Kepala Dinas Tenaga Kerja Karimun Ruffindi menyerahkan poenghargaan zaro accident kepada salah satu perusahaan di Kabupaten Karimun.
batampos- Kantor UPT Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kepri di Karimun berbagi sembako bersama petugas kebersihan, Senin (24/7). Penyerahan sembako tersebut dalam rangka memperingati HUT ke-75 Pengawas Ketenaga Kerjaan Nasional Indonesia (PKNI).
“Penyaluran bantuan sembako ini kami sampaikan kepada teman-teman petugas kebersihan sebagai bentuk perhatian, dan kepedulian terhadap pekerja rentan,” ungkap Pengawas Disnakertrans Kepri Kabupaten Karimun, Ria Iswety.
Selain menyerahkan bantuan sembako, UPT Disnakertrans Kepri Kabupaten Karimun juga memberikan penghargaan zero accident kepada salah satu perusahaan. Harapnnya, agar perusahaan tersebut dapat terus berkoloborasi bersama dengan tetap mengedepankan aturan-aturan yang berlaku.
“Pesan khusus kami terhadap perusahaan ialah, agar mengedepankan aturan-aturan yang berlaku. Perhatikan kesejahteraan pekerja, dan mengikuti norma keselamatan kerja (K3),” tambahnya.
Penyerahan sembako, dan pehghargaan zero accident tersebut turut dihadiri Kepala Disnaker Karimun, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), perwakilan BPJS, dan perusahaan serta para petugas kebersihan di Karimun. (*)
batampos – Melalui Surat Keputusan (SK) Gubernur Kepri Nomor 485 tahun 2023 tentang ruas jalan provinsi, Pemprov Kepri sudah menegaskan, Kota Batam tidak lagi memiliki jalan provinsi.
ilustrasi jalan rusak F Dalil Harahap/Batam Pos
Namun demikian, ada beberapa pekerjaan peningkatan dan pembangunan jalan yang sedang digesa Pemprov Kepri melalui APBD TA 2023 ini.
“Pemprov Kepri sudah melepaskan seluruh jalan provinsi di Batam sejak bulan April 2023 lalu,” ujar Kepala Seksi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan, Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPP) Provinsi Kepri, Suji Hartanto, Selasa (25/7) di Tanjungpinang.
Menurutnya, lewat APBD TA 2023 ini, Pemprov Kepri telah mengalokasi anggaran lebih kurang Rp10 miliar untuk melakukan beberapa pekerjaan jalan di Batam.
“Meskipun statusnya sudah dilepas, namun pekerjaan yang sudah masuk dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Pemprov Kepri tetap dilaksanakan,” jelasnya.
Ditegaskannya, peningkatan jalan maupun pemeliharaan dilakukan Pemprov Kepri sampai tahun 2023 ini. Karena selanjutnya, menjadi kewenangan dari Pemko Batam.
“Karena sejak April 2023 lalu, sudah tidak ada lagi ruas jalan provinsi di Kota Batam didalam SK Gubernur Kepri Nomor 485 Tahun 2023,” tutupnya.
Ini Daftar Pekerjaan Jalan Pemprov Kepri di Batam Tahun 2023
Peningkatan jalan menuju masjid di Marina City Kota Batam Rp999 juta
Pemotongan jalan di Sp. Polsek batu aji kota batam Rp999 juta
Peningkatan jalan Tiban Indah Kota Batam Rp999 juta
Pelatih Manchester United Erik ten Hag (kiri) memberikan instruksi kepada gelandang Marcel Sabitzer yang diproyeksikan turun melawan Real Betis
batampos – Marcel Sabitzer resmi bergabung dengan Borussia Dortmund setelah menyelesaikan masa peminjamannya di Manchester United. Gelandang milik Bayern Munchen ini dijual ke Borussia Dortmund dengan harga EUR 19 juta adalah Rp 316 miliar.
Dilansir dari Sky Sport, Marcel Sabitzer menandatangani kontrak selama 4 tahun hingga 2027. Sekarang pemain kelahiran Austria tersebut telah berada di Dortmund untuk menjalani tes medis. Marcel Sabitzer akan segera begabung dengan squad Borussia Dortmund untuk mengikuti tur pramusim di Amerika Serikat.
Marcel Sabitzer direkrut oleh Bayern Munchen pada tahun 2021 lalu. Selama 1 setengah musim berseragam Bayern Munchen, Marcel Sabitzer berhasil menangi 1 gelar juara liga jerman dengan mencatatkan 2 gol 2 assists dalam 54 pertandingan di seluruh kompetisi.
Pada bulan Januari 2023 lalu, Bayern Munchen meminjamkan Marcel Sabitzer ke Manchester United. Selama 6 bulan bermain dibawah kepelatihan Erik Ten Hag, Pemain 29 tahun tersebut berhasil menangi 1 gelar Carabao cup dengan mencatatkan 3 gol dan 1 assists dalam 18 pertandingan di seluruh kompetisi.
Manchester United tidak mempermanenkan Marcel Sabitzer agar bisa menghemat dana karena mereka telah merekrut Mason Mount dan Andre Onana. Dikabarkan Manchester United juga sedang mengincar striker milik Atalanta, Rasmus Hojlund.
Bayern Munchen nampaknya juga tidak memasukkan Marcel Sabitzer dalam rencana Thomas Tuchel. Tidak hanya Sabitzer, Sadio Mane juga dikabarkan akan dijual ke Klub Arab Saudi. Al-Nasr dan Al-Ahli sedang memperebutkan Sadio Mane.
