batampos – Will Smith dibujuk membintangi film Men in Black oleh Steven Spielberg dengan helikopter. Jika tidak ada campur tangan Steven Spielberg, Will Smith amat mungkin tak jadi bintang Men in Black.
Dalam episode terbaru siniar Kevin Hart Hart to Heart, aktor berusia 54 tahun itu mengaku nyaris menolak film tersebut. Dia menilai, ada kesamaan antara tawaran proyek baru itu dan Independence Day, yang syutingnya rampung setahun sebelum tawaran Men in Black masuk.
’’Aku tidak mau syuting dua film alien yang sama secara berturut-turut,” tegasnya. Tapi, toh, tawaran Men in Black tetap dia terima. Saat ditanya Hart, proyek tersebut lolos gara-gara Steven Spielberg, salah satu produser franchise itu, turun tangan.
’’Dia mengirim helikopter buatku. Buat mengobrol. Heli itu mendarat di rumahnya. Dia langsung mendapat (persetujuanku) begitu berkata, ’Halo’,” imbuh Smith.
Aktor sekaligus musisi itu juga menceritakan, di pertemuannya dengan Spielberg, dirinya mencicipi limun bersoda untuk kali pertama. ’’Tentu kau harus berakting seperti enggak pernah minum itu sebelumnya, kan,” kelakar Hart. Smith mengakui, Spielberg tak buang waktu saat meyakinkannya untuk membintangi Men in Black.
Dia menceritakan, sineas pemenang empat Oscars itu langsung membeberkan proyek bergengsi yang pernah digarapnya, seperti E.T dan Jaws. ’’Dan dengan dingin, dia bertanya ’Kenapa kau tidak mau terlibat di produksiku?,” imbuhnya.
Dalam kesempatan itu, Smith juga menyatakan, dirinya berutang budi kepada produser James Lassiter. Baginya, Lassiter punya selera yang bagus terhadap calon-calon proyek baru. ’’Dia punya mata yang jeli. Saat itu, aku tidak mau main di Pursuit of Happyness. Aku tidak mau main di Ali,” imbuh suami Jada Pinkett-Smith tersebut. Tapi, justru dua film itulah yang membuatnya diganjar nominasi Aktor Terbaik Oscars. Dia menyatakan, hampir semua film di puncak kejayaannya pada era 1990–2000-an adalah hasil ’’kurasi” Lassiter. (*)
Salah seorang warga membayar PBB di gedung Bapenda Kota Batam. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos – Kepala Bapenda Kota Batam, Raja Azmansyah menyebutkan hingga saat ini peningkatan sektor pajak terus membaik. Hampir semua sumber pendapatan pajak mengalami kenaikan. Hingga Juli 2023 ini capaian pajak tertinggi sepanjang sejarah yakni 49 persen atau Rp670 miliar.
“Biasanya hanya 40-45 persen. Alhamdulillah tahun ini grafiknya naik,” sebut Raja Azmansyah.
Beberapa sektor pendapatan pajak yang naik yaitu pajak restoran, pajak hotel. Sementara pajak hiburan masih berupaya maksimal untuk kembali ke puncaknya.
Berdasarkan data siependa.go.id, beberapa capaian pajak seperti PBB berjalan dengan baik. Tahun ini ditargetkan Rp 256 miliar, dan sudah tercapai Rp136 miliar atau 56 persen.
Sektor BPHTB juga terus bergerak, dari target Rp414 miliar sudah tercapai Rp198 miliar atau 47 persen. Transaksi properti masih menjadi salah satu sektor unggulan di Batam.
“Untuk BPHTB ini dalam satu bulan yang masuk ke kas daerah itu rata-rata 30 miliar. Jadi trennya cukup baik, semoga bisa terus membaik,” sebutnya.
ILUSTRASI: Seleksi masuk ASN (Dimas Pradipta/JawaPos.com)
batampos – Jumlah formasi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) 2023 yang ditetapkan menyusut dari target. Sebelumnya, kebutuhannya formasi ditetapkan sebanyak 1.030.751 terdiri dari CPNS dan PPPK.
Pemerintah melalui Kementerian Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) secara resmi telah menetapkan sebanyak 572.496 formasi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Dilansir dari laman PANRB, pengurangan jumlah formasi tersebut disebabkan adanya sejumlah instansi yang tidak mengusulkan formasi CPNS 2023. Hal ini, juga termasuk beberapa pemerintah daerah (Pemda) yang tidak mengoptimalkan usulan formasinya.
Berdasarkan pengumuman resmi, 572.496 jumlah formasi PNS dan PPPK tersebut untuk formasi 72 instansi. Pemerintah pusat sebanyak 78.862 ASN dengan rincian sebanyak 28.903 untuk CPNS dan 49.959 untuk PPPK.
