Rabu, 13 Mei 2026
Beranda blog Halaman 4926

Relokasi Tahap Pertama Sekolah dari Rempang, Disdik Siapkan 4 Sekolah di Nongsa

0
IMG 20230817 WA0030 e1694141886556
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Tri Wahyu Rubianto. Foto Yulitavi/Batam Pos

batampos– Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) kota Batam Tri Wahyu Rubianto menyebutkan, sebanyak empat sekolah SD dan SMP di Kecamatan Nongsa disiapkan untuk menampung siswa Rempang yang relokasi di tahap pertama. Keempat sekolah itu adalah SDN 01, SDN 04, SDN 06 Nongsa dan SMPN 8 Batam.

“Untuk tahap awal berdasarkan hasil rapat kemarin yang akan dipindah 50 Kepala Keluarga (KK) dengan lokasi rencana ada di Sambau, Nongsa,” ujar Tri kepada Batam Pos, Jumat (15/9).
Dikatakan Tri, proses relokasi masyarakat Rempang tahap pertamanya ke Sambau ini masih berlangsung. Nantinya lokasi dan pemilihan sekolah akan menyesuaikan jarak tempat tinggal mereka dengan lokasi yang baru. Semisalnya mereka dekat dengan SDN 001, maka ditempatkan di SDN 001 tersebut.
Sementara untuk status dapodik siswa akan tetap di sekolah yang lama. Hanya ruangan belajar saja yang memakai sekolah di Sambau. Hal ini bertujuan agar nanti ketika sekolah selesai dibangun, maka mereka akan kembali ke sekolah yang lama di Galang.
“Tetap yang lama statusnya, karena dapodik tetap tidak berubah, ” ungkap Tri.
Selain ke empat sekolah ini, pihak Dinas Pendidikan Kota Batam juga menyiapkan beberapa sekolah lain. Semisal bagi mereka yang direlokasi di Sagulung dan Batuaji, maka sekolah yang disiapkan terdiri dari SDN 007 Batuaji, SDN 011 Sagulung,  SDN 021 Sagulung serta SMPN 009 Batam di Sagulung.
“Lalu untuk di Sei beduk kita siapkan SDN 005 Seibeduk dan SDN 009 Seibeduk. Di Nongsa selain sekolah tadi kita siapkan juga untuk mengantisipasi siswa yang direlokasi yakni SDN 002, SDN 008, SDN 010 dan SMPN 17 Batam, ” ungkap Tri.
Sementara itu untuk relokasi di area Batu Ampar, Jodoh dan Bengkong disiapkan SDN 002, SDN 005, SDN 007 Lubuk Baja serta SMPN 4 Batam. “Selain sekolah-sekolah ini kami siapkan semua sekolah jika penempatannya tidak serentak. Artinya, sekolah yang paling dekat dengan lokasi mereka, ” tuturnya.
Ia menambahkan, saat ini Dinas Pendidikan Kota Batam sedang mendata untuk perpindahan awal. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam untuk penyediaan angkutan siswa menuju sekolahnya.
“Artinya untuk transportasi juga kami siapkan, ” pungkasnya. (*)
reporter: rengga

BPBD Kepri Gelar Workshop Penanggulangan Bencana di Kepri

0
BPBD Kepri e1694853403440
BPBD Provinsi Kepri menggelar pelatihan dan workshop selama tiga hari, Selasa-Kamis (12-14/9), di Hotel Planet Holiday.

batampos – Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepri menggelar pelatihan dan workshop selama tiga hari, Selasa-Kamis (12-14/9), di Hotel Planet Holiday, Batam. Kegiatan itu diikuti seratus lebih peserta dari sejumlah instansi, lembaga, hingga kemitraan dalam penangulangan bencana di Kepri.

Ada enam narasumber berkompeten dari berbagai lembaga daerah hingga nasional yang menjadi pemateri dalam kegiatan bertajuk “Koloborasi Entitas Kesiapsiagaan Mewujudkan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Penangulangan Bencana Provinsi Kepri”.

