Sabtu, 11 April 2026
Beranda blog Halaman 500

Ini 5 Kota di Indonesia yang Lebih Dulu Merayakan Tahun Baru

0
ilustrasi kembang api (pixabay.com)

batampos – Saat sebagian besar masyarakat Indonesia masih sibuk menghitung detik menuju pergantian tahun, ada wilayah lain yang sudah lebih dulu bersorak menyambut 1 Januari. Inilah uniknya Indonesia sebagai negara kepulauan yang membentang luas dari barat ke timur, lengkap dengan perbedaan zona waktu yang membuat momen Tahun Baru terasa bertahap.

Wilayah Indonesia Bagian Timur (WIT) menjadi kawasan pertama yang memasuki tahun baru. Perayaan di wilayah ini berlangsung dua jam lebih cepat dari WIB dan satu jam lebih cepat dari WITA. Ketika Jakarta masih diselimuti suasana menunggu tengah malam, beberapa kota di Papua dan Maluku justru sudah memulai lembaran tahun yang baru.

Fenomena ini bukan sekadar soal jam, tetapi juga menghadirkan cerita menarik tentang bagaimana masyarakat di timur Indonesia menyambut pergantian tahun dengan cara mereka sendiri. Berikut lima kota di Indonesia yang dikenal sebagai daerah paling awal merayakan Tahun Baru.

1. Jayapura, Papua: Pintu Gerbang Timur Indonesia

Jayapura hampir selalu menjadi sorotan setiap pergantian tahun. Sebagai ibu kota Provinsi Papua, kota ini berada di zona Waktu Indonesia Timur (WIT), sehingga menjadi salah satu wilayah pertama yang memasuki 1 Januari.

Saat malam tahun baru tiba, suasana Jayapura berubah meriah. Warga biasanya memadati kawasan pantai, bukit-bukit yang menghadap Teluk Yos Sudarso, hingga pusat kota. Kembang api menghiasi langit lebih awal dibandingkan kota-kota di Pulau Jawa.

Bagi masyarakat Jayapura, Tahun Baru bukan hanya soal pesta, tetapi juga momen refleksi dan kebersamaan. Banyak keluarga memilih merayakan secara sederhana di rumah, sementara anak muda berkumpul di ruang-ruang publik untuk menyambut pergantian tahun dengan penuh antusias.

2. Merauke, Papua Selatan: Kota Paling Timur yang Selalu Lebih Dulu

Jika berbicara tentang kota yang paling dulu merayakan Tahun Baru, Merauke hampir selalu masuk daftar teratas. Letaknya yang berada di ujung timur Indonesia membuat kota ini kerap disebut sebagai ‘gerbang matahari terbit Nusantara’.

Di Merauke, perayaan Tahun Baru identik dengan berkumpul di titik-titik ikonik kota. Salah satu lokasi favorit adalah Tugu Libra, yang menjadi pusat keramaian setiap malam pergantian tahun. Warga dari berbagai usia datang untuk menikmati suasana, berbincang, dan menyaksikan kembang api menyala tepat saat jam menunjukkan pukul 00.00 WIT.

Uniknya, ketika Merauke sudah memasuki tahun baru, sebagian besar wilayah Indonesia masih berada di detik-detik akhir tahun lama. Fakta ini sering menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat setempat.

3. Ambon, Maluku: Tahun Baru dengan Nuansa Musik dan Kebersamaan

Ambon dikenal sebagai Kota Musik Dunia, dan julukan itu terasa hidup saat malam Tahun Baru. Sebagai bagian dari wilayah Maluku yang berada di zona WIT, Ambon juga lebih cepat menyambut pergantian tahun dibandingkan wilayah tengah dan barat Indonesia.

Perayaan Tahun Baru di Ambon sering diwarnai lantunan musik, nyanyian, dan kebersamaan antarwarga. Banyak komunitas menggelar acara sederhana, mulai dari ibadah malam, pertunjukan musik lokal, hingga pesta rakyat di ruang terbuka.

Alih-alih pesta besar-besaran, warga Ambon cenderung mengedepankan suasana kekeluargaan. Momen Tahun Baru dimaknai sebagai waktu untuk mempererat hubungan sosial dan menatap masa depan dengan optimisme.

4. Sorong, Papua Barat Daya: Kota Pelabuhan yang Lebih Dulu Bersorak

Sorong merupakan kota penting di Papua Barat Daya sekaligus pintu masuk menuju Raja Ampat. Saat Tahun Baru tiba, kota pelabuhan ini menjadi salah satu daerah yang lebih dulu merasakan euforia pergantian tahun.

Kawasan pesisir dan pusat kota Sorong biasanya dipenuhi warga yang ingin menyaksikan momen pergantian tahun. Dentuman kembang api dan suara klakson kendaraan menjadi penanda bahwa tahun lama telah berlalu.

Menariknya, Sorong juga kerap menjadi perhatian wisatawan yang menghabiskan akhir tahun di Papua. Bagi mereka, merayakan Tahun Baru lebih awal menjadi pengalaman unik yang jarang ditemukan di daerah lain di Indonesia.

