Selasa, 28 April 2026
Beranda blog Halaman 4993

Kemeja untuk Presiden dan Ibu Negara Antar 4 Siswi SMKN Itu ke Istana Merdeka

0
Penampilan Presiden Joko Widodo (kanan) dan Ibu Iriana Joko Widodo pada perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia di Istana Negara. (Jawa Pos)

batampos –  Keinginan bertemu dengan presiden di Jakarta disampaikan para siswi saat membungkus baju pesanan yang diambil Paspampres. Bermula dari kunjungan mendadak Jokowi ke SMKN 4 Kota Jambi.

Bahkan, dalam mimpi terliarnya pun Ayu Wulandari tak pernah membayangkan bakal bisa menginjakkan kaki di Istana Merdeka. Dari Kota Jambi, tempatnya bermukim, Jakarta terasa demikian jauh di luar jangkauan.

Namun, berkat tangan terampilnya, bersama ketiga kawan sekolah di SMKN 4 Kota Jambi, yang telah menghasilkan dua kemeja putih serta sepasang batik untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo, yang tak terbayangkan itu pun terwujud kemarin (17/8).

Ayu bersama Zea Abadia, Sunia Ariska, Zaqia Cahaya Camila, dan didampingi Kepala SMKN 4 Kota Jambi Asmiati hadir memenuhi undangan peringatan Hari Kemerdekaan Ke-78 Republik Indonesia (RI) di Istana Merdeka.

”Tetangga kami di rumah sampai mengira kami bohong bahwa kami diundang presiden untuk upacara bendera,” ucap Nia, sapaan akrab Sunia Ariska.

Semua bermula dari mampirnya Jokowi ke sekolah empat siswi yang kini duduk di kelas XII jurusan busana tersebut pada 16 Mei lalu. Sebuah kunjungan di luar agenda yang sampai membuat Asmiati tak sempat menyiapkan sambutan khusus dari para pelajar di sekolah yang dipimpinnya.

Jokowi berkeliling meninjau ruang praktik dan sejumlah ruangan lain. Ketika bertemu dengan para siswi jurusan busana yang praktik menjahit, mantan gubernur Jakarta itu langsung bertanya apakah bisa memesan kemeja.

”Para siswi sempat grogi ketika ditanya Pak Presiden demikian, tapi kemudian saya berusaha menenangkan dan mengingatkan bahwa mereka punya kemampuan. Setelah agak tenang, baru mereka mulai mengukur dan mencatat ukuran baju Pak Presiden,” kata Asmiati.

Untuk baju yang dipesan, Jokowi menyerahkan uang Rp 10 juta sebagai biaya pembuatan. Asmiati pun langsung membentuk tim kecil untuk menuntaskan pesanan dari kepala negara tersebut. Keempat siswi tadi dipilih berkat keterampilan serta pengalaman magang di tempat jahit.

Bahan baju pun dipilihkan yang terbaik dari toko bahan baju di Jambi. Sesuai dengan prosedur, tiga anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) turut mengawasi selama seminggu pembuatan.

”Seminggu Paspampres mengawasi kami agar pembuatan bajunya aman,” jelas Asmiati kepada Jambi Ekspres (jaringan batampos.co.id) yang menemuinya di Kota Jambi sekitar dua pekan sebelum ke Jakarta (1/8).

Total waktu pengerjaan baju sekitar dua minggu. ”Kami berikan yang terbaik. Anak-anak juga sampai begadang menyelesaikan pesanan spesial ini,” ungkapnya.

Ayu mengenang, setiap detail pengerjaan baju benar-benar penuh doa dan harapan. Setiap membuat pola atau menjahitnya, dia, Nia, Zea, dan Zaqia juga selalu membayangkan presiden dan ibu negara akan menyukainya.

Begitu selesai dan dalam proses membungkus, kepada anggota Paspampres yang mengambil jahitan, para siswi tersebut memberanikan diri untuk menyampaikan permintaan: mereka ingin bertemu dengan presiden di Jakarta.

Namun, mereka sempat putus harapan. Sebab, setelah dibawa Paspampres, tak terdengar kabar baju-baju karya mereka.

”Kami sampai kayak hopeless. Ingin rasanya melihat baju kami dipakai presiden, lewat foto saja tidak masalah,” ujar Qia, sapaan akrab Zaqia Cahya Camila.

Sampai kemudian kabar baik itu datang dari Bengkulu. Saat berkunjung ke SMKN 2 Bengkulu Tengah pada 20 Juli, Jokowi dengan bangga memamerkan bahwa kemeja putih yang dikenakannya merupakan karya para siswi SMKN 4 Kota Jambi.

”Awalnya, kami sempat takut berita itu hoax,” kata Zea yang bertugas membuat kemeja putih yang dikenakan presiden di SMKN 2 Bengkulu Tengah tersebut.