“Kegiatan kami gelar selama tiga hari, dengan narasumber dari provinsi Kepri hingga daerah. Untuk peserta, totalnya 125 orang,” ujar Ketua Panitia Abdul Basir yang juga sebagai Kasi Pencegahan BPBD Propinsi Kepri.

Baca Juga: BP Batam mulai Bangun Jalan Menuju Lahan Relokasi Warga Rempang

Menurut dia, dalam kegiatan tersebut para peserta diberi edukasi terkait bencana alam dan mengetahui apa yang harus dilakukan dalam menghadapi bencana alam atau setelah terjadinya bencana alam. Apalagi untuk wilayah Kepri yang 98 persennya adalah lautan, cukup memiliki ancaman bencana yang cukup tinggi, meski berbeda dengan daerah lainnya.

Beberapa bencana yang kerap terjadi di wilayah Kepri, seperti cuaca ekstrem (seperti angin kencang, ombak tinggi hingga puting beliung, banjir rob), banjir karena pembangunan drainase yang kurang maksimal, tanah longsor, hingga kebakaran hutan dan lahan.

“Karena itu, selama kegiatan berlangsung para peserta diajarkan dan dilatih bagaimana cara menghadapi bencana. Mereka di edukasi, terkait pra bencana dan setelah bencana. Karena ternyata masih banyak peserta yang belum paham bagaimana menghadapi bencana yang rawan di Kepri,” sebut Basir.

Baca Juga: Kepada Mahasiswa, Rudi Paparkan Proyek Pengembangan Rempang Eco City

Selain berbagi ilmu, selama kegiatan berlangsung juga ditampung berbagai ide dari para peserta dalam hal pencegahan becana, serta bagaimana menangani bencana yang terjadi di Kepri. Bahkan kedepannya, juga direncanakan kegiatan simulasi atau praktek pencegahan bencana.

“Kalau kegiatan tiga hari kemarin lebih ke pelatihan dan pengetahuan, serta berbagai ilmu. Kedepannya akan ada kegiatan simulasi langsung terkait pencegahan hingga penanganan bencana” tegas Basir.

Ia berharap, dengan pelatihan tersebut para peserta bisa lebih paham dan siap dalam menghadapi bencana. Serta bisa berbagai ilmu dan pengetahuan kepada masyarakat lainnya.

“Dalam kegiatan tersebut juga ada deglarasi. Dan persamaan visi misi dalam hal penangulangan bencana,” pungkasnya. (*)

 

Reporter: Yashinta

Bintan Siap Dukung Investasi Peternakan Ayam Petelur

0
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, drh. Iwan Berri Prima. F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos– Bintan memiliki potensi yang sangat baik untuk pengembangan sektor peternakan, terutama sektor perunggasan.

Karenanya, Bintan mendukung ide strategis Gubernur Kepri, Ansar Ahmad yang mendorong para investor untuk membangun peternakan ayam petelur di Provinsi Kepri.

“Bintan siap mendukung ide strategis dari pak Gubernur. Setelah keberhasilan ekspor ayam hidup (live bird) ke Singapura, semoga pembangunan peternakan ayam petelur modern di Bintan juga akan terwujud,” ungkap Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian Bintan, Khairul melalui Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, drh. Iwan Berri Prima.

Dia menjelaskan, setidaknya ada lima alasan mengapa industri perunggasan cukup berkembang di Bintan.

Pertama, menurut dia, ketersediaan air bersih cukup melimpah. Dalam usaha ternak unggas, terutama ternak ayam pedaging (broiler), air merupakan komponen yang sangat penting.

“Tanpa ketersediaan air, usaha perunggasan tidak akan optimal,” kata dia.

Kebutuhan air untuk konsumsi broiler yaitu sebesar 60 hingga 70 persen, sedangkan sisanya adalah kebutuhan akan zat kasar yang terpenuhi dari pakan. Bahkan, air bersih di Bintan juga tidak membutuhkan beragam treatment untuk menghasilkannya.