Marcel Sabitzer adalah pemain andalan di tim utama Timnas Austria. Marcel Sabitzer berhasil catatkan 14 gol dalam 71 pertandingan di seluruh kompetisi bersama Austria. (*)
Obat herbal merupakan bagian dari metode pengobatan tradisional yang telah diaplikasikan di berbagai negara secara turun-temurun. Indonesia sendiri masuk ke dalam 25 negara yang telah memiliki dan menerapkan kebijakan obat berbahan alami. Berbagai penelitian menyebutkan, dari puluhan ribu keanekaragaman hayati yang ada di Indonesia baru sekitar 1.000 jenis tumbuhan herbal digunakan untuk mencegah dan mengobati penyakit.
Obat herbal dipilih oleh sebagian masyarakat karena dianggap lebih alami dan minim efek samping, termasuk untuk obat batuk. Tingkat kepercayaan masyarakat pun semakin tinggi terhadap obat herbal dan upaya kesehatan tradisional . Kementerian Kesehatan mencatat sekitar 32 persen masyarakat Indonesia memilih menggunakan pengobatan dan obat tradisional ketika sakit .
Dari segi bisnis, data retail audit dalam 7 tahun terakhir memperlihatkan pertumbuhan obat batuk herbal 3 kali lebih cepat dari obat batuk non herbal. Penjualan obat batuk herbal terus tumbuh dan mencapai 16 persen di tahun 2022.
Oleh karena itu, OBH COMBI sebagai merek obat batuk nomor 1 dalam kemasan botol yang sudah dipercaya lebih dari 50 tahun, terus melakukan inovasi untuk menjawab kebutuhan konsumen dan pasar yang terus bertumbuh. Setelah peluncuran OB COMBI Antitussive di tahun 2022, kini OBH COMBI, salah satu produk dan merek dari COMBIPHAR, menghadirkan inovasi terbarunya, OBH COMBI Herbal.
“Batuk yang tidak diatasi dengan tepat dapat mengganggu kualitas hidup dan memperburuk kondisi kesehatan secara keseluruhan. Sejak 1972, OBH COMBI dari COMBIPHAR, telah menjadi obat batuk pilihan jutaan keluarga Indonesia dari generasi ke generasi. Dengan pengalaman panjang serta pemahaman mendalam mengenai karakter konsumen di Indonesia, OBH COMBI tak berhenti berinovasi. Terbaru, OBH COMBI memperkenalkan OBH COMBI Herbal sebagai pilihan obat batuk berdahak dengan bahan alami bagi konsumen yang lebih menyukai obat batuk herbal” ungkap Weitarsa Hendarto, Senior Vice President Marketing & International Operations COMBIPHAR.
OBH COMBI Herbal adalah salah satu pilihan dari rangkaian obat batuk OBH COMBI untuk konsumen yang memilih obat batuk jenis herbal. Kandungan alami OBH COMBI Herbal merupakan perpaduan ekstrak succus liquiritiae, ekstrak daun ivy dan madu. Madu memiliki antioksidan tinggi dan membantu meringankan batuk. Ekstrak daun ivy melegakan saluran pernafasan, mengurangi gejala batuk dan mengeluarkan dahak. Ekstrak succus liquiritiae (akar manis) meringankan iritasi, meredakan batuk serta melegakan saluran pernafasan.
“Kombinasi ketiga bahan alami tersebut membuat OBH COMBI Herbal mampu memberikan rasa nyaman dengan sensasi yang menghangatkan dan melegakan tenggorokan. OBH COMBI Herbal dapat membantu meredakan batuk berdahak untuk dewasa dan anak. Melalui OBH COMBI Herbal, COMBIPHAR menunjukkan komitmen terhadap inovasi, kualitas dan kebutuhan konsumen,” tambah Weitarsa.
Sharena Delon, public figure mengatakan, “Setelah pandemi saya semakin memprioritaskan soal kesehatan dan kebersihan keluarga. Untuk menjaga kesehatan keluarga, saya mulai dengan menyediakan asupan kaya gizi, vitamin dan mineral. Selain itu, jika ada yang sakit, saya akan memberikan obat herbal untuk membantu kesembuhan mereka. Karenanya, saya menyambut baik hadirnya OBH Combi Herbal untuk menambah pilihan obat batuk keluarga. Kandungan alaminya meyakinkan saya untuk menggunakannya bagi seluruh anggota keluarga. Terlebih, OBH COMBI Herbal merupakan bagian dari OBH COMBI yang tepercaya, dan sudah menjadi andalan orang tua saya ketika saya mengalami batuk sejak kecil. OBH Combi Herbal memiliki rasa yang melegakan dan membuat tenggorokan terasa nyaman. Jika melihat kemasan obat herbal yang didominasi oleh warna hijau, jangan lupa cari yang ada COMBI-nya.”
OBH COMBI Herbal dibuat menggunakan teknologi modern dan kualitas bahan alami yang terjamin sesuai standar Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) untuk menghasilkan produk obat yang memenuhi standar mutu (quality), keamanan (safety) dan manfaat (efficacy).
“COMBIPHAR mengerti bahwa sebagian masyarakat lebih memilih pengobatan herbal, karena berasal dari bahan alami dan minim efek samping. Dengan hadirnya OBH COMBI Herbal, diharapkan dapat memberikan alternatif bagi keluarga yang memilih pengobatan batuk herbal.” tutup Weitarsa. (*)
Tersangka beserta barang bukti kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) jaringan internasional Indonesia-Kamboja saat rilis di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (20/7/2023). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
batampos – Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) termasuk daerah yang menjadi prioritas kebijakan profiling saat pengurusan paspor.
