Minggu, 5 April 2026
Beranda blog Halaman 498

Surat Edaran Wali Kota Terbit, Pemko Batam Batasi Perayaan Tahun Baru Tanpa Kembang Api dan Konvoi

0
Amsakar Achmad.

batampos – Pemerintah Kota Batam resmi membatasi bentuk perayaan malam pergantian Tahun Baru 2026. Melalui Surat Edaran Wali Kota Batam Nomor 53 Tahun 2025, Pemko meminta masyarakat tidak merayakan tahun baru secara berlebihan, termasuk melarang konvoi kendaraan serta penggunaan kembang api dan petasan.

Kebijakan tersebut diteken langsung oleh Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan diumumkan pada Rabu (24/12).

Surat edaran itu diterbitkan sebagai wujud empati dan solidaritas atas musibah bencana alam yang melanda Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, serta sejumlah daerah lain di Indonesia, sekaligus untuk menjaga ketenteraman dan ketertiban masyarakat.

Dalam surat edaran tersebut, Pemko Batam menegaskan dua poin utama. Pertama, perayaan pergantian tahun baru hendaknya dilaksanakan secara sederhana, bermakna, dan tidak berlebihan, dengan mengedepankan kegiatan positif seperti doa bersama sesuai agama dan keyakinan masing-masing, berkumpul bersama keluarga, serta penggalangan donasi bagi korban bencana alam.

Kedua, masyarakat diminta tidak menyalakan kembang api, petasan, maupun melakukan aktivitas lain yang berpotensi mengganggu ketenteraman dan ketertiban umum.

Menindaklanjuti kebijakan itu, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam menyatakan dukungan penuh atas surat edaran wali kota tersebut. Kepala Disbudpar Batam, Ardi Winata, menilai pembatasan ini merupakan langkah yang tepat di tengah kondisi bangsa yang masih diliputi duka.

“Prinsipnya kami setuju dan mendukung penuh. Pergantian tahun ini kita sikapi dengan bijak dan penuh kehati-hatian. Situasi nasional saat ini menuntut kita untuk lebih arif,” ujar Ardi kepada Batam Pos, Rabu (24/12).

Menurut Ardi, perayaan tahun baru tetap bisa dilakukan tanpa harus diwarnai euforia berlebihan. Ia menilai empati sosial justru harus menjadi pesan utama dalam menyambut pergantian tahun.

“Kita melihat saudara-saudara kita di Sumatra dan Aceh sedang tertimpa musibah. Maka perayaan tahun baru sebaiknya diisi dengan rasa empati, bukan hura-hura,” katanya.

Ardi juga mengungkapkan hingga kini pihaknya belum menerima laporan adanya pelaku usaha pariwisata yang keberatan atas kebijakan tersebut.

“Sampai sekarang belum ada laporan penolakan. Dan secara pribadi, saya juga sepakat malam tahun baru ini tidak diisi dengan kegiatan berlebihan,” ujarnya.

Ia menambahkan, momen pergantian tahun justru bisa dimanfaatkan untuk kegiatan solidaritas dan penggalangan dana. “Makna tahun baru tidak hilang. Justru kepedulian sosial kita bisa semakin terasa,” tambahnya.

Sikap serupa disampaikan Ketua Asosiasi Pariwisata Nasional (Asparnas) DPD Kepulauan Riau, Mulyadi Tan. Ia menyebut pembatasan perayaan tahun baru tidak akan berdampak negatif terhadap sektor pariwisata Batam.

“Indonesia sedang berduka. Tahun baru tetap bisa dirayakan secara sederhana, aman, dan tertib tanpa kembang api atau konvoi,” ujar Mulyadi.

Menurutnya, wisatawan tidak menjadikan kembang api sebagai daya tarik utama. Sebagian besar wisatawan, khususnya mancanegara, lebih memilih menikmati suasana hotel, resort, wisata alam, dan kuliner.

“Wisatawan jarang ikut konvoi atau bakar kembang api. Mereka biasanya mengikuti acara di hotel atau resort yang diselenggarakan event organizer,” katanya.

Ia menegaskan larangan kembang api tidak akan menurunkan minat wisatawan berkunjung ke Batam. “Berwisata itu soal menikmati alam, kuliner, belanja, dan bersantai. Kembang api hanya gimik, bukan poin utama,” jelasnya.

Mulyadi bahkan menyebut kembang api bukan keunggulan kompetitif pariwisata Indonesia. “Kalau bicara kembang api, Singapura justru lebih canggih,” ujarnya.

Ia pun mengimbau pelaku usaha pariwisata ikut aktif menyosialisasikan kebijakan ini kepada masyarakat. “Pesan ini jangan hanya disampaikan aparat, tapi juga oleh pelaku usaha pariwisata,” katanya.

Sementara itu, pemerhati pariwisata Kota Batam sekaligus Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Perwakilan Batam, Buralimar, menilai pembatasan perayaan tahun baru merupakan langkah yang wajar dan relevan dengan kondisi saat ini.

