Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjebloskan debitur Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Intidana, Heryanto Tanaka dan Ivan Dwi Kusuma ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung. (ist)
batampos – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjebloskan debitur Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Intidana, Heryanto Tanaka ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. Penyuap Hakim Agung ini akan menjalani masa hukuman selama 6,5 tahun pidana penjara.
“Hari ini (3/8), Jaksa Eksekutor KPK Eva Yustisiana telah selesai melaksanakan eksekusi pidana badan terhadap terpidana Heryanto Tanaka dkk ke Lapas Sukamiskin Bandung,” kata Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Kamis (3/8).
Berdasarkan putusan Majelis Hakim Tipikor pada Pengadilan Negeri Bandung, Heryanto Tanaka divonis menjalani pidana penjara selama enam tahun dan enam bulan, dikurangi masa penahanan dan kewajiban membayar denda senilai Rp 750 juta.
Dalam kesempatan yang sama, Jaksa esekutor KPK juga menjebloskan debitur KSP Intidana lainnya, Ivan Dwi Kusuma Sujanto. Terpidana kasus suap Hakim Agung ini akan menjalani pidana penjara selama 5 tahun dan 6 bulan dikurangi masa penahanan dengan kewajiban membayar denda senilai Rp 750 juta.
Heryanto Tanaka dan Ivan Dwi Kusuma terbukti menyuap beberapa hakim agung sebesar SDG 310 ribu. Heryanto terbukti menyuap Hakim Agung Sudrajad Dimyati dan Gazalba Saleh. Sementara Ivan hanya disebut terlibat menyuap Sudrajad Dimyati.
Mereka terbukti melanggar Pasal 6 ayat (1) huruf a Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan Pasal 5 ayat (1) huruf a Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
Dalam kasus suap penanganan perkara di MA ini, KPK sudah menjerat 16 orang sebagai tersangka. Mereka yakni Hakim Agung Sudrajad Dimyati, Hakim Agung Gazalba Saleh, Prasetyo Nugroho (hakim yustisial/panitera pengganti pada kamar pidana MA sekaligus asisten Gazalba Saleh), Redhy Novarisza (PNS MA), Elly Tri Pangestu (hakim yustisial/panitera pengganti MA).
Kemudian, Desy Yustria (PNS pada kepaniteraan MA), Muhajir Habibie (PNS pada kepaniteraan MA, Nurmanto Akmal, (PNS MA), Albasri (PNS Mahkamah Agung), Yosep Parera (pengacara), Eko Suparno (pengacara) Heryanto Tanaka (swasta/debitur Koperasi Simpan Pinjam Intidana), dan Ivan Dwi Kusuma Sujanto (swasta/debitur Koperasi Simpan Pinjam Intidana).
Teranyar, KPK menjerat Hakim Yustisial atau Panitera Pengganti Mahkamah Agung (MA) Edy Wibowo (EW), Ketua Pengurus Yayasan Rumah Sakit Sandi Karsa Makassar (RS SKM) Wahyudi Hardi (WH) dan Sekretaris MA Hasbi Hasan. (*)
batampos– Anggota DPRD Batam Hendra Asman mengaku sudah banyak menerima keluhan warga soal air bersih tak mengalir ke rumah rumah warga. Hendra mengaku keluhan itu ada dilayangkan warga melalui pesan singkat ada pula disampaikan warga saat ada pertemuan.
Untuk itu, Hendra meminta BP Batam lewat PT Air Batam Hilir (ABH) dan PT Moya untuk secepatnya mengatasi persoalan yang sangat banyak dikeluhkan warga ini. Bila perlu ujar Hendra, ada baiknya dibuka blue print (cetak biru) terkait keberadaan pipa jaringan air, agar saat ada proyek pengerjaan jalan tidak terjadi lagi kecelakaan seperti pipa air pecah akibat pengerjaan proyek tersebut.
“Dari kemarin kami sampaikan, mana blue print pipa di Batam ini. Mereka tak sanggup memberikan. Nah, kalau sekarang gangguan air, alasan mereka pipa pecah akibat pengerjaan jalan. Jadi ini harusnya bisa dihindari kalau blue print ya jelas,” kata dia, Kamis (3/8).
