Senin, 18 Mei 2026
Beranda blog Halaman 4946

TNI Tembak Mati 5 Anggota KKB Papua, Sita Amunisi hingga Senjata Tajam

0
Anggota TNI-Polri mengevakuasi lima jenazah diduga anggota KKB yang tewas saat kontak tembak, Kamis (14/9). (ANTARA/HO/Humas Polda Papua )

batampos – Kontak senjata antara pasukan TNI dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) terjadi di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pada Kamis (14/9). Dalam insiden tersebut, Pasukan TNI melumpuhkan lima anggota KKB Papua.

“Kelimanya dievakuasi setelah kejadian kontak tembak antara TNI dan KSTP (Kelompok Sparatis Teroris Papua),” kata Dansatgas Yonif 7 Marinir Letkol Mar Alex Zulkarnain dalam keterangan tertulis, Senin (18/9).

Dia menjelaskan peristiwa tersebut terjadi di Kali Braza, Distrik Dekai, sekira pukul 09.00 WIT. Kelima jenazah tersebut telah dievakuasi ke rumah sakit. “Saat ini kelima jenazah sudah ada di RSUD Dekai untuk dilakukan autopsi,” ujarnya.

Selain melumpuhkan 5 KSTP, Prajurit TNI juga mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya, 2 magazein (jenis SS1 dan AK-47) dengan 4 butir peluru, 1 unit HT, pisau/parang, beberapa asesoris lambang bintang kejora serta barang-barang milik pribadi.

“Semua barang bukti kini telah diamankan di Polres Yahukimo guna kepentingan penyelidikan,” imbuhnya. (*)
Reporter: JP Group

Delapan Anak di Batam Ajukan Dispensasi Nikah, Mayoritas Karena Hamil Duluan

0
ilustrasi nikah muda
Ilustrasi menikah muda. (jpg)

batampos – Jumlah anak yang mengajukan dispensasi menikah di Kota Batam, terus bertambah. Dalam tahun ini tercatat sudah ada delapan permohonan dispensi menikah yang masuk ke Pengadilan Agama (PA) Kelas 1 A Kota Batam.

Humas Pengadilan Agama Kelas 1 A Kota Azizon mengatakan, pengajuan dispensasi menikah ini tercatat sepanjang Januari sampai dengan Agustus 2023. Rinciannya, satu permohonan di bulan Januari, tiga permohonan di bulan Februari dan satu permohonan lain masing-masing di Mei, Juni dan Juli 2023.

Dikatakan Azizon, dispensasi nikah adalah upaya bagi mereka yang ingin menikah tapi belum mencukupi batas usia untuk menikah yang telah ditetapkan pemerintah. Umumnya, orang tua anak yang belum cukup umur itu mengajukan dispensasi nikah ke pengadilan lewat proses persidangan terlebih dahulu

“Total sampai saat ini ada 8 permohonan, paling banyak bulan Februari ini sebanyak 3 permohonan,” ujarnya, Minggu (17/9).

Baca Juga: WITT Cegah Konsumsi dan Pengaruh Rokok Pada Anak

Azizon menambahkan, dari delapan permohonan ini sebanyak tujuh perkara sudah diputus oleh Pengadilan Agama Kota Batam. Artinya tidak semua permohonan yang dikabulkan oleh Pengadilan Agama. Ada juga apabila alasannya hubungan yang terlalu dekat sehingga dikhawatirkan terjadi perzinahan seperti ini, biasanya pengadilan akan meminta menunggu sampai usia pernikahan.

“Ada juga alasan seperti itu, jadi berkasnya tetap kami terima namun tidak dikabulkan, ” ungkapnya.

Dilanjutkannya, ada sejumlah faktor dispensasi menikah ini. Salah satunya kondisi darurat pemohon. Dimana perempuan sudah hamil terlebih dahulu sebelum menikah. Dilanjutnya, kondisi seperti itu sudah kerap kali dijumpai saat persidangan.

