Selasa, 26 Mei 2026
Beranda blog Halaman 5051

Krisis Air Bersih, Warga Dapat Mesin Pompa Air

0

batampos– Polresta Tanjungpinang memberikan bantuan mesin pompa air kepada warga perumahan Bukit Galang Permai Jalan WR Supratman Tanjungpinang, Selasa (6/9).

Bantuan itu diberikan dalam kegiatan Polisi Peduli Lingkungan untuk warga masyarakat yang kesulitan mendapat air saat musim kemarau.

Kapolresta Tanjungpinang Kombes Heribertus Ompusunggu mencoba air mesin pompa air di perumahan Bukit Galang Permai Tanjungpinang. F. Humas

Kepala Biro SDM Polda Kepri, Kombes Deni Setyo Utomo, mengatakan bantuan tersebut guna mengantisipasi dalam rangka mengantisipasi krisis air bersih dan kebutuhan air bersih masyarakat sehari-hari dapat terpenuhi.

BACA JUGA: PDAM Tirta Mulia Hentikan Distribusi Air Bersih Akibat Pipa Bocor

“Bantuan ini dapat dimanfaatkan masyarakat pada saat kemarau panjang,” kata Deni didampingi Kapolresta Tanjungpinang, Kombes Heribertus Ompusunggu.

Warga perumahan, Hasnah mengucapkan terima kasih kepada Polresta Tanjungpinang. Menurutnya, bantuan yang diberikan sangat bermanfaat terutama saat musim kemarau.

“Kami semakin mudah mengambil air. Terima kasih kami ucapkan,” katanya. (*)

reporter: yusnadi

Operasi Zebra Seligi di Batam, Utamakan Sosialisasi dan Teguran

0
tilang elektronik
ILustrasi: Personel Satlantas Polresta Barelang menilang pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm dengan metode Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) Mobile Handheld. Foto: Polda Kepri Kepri untuk Batam Pos

batampos – Operasi Zebra Seligi 2023 sudah berlangsung selama 2 hari ini. Namun, hingga saat ini, Satuan Lalu Lintas Polresta Barelang belum melakukan penindakan ataupun penilangan terhadap para pengendara.

“Operasi ini diutamakan sosialisasi, imbauan oleh Unit Kamael,” ujar Kasat Lantas Polresta Barelang, Kompol Cut Amelia Sari melaui Kanit Turjawali Satlantas Polresta Barelang Iptu Yelvis Oktaviano, Selasa (5/9).

Ia mengaku selama dua hari tersebut ditemukan pelanggaran terhadap pengendara sepeda motor. Namun, pihaknya hanya memberikan teguran.

“Kita dari Turjawali belum ada penindakan atau penilangan dalam operasi. Paling keras itu teguran, misalkan yang membahayakan pengendara lain dan rawan kecelakaan,” katanya.

Baca Juga: Lagi, 42 WN Tiongkok Ditangkap di Pulau Kasu Batam

Operasi Zebra Seligi 2023 yang dilaksanakan secara serentak di seluruh polda dan jajaran dengan tema “Kamseltibcarlantas Menuju Pemilu 2024”. Operasi ini berlangsung selama 14 hari, yakni dari 4-17 September.

Adapun pelanggaran yang diprirotitaskan dalam operasi ini ada 7 jenis. Yakni pengendara sepeda motor yang menggunakan ponsel saat berkendara, pengendara yang masih di bawah umur, pengendara yang berboncengan lebih dari 1 orang.

Kemudian pengendara yang tidak menggunakan helm sni dan pengemudi pengendara ranmor yang tidak menggunakan safety belt, pengendara yang dalam pengaruh atau mengonsumsi alkohol, pengendara yang melawan arus dan pengendara yang melebihi batas kecepatan.

Baca Juga: Dituduh Bocorkan Proyek Pengadaan LKS, Guru di SDN 013 Dibebaskan dari Kegiatan Mengajar

“Biasanya nanti jumlah pelanggaran dan penindakan akan dirangkum dan disampaikan Buk Kasat Lantas,” tutupnya.

