
batampos-Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Kepri, Subadi mengatakan, seluruh madrasah di Provinsi Kepri siap menerapkan program kurikulum merdeka. Inovasi diyakini dapat membentuk madrasah yang mandiri dan berprestasi.
“Kurikulum merdeka sebagai penyempurna kurikulum 2013 menjadi opsi terpilih setelah pandemi Covid 2019,” ujar Subadi, Selasa (1/8) di Tanjungpinang.
Menurutnya, kurikulum merdeka memberi ruang yang lebih leluasa kepada guru dan civitas akademika madrasah untuk berkreasi dan berinovasi. Adapun tujuan dari program ini adalah untuk mencapai kompetensi peserta didik dan tujuan pendidikan secara lebih luas.
“Jumlah madrasah pelaksana kurikulum merdeka di Kepulauan Riau terus bertambah. Kondisi ini menunjukan, progres yang baik,” jelasnya.
Disebutkannya, sejak pertama diterapkan pada Tahun 2022 sebagai piloting, sebanyak 5 madrasah telah di SK-kan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI sebagai madrasah pelaksana kurikulum merdeka. Kemudian di tahun 2023 ini sebanyak 165 madrasah yang menyusul sebagai pelaksana kurikulum merdeka di Kepulauan Riau dan telah ditetapkan oleh Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI.
BACA JUGA:Bangun Kemandirian Pesantren di Provinsi Kepri, Kemenag Kepri Minta Dukungan Legislator DPR RI
“Penambahan jumlah madrasah pelaksana kurikulum merdeka ini adalah signal respon madrasah untuk pengembangan mutu pembelajaran dan mutu pendidikan,” jelasnya lebih lanjut.
Masih kata Subadi, suru guru di Madrasah pelaksana IKM telah diberikan bekal untuk percepatan implementasi kurikulum merdeka berupa bimbingan teknis dari Loka Pekanbaru dan pelatihan lain baik secara luring maupun daring. Terkait penerapan kurikulum ini, pihaknya terus berupaya membekali guru madrasah untuk memahami sekaligus melaksanakan kurikulum merdeka di madrasah.
“Bimtek terus dijalankan, sosialisasi juga digaungkan, semua stakeholder kami ajak untuk menjadi bagian dari perubahan, perubahan ini untuk menjadikan madrasah lebih mandiri dan berprestasi,” tegasnya.
Lebih lanjut katanya, selain dari 165 madrasah tersebut, madrasah lain juga secara mandiri melaksanakan spirit kurikulum merdeka dan berinovasi. Ditambahkannya, bahwa Pendidikan Islam mesti menjadi bagian penting dari perubahan paradigma Pendidikan di Indonesia.
“Kini publik mulai mengakui bahwa saat ini madrasah menjadi idola masyarakat dengan keunggulan Pendidikan agama yang terpadu dengan sains,” tutup Subadi. (*)
reporter: jailani