Baca Juga: Batam Buka 1.100 Formasi CASN, Cek Senin Depan Ya ….

“Umumnya, mayoritas dispensasi nikah tersebut karena faktor kecelakaan (hamil duluan). Ada juga faktor lain yakni pergaulan, tapi jumlah persentasenya masih kecil, ” tuturnya.

Mayoritas pemohon dispensasi nikah di Kota Batam ini berusia 16 hingga usia 17 tahun. Kebanyakan mereka karena alasan telah hamil duluan atau hamil di luar nikah. Ada juga karena sudah tidak sekolah lagi, sehingga tumbuh persepsi menikah usia muda ataupun sudah terlalu dekat sehingga orangtunya khawatir sehingga meminta dispensasi untuk bisa dinikahkan. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

PLTU Unit 1 Rusak, PLN Terapkan Pemadaman Bergilir

0
PLTU Karimun

batampos– Daya listrik yang dikelola PLN Tanjungbalai Karimun mengalami defisit. Hal ini disebabkan adanya kerusakan pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Unit 1 Tanjngsebatak, Kecamatan Tebing.

Akibat kerusakan yang terjadi pada mesin PLTU unit 1, maka PLN melakukan pemadaman emergency secara bergilir ke pelanggan. Pemadaman bergilir sudah dilakukan sejak Kamis (14/9).

Kepala PLN ULP Tanjungbalai Karimun, Budi Mansyah Minggu (17/9) mengatakan, akibat dari kerusakan mesin PLTU unit 1, maka degisit atau kekurangan daya mencapai 4 megawatt (Mw).

BACA JUGA: PLN Imbau Jangan Pasang Bendera di Dekat Jaringan Listrik

”Dengan defisit ini, maka daya mampu listrik yang tersedia tinggal 23,35 MW. Beban puncak itu mulai terjadi pukul 17.00 WIB sampai dengan pukul 22.00 WIB. Dan pada saat beban puncak, maka kebutuhan daya mencapai 31,50 Mw. Namun, akibat kerusakan pada mesin PLTU unit 1, beban puncak tidak bisa teratasi”; ujarnya.

Sehingga, lanjutnya, untuk menutupi beban puncak, pihaknya melakukan emergency pemadaman listrik secara bergiliran. Dan waktu perbaikan estimasi sampai Kamis (21/9) ditarget sudah selesai.

”Dari kami PLN akan terus berusaha meminimalisir terjadinya pemadaman listrik emergency terhadap pelanggan.
Kami juga meminta bantuan pihak perhotelan dan swalayan untuk menggunakan genset sementara. Dengan harapan pelanggan masyarakat umum yang terdampak dapat diminimalisir pemadaman bergilir,” jelasnya.

Sementara itu, Manajer PLTU Tanjungsebatak, Syaiful Edli yang dikonfirmasi secara terpisah menyebutkan, kerusakan mesij PLTU unit 1 pada bagian chain grate stoker boiler. ”Perbaikan masih terus dilakukan. Dan Alhamdulillah alat yang rusak tersebut ada di gudang kita. Estimasi perbaikan selesai pada Kamis (21/9),” ungkapnya. (*)

reporter: sandi

Kapolri Tambah Personel untuk Pengamanan di Pulau Rempang

0
Kapolri Listyo Sigit
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. (SETPRES)

batampos – Kapolri Jenderal Listyo Sigit menambah jumlah personel untuk pengamanan di Pulau Rempang. Para personel ini berasal dari Brimob Polda Riau yang bertugas di Bawah Kendali Operasi (BKO).

Listyo mengatakan penambahan personel dilakukan untuk sosialisasi pada masyarakat yang masih menolak direlokasi.

“Prioritas utama yang kita lakukan adalah memperkuat sosialisasi kepada masyarakat yang akan direlokasi,” katanya.