Sebagaimana disampaikan Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi Kemenkum HAM Silmy Karim, dari daerah tersebut banyak didapati korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
Yang saat ini tengah diusut Satgas TPPOPolda NTB di wilayah Narmada, Lombok Barat, misalnya. Berdasar laporan korban bernama Wildan, 36, terhadap YA (perekrut) yang dijanjikan bekerja di Australia. ”Diiming-imingi gaji besar,” kata Kabidhumas Polda NTB Kombespol Arman Asmara Syarifuddin sebagaimana diberitakan Lombok Post.
Untuk bisa berangkat, Wildan diminta menyerahkan uang sebagai tanda jadi sebesar 40 persen. ”Ada pakai DP (uang muka) untuk bisa diberangkatkan,” bebernya.
Sekitar Juli 2022 Wildan menemui YA di daerah Lumajang, Jawa Timur. ”Setelah itu Wildan menyerahkan uang Rp 7 juta,” ujarnya. Empat teman Wildan juga tergiur saat dijanjikan gaji tinggi di Australia. Mereka turut menyerahkan uang ke YA. Namun, setelah tiga bulan, mereka tak kunjung diberangkatkan ke Australia.
Di sisi lain, Polda NTB menetapkan dua tersangka kasus TPPO. Penetapan tersangka itu buntut dari laporan dua korban berinisial J asal Inter Uwes dan SM asal Plampang, Sumbawa. ”Ya, itu ada dua tersangka sudah kita tetapkan,” kata Dirreskrimum Polda NTB Kombespol Teddy Ristiawan.
Teddy belum memberikan keterangan secara detail. Namun, dia memastikan bahwa dua tersangka tersebut berasal dari Sumbawa. Dia menjelaskan, korban dikirim ke Libya. Namun saat ini sudah berhasil pulang ke NTB.
Dari Jakarta, Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Ahmad Ramadan menjelaskan, Bareskrim membantu Polda Metro Jaya dalam menangani kasus TPPO. Khususnya terkait dengan penjualan ginjal jaringan Indonesia-Kamboja yang belum lama ini diungkap.
Pendalaman itu dilakukan untuk mengetahui pelaku utama penjualan organ tersebut. ”Penyidik Polda Metro Jaya bersama dengan Bareskrim Polri masih terus melakukan pendalaman terhadap pelaku utama penjualan organ tubuh,” imbuhnya.
Lebih lanjut Ramadan menjelaskan, hingga 23 Juli terdapat 709 laporan kasus TPPO yang telah ditangani Bareskrim dan polda jajaran. ”Lalu, korban yang diselamatkan mencapai 2.169 orang,” terangnya. Jumlah tersangka yang ditangkap mencapai 844 orang.
Sementara itu, Ketua Umum Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI) Tony Richard Samosir mengapresiasi langkah kepolisian dalam menindak pelaku TPPO yang terlibat penjualan ginjal ke Kamboja. Namun, menurut dia, penindakan itu bukan akhir dari kasus penjualan organ. ”Dalam beberapa tahun terakhir, kejadian serupa terus saja berulang dan menandakan adanya kelemahan sistem dari negara dalam melindungi segenap kepentingan warganya untuk kesehatan,” ungkapnya.
Menurut Tony, ginjal banyak ”dicari” lantaran banyaknya kasus gagal ginjal yang akhirnya membutuhkan cangkok organ tersebut. (*)
batampos – Temuan saat audit laporan keuangan di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT. Tanjungpinang Makmur Bersama (TMB) memprihatinkan dan amburadul. Hal itu disampaikan Dirut PT. Tanjungpinang Makmur Bersama (TMB), Windrasto Dwi Guntoro yang merupakan pejabat baru di perusahaan milik daerah tersebut.
Foto : Peri Irawan/Batam Pos. Dirut PT. TMB Windrasto Dwi Guntoro.
Guntoro menyebut saat awal menjabat, ketika Pemko Tanjungpinang meminta laporan keuangan, namun tak kunjung selesai dikerjakan.
“Saya langsung panggil Kantor Akuntan Publik (KAP) untuk audit keuangan,” Kata Guntoro, usai mengikuti rapat dengar pendapat (RDP) bersama DPRD Tanjungpinang, Senin (24/7).
Guntoro menyebut, audit itu sekarang sedang berjalan dan yang mengejutkan, kondisi laporan keuangan sebelumnya amburadul.
“Maaf saja lah, data yang dulu itu amburadul. Di sini data banyak yang nggak dijumpai, kurang komplit, kurang pendataan,” ujarnya.
Seharusnya audit 2022 itu mulai dilakukan pada Februari 2023, sementara yang terjadi sekarang audit baru dilaksanakan pada Mei 2023.
“Secara aturan audit itu otomatis harus masuk berdadarkan aturan pada jadwalnya,” ujarnya.
Saat dilakukan audit keuangan, kondisi kas di BUMD itu tidak ada, kemudian piutang mulai ditagih dan dibayarkan pada gaji karyawan yang sebelumnya tidak menerima gaji selama 6 bulan.
“Para karyawan baru dapat menghirup gaji 100 persen pada Juni ini lah,” ucapnya.
Ia memperkirakan dalam satu bulan kebutuhan untuk membayar gaji 41 karyawan BUMD mencapai Rp 160 juta, setelah dilakukan efisiensi.
“Dulu itu ada 44 karyawan tapi sudah ada yang pensiun, kontraknya ada yang sudah habis,” ucapnya. (*)
Orang tua siswa mendatangai SMAN 1 Batam untuk mendaftarkan anaknya.
batampos – Penerimaan peserta didik baru (PPDB) di Kota Batam setiap tahunnya menimbulkan polemik, mulai di tingkat dasar hingga menengah atas. Persoalannya sama, orangtua berbondong-bondong memasukkan anak ke sekolah negeri, sementara daya tampungnya terbatas.