Asmiati sempat punya kekhawatiran yang sama. ”Saya takutnya itu editan suara Pak Presiden seperti banyak di TikTok. Akhirnya, saat dikonfirmasi Paspampres dan lihat berita, saya baru percaya dan langsung merinding,” ungkapnya.

Kabar menggembirakan tak hanya berhenti di situ. Keempat siswi dengan didampingi kepala sekolah juga diundang ke Istana Merdeka untuk menghadiri perayaan HUT Ke-78 Kemerdekaan RI.

Saking senangnya, Ayu sampai sulit percaya. Qia malah sulit tidur. ”Benar-benar kabar yang paling indah yang pernah kami dengar. Sebuah capaian luar biasa bagi kami,” kata Qia.

Pada Rabu (16/8), mereka pun terbang ke Jakarta. Sehari kemudian, keempat siswi menghadiri upacara hari kemerdekaan di Istana Merdeka. Dan, hari ini mereka dijadwalkan balik ke Jambi.

Ayu, Nia, Zea, dan Qia yang sudah mulai membuka usaha jahit kecil-kecilan di rumah masing-masing menyebut apa yang mereka capai ini baru tahap awal. Mereka masih ingin maju, ingin melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi.

Mereka ingin bisa mencapai karier terbaik di industri fashion. ”Saya ingin seperti Kak Ivan Gunawan,” ucap Qia.  (*)

Reporter: JP Group

Upacara HUT Kemerdekaan, Personil Polresta Barelang Diminta Tidak Merusak Kepercayaan Masyarakat

0
5c201ba9 d068 4163 b984 f9935903d974 e1692332335397
Upacara pengibaran bendera merah putih di lapangan apel Mapolresta Barelang, Kamis (17/8) pagi.

batampos – Polresta Barelang menggelar upacara pengibaran bendera merah putih di lapangan apel Mapolresta Barelang, Kamis (17/8) pagi. Kegiatan ini dalam rangka peringatan Hari Kemerdekaan ke-78 Republik Indonesia.

Upacara ini dipimpin Wakapolresta Barelang AKBP Syafrudin Semidang Sakti, inspektur upacara Kapolsek Batu Ampar Kompol Dwihatmoko Wiroseno, pembacs teks proklamasi Ipda Doni Permana, serta pembawa pembukaan UUD 1945 dibacakan Ipda Jonathan Reinhard.

“Dengan peringatan HUT Kemerdekaan ini, diharapkan seluruh personel Polresta Barelang dapat menanamkan semangat patriotisme dan nilai-nilai kejuangan yang telah diwariskan kepada kita melalui pelaksanaan tugas secara maksimal,” kata Syafrudin.

Baca Juga: 1.543 Orang Terima Remisi HUT Kemerdekaan di Batam, 21 Langsung Bebas

Dalam kesempatan itu, Syafrudin meminta para personelnya untuk senantiasa mempedomani setiap aturan yang berlaku. Dengan menghindari perbuatan yang dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap Polri.

“Semoga Allah Swt senantiasa memberikan petunjuk dan kekuatan kepada Polri khususnya Polresta Barelang dalam melanjutkan pengabdian yang terbaik kepada masyarakat, bangsa dan negara,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolresta Barelang, Kombes Nugroho Tri Nuryanto mengatakan hari Kemerdekaan Republik Indonesia merupakan pencapaian besar bagi suatu bangsa. Namun, merawat bangsa yang telah merdeka menjadi usaha yang tidak ada usainya.

Baca Juga: Amankan 11,7 Kg Sabu, Kapolresta Barelang: Bukti Kepri Masih Rawan Peredaran Narkotika

“Bangkit lebih kuat dapat menjadikan Indonesia lebih baik,” katanya.

Upacara ini juga diikuti seluruh pejabat utama Polresta Barelang, seluruh personel yang tergabung dalam pleton Satpolairud, pleton Satreskrim, pleton Satresnarkoba, serta pleton ASN. (*)

 

 

Reporter: YOFI YUHENDRI

Vaksin Inavac, Permintaan 5 Juta Dosis Lebih pun Bisa

0
Warga mendapatkan suntikan Vaksin INAVAC untuk pertama kali bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Republik Indonesia di kampus setempat, Kamis (17/8/2023). ANTARA/HO-Humas Unair

Masyarakat akhirnya bisa turut merasakan buah kerja sama Universitas Airlangga (Unair) dengan PT Biotis Pharmaceuticals Indonesia. Kemarin (17/8), bertepatan dengan peringatan hari kemerdekaan, penyuntikan vaksin Inavac kepada masyarakat umum dilakukan.

Unair akan menyediakan jumlah dosis tidak terbatas sesuai dengan permintaan masyarakat melalui Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA). Penyuntikan pertama berlangsung di halaman gedung Rektorat Unair di Surabaya kemarin. Namun, selanjutnya, layanan vaksin booster Inavac akan diberikan di RSUA secara gratis.