Sementara itu, di pemerintah daerah sebanyak 493.643 ASN dialokasikan khusus sebanyak 296.084 untuk PPPK Guru, 154.724 PPPK Tenaga Kesehatan, dan 42.826 PPPK Teknis.
“Terima kasih kepada instansi yang menyampaikan usulan formasi. Semoga proses seleksi berjalan lancer. Kami menjamin semuanya fair, tidak bisa titip menitip. Kita berharap ASN bisa melahirkan kinerja berdampak yang dapat dirasakan masyarakat, sesuai arahan Presiden Joko Widodo,” jelas Menteri PANRB Abdullah Azwar Anas seperti dikutip dari laman PANRB, Jumat, (4/8).
Anas mengatakan terdapat sejumlah arah kebijakan dalam pelaksanaan rekrutmen ASN 2023. Pertama, fokus pada pelayanan dasar yaitu guru dan tenaga kesehatan menjadi formasi yang paling banyak disediakan.
“Hampir 80 persen formasi untuk guru dan tenaga kesehatan,” ujarnya.
Kedua, memberi kesempatan untuk talenta digital dan data scientist. Dan ketiga, mengurangi rekrutmen pada formasi yang akan terdampak transformasi digital.
Lebih lanjut, rekrutmen PNS dan PPPK juga dimaksudkan sebagai upaya untuk menyelesaikan penataan tenaga non-ASN atau tenaga honorer. Dimana, jumlah tenaga honorer saat ini sebanyak 2,3 juta dan dalam proses audit oleh BPKP bersama BKN.
Hal itu sebagai upaya pemerintah untuk terus konsisten memberikan afirmasi dan menunjukkan keberpihakan pada tenaga honorer dan mantan THK-II.
“Karena mereka telah mengabdi. Maka rekrutmen ASN 2023 ini sebanyak 80 persen diantaranya untuk pelamar dari tenaga non-ASN, dan 20 persen untuk pelamar umum,” jelasnya. (*)
Declan Rice saat tampil bersama Arsenal di Emirates Cup (Instagram/ @declanrice)
batampos – Declan Rice menjalani debutnya bersama Arsenal di Emirates Stadium. Dia diturunkan dalam laga Emirates Cup melawan AS Monaco pada Kamis (3/8) dini hari.
Declan Rice sukses menunjukkan performa impresif dalam laga Emirates Cup melawan Monaco yang berkesudahan 1-1, sebelum akhirnya The Gunners sukses memenangkan laga melalui drama adu penalti.
Diketahui, Declan Rice yang bergabung ke Arsenal dari West Ham United dengan biaya 105 juta poundsterling (Rp 2 triliun) pada musim panas ini, bermain selama 62 menit dengan akurasi umpan mencapai 90 persen.
Dia juga memiliki total 48 sentuhan, termasuk 5 umpan ke sepertiga akhir serta memenangkan duel sebanyak empat kali, melakukan dua tekel dan dua penyelamatan.
Sukses menjalani debutnya di Emirates Stadium, Declan Rice mengirim pesan kepada penggemar Arsenal melalui akun Twitter miliknya.
“Terpesona oleh sambutan yang saya terima sebelum pertandingan!” cuit Declan Rice melalui Twitternya dikutip JawaPos.com dari Metro UK pada Kamis (3/8). “Menyukai menit pertama saya di Emirates. Kami terus membangun dan mendorong. Terima kasih Gunners,” sambungnya.
Merasa bangga dengan performa mantan kapten West Ham United itu, pelatih Arsenal Mikel Arteta memuji performa pemain berusia 24 tahun tersebut.
“Dia bermain lebih maju hari ini,” ujar Arteta dalam wawancaranya seusai pertandingan. “Dia lebih banyak bermain sebagai gelandang serang hari ini. Itu adalah pertama kalinya dia bermain di sana. Dia sedang dalam perjalanan untuk kembali ke performa terbaiknya dan beradaptasi dengan tim,” sambungnya.
“Saya pikir dia memiliki keserbagunaan untuk memainkan peran yang berbeda dan itu adalah sesuatu yang ingin kami lakukan, terutama untuk memaksimalkan kualitas yang kami miliki dengan pemain lain. Mereka memiliki kemampuan untuk bermain bersama, dan dalam permainan tertentu, kami akan menggunakannya di posisi lain,” tandasnya.
Dalam berita Arsenal lainnya, Arteta telah mengonfirmasi bahwa Gabriel Jesus akan absen di awal musim karena cedera lutut. Situasi ini tentu saja mengkhawatirkan persiapan The Gunners. (*)
batampos – Kasus kelaparan imbas kekeringan dan gagal panen di Distrik Agandugume dan Lambewi, Kabupaten Puncak, Papua Tengah jadi perhatian khusus pemerintah. Sejumlah intervensi disiapkan untuk mengantisipasi kejadian kembali terulang.