Baca Juga: Bahas Pengembangan Rempang, Menteri Investasi RI Optimistis Kesejahteraan Masyarakat Ikut Meningkat

Ia menambahkan hingga saat ini personel yang ditambah berjumlah 4 satuan setingkat kompi (SSK). Jumlah itu akan terus ditambah sesuai dengan eskalasi ancaman yang terjadi di Pulau Rempang.

“Untuk penyelesaian terkait masalah relokasi sesuai dengan arahan Pak Presiden saat ini kita mengedepankan tindakan yang bersifat lebih persuasif,” katanya.

Sementara Kabid Humas Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad membenarkan adanya penambahan personel dari Polda Riau tersebut. Ia mengatakan bantuan itu dalam rangka menciptakan dan dukungan moril yang sifatnya back up saja.

“Sementara kami (Polda Kepri) masih memantau situasi di Rempang yang perlahan sudah mulai kondusif. Artinya semuanya sudah siap untuk digerakkan sifatnya (stand by),” katanya. (*)

 

Reporter: YOFI YUHENDRI

Tambal Sulam Jalan Laksamana Bintan Membahayakan Pengendara

0
laksamana bintan
Ilustrasi: Ruas Jalan Laksamana Bintan, Kota Batam. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Ruas jalan Laksamana Bintan, Batamkota kian memprihatinkan. Meski jalan rusak sudah ditambal, ternyata tambalan itu kembali rusak dan membahayakan pengendara yang melintas.

Seperti kondisi jalan Laksamana Bintan dari arah Simpang Kalista menuju Simpang Frengki. Terlihat banyaknya jalan yang berlubang, mulai kecil hingga besar.

Padahal kondisi jalan itu sudah pernah ditambal beberapa waktu lalu, namun sayangnya tambalan itu kembali rusak. Lubang terlihat membesar di sekitaran titik yang ditambal.

Baca Juga: Pengguna Jalan Harus Makin Cerdas dan Tertib Lalu Lintas

Ayeng, pengendara yang kerap melintas di jalan tersebut merasa miris saat ditanya tentang kondisi jalan Laksamana Bintan. Sebab, ia pernah hampir terjatuh karena menghindari lubang di sana.

“Jalan itu parah banget, padahal jalan menuju kawasan industri, tapi dibiarkan begitu saja. Pernah hampir jadi korban, tapi Alhamdulillah bisa mengendalikan stang motor, jadi tak jatuh,” ujarnya.

Menurut dia, kondisi jalan itu paling riskan untuk pengendara roda dua. Hal itu dikarenakan banyaknya lubang dan berdekatan dengan persimpangan.

“Jadi kalau yang tidak tahu kondisi jalan mereka ngebut dan jatuh. Pernah juga ada korban jiwa disana, namun tetap tak ada perbaikan,” sebut Ayeng.

Baca Juga: Wan Darusalam: Pembangunan Kawasan Rempang Ecocity untuk Kesejahteraan Masyarakat 

Diakuinya, perbaikan sepanjang jalan itu hanya berupa tambalan. Yang hanya bertahan selama beberapa bulan saja dan kemudian kembali berlubang.

“Sudah ditambal sulam, tapi tetap rusak. Gimana tak rusak coba, yang lewat juga truk-truk bermuatan kontainer,” ungkap Ayeng.

Hal senada diungkapkan Dian yang sehari-sari mengendarai sepeda motor. Wanita ini juga mengeluhkan kondisi jalan. Bahkan, menurutnya, kondisi jalan rusak banyak di depan Perumahan Marcelia Batamcenter.

“Katanya mau ada perbaikan, namun ternyata gak ada perbaikan. Jalan banyak lubang, kemudian garis aspal dan beton juga gak menyatu, jadi rawan banget kecelakaan,” sebut Dian.

Baca Juga: Nasi Cepat Basi, Kualitas Beras Dipertanyakan

Ia mempertanyakan, kapan pembangunan jalan dilakukan. Apalagi kondisi jalan itu sangat padat dilalui kendaraan, sehingga butuh penanganan yang cepat.