Kedua, menurutnya, posisi strategis Bintan berdekatan dengan negara Malaysia dan Singapura.

Diakui atau tidak, posisi Bintan kata dia, menguntungkan bagi pelaku usaha. Artinya, ini juga membuka pangsa pasar internasional. Terbukti, PT. Ciomas Adisatwa (Japfa Group) telah mengambil peran itu.

Dikatakannya, perusahaan multi nasional ini telah mengupayakan untuk ekspor ayam hidup dari Bintan ke Singapura.

“Mudah-mudahan investor lain juga mengambil peranan itu,” kata dia.

Ketiga, menurutnya lagi, pangsa pasar lokal produk perunggasan juga cukup terbuka. Pulau Bintan yang terdiri dari Kabupaten Bintan dan Kota Tanjungpinang, memiliki jumlah penduduk tahun 2020 kurang lebih 383,373 jiwa.

BACA JUGA: Kelompok Tani, Nelayan dan Peternak Dapat Bantuan Usaha

Jumlah ini tentu akan terus bertambah dan kebutuhan akan pangan hewannya juga terus meningkat. Bahkan, kebutuhan pangan di ibukota provinsi juga semakin meningkat.

Keempat, masih menurutnya, Bintan bebas dari beragam penyakit hewan menular. Bebasnya Bintan juga didukung oleh barier atau pelindung kepulauan, yang mengakibatkan penyakit hewan relatif mudah terpantau dan mudah dilokalisir.

Kelima, kata dia, rencana pembangunan Jembatan Batam-Bintan menyebabkan akses lalu lintas dari Bintan ke Batam atau sebaliknya menjadi lebih mudah.

Akibatnya, pergerakan ekonomi, termasuk arus barang dan pangan akan semakin tinggi di kedua pulau ini. (*)

reporter: slamet

Kapolresta Apresiasi Mahasiswa Mau Diskusi dan Dialog

0
Mahasiswa Audensi Dengan Kepala BP Batam 1 F Cecep Mulyana scaled e1694800178758
Kepala BP Batam memberikan penjelasan saat audensi dengan mahasiswa tentang pulau rempang dikantor DPRD Batam, Jumat (15/9). F Cecep mulyana/Batam Pos

batampos– Kapolresta Barelang, Kombes Nugroho Tri Nuryanto mengapresiasi langkah Aliansi Mahasiswa Se-Provinsi Kepri untuk membatalkan aksi unjuk rasa dan memilih untuk berdialog atau audiensi di Kantor DPRD Kota Batam.

“Saya mangapresiasi kegiatan ini karena seperti inilah yang kita inginkan berdialog bersama. Jika kita berunjuk rasa seperti kemarin, mungkin pengunjuk rasa ingin menyampaikan aspirasinya tetapi ada orang yang menjadi provokator, membuat kerusuhan akhirnya terjadi tindakan seperti kemarin,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Nugroho juga mengajak mahasiswa untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas Batam dengan tidak menyebarkan hoaks atau berita bohong.

“Mari kita selesaikan permasalahan Rempang ini bersama-sama. Mari turun bersama sama ke Rempang untuk mensosialisasikan ke masyarakat agar tidak simpang siur,” katanya.

Sebelumnya, Nugroho menekankan kepada para personelnya dalam pengamanan unjuk rasa untuk bersifat humanis dan persuasif. Selain itu, ia meminta personelnya untuk bergerak dalam satu komando.

“Saya tekankan tidak ada personel yang membawa peluru tajam dan senjata api,” kata Nugroho saat apel gelar pasukan oersiapan aksi unjuk rasa Aliansi Mahasiswa Se-Provinsi Kepri.

Nugroho juga meminta para personelnya untuk tetap bertugas sesuai SOP serta tetap mengutamakan keselamatan diri dan objek yang diamankan.