Pada Operasi Zebra Seligi tahun 2022, jumlah pelanggaran yang terdata di Polda Kepri sebanyak 21.110 pelanggaran yang dilakukan penilangan sebanyak 326, jumlah laka lantas 32 kejadian dengan korban meninggal dunia 7 orang, luka berat 6 orang, luka ringan 34 orang dan kerugian material Rp 121.550.000. (*)

Reporter: YOFI YUNENDRI

Data Pribadi Dipakai Untuk Penipuan, Pria di Batam Diserbu Belasan Korban

0
Sidang Penipuan scaled e1693974769807
Dediana saat memberikan keterangan dalam sidang di PN Batam, Selasa (5/9). F.Yashinta

batampos – Dediana, warga Sagulung tak pernah menyangka data pribadinya akan disalahgunakan sindikat penipuan. Akibatnya, ia dikejar belasan korban dari sindikat jual beli kendaraan yang ia tidak ketahui sama sekali.

Kemarin, ia menjadi saksi dari 4 terdakwa kasus penggunaan data pribadi orang lain di Pengadilan Negeri Batam. Dimana, tiga terdakwa di tahan di Rutan Batam, dan satunya di Lapas Medan.

Saksi Dediana kepada majelis hakim mengaku sangat dirugikan atas perbuataan para terdakwa. Karena ia masih dikejar-kejar oleh korban.

Baca Juga: Lagi, 42 WN Tiongkok Ditangkap di Pulau Kasu Batam

Berawal tahun 2020 lalu, saat ia berencana melakukan take over rumah pada beberapa bank. Untuk melakukan take over, Dediana diminta menyiapkan data pribadi, seperti kartu keluarga (KK), KTP, NPWP dan data pribadi lainnya.

Namun, ternyata rencana take over rumah itu gagal, karena Dediana tak punya pekerjaan tetap.

“Data saya berikan ke beberapa bank, kalau tak salah dua sampai tiga bank. Karena tak punya kerjaan tetap, berkas saya tak diterima, soalnya mereka juga minta rekening koran. Jadi saya anggap gagal karena saya tak dihubungi lagi,” ujar Dediana.

Namun permasalahaan muncul di tahun 2020, sekira bulan April lalu. Ia datangi seorang wanita yang menangih janji Dediana untuk membayar mobil yang di-take over. Dediana bingung, karena sama sekali tak pernah take over mobil, ia hanya punya motor.

“Awalnya bulan puasa ada satu korban datang ke rumah, dan meminta saya membayar cicilan karena take over mobil. Saya tak merasa melakukan dan saya bantah. Tapi dia itu bersikeras dan bilang data saya ada di dia dan ada bukti surat pernyataan yang diwakili adik saya, saya bingung karena saya tak pernah melakukannya,” jelasnya.

Baca Juga: Dituduh Bocorkan Proyek Pengadaan LKS, Guru di SDN 013 Dibebaskan dari Kegiatan Mengajar

Tak hanya itu, selang seminggu ia kemudian didatangi orang yang berbeda, yang juga menangih Dediana membayar cicilan. Kali ini untuk sepeda motor yang di-take over atas nama dia.

“Ada belasan korban yang datang, 8 sepeda motor dan 4 mobil, saya tak melakukan sama sekali. Akhirnya saya bawa ke polisi, untuk membuktikan bukan saya yang salah. Data saya disalahgunakan oleh orang lain,” jelasnya.

Menurut dia, sampai saat ini dirinya masih didatangi oleh korban-korban lain, yang tertipu karena memakai data dirinya. Akibatnya, ketentraman keluarganya pun terganggu, karena dituduh menipu.

“Ya pasti terganggu, para korban masih mendatangi saya. Saya kan juga korban, karena data saya dipakai. Tapi mereka tetap minta pertanggungjawaban saya,” kesal Dediana.

Baca Juga: Rusak Parah, Jalan di Seibeduk Ditandai Agar Tidak Mencelakai Pengendara

Masih kata Dediana, dari belasan korban penipuan yang menggunakan data dirinya, hanya ada satu kendaraan korban yang selamat. Selebihnya, kendaraan korban lain tak tahu dimana.

“Kendaraan korban tak tahu. Hanya ada satu mobil di Polres. Dan korban masih mendatangi saya minta pertanggunjawaban, ini sudah sindikat, karena salah satu terdakwa,” ungkap Dediana.