5. Biak, Papua: Tahun Baru dengan Latar Samudra Pasifik

Biak menawarkan suasana Tahun Baru yang berbeda. Kota ini berada di pesisir utara Papua dan langsung menghadap Samudra Pasifik. Seperti kota-kota WIT lainnya, Biak lebih dulu memasuki 1 Januari.

Warga Biak sering merayakan malam Tahun Baru di area pantai, menikmati semilir angin laut sambil menunggu pergantian tahun. Suasana cenderung tenang, jauh dari hiruk-pikuk kota besar, namun tetap sarat makna.

Bagi masyarakat Biak, Tahun Baru adalah momen untuk bersyukur dan berharap. Tradisi berkumpul bersama keluarga dan kerabat menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan ini.

Mengapa Indonesia Punya Waktu Tahun Baru yang Berbeda?

Perbedaan waktu perayaan Tahun Baru di Indonesia terjadi karena pembagian tiga zona waktu nasional, yakni:

1. Waktu Indonesia Timur (WIT): Meliputi Maluku dan Papua. Wilayah ini paling cepat merayakan Tahun Baru.

2. Waktu Indonesia Tengah (WITA): Meliputi Sulawesi, Bali, NTB, NTT, serta sebagian Kalimantan. Perayaan berlangsung satu jam setelah WIT.

3. Waktu Indonesia Barat (WIB): Meliputi Sumatera, Jawa, dan sebagian Kalimantan. Wilayah ini menjadi yang terakhir merayakan Tahun Baru di Indonesia.

Pembagian ini mencerminkan luasnya bentang geografis Indonesia dari barat ke timur. (*)

Artikel Ini 5 Kota di Indonesia yang Lebih Dulu Merayakan Tahun Baru pertama kali tampil pada News.

Menutup Tahun di Beranda Sumatra, BHC Rayakan Harapan Bersama

0
F. ASDP untuk Batam Pos.

batampos – Menjelang pergantian tahun, Bakauheni Harbour City (BHC) menghadirkan perayaan akhir tahun bernuansa kebersamaan melalui BHC Harbour Fest. Kegiatan yang digelar di Siger Park, Bakauheni, Lampung Selatan, pada 29 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 ini memadukan hiburan, budaya, dan refleksi kemanusiaan di kawasan yang dikenal sebagai Beranda Sumatra.

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) melalui BHC Harbour Fest menghadirkan ruang perjumpaan baru bagi masyarakat dan pelintas Selat Sunda. Ribuan pengunjung memadati kawasan Bakauheni Harbour City untuk menikmati berbagai pertunjukan seni, budaya lokal, hingga kuliner khas Lampung.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, mengatakan Bakauheni Harbour City dibangun dengan keyakinan bahwa infrastruktur publik memiliki peran sosial yang luas, tidak hanya sebagai simpul mobilitas.

“Pelabuhan bukan hanya tempat berpindah, tetapi juga tempat bertemu. Di sinilah perjalanan, ekonomi, dan budaya saling bersinggungan,” ujar Heru dalam keterangannya, Rabu (31/12/2025).

Selama pelaksanaan festival, pengunjung disuguhkan pertunjukan musik lintas generasi, atraksi budaya Lampung, serta Festival Kuliner yang melibatkan sekitar 30 pelaku UMKM lokal. Menara Siger menjadi latar utama perhelatan, menghadirkan suasana khas pesisir dengan sentuhan budaya dan kreativitas masyarakat setempat.

Tidak hanya menghadirkan kemeriahan, BHC Harbour Fest juga diisi dengan refleksi kemanusiaan. Menjelang malam pergantian tahun, ASDP mengajak pengunjung untuk mendoakan dan menunjukkan empati kepada masyarakat terdampak bencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah Sumatra, seperti Sumatera Utara, Aceh, dan Sibolga.

Malam puncak pada 31 Desember diawali dengan pemutaran video kaleidoskop perjalanan Bakauheni Harbour City. Acara dilanjutkan dengan tausyiah bertema Harapan Baru di Beranda Sumatra yang disampaikan KH Yani, diiringi Kampoeng Nasyid Lampung. Tausyiah Ustaz Akri Patrio serta doa bersama menjadi penutup rangkaian refleksi akhir tahun.

Sebagai bentuk kepedulian, ASDP juga membuka Stand Donasi BHC selama festival berlangsung. Pengunjung diajak berpartisipasi membantu masyarakat yang terdampak bencana melalui donasi sukarela.

Melalui BHC Harbour Fest, ASDP menegaskan komitmennya menjadikan Bakauheni Harbour City tidak hanya sebagai kawasan pendukung penyeberangan, tetapi juga ruang publik yang menghadirkan nilai budaya, kebersamaan, dan kepedulian sosial dalam menyambut tahun baru. (*/adv)

Artikel Menutup Tahun di Beranda Sumatra, BHC Rayakan Harapan Bersama pertama kali tampil pada News.