Ironisnya, desakan yang begitu kuat dari orangtua siswa yang meminta anak-anak mereka tetap diterima di sekolah negeri yang mereka inginkan, membuat pemerintah daerah (pemda), baik Kota Batam maupun Provinsi Kepri, tidak berdaya menolak. Apalagi tahun politik, sulit bagi pemda untuk tidak mengakomodir kepentingan masyarakat tersebut.
Gubernur Kepri Ansar Ahmad dan Wali Kota Batam Muhammad Rudi akhirnya mengambil kebijakan menambah daya tampung setiap rombel agar siswa yang tidak lolos PPDB online bisa diakomodir.
Efeknya, daya tampung di setiap kelas atau dikenal dengan istilah rombel (rombongan belajar) menjadi lebih gemuk. Sejatinya hanya 36 siswa, dipaksakan ditambah hingga lebih mendekati 50 siswa per rombel. Kualitas pendidikan di Batam pun jadi pertaruhan.
“Bagaimana lagi, terpaksa kapasitas daya tampung setiap robel kami maksimalkan di setiap sekolah untuk kuota tambahan,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri Andi Agung di Batuaji belum lama ini.
Kebijakan penambahan kuota ini, diakui Andi, membawa dampak yang luar biasa. Apalagi di level SMK-SMA, daya tampung ditambah hingga separuh dari kuota daya tampung normal.
SMKN 1, SMAN 1, SMAN 3, SMKN 5, SMKN 7, dan SMAN 5 contohnya, tambahan siswa baru di atas 200 orang di masing-masing sekolah. Per kelas atau rombel jumlah siswanya menjadi lebih banyak, di atas 40 siswa.
Bahkan ada sekolah yang menambah rombel lagi seperti SMAN 1, SMAN 3, dan SMAN 5. Tiga sekolah ini bahkan harus buka kelas online karena kuota siswa tambahan terlampau banyak.
Pihak sekolah tak bisa berbuat banyak, sebab kebijakan kuota tambahan ini untuk mengakomodir siswa yang terus mendesak pihak sekolah untuk kembali menerima mereka.
“Itulah polemiknya. Salah satu sisi memang berdampak dengan kualitas pendidikan tapi tak mungkin juga kita abaikan anak-anak yang mau melanjutkan sekolah ini,” ujar Kepala Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Kepri cabang Batam, Kasdianto, kepada Batam Pos.
SMKN 1 Batam dalam kuota tambahan menerima kembali 100 siswa yang antre sebelumnya. Siswa lain yang tetap belum diakomodir disarankan untuk menggeser ke sekolah lain terdekat seperti SMAN 23 dan SMKN 8.
“RDT awal kita 547 siswa. Ada tambahan seratusan orang jadi mendekati angka 700 an jadinya,” kata Kepala SMKN 1 Batam Deden Suryana.
RDT tambahan ini adalah siswa di sekitar lingkungan sekolah yang memang sejak awal mengikuti proses PPDB di SMKN 1 Batam. Siswa yang antre sebelumnya diatas angka 200 orang namun sebagiannya sudah dialihkan ke sekolah lain terdekat seperti SMAN 23 dan SMKN 8 yang kuotanya masih memungkinkan.
“Jadi tetap tidak semua yang daftar dan tak lolos PPDB di sini kembali diterima semua. Tetap ada batasan karena RDT tambahan juga harus sesuai dengan kapasitas daya tampung maksimal sekolah,” kata Deden, Minggu (16/7).
Begitu juga dengan SMKN 3 Batam di Seibeduk, RDT tambahan ada sekitar 100 orang. Kriteria untuk siswa tambahan ini sama yakni siswa di sekitar lingkungan sekolah dan terdaftar di PPDB SMKN 3 sebelumnya. Juga tidak semua diterima, sebagian siswa yang antre ke SMKN 3 juga sudah dialihkan ke sekolah terdekat lainnya seperti SMAN 28 dan SMKN 9.
“Sudah tak ada masalah lagi. Sudah kita akomodir lagi sesuai instruksi dari Disdik,” kata kepala SMKN 3 Batam Refio.
Terkait dampak dari kuota tambahan ini, kepala sekolah mengaku sudah mempertimbangkan bersama Dinas Pendidikan Provinsi Kepri. Dalam arti, kuota tambahan ini masih bisa diatasi dengan mengoptimalkan fasilitas ataupun sumber daya manusia yang ada di sekolah.
“Kan Disdik menerima masukan dari sekolah. Sekolah tentu mengusulkan kuota tambahan sesuai dengan sumber daya yang ada. Jadi untuk sementara masih bisa diatasi,” ujar Refio.
Sementara, untuk kelas online di SMAN 1 Batam, Bahtiar menuturkan itu sifatnya sementara. Rombel yang menerima kelas online ini akan kembali mengikuti kelas reguler jika perbaikan lima lokal yang rusak rampung.
“Paling enam bulan itu,” ujar Bahtiar.
Kelas online ini secara teknis, kata Bahtiar, hanya untuk mata pelajaran teori. Kegiatan praktek seperti olahraga, ekstrakurikuler dan lainnya tetap dilakukan di sekolah.
“Alhamdulillah, sudah berjalan dengan baik, semoga dengan cepat selesai, agar anak-anak segera mendapatkan pembelajaran di sekolah masing-masing,” ujar Kasdianto.
Seperti diketahui, dalam PPDB yang sudah berjalan berpolemik. Ratusan bahkan ribuan siswa tidak terakomodir dalam PPDB tersebut. Orangtua yang anaknya tidak lolos PPDB bertahan di lokasi sekolah. Mereka ngotot anaknya diakomodir kembali sehingga Dinas Pendidikan Provinsi Kepri kembali membuka kuota tambahan.