Bantuan logistik sudah dikirim secara periodik. Setelah bantuan 25 ton dari Kementerian Sosial (Kemensos), TNI, dan PT Freeport Indonesia yang rampung disalurkan pada Senin (31/7), pemerintah kembali mengirim bantuan ke Distrik Agandugume dan Lambewi, dan Oneri, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, kemarin (3/8). Sama seperti sebelumnya, penyaluran hanya bisa sampai ke Sinak.
Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengaku, proses penyaluran memang tidak mudah. Karena, pengiriman bantuan logistik pertama dilakukan pada Minggu (25/7). Saat itu pihaknya kesulitan mencari pesawat karena di hari Minggu di Papua biasanya tak boleh ada aktivitas masyarakat. Selain itu, pesawat milik gereja pun tengah digunakan untuk kebutuhan ibadah.
Akhirnya ia pun minta tolong ke Panglima TNI Yudo Margono untuk bisa membantu penyaluran ke distrik-distrik terdampak. Karena, tak mudah membawa bantuan lebih dari 10 ton ke Timika untuk kemudian disalurkan ke distrik-distrik terdampak.
Namun, situasi tidak memungkinkan sehingga bantuan hanya bisa dibawa hingga Sinak. Apalagi, kondisi cuaca cepat sekali berubah. Sehingga, penyaluran ke Sinak pun tidak bisa dilakukan berulang kali. Walhasil, bantuan dikirim dalam beberapa tahap.
Risma sempat ragu lantaran warga harus berjalan dua hari satu malam dari ketiga distrik tersebut ke Sinak. Tapi, pihak setempat memastikan jika warga sudah berangkat dari kediaman masing-masing.
”Alhamdulillah hari Rabu (28/7) bisa terbang dengan lima pesawat. Dilanjutkan Kamis, Jumat, Sabtu dan baru selesai Senin (31/7),” paparnya dalam temu media update bantuan kekeringan Papua Tengah , di Jakarta, kemarin (3/8).
Risma mengaku, bantuan tersebut paling hanya bisa mengcover untuk satu bulan ke depan. Karenanya, dia khawatir, Agustus ini masih fenomena embun beku masih akan terjadi. Sementara, tanaman tidak akan bisa tumbuh ketika cuaca ekstrem yang mencapai minus. ”Satu bulan lagi kita harus stok lagi. Tapi memang permasalahannya terkait anggaran,” jelasnya.
Dia pun sudah melaporkan hal ini ke Presiden Joko Widodo, yang direspon dengan menginstruksikan Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk memberi perhatian mengenai hal ini. Risma berharap, anggaran Kemensos bisa kembali lagi seperti dua tahun lalu mengingat masih ada akhir tahun yang biasanya kerap terjadi bencana.
Apalagi, pihaknya pun sudah mendeteksi adanya risiko cuaca ekstrem yang menyebabkan gagal panen dan kelaparan di wilayah lain. Salah satunya, wilayah Kabupaten Lani Jaya. Saat ini, pihaknya sudah menghubungi pemuka agama di sana untuk bisa dicarikan contact person di setiap distrik di Lani Jaya yang terancam mengalami kekeringan ini. ”Ini sedang saya diskusikan, mudah-mudahan ada bantuan yang bisa kita prepare untuk dikirim ke sana,” paparnya.
Langkah ini, kata dia, harus dilakukan agar warga di sana tidak mengalami hal sama seperti warga di tiga distrik Kabupaten Puncak. Menurutnya, para warga di Kabupaten Puncak ini sudah pergi kemana-mana untuk meminta bantuan. Seperti saudara-saudara jauhnya namun tak dapat.
Tangis Risma pun sempat pecah saat menceritakan penderitaan dan perjuangan warga dalam menghadapi bencana kelaparan yang menimpa mereka. Sesaat, dia terdiam lama sambil menundukkan kepalanya.
Karenanya, dia berjanji, akan membantu warga untuk tidak mengalami hal yang sama tahun depan. Dan memastikan, mereka bisa mendapat permakanan selama sisa musim dingin.
Salah satu solusi yang jadi pertimbangan adalah pembangunan lumbung pangan. Namun, kata dia, yang jadi persoalan adalah kondisi cuaca di sana yang memang berbeda. Sehingga, ada kekhawatiran, ketika menyimpan beras terlalu lama justru akan rusak. ”Ini yang kita pakai nyimpan buffer stock itu gudang gereja, itu nanti akan kita lihat dulu rusak atau tidak sampai musim dingin selesai,” tuturnya.
Kendati demikian, pihaknya akan tetap mencoba dengan bantuan penanaman umbi-umbian di musim panas yang dimulai November 2023 nanti. Diharapkan, umbi bisa lebih tahan lama untuk disimpan di sana. ”Jadi mereka menanam, nanti panen kita beli dan simpan di lumbung kita,” katanya.