Truk dan Kendaraan Roda Dua Dominasi Arus Bali–Jawa Jelang Tahun Baru

0
Kendaraan roda dua dan truk logistik mendominasi pergerakan di lintasan Pelabuhan Gilimanuk–Ketapang. F. ASDP untuk Batam Pos.

batampos – Arus penyeberangan dari Bali menuju Jawa kembali meningkat menjelang pergantian Tahun Baru 2026. Pada Selasa (30/12) atau H+5 Natal dan Tahun Baru (Nataru), kendaraan roda dua dan truk logistik mendominasi pergerakan di lintasan Pelabuhan Gilimanuk–Ketapang.

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan layanan penyeberangan tetap berjalan aman dan lancar di tengah lonjakan mobilitas masyarakat, baik untuk arus balik liburan maupun distribusi logistik akhir tahun.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, mengatakan peningkatan trafik mencerminkan masih tingginya aktivitas masyarakat. Kebijakan Work From Anywhere (WFA) juga dinilai memberi fleksibilitas waktu perjalanan sehingga sebaran arus kendaraan lebih merata.

“Fleksibilitas perjalanan ini berdampak pada meningkatnya mobilitas kendaraan pribadi, roda dua, maupun logistik. Tugas kami memastikan seluruh layanan tetap optimal di tengah dinamika tersebut,” ujar Heru dalam keterangannya, Rabu (31/12).

Berdasarkan data Posko Pelabuhan Gilimanuk, jumlah penumpang yang menyeberang dari Bali ke Jawa pada H+5 Nataru tercatat 27.826 orang, naik 6,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Total kendaraan mencapai 8.350 unit atau tumbuh 18,3 persen.

Kenaikan paling signifikan terjadi pada truk logistik yang mencapai 1.821 unit atau melonjak 34,6 persen. Sementara itu, kendaraan roda dua tercatat 3.798 unit, meningkat 24,6 persen. Data tersebut menunjukkan arus balik yang cukup solid sekaligus terjaganya distribusi logistik menuju Pulau Jawa.

Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, mengatakan ASDP telah menyiapkan 55 kapal dan 17 dermaga untuk mengantisipasi lonjakan arus penyeberangan.

Kesiapan ini juga didukung penguatan personel operasional, masing-masing sekitar 350 petugas di Ketapang dan 250 petugas di Gilimanuk, serta penerapan delaying system dan buffer zone di sejumlah titik.

Terkait fasilitas pelabuhan, Windy menjelaskan dermaga ponton di Pelabuhan Ketapang saat ini tidak dioperasikan secara aktif, namun disiagakan sebagai dermaga perbantuan.

“Dermaga ponton disiapkan sebagai opsi pendukung dan akan dioperasikan secara situasional apabila kondisi lapangan membutuhkan percepatan layanan,” ujarnya.

ASDP juga terus berkoordinasi dengan BMKG, KSOP, dan BPTD untuk memastikan keselamatan pelayaran, terutama di tengah potensi perubahan cuaca selama periode libur Nataru.

Secara kumulatif, sejak H-10 hingga H+5 Nataru, total penumpang dari Bali ke Jawa tercatat 374.347 orang, turun 4,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, jumlah kendaraan justru meningkat menjadi 106.476 unit atau naik 2,3 persen.

Sementara arus penyeberangan dari Jawa ke Bali tercatat 381.165 penumpang, turun 4,9 persen, dengan total kendaraan 101.562 unit atau meningkat 1,1 persen.

ASDP menegaskan komitmennya untuk terus menjaga konektivitas lintas pulau, memastikan mobilitas masyarakat serta distribusi logistik tetap berjalan optimal hingga berakhirnya masa libur Natal dan Tahun Baru. (*/adv)

Artikel Truk dan Kendaraan Roda Dua Dominasi Arus Bali–Jawa Jelang Tahun Baru pertama kali tampil pada News.

BAZNAS Batam Salurkan Bantuan untuk Korban Rumah Roboh di Pulau Mat Belanda

0
Musibah rumah roboh yang dialami warga Pulau Mat Belanda mendapat perhatian BAZNAS Kota Batam. Bantuan diserahkan langsung oleh Ketua BAZNAS Batam, Habib Soleh, Rabu (31/12).

batampos – Musibah rumah roboh yang menimpa pasangan lanjut usia di Pulau Mat Belanda, Kecamatan Belakang Padang, mendapat perhatian cepat dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Batam. Sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan, BAZNAS menyalurkan bantuan langsung kepada korban pada Rabu (31/12).

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua BAZNAS Kota Batam, Habib Soleh, kepada warga yang terdampak robohnya rumah panggung di wilayah pesisir tersebut. Langkah ini merupakan respons cepat atas musibah yang dialami Edy Mulyono (71) dan Nurhafisah (71).

Peristiwa nahas itu terjadi pada dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Rumah panggung yang mereka tempati ambruk akibat kondisi bangunan yang sudah lapuk dimakan usia. Cuaca ekstrem berupa angin kencang serta pasang air laut turut memperparah struktur rumah hingga akhirnya roboh.