Menurutnya, perayaan tahun baru bukan untuk dilarang sepenuhnya, tetapi perlu dikendalikan agar tidak melukai rasa empati publik.

“Bukan berarti tidak boleh merayakan, tapi jangan berlebihan. Pengeluaran besar seperti pesta mewah atau kembang api bernilai tinggi lebih baik dialihkan untuk membantu korban bencana,” ujarnya.

Buralimar juga menepis anggapan bahwa pembatasan perayaan akan berdampak pada kunjungan wisatawan. Menurutnya, wisatawan datang ke Batam bukan semata untuk menyaksikan pesta tahun baru di satu lokasi.

“Wisatawan bisa kuliner, ke destinasi wisata, atau aktivitas lain. Jarang wisatawan mancanegara datang hanya untuk melihat perayaan tahun baru,” katanya.

Terkait kemungkinan hotel atau penginapan tetap menyalakan kembang api, Buralimar menilai hal itu masih wajar selama tidak berlebihan dan tetap menjunjung empati.

“Kembang api sebagai hiburan boleh saja. Tapi kalau sampai ratusan juta, lebih baik disumbangkan untuk kebutuhan logistik korban bencana,” ujarnya.

Ia mengakui perayaan tahun baru selama ini menjadi agenda rutin Pemko Batam di Dataran Engku Putri. Namun menurutnya, tidak ada persoalan jika tahun ini dilakukan secara sederhana atau bahkan ditiadakan.

“Kalau acara sudah terlanjur direncanakan, bisa ditambah doa bersama dan donasi. Hiburan cukup sebagai pelengkap,” katanya.

Buralimar menegaskan, esensi pergantian tahun seharusnya menjadi momentum refleksi dan kepedulian sosial.

“Rasa empati itu jauh lebih utama daripada hiburan yang bermewah-mewahan,” tutupnya. (*)

Artikel Surat Edaran Wali Kota Terbit, Pemko Batam Batasi Perayaan Tahun Baru Tanpa Kembang Api dan Konvoi pertama kali tampil pada Metropolis.

Ringankan Beban Korban, Pemulihan Bencana Banjir Sumatra Terus Didatangkan

0
Terlihat mobil tertutup lumpur di terjang banjir bandang susulan beberapa hari lalu yang terjadi di Nagari Batu Busuk, Padang, Jum’at (19/12/2025). (Kurniawan Mas’ud/ PFI Tangerang)

batampos – Upaya pemulihan pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh dan sejumlah wilayah di Sumatera terus berlangsung dengan dukungan berbagai pihak. Bantuan kemanusiaan masih terus disalurkan guna meringankan beban warga terdampak yang kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian.

Sebagai bentuk kepedulian, Paguyuban Perkasa TNI–Polri Alumni Akademi 2006 menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir di Aceh. Bantuan tersebut diberangkatkan dari Kota Medan dan didistribusikan ke sejumlah daerah terdampak, yakni Kota Langsa, Kabupaten Aceh Tamiang, dan Kabupaten Aceh Timur.

Ketua Umum Perkasa TNI–Polri 2006, AKBP Alrasyidin Fajri Gani, mengatakan bantuan logistik yang disalurkan meliputi 500 sak beras, 500 dus mi instan, minyak goreng, 1.700 paket biskuit, 1.000 dus air mineral, empat karung besar pakaian layak pakai, serta 216 pasang sepatu bot.

“Bantuan kemanusiaan ini merupakan inisiatif Alumni TNI–Polri 2006 dengan harapan dapat meringankan beban masyarakat serta membantu proses pemulihan pascabencana banjir bandang di wilayah Aceh,” ujar Fajri, Kamis (25/12).

Ia menjelaskan, penyaluran bantuan dilakukan melalui satuan TNI–Polri di wilayah terdampak, antara lain Kodim 0117/Aceh Tamiang, Batalyon 111 Karma Bakti, Polres Aceh Timur, serta wilayah Kota Langsa. Bantuan tersebut selanjutnya didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Fajri berharap bantuan yang disalurkan dapat membantu meringankan penderitaan warga sekaligus mempercepat pemulihan kondisi pascabencana.

Sementara itu, Ketua IV Perkasa TNI–Polri 2006, AKBP Muhammad Firdaus, yang turut mengantarkan langsung bantuan ke Aceh, memastikan seluruh logistik telah diterima oleh jajaran TNI–Polri, Wakil Wali Kota Langsa, serta masyarakat terdampak.

Ia menyebut sejumlah pihak menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kepedulian yang diberikan, di antaranya Komandan Kodim 0117/Aceh Tamiang, Komandan Batalyon 111 Karma Bakti, Kapolres Aceh Timur, serta Wakil Wali Kota Langsa. (*)

Artikel Ringankan Beban Korban, Pemulihan Bencana Banjir Sumatra Terus Didatangkan pertama kali tampil pada News.