Selain itu, Kemensos akan memberikan babi untuk bisa diternak oleh para warga. Babi bisa diternak hingga musim dingin tiba dan dimanfaatkan untuk tambahan pangan nantinya.
Dalam kesempatan yang sama, Plt. Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Kemensos Adrianus Alla menceritakan proses penyaluran yang dilakukan langsung olehnya. Dia meyakinkan, bahwa kondisi di sana sangat aman. Semua pihak bahu membahu untuk membantu masyarakat yang tengah kelaparan.
”Mereka tertib, meski mereka lapar kondisinya. Tapi tidak ada rebutan. Beda dengan daerah lain,” ungkapnya.
Menurut Adri, ribuan warga Agandugume dan Lambewi menempuh perjalanan dua hari satu malam menuju Sinak. Mereka sempat transit di Distrik Oneri. Di sana, mereka dibantu masyarakat setempat untuk bisa bermalam dan makan. ”Jadi itu yang saya bilang, kesetiakawanan sosial tinggi di sana. Kalau dapat bantuan pun tidak rebutan yang seolah seperti untuk dirinya sendiri. Saya sampai nangis,” ungkapnya.
Sementara itu, usai gagal terbang ke Sinak, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah pada Rabu (2/8), Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy akhirnya berhasil mendarat di sana, kemarin (3/8). Bersama Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Muhadjir langsung menyerahkan bantuan pada 200 orang warga dari tiga distrik terdampak yakni Distrik Agandugume, Lambewi, dan Oneri yang terdampak bencana kekeringan yang menyebabkan gagal panen dan kelaparan. Sisanya, akan disalurkan oleh bupati melalui kepala suku masing-masing.
Dia memastikan, bantuan akan terus disuplai sampai bencana kekeringan hingga menyebabkan gagal panen dan kelaparan usai. Bantuan disalurkan secara periodik mengikuti musim kekeringan dan embun beku yang melanda Kabupaten Puncak.
”Bantuan terus disuplai sampai mereka betul-betul lepas dari kondisi yang tidak baik ini. Dan tahun depan mudah-mudahan bisa kita tangani lebih baik lagi,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga meminta kerja sama semua pihak untuk untuk menjaga keamanan wilayah. Termasuk, dalam rencana dibangunnya lumbung pangan di wilayah Distrik Agandugume. Sebab, menurutnya, keamanan menjadi faktor penentu kelancaran penyaluran bantuan logistik yang akan disalurkan pemerintah.
Muhadjir menjelaskan, musim kemarau dan kekeringan di Kabupaten Puncak Papua Tengah selalu terjadi periodik di pertengahan tahun mulai dari Mei, Juni, dan Juli. Setiap datang musim kering dan fenomena embun beku ini maka akan berdampak pada gagal panen tanaman pangan, kekurangan bahan makanan, dan air bersih.
Oleh karenanya, hasil diskusi dengan Kepala BNPB, Bupati Kabupaten Puncak, dan Pangdam Cenderawasih maka solusi alternatif yang bisa dilakukan adalah pembangunan lumbung pangan. Lumbung pangan ini untuk menyimpan persediaan makanan penduduk selama musim kemarau terjadi. Langkah ini, kata dia, akan disampaikan pada Presiden Joko Widodo dalam upaya mengatasi risiko dampak kekeringan di Kabupaten Puncak.
”Gambaran sementara kita akan membangun semacam lumbung pangan di Distrik Agandugume di dekat bandara,” ungkapnya. Dengan begitu, bisa dilakukan langkah antisipasi pada bulan-bulan sebelum Mei dengan menyimpan bahan pangan yang disupply BNPB dan Kemensos. ”Sehingga pada saat terjadi bencana yang periodik ini otomatis bisa teratasi,” sambungnya.
Muhadjir berharap, semua pihak bisa saling melengkapi guna membantu masyarakat yang tengah mengalami kelaparan ini. Termasuk pihak-pihak swasta seperti yang telah dilakukan PT Freeport. ”Ini betul-betul untuk menyelamatkan saudara kita yang ada di tiga distrik agar terlepas dari bencana yang sangat tidak kita inginkan,” pungkasnya.
Selain soal kekeringan, Muhadjir juga mendapat curhatan dari masyarakat mengenai infrastruktur. Mereka meminta agar lebih banyak infrastruktur yang dibangun di wilayah Kabupaten Puncak. Termasuk perbaikan salah satu jembatan yang longsor di Distrik Sinak yang merupakan penghubung ke tiap distrik. Sehingga, akses ke tiap daerah bisa terjangkau.
Muhadjir berjanji akan membawa masalah itu ke pusat dan berjanji akan memberikan perhatian lebih dalam pembangunan infrastruktur di kawasan pedalaman Papua Tengah.