“Tidak ada yang melakukan tindakan masing-masing dan hadapi pendemo dengan senyuman. Walaupun kita di caci maki ataupun di umpat oleh pengunjuk rasa, jangan mudah terpancing emosi,” tutupnya. (*)

reporter: yopi

Selingkuh, Motif Suami Tusuk Istri

0

batampos– Motif D menusuk istrinya M terungkap. D beralasan, istrinya tersebut sering melakukan perselingkuhan dengan orang asing.

“Sudah tiga kali ketahuan selingkuh. Selingkuhannya orang Bangladesh,” ungkap D usai menjalani pemeriksaan di Satreskrim Polresta Tanjungpinang, Jumat (15/9).

D mengaku, ia sempat memaafkan istrinya tersebut, karena ketahuan selingkuh melalui pesan whatsapp. Namun, istrinya kembali mengulangi perbuatan tersebut.

Saat itu D langsung emosi karena membaca pesan singkat menggunakan bahasa Inggris dari selingkuhan istrinya.

“Saya emosi dan langsung menikam tangan kiri dan pinggang istri saya dengan pisau dapur,” kata D.

Terpisah, Kasat Reskrim Polresta Tanjungpinang M Darma Ardiyaniki, mengatakan kejadian KDRT ini berawal saat korban dan pelaku saling cekcok mulut.

BACA JUGA: Diduga Cemburu, Suami Emosi Tusuk Istri dan Anak

“Karena cemburu, pelaku langsung menikam tangan kiri korban dan bagian atas pinggang korban,” ungkap AKP Darma.

Saat itu, kata Darma, korban memeluk anaknya. Kemudian pelaku mendorong hingga korban dan anaknya terjatuh. Lalu, pelaku menusuk korban sebanyak dua kali dengan pisau.

“Kejadian itu dilerai oleh para tetangga korban. Dua korban langsung dilarikan ke Puskesmas,” jelas Darma.

Akibat perbuatannya pelaku dijerat Pasal 44 ayat 1 UU Nomor 23 KUHP Tentang Penghapusan KDRT, dengan ancaman hukuman 5 tahun dan 6 bulan penjara.

Sebelumnya diketahui, seorang suami emosi lalu menusuk istri menggunakan senjata tajam di rumahnya Jalan Sei Serai Tanjungpinang, Kamis (14/9) sekitar pukul 14.00 WIB.

Akibat penusukan itu, istri mengalami luka di bagian punggung dan pinggang. Sedangkan anak korban mengalami luka pada bagian tangan. (*)

reporter: yusnadi

Kepada Mahasiswa, Rudi Paparkan Proyek Pengembangan Rempang Eco City

0
Mahasiswa Audensi Dengan Kepala BP Batam 1 F Cecep Mulyana scaled e1694800178758
Kepala BP Batam memberikan penjelasan saat audensi dengan mahasiswa tentang pulau rempang dikantor DPRD Batam, Jumat (15/9). F Cecep mulyana/Batam Pos

batampos– Wali Kota Batam, Muhammad Rudi menemui mahasiswa yang ingin mempertanyakan nasib warga Rempang. Rencana relokasi warga ini menimbulkan penolakan dari warga.