Dalam kunjungannya ke lokasi kejadian, Habib Soleh menyampaikan bahwa BAZNAS Kota Batam menyalurkan bantuan sebesar Rp5 juta untuk membantu meringankan beban korban pascakejadian.

“BAZNAS Kota Batam hadir untuk membantu masyarakat yang tertimpa musibah. Kami menyalurkan bantuan sebesar Rp5 juta, semoga dapat meringankan beban korban dan membantu memenuhi kebutuhan dasar sementara,” ujar Habib Soleh.

Ia juga berharap bantuan tersebut dapat menjadi penyemangat bagi keluarga korban agar tetap tabah dan kuat menghadapi ujian.

“Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya dan menjadi penguat bagi keluarga korban untuk bangkit kembali. InsyaAllah, BAZNAS akan terus hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya.

Sementara itu, Edy Mulyono mengaku sangat bersyukur atas bantuan dan perhatian yang diberikan oleh BAZNAS Kota Batam.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kota Batam atas bantuan dan kepeduliannya. Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Semoga Allah membalas kebaikan para donatur dan semua pihak yang telah membantu,” ujar Edy dengan haru.

BAZNAS Kota Batam menegaskan komitmennya untuk terus menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah kepada masyarakat yang terdampak bencana, khususnya di wilayah kepulauan. Upaya ini menjadi wujud nyata kepedulian sosial sekaligus memperkuat solidaritas kemanusiaan di tengah musibah yang menimpa warga. (*)

Artikel BAZNAS Batam Salurkan Bantuan untuk Korban Rumah Roboh di Pulau Mat Belanda pertama kali tampil pada Metropolis.

BNPT Ungkap 112 Anak Terpapar Radikalisme Lewat Game Online

0
BNPT memaparkan data 112 anak terpapar radikalisme digital dalam laporan akhir tahun 2025.
Ilustrasi: Radikalisme. (StudentforLiberty)

batampos – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengungkap adanya pergeseran signifikan pola ancaman terorisme di Indonesia. Jika sebelumnya didominasi aksi kekerasan fisik, kini penyebaran ideologi radikal semakin masif melalui ruang digital, termasuk menyasar anak-anak dan remaja lewat game online.

Kepala BNPT Eddy Hartono menegaskan, meskipun kondisi keamanan nasional relatif terkendali, ancaman terorisme di ruang digital justru terus berkembang dan memerlukan perhatian serius, khususnya terhadap kehidupan anak dan remaja.

Hal tersebut disampaikan Eddy saat memaparkan Laporan Akhir Tahun BNPT 2025 di Jakarta, Rabu (31/12). Menurutnya, propaganda terorisme kini lebih banyak memanfaatkan media sosial dan platform digital.

Baca Juga: Zulhas: Kenaikan Margin Bulog Dibutuhkan demi Beras Satu Harga Nasional

“Ancaman terorisme di ruang digital semakin berkembang. Propaganda, perekrutan, dan pendanaan banyak dilakukan melalui media sosial dan platform digital, termasuk dengan menyasar kelompok usia anak,” kata Eddy.

Sepanjang tahun 2025, BNPT mencatat sebanyak 21.199 konten bermuatan intoleransi, radikalisme, dan terorisme (IRT) beredar di ruang digital. Konten tersebut didominasi propaganda, pendanaan, serta perekrutan, dengan pola komunikasi yang disesuaikan dengan karakter anak dan remaja.

Eddy menjelaskan, proses radikalisasi melalui media digital berlangsung jauh lebih cepat dibandingkan metode konvensional. Jika sebelumnya membutuhkan waktu 2 hingga 5 tahun, kini radikalisasi dapat terjadi hanya dalam 3 hingga 6 bulan.

Baca Juga: Perampok Bobol Dinding Bank saat Natal, Gasak Emas dan Duit Rp595 Miliar

“Ancaman tersebut berdampak langsung pada kelompok anak,” ujarnya.

BNPT juga mengungkapkan bahwa Densus 88 Antiteror Polri telah melakukan pemeriksaan terhadap 112 anak di 26 provinsi. Anak-anak tersebut teridentifikasi terpapar radikalisme melalui ruang digital, mulai dari interaksi dengan konten terorisme, kerentanan psikologis, hingga keterlibatan dalam fenomena lone actor tanpa pertemuan fisik.

“Anak-anak yang terpapar menjadi perhatian serius negara. BNPT bersama Tim Koordinasi Perlindungan Khusus bagi Anak Korban Jaringan Terorisme terus memastikan rehabilitasi, pendampingan psikososial, serta perlindungan hak anak berjalan optimal,” jelas Eddy.

Temuan tersebut sejalan dengan Kajian Tren Terorisme Indonesia 2023–2025 yang disusun Indonesia Knowledge Hub (I-KHub) BNPT bersama mitra internasional, termasuk Hedayah. Kajian itu menegaskan bahwa meski serangan fisik relatif terkendali, peperangan ideologi justru bergeser ke ruang privat anak-anak melalui media digital.