Sementara, Didin Nuridi salah satu terdakwa mengaku punya peranan sebagai Dediana dalam tindak pidana tersebut. Dimana ia mendapatkan data Dediana saat ia menjadi marketing leasing dan memanfaatkan untuk tindak pidana.

“Saya lupa dapat data dari mana, yang jelas saat saya jadi marketing. Datanya kami gunakan untuk mengambil kendaraan yang di-take over. Saya konfirmasi dengan korban, saya mengaku sebagai Dediana yang berada di luar daerah,” jelas Didin.

 

Reporter: Yashinta

Omzet Bisnis Kuliner Jajanan Denis Tirta Tembus Rp 70 Juta

0

batampos – Pembawaannya kalem, dibalik pribadinya yang pemalu, ternyata memiliki kegigihan luar biasa yang tak banyak dimiliki oleh orang lain. Dia adalah Denis Tirta, pemilik Cafe Jajanan Denis Tirta di Ruko Anggrek Mas Center.

Pemilik Cafe Jajanan, Denis Tirta (lima dari kiri kaos hitam) berfoto bersama mitra ojek online saat menggelar syukuran pembukaan cafe jajanan Denis Tirta, Minggu (3/9). F. Galih/Batam Pos

Perempuan keturunan Tionghoa ini tak menyangka dirinya mampu memiliki satu gerai cafe dari usaha rintisan kuliner yang awalnya ia geluti di akhir 2019 dengan jatuh bangun tak terhitung lagi jumlahnya.

Ia menggeluti usaha kuliner, berawal dari jual beli online barang dari Tiongkok yang jatuh pada akhir 2019 atau sesaat sebelum pandemi Covid-19 merebak di Indonesia. Apalagi di 2020, tepatnya April, pemerintah resmi menutup rapat rapat impor barang asal Tiongkok. Hal itulah yang membuat usaha yang sudah mulai berkembang sejak dirintisnya 2017 silam, langsung ambruk terpukul akibat pandemi Covid-19.

BACA JUGA:
Setiap Jumat, Kuliner Nasi Kandar di Hotel Santika

“Usaha saya macet total jual beli barang seperti tas ataupun barang lainnya asal Tiongkok. Dari situlah saya mencoba membuat resep kue roti, bermodalkan satu perlatan mixer dan oven kecil di rumah. Percobaan awal gagal terus, hasil masakan tak sesuai ekspektasi,” ujarnya.

Dari selalu gagal itulah, justru membuat Dennis lebih penasaran lagi, lebih mengulik dan mempadu padankan bahan-bahan kue. Hasilnya setelah berkali-kali gagal, jadilah satu resep roti yang diminati rekan-rekannya. “Ternyata resep roti yang saya buat dan saya pasarkan ke kawan-kawan diminati dan mendapat respon positif. Dari situlah saya makin semangat lagi memasarkan roti ke platform online di instagram,” terangnya.

Meski masakan kulinernya sudah mulai laku dan diminati rekan-rekannya, karena permintaan masih sedikit, Dennis terpaksa berproduksi roti hanya seminggu sekali saja, tak bisa tiap hari.

Seiring kegigihan dan juga semangat untuk tetap mempertahankan usaha kulinernya, akhirnya membuahkan hasil. Permintaan order dari rekan maupun masyarakat meningkat pesat.

Dari yang semula hasilnya per bulan hanya di bawah Rp 1 juta, hanya selang satu tahun lebih, omzet penjualan meningkat pesat, rata-rata mencapai Rp 70 juta perbulannya, yang hanya dikerjakan dari rumah dengan memasarkannya melalui platform IG.

“Saya juga mencoba bekerjasama dengan mitra ojek online baik Grab maupun Gojek layanan pengantaran orderan. Hasilnya makin berkembang dan makin banyak masyarakat yang mengoder ke rumah saya,” ujarnya.