Ia memaparkan investasi yang saat ini akan mengelola kawasan Rempang. Rudi menjabarkan rencana proyek pengembangan Rempang Eco City yang sudah masuk ke daftar program strategis nasional (PSN) tahun 2023.
Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI No 7 Tahun 2023 tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Nomor 7 Tahun 2021 tentang Perubahan Daftar Proyek Strategis Nasional, 28 Agustus 2023 lalu.
Pemerintah pusat bersama BP Batam dan PT Makmur Elok Graha (MEG) bakal menyiapkan Pulau Rempang sebagai kawasan industri, perdagangan, dan wisata terintegrasi dengan nilai investasi hingga tahun 2080 diproyeksikan mencapai Rp381 triliun.
Masuknya rencana investasi, masyarakat sangat mendukung. Akan tetapi mereka menolak adanya relokasi tempat tinggal mereka yang telah ada sejak 1834.
Rudi menjelaskan terkait pembangunan rumah ganti yang saat ini masih berupa hutan, Rudi menjelaskan rumah contoh belum bisa dibangun, karena lahan belum dibuka.
Untuk persoalan rumah tinggal yang nanti akan diberikan kepada warga, akan segera dibangun, dalam waktu dekat ini.
“Bagaimana kita mau buat rumah contoh, kalau tidak dibuka (lahan, red). Ini yang akan kami buka dulu. Makanya setelah dibuka lahan itu, baru bisa dibangun rumah hunian tersebut,” kata Rudi, kata dia usai menemui mahasiswa Batam di Kantor DPRD Kota Batam, Jumat (15/9).
Kepala BP Batam ini menjelaskan sebelum lahan itu dibuka, tentu harus dilihat dulu anggarannya.
“Pitih nya (uang, red) ada atau tidak harus dibahas dulu dengan DPRD, kalau itu di Pemko. Namun kalau di BP Batam harus izin menteri lagi, DPR lagi,” ujarnya.
Adanya usulan mengenai relokasi ditunda, sambil menunggu pembangunan rumah rampung, Rudi enggan menjawab lebih detail terkait hal ini.
Menurutnya, investasi harus didukung. Pemerintah sudah menyiapkan pemenuhan kebutuhan warga Rempang yang terdampak relokasi akibat pembangunan tersebut.
“Kalau kalian menyimak diskusi tadi pasti kalian tahu jawabannya. Jangan diulang lagi,” tegasnya sambil berlalu meninggalkan awak media.
Sebelumnya dalam konfrensi pers di Gedung Graha Kepri Rudi mengakui ketersediaan rumah pengganti bagi warga setempat belum akan selesai dalam waktu dua tahun ke depan.
Kebutuhan rumah pengganti ini, BP Batam membutuhkan anggaran Rp1.8 triliun.
“Sedangkan dari pembayaran UWT tidak cukup untuk pembangunan uang tersebut. Kami juga masih mencari tambahan Rp350 miliar agar pembangunan rumah rampung,” jelasnya.
Ketua DPRD Kota Batam Nuryanto melihat ada semacam pola komunikasi yang tidak tersampaikan dengan baik dari Pemerintah Daerah kepada masyarakat Rempang.
“Inilah yang sangat kami sayangkan, sehingga terjadi miss-informasi. Mulai dari aspek histori, sosiologis dan budaya. Sehingga tidak terjadi salah paham dan sebagainya. Saya yakin dan optimis kalau memiliki tujuan yang sama maka akan terbangun hal yang baik juga,” tegasnya.
Mengingat dalam pemaparan yang telah disampaikan Wali Kota yang juga Kepala BP Batam HM Rudi diketahui bahwa, Pemerintah telah menyiapkan langkah-langkah strategis dalam mempersiapkan segala halnya kepada masyarakat yang terkena relokasi.
“Bahkan, bangunan perumahan hingga ganti untung yang akan diterima oleh masyarakat pun telah disiapkan dengan jumlah yang sudah dipatok untuk setiap satu kepala keluarga,” jelasnya. (*)
reporter: yulitavia