Menurutnya, Badan Pengusahaan (BP) Batam juga harus ikut serta memberikan solusi sebagai instansi yang memilih PT Air Batam Hilir untuk mengelola air di wilayah Batam.
“Oleh sebab itu saya minta BP Batam dengan pengelola air di Kota Batam ini ayo duduk bersama, termasuk juga OPD yang mengerjakan pelebaran jalan ini duduk bersama dan kembali membuka blue print-nya,” ujar anggota Komisi II DPRD Batam ini.
Terkait perbaikan instalasi air, menurut Asman dari retribusi air yang dibayar masyarakat, itu bisa digunakan untuk perbaikan pipa. Ia menyebutkan, dulu pengelolaan air cukup baik, sehingga keluhan bisa diminimalisir.
“Kalau sekarang alasan mereka mau perbaiki butuh biaya besar, dan lainnya. Saya rasa itu hanya alasan. Karena warga ini kan bayar mereka, bukan pakai air gratis,” imbuhnya.
Gangguan suplai air ini jika terjadi terus menerus bisa merusak iklim investasi di Batam. Di tengah perbaikan pariwisata, malah Batam mengalami krisis air.
“Akhir pekan itu ada belasan ribu yang masuk ke Batam. Kebayang tidak, jika mereka lagi berada di pusat perbelanjaan, restoran, namun air tidak mengalir. Ini kan merusak citra Batam. Jadi saya harap ini menjadi perhatian pihak yang mengurusi persoalan air ini. Saya rasa warga tidak perlu demo dulu, baru dapat air,” tegasnya. Berita ini sekaligus memperbaiki judul berita yang sebelumnya terbit. (*)
batampos – Kantor BRI Cabang Tanjungpinang menyerahkan dua unit mobil hadiah utama panen hadiah simpedes gelombang 2 tahun 2022 kepada pemenang beruntung. 2 hadiah utama ini diantarkan langsung oleh pimpinan BRI Tanjungpinang bersama rombongan.
foto kiriman untuk Batam Pos Pimpinan BRI Cabang Tanjungpinang, Dicky Satria menyerahkan dua unit mobil kepada pemenang panen hadiah simpedes, Kamis (3/8/2023) .
Pimpinan BRI Cabang Tanjungpinang, Dicky Satria mengatakan, dua mobil hadiah utama panen hadiah simpedes 2022 itu dimenangkan oleh nasabah Unit Kijang Tanjungpinang.
Pertama adalah Lenny Yulfita mendapat Mobil Suzuki XL7 Beta MT dan dan kedua adalah Nurmila mendapat mobil Suzuki New Carry.
“Sengaja kita antarkan langsung ke rumah pemenang bersama berombongan agar masyarakat mengetahui bahwa BRI menyediakan hadiah untuk nasabahnya,” Kata Dicky ke Batam Pos, Kamis (3/8).
Lebih lanjut Dicky menyampaikan pihaknya tidak hanya sekedar bagi-bagi hadiah, lebih dari itu BRI Tanjungpinang sudah eksis membantu masyarakat untuk menabung dan menyalurkannya dalam bentuk kredit.
Ia menyebut total dana yang sudah dihimpun mencapai Rp 1,6 triliun, namun yang disalurkannya jauh lebih banyak yaitu Rp 2,3 triliun.
foto kiriman untuk Batam Pos Pimpinan BRI Cabang Tanjungpinang, Dicky Satria menyerahkan dua unit mobil kepada pemenang panen hadiah simpedes, Kamis (3/8/2023) .
“Jika masyarakat banyak menabung, otomatis kami lebih mudah menyalurkan kreditnya,” ujar Dicky.
Dicky berharap dengan penyerahan hadiah itu dapat memotivasi nasabah lain untuk meningkatkan saldo tabungannya.
“Kami mengajak untuk terus meningkatkan saldo tabungan dan kesempatan menang akan semakin besar,” ajaknya. (*)
Ilustrasi Kim Jisoo dikabarkan memiliki hubungan dekat dengan Aktor Korea Selatan, Ahn Bo Hyun. (Naver Korea)
batampos – Kedekatan Jisoo BLACKPINK dengan Ahn Bo Hyun dikonfirmasi YG Entertainment.