Menginjak 2022, usaha kuliner yang awalnya digeluti Dennis Tirta dari rumah saja, berkembang pesat, seiring tak ada lagi pandemi Covid-19. Di awal 2023, dia memutuskan mengembangkan bisnis kulinernya tak hanya berjualan di rumah saja. Ia memutuskan mengembangkan usaha jajanannya dengan membeli satu ruko di Komplek Ruko Anggrek Mas Center untuk dijadikan cafe jajanan dan dinamakan Cafe Jajanan Denis Tirta.

Awalnya hanya punya satu, dua varian kuliner atau jajanan. Namun saat ini bisnis kuliner Denis Tirta sudah memiliki puluhan varian jajanan, dari mulai cake, roti hingga jajanan lainnya seperti risoles, lumpia, lemper hingga masakan berat seperti aneka sarapan, serta minuman.

“Saya rasa dengan waktu tiga tahun, sudah cukup membuktikan bagaimana jatuh bangunnya membangun bisnis kuliner. Tantangan terberat membangun bisnis kuliner itu bukan dari mengawalinya, tapi bagaimana mempertahankan soal rasa dan kualitas. Sebab kepercayaan ke pelanggan itu nomor 1. Kalau itu mampu dijaga dengan konsisten, yakinlah konsumen atau msyarakat akan tetap setia memilih dan membeli produk kita,” jelasnya.

Denis Tirta berkomitmen dari awal hingga sekarang, dimana dirinya tetap menjual produk kuliner dengan kualitas yang bagus, baik dari segi rasa, bahan dan juga penampilan.

“Kami menerapkan motto ada harga ada kualitas. Pasar terbesar kami dari online. Awalnya konsumen hanya bisa mengorder via online atau datang langsung ke rumah, saat ini konsumen bisa datang ke cafe kami di Ruko Anggrek Mas Center di Blok B Nomor 1. Ada tersedia beragam roti dan jajanan lainnya seperti misalnya menu andalan kami roti sisir srikaya yang jadi best seller karena merupakan resep awal kami membangun bisnis kuliner,” terangnya.

Seiring dibukanya cafe jajanan di ruko, Denis Tirta saat ini rajin mengikuti kelas kuliner, meng upgrade skill nya soal kuliner.

“Kalau ilmu itu memang tak pernah cukup. Komitmen kami, selalu jaga kualitas, ikuti terus perkembangan tren kuliner kekinian, dan selalu jaga relasi dan mitra usaha yang ikut membesarkan seperti misalnya mitra ojek online,” tutupnya. (*)

Reporter: Galih Adi Saputra

Di Batam, Seorang Buruh Pabrik Tega Cekik Bayinya Usai Dilahirkan agar Tidak di PHK

0

 

batampos – Ada penemuan jasad bayi di dalam tong sampah, Jumat (25/8) siang di Panbil Mall, Batam. Jasad bayi laki-laki ini dibuang di TPS di belakang kawasan mal menggunakan kantong kresek.

Informasi yang didapatkan, jasad bayi ini dibuang dalam kondisi ari-ari yang masih tertempel. Polisi kemudian mendatangi lokasi dan melakukan penyelidikan serta olah Tempat Kejadian Perkara.

Singkat cerita pelaku tertangkap di Ngawi, Jawa Timur.

Beralasan tetap ingin bekerja sebagai buruh pabrik membuat Of, 20, ibu muda yang baru saja melahirkan, jadi gelap mata. Ia nekad mencekik dan membekap bayi laki-laki yang baru dilahir-kannya, lalu membuang jasadnya ke tong sampah. Dia akhirnya dibekuk polisi, meskipun sempat kabur ke kampung halamannya di Ngawi, Jawa Timur.

Of dibekuk jajaran Polsek Ngawi, Jawa Timur hasil koordinasi dengan Polsek Seibeduk Polresta Barelang. Itu setelah Polsek Seibeduk menerima laporan temuan jasad bayi oleh cleaning service atau petugas kebersihan di belakang kawasan Panbil Mall, Seibeduk, Jumat (25/8) lalu.

Kapolsek Seibeduk, AKP Benny Syahrizal, menjelaskan, pelaku nekat mengakhiri hidup sang bayi karena ingin tetap bekerja di perusahaan elektronik tempatnya bekerja. Of mengaku khawatir bakal kena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) atau tak diperpanjang kontrak kerjanya jika ketahuan sudah memiliki anak. Terlebih, anak itu dilahirkan di luar pernikahan, yang merupakan hasil hubungan dengan mantan kekasihnya.