Baru Keluar Penjara, Ujang Kembali Nekat Jual Sabu

0
sidangbatampos– Ujang Makmur, resedivis kasus narkoba kembali nekat menjual paketan sabu. Akibatnya, pria berusia 45 tahun ini pun kembali berurusan dengan penegak hukum.
Ia menjadi terdakwa kasus peredaran narkoba jenis sabu di Pengadilan Negeri Batam. Saksi polisi yang dihadirkan ke persidangan, mengatakan penangkapan Ujang berawal dari informasi masyarakat. Dimana akan adanya transaksi narkoba di samping Hotel Bali kawasan Lubukbaja.
“Kami mengamankan terdakwa dan mendapati satu paket sabu seberat 0,5 gram,” ujar saksi polisi.
Menurut Saksi, sabu itu didapatkan terdakwa dari DPO bernama Kunyit seharga Rp 150 ribu. Yang kemudian dijual Rp 250 ribu oleh terdakwa.
“Jadi terdakwa punya 2 paket, satunya sudah terjual” sebut saksi polisi.
Keterangan saksi polisi dibenarkan terdakwa. Menurut Ujang, ia terpaksa menjual sabu untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
“Iya saya dapat Rp 100 ribu perpaket. Saya terpaksa yang mulia, karena untuk biaya keluarga, ” sebut Ujang.
Diakuinya, sejak keluar dari penjara tahun 2022 lalu atas kasus yang sama (narkoba), Ujang tak lagi punya kerjaan. Ia luntang lantung, sehingga kembali menjual sabu untuk bertahan hidup.
“Di kasus sebelumnya saya di penjara 5 tahun, dan keluar tahun 2022. Saya juga makai sabu  sudah sejak 3 tahun lalu, ” ungkapnya.
Usai mendengar keterangan terdakwa, majelis hakim pun menunda sidang hingga minggu depan dengan agenda tuntutan dari Jaksa. Dalam penjara tersebut, terdakwa Ujang dijerat dengan pasal 114 atau 112 UU no 35 tentang peredaraan narkotika. Ancaman 20 tahun penjara. (*)
reporter: yashinta

61 PPPK Penempatan di Lingkungan Kemenag Kota Batam Dilantik 

0
Kepala Kanwil Kemenag Kepri Mahbub Daryanto4batampos– Sebanyak 61 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam Kepulauan Riau dilantik dan diberikan Surat Keputusan Pengangkatan secara langsung dari Kakanwil Kemenag Kepri.
Pelantikan dan Penyerahan SK PPPK Kementerian Agama ini adalah yang terbesar dan pertama yang disampaikan langsung oleh Menteri Agama (Menag). Dari 29,069 PPPK se-Indonesia 191 orang menerima SK PPPK di Provinsi Kepulauan Riau.
Rinciannya, 61 orang diantaranya penempatan di Batam, 39 orang di Karimun, 29 orang di Bintan, 26 di Natuna, 22 orang di Tanjungpinang, sembilan orang di Lingga, dan lima orang di Anambas dan satu CPPPK masih tertahan pemberkasannya di BKN.
Surat Keputusan Pengangkatan secara langsung diserahkan oleh Kakanwil Kemenag Kepri Mahbub Daryanto secara simbolis kepada lima orang PPPK. Mereka adalah PPPK yang berasal dari Kota Batam, Kota Tanjungpinang, dan Kabupaten Bintan. Sementara PPPK asal kabupaten/kota lainnya mengikuti secara daring di Kantor Kemenag masing-masing.
Dalam pengarahannya, Kakanwil Mahbub menyampaikan bersyukur kepada Tuhan dan berterima kasih kepada presiden karena berkat afirmasinya atas pengabdian bapak-ibu sehingga mengambil kebijakan bahwa PPPK layak menerima SK.
“Sampaikan terima kasih juga kepada orang tua yang telah mendoakan, Ingat saudara-saudara ketika sudah bertugas nanti tunjukkan diri sebagai pelayanan masyarakat, penyuluh ya nyuluh, guru ya ngajar, arsiparis ya mengarsipkan agar sesuai dengan pekerjaanya dan tidak mementingkan diri dan golongan. Mudah-mudahan kehadiran saudara meningkatkan kinerja Kementerian Agama,” tegasnya.
Ia menambahkan dengan bergabungnya sebagai bagian dari pemerintah akan memperkuat kinerja Kemenag dalam memberikan pelayanan publik.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Batam Zulkarnain, turut mengucapkan selamat dan sukses atas dilantiknya 61 PPTK di lingkungan Kemenag Batam. “Selamat dan Sukses, semoga kedepan kinerja dan melayani masyarkat kususnya di Kota Batam semakin optimal, ” kata Zulkarnain. (*)
reporter: rengga

BP Batam mulai Bangun Jalan Menuju Lahan Relokasi Warga Rempang

0
Gambar WhatsApp 2023 09 15 pukul 17.25.24 scaled e1694801392926
Proses pembangunan akses jalan menuju lahan relokasi warga Rempang

batampos– BP Batam mulai membangun jalan menuju ke lokasi relokasi warga Rempang, Kamis (14/9). Jalan yang dibangun itu dimulai dari camp vietnam, Sijantung, Galang.