Agensi dari BLACKPINK itu resmi mengumumkan salah satu member mereka, yakni Kim Jisoo memiliki hubungan dekat dengan Aktor Korea Selatan, Ahn Bo Hyun.
Tak hanya dari pihak YG Entertainment, agensi dari Aktor yang menaungi Ahn Bo Hyun, FN Entertainment juga mengkonfirmasi bahwa aktor mereka sedang berdekatan dengan member BLACKPINK tersebut.
“Mereka mengenal satu sama lain dengan perasaan positif. Kami akan berterima kasih jika anda mendukung mereka,” kata YG Entertainment dikutip dari Wio News pada Kamis (3/8).
“Mereka semakin mengenal satu sama lain dan kami tidak melarang hal tersebut,” konfirmasi FN Entertainment
Ahn Bo-Hyun merupakan aktor kelahiran 1988 yang sebelumnya berkarir sebagai boxer dan model sejak tahun 2007. Berawal dari membintangi Golden Cross pada 2014, ia juga membintangi banyak drama korea lain, seperti Descendants of the Sun serta Her Private Life.
Namun nama Ahn Bo Hyun semakin dikenal setelah drama korea Itaewon Class dan Kairos memenangi beberapa penghargaan di Korea Selatan, maupun di dunia Internasional.
Sementara Jisoo merupakan Idol KPOP sekaligus aktris kelahiran 1995. Selain aktif bersama BLACKPINK. Kim Ji-Soo juga bermain beberapa drama Korea seperti The Producers, Arthdal Chronicles hingga Snowdrop pada 2021 kemarin.
Dalam setahun terakhir, Jisoo disibukkan dengan agenda tur BLACKPINK Born Pink untuk menyapa para penggemar mereka di seluruh dunia bersama Jennie, Rose dan Lisa. (*)
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) DivHumas Polri Brigjen Pol. Ahmad Ramadhan. (ANTARA/Laily Rahmawaty/aa.)
batampos – Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap 2 terduga teroris berinisial S dan T. Hasil pendalaman, keduanya diduga berperan sebagai penyedia bom untuk pengantin yang meledakan diri di Polsek Astanaanyar, Bandung.
“Saudara S dan Saudara T diduga terlibat dalam menyiapkan bom bunuh diri yang digunakan tersangka AM di TKP,” ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan kepada wartawan, Kamis (3/8).
Kedua tersangka ini ditangkap di wilayah Boyolali, Jawa Tengah pada Selasa (1/8). Kini mereka telah diamankan untuk proses hukum lebih lanjut.
Sebelumnya, ledakan terjadi di Polsek Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat. Ledakan dikabarkan terjadi sekitar pukul 08.30 WIB di area dalam Polsek.
“Iya (ada ledakan) di Astanaanyar,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan saat dihubungi, Rabu (7/11).
Ramadhan menyebut bom berasal dari aksi bunuh diri. “Iya dugaan bom bunuh diri,” jelasnya.
Peristiwa ini tidak hanya menewaskan pelaku. Satu orang anggota Polri dinyatakan tewas. “Update korban peristiwa bom bunuh diri TKP Polsek Astana Anyar dari anggota Polri 1 orang meninggal dunia,” kata Ramadhan.
Selain itu, tiga anggota polisi mengalami luka berat, dan empat lainnya luka ringan. Di sisi lain, korban juga dari kalangan masyarakat sipil. “Dari masyarakat 1 orang luka ringan,” jelas Ramadhan. (*)
Jemaah Haji Debarkasi Batam saat tiba di Bandara Hang Nadim.
batampos – Sebanyak 369 jemaah haji kelompok terbang (Kloter) 31 BTH tiba di Batam, Rabu (2/8). Kloter 31 ini merupakan jemaah haji asal Kabupaten Ketapang, Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Bengkayang, Kota Batam, Kota Tanjungpinang, Kabupaten Tanjung Balai Karimun, serta Kabupaten Bintan.