Kuota tambahan ini tetap tidak mengakomodir semua siswa yang belum tertampung tadi. Dinas Pendidikan Provinsi Kepri telah mengatur siasat untuk memeratakan jumlah maksimal siswa di semua sekolah yang ada. Yang tetap tidak kebagian bangku di sekolah negeri disarankan untuk mendaftar ke sekolah swasta.
“Tetap tak bisa semuanya kita akomodir, karena daya tampung tambahan tetap ada batasannya,” ujar Kepala SMKN 1 Batam Deden Suryana.
Optimalkan Semua Fasilitas yang Ada
Kondisi serupa juga terjadi di level dasar (SD dan SMP). Peminat SD dan SMP negeri begitu banyak, namun daya tampung di sekolah negeri tidak sesuai.
Alhasil, banyak siswa yang awalnya tidak diterima di sekolah negeri tertentu dipaksa harus diterima karena alasan tertentu. Imbasnya, daya tampung di setiap kelas ditambah yang akhirnya berdampak kepada mutu dan kualitas pendidikan itu sendiri.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam, Tri Wahyu Rubianto mengakui, saat ini pihaknya tengah mengoptimalkan seluruh fasilitas yang ada. Menurutnya, seluruh pembelajaran akan tetap dijalankan semaksimal mungkin agar siswa-siswi baik SD dan SMP tetap mendapatkan hak belajar dengan baik.
“Terkait PPDB, saat ini kami sedang mengoptimalisasi fasilitas yang ada, termasuk sarana prasarana dan SDMnya, sehingga pembelajaran dapat terus berjalan,” ujar Tri, Senin (24/7).
Dilanjutnya, optimalisasi juga akan dilakukan pada jam mengajar guru dan tenaga pendidik. Salah satunya dengan mengarahkan agar jam mengajar guru per minggu lebih 30 jam mengajar.
“Karena saat ini kebanyakan hanya mengambil jam minimal mengajar yang hanya 24 jam per minggu,” tutur Tri.
Selain itu, Dinas Pendidikan Kota Batam, lanjut Tri, juga terus berkoordinasi untuk dapat menambah fasilitas pembelajaran di setiap sekolah negeri, khususnya kelas dan kebutuhan lain.
“Pembelajaran yang berjalan saat ini akan terus kami evaluasi agar dapat berjalan sesuai dengan ketentuan,” tambahnya.
Tidak hanya itu saja, Dinas Pendidikan Kota Batam juga akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat khususnya orangtua dan wali kelas 6 SD terkait kebijakan kebijakan PPDB secara lebih dini sehingga ke depan lebih bisa dipahami lagi.
“Karena bisa saja pemahaman kebijakan zonasi, afirmasi, dan prestasi belum dapat dipahami semua masyarakat kita. Dan terdapat hal-hal yang harus pula dipenuhi agar pembelajaran dapat berkalan dengan baik sehingga ke depan diharapkan tidak ada lagi pemaksaan untuk masuk sekolah di sekolah-sekolah tertentu,” jelasnya.
Di tempat terpisah, Kepala Ombudsman Perwakilan Kepri, Lagat Siadari mengatakan, dalam rapat yang digelar di lantai 4 Kantor Wali Kota Batam beberapa waktu lalu, Pemko Batam sempat ditegur keras oleh KPK karena dinilai melanggar aturan Permendikbud karena memberi izin kepada sekolah untuk menambah rombel.
Menurut dia, harusnya pemerintah mencari solusi yang berkeadilan, yang sesuai dengan aturannya. Bukannya mengikuti keinginan dari bebarapa pihak, yang kemudian dapat menambah permasalahaan baru.
“Solusi yang diberikan itu menambah permasalahan baru. Harusnya pemerintah tegas, jadi masyarakat bisa mengerti. Ini semua diikuti, jadi apa gunanya aturan yang sudah dibuat,” ujarnya.
Disinggung pelanggaran yang ditemukan selama PPDB di Kepri, menurut Lagat cukup jauh berkurang. Dimana pihaknya tak menemukan lagi, adanya informasi pungli ke sekolah-sekolah.
“Untuk pungli kami tak mendengar lagi, entah karena memang tak ada, atau memang pada takut untuk buka suara. Namun sampai saat ini, kami tak ada mendapat informasi,” ujar Lagat.
Biasanya, lanjut Lagat, pungli juga dilakukan pada pembeliaan paket seragam sekolah. Harga seragam dinaikan berkali lipat, dan wajib dibayar oleh orang tua siswa. Namun tahun ini, ia tak mendapatkan lagi informasi seperti itu.
“Mungkin karena dari awal kami sudah keras terhadap larang pungli ini. Tapi sempat ada di SMAN 15 Batam, heboh soal kewajibaan membayar uang sekolah langsung 2 bulan (Juli-Agustus), dan itu sudah selesai, tak ada masalah,” kata Lagat.
Namun, yang masih menjadi polemik dari tahun ke tahun adalah permasalahaan penerimaan siswa di sekolah negeri yang dianggap favorit. Juga dengan penambahan rombel, yang kemudian berbuntut pada siswa yang belajar online, seperti di SMAN 1 Batam.
“Ini yang masih jadi masalah, orang tua atau siswa yang tetap memaksakan sekolah di tempat yang mereka inginkan. Dan pemerintah mengamini permintaan mereka, padahal itu sangat berdampak pada kualitas belajar. Guru jadi tak maksimal mengajar, karena setelah mengajar langsung, mereka juga harus mengajar online. Ini yang kasihan, saya yakin kalau guru bisa bicara pasti mereka berontak,” sebut Lagat.
