Selasa, 19 Mei 2026
Beranda blog Halaman 4998

Tuntaskan Persoalan Banjir di Tanjungpinang, Pemprov Kepri Benahi Sejumlah Ruas Jalan

0
Ansar Ahmad

batampos-Gubernur Kepri, Ansar Ahmad mengatakan, lewat APBD TA 2023 ini, Pemprov Kepri mulai membenahi sejumlah ruas jalan di wilayah Kota Tanjungpinang. Pembangunan ini dilakukan untuk mengatasi persoalan banjir.

“Selain merevitalisasi beberapa objek penting, penanggulangan banjir menjadi salah satu yang digesa oleh Pemprov Kepri,” ujar Ansar Ahmad, Kamis (5/9) lalu.

Dijelaskannya, pada tahun anggaran 2023 ini, Pemprov Kepri mendapatkan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp12,478 miliar untuk pembangunan box culvert di tiga titik sekaligus. Ketiga lokasi tersebut adalah Jalan Raja Haji Fisabilillah dan dua titik di Simpang Jaln Adi Sucipto – Gesek atau kawasan Tugu Tangan.

“Pekerjaan ini diharapkan mengatasi beberapa titik banjir di ibukota, khususnya di beberapa ruas jalan” jelas Gubernur.

Gubernur berharap setiap kali hujan turun, masyarakat tidak perlu khawatir lagi akan jalan yang tergenang dsn banjir di wilayah tersebut. Dengan penanganan drainase (pembangunan box culvert) ini akan membagi air yang selama ini jika hujan turun akan bertumpu di satu titik sehingga terjadi genangan banjir.

BACA JUGA: Hujan, Sejumlah Wilayah Karimun Dikepung Banjir

“Nah, inilah penyebab karena belum sistem pembagian air dan masih satu muara membuat sering banjir menimpa ruas jalan tersebut,” paparnya.

Gubernur Ansar juga meminta masyarakat bersabar terhadap masih ditutupnya beberapa ruas jalan akibat pembangunan tersebut. Ia berharap pekerjaan dapat selesai dengan baik dan tepat waktu. Ia minta agar pihak kontraktor yang bekerja semaksimal mungkin sesuai dengan target yang telah ditentukan.

“Pekerjaan harus selesai tepat waktu, sehingga akses jalan bisa segera dibuka. Karena lokasi pekerjaan adalah lintasan utama,” tutup Gubernur.

Di kesempatan terpisah, PPTK Kegiatan Suji Hartanto mengatakan pekerjaan ini menggunakan dana APBN melalui Satker Perangkat Daerah Tugas Pembantuan Balai Pelaksana Jalan Nasional Kepulauan Riau pada Dinas PUPP Pemprov Kepri.

Pekerjaan dimulai dari 14 Maret 2023 yang lalu dengan masa pelaksanaan 291 Hari Kalender atau selesai pada Desember nanti.

Menurut Suji, sampai saat ini secara rekapitulasi, pekerjaan pembangunan 3 box culvert ini sudah mencapai 50 persen. Disebutkannya, pekerjaan di Jalan Raja Haji Fisabilillah tinggal pengaspalan, sedangkan di tugu tangan akan mulai dikerjakan box culvert pada simpang jalan dari bandara setelah pekerjaan pada simpang dari arah RSUP selesai.

“Karena pengaturan pengalihan jalan. Meskipun demikian, kita optimis pekerjaan akan selesai tepat waktu,” ujar Suji Hartanto. (*)

reporter: jailani

Ada Recana Relokasi Rempang, Gustian Pastikan Ketersediaan Ayam dan Sayur di Batam

0
Gustian Riau 2 F Cecep Mulyana scaled 1 e1641914517219
Kadisperindag Kota Batam, Gustian Riau. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos– Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam memastikan relokasi galang tak akan berpengaruh terhadap ketersediaan komoditi di Batam. Terutama untuk stok ayam potong segar, telur ayam buras hingga sayur.