Pemko Batam Dorong Museum Raja Ali Haji Lebih Edukatif dan Informatif, Konsep Digital Disiapkan

0
Pengunjung melihat benda-benda bersejarah yang ada di Museum Raja Ali Haji Batam. Foto. Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Pemerintah Kota Batam terus berupaya meningkatkan kualitas destinasi wisata sejarah. Salah satu fokus pembenahan diarahkan ke Museum Raja Ali Haji yang dinilai masih menjadi destinasi favorit wisatawan, termasuk wisatawan mancanegara.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batam, Ardiwinata mengatakan museum tersebut ke depan akan menjalani pemugaran dan pengembangan konsep agar lebih informatif dan edukatif bagi pengunjung.

“Museum ini baru berusia sekitar empat hingga lima tahun, jadi kami terus berbenah. Salah satu kritik yang kami terima adalah kurangnya informasi yang disajikan. Ke depan akan kami lengkapi dengan studio mini, sistem informasi berbasis digital, serta penambahan koleksi,” ujar Ardiwinata, Kamis (25/12).

Menurutnya, Museum Raja Ali Haji telah masuk dalam itinerary perjalanan sejumlah biro perjalanan wisata. Museum ini beroperasi setiap hari pukul 10.00 hingga 17.00 WIB, namun tetap dapat dibuka di luar jam operasional berdasarkan permintaan khusus.

“Kalau by request, bahkan tengah malam pun bisa kami buka. Ada retribusi sesuai ketentuan,” jelasnya.

Berdasarkan data rekapitulasi kunjungan Museum Raja Ali Haji Batam tahun 2025, jumlah pengunjung menunjukkan angka yang cukup signifikan.

Pada Semester I 2025, total pengunjung tercatat mencapai 5.269 orangterdiri dari pelajar, mahasiswa, masyarakat umum, peneliti, hingga wisatawan asing.

Jumlah kunjungan tertinggi tercatat pada Februari 2025 dengan 1.552 pengunjung disusul Januari sebanyak 1.322 pengunjung dan Juli sebanyak 1.023 pengunjung.

Museum sempat tutup pada Oktober 2025, sementara data kunjungan Semester II masih dalam proses rekapitulasi.

Kunjungan wisatawan asing juga tercatat cukup dominan pada beberapa bulan tertentu, menandakan museum ini memiliki daya tarik tersendiri bagi turis mancanegara yang ingin mengenal sejarah dan budaya Batam serta Kepulauan Riau.

Ardiwinata berharap, melalui pembenahan berkelanjutan dan pemanfaatan teknologi digital, Museum Raja Ali Haji yang mengangkat tokoh besar Melayu, Raja Ali Haji, dapat semakin memperkuat daya tarik wisata sejarah dan budaya Batam di mata wisatawan domestik maupun mancanegara. (*)

Artikel Pemko Batam Dorong Museum Raja Ali Haji Lebih Edukatif dan Informatif, Konsep Digital Disiapkan pertama kali tampil pada Metropolis.

Pendampingan Diperkuat, Pelunasan BIPIH Jemaah Haji Batam Capai 75 Persen

0
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Batam, Syahbudi. Foto Rengga Yuliandra/Batam Pos

batampos – Kesiapan jemaah calon haji Kota Batam untuk menunaikan ibadah haji tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi kian terlihat. Hingga hari terakhir Selasa (23/12), proses pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BIPIH) tahap Ini telah mencapai 75 persen, menandakan mayoritas jamaah sudah memasuki tahap akhir persiapan keberangkatan.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Batam, Syahbudi, mengungkapkan bahwa dari total kuota haji Batam sebanyak 656 jamaah, sebanyak 491 jamaah telah menyelesaikan pelunasan. Kuota tersebut terdiri atas 632 jamaah reguler berdasarkan nomor urut porsi serta 24 jamaah prioritas lanjut usia.
“Capaian ini menunjukkan antusias dan kesiapan jamaah cukup tinggi. Namun, kami tetap melakukan pendampingan intensif bagi jamaah yang belum melunasi,” ujar Syahbudi.
Ia menjelaskan, masih terdapat 165 jamaah yang belum melakukan pelunasan. Sebagian di antaranya belum siap berangkat pada musim haji tahun ini, sementara sebagian lainnya masih terkendala pemenuhan istithaah kesehatan, yang menjadi syarat utama sebelum pelunasan dapat dilakukan.
Menurut Syahbudi, Kemenhaj Kota Batam tidak hanya berfokus pada angka pelunasan, tetapi juga memastikan seluruh jamaah benar-benar siap secara administrasi, kesehatan, dan pendampingan. Karena itu, saat ini Tim Percepatan Pelunasan BIPIH tengah melakukan verifikasi dan validasi terhadap data jamaah yang mengalami kendala.
Verifikasi tersebut mencakup data pendamping jamaah lanjut usia, jamaah penyandang disabilitas, serta pendampingan mahram yang terpisah, agar seluruhnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Setelah diverifikasi, data jamaah akan kami input ke dalam Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat). Jamaah yang dinyatakan memenuhi syarat dapat mengikuti pelunasan BIPIH Tahap II,” jelasnya.
Pelunasan BIPIH Tahap II sendiri dijadwalkan berlangsung pada 2 hingga 9 Januari 2026. Kemenhaj Kota Batam pun mengimbau jamaah yang masuk dalam kategori tersebut agar aktif berkoordinasi dengan petugas haji, sehingga seluruh proses persiapan keberangkatan dapat berjalan tertib, lancar, dan sesuai jadwal.
“Harapannya, seluruh jamaah yang berangkat nanti benar-benar siap lahir dan batin untuk menunaikan ibadah haji,” tutup Syahbudi. (*)

