Jumat, 19 Juni 2026
Beranda blog Halaman 492

Tempat Bukber Eksklusif! 5 Hotel Bintang 5 di Batam dengan Menu Spesial Ramadan

0
Menu buka puasa di Grand Mercure Batam Centre. (IG@grandmercurebatamcentre_)

batampos – Bulan Ramadan segera berakhir dalam beberapa hari. Momen spesial ini bisa dimanfaatkan dengan buka puasa bersama di tempat istimewa.

Kota Batam menghadirkan sejumlah hotel bintang lima yang menawarkan pengalaman buka puasa yang lebih istimewa.

Berikut 5 Hotel Bintang 5 di Batam dengan Menu Spesial Ramadan

1. Wyndham Panbil Batam

Buka puasa dengan menu yang berubah setiap hari dari menu Nusantara, Timur Tengah, dan Chinese. Ada berbagai pilihan dessert juga yang bisa kamu pilih. Lokasi di Jl. Ahmad Yani, Mukakuning, Kecamatan Seibeduk, Kota Batam.

2. Grand Mercure Batam Centre

Salah satu hotel yang menyajikan kue dan takjil tradisional dan modern. Hidangan kambing guling jadi menu utama. Lokasi di Jl. Raja H. Fisabilillah, Teluk Tering, Kecamatan Batam Kota, Kota Batam.

3. Batam Marriott Hotel Harbour Bay

Tempat buka puasa mewah dengan cita rasa pilihan menu Nusantara, Chinese, Turkish Arabian, dan Omani. Berbagai pilihan menu bikin momen buka puasa lebih istimewa. Lokasi di Harbour Bay Downtown, Jl. Duyung, Jodoh River, Batuampar, Batam.

4. Montigo Resorts Nongsa

Buka puasa dengan tema Arab dengan berbagai menu. Kamu bisa buka puasa di pinggir pantai. Lokasi di Jl. Hang Lekiu, Sambau, Kecamatan Nongsa, Kota Batam.

5. Radisson Golf & Convention Center Batam

Hotel ini menyediakan paket buka puasa di dua tempat berbeda. Kamu bisa menikmati berbagai pilihan menu Nusantara dan Internasional. Lokasi di Residential Area, Jl. Bukit Indah Raya, Sukajadi, Batam.

Permintaan reservasi buka puasa di hotel-hotel biasanya meningkat menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Masyarakat yang ingin menikmati pengalaman berbuka puasa di hotel bintang lima disarankan melakukan pemesanan lebih awal agar tidak kehabisan tempat.(*)

Artikel Tempat Bukber Eksklusif! 5 Hotel Bintang 5 di Batam dengan Menu Spesial Ramadan pertama kali tampil pada Metropolis.

Wacanakan Penertiban Pengkritik dan Pengamat, Prabowo Dinilai Antikritik

0
Presiden Prabowo Subianto. (istimewa)

batampos – Koalisi Masyarakat Sipil mempertanyakan sikap antikritik Presiden Prabowo Subianto yang disampaikan hanya dalam hitungan jam, usai serangan air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus. Pasalnya, Prabowo menyampaikan wacana penertiban terhadap pengkritik dan pengamat yang dianggap ‘tidak patriotik’

Direktur Eksekutif Public Virtue Research Institute (PVRI), Muhammad Naziful Haq, menyatakan bahwa mengkotak-kotakan pengamat hanya berdasarkan pada ukuran patriotisme jelas membahayakan demokrasi.

“Ini sama seperti memberi tanda, yang submisif dipelihara, yang kritis dieliminasi. Kata ‘penertiban’ itu sendiri dalam sejarah rezim politik di Indonesia kenyataannya lebih sering berwujud kekerasan daripada ‘tertib’ yang sebenarnya,” kata Muhammad Naziful Haq kepada wartawan, Senin (16/3).

Ia menyebut, kebebasan berpendapat di Indonesia menuju preseden yang makin muram. Sebab, upaya percobaan pembunuhan melalui air keras yang membakar sebagian tubuh Andrie pada Jumat, 13 Maret 2026 telah menambah panjang daftar kekerasan terhadap suara kritis.