Masih kata Lagat, harusnya pemerintah sudah bisa mengantisipasi permasalahan yang sama, sehingga tak terulang lagi setiap PPDB. “Pemerintah daerah tidak pernah tegas terhadap aturan yang ada,” ujarnya.
Jangan Salahkan Orangtua
Sementara itu, anggota DPRD Kepri, Uba Ingan Sigalingging mengatakan, setiap masyarakat di Indonesia berhak mendapatkan pendidikan terbaik. Tugas pemerintah menyiapkan prasarana dan sarana yang baik untuk masyarakat, sehingga bisa mendapatkan pendidikan berkualitas.
“Mendapatkan pendidikan terbaik itu adalah amanat. Namun sayangnya, pemerintah memiliki keterbatasan menyediakan infrastruktur dan SDM, dihampir semua tingkatan pendidikan,” ujar Uba.
Menurut dia, harusnya dengan keterbatasaan itu, pemerintah melakukan sosialisasi dan menyampaikan ke masyarakat. Terutama terkait infrastruktur baik yang ada di sekolah umum maupun sekolah kejuruan. Dijelaskan seperti apa fasilitas sarana dan prasarana sekolah yang dibangun.
“Ini harus disampaikan, sehingga masyarakat paham. Contohnya pemerintah mengatasi kekurangan kuota dengan melakukan pembangunan, harus dijelaskan seperti apa sekolah tersebut,” jelas Uba.
Dijelaskan Uba, kenapa banyak dari masyarakat menolak anaknya bersekolah di sekolah baru? karena mereka menilai kualitas dan SDM di sekolah baru itu jauh tertinggal dengan sekolah lama yang sudah banyak meraih prestasi.
“Jadi jangan menyalahkan orangtua atau masyarakat jika menolak sekolah baru karena sekolah baru belum mampu bersaing dengan sekolah lama. Untuk itu, harusnya solusi dari pemerintah, menyiapkan infrastruktur dan tenaga pengajar terbaik, sehingga masyarakat yakin,” kata Uba.
Menurut Uba, tugas pemerintah yakni bertanggungjawab memastikan semua tempat pendidikan bagus. Sehingga yang dianggap sekolah unggulan tidak ada lagi. Namun sayang, status unggulan tak bisa dihapus begitu saja, pemerintah juga tak banyak bergerak untuk menghapus stigma tentang sekolah unggulan.
“Contohnya saja, SMAN 3 Batam, mereka mematok standar nilai tinggi untuk bisa masuk ke sekolah tersebut. Hal itu otomatis membuat stigma sekolah tersebut unggulan, tapi dinas pendidikan tidak paham itu,” jelas Uba.
Masih kata Uba, salah satu solusi agar sekolah baru bisa disukai dan menghilangkan stigma sekolah unggulan. Yakni menukar SDM guru yang ada disekolah unggulan dengan sekolah baru yang tak banyak diminati.
“SDM yang ada di sekolah yang dinilai unggulan ini bisa di-change dengan sekolah baru. Kenapa banyak orang tua ingin menyekolahkan anak mereka di sekolah unggulan, karena memang ingin mendapatkan pendidikan terbaik. Dan sekolah baru di nilai tak berkualitas, karena kurangnya sosialisasi, ” kata Uba.
Tak hanya itu, Uba menilai kurangnya kerjasama antara pemerintah Kota dengan Propinsi. Sehingga persoalan tentang PPDB dari tingkat SMP ke SMA selalu terjadi. Yang artinya, persiapan pemerintah menghadapi proses itu pun tak mengikuti matang.
“Dinas pendidikan Kota dan Propinsi harus bekerja. Jangan disalah kan masyarakat, karena mereka ingin yang terbaik untuk anak. Orang bersekolah bukan untuk mendapatkan bangku mewah, tapi pendidilan yang berkualitas. Karena itu banyak yang memilih untuk bersekolah di sekolah yang dapat nama unggulan,” jelas Uba.
Ia juga menilai, pemerintah tak memikirkan ouput setelah dari anak lulus SMA atau SMK. Misalnya, anak yang tamat sekolah, bisa langsung bekerja, karena sudah memiliki kualitas pendidikan yang baik.
“Output dari pendidikan itu adalah siap pakai. Percuma koar-koar investasi masuk, tapi anak tamatan dari Kepri tak terpakai di daerah sendiri. Sebaiknya anak tamat sekolah itu berdampak pada ekonomi keluarga bahkan daerah. Visi misi pendidikan harus jelas,” tegas Uba.
Pemerintah Harusnya Mensortir Pendaftar
Sementara itu. ketua Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS), Muhammad Raihan mengaku pihaknya sudah menerima keputusan pemerintah untuk menampung semua pendaftar yang tidak lolos PPDB di sekolah negeri.
“Kita terima, itu sudah mutlak dan ada undang-undangnya. Dan sesuai janji Wali Kota, warga Batam semuanya harus sekolah,” ujar Raihan kepada Batam Pos.
Namun, kata Raihan, keputusan pemerintah ini harus seiring dengan persiapan. Seperti persiapan penambahan kelas dilakukan jauh sebelum pelaksanaan PPDB.
“Pemerintah harus jauh hari untuk menampung. Atau kalau pemerintah mau bertanggung jawab, subsidi ke swasta,” katanya.
Raihan mengaku, hingga saat ini, pemerintah belum melibatkan pihaknya dalam pelaksanaan PPDB. Padahal, menurut dia, antara sekolah negeri dan swasta harus saling mendukung.
“Kita dari dulu tidak pernah dilibatkan. Swasta ini pendukung pemerintah, pemerintah tidak mendukung swasta akan bangkrut,” katanya.