”Alasannya itu tadi, ingin tetap bekerja,” sebut Kapolsek.

Adapun, kronologis pembunuhan sang bayi terjadi pada pada tanggal 25 Agustus 2023. Saat itu, pelaku yang tinggal di dormitori Kawasan Industri Panbil mulai merasakan hendak melahirkan. Saat mengandung, ia bisa merahasiakannya dari teman-temannya.
Panik, ia melahirkan ke kamar mandi. Di kamar mandi inilah pelaku membekap dan mencekik sang bayi hingga tak bergerak.

”Dua kali dia bekap dan cekik untuk memastikan bayinya meninggal,” ujar Benny.
Setelah itu, korban membungkus sang bayi dengan handuk dan memasukkan ke dalam kantong plastik lalu dibuang ke tempat sampah. Handuk dan plastik dengan ciri tertentu inilah yang membuat polisi bisa melacak dan mengetahui Of adalah pelaku pembuang sekaligus ibu sang bayi tadi.

”Menurut pengakuan dia (pelaku), bayinya masih ada napas saat dibungkus, tapi sudah diam saja (tidak menangis, red),” kata Benny.

Usai buang bayi, pelaku masih sempat masuk kerja seperti biasa. Namun, dua hari kemudian dia berangkat kekampung halamannya tanpa mengajukan izin ataupun pemberitahuan ke pihak perusahaan.

Terkait pengungkapan pelaku, jelas Benny, itu berdasarkan petunjuk barang bukti yang ditemukan bersama jasad sang bayi. Setelah ditelusuri, barang bukti terutama handuk merah tadi dikenali kawan-kawan sekamar pelaku di dormitori.

”Dari situlah kami tahu pelakunya Of ini,” kata Benny.

Terkait kekasihnya, Benny menjelaskan, saat ini sudah tak berada di Batam dan masih dalam pencarian. Polisi ingin memastikan keterlibatan dia dalam kasus ini.

”Tapi menurut pengakuan pelaku, kekasihnya itu sudah meninggalkan dia sejak dia hamil dua bulan. Tapi, tetap kami selidiki juga keterlibatan dia untuk kasus ini,” kata Benny.
Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 80 ayat 3 dan 4 UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman pidana maksimal 20 tahun penjara.

(*)

Terpilih Jadi Ketua FPK Bintan, M Idha Siap Bersinergi dengan Pemda Ciptakan Kondisi Aman dan Nyaman

0
Ketua FPK Bintan, Muhammad Idha foto bersama dengan pengurus FPK Bintan usai rapat koordinasi pembentukan kepengurusan FPK Kabupaten Bintan periode 2023-2027 di ruang rapat Badan Kesbangpol Bintan di Kijang, Kecamatan Bintan Timur, Selasa (5/9/2023). F.FPK Bintan untuk Batam Pos.

batampos– Muhammad Idha terpilih sebagai Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Bintan dalam rapat koordinasi pembentukan kepengurusan FPK Kabupaten Bintan periode 2023-2027.

Kegiatan ini berlangsung di ruang rapat Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Bintan di Kijang, Kecamatan Bintan Timur, Selasa (5/9/2023).

Rapat koordinasi pembentukan kepengurusan FPK Kabupaten Bintan diikuti 25 orang anggota FKB yang mewakili 9 kecamatan di Kabupaten Bintan.

Dalam prosesnya, ada 4 orang calon yang menyatakan siap menjadi ketua dalam pemilihan Ketua FPK Kabupaten Bintan periode 2023-2027.

Adalah nomor urut 1, Muhammad Idha dari Kecamatan Bintan Utara, nomor urut 2, H. Rasimun dari Kecamatan Toapaya, nomor urut 3, Rasino dari Kecamatan Bintan Timur dan nomor urut 4, M. Amin Padila.

Dari 25 pemegang hak suara, Muhammad Idha memperoleh 8 suara, Rasimun memperoleh 1 suara, Rasino memperoleh 8 suara dan M. Amin Padila memperoleh 8 suara.