Rektor Unair Prof Mohammad Nasih menyatakan, Unair tidak membatasi jumlah vaksin Inavac untuk masyarakat umum. Sebab, vaksin tersebut adalah produk hasil kerja sama Unair dengan PT Biotis Pharmaceuticals Indonesia.

”Berapa pun permintaannya, kami akan penuhi. Lima juta dosis lebih pun bisa,” kata Nasih di sela kegiatan peringatan HUT Ke-78 Kemerdekaan RI sekaligus menuju HUT Ke-69 Unair kemarin.

Nasih menuturkan, peringatan Hari Kemerdekaan RI kemarin sekaligus menjadi momentum kebangkitan ekonomi Indonesia yang mulai membaik. Jadi, ketika ada tantangan apa pun ke depan, ekonomi maupun aktivitas masyarakat harus bisa berjalan normal.

”Pandemi Covid-19 mungkin sudah mereda. Namun, beredar informasi adanya varian Covid baru yang masuk. Kita tidak ingin ancaman itu mengganggu aktivitas masyarakat dan ekonomi,” ujarnya.

Karena itulah, Unair berinisiatif agar penyuntikan booster dapat dilakukan lebih banyak lagi. Dengan begitu, ketahanan masyarakat, khususnya mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan (tendik), dapat terjaga.

Vaksin yang disediakan meliputi dosis 1, dosis 2, dosis 3 (booster 1), maupun dosis 4 (booster 2). Harapannya, semua sivitas akademika Unair memiliki ketahanan dan imunitas yang sangat bagus sehingga perkuliahan tidak terganggu.

Nasih menyampaikan, vaksin booster maupun dosis 1 dan 2 akan diberikan secara gratis di RSUA atau rumah sakit pendidikan Unair. Masyarakat bakal difasilitasi.

Vaksin Inavac sudah mendapatkan izin edar oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Sebelumnya, Inavac digunakan untuk vaksin booster di beberapa tempat.

”Unair baru mendapatkan vaksin Inavac beberapa minggu lalu. Jadi, kami buka secara umum kali pertama tepat di hari kemerdekaan ini,” ungkap Nasih.

Nasih menjelaskan, Inavac masih diperuntukkan usia dewasa 18 tahun ke atas. Sementara, untuk remaja, vaksinnya masih dalam tahap III uji klinis.

Pada peringatan HUT Ke-78 Kemerdekaan RI kemarin sekaligus diluncurkan logo HUT Ke-69 Unair. Ada banyak makna yang diambil. Unair berkomitmen untuk terus berkontribusi mewujudkan masyarakat maju, adil, dan beradab sesuai dengan nilai di dalam Pancasila. (*)

Reporter: JP Group

Meriahnya Pesta Rakyat HUT ke-78 RI di Pulau Belakang Padang

0

 

batampos – Perayaan HUT RI yang ke-78 di pulau perbatasan Indonesia-Singapura, Pulau Belakang Padang, berlangsung meriah. Ribuan masyarakat Batam juga masyarakat pulau berbondong-bondong memadati bantaran bibir pantai Pulau Penawar Rindu, Kamis (17/8) siang.

belakangpadang
foto: Rengga Y / Batam Pos
Camat Belakang Padang, Yudi Admadji (paling depan), mengatakan, “HUT RI ke-78 di Balang Padang tahun ini lebih meriah.”

Ada banyak perlombaan pada momen hari kemerdekaan RI di Pulau Belakang Padang. Mulai dari perlombaan bakiak, panjat pinang di laut, tarik tambang, balap becak khas belakang padang, ketinting race, balap speed boat, balap sampan, hingga lomba sampan layar yang banyak dinanti masyarakat.

Tepuk sorak masyarakat mewarnai kemeriahan semarak kemerdekaan itu. Ditambah lagi mereka para pendukung yang menjagokan pesertanya masing-masing.

“Hampir setiap tahun pas momen HUT RI kami datang ke Belakang Padang. Ada banyak perlombaan disinidisini. Seru banget pokoknya,” ujar Anton warga Tiba, Sekupang, Batam.

Pengunjung lainnya, Sella warga pulau Temoyong mengaku sengaja datang jauh ke Belakang Padang lantaran ingin menyaksikan kemeriahan perlombaan, terlebih suaminya ikut lomba kapal Speed. Terlebih lagi ada banyak perlombaan yang dilangsungkan seperti sampan layar dan kapal speed boat.

Camat Belakang Padang, Yudi Admadji mengatakan HUT RI ke-78 di Balang Padang tahun ini lebih meriah. Hal itu bisa dilihat dari banyaknya gelaran even perlombaan serta jumlah pengunjung.