Tragedi Andrie muncul usai dirinya menggeruduk rapat tertutup RUU TNI di Hotel Fairmont, Jakarta, pada 15 Maret 2025. Teror ini muncul beberapa bulan setelah teror babi kepada Jurnalis Tempo, dan teror bangkai ayam, bom molotov, hingga intimidasi di ruang pribadi sejumlah influencer setelah mereka bersuara kritis.

“Keberulangan dan intensitas teror-teror ini menunjukkan kronisnya masalah premanisme politik di Indonesia,” cetusnya.

Nazif menyoroti penyelenggara negara yang tak mampu membedakan patriotisme dan kritik kebijakan. Menurutnya, kritik kebijakan itu setia pada data dan sains. Patriotisme belum tentu, yang umumnya mengandalkan kecintaan submisif kepada negara.

“Bagaimanapun, karena negara mengurus hajat orang banyak, negara harus diselenggarakan secara kritis, bukan submisif. Suara kritis harusnya dilindungi, bukan dimentahkan, apalagi diteror,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, peneliti PVRI, Zikra Wahyudi, pernyataan Presiden Prabowo dapat memberi kekerasan terhadap kebebasan berpendapat semakin leluasa. Sebab, selama ini premanisme politik yang membungkam kebebasan berpendapat belum pernah terungkap akuntabilitasnya.

“Ini zona abu-abu yang bisa bergerak secara terstruktur tapi seolah tanpa aktor intelektual,” ujarnya.

Karena itu, ia pun mempertanyakan sikap kritis dan integritas Andrie terhadap pemerintah apakah dapat disebut pengamat atau aktivis yang tidak patriotik. Mengingat, kepercayaan publik kepada penyelenggara negara dan kepolisian telah anjlok signifikan.

“Bila pelaku penyiraman air keras kepada Andrie gagal ditemukan, maka di manakah komitmen penyelenggara negara dan kepolisian kepada demokrasi dan HAM? Dengan berulangnya teror dan kekerasan kepada suara kritis dan pejuang HAM, negara sebenarnya telah gagal menjamin demokrasi dan HAM,” pungkasnya.(*)

Artikel Wacanakan Penertiban Pengkritik dan Pengamat, Prabowo Dinilai Antikritik pertama kali tampil pada News.

WHO 2026: Wacana atau Terlaksana?

0
A.A. Ngurah Davin Egatriyana

INDONESIA  kerap disebut sebagai salah satu pusat industri halal global. Bukan tanpa alasan, dengan penduduk muslim mencapai 242 juta jiwa, Indonesia merupakan salah satu pasar halal terbesar di dunia. Angka ini jauh melampaui negara Pakistan, India, dan negara timur tengah lainnya.

Melihat Potensi tersebut, Pemerintah Indonesia menetapkan target besar: Wajib Halal Oktober (WHO) 2026. Seluruh produk yang masuk, beredar, dan diperdagangkan di wilayah Indonesia diwajibkan memiliki sertifikat halal mulai 18 Oktober 2026.

Kebijakan ini merupakan amanat Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (JPH) yang diperkuat melalui Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Bidang Jaminan Produk Halal.

Kebijakan ini memiliki arah yang sangat jelas. Namun muncul satu pertanyaan: apakah WHO 2026 akan benar-benar terlaksana atau hanya menjadi wacana besar?

Implementasi dan Tantangan
Dalam beberapa tahun terakhir, konsep halal banyak mengalami pergeseran makna. Halal tidak lagi terbatas pada nilai keagamaan semata, tetapi menjadi standar kualitas yang lebih universal.

Produk halal tidak hanya berkaitan dengan kesesuaian syariat, tetapi menjadi cerminan kualitas penyajian dan penanganan. Produk halal sekarang diasosiasikan dengan bahan baku yang aman, proses produksi yang bersih, serta pengawasan yang baik. Dapat dikatakan halal kini identik dengan kualitas produk yang lebih terpercaya di mata konsumen.

Di atas kertas, program WHO memiliki fondasi yang cukup. Hingga akhir tahun 2025, tercatat 10,9 juta produk telah tersertifikasi halal. Dari sisi ekosistem pendukung, jumlah Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) mencapai 121 lembaga, Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H) sebanyak 383 lembaga, dan Pendamping Proses Produk Halal (P3H) sebanyak 121 ribu. Selain itu, terdapat 21.270 Penyelia Halal dan 3.085 Juru Sembelih Halal yang menjadi bagian penting dari rantai sertifikasi halal nasional. Angka yang besar, namun belum sepenuhnya mencerminkan kesiapan di lapangan.