Untuk pencegahan, BNPT memperkuat strategi kontra radikalisasi melalui berbagai program, seperti Sekolah Damai, Kampus Kebangsaan, Desa Siapsiaga, serta penguatan peran Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) di 36 provinsi.

BNPT juga membentuk Satuan Tugas Kontra Radikalisasi lintas delapan kementerian dan lembaga guna menyebarluaskan narasi perdamaian serta memperkuat ideologi Pancasila di lingkungan pendidikan dan masyarakat.

“BNPT berkomitmen mewujudkan sistem deteksi dini dan keterlibatan dini untuk memutus mata rantai penyebaran ideologi radikal terorisme demi mendukung Indonesia Emas 2045,” tegas Eddy.

Sementara itu, Kelompok Ahli BNPT Reni Kusumowardhani menambahkan, temuan 112 anak terpapar radikalisme menunjukkan bahwa proses radikalisasi telah masuk ke ruang digital yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari anak.

Baca Juga: Kaleidoskop 2025: Perseteruan Lisa Mariana–Ridwan Kamil Berujung Gugatan Cerai Ibu Cinta

“Kelompok teroris memanfaatkan kerentanan anak dan remaja melalui gim, video, meme, musik, serta narasi heroisme dan solidaritas,” ujarnya.

BNPT pun mengajak seluruh kementerian dan lembaga, masyarakat, serta orang tua untuk bersama-sama menjaga ruang digital dan melindungi anak dari paparan ideologi radikal.

“Peran orang tua sangat penting dalam meningkatkan literasi digital dan sense of awareness, agar anak berani menolak serta melaporkan konten berbahaya,” pungkas Reni. (*)

Artikel BNPT Ungkap 112 Anak Terpapar Radikalisme Lewat Game Online pertama kali tampil pada News.

Kaleidoskop Kerusakan Lingkungan Kepri 2025: Alarm Krisis Ekologis Kian Nyata

0
Kaleidoskop Kerusakan Lingkungan Kepulauan Riau 2025 yang digelar di Shelter Akar Bhumi, Tanjung Piayu, Kecamatan Sei Beduk, Kota Batam, Senin (29/12). F. M. Sya’ban/Batam Pos.

batampos – Kerusakan lingkungan yang terus terjadi di Kepulauan Riau (Kepri) sepanjang 2025 semakin memantik keprihatinan berbagai kalangan. Kondisi tersebut dirangkum dalam kegiatan Kaleidoskop Kerusakan Lingkungan Kepulauan Riau 2025 yang digelar di Shelter Akar Bhumi, Tanjung Piayu, Kecamatan Sei Beduk, Kota Batam, Senin (29/12).

Kegiatan ini diinisiasi Akar Bhumi Indonesia bersama Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Batam dan media partner Batam Bergerak. Selain pemutaran film dokumenter, acara juga diisi diskusi publik dan refleksi bersama yang mengulas keterkaitan kerusakan bentang alam di Kepri dengan bencana ekologis berulang di wilayah Sumatra.

Ketua Panitia Kaleidoskop, Muhammad Sya’ban, menyebut kegiatan ini sebagai kolase kerja-kerja advokasi lingkungan dan jurnalisme yang selama ini dijalankan Akar Bhumi Indonesia dan AJI Batam.

“Ini bukan sekadar forum diskusi, tetapi ruang refleksi bersama. Sepanjang 2025, kerusakan lingkungan di Kepri semakin masif, mulai dari reklamasi ilegal hingga perusakan pesisir,” ujarnya.

Menurut Sya’ban, persoalan lingkungan bukan hanya tanggung jawab aktivis, melainkan pekerjaan rumah bersama yang melibatkan jurnalis, mahasiswa, komunitas, hingga organisasi masyarakat sipil.

Dalam beberapa tahun terakhir, Kepulauan Riau menghadapi tekanan ekologis yang semakin kompleks. Alih fungsi lahan, aktivitas pertambangan, reklamasi pesisir, penimbunan mangrove, serta kerusakan hutan dan laut kerap terjadi atas nama pembangunan.

Akumulasi kerusakan tersebut dinilai telah memunculkan dampak nyata bagi masyarakat dan meningkatkan risiko bencana ekologis. Banjir, longsor, kebakaran hutan, serta abrasi pesisir yang terjadi di berbagai wilayah Sumatra menjadi peringatan bahwa bencana tidak semata-mata peristiwa alam, melainkan akibat relasi yang timpang antara manusia dan lingkungan.

Kondisi serupa, menurut penyelenggara, bukan tidak mungkin terjadi di Kepulauan Riau yang sekitar 96 persen wilayahnya merupakan perairan laut, apabila pembangunan terus mengabaikan daya dukung ekologis.

Diskusi publik menghadirkan perwakilan masyarakat terdampak, Akar Bhumi Indonesia, Polda Kepulauan Riau, perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup wilayah Kepri, serta mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Batam.

Salah satu suara paling kuat datang dari Sahat Jemahat, warga Kampung Ambat Jaya, Kabupaten Karimun. Ia mengungkapkan dampak aktivitas PT Saipem yang telah dirasakan warga sejak bertahun-tahun lalu.