“Ada banyak even perlombaan yang kita gelar di Pulau Belakang Padang ini. Semuanya itu untuk menyemarakkan hari kemerdekaan, ini sudah menjadi kegiatan rutin kita setiap kemerdekaan” ujar Yudi.

Menurut Yudi, momentum kemerdekaan juga menjadi nilai tambah ekonomi bagi masyarakat pulau. “Alhamdullillah pelaksanaan perlombaan semarak kemerdekaan berlangsung meriah. Tak lupa kita ucapkan Terimakasih atas dukungan langsung oleh tokoh masyarakat kita, pak Hasim,” ujar Yudi sedari menyanjung Hasim yang berada disampingnya.

Kata Yudi, Hasim menjadi donatur dalam penyelenggaran berbagai perlombaan HUT Kemerdekaan yang dilangsungkan pada momentum 17-an. Menurut Yudi menjadi hal penting toko masyarakat, pengusaha turut serta dalam mendorong kesuksesan ecara untuk memajukan perekonomian masyarakat pulau.

Tak tanggung-tanggung, dalam kegiatan itu Hasim menyediakan seluruh kapal Speed Boat yang diperlombakan dalam kegiatan itu. Termasuk hadia perlombaan sampan layar, Speed Boat, sampan ketinting.

Ditempat yang sama, Hasim mengaku bangga atas terselenggaranya beragam perlombaan hingga membuat pulau terluar ramai dikunjungi warga. “Hari kemerdekaan ini, kita ingin bangsa kita ini kedepan semakin bangkit dan maju. Lewat kegiatan perlombaan ini, kedepan kita ingin mempererat silaturahmi antar sesama kita,” ujar Hasim.

Sebagai tokoh masyarakat pulau, ia mengaku punya peran penting untuk mendukung penuh kegiatan kegiatan perlombaan bagi masyarakat pulau, terlebih dalam momentum kemerdekaan. (*)

 

Reporter : Rengga Yuliandra

Indonesia Hadapi Malaysia Jelang di Laga Perdana Piala AFF U23

0
Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae Yong sesi press conference yang digelar Kamis (17/8). (PSSI)

batampos – Turnamen Piala AFF U23 akan digelar perdana pada Jumat (18/8). Skuad asuhan Shin Tae Yong akan menghadapi Malaysia pada laga perdana AFF U23 di Rayong Provincial Stadium, Thailand.

Pada sesi press conference yang digelar Kamis (17/8) Shin Tae Yong mengaku tidak membawa skuad terbaiknya pada turnamen tingkat Asia Tenggara ini.

“Persiapan kami berjalan baik. Kami sangat siap menghadapi Malaysia dan Timor Leste di Grup B. Saya tidak bisa membawa banyak pemain andalan saya di turnamen kali ini, karena Liga Indonesia baru berjalan. Jadi mayoritas pemain yang saya bawa merupakan pemain baru,” kata Shin Tae Yong dikutip dari PSSI, Jumat (18/8).

Pelatih asal Korea Selatan ini akan banyak memberi kesempatan pada pemain muda di Sea Games Kamboja kemarin. Langkah tersebut dilakukan karena Indonesia akan menghadapi padatnya jadwal kompetisi sehingga perlu adanya rotasi dan pergantian strategi yang matang.

“Karena banyak pertandingan yang menanti jadi harus atur program bersama PSSI dengan baik. Fokus saya pada turnamen ini hanyalah ujicoba. Turnamen sesungguhnya ada di Kualifikasi Piala AFC U23 bulan depan. Saya menargetkan putaran final agar bisa tampil di Qatar pada tahun depan,” imbuh Shin Tae Yong.

Setelah melawan Malaysia pada Jumat (18/8), Indonesia akan langsung berhadapan dengan Timor Leste pada Minggu (20/8). (*)

 

 

Reporter: JPGroup

 

73.404 Anak di Batam Ditargetkan Terima Imunisasi Lanjutan

0
Imunisasi scaled e1692006155689
Pelaksanaan Imunisasi Lanjutan pada Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) Tahun 2023.

batampos – Pemerintah Kota (Pemko) Batam menargetkan sebanyak 73.404 peserta didik kelas 1, 2, 5 dan 6 SD/MI diimunisasi saat Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) pada bulan Agustus 2023 ini. pencanangan BIAN telah dimulai di SDN 009 Kecamatan Lubukbaja, Batam Senin (14/8) lalu.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmarjadi mengatakan, setiap anak usia sekolah juga harus dipastikan memiliki riwayat imunisasi rutin lengkap. Tak hanya imunisasi pada saat bayi dan dibawah usia dua tahun, tetapi juga harus dilengkapi dengan imunisasi lanjutan pada anak usia sekolah tingkat dasar. Pemberian imunisasi lanjutan pada anak usia sekolah tingkat dasar diberikan selama Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN).