“Jangan hanya ditambal, tapi benar-benar diaspal semuanya. Sudah banyak korban padahal,” pungkas Dian. (*)

 

 

Reporter: Yashinta

Bahas Pengembangan Rempang, Menteri Investasi RI Optimistis Kesejahteraan Masyarakat Ikut Meningkat

0

Menteri Investasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Republik Indonesia, Bahlil Lahadalia, kembali membahas pengembangan Kawasan Rempang di Kota Batam, Minggu (17/9/2023).

Bertempat di Hotel Marriott, Bahlil meyakinkan banyak pihak jika investasi di Pulau Rempang akan memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat.

Ia optimistis, Rempang yang akan menjadi mesin ekonomi baru Indonesia juga bakal meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah ke depannya.

“Yakinlah bahwa investasinya ini untuk kesejahteraan rakyat. Dengan menciptakan banyaknya lapangan pekerjaan, pendapatan masyarakat juga akan meningkat,” ujar Bahlil usai rapat teknis terkait dinamika investasi di Rempang selesai.

Ia juga mendukung langkah BP Batam dalam melakukan pendekatan humanis ke masyarakat Rempang. Khususnya dalam melakukan sosialisasi dan pendataan terhadap warga yang terdampak pengembangan.

Menurutnya, komunikasi yang baik dan humanis jauh lebih penting dalam percepatan investasi di Pulau Rempang.

“Untuk investasi, kita bersaing dengan negara luar. Kita tidak bisa menunggu karena investasi ini akan menciptakan banyak lapangan pekerjaan. Yang paling penting, komunikasi ke masyarakat harus jauh lebih baik,” tambahnya.

Untuk diketahui, rapat teknis kali ini juga dihadiri oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Hadi Tjahjanto, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Wakapolri Komjen Pol Agus Andrianto, Gubernur Kepri Ansar Ahmad, dan Kepala BP Batam Muhammad Rudi.

“Untuk hal-hal teknis lainnya, kami akan terus membahasnya,” tutup Bahlil. (DN/rilis)

Bahas Pengembangan Rempang, Menteri Investasi RI Optimistis Kesejahteraan Masyarakat Ikut Meningkat

0

Menteri Investasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Republik Indonesia, Bahlil Lahadalia, kembali membahas pengembangan Kawasan Rempang di Kota Batam, Minggu (17/9/2023).

Bertempat di Hotel Marriott, Bahlil meyakinkan banyak pihak jika investasi di Pulau Rempang akan memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat.

Ia optimistis, Rempang yang akan menjadi mesin ekonomi baru Indonesia juga bakal meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah ke depannya.

“Yakinlah bahwa investasinya ini untuk kesejahteraan rakyat. Dengan menciptakan banyaknya lapangan pekerjaan, pendapatan masyarakat juga akan meningkat,” ujar Bahlil usai rapat teknis terkait dinamika investasi di Rempang selesai.

Ia juga mendukung langkah BP Batam dalam melakukan pendekatan humanis ke masyarakat Rempang. Khususnya dalam melakukan sosialisasi dan pendataan terhadap warga yang terdampak pengembangan.

Menurutnya, komunikasi yang baik dan humanis jauh lebih penting dalam percepatan investasi di Pulau Rempang.

“Untuk investasi, kita bersaing dengan negara luar. Kita tidak bisa menunggu karena investasi ini akan menciptakan banyak lapangan pekerjaan. Yang paling penting, komunikasi ke masyarakat harus jauh lebih baik,” tambahnya.

Untuk diketahui, rapat teknis kali ini juga dihadiri oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Hadi Tjahjanto, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Wakapolri Komjen Pol Agus Andrianto, Gubernur Kepri Ansar Ahmad, dan Kepala BP Batam Muhammad Rudi.