Kepala Seksi Haji Batam, Syahbudi menyebutkan, sebanyak 11.459 haji telah tiba di Tanah Air. Angka tersebut menyusul kedatangan jemaah haji kloter 31 sebanyak 369 orang melalui Bandara Hang Nadim Batam pada Rabu,(2/8) pukul 12.10 WIB.
“Alhamdulillah perjalanan kembali berlangsung dengan lancar,” ujar Kamis (3/8).
Ia menjelaskan ada dua jemaah haji kloter BTH-31 yang meninggal dunia di Arab Saudi, yaitu atas nama Salniah Japri Muslim dan Nur Secha Sanusi. Selain itu saat waktu kepulangan ke Tanah Air, ada tiga orang haji mutasi pulang bersama kloter BTH-31.
Dikatakan Syahbudi, saat ini tersisa tiga kloter lagi yang dijadwalkan kembali ke Tanah Air. Kloter 32 BTH tiba di Batam pada Kamis (3/8) sekitar pukul 13.25 WIB. Lalu dilanjutkan kloter 33 BTH dan kloter 34 BTH. Untuk jemaah asal Batam sendiri saat ini masih tersisa di kloter 32 sebanyak 83 orang jemaah dan kloter 33 sebanyak sembilan jemaah.
“Kloter 34 menjadi kloter terakhir debarkasi Batam,” katanya.
Sebelumnya, PPIH Debarkasi Hang Nadim Batam memprioritaskan penyambutan jamaah haji lansia setibanya di Tanah Air.
Kepala Bidang Penerimaan dan Pemberangkatan PPIH Debarkasi Hang Nadim Batam Edi Batara mengatakan jamaah haji lansia diarahkan untuk langsung beristirahat di kamar masing-masing saat tiba di Asrama Haji Debarkasi Batam.
Ia menambahkan hal serupa juga ditujukan bagi jamaah yang merasa kelelahan saat menjalani perjalanan yang cukup panjang tersebut. “Jadi, proses penyambutan, bagi jamaah yang kurang fit dan lansia, langsung masuk kamar. Bagi lansia pun tidak dianjurkan mengikuti proses seremonial penyambutan jamaah haji di aula,” kata Edi. (*)
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan kepada Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra Sudewo, Kamis (3/8).
batampos – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan kepada Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai GerindraSudewo, Kamis (3/8).
Anak buah Prabowo Subianto di Partai Gerindra itu diperiksa dalam kasus dugaan korupsi terkait pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api di wilayah Sulawesi Selatan, Jawa Bagian Tengah, Jawa Bagian Barat, dan Jawa- Sumatera untuk tahun anggaran 2018-2022 di Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.
Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri mengatakan, Sudewo diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi, sekaligus untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka Kepala BTP Jabagteng, Putu Sumarjaya (PTU). Sudewo saat ini tengah menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK.
“Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi,” kata Ali dikonfirmasi, Kamis (3/8).
Meski demikian, belum diketahui materi pemeriksaan terhadal Sudewo dalam kasus ini. Namun, sejumlah kolega Sudewo di Komisi V DPR RI telah diperiksa penyidik KPK.
Selain Sudewo, penyidik KPK juga mengagendakan pemeriksaan terhadap dua saksi lainnya yang merupakan pihak swaata, yakni Widodo dan Atik Kusdarmawati.
KPK juga telah memeriksa Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenhub Novie Riyanto di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (26/7). Keduanya dicecar penyidik KPK terkait mekanisme dan pengawasan proyek pembangunan dan pemeliharaan jalur rel kereta di Dirjen Perkeretaapian.
Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan 10 tersangka kasus dugaan suap di lingkungan Ditjen Perkeretaapian (DJKA) Kemenhub. Kesepuluh orang yang ditetapkan KPK sebagai tersangka, yakni Direktur Prasarana Perkeretaapian Harno Trimadi; PPK Balai Teknik Perkeretaapian Jawa Bagian Tengah (BTP Jabagteng) Bernard Hasibuan, Kepala BTP Jabagteng Putu Sumarjaya, PPK BPKA Sulsel Achmad Affandi, PPK Perawatan Prasarana Perkeretaapian Fadliansyah, dan PPK BTP Jabagbar Syntho Pirjani Hutabarat.