Aktivitas pembersihan plat besi dengan metode sandblasting disebut menghasilkan debu tebal yang menyelimuti permukiman dan berdampak pada kesehatan masyarakat, terutama balita dan lansia.

“Sejak awal pembangunan pada 2008 kami sudah merasakan dampaknya. Kami pernah meminta AMDAL dibuka, tapi kami justru dianggap orang asing,” kata Sahat.

Ia menambahkan, janji perusahaan terkait pembukaan lapangan kerja tidak pernah terwujud. “Sekarang malah terjadi PHK massal. Debu masih ada, laut menyempit, dan kami bingung harus mengadu ke mana,” ujarnya.

Ketua Akar Bhumi Indonesia, Sony Rianto, mengatakan pihaknya telah mendampingi warga Kampung Ambat Jaya hampir tiga tahun terakhir. Konflik antara masyarakat dan perusahaan, menurutnya, telah berlangsung lama dengan dampak paling terasa dalam enam tahun terakhir.

“Lingkungan rusak akibat sandblasting, laut menjadi keruh dan dangkal karena sedimentasi. Sementara manfaat ekonomi bagi warga nyaris tidak ada,” ujarnya.

Sementara itu, AKP Ade Putra, Kanit Tipidter Ditkrimsus Polda Kepri, menyatakan pihaknya terbantu dengan pendampingan dan laporan yang dilakukan Akar Bhumi Indonesia.

“Kami terus berdiskusi terkait aspirasi masyarakat, termasuk soal AMDAL perusahaan. Penanganan pidana lingkungan harus memenuhi unsur dampak yang jelas sesuai undang-undang,” katanya.

Ade mengungkapkan, sejumlah perkara lingkungan tengah ditangani di Batam, Karimun, dan Bintan, meski belum dapat disampaikan secara terbuka.

Dalam sesi diskusi, Romi, nelayan asal Bengkong, mengeluhkan dampak reklamasi yang menyebabkan penyempitan alur air, pencemaran, rusaknya terumbu karang, hingga hilangnya ikan.

“Kami sudah melapor ke berbagai pihak, tapi tidak ada tanggapan. Kami tidak menolak pembangunan, tapi tolong perhatikan kami,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Ade menyatakan akan menelusuri kembali laporan yang masuk dan tidak menutup kemungkinan penindakan pidana jika ditemukan pelanggaran.

Sementara itu, Bertha De Jurisal, Pengawas Ahli Madya Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Kepri, menyoroti tumpang tindih regulasi serta keterbatasan anggaran.

“Anggaran kami sangat terbatas. Regulasi juga rumit dan saling tumpang tindih. Ini menjadi tantangan besar dalam pengawasan lingkungan,” katanya.

Sekretaris AJI Kota Batam, Muhammad Ishlahuddin, menyebut Kaleidoskop ini sebagai refleksi atas kerusakan lingkungan sepanjang 2025, termasuk longsor di Tiban yang menewaskan empat orang serta keberadaan puluhan titik rawan longsor di Batam.

“Bencana tidak terjadi di ruang hampa. Ia lahir dari keserakahan manusia,” ujarnya. (*)

Artikel Kaleidoskop Kerusakan Lingkungan Kepri 2025: Alarm Krisis Ekologis Kian Nyata pertama kali tampil pada Metropolis.

Perampok Bobol Dinding Bank saat Natal, Gasak Emas dan Duit Rp595 Miliar

0
Ilustrasi senjata api.

batampos – Aksi perampokan besar terjadi di Kota Gelsenkirchen, Jerman bagian barat, saat libur Natal. Sekelompok perampok nekat membobol dinding beton tebal sebuah bank simpanan dan membawa kabur uang tunai, emas, serta perhiasan dengan total kerugian diperkirakan mencapai €35 juta atau sekitar Rp595 miliar.

Polisi menyebut para pelaku diduga menggunakan bor industri untuk menembus dinding bawah tanah bank Sparkasse dari arah area parkir yang bersebelahan. Setelah berhasil masuk, perampok menjebol ruang brankas dan membuka lebih dari 3.000 kotak penyimpanan milik nasabah.

Kejadian tersebut baru diketahui setelah alarm kebakaran berbunyi pada Senin dini hari, yang kemudian mengungkap adanya lubang besar pada struktur bangunan bank. Namun saat alarm berbunyi, para pelaku diyakini telah melarikan diri membawa hasil rampokan.

Juru bicara kepolisian setempat mengatakan, penyelidikan kini difokuskan pada rekaman kamera CCTV serta kendaraan yang terlihat meninggalkan lokasi pada Sabtu malam.

Polisi menduga kuat aksi ini telah direncanakan secara matang selama beberapa pekan dengan memanfaatkan lemahnya pengawasan keamanan selama musim libur.

“Tidak tertutup kemungkinan adanya keterlibatan orang dalam atau informasi internal yang memungkinkan pelaku mengetahui lokasi pasti ruang brankas dan kotak penyimpanan bernilai tinggi,” ujar juru bicara polisi.