BIAN adalah kegiatan pelayanan kesehatan yang termasuk dalam trias UKS yaitu penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang melibatkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Kementerian Agama dan Kementerian Dalam Negeri.

Baca Juga: Antisipasi Kenaikan Harga Beras, Disperindag Batam Koordinasi dengan Distributor

“Untuk di Batam kita targetkan 73.404 anak yang terdiri dari siswa SD dan MI/ sederajat dengan target capaian BIAN kita tetapkan sebesar 80 persen pada tahun 2023,” ungkap Didi, Kamis (17/8).

Imunisasi dalam kegiatan BIAN ini sangat bermanfaat untuk mencegah penyakit tetanus, kanker rahim, Difteri, Campak, dan Rubela yang bisa menyebabkan disabilitas dan kematian.

Imunisasi yang diberikan pada BIAN antara lain Imunisasi MR untuk mencegah penyakit Campak dan Rubella, diberikan di usia Kelas 1 SD/ sederajat pada bulan Agustus. Imunisasi HPV (Human Papilloma Virus) untuk mencegah penyakit Kanker Serviks, diberikan pada siswa perempuan usia Kelas 5 SD/ sederajat pada bulan Agustus. Imunisasi DT dan Td untuk mencegah penyakit Difteri dan Tetanus, diberikan di usia kelas 1, 2, dan 5 SD/sederajat pada bulan November.

Baca Juga: Amankan 11,7 Kg Sabu, Kapolresta Barelang: Bukti Kepri Masih Rawan Peredaran Narkotika

BIAN dilaksanakan di sekolah sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan bersama antara sekolah dan puskesmas.

“Untuk menjangkau anak yang tidak sekolah maka pelayanan BIAN dilaksanakan di posyandu, pos pelayanan imunisasi, puskesmas dan fasilitas pelayanan kesehatan lain,” tuturnya.

Pelayanan BIAN untuk anak yang tidak sekolah juga dapat dilaksanakan di tempat-tempat dimana anak yang tidak sekolah berkumpul seperti rumah singgah anak jalanan, yayasan/ panti asuhan, lembaga kesejahteraan sosial, panti sosial, sekolah non formal, Balai Pemasyarakatan, dan sebagainya yang dikelola pemerintah maupun masyarakat.

“Perlu dukungan dari semua pihak agar BIAN dapat terlaksana dengan baik dan mencapai target demi masa depan anak-anak kita, ” pungkasnya. (*)

 

 

Reporter: Rengga Yuliandra

Strategi dan Perjuangan Sastrawan Pada Masa Pendudukan Jepang

0
Cahyaningrum Dewojati

PADA masa pendudukan militer Jepang, ada beberapa larangan yang diterapkan di Indonesia, di antaranya menyanyikan lagu kebangsaan ”Indonesia Raya”, pengibaran bendera Merah Putih, dan larangan terhadap beberapa perkumpulan.

Bahkan, pada 8 Maret 1942, Jepang pernah mengeluarkan peraturan yang melarang semua rapat.

Puncaknya, terhitung 20 Maret 1942, seluruh organisasi di Indonesia dibubarkan. Namun, pada 15 Juli 1942, larangan-larangan tersebut diperlunak dengan memperbolehkan berdirinya organisasi dan rapat-rapat yang bertujuan untuk kepelesiran dan kesenangan (pariwisata), gerak badan (olahraga), derma dan pertolongan (organisasi sosial), serta pendistribusian barang-barang.

Hal yang menarik, pengurus organisasi tersebut harus bersumpah untuk tidak menjalankan secara diam-diam usaha politik. Pada saat itu, surat kabar dan majalah juga dilarang terbit tanpa izin dari pemerintah militer Jepang.

Di samping itu, pada masa pendudukan tersebut juga didirikan badan sensor untuk menyaring tulisan dan karya sastra.

Seni pertunjukan berbentuk drama atau saat itu lazim disebut sandiwara dipilih sebagai alat propaganda karena dianggap media paling mudah dalam pengumpulan massa dan dapat menggelorakan semangat dan perasaan orang
banyak.

Baca juga: Gestur: Lebih dari Sekadar Kata

Propaganda ini sesungguhnya adalah usaha pemerintah pendudukan Jepang untuk menutupi sisi ”asli”, misi, atau strategi mereka dari masyarakat Indonesia.

Sejatinya, pemerintah pendudukan Jepang menentang seluruh kritikan terbuka beserta sikap berseberangan. Tindakan kritik terhadap mereka dapat mengakibatkan penahanan, penyiksaan, bahkan pembunuhan.

Organisasi khusus yang menangani propaganda di Indonesia disebut Sendenbu.
Sendenbu didirikan pada Agustus 1942. Organisasi ini bertanggung jawab atas
propaganda dan informasi terkait pemerintahan sipil.