Tantangan terbesar justru berada pada sektor UMKM, banyak pelaku usaha kecil yang masih beroperasi dalam sektor informal dengan berbagai keterbatasan pencatatan usaha, akses bahan baku, hingga pemahaman mengenai proses sertifikasi halal. Lebih jauh lagi, banyak stigma dimasyarakat mengenai pemrosesan sertifikat halal berbiaya tinggi.

Tidak kalah penting, cakupan kewajiban halal tidak hanya terbatas pada produk makanan dan minuman, namun sektor lainnya seperti obat tradisional, suplemen kesehatan, kosmetik, produk kimia, perlengkapan rumah tangga dan masih banyak lagi.

Luasnya cakupan sektor ini menuntut koordinasi lintas kementerian dan lembaga agar data pelaku usaha dapat terintegrasi dengan baik. Tanpa basis data usaha yang kuat, upaya percepatan sertifikasi halal akan menghadapi hambatan struktural.

Menuju Kondisi Ideal
Implementasi wajib halal tidak hanya bergantung pada regulasi, tetapi juga harus didukung oleh ekosistem yang memadai. Pendataan UMKM yang akurat dan terintegrasi menjadi salah satu prasyarat utama. Tanpa data yang jelas mengenai jumlah dan jenis usaha yang beredar di masyarakat, kebijakan wajib halal akan sulit dijalankan secara efektif.

Kedua, perlu adanya peningkatan jumlah pendamping halal, khususnya untuk mendukung skema self declare bagi UMKM. Skema ini sangat penting untuk mempercepat proses sertifikasi bagi pelaku usaha kecil yang memiliki keterbatasan biaya dan akses. Melalui program Sertifikasi Halal Gratis (SEHATI), pemerintah terus berupaya untuk mengakselerasi produk halal di berbagai lini.

Pelaksanaan WHO 2026 tidak bisa hanya bertumpu pada satu institusi. Diperlukan komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga sertifikasi halal, perguruan tinggi, asosiasi usaha, hingga komunitas pendamping UMKM. Dengan kata lain, implementasi wajib halal bukan sekadar pekerjaan administratif, melainkan gerakan nasional yang memerlukan kolaborasi luas.

Salah satu upaya kolaborasi tersebut dilakukan melalui Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) di berbagai wilayah. Bank Indonesia sebagai bagian dari KDEKS juga turut berperan dalam mendukung akselerasi WHO 2026 melalui penguatan Halal Center sebagai pendamping sertifikasi halal bagi UMKM serta penyelenggaraan berbagai kegiatan pengembangan ekonomi syariah dan UMKM guna meningkatkan awareness masyarakat.

Waktu Terus Berjalan, Kolaborasi Harus Diperkuat
Waktu menuju 18 Oktober 2026 sudah semakin dekat. Tersisa sekitar tujuh bulan untuk mempercepat berbagai proses yang belum terlaksana. Melalui program SEHATI 2026, pemerintah menyediakan lebih dari 1,3jt sertifikat halal gratis, namun realisasi akhir akan menjawab.

Tantangan tentu tidak kecil, namun peluang yang terbuka juga sangat besar. Keberhasilan implementasi wajib halal akan memperkuat posisi Indonesia dalam peta ekonomi halal global sekaligus meningkatkan daya saing produk UMKM Indonesia di pasar domestik maupun internasional.

Pada akhirnya, pertanyaan mengenai WHO 2026 adalah wacana atau terlaksana bukanlah soal regulasi semata, tetapi soal seberapa serius kita mempersiapkan ekosistemnya mulai dari sekarang. Halal bukan sekedar label, melainkan kebutuhan masyarakat. Akhir kata, kuantitas itu penting tapi kualitas jangan sampai terlupa. (*)

Penulis: A.A. Ngurah Davin Egatriyana
Analis Yunior Fungsi Pelaksanaan dan Pengembangan UMKM, Keuangan Inklusif, dan Syariah, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau

 

Artikel WHO 2026: Wacana atau Terlaksana? pertama kali tampil pada News.