“Untuk hal-hal teknis lainnya, kami akan terus membahasnya,” tutup Bahlil. (DN/rilis)

Wan Darusalam: Pembangunan Kawasan Rempang Ecocity untuk Kesejahteraan Masyarakat 

0
ab67ccad 8b50 48de 8fba ffa08107758b e1694959644240
Narasumber FGD Gamki Kepri foto bersama usai kegiatan

batampos– Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Provinsi Kepulauan Riau dan Kota Batam berhasil menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Masyarakat Sipil Menyikapi Kasus Investasi Pulau Rempang”.

Acara ini dalam rangka Acara Masa Perkenalan Anggota (Maperta) GAMKI di Aula Kantor DPD RI Kepri, Batam Center, Sabtu (16/9)

FGD ini bertujuan mendiskusikan isu-isu terkait kasus investasi di Pulau Rempang yang telah mencuri perhatian masyarakat dan berdampak signifikan pada lingkungan serta masyarakat lokal.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk Anggota DPD RI Dapil Kepulauan Riau, Dr. Richard Pasaribu, yang menekankan pentingnya peran negara dalam menangani permasalahan di Pulau Rempang. Dr. Richard Pasaribu juga mengundang rekan-rekan dari DPD RI Pusat untuk mengunjungi Pulau Rempang secara langsung.

BACA JUGA: Kepala BP Batam Sambut Kunjungan Kerja Menteri Investasi, Bahas Percepatan Pengembangan Investasi Kawasan Rempang

Wan Darusalam mewakili Kepala BP Batam, menegaskan bahwa Kawasan Rempang Ecocity dibangun untuk kesejahteraan masyarakat dan membutuhkan dukungan yang kuat. Ia juga mengingatkan pentingnya memilah berita-berita hoaks yang beredar dan mengajak semua pihak untuk bertindak bijak dalam menghadapi isu-isu ini.

Anggota DPRD Kepulauan Riau, Uba Sigalingging, menyoroti pentingnya pendekatan kultural dalam menghadapi investasi dan menegaskan bahwa hukum harus melindungi rakyat, bukan hanya properti. Ia juga menekankan perlunya menghormati pilihan masyarakat tanpa pemaksaan.

Ketua GAMKI Kepri Rikson Tampubolon, yang juga merupakan seorang dosen di Kota Batam, menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan sebagai kunci untuk menghindari masalah serupa di masa depan.

”Pendekatan partisipatoris dalam perencanaan pembangunan, di mana masyarakat bukan hanya menjadi objek tetapi juga subjek dalam proses pembangunan,” bebernya dalam rilisnya.

Acara ini juga dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Kota Batam, antara lain Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Rudi Panjaitan dan Kepala Biro BP Batam Ibu Aristuty Sirait, serta perwakilan dari organisasi kepemudaan dan mahasiswa.

Seluruh pemangku kepentingan dan panelis dalam FGD ini sepakat bahwa negara harus belajar dari pengalaman kasus Pulau Rempang untuk meningkatkan perencanaan dan implementasi kebijakan investasi yang lebih berkelanjutan dan adil.

FGD ini menjadi wadah penting untuk mendengarkan berbagai perspektif dan mencari solusi yang dapat diterapkan dalam menangani masalah investasi di Pulau Rempang. GAMKI Provinsi Kepulauan Riau berharap hasil FGD ini akan menjadi landasan bagi tindakan konkret dalam menjaga keadilan, lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat lokal. (*)

TNI AL Gagalkan Pengiriman Calon PMI Ilegal ke Malaysia

0
Danlanal Bintan, Letkol Laut (P) Gita Muharam menanyakan ke salah seorang calon PMI ilegal di markas Lanal Bintan di Tanjunguban, Sabtu (16/9/2023). F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos– Tim gabungan F1QR Lantamal IV dan Lanal Bintan terpaksa melepaskan tembakan peringatan ke udara saat aksi kejar-kejaran dalam upaya mengagalkan pengiriman calon pekerja migran Indonesia (PMI) secara ilegal ke Malaysia, Jumat (15/9/2023) malam.