Artikel Pendampingan Diperkuat, Pelunasan BIPIH Jemaah Haji Batam Capai 75 Persen pertama kali tampil pada Metropolis.

Pelatih Timnas Futsal U-19 Bidik Hasil Sempurna Meski Sudah Lolos ke Semifinal

0
Foto arsip – Pemain Timnas Futsal Indonesia Samuel Eko Putra (kiri) menggiring bola dibayangi pemain Timnas Futsal Australia Jamie Dib (kanan) pada laga persahabatan FIFA Match Day di Indonesia Arena, Jakarta, Sabtu (1/11/2025). Timnas Futsal Indonesia menang dengan skor 3-1. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/nz

batampos –

Pelatih tim nasional futsal U-19 Indonesia, Naim Hamid Salim, menegaskan timnya tetap mengincar hasil sempurna pada babak grup Kejuaraan Futsal ASEAN U-19 2025 meski telah memastikan tiket ke semifinal.

Indonesia akan menghadapi Malaysia pada laga terakhir Grup B, Kamis, setelah sebelumnya meraih kemenangan 4-1 atas Myanmar pada pertandingan pembuka, Rabu. Hasil tersebut membawa Garuda Muda memuncaki klasemen sementara Grup B dengan tiga poin.

“Ya mudah-mudahan untuk lawan Malaysia juga kita berharap bisa dapat hasil sempurna, insyaallah,” kata Naim seusai pertandingan melawan Myanmar, dalam audio yang diterima ANTARA di Jakarta, Rabu.

Dengan kemenangan atas Myanmar, Indonesia telah memastikan lolos ke semifinal. Pada laga melawan Malaysia, yang sementara berada di posisi kedua Grup B dengan satu poin, Garuda Muda hanya membutuhkan hasil imbang untuk mengunci status juara grup.

Posisi akhir di babak grup akan menentukan lawan di semifinal yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu. Juara Grup A akan menghadapi runner-up Grup B, sementara juara Grup B berjumpa runner-up Grup A.

Saat ini, Grup A dipimpin Thailand, disusul Vietnam, sementara Brunei Darussalam belum meraih poin.

“Tentu ada hitung-hitungan dengan grup sebelah, entah nanti bertemu Thailand atau Vietnam,” ujar Naim.

Naim mengaku bersyukur anak asuhnya mampu mengawali turnamen dengan kemenangan meyakinkan. Empat gol Indonesia ke gawang Myanmar dicetak oleh Muhamad Dafa Erlangga, Reivan Revian, Andi Umayyah, dan Haekel Ayyasy. Myanmar memperkecil ketertinggalan melalui gol Hae Mar Htay.

“Alhamdulillah kita dapat tiga poin. Tapi dari segi permainan masih ada beberapa kekurangan yang harus segera diperbaiki, apalagi Myanmar sudah lebih dulu bermain sebelumnya,” kata Naim.

Ia menegaskan tim pelatih akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk meningkatkan performa tim pada laga-laga berikutnya.

“Mudah-mudahan dari hasil ini kami bisa banyak melakukan koreksi dan perbaikan untuk pertandingan selanjutnya,” tutupnya. (*)

 

Artikel Pelatih Timnas Futsal U-19 Bidik Hasil Sempurna Meski Sudah Lolos ke Semifinal pertama kali tampil pada Olahraga.

Malam Natal GEKARI Batam Berlangsung Khidmat dan Penuh Sukacita, Diwarnai Aksi Berbagi

0
Suasana perayaan malam Natal di Gereja Kasih Karunia Indonesia (GEKARI) House of Peace, Rabu (24/12). Foto. Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – Gereja Kasih Karunia Indonesia (GEKARI) House of Peace menggelar perayaan Malam Natal, Rabu (24/12). Perayaan Malam Natal tahun ini mengusung tema “Jangan Takut, Telah Lahir Bagimu Juruselamat” (Lukas 2:10–11), yang mengajak jemaat untuk kembali menghayati makna kelahiran Yesus Kristus sebagai Juru Selamat umat manusia.