Sementara itu, ratusan nasabah terlihat berkumpul di luar kantor cabang Sparkasse untuk meminta kejelasan mengenai kondisi simpanan mereka. Sejumlah nasabah mengaku kehilangan uang pensiun, uang tunai, hingga perhiasan keluarga yang disimpan di dalam brankas.

Hingga saat ini, pihak bank Sparkasse belum mengeluarkan pernyataan resmi. Namun manajemen bank memastikan akan bekerja sama penuh dengan kepolisian serta segera menghubungi nasabah terdampak setelah proses penyelidikan awal rampung. (*)

Artikel Perampok Bobol Dinding Bank saat Natal, Gasak Emas dan Duit Rp595 Miliar pertama kali tampil pada News.

Setelah 401 Tahun, Kantor Pos Denmark Resmi Akhiri Layanan Pengiriman Surat

0
Ilustrasi. F. Istimewa.

batampos – Pengelola layanan pos milik pemerintah Denmark, PostNord, resmi mengirimkan surat terakhir pada Selasa (30/12), menandai berakhirnya tradisi distribusi surat publik yang telah berlangsung selama 401 tahun di negara tersebut.

Seperti dilaporkan Anadolu Agensi (AA), mulai saat ini, PostNord akan sepenuhnya mengalihkan fokus bisnisnya ke layanan pengiriman paket, menyusul penurunan tajam jumlah surat akibat pesatnya digitalisasi dan perubahan pola komunikasi masyarakat.

“Hari ini menandai titik balik bersejarah dalam perjalanan PostNord,” ujar Chief Executive Officer (CEO) PostNord, Kim Pedersen.

“Kami mengakhiri distribusi surat setelah berabad-abad, namun membuka babak baru pada sektor yang paling dibutuhkan masyarakat Denmark saat ini, yakni e-commerce, di mana pengiriman paket kini jauh melampaui jumlah surat,” tambahnya.

Keputusan ini mencerminkan perubahan besar dalam kehidupan sosial masyarakat Denmark yang kini semakin bergantung pada solusi digital, seperti pembayaran seluler dan komunikasi daring, sehingga kebutuhan akan surat fisik terus menurun secara signifikan.

Pasca mundurnya PostNord dari layanan surat, perusahaan swasta Dao akan mengambil alih sebagian besar pengiriman surat di Denmark. CEO Dao, Hans Peter Nissen, memperkirakan volume pengiriman surat masih akan mencapai sekitar 80 juta surat pada 2026. (*)

Artikel Setelah 401 Tahun, Kantor Pos Denmark Resmi Akhiri Layanan Pengiriman Surat pertama kali tampil pada News.

PKG Batam Jangkau Ratusan Ribu Warga Sepanjang 2025

0
Puskesmas Tiban Baru saat melaksanakan pemeriksaan kesehatan gratis di SMPN 20 Batam.

batampos – Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) yang digulirkan Pemerintah Kota Batam sepanjang 2025 kian dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Hingga 24 Desember 2025, ratusan ribu warga telah mendaftarkan diri dan mengikuti pemeriksaan kesehatan di seluruh puskesmas yang ada di Batam.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, menyebut capaian ini menjadi sinyal positif meningkatnya kesadaran warga terhadap pentingnya deteksi dini penyakit.

“Total sasaran PKG kita tahun ini sebanyak 1.276.930 orang. Sampai akhir Desember, yang mendaftar melalui sistem ASIK mencapai 189.215 orang atau sekitar 14,81 persen. Dari jumlah itu, lebih dari 144 ribu orang benar-benar hadir untuk diperiksa,” ujar Didi, Selasa (30/12).

Tak hanya melalui sistem digital, layanan PKG secara manual juga menunjukkan respons tinggi. Didi menjelaskan, sebanyak 110.998 warga tercatat mendaftar secara manual, dengan tingkat kehadiran hampir sempurna.

“Angka kehadiran manual bahkan mencapai 97,87 persen. Ini menunjukkan antusiasme masyarakat cukup tinggi ketika layanan kesehatan hadir lebih dekat dan mudah diakses,” katanya.

Didi menegaskan, seluruh 21 puskesmas di Kota Batam kini telah siap dan mampu melayani PKG. Kesiapan ini, menurutnya, menjadi fondasi penting agar pemeriksaan kesehatan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, baik usia sekolah maupun umum.

“Alhamdulillah, semua puskesmas sudah 100 persen mampu melaksanakan PKG. Masyarakat tinggal datang dan memanfaatkan layanan ini,” jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, Dinas Kesehatan Kota Batam juga menemukan sejumlah kasus yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. Hingga 24 Desember 2025, tercatat 20 pasien PKG harus dirujuk, dengan beragam temuan medis seperti gangguan jantung, hipertensi, hingga hasil IVA positif yang mengarah pada dugaan kanker serviks.

“Untuk kasus yang membutuhkan penanganan lanjutan, langsung kami rujuk ke rumah sakit. Sementara yang masih bisa ditangani di layanan primer, kami kembalikan ke faskes satu untuk pemantauan,” terang Didi.