Sendenbu kemudian mendirikan Sekolah Tonil, yakni Perserikatan Oesaha Sandiwara Djawa (Djawa Engeki Kyokai) pada Juni 1942 di Jakarta. Pendirian sekolah ini tentu saja bertujuan sebagai alat pengontrol misi dan “kualitas” drama modern di Indonesia agar selalu tunduk dengan semangat “ketimuran”. Pemerintah Jepang juga mendirikan Pusat Kebudayaan (Keimin Bunka Shidosho) pada 1 April 1943.

”Keimin Bunka Shidoso” dipimpin oleh budayawan dan pengarang Indonesia, Sanusi Pane, yang diangkat secara langsung oleh pemerintah pendudukan Jepang.

Baca juga: Jalankan Jaga Bahasa Melalui Kemah Literasi

Beberapa karya sastra pada masa pendudukan Jepang tidak dapat dilepaskan dari unsur-unsur propaganda seperti teks drama yang mengadopsi pola tersebut, antara lain ”Fajar Telah Menyingsing”, ”Samudra Hindia”, ”Jujur Mujur”, dan ”Benteng Ngawi” karya Hinatu Eitaroo; serta ”Kami, Perempuan” dan ”Djinak-Djinak Merpati” karya Armijn Pane, ”Taufan di atas Asia” karya El Hakim serta ”Citra” dan ”Liburan Seniman” karya Usmar Ismail.

Para pengarang tersebut memang sempat hanyut dalam cita-cita dan semboyan-semboyan ”Asia untuk Bangsa Asia”, ”Hakko Ichiu” (Seluruh Dunia Satu Rumah Tangga).

Semua pengarang ini awalnya penuh semangat dalam mendukung perang Asia Raya. Pada saat itu, tidak ada satu pun pengarang, termasuk Usmar Ismail, Dr. Abu Hanifah, Cornel Simanjuntak, Rosihan Anwar, yang bisa lepas dari bagian propaganda Jepang. Jika mau tetap eksis berkarya dan selamat, ”mau tidak mau”, mereka harus memakai strategi kreativitas menulis, yakni tetap mengikuti aturan badan sensor Jepang, sambil terus mencari celah untuk menyisipkan semangat nasionalisme.

Pada masa pendudukan Jepang itu, mereka tidak hanya menghasilkan teks-teks sandiwara tertulis, tetapi juga teks-teks yang berasal dari repertoar masa lalu. Teks-teks tersebut ”dianggap aman” karena tidak memiliki nilai perjuangan sehingga masih diizinkan untuk terbit.

Hal itu disebabkan oleh pemikiran pemerintah pendudukan Jepang yang menganggap bahwa teks-teks tersebut tidak memiliki poin-poin yang membahayakan posisi mereka.

Beberapa judul teks repertoar tersebut, seperti ”Njai Dasima”, ”Dr. Samsi”, dan ”Noesa Penida”. Karya lama ini diolah kembali dengan menyisipkan misi pengarang tentang kesadaran kebangsaan.

Drama yang penuh dengan pesan misi politis Jepang seperti di atas tidak terbatas pada bentuk penulisan lakon maupun pertunjukan panggung, tertapi juga merambah siaran radio. Beberapa lakon disiarkan melalui siaran radio pada masa pendudukan Jepang, seperti ”Darah Memanggil” karya Achdiat dan Rosidi, ”Moetiara dari Noesa Laoet” dan ”Tempat jang Kosong” karya Usmar, ”Djibakoe Atjeh” karya Idroes, ”Diponegoro” karya Soetomo Djauhar Arifin, ”Bende Mataram” karya Ariffien K. Oetojo, ”Ajahkoe Poelang” (Tjitji Kaeroe) karya Kikoetji Kwan, ”Soemping Soerong Pati” karya Inoe Kertapati, ”Iboe
Perdjoerit” karya Matsuzaki Taii, serta ”Djalan Kembali”, ”Mereboet Benteng Kroja”, ”Memotong Padi”, ”Manoesia Oetama”, dan ”Tanah dan Air”.

Baca juga: Pilih Selfie atau Swafoto?

Kelompok Sandiwara Penggemar Maya (1944) adalah salah satu ”salon sastra” yang tumbuh besar dan dikenal banyak orang masa itu. Hal ini tentu saja berkat peran Usmar Ismail, Dr. Abu Hanifah, serta Cornel Simanjuntak, dan Rosihan Anwar.

Pada waktu itu, Rosihan Anwar menjabat sebagai ketua, Usmar Ismail sebagai sutradara, dan Hanifah yang menggunakan nama samaran El Hakim, sebagai penulis naskah.

Meskipun kelompok ini ada di luar Perserikatan Oesaha Sandiwara Djawa (Djawa Engeki Kyokai) atau POSD, bukan berarti mereka bisa lepas dari jaring sensor dan aturan Jepang. Mereka tetap diharuskan menempelkan pesan berisi propaganda itu dalam karya mereka, tanpa terkecuali.