Karena ada 3 calon yang memiliki perolehan suara yang sama yakni masing-masing 8 suara akhirnya dilakukan pemilihan kembali.

BACA JUGA: Pengurus TP PKK Toapaya Dikukuhkan, Hafizha: Kader PKK Harus Tahan Banting

Hasilnya, Muhammad Idha terpilih sebagai ketua karena memperoleh suara tertinggi yakni 10 suara, sedangkan calon lain Rasino memperoleh 6 suara dan M Amin Padila memperoleh 9 suara.

Kemudian, ditetapkan Wakil, M Amin Padila, Sekretaris Tri Joko Towo dan Bendahara Eriyani.

Usai terpilih sebagai Ketua FPK Kabupaten Bintan, Muhammad Idha menyampaikan, pihaknya siap bersinergi dengan pemerintah dalam menciptakan kondisi aman dan nyaman di Kabupaten Bintan.

“Kita juga akan menyatukan persepsi untuk kemajuan Bintan,” kata dia. (*)

reporter: slamet

Lagi, 42 WN Tiongkok Ditangkap di Pulau Kasu Batam

0
HL WN CINA e1693969604269
Sebanyak 42 WN Tiongkok dibawa ke Mapolresta Barelang dari Mapolsek Belakangpadang, tadi malam. F. dokumentasi Mapolresta Barelang untuk Batam Pos

batampos – Setelah berhasil membekuk 88 Warga Negara Tiongkok yang terlibat love scamming di tiga lokasi di Kota Batam, jajaran Polda Kepri kembali mengamankan 42 WN Tiongkok di Pulau Kasu, Belakangpadang, Selasa (5/9) petang. Dari 42 orang tersebut, terdiri dari 8 perempuan, selebihnya laki-kali.

Informasi yang diperoleh Batam Pos, 42 WN Tiongkok tersebut diamankan di salah satu rumah warga berinisial Me yang dijadikan sebagai tempat penampungan. Mereka masih satu jaringan dengan 88 WN Tiongkok yang lebih dahulu ditangkap di tiga lokasi Batam, yakni di Kawasan Industri Kara, Batam Kota; Hotel Musik; dan salah satu kantor properti di Batuampar, beberapa hari lalu.

“Iya, mereka masih satu jaringan dengan kasus love scamming ini. Mereka hendak kabur ke Malaysia lewat jalur tikus,” ujar sumber Batam Pos di Pulau Kasu, tadi malam.

Baca Juga: Love Scamming Beraksi di Tiga Lokasi di Batam, Kerugian Korban Capai Rp 20 Miliar

Selain 42 WN Tiongkok itu, ada lima WNI yang menjadi pengurus atau membantu proses pelarian WN Tiongkok itu ikut dibekuk. Termasuk mereka yang menyediakan kebutuhan logistiknya di Pulau Kasu sebelum diseberangkan ke Malaysia.

“Mereka sudah empat hari di Pulau Kasu. Bagian dari jaringan love scamming,” ujar sumber tadi.

Proses penangkapannya tak mudah. Sebab, beberapa di antaranya berupaya kabur dari kejaran polisi, namun berhasil digagalkan tim gabungan dari Polresta Barelang, Polsek Belakangpadang, dan Krimsus Polda Kepri, serta Interpol (Hubinter).

Puluhan WN Tiongkok ini kemudian digiring ke Mapolsek Belakangpadang tadi malam, lalu dibawa ke Mapolresta Barelang.

“Iya, sudah dimapolresta Barelang,” ujar sumber Batam Pos.

Baca Juga: Ini Alasan 88 WNA Tiongkok Menjadikan Batam Lokasi Operasi Love Scamming

Pantauan Batam Pos di Mapolresta Barelang hingga dini hari, 42 WN Tiongkok dan 5 WNI pengurusnya langsung digiring ke lantai 2 Maporesta untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Mereka diamankan di rumah warga di Pulau Kasu. Warga yang menampung ini dibayar Rp 10 juta untuk 4 hari,” ujar sumber Batam Pos di kepolisian.

Masih pantauan Batam Pos dini hari tadi, sejumlah aparat kepolisian dari Krimsus Polda Kepri dan Interpol tampak sibuk. Namun, mereka memilih bungkam saat ditanya soal penangkapan tersebut.