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mohammad Mahfud MD memastikan bahwa negara hadir di Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah. ”Pemerintah menyiapkan seluruh bantuan yang diperlukan,” kata dia tegas. Tidak hanya Kementerian Sosial (Kemensos), Mabes TNI, Kodam XVII/Cenderawasih, Polda Papua, sampai Pemerintah Daerah Papua berbondong-bondong mengirimkan bantuan.
Apalagi sampai Senin pekan depan (7/8), status kebencanaan di sana masih tanggap darurat. Namun demikian, Mahfud tidak menampik ada kendala. ”Masalahnya sekarang itu transportasi. Transportasi itu kalau dari Jakarta ke Papua mungkin mudah. Tapi, ketika sudah masuk ke distrik tempat kejadian itu, memang tergantung pada cuaca,” bebernya. Dia menyebut, cuaca di sana mudah berubah. Sementara angkutan yang bisa diandalkan hanya pesawat berukuran kecil.
Karena itu, pengiriman dan distribusi bantuan untuk masyarakat di Puncak Jaya sangat bergantung pada cuaca. ”Kadangkala meskipun (bantuan) menumpuk, menunggu perubahan cuaca,” ujarnya. Setelah didaratkan di Puncak Jaya, distribusi bantuan ke daerah-daerah terdampak juga tidak mudah. ”Karena diantar lewat darat ke kampung-kampung yang (medannya) terjal,” tambah mantan menteri pertahanan (menhan) tersebut.
Distribusinya juga tidak menggunakan kendaraan. Melainkan mengandalkan tenaga. Karena tidak sedikit masyarakat terdampak kondisi sulit itu tinggal di daerah terpencil. ”Harus diantar, dipikul, digendong, dan sebagainya,” ucap Mahfud. Beruntung tidak ada gangguan Kelompok Separatis Teroris (KST). Dia memastikan TNI sudah memiliki markas di sana. Kemudian Penjabat (Pj) Gubernur, Bupati, tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat sudah sepakat menjamin keamanan.
Sehingga bantuan yang dikirim dan mendarat di Puncak Jaya terjamin. Mahfud menegaskan kembali, pemerintah berkomitmen terus mengirim bantuan yang dibutuhkan oleh masyarakat. ”Presiden sudah memberikan arahan agar segera ditangani, jangan sampai berkepanjangan penderitaan rakyat, dan Pak Muhadjir sekarang sudah di sana. Sedang turun ke lapangan, meninjau langsung dan memberi arahan-arahan langsung,” bebernya.
Ketua MPR Bambang Soesatyo ikut merespon krisis pangan atau kelaparan di Papua Tengah. Dia mengatakan sebanyak 7.500-an orang terdampak bencana yang dipicu kekeringan itu. Dia mengatakan pemerintah harus terus mengoptimalkan penyaluran bantuan pangan. Termasuk distribusi air bersih.
Politisi Partai Golkar itu juga meminta pemerintah memikirkan solusi yang sifatnya jangka panjang dalam mengatasi persoalan pangan di pulau Papua. “Salah satunya dengan melakukan riset dan perkembangan inovasi di bidang pertanian agar petani di daerah Papua lebih diberdayakan,” katanya. Selain itu, melakukan riset terkait tanaman yang cocok untuk iklim di wilayah Papua.
Pasalnya, menurut Bamsoet, penyebab berulangnya bencana kekeringan hingga krisis kelaparan ini akibat cuaca dingin saat memasuki musim kemarau,” jelasnya. Dia mengatakan aspek rantai pasok dan akses bantuan harus dikawal. Karena kedua faktor ini penting dalam penanganan bencana pangan yang terus berulang di bumi Papua.
Kembali munculnya bencana pangan, juga mengingatkan pemerintah untuk menuntaskan pembangunan Papua. Khususnya pengentasan angka kemiskinan di sana. Khususnya pengentasan kemiskinan ekstrem yang saat ini masih cukup tinggi. (*)
Dinkes Kampanyekan Gerakan Aksi Bergizi di SMP 20 Batam, d Tiban Baru, Sekupang, Kamis (3/8/2023). (f.Rengga Yuliandra/Batam Pos)
batampos– Mencegah stunting demi mewujudkan generasi yang sehat dan produktif, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam terus mengkampanyekan gerakan aksi bergizi di sekolah-sekolah.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, Didi Kusmasjadi mengatakan Gerakan Nasional Aksi Bergizi sebagai upaya pencegahan stunting melalui Gerakan Remaja Putri Minum Tablet Tambah Darah (TTD).
“Kemudian dapat membudayakan aktivitas fisik bagi siswa SMP, serta membiasakan sarapan melalui gizi yang seimbang dan dapat menghasilkan remaja putri yang sehat, berprestasi, tidak anemia dan melahirkan generasi yang sehat dan tidak stunting,” ujarnya, Kamis (3/8/2023)
Gerakan Aksi Bergizi tersebut merupakan kegiatan yang dilaksanakan untuk meningkatkan kesadaran siswa – siswi dalam membiasakan konsumsi TTD, konsumsi gizi seimbang, dan aktivitas fisik bagi anak sekolah.