Pendeta GEKARI House of Peace, Ps. Rida Loho, S.Th, dalam khotbahnya menyampaikan bahwa inti dari perayaan Natal adalah kabar sukacita atas kelahiran Yesus Kristus untuk menyelamatkan manusia dari dosa.

“Hari ini telah lahir Juru Selamat di Kota Daud. Berita Natal adalah berita yang menyenangkan bagi seluruh bangsa, karena Yesus datang ke dunia untuk mencari dan menyelamatkan manusia,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Yesus Kristus datang ke dunia dan menjadi sama dengan manusia, dilahirkan oleh Maria, namun tanpa dosa. Hal inilah yang menjadi dasar keselamatan bagi umat manusia.

“Manusia suka berbuat dosa, tetapi Tuhan Yesus tidak berdosa. Ia lahir tanpa benih dosa. Karena itu, Natal menjadi berita sukacita bagi semua orang,” katanya.

Ps. Rida juga mengajak jemaat untuk merespons berita Natal dengan penuh semangat, sukacita, serta hidup yang berkenan kepada Tuhan, sebagaimana kisah para gembala yang menerima kabar kelahiran Yesus dari malaikat.

“Para gembala awalnya takut, tetapi malaikat berkata: Jangan takut, sebab aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa. Kiranya jemaat pulang dari tempat ini dengan hati yang bahagia dan penuh sukacita,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Natal GEKARI House of Peace, Piter Sitompul, ST, mengatakan perayaan Malam Natal menjadi momentum penting bagi umat Kristiani untuk kembali merefleksikan makna kelahiran Yesus Kristus.

“Setiap malam Natal kita selalu merayakan, karena Juru Selamat, Yesus Kristus, telah lahir ke dunia untuk menyelamatkan manusia dari dosa-dosa. Natal mengingatkan kita akan kasih Tuhan bagi umat manusia,” ungkapnya.

Selain ibadah, perayaan Malam Natal juga diisi dengan aksi berbagi kasih. Panitia menyalurkan bingkisan Natal kepada anak-anak, ibu-ibu kurang mampu, serta para lansia yang membutuhkan.

“Setiap Natal kami selalu berbagi kasih dan berkat kepada anak-anak, ibu-ibu kurang mampu, dan lansia. Ini menjadi bagian dari wujud kasih Natal,” tambahnya.

Ia berharap, melalui perayaan ini, jemaat semakin mendekatkan diri kepada Tuhan Yesus Kristus dan menguatkan iman dalam kehidupan sehari-hari.

Rangkaian ibadah berlangsung khidmat dan penuh sukacita. Jemaat mengikuti ibadah dengan antusias, termasuk saat penyalaan lilin, di mana jemaat juga diajak menyalakan lampu flash pada telepon genggam masing-masing. Perayaan semakin bermakna dengan penayangan video singkat tentang kelahiran Yesus Kristus.

Perayaan Malam Natal GEKARI Batam ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan keagamaan umat Kristiani di Kota Batam dalam menyambut Hari Raya Natal 25 Desember 2025. (*)

Artikel Malam Natal GEKARI Batam Berlangsung Khidmat dan Penuh Sukacita, Diwarnai Aksi Berbagi pertama kali tampil pada Metropolis.

Ketua Komisi VII DPR Minta Menkeu dan Gubernur BI Atasi Penolakan Pembayaran Tunai

0
Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay memberikan penjelasan dalam agenda reses di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, Senin (22/12/2025). ANTARA/Muhammad Zulfikar/am.

batampos – Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay meminta Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo turun tangan menyikapi maraknya gerai yang menolak pembayaran tunai dan mewajibkan transaksi nontunai.

Saleh mengatakan, praktik penolakan uang tunai oleh sejumlah restoran dan gerai ritel, baik melalui kartu maupun kode cepat QRIS, semakin meluas dan perlu segera ditertibkan.

“Menteri Keuangan dan Gubernur BI harus turun tangan. Apalagi sudah banyak masyarakat yang kritis dan mencermati masalah ini. Jangan lemah dalam menegakkan aturan, karena ketentuannya secara eksplisit diatur dalam undang-undang,” kata Saleh dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis.

Ia mengingatkan bahwa Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang secara tegas melarang setiap orang menolak Rupiah sebagai alat pembayaran yang sah, kecuali terdapat keraguan atas keasliannya.

Menurut Saleh, ketentuan tersebut memiliki konsekuensi hukum sehingga Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia harus bertindak tegas terhadap pelanggaran yang terjadi.

“Kalau ini dibiarkan, dampaknya bisa negatif terhadap kehidupan sosial, ekonomi, bahkan politik di Indonesia,” ujarnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Saleh menanggapi viralnya sebuah video di media sosial. Akun Instagram @arli_alcatraz mengunggah video yang memperlihatkan seorang konsumen lanjut usia ditolak melakukan pembayaran tunai di sebuah toko roti di halte Transjakarta kawasan Monas, Kamis (18/12). Dalam video itu, toko roti tersebut disebut hanya menerima pembayaran menggunakan QRIS.