Berbagi di Bulan Penuh Berkah, PAN Kepri Santuni Anak Yatim dan Bagikan Takjil

0
Jajaran Partai Amanat Nasional (PAN) Provinsi Kepulauan Riau menggelar kegiatan sosial berupa pembagian takjil dan buka puasa bersama anak yatim. Kegiatan ini berlangsung di Rumah PAN Kepri komplek ruko Uniba Batam. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Semangat berbagi di bulan suci Ramadan ditunjukkan jajaran Partai Amanat Nasional (PAN) Provinsi Kepulauan Riau dengan menggelar kegiatan sosial berupa pembagian takjil dan buka puasa bersama anak yatim. Kegiatan yang berlangsung di Rumah PAN Kepri komplek ruko Uniba Batam ini dihadiri pengurus DPW dan DPD PAN serta ibu-ibu dari Paguyuban Keluarga Besar Pujakesuma.

Kegiatan diawali dengan pembagian takjil kepada masyarakat yang melintas di depan Kantor DPD PAN Batam. Para pengurus partai turun langsung ke jalan membagikan makanan berbuka kepada pengendara dan warga sekitar yang menyambut kegiatan tersebut dengan antusias.

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan buka puasa bersama sekitar 50 anak yatim. Suasana kebersamaan tampak hangat ketika anak-anak yatim duduk bersama para pengurus partai menikmati hidangan berbuka puasa yang telah disiapkan.

Ketua DPW PAN Kepri, Ridwan Bintang, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sosial PAN kepada masyarakat, khususnya anak-anak yatim, di bulan Ramadan yang penuh berkah.

“Ramadan adalah bulan untuk berbagi. Kami ingin hadir tidak hanya dalam kegiatan politik, tetapi juga dalam kegiatan sosial yang memberi manfaat bagi masyarakat, terutama anak-anak yatim,” ujar Ridwan Bintang.

Ia menambahkan, kegiatan berbagi seperti ini sudah menjadi agenda rutin PAN setiap tahun selama Ramadan. Menurutnya, kebersamaan dengan masyarakat menjadi bagian penting dari komitmen PAN untuk terus menebarkan kebaikan.

“Ini agenda tahunan PAN. Kami berharap kegiatan ini bisa membawa kebahagiaan bagi anak-anak yatim dan menjadi ladang amal bagi kita semua,” katanya.

Sejumlah pengurus PAN yang turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Ketua Harian DPW Edward Brando, Bendahara DPW Safari Ramadhan, Ketua Harian DPD PAN Batam H. Heri Herlangga, Sekretaris DPD PAN Batam Leo, Ketua BOK DPW PAN Kepri Thanzir, Sekretaris BPK DPW Ibnuh, Wakil Bendahara Desi, Ketua Bappilu DPW Wanas, Wakil Sekretaris Rizal Saragih, serta Bendahara DPD PAN Batam Arpandi. Kehadiran para pengurus ini sekaligus menunjukkan komitmen PAN untuk terus aktif dalam kegiatan sosial di tengah masyarakat. (*)

Artikel Berbagi di Bulan Penuh Berkah, PAN Kepri Santuni Anak Yatim dan Bagikan Takjil pertama kali tampil pada Metropolis.

Liverpool Unggul Duluan, Richarlison Selamatkan Tottenham Hotspur dari Kekalahan

0
Skuad Liverpool merayakan gol Dominik Szoboszlai ke gawang Tottenham, Minggu (15/3/). (Liverpool FC)

batampos – Gol larut dari Richarlison menyelamatkan Tottenham (Spurs) dari kekalahan kontra Liverpool di Stadion Anfield, Liverpool, Minggu (15/3) waktu setempat. Laga pekan 30 Liga Inggris itu berkesudahan dengan skor imbang 1-1.

Pada pertandingan ini Liverpool unggul terlebih dahulu melalui Dominik Szoboszlai. Namun gol dari Richarlison memaksakan hasil imbang, demikian catatan Premier League dilansir dari Antara.

Hasil imbang membuat Liverpool naik ke peringkat kelima klasemen sementara Liga Inggris dengan 49 poin dari 30 laga, terpaut dua poin dari posisi empat besar. Di sisi lain, Tottenham masih tertahan di posisi ke-16 klasemen sementara Liga Inggris dengan 30 poin dari 30 pertandingan, hanya unggul satu poin dari zona degradasi.