Pantauan Kamis (14/9),  pembukaan jalan itu tak  jauh dari gereja yang ada di Kawasan Camp  Vietnam, Galang. Jalan tersebut nantinya akan melewati daerah Kawasan Dapur 3.

Pembukaan jalan itu hanya baru beberapa puluh meter saja. Terlihat sepanjang jalan yang baru dibuka itu ada patok berwarna merah.

Tak jauh dari lokasi pembukaan jalan, salah seorang warga yang mengaku memiliki kebun seluas 1 hektar, Anjur Sihite membenarkan, bahwa jalan yang dibuka itu menuju ke Sijantung.

“Katanya begitu, menuju lokasi relokasi,” kata Anjur Sihite kepada Batam Pos, Kamis (15/9).

BACA JUGA: Menteri Investasi RI Dukung Percepatan Relokasi Masyarakat Rempang

Ia mengatakan, dirinya sudah diberitahu oleh petugas yang memasang patok.  Menurut Anjur, petugas itu meminta dirinya untuk berhenti berkebun.

Selain itu, pohon-pohon yang ada di perkebunannya akan diganti rugi. Namun, ia mengaku tidak tahu berapa nilai ganti ruginya

“Kami hanya berharap, ganti ruginya setimpal,” ujar Anjur.

Batam Pos mencoba menyusuri ke lokasi relokasi, yang tak jauh dari pembangunan jalan awal tersebut.  Warga sekitar sana, menyebut lokasi relokasi itu Caros, yang tak jauh dari Ulu Gong, Sijantung.

Lokasi yang diperkirakan menjadi kawasan perumahan warga Rempang tersebut, masih berupa hutan dan semak belukar.

Masih belum kelihatan yang mana jadi area perumahan. Hanya terlihat patok-patok saja. Area yang diperkirakan jadi perumahan itu, konturnya lebih didominasi bukit-bukit kecil, lembah. Tak jauh dari lokasi, terlihat kawasan laut. Dari data BP Batam, luas area perumahan itu sekitar 470 hektar.

Dari brosur yang disebarkan BP Batam, tidak hanya ada dibangun rumah tipe 45 diatas tanah seluas 500 meter saja. Namun, di kawasan itu juga dilengkapi air bersih, listrik, jalan lebar 8 meter, rumah ibadah, gedung pendidikan mulai dari SD hingga SMA, dermaga, puskesmas, pasar, makam, lapangan bola dan akses jalan utama.

Meskipun brosur ini memperlihatkan betapa lengkapnya fasilitas di kampung tersebut. Namun, masih banyak masyarakat yang mempertanyakan mengenai pembangunan perumahan tersebut.

“Siapa yang menjamin, atau memastikan rumah itu akan dibangun hingga selesai. Bagaimana jika rumah itu tak jadi dibangun?, siapa yang bertanggung jawab?. Saat relokasi, bagaimana dengan pekerjaan saya?,” kata beberapa warga Rempang yang ditemui Batam Pos, Kamis (14/9).

Selain itu, pertanyaan berapa ganti rugi per tumbuhan yang ditanam masyarakat? Hal itu juga tak terjawab oleh tim sosialisasi dari BP Batam yang turun ke beberapa kampung di Rempang.

“Bagaimana kami mau relokasi, pertanyaan-pertanyaan yang kami ajukan, tak dapat dijawab. Jika ada jawaban, malah di suruh kami ke PTSP. Atau malah dibilang, nanti kami tanyakan ke atasan,” ujar salah seorang warga di Pasir Panjang, Rempang.