Seharusnya, sambung Raihan, dalam pelaksanaan PPDB, pemerintah bisa mensortir para pendaftar. Ia meminta pemerintah untuk mengarahkan orangtua pendaftar yang mampu untuk ke swasta.
“Pemerintah kan ada datanya semua, bisa disortir. Seperti orangtua yang pengusaha, PNS itu ke swasta saja,” ungkapnya.
Menurut Raihan, dengan peraturan seluruh pendaftar ditampung di sekolah negeri tersebut akan menurunkan kualitas pendidikan anak. Sebab, dalam 1 kelas akan terdapat hingga 60 siswa.
“Pasti ada penurunan kualitas. Sebanyak itu siswa, dari nama saja, guru bisa lupa. Apalagi tidak ada AC, gimana mau belajar,” bebernya.
Raihan menambahkan, dengan adanya peraturan ini, sekolah swasta tetap mempersiapkan diri. Seperti dari segi kualitas, kurikulum, moral, dan akhlak.
“Biarkan orang tua memilih, dan menilai sendiri nanti. Yang pasti semuanya ada plus minusnya,” tutupnya.
Belajar dari Konsistensi MAN
Terkait PPDB di Batam yang selalu berpolemik, ada baiknya pemda belajar dari konsistensi PPDB sekolah di bawah Kementerian Agama.
Lihatlah MAN IC Batam, meski pendaftarnya mendekati 1000-an orang, namun yang lolos PPDB disesuaikan hasil tes dan daya tampung tersedia. Tak ada penambahan sama sekali, sehingga mereka yang tak lolos harus rela mencari sekolah lain.
Konsistensi itu juga ditunjukkan di Sekolah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Batam. Sekilah ini tetap mempertahankan jumlah ideal siswa, yakni maksimal 36 orang per kelas.
Kepala MAN 1 Batam Khairina menuturkan, kuota daya tampung MAN 1 Batam tetap sesuai dengan draft kuota awal saat PPDB dibuka yakni 410 siswa.
“Ini sudah sesuai dengan draft awal PPDB. Tidak bisa diganggu lagi. Kita ingin pertahankan kualitas pendidikan di sekolah ini,” ujarnya, Jumat (21/7) pekan lalu.
Disebutkan Khairina, kualitas pendidikan yang ada di MAN 1 Batam saat ini sudah cukup baik. Berbagai prestasi telah ditoreh dan sudah banyak lulusan MAN 1 Batam yang bekerja ataupun melanjutkan pendidikan di universitas ternama. Peningkatan kualitas pendidikan sudah jadi komitmen MAN 1 Batam sehingga hal-hal yang dianggap menghambat ataupun memengaruhi kualitas pendidikan tentunya akan diabaikan.
“Termasuk dengan daya tampung ini. Sudah fix sesuai jalur PPDB yang sudah berjalan. Tak ada lagi penambahan,” tegasnya.
Komitmen ini juga dibuktikan dengan penambahan kelas kurikulum Cambridge yang baru dibuka tahun ini. Kelasnya hanya untuk 24 siswa yang sudah lolos seleksi PPDB sebelumnya.
Kurikulum Cambridge ini masih terbatas di Batam dan baru ada di beberapa sekolah swasta. MAN 1 Batam tahun ini mulai memberlakukannya sebagai komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan mereka. (*)
batampos – Pasar Malam Punggur Batam di Kaliban Trade Centre merupakan tempat yang paling pas untuk menghabiskan malam. Pasalnya, lokasi tersebut menghadirkan suasana yang meriah serta tersaji hidangan lezat yang murah. Selain itu, tempatnya juga estetik dan tersedia aneka wahana permainan.
“Saya sering ke sini, hampir tiap hari karena rumah saya dekat. Biasanya saya datang buat nemenin anak saya main karena di sini kan banyak wahana anak-anak dan banyak makanan,” ujar Irfan, salah seorang pengunjung.
Pasar Malam KTC menawarkan beragam hidangan kuliner yang menggugah selera. Mulai dari hidangan tradisional hingga makanan internasional, terdapat 100-an stand makanan, minuman, dan permainan.
Marketing Pasar Malam Punggur Batam di Kaliban Trade Centre, Christin, mengatakan, pasar malam ini menawarkan suasana street food dengan harga mulai dari Rp 1.000-an.
“Dengan bermodal Rp 10 ribu saja, berbagai makanan dan minuman sudah dapat dinikmati. Pasar Malam Kaliban Trade Centre buka setiap hari mulai pukul 15.00 hingga 24.00 WIB,” katanya.
Untuk pecinta makanan pedas, pecinta makanan penutup manis, atau penggemar makanan laut segar, pasar malam ini memiliki beragam stan kuliner untuk memanjakan selera yang berbeda.
Jangan sampai melewatkan kesempatan untuk mencoba hidangan lokal dengan harga mulai dari Rp 1.000-an seperti sempol, nasi goreng, seblak, bakso, sate, dan masih banyak lagi.
“Dapat ditemukan juga berbagai penjual kue tradisional dan minuman segar yang menyegarkan,” sebutnya.
Selain hidangan lezat, pasar malam ini menawarkan suasana yang meriah dan penuh kehidupan. Terdapat berbagai stand kuliner yang menarik dan area tempat duduk untuk bersantai dan menikmati makanan. Selain itu, terdapat banyak wahana permainan yang bisa dinikmati oleh keluarga, pertunjukan musik dan tari tradisional yang akan menambah kegembiraan dan memperkaya pengalaman kamu di pasar malam ini.
