidak lama kembali beredar dipasaran dan tidak bertahan lama langsung habis kembali.
” Iya bang susah sekarang dapat gas melon. Begitu dapat, saya sangat khawatir karena segel gasnya sangat gampang dibuka,” keluh Sima seorang ibu rumah tangga, Senin (7/8).
Kejadian tersebut, sudah sering terjadi dan dirinya sangat khawatir terhadap gas melon keamananya. Selain itu, isi dari gas melon juga tidak tertutup kemungkinan bisa berkurang dari 3 kilogram.
” Khawatir jugalah. Sudah saya sampaikan sama penjual. Mereka akan sampaikan sama agen nantinya untuk ditindaklanjuti,” ucapnya.
Sementara itu Kepala Bidang ESDM Vandarones Purba dikonfirmasi tentang hal tersebut mengatakan, untuk pemasangan segel gas melon tersebut dipasang di SPBE Tanjung Uban setelah proses pengisi. Sebab, segel tersebut tidak gampang dibuka dengan mudah.
BACA JUGA: Beli Gas 3 Kg harus Lampirkan Fotokopi KTP
” Terimakasih informasinya, nanti saya sampaikan kepada pihak Pertamina dan SPBE Tanjung Uban. Agar, pemasangan segel jangan mudah dibuka, serta pemasangan segel harus sesuai ketentuan,” jawabnya.
Sedangkan, Ketua Lembaga Perlindungan Konsumen Kepri 1 Jantro Butar Butar saat dimintai tanggapannya mengungkapkan, sangat menyayangkan masih ditemukannya gas melon yang segelnya mudah dicabut. Sehingga, sangat dirugikan kepada konsumen sebagai pengguna serta tidak tertutup kemungkinan bisa mengakibatkan hal-hal yang tidak diinginkan.
” Seharusnya, gas subsidi itu sampai konsumen aman semuanya. Baik itu tabung, segel dan isi gas benar-benar 3 kilogram. Nah, sekarang apakah isinya sampai 3 kilogram atau tidak,” tanyanya.(*)
reporter: tri haryono