Dirkrimsus Polda Kepri, Kombes Nasriadi, juga memilih diam saat tiba di Mapolresta. Dia langsung menuju lantai 2 Mapolresta tempat WN Tiongkok itu diamankan.

“Kasusnya diambil alih Krimsus Polda Kepri,” ujar sumber Batam Pos di Mapolresta Barelang. (*)

 

 

Reporter: YOFI YUHENDRI

Baru Dua Pengembang yang Serahkan Aset PSU ke Pemkab

0
Kadis Perkim M Zulfan

batampos– Hingga Agustus 2023, baru dua dari 15 pengembang di Kabupaten Karimun yang sudah menyerahkan aset Prasarana, Sarana Utilitas Umum (PSU) ke Pemerintah Kabupaten Karimun.

Dua pengembang tersebut yakni PT Limat Bahagia Bersama yang membangun perumahan Dang Merdu III, dan PT Sinar Suman Pryanto dengan Griya Harjosari Asri.

“Penyerahan PSU perumahan dari Pengembang kepada Pemerintah Daerah merupakan kewajiban yang telah diamanatkan dalam UU No. 1 Tahun 2022 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman,” ujar Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Karimun, Muhammad Zulfan ST MM, Selasa (5/9) di ruang kerjanya.

BACA JUGA: Jaksa Sita Aset Terpidana Kasus Korupsi Pengadaan Lahan TPA Tanjunguban

Selain UU, juga ada PP No. 14 Tahun 2016 tentang Penyelenggaran Perumahan dan Kawasan Permukiman yang dikuatkan lagi dalam Permendagri No. 9 Tahun 2009 tentang Pedoman Penyerahan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Perumahan dan Permukiman di Daerah.

“Dengan penyerahan PSU oleh pengembang, berarti peningkatan pengelolaan prasarana, sarana, dan utilitas perumahan tersebut dapat dilakukan oleh pemerintah daerah. Sebaliknya, pemerintah tidak bisa memperbaiki atau mengelola prasarana, sarana, dan utilitas perumahan tersebut sebelum pengembang menyerahkan asetnya,” papar Zulfan.

Zulfan menyebutkan sejumlah kendala dalam pelaksanaan penyerahan PSU. Diantaranya telah banyaknya fisik bangunan PSU yang rusak karena faktor umur. Termasuk
PSU yang telah berubah fungsi/tidak sesuai dengan rencana tapak sehingga tidak lulus verifikasi.

“Banyaknya PSU suatu perumahan yang rusak membuat Tim Verifikasi kesulitan untuk menerima. Pun PSU yang telah berubah fungsi/ tidak sesuai dengan rencana tapak, maka kebijakam yang kita berikan adalah meminta Pengembang mengganti ke lokasi yang berdekatan dengan perumahannya atau lokasi lain yang peruntukannya sesuai dengan RTRW Kabupaten Karimun,” terang Zulfan. (*)

reporter: ichwanul fahmi

14 Negara dapat 125 Juta Dolar Bantuan dari PBB

0
Foto Arsip – Seorang pekerja memegang tas dan sekotak bantuan kemanusiaan di Idlib yang dikuasai oposisi di Suriah 9 Juni 2021. ANTARAéREUTERS/Khalil Ashawi

batampos– Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Kemanusiaan Martin Griffith mengatakan Badan kemanusiaan PBB mengalokasikan 125 juta dolar Amerika Serikat (AS) untuk operasi bantuan yang kekurangan dana di 14 negara di seluruh dunia.

Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Kemanusiaan Martin Griffiths, yang juga merupakan Kepala Bantuan PBB, mengizinkan alokasi Dana Tanggap Darurat Pusat (CERF) untuk operasi di Afrika, Asia, Amerika, dan Timur Tengah, kata Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA).

Kebutuhan pendanaan kemanusiaan global tahun ini telah melampaui 55 miliar dolar AS dan kurang dari 30 persen yang didanai, menurut OCHA.

“Ini adalah kenyataan yang kejam bahwa dalam banyak operasi kemanusiaan, lembaga-lembaga bantuan hanya menghabiskan sedikit dana pada saat kebutuhan masyarakat memaksa mereka untuk meningkatkannya,” kata Griffiths.