Di Kota Batam sendiri gerakan aksi bergizi dilaksanakan di beberapa sekolah menengah pertama. Diharapkan melalui aksi bergizi ini remaja putri tetap sehat dan bisa terhindar dari anemia dan stunting. Tabel tambah darah adalah langkah yang penting di dalam intervensi pencegahan stunting sejak dini.
“Untuk itu semua pihak untuk menjaga remaja agar kadar Hb-nya cukup. Dan pemberian Tablet Tambah Darah ini tidak hanya untuk yang kurang Hb, ” ujarnya.
Di Kecamatan Sekupang misalnya, gerakan aksi bergizi dihelat di SMPN 20 Batam di Tiban Baru, Sekupang, Kamis (3/8). Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolsek Sekupang Kompol Z.A.C Tamba, Sekretaris Dinas Pendidikan Batam Qurniadi, Sekretaris Dinas Kesehatan Anggrainie Nawang Wulan, Kapten Inf Siregar Danramil 02/BB, Camat Sekupang, kepala puskesmas se- Sekupang serta siswa siswi SMPN 20 Batam.
Dalam sambutan Kapolsek Sekupang mengajak seluruh siswa agar mendukung program pemerintah di dalam membiasakan konsumsi tablet tambah darah, konsumsi gizi seimbang, dan aktivitas fisik bagi anak sekolah. Tak itu saja pada kesempatan itu Kompol Tamba juga menghimbau kamtibmas kepada pelajar serta mengajak masyarakat untuk aktif dalam mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif.
“Bagi adik-adik SMPN 20 Batam tidak menjadi pelaku balapan liar di jalan karena dapat merugikan diri, karena saat ini Kapolsek Sekupang, Danramil, dan Camat Sekupang sedang aktif melakukan razia dan bagi anak SMPN 20 yang kedapatan menggunakan Knalpot Brong akan mendapatkan sanksi,” tegas Kompol Tamba.
Di akhir kegiatan dilaksanakan pelepasan Balon Pencanangan aksi bergizi, foto bersama dan pengecekan kesehatan aiswa siswi SMPN 20 Batam dan mengkonsumsi Vitamin penambah darah bagi siswa yang hadir. (*)
Polisi menyelamatkan calon PMI Ilegal saat mengerebek penampungan di rumah mewah di kawasan Bengkong
batampos– Unit Reskrim Polsek Bengkong menggrebek tempat penampungan calon Pekerja Imigran Indonesia (PMI) ilegal di Perumahan Golden Prima, Bengkong, Selasa (1/8) malam. Di lokasi, polisi menyelamatkan 12 korban yang seluruhnya wanita.
Para korban ini ditampung di rumah mewah berlantai 2. Mereka rencananya akan dipekerjakan di Singapura sebagai pembantu rumah tangga.
Kapolsek Bengkong, Iptu Muhammad Rizqy Saputra mengatakan pengungkapan ini berawal dari laporan salah seorang keluarga korban. Korban sudah berada di Batam dan diminta untuk membayar uang puluhan juta rupiah.
“Dari laporan itu kita telusuri lokasi tempat korban ditampung. Dan dilokasi kita temukan ada 12 orang korban,” ujarnya.
Selain menyelamatkan korban, polisi menangkap 2 orang di lokasi. Mereka yakni pria berinisial AR, 50, dan wanita berinisial YU, 37.
AR merupakan pemilik rumah yang bertugas menampung dan menjemput para korban ke bandara. Sedangkan YU bertugas mengurus para korban selama di penampungan.
“Korban direkrut dari beberapa daerah. Seperti dari Jawa, dan Sulawesi,” kata Rizqy.
Sementara dari pengakuan AR, ia sudah penampungan PMI ilegal tersebut atas permintaan seorang wanita di Singapura berinisial E. Selain menyewa rumahnya, ia juga diupah Rp 200 ribu untuk menjemput perorang PMI ke bandara.
“Rumah saya hanya disewa, kadang saya menjemput. Dulu saya sempat mengurus mereka, sekaranv sudah diurus dia (YU),” ujarnya di Mapolsek Bengkong.
Sedangkan pengakuan YU, ia diupah Rp 3 juta untuk mengurus para PMI di Batam. Ia bertugas memasak dan membeli kebutuhan para korban.
batampos – Drumer Metallica, Lars Ulrich mengkritik penonton pelempar barang. Melempar barang kepada musisi di panggung adalah lagu lama buat band rock Metallica. Lars Ulrich mengakui, tindakan tak bertanggung jawab itu bahkan membuat bandnya harus merogoh kocek ekstra.