Spurs menciptakan peluang terlebih dahulu melalui tembakan yang dilepaskan Souza, namun bola dapat dihalau kiper Liverpool Alisson Becker. Liverpool dapat unggul terlebih dahulu melalui tendangan bebas yang dilepaskan Dominik Szoboszlai sehingga skor berubah menjadi 1-0 pada menit 18.

The Reds sempat memiliki peluang untuk menggandakan keunggulan mereka melalui tendangan Cody Gakpo. Namun bola masih membentur tiang gawang Spurs.

Menjelang berakhirnya babak pertama, Spurs sempat memiliki peluang untuk menyamakan kedudukan melalui sundulan Richarlison. Beruntung Alisson masih dapat melakukan penyelematan.

Memasuki babak kedua, Liverpool kembali mengancam gawang Tottenham melalui tembakan Rio Ngumoha, namun peluang yang ia ciptakan masih melebar. Spurs berbalik memberikan ancaman dan sempat menciptakan peluang melalui tendangan dari Richarlison, namun dapat diselamatkan Alisson.

Liverpool memiliki peluang untuk menggandakan keunggulan, namun tembakan Mohamed Salah masih melebar tipis dari gawang Spurs. Spurs berhasil menyamakan kedudukan pada menit 90 setelah umpan Randal Kolo Muani dapat dikonversikan menjadi gol oleh Richarlison sehingga skor kembali sama kuat 1-1.

Pada waktu yang tersisa, Liverpool dan Spurs berusaha untuk mencari gol kemenangan, namun hingga laga usai, skor imbang 1-1 tetap bertahan.(*)

Artikel Liverpool Unggul Duluan, Richarlison Selamatkan Tottenham Hotspur dari Kekalahan pertama kali tampil pada Olahraga.

Amsakar-Li Claudia Pastikan Perjalanan Masyarakat Aman Menuju Kampung Halaman

0
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra menyapa dan berbincang dengan masyarakat Batam yang akan mudik saat meninjau arus mudik Lebaran di Terminal Domestik Sekupang, Minggu (15/3) dini hari. Foto:Humas Diskominfo Batam untuk Batam Pos

batampos – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, meninjau langsung arus mudik Lebaran di Terminal Domestik Sekupang, Minggu (15/3/) dini hari.

Peninjauan yang dimulai sekitar pukul 03.00 WIB tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan fasilitas pelabuhan serta kelancaran pelayanan bagi masyarakat yang hendak pulang ke kampung halaman menjelang Idulfitri.

Dalam kesempatan itu, Amsakar dan Li Claudia juga me­nyerahkan paket sembako serta bingkisan Lebaran kepada para pekerja pelabuhan dan sejumlah pemudik yang berada di terminal keberangkatan.

Amsakar mengatakan, kehadiran pemerintah di tengah aktivitas arus mudik merupakan bentuk komitmen untuk memastikan pelayanan transportasi laut berjalan aman, nyaman, dan tertib.

Baca Juga: ‎Disnaker Kepri Tegaskan Pekerja PKWT dan Harian Lepas Juga Berhak Dapat THR 

“Pemerintah harus hadir untuk memastikan masyarakat yang mudik mendapatkan pelayanan terbaik. Kami ingin perjalanan mereka menuju kampung halaman berlangsung lancar dan aman,” ujar Amsakar.

Ia menyampaikan, pengelolaan arus mudik memerlukan sinergi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pengelola pelabuhan, operator kapal, hingga petugas di lapangan.

Menurutnya, kepemimpinan Wali Kota Amsakar Achmad bersama Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra mengedepankan kolaborasi dalam menjalankan berbagai program pelayanan publik.

“Kami tidak ingin berjalan sendiri. Semua pemangku kepentingan harus bergerak bersama untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga menyampaikan apresiasi kepada para petugas pelabuhan, kru kapal, tenaga kebersihan, serta pengemudi transportasi yang tetap bekerja melayani masyarakat selama masa mudik. Ia berpesan agar seluruh petugas memberikan pelayanan dengan sikap ramah dan penuh tanggung jawab.

“Layani masyarakat dengan baik. Apa yang kita lakukan bukan hanya pekerjaan, tetapi juga bernilai ibadah karena membantu saudara-saudara kita pulang ke kampung halaman,” ujarnya.