“Berkat kemurahan hati sejumlah besar donor, kita dapat mengandalkan CERF untuk mengisi beberapa kekurangan yang ada. Sebagai hasilnya, banyak nyawa terselamatkan. Namun kita memerlukan donor individu untuk mengambil tindakan juga — ini adalah dana dari semua pihak dan untuk semua,” katanya pula.

BACA JUGA: Di Surabaya, Yusril Ihza Sebut 2019 PBB Sempat Ragu dengan Prabowo, Sekarang Berbeda

OCHA mengatakan pendanaan tersebut mendukung 250 juta orang yang terkena dampak konflik, dampak iklim, bencana alam, wabah penyakit, pengungsian dan krisis lainnya.

“Dengan pendanaan tambahan ini, CERF telah mengalokasikan dana sebesar 270 juta dolar AS sepanjang tahun ini melalui program Underfunded Emergencies,” kata OCHA. “Ini adalah jumlah tahunan terbesar yang pernah dialokasikan, ke sejumlah negara terbanyak, yang mencerminkan meroketnya kebutuhan kemanusiaan,” kata OCHA.

Alokasi CERF, kata OCHA lagi, akan membantu meningkatkan bantuan kemanusiaan di beberapa krisis yang paling berkepanjangan dan terabaikan di dunia: Afghanistan dan Yaman (masing-masing 20 juta dolar AS), Burkina Faso dan Myanmar (masing-masing 9 juta dolar AS), Haiti dan Mali (masing-masing 8 juta dolar AS) dan juga akan mendukung operasi pengungsi di Bangladesh (8 juta dolar AS) dan Uganda (6 juta dolar AS).

OCHA mengatakan dana juga akan disalurkan ke Venezuela (8 juta dolar AS), Republik Afrika Tengah dan Mozambik (masing-masing 6,5 juta dolar AS), Kamerun dan Wilayah Pendudukan Palestina (masing-masing 6 juta dolar AS), dan Malawi (4 juta dolar AS). (*)

reporter: antara

Rusak Parah, Jalan di Seibeduk Ditandai Agar Tidak Mencelakai Pengendara

0
Jalan Ruska Parah Dalil Harahap 3 scaled
Jalan rusak menuju kantor Camat Seibeduk, Selasa (5/9). F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos – Kerusakan jalan menuju wilayah Kecamatan Seibeduk semakin parah dari hari ke hari. Bahkan sebagian ruas jalan ditutup dahan sebagai penanda bagi pengendara agar berhati-hati karena kerusakan cukup parah.

Selain berlubang, jalan juga bergelombang. Kondisi ini terlihat mulai dari Mukakuning sampai ke Kampung Bagan dan kantor Kelurahan Duriangkang.

Baca Juga: Dikeluhkan Warga, Dirlantas Siap Tindak Truk Bermuatan di Kawasan Pasir Putih

Untuk jalan berlubang kerusakan mulai terlihat dari simpang Bukit Kemuning sampai ke Kampung Bagan dan Kantor Kelurahan Duriangkang. Kerusakan paling parah jalan menuju Kampung Bagan atau kantor Kecamatan Seibeduk.

Ini juga diperburuk dengan perbaikan jalan sistem tambal sulam yang menyebabkan jalan jadi tidak rata.

Menurut warga, kerusakan jalan dan kondisi yang bergelombang karena padatnya aktifitas kendaraan berat yang melintas setiap saat.

Baca Juga: Usai Melahirkan Buruh Pabrik di Mukakuning Cekik Bayinya Hingga Tewas

“Penyebabnya lihat sendiri padatnya truk pengangkut tanah ini. Jalan semua rusak dibuat truk-truk ini. Setiap saat mereka melintas dengan muatan berat jadi hancur jalan ini,” ujar Teguh, warga Tanjung piayu.

Camat Seibeduk Dwiki Septiawan tak menampik keluhan masyarakat atas jalan rusak tersebut. Perbaikan Jalan S Parman baru sebatas tambal sulam pada jalan yang berlubang dan belum belum ada rencana perbaikan secara menyeluruh(*)

 

 

Reporter: Eusebius Sara