“Relokasi Rempang tak pengaruh terhadap stok ayam hingga sayur di Batam, ” jelas Gustian.
Dijelaskannya, sumbangsih ayam potong segar di kawasan Galang, hanya beberapa persen memenuhi kebutuhan Batam. Begitu juga dengan hasil panen sayuran hingga cabai di Batam.
“Tak berpengaruh karena memang hasil dari Galang, hanya memenuhi beberapa persen dari kebutuhan di Batam, paling sekitar 5 persen, ” jelas Gustian.
Meski begitu, ia telah mencari solusi agar kebutuhan komoditi di Batam tetap aman. Diantaranya, memastikan tambahan kuota, jika memang kuota dari Batam tak lagi memenuhi.
“Jadi saya sudah hubungi dari Karimun, Bintan dan Tanjung Pinang juga, memastikan stok sayur hingga ayam aman nantinya,” sebut Gustian.
Bahkan, menurut Gustian ia juga telah berkoordinasi dengan daerah lain di luar Kepri, jika memang stok masih kurang. Tujuannya  juga memastikan, stok aman dan harga aman.
“Intinya selain stok aman, kami juga memastikan harga aman, ” pungkas Gustian. (*)
reporter: yashinta

Tahanan Narkoba Babak Belur Dihajar Empat Tahanan Lain

0

batampos-Tahanan kasus narkoba inisial babak belur dihajar oleh empat tahanan lainnya di sel Mapolresta Tanjungpinang, Rabu (6/9) lalu.

Tak terima dengan kejadian tersebut, orang tua bersama istri korban, langsung melapor ke Satreskrim Polresta Tanjungpinang.

Orang tua korban, Nuraini mengatakan ia melaporkan dugaan penganiayaan terhadap anaknya di dalam sel tahanan.

“Kami buat laporan karena anak kami dipukul hingga babak belur,” ungkapnya usai membuat pengaduan di Satreskrim Polresta Tanjungpinang, Jumat (8/9).

Pemukulan itu terungkap setelah Nuraini datang menjenguk anaknya di yanh ditahan di sel tahanan Mapolresta Tanjungpinang. Nuraini kaget saat melihat wajah korban babak belur.

Saat itu, korban akan diserahkan polisi ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang guna proses Tahap II.

BACA JUGA: Tahanan Titipan Kejaksaan Cabang Moro Meninggal Dunia di Rutan

“Anak saya bercerita bahwa dirinya dipukuli di kamar mandi sel oleh empat tahanan lainnya,” kata Nuraini.

Setelah selesai proses Tahap II tahanan kasus narkoba kini telah dijebloskan ke Rutan Tanjungpinang.

Di tempat yang sama, Penasihat Hukum M yakni Ratna mengatakan saat ini pihaknya masih menunggu itikad baik keluarga tahanan yang melakukan pemukulan.

“Intinya kami ingin yang terbaik, korban bisa diobati. Apakah damai? kami masih menunggu keluarga tahanan yang memukul,” terangnya.

Terpisah, Kasi Humas Polresta Tanjungpinang Iptu Giofany Casanova mengatakan penyidik Satreskrim telah menerima aduan terkait penganiayaan tahanan.

“Masih kami selidiki dugaan penganiayaan itu,” kata Giofany singkat. (*)

reporter: yusnadi

Usai ‘Digarap’ Korban Selalu Dikasih Uang

0
Ilustrasi cabul asusila
Ilustrasi. Foto: JawaPos.com

batampos– Kuswanto alias Anto, pria beristri tega mencabuli pelajar berusia 17 tahun berulang kali. Akibatnya, pria berusia 41 tahun itu pun menjadi terdakwa di Pengadilan Negeri Batam.