Baca Juga: Kronologi Dua Nelayan Tanjung Uma Tenggelam dan Proses Evakuasi di Perairan Nongsa

Selain pelayanan, Amsakar juga mengingatkan pentingnya aspek keselamatan pelayaran. Ia menegaskan kepada operator kapal agar tidak mengabaikan standar keselamatan, termasuk memastikan kapasitas penumpang sesuai ketentuan.

“Jangan sampai kapal kelebihan muatan. Standar keselamatan harus dipatuhi agar pemudik merasa aman dan nyaman selama perjalanan,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chan­dra, turut menyempatkan diri berinteraksi dengan para pemudik serta para pekerja di kawasan pelabuhan. Ia memastikan bantuan sembako yang disalurkan dapat diterima oleh para pekerja sektor transportasi yang tetap bertugas selama periode mudik.

Pemerintah Kota Batam berharap pemantauan sejak dini dapat mengantisipasi berbagai kendala di lapangan sehingga arus mudik Lebaran tahun ini berlangsung lancar, aman, dan tertib bagi seluruh masyarakat. (*)

Artikel Amsakar-Li Claudia Pastikan Perjalanan Masyarakat Aman Menuju Kampung Halaman pertama kali tampil pada Metropolis.

143 Titik Panas Terdeteksi di Riau, Berpotensi Kebakaran Hutan

0
Sebaran titik panas di Provinsi Riau yang dideteksi BMKG sebagai indikasi kebakaran hutan dan lahan. (BMKG/Antara)

batampos – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mendeteksi 143 titik panas di Provinsi Riau. Jumlah terbanyak di Kabupaten Pelalawan yang mencapai 49 titik.

Prakirawan BMKG Stasiun Pekanbaru Bella R. Adelia menyampaikan, titik panas juga ada di Bengkalis (37), Rokan Hilir (27), Kota Dumai (14), Kepulauan Meranti (9), Siak (3), serta Indragiri Hilir dan Kampar masing-masing satu titik.

”Jumlah tersebut berdasarkan pembaruan data hingga Sabtu (14/3) pukul 23.00 WIB,” kata Bella R. Adelia seperti dilansir dari Antara di Pekanbaru.

Selain itu, jarak pandang di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru pada Minggu (15/3) pagi terpantau sepanjang empat kilometer dengan kondisi kabur. Begitu juga di Bandara Japura Indragiri Hulu jarak pandangnya empat kilometer, serta di Pelalawan enam kilometer, dan Kampar tujuh kilometer.

Sementara di Pulau Sumatra terdeteksi 222 titik panas dengan Provinsi Riau yang paling banyak. Kemudian Kepulauan Riau (30), Sumatera Selatan (13), Sumatera Barat (12), Jambi (10), Kepulauan Bangka Belitung (5), Bengkulu (4), Aceh (3), Sumatera Utara dan Lampung masing-masing satu.

Sejumlah daerah di Riau telah mengalami kebakaran hutan dan lahan beberapa hari belakangan. Di Kabupaten Kampar, tim gabungan masih terus melakukan pemadaman agar api tidak meluas, mengingat lokasinya cukup dekat dengan permukiman warga.

Selain itu, kebakaran juga dilaporkan terjadi di Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir, kemudian di Teluk Meranti Kabupaten Pelalawan, Tanah Putih di Rohil serta di Pulau Rupat Kabupaten Bengkalis.

Pemerintah Provinsi Riau menyampaikan terus memperkuat berbagai langkah penanganan karhutla, baik melalui operasi udara seperti modifikasi cuaca maupun melalui upaya pemadaman darat oleh tim gabungan.(*)

Artikel 143 Titik Panas Terdeteksi di Riau, Berpotensi Kebakaran Hutan pertama kali tampil pada News.

Tiga Gol Dipersembahkan Raphinha, Barcelona Bantai Sevilla 5-2

0
Raphinha mencetak gol dari titik putih di laga Barcelona vs Sevilla, Minggu (16/03) malam WIB. (Sc:bola.net)

batampos – Raphinha mempersemabhkan tiga gol ketika Barcelona membantai Sevilla dengan skor 5-2 pada pekan 28 Liga Spanyol di Stadion Camp Nou, Barcelona, Minggu (15/3) waktu setempat. Selain tiga gol Raphinha, Barcelona mencetak kemenangan berkat gol Dani Olmo dan Joao Cancelo.