Saleh mengaku dirinya juga kerap mengalami penolakan saat hendak membayar secara tunai di sejumlah restoran dan gerai. Ia menilai praktik tersebut bertentangan dengan undang-undang serta prinsip negara hukum.

“Saya sendiri sering ditolak kalau mau bayar tunai. Alasannya, aturan dari atasan. Padahal atasan mereka juga warga negara biasa dan tidak boleh membuat aturan yang bertentangan dengan undang-undang,” katanya.

Ia menilai, jika praktik semacam itu dibiarkan, akan melemahkan wibawa negara sebagai negara hukum dan menimbulkan kekacauan dalam tatanan sosial.

Saleh juga menyoroti dampak kebijakan pembayaran nontunai bagi kelompok masyarakat yang belum akrab dengan teknologi digital, termasuk lansia.

“Kasihan, seperti nenek yang viral itu. Dia seolah ditinggalkan zaman. Padahal undang-undang jelas mewajibkan penerimaan pembayaran tunai, kecuali uangnya diduga palsu dan itu pun harus dibuktikan,” ujarnya.

Untuk itu, Saleh mendesak pejabat berwenang mengambil langkah tegas dengan memeriksa pihak-pihak yang memerintahkan penerapan pembayaran nontunai secara eksklusif.

“Harus diminta keterangan dan pertanggungjawaban. Kalau dibiarkan, ini akan menjadi preseden buruk dan ditiru gerai lain. Sekarang saja sudah banyak orang batal belanja karena tidak memiliki kartu atau akses pembayaran digital,” pungkasnya. (*)

Artikel Ketua Komisi VII DPR Minta Menkeu dan Gubernur BI Atasi Penolakan Pembayaran Tunai pertama kali tampil pada News.

Zinedine Zidane Curi Perhatian di Piala Afrika 2025, Anaknya Tampil Solid

0
Zinedine Zidane menyaksikan sang putra Luca Zidane bela Aljazair di Piala Afrika 2025.(X/@brfootball)

batampos – Legenda sepak bola Zinedine Zidane hadir langsung menyaksikan putranya, Luca Zidane, mencatatkan debut gemilang di Piala Afrika (AFCON) 2025 dengan kemenangan telak 3-0 untuk Aljazair di Stadion Moulay El Hassan, Maroko, pada Rabu (24/12).

Kehadiran Luca Zidane di skuad Fennec Foxes membawa warna baru bagi tim asuhan Vladimir Petkovic.

Meski menyandang nama besar Zinedine Zidane, kiper Granada berusia 27 tahun itu tidak ingin dibayang-bayangi oleh nama besar sang ayah dan memilih untuk membangun identitas internasionalnya sendiri dengan membela Aljazair.

Keputusan Luca Zidane untuk membela Aljazair ketimbang Prancis bukanlah tanpa pertimbangan matang. Dilansir dari BeIN Sports, Kamis (25/12), Luca mengungkapkan bahwa faktor budaya dan restu kakeknya menjadi kunci utama.

“Saat memikirkan Aljazair, saya langsung teringat kakek saya. Budaya Aljazair selalu kental di keluarga kami. Saya berbicara dengan kakek sebelum bergabung dengan tim nasional dan dia sangat emosional,” ungkap Luca.

Proses perpindahan kewarganegaraan Luca disetujui FIFA pada 19 September lalu. Keputusan ini terasa tepat mengingat sulitnya menembus dominasi kiper di timnas senior Prancis.

Di Aljazair, Luca diproyeksikan menjadi solusi jangka panjang setelah era Rais M’Bolhi yang telah bertahan lebih dari satu dekade.

Pertandingan pembuka Grup E itu menjadi panggung pembuktian Luca. Dilansir dari ESPN, Kamis (25/12), Luca tampil sangat tenang meski Sudan sempat memberikan ancaman balik melalui Yaser Awad.

Luca melakukan penyelamatan penting yang menggagalkan peluang emas lawan di babak pertama, memastikan gawangnya tetap perawan hingga peluit akhir.

Di tribun, setiap kali layar lebar stadion menampilkan wajah Zinedine Zidane, gemuruh sorak-sorai suporter Aljazair pecah. Mereka menyambut hangat keluarga sang legenda yang ikut menjadi bagian dari perjuangan tim nasional Aljazair.

Kapten Aljazair, Riyad Mahrez, pun memberikan apresiasi tinggi terhadap adaptasi Luca.

“Luca sama seperti pemain lainnya. Dia menetap dengan baik dan memberikan segalanya untuk tim. Namun, harus diakui, nama belakangnya memang membawa beban tersendiri,” ujar Mahrez yang mencetak dua gol dalam laga melawan Sudan. (*)

Artikel Zinedine Zidane Curi Perhatian di Piala Afrika 2025, Anaknya Tampil Solid pertama kali tampil pada Olahraga.