Ia menekankan, PKG bukan sekadar program tahunan, melainkan bagian dari strategi jangka panjang Pemko Batam dalam membangun masyarakat yang lebih sadar kesehatan.

“Yang terpenting bukan hanya angka capaian, tapi bagaimana masyarakat mau memeriksakan diri lebih awal, sebelum sakitnya bertambah berat,” pungkasnya. (*)

Artikel PKG Batam Jangkau Ratusan Ribu Warga Sepanjang 2025 pertama kali tampil pada Metropolis.

Pengawasan Diperketat, Pelanggaran Anggota Polda Kepri Turun Sepanjang 2025

0
Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin. Foto. Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Polda Kepulauan Riau mencatat penurunan pelanggaran disiplin dan kode etik anggota sepanjang 2025. Penurunan ini dinilai sebagai hasil penguatan pengawasan internal serta peran aktif masyarakat dalam melakukan kontrol sosial terhadap kinerja kepolisian.

Kapolda Kepri Irjen Asep Safrudin mengungkapkan, sepanjang 2025 jumlah anggota yang dijatuhi sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) tercatat sebanyak 15 orang. Selain itu, terdapat 77 kasus pelanggaran kode etik dan 27 kasus pelanggaran disiplin.

“Jika dibandingkan tahun 2024, angka ini mengalami penurunan. Tahun lalu PTDH ada 26 kasus, pelanggaran kode etik 95 kasus, dan disiplin anggota mencapai 68 kasus,” ujar Asep, saat menyampaikan evaluasi kinerja Polda Kepri.

Baca Juga: Propam Tegaskan Sidang Etik Polisi yang Terlibat Pemerasan Tetap akan Diproses

Menurut Asep, penurunan tersebut tidak lepas dari peran Inspektorat dan fungsi pengawasan internal yang terus melakukan pengendalian secara berkelanjutan, termasuk pengawasan melekat terhadap anggota di satuan kerja.

“Inspektorat terus mengontrol dan mengawasi secara berkesinambungan. Sehingga pelanggaran yang terjadi bisa ditekan,” katanya.

Meski demikian, Asep menegaskan penurunan angka pelanggaran bukan untuk dijadikan sebagai sebuah prestasi. Ia mengakui, hingga kini pelanggaran etik masih ditemukan di wilayah hukum Polda Kepri.

“Ini bukan prestasi. Walaupun menurun, pelanggaran tetap ada dan masih ditemukan di wilayah kita. Karena itu, perbaikan harus terus dilakukan,” tegasnya.

Asep juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan pemerintah daerah atas peran aktif dalam memberikan laporan. Menurutnya, sejumlah pelanggaran yang melibatkan anggota Polri terungkap berkat informasi dari masyarakat.

“Saya berterima kasih atas kontrol sosial dari masyarakat dan pemerintah. Beberapa kasus yang melibatkan anggota justru terungkap dari laporan masyarakat,” ujarnya.

Ia memastikan Polda Kepri berkomitmen untuk terus berbenah dan menegakkan aturan secara konsisten, baik terkait disiplin, etika, maupun profesionalisme anggota.

“Komitmen kami jelas, terus memperbaiki diri dan menegakkan aturan agar disiplin dan profesionalisme anggota semakin baik,” katanya.

Selain penurunan pelanggaran, Asep menyebut tahun 2025 juga menjadi catatan positif bagi Polda Kepri dari sisi kinerja dan prestasi. Berbagai capaian, inovasi pelayanan publik, serta prestasi personel diraih di tingkat nasional hingga internasional.

“Berbagai penghargaan yang kami raih sepanjang 2025 menjadi cerminan dedikasi dan profesionalisme personel Polda Kepri dalam pelaksanaan tugas,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan (Kabid Propam) Polda Kepri Kombes Eddwi Kurniayanto mengungkapkan, pelanggaran anggota masih didominasi oleh kasus narkoba dan desersi.

“Pelanggaran tertinggi masih narkoba, baik keterlibatan langsung maupun hasil tes urine positif. Kedua, desersi,” jelas Eddwi.

Untuk kasus PTDH, Eddwi menyebutkan sebagian besar disebabkan oleh desersi dan pelanggaran berat lainnya. Pada 2025, terdapat dua kasus desersi dan lima kasus pelanggaran berat terkait penyalahgunaan obat-obatan yang berujung PTDH.

Selain itu, Propam Polda Kepri saat ini masih menangani sejumlah perkara pelanggaran anggota berdasarkan aduan QR. Dari total 24 pengaduan yang masuk, 20 kasus telah diselesaikan, sementara empat lainnya masih dalam proses penanganan.

“Sebanyak 24 perkara kami tangani. Dua puluh sudah selesai, dan empat masih dalam proses,” pungkasnya. (*)

Artikel Pengawasan Diperketat, Pelanggaran Anggota Polda Kepri Turun Sepanjang 2025 pertama kali tampil pada Metropolis.