Sandiwara yang dipentaskan Maya, antara lain, ”Taufan di Atas Asia” karya El Hakim serta ”Mekar Melati”, ”Mutiara dari Nusa Laut”, dan ”Liburan Seniman” karya Usmar Ismail.

Hasil penelitian menunjukkan, secara objektif, semua karya itu mencerminkan sikap ambivalensi/kemenduaan dan hipokrisi para senimannya. Mereka tetap menuliskan karya nuansa proganda, baik eksplisit maupun implisit sebagai strategi untuk mencari selamat dari aturan keras badan sensor.

Sebagai ”salon sastra” dan seni pertunjukan yang bersaing dengan kelompok sandiwara yang lain, berbagai strategi juga dipakai oleh mereka untuk tetap bisa mempertahankan eksistensi di bawah aturan Jepang yang ketat.

Untuk mencari selamat, tentu saja strategi penulisan yang bersikap ambivalen dan hipokrit pada masa itu dapat dimaklumi. Tidak ada bukti sejarah bahwa karya-karya Sandiwara Maya pada masa Jepang sebelum 1945 benar-benar steril dari propaganda. Setelah Jepang kalah perang dan hengkang, barulah mereka bebas berekspresi membangkitkan nasionalisme Indonesia sesuai dengan hati nurani yang sesungguhnya. (*)

Oleh:
Dr. Cahyaningrum Dewojati
Staf Pengajar Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada

BU SPAM BP Batam Bantah Aktivitas Pengambilan Air Ilegal Melalui Hydran

0

 

Badan Usaha Sistem Pengelolaan Air Minum (BU SPAM) BP Batam membantah pemberitaan mengenai adanya beberapa mobil tangki yang menyedot hydran secara illegal di dekat RS Graha Hermine, Batuaji.

mobil tanki airDirektur Badan Usaha SPAM BP Batam, Denny Tondano mengatakan, dalam memberikan layanan kepada pelanggan yang mengalami gangguan layanan air, SPAM Batam/ABHi memasok air ke warga dengan menggunakan truk tangki ke wilayah-wilayah yang mengalami gangguan.

Dalam memberikan layanan, SPAM Batam telah mengoperasikan sebanyak 13 unit truk tangki. Terdiri dari 5 unit truk tangki milik SPAM Batam dan 8 unit truk tangki sewa dari pihak ketiga.

“Jadi, kalau ada truk tangki selain mobil pemadam atau mobil milik Air Batam Hilir, itu adalah truk tangki yang disewa dari pihak ketiga,” ujarnya, Kamis (17/8/2023).

Ia menjelaskan, truk-truk tangki itu melakukan pengisian melalui hydran yang berada dekat dengan daerah yang mengalami gangguan air. Salah satunya melalui hydran yang berada di dekat RS Hermine Batu Aji.

“Jadi untuk operasional truk tangki, dikaksanakan oleh petugas dari ABHi dengan pengawasan yang ketat dari SPAM Batam,” tegasnya.

Selain itu, petugas truk tangki dilarang meminta bayaran kepada masyarakat. Air melalui truk tangki diberikan secara gratis.

Jika di lapangan terdapat pungutan dari petugas yang mengatasnamakan SPAM Batam/ABHi untuk layanan air melalui truk tangki, dapat melaporkannya ke SPAM Batam/ABHi dengan menyertakan nomor plat (nopol) truk tangki dan nama petugas.

Masyarakat yang mengetahui adanya pungutan dapat menghubungi call center BU SPAM BP Batam di nomor 0821-7122-1831 dan 0821-7133-1832.

Hingga saat ini baik SPAM BP Batam maupun PT ABHi, belum pernah mendapat konfirmasi dari media online yang memberitakan aktivitas pengambilan air melalui hydran tersebut diduga ilegal. (*)

BU SPAM BP Batam Bantah Aktivitas Pengambilan Air Ilegal Melalui Hydran

0

 

Badan Usaha Sistem Pengelolaan Air Minum (BU SPAM) BP Batam membantah pemberitaan mengenai adanya beberapa mobil tangki yang menyedot hydran secara illegal di dekat RS Graha Hermine, Batuaji.

mobil tanki airDirektur Badan Usaha SPAM BP Batam, Denny Tondano mengatakan, dalam memberikan layanan kepada pelanggan yang mengalami gangguan layanan air, SPAM Batam/ABHi memasok air ke warga dengan menggunakan truk tangki ke wilayah-wilayah yang mengalami gangguan.

Dalam memberikan layanan, SPAM Batam telah mengoperasikan sebanyak 13 unit truk tangki. Terdiri dari 5 unit truk tangki milik SPAM Batam dan 8 unit truk tangki sewa dari pihak ketiga.