Dalam siniar Conan O’Brien’s Needs a Friend, Kamis (3/8/2023), dia menceritakan, saat manggung di Long Beach Arena, Metallica harus mengganti rugi hingga USD 300 ribu (Rp 4,55 miliar). Gara-garanya, fans melempar bantalan kursi duduk di lokasi konser.
’’Kalau tidak salah, ada sekitar 16 ribu tempat duduk, mungkin? Kami harus membayar (ganti rugi) sekitar 15 ribu per tahun. Karena tiap kali kami tampil di Long Beach Arena, penonton melepas bantalan itu buat main frisbee di arena,’’ ungkapnya. Sadar akan hal itu, Metallica pun mengambil langkah ekstra.
Tiap kali tur radio di Long Beach, Ulrich dan kawan-kawan menegaskan, penonton dan penampil berhak bersenang-senang. Tapi, tetap bertanggung jawab. ’’Satu hal yang selalu kami bilang, ’Kalau kau merasa melawan pemilik gedung, otoritas, pemerintah, atau persetan apa pun itu, apa kau benar-benar seorang rebel?’. Satu-satunya orang yang kau lawan (lewat aksi melempar) adalah Metallica,’’ tegas musisi 59 tahun itu.
Pria berdarah Denmark tersebut menceritakan, salah satu konser bandnya juga sempat dibubarkan gara-gara aksi lempar fans. Saat itu Metallica tampil di LA Coliseum, arena terbuka dengan bangku lipat untuk area penonton. ’’Asal tahu saja, sekitar 40 ribu kursi lipat itu berakhir di panggung. Tiga lagu, dan kami harus menghentikan penampilan,’’ ucapnya.
Aksi serupa baru-baru ini dialami Cardi B. Saat tampil di kelab malam di Las Vegas pada Sabtu (29/7), wajahnya diguyur segelas minuman dan es oleh seorang audiens. Karena kaget, sang rapper melemparkan mikrofon ke arah penonton itu. Dua hari setelah kejadian, penonton tersebut melaporkan Cardi atas tindak kekerasan. Nyaris sepekan dari kejadian, mik yang dilempar itu dilelang di E-Bay oleh The Wave in Sin City, perusahaan produksi audio pemilik mik.
Pemilik perusahaan Scott Fisher menyatakan, lelang dibuka mulai USD 500 (Rp 7,59 juta). ’’Umumnya, mik tipe itu dibanderol USD 1 ribu (Rp 15,17 juta). Seluruh hasil penjualan nanti dibagi untuk dua lembaga amal lokal Las Vegas yang fokus pada remaja dan dewasa muda berkebutuhan khusus,’’ ujarnya, seperti dikutip TMZ. (*)
batampos – Krisis air di Batam menjadi atensi dan fokus dari banyak orang. Buruknya pelayanan ini membuat warga menderita, akibat gangguan suplai air bersih selama berhari-hari, bahkan bulanan.
Humas PT Air Batam Hilir (ABH), Ginda Alamsyah mengatakan perbaikan sudah hampir selesai. Untuk beberapa titik pengerjaan sudah mulai tuntas. Sehingga aliran air di beberapa titik sudah kembali lancar.
Ia menjelaskan perbaikan salah satu dari dua pompa intake di instalasi Pengolahan Air Duriangkang telah selesai.
Selesainya pekerjaan perbaikan pompa ini karena usaha maksimal team teknis, untuk segera mengalirkan air ke perumahan warga.
“Hari ini sudah mulai mengalir harusnya. Karena perbaikan berjalan dengan baik,” sebutnya kemarin.
Ia berharap mudah- mudahan dalam dekat ini tidak ada kendala lagi terkait suplai air bersih untuk warga Batam. Perbaikan instalasi masih akan terus dilakukan.
Untuk menuntaskan persoalan air bersih ini, pihaknya juga mendatangkan peralatan dari Singapura. Sehingga optimalisasi perbaikan instalasi bisa berjalan lebih baik.
“Kamis ini alat direncanakan tiba di Batam dari Singapura. Kendati begitu, belum bisa difungsikan karena harus ada alat bantuan lain untuk menunjang fungsi alat dari luar tersebut.
Sehingga aliran air ke sejumlah perumahan bisa mulai normal kembali. Ginda melanjutkan normalisasi aliran air ini bervariasi dan bertahap, karena ada beberapa pelanggan kita yang ada diujung dan elevasi yang tinggi membutuhkan beberapa waktu.
“Sudah mulai mengalir, untuk normal kami optimalisasi dalam waktu sepekan ini bisa tuntas. Karena alat sudah datang, tentu tim teknis akan bergerak lebih cepat,” tutupnya. (*)
Ilustrasi. Tabung elpiji 3 Kg di salah satu pangkalan resmi di Batam. (Foto: Dokumentasi batampos.co.id)
batampos – Beberapa persoalan menjadi pemicu kelangkaan elpiji 3 kg belakangan ini. Salah satu pemicunya yakni adanya lonjakan jumlah pengguna elpiji dari tabung non subsidi ke tabung subsidi atau elpiji 3 kg.