Sevilla sempat memperkecil ketertinggalan melalui Oso serta Djibril Sow. Kemenangan ini membuat Barcelona semakin kokoh di posisi pertama klasemen sementara Liga Spanyol dengan 70 poin dari 28 laga.

Barcelona kini unggul empat poin dari Real Madrid di peringkat kedua, demikian catatan La Liga dilansir dari Antara.

Di sisi lain, kekalahan dari Barcelona membuat Sevilla turun ke posisi 14 klasemen sementara Liga Spanyol dengan 31 poin dari 28 laga. Mereka unggul lima poin dari zona degradasi.

Barca mengambil inisiatif menyerang terlebih dahulu dan memiliki peluang emas untuk unggul terlebih dahulu setelah mendapatkan hadiah tendangan penalti.

Raphinha yang maju sebagai algojo sukses melaksanakan tugasnya dengan baik setelah tendangannya membobol gawang Sevilla. Skor berubah menjadi 1-0 pada menit sembilan.

Selanjutnya giliran Dani Olmo yang memberikan ancaman ke lini pertahann Sevilla, namun tendangannya dapat diamankan kiper Odysseas Vlachodimos. Barca dapat menggandakan keunggulan mereka menjadi 2-0 setelah Raphinha menciptakan gol kedua melalui eksekusi tendangan penalti pada menit 21.

Setelah unggul dua gol, Barca tidak mengendurkan serangan mereka dan dapat menambah keunggulan menjadi 3-0 pada menit 38 melalui penyelesaian akhir yang dilakukan Dani Olmo.

Menjelang berakhirnya babak pertama, Sevilla dapat memperkecil ketertinggalan mereka menjadi 1-3 lewat gol yang dicetak Oso setelah menerima umpan Juanlu Sanchez pada menit 45+3.

Memasuki babak kedua, Barca tidak menurunkan intensitas serangannya dan dapat menambah keunggulan menjadi 4-1 pada menit 51 setelah umpan Fermin Lopez dapat dikonversikan menjadi gol oleh Raphinha yang mencetak hattrick di laga ini.

Barca berhasil menambah keunggulan mereka menjadi 5-1 setelah aksi individu Joao Cancelo diakhiri dengan sebuah gol ke gawang Sevilla pada menit 60.

Sevilla sempat memperkecil ketertinggalan mereka melalui gol yang dicetak oleh Djibril Sow dengan memanfaatkan umpan Oso pada menit 90+2 dan membuat skor menjadi 2-5 yang bertahan hingga laga usai.(*)

Artikel Tiga Gol Dipersembahkan Raphinha, Barcelona Bantai Sevilla 5-2 pertama kali tampil pada Olahraga.

‎Disnaker Kepri Tegaskan Pekerja PKWT dan Harian Lepas Juga Berhak Dapat THR ‎

0
Kepala Disnakertrans Kepri, Diky Wijaya. F Cecep Mulyana

batampos – Menjelang Hari Raya Idulfitri, pertanyaan mengenai Tunjangan Hari Raya (THR) kembali mencuat di kalangan pekerja, terutama bagi mereka yang berstatus kontrak atau Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT). Banyak yang masih ragu apakah pekerja kontrak atau harian lepas juga berhak menerima THR.

‎Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kepulauan Riau (Disnakertrans Kepri), Diky Wijaya, menegaskan bahwa THR merupakan hak seluruh pekerja, baik yang berstatus PKWT maupun Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT).

‎“THR adalah hak semua pekerja, baik yang statusnya PKWT maupun PKWTT,” kata Diky kepada Batam Pos, Minggu (15/3).

‎Namun demikian, ia menjelaskan bahwa ada ketentuan yang harus dipenuhi oleh pekerja agar berhak menerima THR, salah satunya terkait masa kerja minimal.

Baca Juga: Ribuan Pemudik Mulai Tinggalkan Batam, Dumai Line Siagakan Armada Ekstra

‎Menurutnya, THR diberikan kepada pekerja yang telah memiliki masa kerja paling sedikit satu bulan secara terus-menerus di perusahaan tempat mereka bekerja.

‎Jika masa kerja pekerja telah mencapai satu tahun atau lebih, maka THR yang diterima setara dengan satu bulan gaji penuh.

‎“Jika masa kerja satu tahun atau lebih, maka THR yang diterima satu bulan gaji. Jika masa kerja belum genap satu tahun, THR akan dihitung secara proporsional sesuai lamanya masa kerja,” jelasnya.