Speedboat yang membawa 14 orang calon PMI ilegal dari Perairan Kabil dengan tujuan perairan Malaysia berupaya kabur dalam aksi kejar-kejaran tersebut.

Bahkan, speedboat PMI ilegal dengan tujuan Malaysia itu berputar arah ke perairan Sungai Gentong, Tanjunguban, Bintan untuk melarikan diri dari petugas.

Danlanal Bintan, Letkol Laut (P) Gita Muharam menyampaikan, informasi intelijen ada speedboat yang akan membawa calon PMI ilegal dari perairan Kabil, Batam dengan tujuan perairan Malaysia.

Petugas melakukan penyekatan dengan mengerahkan dua kapal cepat di perairan Kabil, Batam dan perairan Tanjunguban, Bintan.

Pada saat melakukan penyekatan, petugas melihat speedboat dengan kecepatan tinggi. Aksi kejar-kejaran pun terjadi, bahkan petugas sempat melepaskan tembakan peringatan ke udara namun speedboat yang dikendalikan tekong tidak mau berhenti.

“Terjadi aksi heroik, kejar-kejaran,” kata dia saat konferensi pers di Markas Lanal Bintan di Tanjunguban, Sabtu (16/9/2023).

BACA JUGA: Terdakwa Pengirim PMI Ilegal Tidak Ditahan

Speedboat yang membawa PMI ilegal yang semula menuju ke perairan Malaysia akhirnya berputar arah menuju ke perairan Tanjunguban.

“Speedboat yang membawa calon PMI ilegal masuk ke muara Sungai Gentong, Tanjunguban,” kata dia.

Saat itu tekong mengkandaskan speedboat di pelabuhan rakyat Sungai Gentong, Tanjunguban. Tekong, ABK dan 14 orang calon PMI ilegal berhamburan berusaha melarikan diri ke darat.

Dia mengatakan, saat itu petugas gabungan langsung berkoordinasi dengan petugas TNI AL di Tanjunguban.

Akhirnya, petugas berhasil mengamankan 7 dari 14 orang calon PMI ilegal.

Sedangkan tekong dan 7 orang calon PMI ilegal lain masih dikejar.

Tidak hanya itu, petugas mengamankan speedboat fiber warna hitam beserta 2 mesin merek Yamaha 200 PK yang digunakan tekong untuk mengangkut calon PMI ilegal ke Malaysia.

Speedboat tersebut sudah diamankan di Lanal Bintan.

Sejauh ini, kata dia, sebagian besar calon PMI ilegal yang diamankan berasal dari Nusa Tenggara Barat (NTT) namun ada yang dari Nusa Tenggara Timur (NTT) dan daerah di Pulau Jawa.

Untuk masuk ke Malaysia dengan jalur tidak resmi, para calon PMI ilegal mengeluarkan biaya bervariasi mulai dari Rp 6 juta hingga Rp 7 juta.

Untuk 7 PMI ilegal yang diamankan, kata dia, telah diserahkan ke BP3MI Kepri untuk dipulangkan ke daerah asal masing-masing.

Sementara tekong sendiri, kata dia, diduga merupakan warga tempatan karena memahami medan dan seluk beluk perairan di Batam dan Tanjunguban.

“Kita akan terus melakukan upaya pengejaran terhadap tekong,” kata dia.

Sementara seorang calon PMI ilegal asal NTT, Sukirman mengatakan, dirinya sudah seminggu berada di Batam. Rencananya, dia akan membuat paspor di Batam untuk masuk ke Malaysia.

“Di sini (Batam), ternyata harus tukar (pindah) KTP dan KK (Batam) baru bisa buat paspor,” kata dia.

Dia mengatakan, akhirnya memilih jalur tidak resmi untuk masuk ke Malaysia dengan membayar biaya Rp 6 juta.