Dirjen Migas Kementerian ESDM Tutuka Ariadji menjelaskan, ada kenaikan jumlah pengguna elpiji subsidi hingga 5 persen. Pada saat yang sama, pengguna tabung non subsidi justru turun.
‘’Untuk yang PSO (public service obligation/subsidi) kebutuhan selalu naik, 4-5 persen. Non PSO turun 10 persen tahun kemarin. Ini jadi perhatian kami, apa yang sebetulnya terjadi di lapangan, kenapa non PSO turun, apakah terjadi switch,’’ ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, kemarin (3/8).
Dari fakta di lapangan, Tutuka juga menyebut adanya praktik pengoplosan tabung. Pihaknya tengah mengawasi hal tersebut dan mencari solusi dari persoalan yang terjadi.
Tutuka menyebut, pihaknya akan tetap memperketat pengawasan. Apalagi, harga elpiji melon saat ini masih jauh lebih murah dibandingkan harga elpiji non subsidi. Penjualan elpiji subsidi pun dilakukan secara terbuka, sehingga memungkinkan siapapun untuk membelinya. Padahal, hal itu bertujuan agar warga miskin mudah untuk membeli elpiji tersebut. Namun, yang terjadi malah sebaliknya.
Pemerintah pun mendorong PT Pertamina untuk dapat merampungkan registrasi pengguna elpiji melon di seluruh pangkalan. ‘’Kami akan dorong terus Pertamina selesaikan registrasi di tahun ini (2023). Kami pemerintah bersungguh-sungguh agar yang sudah diregistrasi ini akan dilaksanakan kebijakan tahun depan, di mana yang registrasi ini yang akan dilayani oleh Pertamina. Kami mendorong Pertamina agar bisa menyelesaikan tepat waktu,’’ jelas Tutuka.
Pemerintah saat ini melakukan transformasi subsidi dari komoditas ke orang. Dengan begitu, data registrasi dibutuhkan untuk memetakan seberapa banyak masyarakat miskin yang berhak menerima subsidi elpiji 3 kg.
Tutuka juga menyinggung kenaikan alokasi penjualan gas melon oleh Pertamina di pangkalan resmi dari 70 persen ke 80 persen. Hal itu dipicu karena pendataan warga miskin dilakukan di pangkalan resmi, bukan pengecer.
‘’Sehingga datanya bisa representatif bahwa data masyarakat miskin yang berhak itu, karena itu jumlah meningkat dari 70 persen ke 80 persen. Supaya data lebih tepat untuk masyarakat miskin,’’ jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Dirut Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan menambahkan, ada dua daerah yang mengalami lonjakan penjualan elpiji 3 kg, yakni Jawa Bagian Barat (JBB) dan Jawa Bagian Tengah (JBT). Hal itu terjadi hingga 31 Juli 2023. Pemicunya yakni adanya momentum hari libur nasional.
‘’Di Jawa Barat terdapat 36.000 pangkalan dan Jawa Bagian Tengah (JBT) 45.000 pangkalan. Kedua wilayah tersebut tidak terjadi kelangkaan,’’ jelasnya.
Riva memastikan bahwa tidak ada pengurangan pasokan elpiji meski di beberapa daerah mengeluhkan adanya kelangkaan. Pertamina juga bekerjasama dengan pemda untuk melakukan sidak ke lapangan. Sidak tidak hanya dilakukan di pangkalan, tapi juga lokasi yang memungkinkan penambahan jaringan distribusi.
‘’Komunikasi terus kami lakukan dengan masyarakat untuk tetap memberikan ketenangan dan informasi yang 100 persen benar bahwa LPG ini tidak akan pernah kita kurangi dan terus akan kita upayakan selalu tersedia bagi masyarakat yang membutuhkan,’’ tuturnya.
Pendataan juga terus dilakukan oleh Pertamina. Hingga 31 Juli 2023, Pertamina mencatat sudah ada 6,7 juta konsumen pengguna LPG yang datanya tercatat di sistem.
Direktur Logistik & Infrastruktur PT Pertamina (Persero) Alfian Nasution membenarkan adanya kenaikan penjualan elpiji 3 kg pada Juli 2023. Yakni mencapai 690 metrik ton. Jumlah itu memang tercatat naik 5 persen jika dibanding Juni 2023.
Meski begitu, Alfian memastikan ketersediaan elpiji di lapangan masih cukup hingga 15 hari ke depan. ‘’Kami sampaikan bahwasannya pada dasarnya stok LPG ini berkisar 14 hari dan ini cukup aman. Dan prognosa kami sampai akhir tahun nanti kami akan menjaga stok di kisaran 14 sampai 15 hari,’’ jelasnya. (*)