UMK Naik 7,3 Persen, Apindo Batam Minta Keseimbangan Upah, Produktivitas, dan Investasi

0
Ketua Apindo Kota Batam, Rafki Rasyid.

batampos – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Batam menilai penetapan Upah Minimum Kota (UMK) Batam tahun 2026 sebesar sekitar Rp5,35 juta atau naik 7,3 persen berpotensi memberatkan dunia usaha, khususnya perusahaan yang saat ini tengah menghadapi tekanan global dan penurunan permintaan.

Ketua Apindo Kota Batam, Rafky Rasid, mengatakan penetapan UMK tersebut merupakan hasil keputusan pemerintah yang harus dihormati, meskipun sejak awal Apindo mengusulkan kenaikan yang lebih rendah.

“Di Dewan Pengupahan Kota Batam, Apindo sebenarnya mengusulkan kenaikan dengan alfa 0,5, kenaikannya sekitar Rp300 ribuan. Namun Wali Kota mengambil jalan tengah dengan memilih alfa 0,7 sehingga UMK naik menjadi sekitar Rp5.357.000 atau 7,3 persen,” ujar Rafky, Kamis (25/12).

Ia menegaskan, sejak awal Apindo telah menyampaikan bahwa kenaikan tersebut akan menambah beban pengusaha. Namun demikian, pihaknya tidak menyalahkan pemerintah daerah, melainkan menyoroti kebijakan pemerintah pusat terkait formula pengupahan.

“Masalahnya ada di penetapan alfa oleh pemerintah pusat. Range alfa yang awalnya 0,2–0,7 berubah menjadi 0,3–0,8, dan yang ditetapkan justru 0,5–0,9. Ini membuat ruang negosiasi di Dewan Pengupahan menjadi sangat sempit,” jelasnya.

Rafky menerangkan, alfa dalam formula pengupahan merupakan ukuran kontribusi tenaga kerja dan modal terhadap pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, penetapan alfa yang tinggi seolah menggambarkan bahwa pertumbuhan ekonomi sebagian besar disumbang oleh tenaga kerja.

“Dengan alfa 0,5 sampai 0,9, artinya pemerintah menganggap kontribusi tenaga kerja terhadap pertumbuhan ekonomi mencapai 50 sampai 90 persen. Padahal, berdasarkan banyak kajian, kontribusi tenaga kerja itu hanya sekitar 1 sampai 3 persen. Selebihnya berasal dari modal dan investasi pengusaha,” katanya.

Meski demikian, Apindo Batam menyatakan akan tetap menghormati dan menjalankan keputusan pemerintah. Apindo juga akan mengimbau seluruh pengusaha agar mematuhi ketentuan UMK 2026.

“Kami tetap menghormati keputusan tersebut dan mengimbau pengusaha untuk menjalankan kenaikan UMK 7,3 persen. Hanya saja, kemampuan tiap perusahaan tentu berbeda-beda,” ujarnya.

Menurut Rafky, pengusaha yang memiliki kondisi keuangan sehat relatif tidak akan mengalami kendala. Namun bagi perusahaan yang saat ini sedang menghadapi tekanan berat, kenaikan UMK ini bisa berdampak signifikan terhadap keberlangsungan usaha.

Ia mencontohkan sejumlah tantangan yang dihadapi pengusaha Batam, mulai dari kontraksi permintaan global, ancaman kebijakan tarif dari Amerika Serikat, hingga penutupan dan pembatasan operasional sejumlah perusahaan, termasuk sektor elektronik dan solar panel.

“Beberapa perusahaan bahkan terancam tutup dan jumlah karyawannya ribuan. Ditambah lagi dengan kenaikan upah minimum yang relatif tinggi, tentu ini menambah beban perusahaan,” katanya.

Rafky juga mengingatkan bahwa kenaikan UMK tidak hanya berdampak pada pekerja di level terbawah, tetapi juga memicu efek upah sundulan bagi jabatan di atasnya.“Ini yang sering tidak disadari. Begitu UMK naik, struktur upah di atasnya ikut menyesuaikan. Jadi beban perusahaan itu berlapis,” jelasnya.

Selain itu, Apindo menilai kenaikan upah yang tinggi berpotensi mendorong perusahaan beralih ke teknologi dan otomatisasi.

“Kalau upah dianggap terlalu tinggi, pengusaha jangka panjang akan berpikir mengganti tenaga kerja dengan mesin atau robot. Dan ini sudah mulai terjadi di Batam, khususnya di sektor elektronik dalam lima tahun terakhir,” ujarnya.

Jika tren tersebut berlanjut, Rafky khawatir permintaan tenaga kerja akan menurun dan tingkat pengangguran meningkat. Oleh karena itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara kenaikan upah, produktivitas tenaga kerja, dan iklim investasi.