Warga yang enggan disebutkan namanya itu mengatakan, bahwa masyarakat tidak puas atas jawaban dari pihak pemerintah. Pertanyaan-pertanyaan tersebut tak terjawab dengan tuntas.

“Pemimpin (Kepala BP Batam) sebentar lagi akan berganti. Siapa yang menjamin, semua yang direncanakan terlaksana. Kami sudah terlanjur serahkan tanah kelahiran kami, tapi rumahnya ternyata tak kunjung dibangun,” tuturnya.

Sementara itu, warga Rempang lainnya, Subhan mengatakan, sudah ada jawaban atas nasib nelayan. Lalu, bagaimana dengan para petani.

“Kami bertani di lahan seluas 500 meter. Itu bukan bertani, tapi menanam bunga,” tuturnya.

Ia mengatakan, hanya bisa bertani dan tidak memiliki keahlian lainnya. “Apakah alat tani kami diganti?, tak ada jawaban atas itu,” ujarnya.

Terkait pembangunan jalan, Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol Ariastuty Sirait membenarkannya. “Iya, sedang buka akses jalan,” katanya.

Ia mengatakan, sejauh ini baru pembangunan akses jalan. Begitu akses jalan selesai dibuka, barulah dilanjutkan pembangunan rumah.

“Belum. Baru buka jalan dulu,” ujarnya.

Saat ditanya mengenai tidak optimalnya tim sosialisasi BP Batam serta tak bisa menjawab pertanyaan masyarakat.  Ariastuty  mengatakan, akan menanyakan hal tersebut dahulu. (*)

reporter: juanda

Dilantik Jadi Wabup Bintan, Ahdi Muqsith Diminta Bantu Awasi Penggunaan Anggaran

0
Wabup Bintan, Ahdi Muqsith saat mengikuti prosesi tepuk tepung tawar di aula kantor Bupati Bintan, Bintan Buyu, Kabupaten Bintan, Jumat (15/9/2023). F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos– Ahdi Muqsith alias Osit dilantik sebagai Wakil Bupati Bintan sisa masa jabatan 2021 hingga 2024.

Pelantikan dilakukan oleh Gubernur Kepri, Ansar Ahmad di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Jumat (15/9/2023) pagi.

Siangnya, Ahdi Muqsith mengikuti prosesi tepuk tepung tawar oleh LAM Bintan dalam kegiatan tasyakuran di aula kantor Bupati Bintan, Bintan Buyu, Kabupaten Bintan.

Bupati Bintan, Roby Kurniawan mengatakan, dengan adanya Wakil Bupati Bintan menambah semangat baru.

BACA JUGA: Ahdi Muqsith Siap Bantu Tugas dan Kerja Bupati Bintan

“Kita langsung gaspol, melakukan inovasi dan rencana-rencana demi Bintan yang lebih baik,” kata dia.

Roby pun memberikan tugas ke Wabup Bintan, Ahdi Muqsith.

Roby meminta Wabup Ahdi Muqsith ikut membantu mengawasi penggunaan anggaran di organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan.

“Realisasi anggaran yang masih belum optimal, harus dimaksimalkan lagi,” kata dia.

Wabup Bintan, Ahdi Muqsith berharap dukungan semua pihak. Kerja sama, komunikasi dan silaturahmi pun diharapkan berjalan baik.

Terkait membantu pengawasan penggunaan anggaran yang ditugaskan Bupati, dia mengatakan, siap melaksanakannya.

Disinggung apakah bakal tinggal di Bintan?

“Jujur saya masih menunggu dari Bagian Umum. Pasti, saya akan tinggal di sini (Bintan),” kata dia.

Yang pasti sebagai Wabup Bintan, dia menegaskan, siap membantu tugas Bupati Bintan, Roby Kurniawan dalam membangun Bintan yang lebih baik. (*)

reporter: slamet