Sidang perdana Anto digelar tertutup untuk umum. Agenda sidang yakni pembacaan dakwaan, yang terdakwa saksikan secara online. Karena ancaman hukuman terdakwa diatas 15 tahun, majelis hakim menunjuk pengacara dari LBH suara keadilan untuk mendampingi terdakwa.
Vierki Siahaan, salah satu dari tim kuasa hukum terdakwa menjelaskan, perbuataan cabul pertama terjadi pada Oktober 2022 lalu. Berawal dari perkenalan keduanya melalui media sosial  yang akhirnya bertemu di Batuaji.
Dari pertemuan itu, Anto mengajak korban ke semua wisma untuk berbicara lebih akrab. Namun ternyata sesampai di wisma, pakaian korban dibuka dan dicabuli.
“Hanya pembacaan dakwaan, pertama dilakukan pada 2022 lalu. Atas dakwaan kami tak esepsi, jadi lanjut pembuktiaan,” jelas Vierki didampingi Christopher, kuasa hukum lainnya.
Dari pertemuan pertama, hubungan keduanya terus berlanjut. Terdakwa dengan leluasa mencabuli korban yang masih pelajar. Agar korban tutup mulut, terdakwa selalu memberi korban uang usai dicabuli.
“Perbuatan terdakwa diketahui orang tua korban, dan melaporkan terdakwa ke polisi, ” pungkas Vierki.
Atas. Perbuataan terdakwa, jaksa menjerat dengan pasal 81 ayat 2 jo pasal 76 D no 17 tahun 2016 tentang perlindungan anak, dengan ancaman 15 tahun penjara. (*)
reporter: yashinta

Atasi Kelangkaan Elpiji, Bupati Minta SPBE Segera Beroperasi di Karimun

0
Aunur Rafiq

batampos– Bupati Karimun Aunur Rafiq meminta Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Kabupaten Karimun. Permintaan orang nomor ini upaya mengatasi kelangkaan gas elpiji 3 yang sering terjadi.

“Kami telah mendeteksi problematik kelangkaan gas elpiji 3 Kg di Karimun. Salah satu solusinya, kita minta kepada Pertamina untuk segera mengaktifkan SPBE yang dibangun di Kecamatan Meral Barat,” ujar Aunur Rafiq kepada Batam Pos, Jumat (8/9).

Dengan beroperasinya SPBE, lanjut Rafiq, Karimun tidak lagi bergantung pada Tanjunguban. Di sisi lain, harga gas pun dipastikan akan turun karena berkaitan pemangkasan biaya trasportasi pulang pergi selama ini ke Tanjunguban.

“Kalau SPBE beroperasi, kita bisa atasi masalah kelangkaan elpiji. Di samping itu, harganya pun jadi murah dari Rp25 ribu ke Rp 20 ribu untuk gas elpiji 3 kg,” tutur Aunur Rafiq.

BACA JUGA: Usaha Mikro Meningkat, Kebutuhan Gas LPG 3 Kg juga Meningkat

Selain mendorong percepatan pengoperasian SPBE, kata Rafiq, juga diminta Satgas akan melakukan pendataan penggunaan gas elpiji di Kabupaten Karimun.

“Pendataan ulang ini diharapkan mampu mendapatkan data usaha mikro, dan kebutuhan gas 3 kg setiap bulannya,” papar Rafiq.

Sebagai informasi, do Kabupaten Karimun terdapat lima perusahaan penyalur gas elpiji 3 Kg yaitu PT Bintang Abadi Sejahtera, PT Cipta Nusa Indonesia, PT Lestari Cipta Prima Sakti, PT Petromas Jaya Abadi dan PT Prima Jaya Sukses.

Sementara jumlah pangkalan gas elpiji 3 Kg sebanyak 137 pangkalan di luar Pulau Karimun, dan 338 pangkalan khusus Pulau Karimun sehingga dengan total keseluruhan 475 pangkalan. (*)

reporter: ichwanul fahmi

Rusuh di Rempang, Polisi Tetapkan 7 Tersangka

0

rempang rusuhbatampos– Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Barelang menetapkan 7 orang tersangka dalam bentrokan di Pulau Rempang, Kamis (7/9). Sebelumnya, polisi menangkap 8 orang dari lokasi yang diduga sebagai provokasi.

“Yang ditetapkan tersangka sudah 7,” ujar Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Budi Hartono, Jumat (8/9).

Budi menjelaskan dari pemeriksaan, para tersangka merupakan warga asli Pulau Rempang. Dari tangan mereka disita barang bukti berupa ketapel, batu, parang, dan bom molotov.

BACA JUGA: Pemko Batam Liburkan Sekolah Sementara di Rempang

“Mereka orang Rempang, bukan pendatang dari luar,” katanya.

Adapun identitas delapan warga yang telah diamankan di Mapolresta Barelang, yakni Fahrizal, 35, warga Kampung Melayu Setokok, Roma, 36, warga Kampung Tanjungkertang, Jakarim, 53, warga Kampung Belongkeng, Firman, 40, warga Kampung Monggak.