“Dari sini (Batam) ke Malaysia biayanya Rp 6 juta,” kata dia. (*)

reporter: slamet

Kalah Telak 1-3, Rekor 31 Pertandingan Tak Terkalahkan MU di Old Trafford Pecah

0
Pelatih Manchester United Erik Ten Hag. (Instagram@manchesterunited)

batampos – Manchester United menderita kekalahan telak 1-3 dari tamunya Brighton and Hove Albion pada laga lanjutan pekan kelima Liga Inggris pada Sabtu, (16/9) malam WIB.

Tampil di depan pendukungnya sendiri, MU harus mengakui keunggulan The Seagulls yang tampil dengan para pemain pelapis. Tiga gol Brighton dicetak mantan pemain MU Danny Welbeck, Pascal Gross, dan Joao Pedro. Sementara satu gol hiburan The Red Devils dicetak pemain muda Hannibal Mejbri.

Hasil minor tersebut sekaligus mengakhiri rangkaian 31 pertandingan tak terkalahkan di Old Trafford sejak 9 September 2022. Terakhir kali Harry Maguire dan kolega menderita kekalahan di kandang adalah ketika menjamu Real Sociedad dengan skor tipis 0-1.

Kisah pilu pendukung Manchester United semakin lengkap lantaran keputusan wasit yang menggagalkan debut sempurna striker Rp 1,3 triliun Rasmus Hojlund. Wasit Craig Pawson memutuskan untuk menganulir gol Hojlund di menit ke-40 usai meninjau rekaman Video Assistant Referee (VAR).

Kedudukan 1-3 yang bertahan hingga peluit panjang dibunyikan membuat Manchester United tertahan di posisi ke-12 klasemen sementara Liga Inggris.

Pelatih Manchester United Erik Ten Hag mengaku kecewa atas hasil yang diperoleh anak asuhnya. Pelatih asal Belanda menyayangkan skuadnya tak mampu menciptakan gol dari sekian banyak peluang yang tercipta.

”Saya pikir kami bermain sangat baik pada 20 menit pertama, kami memiliki peluang namun kami tidak bisa mencetak gol,” kata Ten Hag dikutip JawaPos.com dari laman resmi klub.

Setelah tendangan Rasmus Hojlund dianulir VAR, Ten Hag menyebut gol kedua Brighton adalah kesempatan kedua bagi anak asuh Roberto De Zerbi memenangkan laga. Eks pelatih Ajax Amsterdam menyebut, timnya harus bisa mengatasi momen-momen sulit seperti saat tertinggal 0-2 dari Brighton.

”Seperti yang saya katakan, tetap berpegang pada rencana, tetap berpegang pada aturan. Anda harus percaya, Anda harus berjuang sebagai tim,” ungkap Ten Hag.

Pelatih yang dipercaya menangani Manchester United sejak musim lalu itu juga menyoroti sisi pertahanan timnya.

Pasca laga kontra Brighton, Ten Hag juga meminta anak asuhnya meningkatkan seluruh kualitas baik secara individu maupun secara keseluruhan sebagai tim.

Merujuk pada dua kekalahan Manchester United saat melawan Spurs dan Arsenal, Pelatih berusia 53 tahun mengajak para pemain introspeksi dengan menyalahkan diri sendiri.

”Kami tidak bisa menyalahkan orang lain, kami harus melakukan lebih baik, lebih tangguh, dan lebih bersungguh-sungguh demi meraih kemenangan,” tegas Ten Hag.

Jelang pertandingan menghadapi Bayern Munchen pada laga perdana grup B Liga Champions musim ini, Erik Ten Hag menegaskan, skuad asuhannya akan bekerja keras untuk memutus dua kekalahan beruntun dari Brighton dan Arsenal.

”Kami harus melawan dan tetap bersama pada saat ini. Kekalahan ini akan berlalu. Tetapi kami harus bekerja keras dan mempercayai satu sama lain untuk kemudian kami mampu memutar balik keadaan menjadi lebih baik,” ucap Ten Hag. (*)

 

Reporter: JPGroup