“Kami khawatir akan ada gelombang PHK dan berkurangnya lowongan kerja baru jika ini tidak diantisipasi bersama,” katanya.

Meski demikian, Apindo tetap mengimbau para pengusaha agar tidak melakukan rasionalisasi atau pemutusan hubungan kerja (PHK), serta tetap beroperasi dengan membayar upah sesuai ketentuan.

“Kami sebagai organisasi pengusaha mengimbau agar pengusaha tetap patuh, tidak melakukan PHK, dan terus beroperasi,” tegasnya.

Di sisi lain, Apindo juga mendorong pemerintah untuk memberikan kemudahan investasi dan segera menyelesaikan berbagai keluhan pengusaha agar tidak berdampak pada penutupan usaha.

“Kami berharap pemerintah membantu menciptakan iklim usaha yang kondusif supaya perusahaan bisa bertahan dan lapangan kerja tetap terbuka,” ujarnya.

Rafky menambahkan, kenaikan UMK idealnya diimbangi dengan peningkatan produktivitas tenaga kerja. Saat ini, produktivitas tenaga kerja di Batam dinilai hanya tumbuh sekitar 1–3 persen per tahun, sementara UMK naik di atas 5 persen.

“Kalau upah naik 7 persen tapi produktivitas hanya naik 1 sampai 3 persen, tentu ini memberatkan. Tapi kalau produktivitas bisa mengimbangi, itu tidak akan menjadi masalah,” katanya.

Ia berharap ke depan peningkatan upah dapat sejalan dengan peningkatan produktivitas dan etos kerja, sehingga pertumbuhan ekonomi Batam tetap terjaga dan dunia usaha mampu bertahan.

Di sisi lain, suara pekerja juga mengemuka. Salah seorang pekerja sektor industri di Batam, Andi, 35, menilai kenaikan UMK tidak akan memberikan dampak nyata jika tidak diikuti dengan pengendalian harga kebutuhan pokok.

“Kalau upah naik tapi harga sembako, sewa rumah, dan kebutuhan lain ikut naik, ya sama saja. Kenaikan UMK ini tidak berarti apa-apa,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah tidak hanya fokus pada penetapan upah minimum, tetapi juga serius menekan laju inflasi dan harga bahan pokok.“Yang kami butuhkan itu daya beli. Pemerintah harus bisa menjaga harga sembako tetap stabil, baru kenaikan UMK bisa benar-benar dirasakan manfaatnya,” katanya. (*)

Artikel UMK Naik 7,3 Persen, Apindo Batam Minta Keseimbangan Upah, Produktivitas, dan Investasi pertama kali tampil pada Metropolis.

Wapres Gibran Bagikan Sembako untuk Ojol di Stasiun Tawang Saat Natal 2025

0
Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming saat bertukar obrolan dengan salah satu pengendara ojek online yang cedera di sela pembagian bantuan sembako di Stasiun Tawang, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (25/12/2025). (ANTARA/HO-Sekretariat Wakil Presiden)

batampos – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka membagikan bantuan sembako kepada sejumlah pengemudi transportasi daring atau ojek online (ojol) di kawasan Stasiun Tawang, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (25/12), di tengah perayaan Natal 2025.

Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres) dalam keterangan tertulis di Jakarta menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dilakukan di sela kunjungan Wapres untuk meninjau kesiapan pelayanan PT Kereta Api Indonesia (KAI) dalam menghadapi arus libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Dalam kesempatan itu, Wapres menyempatkan diri berbincang dengan seorang pengemudi ojol paruh baya yang tetap bekerja meski mengalami cedera pada salah satu kakinya dan berjalan menggunakan tongkat.

“Kondisinya sudah aman?” tanya Wapres sambil memperhatikan kondisi kaki pengemudi tersebut.

Pengemudi ojol berjaket hijau itu menjelaskan bahwa dirinya telah menjalani tindakan medis dengan pemasangan pen atau implant tulang berupa batang logam kecil, sehingga masih memungkinkan untuk bekerja.

“Aman, Pak. Sudah di-pen dan saya tetap ngojol,” ujarnya.

Usai berbincang, Wapres berfoto bersama para pengemudi ojol penerima bantuan. Bantuan sembako diserahkan dalam tas jinjing biru berlogo Istana Wakil Presiden.

Dalam video yang dibagikan Setwapres, tampak para penerima bantuan berasal dari berbagai platform transportasi daring, seperti Gojek, Maxim, dan Shopee Food, yang tengah beraktivitas di sekitar area Stasiun Tawang.

Para pengemudi terlihat antre dengan tertib untuk menerima bantuan sembako yang dibagikan oleh petugas. (*)

Artikel Wapres Gibran Bagikan Sembako untuk Ojol di Stasiun Tawang Saat Natal 2025 pertama kali tampil pada News.