Kemudian As Arianto As HM, 26, warga Belongkeng, Boiran, 51, warga Sungai Raya, Martahan Siahaan, 35, warga Tanjungkertap, dan Irfan Saputra, warga Tanjung Banon.

Dari pengakuan Irfan, ia mengaku bom molotov tersebut sudah dipersiapkan bersama rekan-rekannya.

“Bukan punya saya. Sama teman-teman,” ujarnya saat diamankan polisi di Pulau Rempang, Kamis (7/8) malam sekitar pukul 19.00 WIB.

Atas perbuatannya, mereka disangka dengan Pasal 212, 213, 214 K.U.H. Pidana dan Pasal 2 ayat 1 Undang Undang Darurat No 12 Tahun 1951 dengan ancaman 8 tahun penjara. (*)

reporter: yopi

Bahayakan Anak Sekolah, Dua Sarang Tawon Dimusnahkan

0
Petugas Damkar Tanjunguban memusnahkan sarang tawon vespa di jalan Langsat, Gang Rambe, Kampung Jeruk, Kelurahan Tanjunguban Utara, Kecamatan Bintan Utara, Kamis (7/9/2023). F.Damkar Tanjunguban untuk Batam Pos.

batampos– Petugas Damkar Tanjunguban memusnahkan dua sarang tawon di lokasi berbeda karena dianggap membahayakan anak sekolah, Kamis (7/9/2023).

Kepala UPT Damkar Tanjunguban, Panyodi mengatakan, ada dua sarang tawon yang dimusnahkan karena dianggap membahayakan anak-anak sekolah.

Pemusnahan pertama dilakukan setelah petugas menerima laporan dari warga adanya sarang tawon vespa di jalan Langsat, Gang Rambe, Kampung Jeruk, Kelurahan Tanjunguban Utara, Kecamatan Bintan Utara, Kamis (7/9/2023).

“Ada sarang tawon di pohon lengkeng, posisinya tidak terlalu tinggi. Anak-anak sering melempari sarangnya, khawatirnya malah menyerang,” kata dia.

Dia mengatakan, evakuasi tidak memakan waktu lama. 10 menit kemudian, sarang tawon berhasil dimusnahkan dengan dibakar.

Sementara evakuasi sarang tawon kedua dilakukan di jalan Indunsuri tepatnya depan SDN 007 Seri Kuala Lobam, Kecamatan Seri Kuala Lobam.

“Kalau sarang yang kedua agak tinggi,” kata dia.

Dia mengatakan, warga sering melihat anak-anak sekolah melempari sarang tawon vespa tersebut.

BACA JUGA: Lansia di Bintan Disengat Tawon Vespa

“Mungkin karena tinggi tidak kena. Tapi warga tetap khawatir karena dapat membahayakan anak-anak sekolah dan lalu lalang orang kerja, jadi warga melapor ke damkar,” kata dia.

Dia mengatakan, evakuasi kedua sarang tersebut dilakukan pada malam hari.

Alasannya kalau malam, menurut dia, dapat mengurangi keagresifan tawon menyerang.

“Kalau siang, tawon banyak masih di luar. Kalau kita bakar sarangnya, tawonnya bisa menyerang orang yang lalu lalang,” kata dia.

Dia mengimbau ke masyarakat agar cepat melapor apabila melihat sarang tawon vespa.

“Kalau melihat langsung laporkan,” kata dia. (*)

reporter: slamet

Sempat Kritis Terkena Gas Air Mata di Rempang, Pelajar dan Guru yang Sudah Dipulangkan dari RSUD

0
Akibat kericuhan Rempang, beberapa pelajar menjadi korban gas air mata.
Salah seorang siswa pingsa usai terkena dampak gas air mata, dalam kericuhan di Jembatan 4, Rempang, Batam, Kamis (7/8). Foto dari tangkapan layar video masyarakat.

batampos– Melda, ibu guru SMPN 23 Galang yang sempat kritis terkena tembakan gas air mata, saat kerusuhan terjadi antara aparat kepolisian dan masyarakat Galang yang melakukan pemblokiran jalan terkait konflik lahan pengembangan kawasan ekonomi baru di Rempang Cate dan Sembulang, Kamis (8/9) sudah kembali pulih.