Kemudian, Direktur PT Istana Putra Agung Dion Renato Sugiarto, Direktur PT Dwifarita Fajarkharisma Muchamad Hikmat, serta Yoseph Ibrahim selaku Direktur PT KA Manajemen Properti sampai dengan Februari 2023, dan Parjono selaku VP PT KA Manajemen Properti.
Harno Trimadi, Bernard Hasibuan, Putu Sumarjaya, Achmad Affandi, Fadliansyah, dan Synto Pirjani diduga menerima suap dari Dion Renato, Muchamad Hikmat, Yoseph Ibrahim, dan Parjono terkait sejumlah proyek pembangunan jalur kereta api.
Beberapa di antaranya, proyek pembangunan jalur kereta api ganda Solo Balapan–Kadipiro–Kalioso; proyek pembangunan jalur kereta api trans Sulawesi di Makassar Sulawesi Selatan; serta empat proyek konstruksi jalur kereta api dan dua proyek supervisi di Lampegan Cianjur Jawa Barat. Mereka juga menerima suap terkait proyek perbaikan perlintasan sebidang Jawa-Sumatera.
Dalam sejumlah proyek itu, keenam pejabat di Ditjen Perkeretaapian Kemenhub menerima suap dari para pihak swasta selaku pelaksana proyek dimaksud, yaitu sekitar 5 -10 persen dari nilai proyek.
Dalam pembangunan dan pemeliharaan proyek tersebut diduga telah terjadi pengaturan pemenang pelaksana proyek oleh pihak-pihak tertentu melalui rekayasa sejak mulai proses administrasi sampai penentuan pemenang tender. Secara total, para pejabat Ditjen Perkeretaapian Kemenhub itu menerima suap sekitar Rp 14,5 miliar dari para pihak swasta.
Harno Trimadi, Bernard Hasibuan, Putu Sumarjaya, Achmad Affandi, Fadliansyah, dan Synto Pirjani selaku tersangka penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
Sementara Dion Renato, Muchamad Hikmat, Yoseph Ibrahim, dan Parjono yang ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap disangkakan melanggar Pasal 5 atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (*)
Pencuri itu, kata Arif dengan mudahnya membawa kabur kendaraan miliknya karena kunci masih terpasang di kontak motor.
“Pencuri itu dorong motornya hingga ujung blok lalu menghilang,” katanya.
Menurut Arif, warga perumahan sering melihat pelaku pencurian mondar mandir di perumahan Bahkan, pelaku pernah kepergok warga saat hendak mencuri motor.
“Kata warga lain seperti itu. Pernah ketahuan curi motor, lalu dipukuli warga. Namun kabur lagi,” terangnya.
Terpisah, Kanit Polsek Tanjungpinang Timur Ipda Apriadi, mengatakan pihaknya telah menerima laporan pencurian dari korban.
“Korban sudah dimintai keterangan sebagai terlapor. Akan kami tindaklanjuti,” katanya. (*)
Kondisi rumah warga yang terbakar di Pulau Buluh, Bulang, Kamis (20/7). F Dalil Harahap/Batam Pos
batampos – Sebanyak 10 rumah yang terbakar dalam musibah kebakaran di Pulau Buluh pertengahan Juli lalu mulai diperbaiki.
Pemilik rumah atau keluarga korban kebakaran telah menerima bantuan biaya perbaikan dari Pemko Batam. Bantuan biaya perbaikan sebesar Rp 25 juta untuk rumah rumah kategori rusak berat dan Rp 7,5 juta untuk satu rumah yang masuk kategori rusak ringan.
Bantuan ini transfer langsung ke rekening korban musibah kebakaran sesuai dengan data yang telah didata oleh tim gabungan sebelumnya.
“Alhamdulillah sudah diterima oleh keluarga korban musibah kebakaran masing-masing. Yang rusak berat sekitar Rp 25 juta dan rusak ringan sekitar Rp 7,5 juta. Sudah mulai diperbaiki,” ujar Camat Bulang Ramadhan, Kamis (3/8).