“Jadi, kalau ada truk tangki selain mobil pemadam atau mobil milik Air Batam Hilir, itu adalah truk tangki yang disewa dari pihak ketiga,” ujarnya, Kamis (17/8/2023).

Ia menjelaskan, truk-truk tangki itu melakukan pengisian melalui hydran yang berada dekat dengan daerah yang mengalami gangguan air. Salah satunya melalui hydran yang berada di dekat RS Hermine Batu Aji.

“Jadi untuk operasional truk tangki, dikaksanakan oleh petugas dari ABHi dengan pengawasan yang ketat dari SPAM Batam,” tegasnya.

Selain itu, petugas truk tangki dilarang meminta bayaran kepada masyarakat. Air melalui truk tangki diberikan secara gratis.

Jika di lapangan terdapat pungutan dari petugas yang mengatasnamakan SPAM Batam/ABHi untuk layanan air melalui truk tangki, dapat melaporkannya ke SPAM Batam/ABHi dengan menyertakan nomor plat (nopol) truk tangki dan nama petugas.

Masyarakat yang mengetahui adanya pungutan dapat menghubungi call center BU SPAM BP Batam di nomor 0821-7122-1831 dan 0821-7133-1832.

Hingga saat ini baik SPAM BP Batam maupun PT ABHi, belum pernah mendapat konfirmasi dari media online yang memberitakan aktivitas pengambilan air melalui hydran tersebut diduga ilegal. (*)

Richard Mainaky Naikkan Konfidensi DeGlo Jelang Kejuaraan Dunia 2023

0
Dejan/Gloria saat tampil apik di babak awal Kejuaraan Bulu Tangkis Asia 2023. (ANTARA)

batampos – Indonesia menempatkan 25 pemainnya di kejuaraan dunia bulu tangkis 2023. Pada kejuaraan dunia yang berlangsung di Kopenhagen, Denmark, 21–27 Agustus tersebut, sektor ganda putra meloloskan paling banyak wakil. Yakni, empat pasangan.

Sementara itu, ganda putri dan ganda campuran masing-masing tiga pasangan. Untuk tunggal putra, ada tiga nama. Terakhir, di tunggal putri, terdapat dua nama.

Di ganda campuran, pasangan PB Djarum Kudus Dejan Ferdinansyah/Gloria Emanuelle Widjaja merasa konfidensinya naik jelang kejuaraan dunia tahun ini.

Sebab, di klub, selain digembleng Vita Marissa, DeGlo, singkatan Dejan/Gloria, dilatih mantan pelatih ganda campuran pelatnas Richard Mainaky.

Menurut Gloria, program latihan dan persiapan menuju kejuaraan dunia yang mereka jalani kian komplet sejak Richard datang. Apalagi, saat menjadi atlet pelatnas, Gloria juga jadi anak buah Richard.

’’Jadi, memang lebih mengisi banget dan terbantu banget. Adanya Kak Richard itu sangat meminimalkan waktu Ci Vita (Marissa). Jadi lebih detail, lebih tahu PR (pekerjaan rumah, Red), jadi bisa dibagi-bagi,’’ kata Gloria saat ditemui di GOR PB Djarum, Jakarta.

Bagi Dejan, kehadiran Richard membuat dirinya jadi merasakan latihan lebih intens. Dia kini harus berlatih sebanyak tiga kali dalam sehari. Semua itu dilakukan guna memperbaiki kekurangan dan meningkatkan kualitas Dejan.

’’Enggak kaget. Saya malah senang karena ada pelatih yang mau nambahin saya nutupin kekurangan saya. Jadi, saya bersyukur banget sih,’’ ucap pemain kelahiran 21 Januari 2000 itu.

Selain teknis, Richard disebut oleh mereka kerap memberikan semangat dan motivasi. Terutama kepada Dejan, yang memang secara usia dan pengalaman jauh di bawah Gloria. Sang pemain pun kini menjadi lebih percaya diri.

Sementara itu, ganda putri pelatnas Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi punya tips tersendiri turun di kejuaraan dunia tahun ini. Untuk menjaga kekompakan, Tiwi, sapaan Amalia Cahaya Pratiwi, menyebutkan bahwa kuncinya saling terbuka satu sama lain.

’’Kayak diomongin langsung aja kalau ada apa-apa gitu. Kayak bagaimana atau gimana enaknya dikomunikasikan,’’ ujar Tiwi.

Berpasangan sejak 2019, keduanya saling memahami sejak level junior. Namun, menurut Tiwi, seiring bertambahnya usia, pasti ada perubahan. Baik pola pikir maupun permainan di lapangan.

Di kejuaraan dunia tahun ini, peraih emas ganda putri SEA Games 2023/Kamboja itu menempati unggulan ke-16. Di babak 32 besar, mereka akan menunggu pemenang antara Margot Lambert/Anne Tran dan Lui Lok Lok/Ng Wing Yung. (*)

 

Reporter: JPGroup