Dia dan sepuluh siswa nya hanya mendapat perawatan medis di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Embung Fatimah karena kondisi mereka semua kembali pulih setelah mendapat pemenangan medis.

“Tidak ada yang diinapkan. Ibu guru (Melda) juga sudah langsung pulang semalam (Jumat malam). Memang agak lemas tapi sudah membaik, ” ujar Humas RSUD Embung Fatimah Elin Sumarni, Jumat (8/9).

BACA JUGA: Situasi Kawasan Rempang Kondusif, BP Batam Apresiasi Sikap Kooperatif Masyarakat

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Batam, Rudi Panjaitan  sebelumnya menuturkan penanganan korban kerusuhan di Galang tidak dipungut biaya. Pemerintahan bertanggungjawab atas kejadian tersebut dan tidak ada korban yang mengalami luka ataupun penanganan medis yang serius.

“Hanya rawat jalan saja mereka, ” kata Rudi.

Sementara informasi yang berkembang di lapangan, paska kerusuhan tersebut, masyarakat di pulau Galang dan sekitarnya masih bersiaga satu di berbagai titik kampung tua. Mereka tetap menolak pengukuran lahan perkampungan mereka untuk rencana pengembangan kawasan ekonomi baru di pulau Galang.

“Masih jaga, tetap kami pantau. Kami tetap tak mau ada aktifitas apapun sebelum ada kepastian terkait nasib kampung kami. Pengukuran juga tak boleh, ” ujar Iwan, seorang warga.

Kuatir Tak Bisa Melaut Lagi

Masyarakat kampung tua di kelurahan Sembulang dan Rempang Cate tetap bersikeras agar kampung mereka tidak digusur untuk kepentingan pengembangan kawasan ekonomi baru yang dicanangkan pemerintah. Ada banyak alasan yang disampaikan. Selain soal tanah atau kampung yang sudah mereka tempati secara turun temurun, masyarakat di sana juga kuatir wilayah laut yang selama ini mereka mengais rejeki tak bisa digunakan lagi jika sudah dikembangkan oleh investor.

“Itu ibarat ladang kami. Kami ini nelayan. Nanti kalau sudah masuk investor kami dilarang masuk lagi ke lokasi yang sudah biasa kami cari ikan dengan berbagai alasan nantinya. Ini juga yang harus dipikirkan, ” ujar Ummar, warga Sembulang.

Alasan-alasan inilah yang menjadi dasar masyarakat di sana menolak relokasi serta rancangan dan fasilitas yang ditawarkan pemerintah tadi. Mereka bersisi kukuh agar pengembangan kawasan ekonomi baru ini tidak menggeser kampung mereka dan biarkan mereka berdampingan dengan kawasan yang dikembangkan tersebut. (*)

reporter: eusebius sara

Puluhan Ekor Sapi Didatangkan dari Natuna untuk Penuhi Stok Hewan Potong dan Kurban di Bintan

0
Pejabat Otoritas Veteriner, drh. Iwan Berri Prima. F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos– Puluhan ekor sapi akan didatangkan dari Midai, Natuna untuk memenuhi stok hewan potong dan kurban.

“Jumlahnya 20 ekor sapi yang akan didatangkan ke Bintan,” kata Pejabat Otoritas Veteriner, drh. Iwan Berri Prima.

Pria yang juga menjabat Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan pada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bintan ini mengatakan, jenis sapi yang didatangkan adalah ras Bali dan semua berjenis kelamin jantan.

Menurut rencana, kata dia, puluhan sapi tersebut akan diangkut KM Tegar Putra dengan perkiraan tanggal 7 hingga 12 September 2023.

BACA JUGA: Satgas PMK dan Karantina Cek Kesehatan Puluhan Hewan Ternak Selundupan yang Masuk ke Bintan

Setiba di Bintan, kata dia, puluhan ekor sapi akan dimasukkan ke kandang milik peternak di Kampung Sinjang, Desa Toapaya, Kecamatan Toapaya, Bintan.

Dia juga mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan satgas PMK kabupaten Bintan terkait lalu lintas hewan. Terutama dengan instansi karantina pertanian Tanjungpinang.