‎Diki juga menjelaskan mengenai pekerja kontrak yang masa kerjanya diperpanjang menjelang Lebaran. Dalam kondisi tersebut, perhitungan masa kerja akan bergantung pada ada atau tidaknya jeda antara kontrak lama dengan kontrak yang baru.

‎Jika tidak terdapat jeda waktu antara kontrak pertama dan kontrak berikutnya, maka masa kerja tetap dihitung sejak kontrak pertama dimulai.

‎Namun jika terdapat jeda waktu antara dua kontrak tersebut, maka masa kerja dihitung kembali dari awal sejak kontrak terbaru dimulai.

‎“Jika ada jeda waktu, maka masa kerja dihitung dari kontrak terbaru. Jadi jangan lupa cek kembali kontrak kerja Anda agar Lebaran nanti lebih tenang dan berkah,” pesannya.

Baca Juga: Kelancaran Arus Barang Jadi Fokus Baru BP Batam Dukung Investasi

Selain pekerja tetap dan kontrak, pertanyaan lain yang sering muncul adalah apakah pekerja harian lepas juga berhak mendapatkan THR.

‎Diky menjelaskan bahwa pekerja harian lepas juga memiliki peluang mendapatkan THR, namun dengan syarat tertentu.

‎Hal itu merujuk pada Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016 tentang THR Keagamaan bagi pekerja atau buruh di perusahaan.

‎“Berdasarkan aturan tersebut, THR diberikan kepada pekerja yang memiliki perjanjian kerja PKWT atau PKWTT,” katanya.

‎Dengan demikian, pekerja harian lepas masih dapat menerima THR selama mereka memiliki perjanjian kerja dengan perusahaan tempat mereka bekerja.

‎“Artinya pekerja harian lepas bisa mendapatkan THR selama masih terikat dalam perjanjian kerja dengan perusahaan. Namun jika tidak ada perjanjian kerja, maka pekerja tersebut tidak berhak mendapatkan THR,” jelasnya.

Baca Juga: Disnaker Batam Jemput Bola, LPK Siap Ikut Mini Kompetisi Pengadaan Barang dan Jasa

Diky juga mengingatkan perusahaan agar mematuhi aturan pembayaran THR sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

‎Apabila terdapat perusahaan yang tidak membayarkan THR kepada pekerja sebagaimana mestinya, para pekerja diminta untuk tidak ragu melaporkan hal tersebut kepada pemerintah.

‎Menurutnya, pemerintah daerah telah menyediakan posko pengaduan THR yang dapat dimanfaatkan oleh pekerja untuk menyampaikan keluhan.

‎“Jika THR tidak dibayar sesuai aturan, pekerja bisa melapor ke posko pengaduan yang sudah disediakan pemerintah,” katanya.(*)

Artikel ‎Disnaker Kepri Tegaskan Pekerja PKWT dan Harian Lepas Juga Berhak Dapat THR ‎ pertama kali tampil pada Metropolis.

Investasi Triliunan Terancam Bubar

0
(Kiri) Pimpinan PSN Wiraraja, Ma’ruf Maulana. (Tengah) Menteri keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. (Kanan) Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra. Foto-foto: Video Youtube Kemenkeu RI

batampos – Rencana investasi industri semikonduktor bernilai triliunan rupiah di Batam terancam tertunda. Proyek yang dirancang melalui skema Proyek Strategis Nasional (PSN) di kawasan Galang, Batam, hingga kini belum memasuki tahap realisasi karena persoalan kejelasan lahan dan arah kebijakan pengelolaan kawasan.

Sejumlah pihak menilai belum bergeraknya proyek tersebut berkaitan dengan status lahan yang masih berada di bawah pengelolaan BP Batam.

Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Batam, Suyono Saputra, mengatakan, proyek PSN Wiraraja di Galang hingga kini belum berjalan karena lahan yang dibutuhkan belum dilimpahkan.

“Padahal, pemilik proyek telah menjalin komitmen dengan calon investor dari Amerika Serikat untuk mengembangkan industri semikonduktor dari hulu hingga hilir,” ujarnya, Minggu (15/3).

BACA SELENGKAPNYA di harian.batampos.co.id

Artikel Investasi Triliunan Terancam Bubar pertama kali tampil pada Metropolis.