Bantuan biaya perbaikan rumah korban kebakaran berupa uang tunai dan peruntukannya yakni perbaikan rumah yang rusak akan diawasi oleh pihak kecamatan dan kelurahan setempat.
“Kita pantau terus. Lurah juga selalu pantau ke sana. Sudah berjalan (perbaikan rumah) dan alhamdulillah sejauh ini tidak ada kendala yang berarti. Semoga secepatnya selesai sehingga mereka yang rumahnya terbakar bisa kembali tempati rumah mereka,” kata Ramadhan.
Terkait bantuan alat pemadam kebakaran di Pulau Buluh, saat ini Pemko Batam melalui Dinas Pemadam Kebakaran masih mengupayakan alat yang tepat dan efektif untuk memadamkan api kebakaran. Rencananya Pemko akan menyiagakan mesin pompa pemadam portabel di pulau tersebut.
Seperti diketahui Pulau Buluh, Kecamatan Bulang kerap terjadi musibah kebakaran. Sudah banyak rumah warga yang dilahap si jago merah. Perlengkapan pemadam kebakaran belum ada di sana sehingga warga selalu melakukan pemadaman secara manual atau meminta bantuan kapal yang lewat di sekitar perkampungan tersebut.
Kebakaran terakhir ini menghanguskan sepuluh rumah dan menewaskan seorang wanita lansia. (*)
Karangan bunga bertuliskan turut berduka cita mati air di Perumahan Central Park, Tanjunguncang, Rabu (31/5/2023). Foto Dalil Harahap.
batampos – Warga Tanjunguncang banyak yang pindah rumah, akibat krisis air berkepanjangan di kawasan perumahan mereka. Hal itu disampaikan oleh para perangkat RW dan RT di kawasan Tanjunguncang.
Krisis air yang berkepanjangan ini, membuat warga mulai menyerah. Mereka memilih hengkang dari wilayah tersebut, karena sudah tak tahan akibat krisis air yang berkepanjangan tadi.
Warga yang mengontrak rumah, memilih cari kontrakan di pemukiman lain yang airnya lancar. Begitu juga dengan yang memiliki rumah sendiri, sudah banyak yang mengungsi ke rumah keluarganya di wilayah lain.
“Banyak yang sudah pindah. Belasan KK yang pindah dalam satu perumahan. Karena masalah air ini, ” ujar Ali, perangkat RW di kelurahan Tanjunguncang.
Hal yang senada disampaikan oleh perangkat RW lainnya, Nurdin. Ia mengatakan, cukup banyak rumah di Tanjunguncang yang kosong saat ini, karena persoalan air bersih ini.
“Banyak yang menyerah. Ada yang jual rumah, yang pindah kontrakan. Banyak yang sudah menyerah karena masalah air ini,” ucap Nurdin.
Warga yang bertahan, umumnya adalah pemilik rumah atau sudah terlanjur investasi di kawasan Tanjunguncang.
“Sampai beli air pakai mobil tangki kami. Sudah bertahun-tahun masalah air ini dan belakangan semakin parah. Betul-betul menderita kami di sini,” ujar Yunita, warga perumahan Putera Jaya.
Ketua RT 01/ RW 023, Surya Dharma Sitompul menuturkan, perangkat RT/RW di sana sudah mengupayakan berbagai cara untuk menyampaikan persoalan itu ke pihak pengelola dan pemerintah kota Batam.
Namun, tanggapan dari pemerintah daerah maupun pengelola air dinilai warga sangat minim. Pengelola air, kata Surya hanya datang hanya pengecekan saja. Tapi, sejauh ini, tidak ada upaya konkret untuk mengatasi persoalan yang dikeluhkan warga.
“Tak ada solusi, hanya cek-cek saja. Sudah berulang kali kami sampaikan, bahkan berdiskusi langsung dengan pengelola. Tapi tetap sama juga seperti ini. Sampai kapan ini baru ditanggapi,” ujar Dharma.