Hal ini mengingat, berdasarkan UU 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan, terutama pada pasal 35, setiap orang yang memasukkan dan/ atau mengeluarkan media pembawa dari suatu area ke area lain di dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia wajib melengkapi sertifikat kesehatan dari tempat pengeluaran yang ditetapkan oleh pemerintah pusat bagi hewan, produk hewan, ikan, produk ikan, tumbuhan, dan/atau produk tumbuhan.

Oleh sebab itu, kata dia, masuknya hewan dari luar Bintan harus dilakukan sesuai prosedur.

“Jangan memasukkan hewan secara ilegal atau tanpa dokumen karantina,” tegasnya. (

Puluhan Ekor Sapi Didatangkan dari Natuna untuk Penuhi Stok Hewan Potong dan Kurban di Bintan. (*)

reporter: slamet

Suami Tidak Nafkahi Keluarga Malah Nikah Lagi, Istri Oknum ASN Ngadu ke Tempat Kerja Suami

0
ilustrasi

batampos– Oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di Pangkalan Sarana Operasi (PSO) Bea dan Cukai Tipe A Tanjungbalai Karimun berinisial SD, dilaporkan sang isteri karena tidak pernah dinafkahi sejak tahun 2016 lalu.

Bahkan, isteri SD yang menetap di Medan, Sumatera Utara mendapat kabar jika suaminya telah menikah siri.

“Saya datang dari Medan ke PSO BC Tipe A Tanjungbalai Karimun untuk memberikan keterangan. Sebelumnya, pada tanggal 22 Mei 2023, saya sudah melaporkan kepada pihak PSO BC Tipe A Tanjungbalai Karimun, namun tidak pernah ditanggapi,” terang isteri sah SD didampingi kuasa hukumnya, Benito Asdhie Kodiyat, Jumat (8/9) di Tanjungbalai Karimun.

Lantaran laporannya tidak ditanggapi pihak PSO BC Tipe A Tanjungbalai Karimun, isteri sah SD bersama kuasa hukumnya langsung menyurati Direktorat Jenderat Bea dan Cukai di Jakarta pada tanggal 8 Agustus 2023.

BACA JUGA: Gubkepri Minta ASN di Wilayah Provinsi Kepri  Tidak Terlibat Politik Praktis di Pemilu dan Pilkada

Dirinya meminta keadilan, dan pertanggungjawaban suaminya sebagai ASN di lingkungan Kementerian Keuangan.

“Sempat ada utusan dari suami saya menawarkan sejumlah uang perdamaian. Asal saya tidak melanjutkan laporannya ke PSO BC Tipe A Tanjungbalai Karimun. Dan, saya secara tegas menolak, dan tetap lanjut, walaupun anak saya masih dikirimin uang, ” ungkapnya.

Sedangkan, kuasa hukum Benito Asdhie Kodiyat menuturkan, bahwa sebagai ASN suami kliennya sudah harus tunduk dan patut terhadap peraturan Perundang-Undangan yang berlaku. Dimana, ASN andai ingin menikah lagi harus mendapat izin dari istri dan atasannya bekerja.

“Ini oknum ASN yang tidak memberikan contoh kepada ASN lainnya. Dan, klien saya dalam pemeriksaan meminta kepada pihak tim pemeriksa pelanggaran disiplin pegawai PSO BC Tipe A Tanjung Balai Karimun agar suaminya dipecat dari status ASN,” ucapnya.

Lanjutnya, lagi dari hasil pemeriksaan kliennya didepan tim pemeriksan untuk melakukan klarifikasi laporan dan penyerahan bukti-bukti pernikahan siri antara Nita dengan suaminya.

“Setelah kami buat pengaduan kepada Dirjen BC, maka ditindaklanjuti oleh PSO BC Tipe A Tanjung Balai Karimun dengan melakukan pemeriksaan terhadap klien kami. Dan menyerahkan, bukti-bukti pernikahan siri suaminya kepada pemeriksa,” katanya.

Sehingga, pihaknya tinggal menunggu hasil keputusan dari pihak pemeriksaan PSO BC Tipe A Tanjung Balai Karimun.

“Infonya, suaminya juga dilakukan pemeriksaan. Kita tinggal menunggu apa hasil keputusannya,” tutupnya.(*)

reporter: tri haryono