“Pasar malamnya buka dari pukul 15.00 sore, tapi biasanya mulai ramai sekitar pukul 16.00. Pengunjung yang datang ada keluarga, anak anak remaja dan banyak juga orang yang jogging di sini. Kalau stand ada sekitar 100-an, termasuk yang mainan anak-anak. Kebetulan panggung juga kami sewakan buat orang bikin acara, jadi makin ramai juga dengan acara,” terangnya.
Jadi, tunggu apa lagi? Segera kunjungi Pasar Malam Punggur Batam di Kaliban Trade Centre dan nikmati pengalaman kuliner malam yang seru.
“Dapatkan kenikmatan kuliner yang lezat dan nikmati suasana meriah yang tak terlupakan. Pasar malam ini cocok untuk semua kalangan baik yang berumur 15 hingga 40 tahun,” tutupnya. (*)
batampos – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Khusus Batam menggelar pelatihan penanganan muatan barang berbahaya IMO COURSE 1.10 International Maritime Dangerous Goods (IMDG) Code. Pelatihan yang diikuti puluhan peserta ini berlangsung selama lima hari di I Hotel Batam, Senin-Jumat 24 – 28 Juli 2023.
Kepala Kantor KSOP Khusus Batam, M. Takwim Masuku mengatakan Training dan Sertifikasi Penanganan Muatan Barang Berbahaya IMO COURSE 1.10 International Maritime Dangerous Goods (IMDG) Code bertujuan untuk memberikan panduan pada semua aspek.Khususnya dalam penanganan barang berbahaya dan polutan laut yang meliputi prinsip-prinsip dasar serta tindakan tanggap darurat.
“Saya berharap kegiatan pelatihan ini terus dapat dilakukan guna penyiapan SDM yang memiliki pengetahuan dan kompetensi terkait penanganan muatan barang berbahaya khususnya di Pelabuhan Batam. Tentunya ini juga merupakan upaya bersama untuk meningkatkan daya saing Pelabuhan Batam, baik dengan Pelabuhan Domestik maupun Internasional” katanya.
Kegiatan ini diselenggarakan sesuai amanat dari Permenhub Nomor 16 Tahun 2021 tentang Tata Cara Penanganan dan Pengangkutan Barang Berbahaya di pelabuhan serta Keputusan Dirjen Hubla Nomor KP. 1011/DJPL/2021 tentang SOP Penanganan dan Pengangkutan Barang Berbahaya di pelabuhan. Peraturan tersebut mengamanahkan bahwa barang berbahaya yang akan ditransportasikan melalui pelabuhan laut di wilayah Indonesia wajib memenuhi syarat dan ketentuan, mulai dari kemasan, penumpukan dan penyimpanan, kodefikasi/penandaan hingga pengangkutan serta ketentuan spesifikasi dan pengujian sesuai dengan IMDG Code dan perubahannya.
Selain itu, Kepala Kantor KSOP Khusus Batam mengucapkan selamat kepada seluruh peserta pelatihan dan berharap semoga peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan sebaik-baiknya untuk mendapatkan ilmu pengetahuan yang bermanfaat terkait dengan peningkatan kualitas Penanganan Muatan Barang Berbahaya di Pelabuhan Batam.
“Dengan ilmu dan pengetahuan yang diperoleh semoga dapat diimplementasikan guna meningkatkan keterampilan dalam mewujudkan keamanan dan keselamatan di bidang pelayaran” ujarnya.
Alat berat mulai melakukan pengerukan di lokasi pekerjaan pemasangan box culvert di Jalan Lama Km 78, Desa Lancang Kuning, Kecamatan Bintan Utara. F.Kiriman Waluyo untuk Batam Pos.
batampos– Lalu lintas (lalin) kendaraan di Jalan Lama Kilometer (Km) 78 tepatnya sekitar Kampung Jayapura Gemilang, Desa Lancang Kuning, Kecamatan Bintan Utara untuk sementara dialihkan.
Hal ini dikarenakan adanya pekerjaan pemasangan box culvert.
Kasi Lalu Lintas pada Dinas Perhubungan Bintan, Raymond mengatakan, pengalihan lalin kendaraan dilakukan karena adanya pekerjaan pemasangan box culvert di jalan lama Km 78 tepatnya di sekitar Kampung Jayapura Gemilang, Desa Lancang Kuning.
Demi kenyamanan pengguna jalan, dia mengatakan, sudah dipasang spanduk pemberitahuan agar penguna jalan bisa melintasi jalan lama.
Setidaknya ada lima spanduk pemberitahuan yang dipasang diantaranya di depan SMPN 13 Bintan di Tanjunguban, simpang depan Mako Brimob Tanjunguban, Simpang tiga depan Melayu Berdendang.
Sebaliknya dari arah Lagoi, dipasang spanduk yang sama di Simpang Sei Kecil, Kecamatan Teluk Sebong dan Simpang Perumahan 10 Kecamatan Teluk Sebong.
Kanit Kamsel Satlantas Polres Bintan, Zulfikar mengatakan, untuk kelancaran pekerjaan dan kenyamanan perjalanan penguna jalan sudah dipasang spanduk pemberitahuan terkait pekerjaan pemasangan box culvert di jalan Km 78 di Desa Lancang Kuning,
Dia juga mengimbau kepada pengguna jalan agar memperhatikan rambu-rambu lalu lintas yang ada di jalan sebagai panduan bagi keamanan dan keselamatan dalam berkendara.
Sementara Wakil Direktur CV. Tapak Anak Negeri, Polo menyampaikan, akses jalan dialihkan untuk sementara karena adanya pekerjaan pemasangan box culvert yang diperbaiki total mulai Selasa (25/7/2023).
Pekerjaan, kata dia, diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 10 hari.
“Mudah-mudahan tidak ada halangan, hingga pekerjaan bisa selesai sesuai dengan rencana,” harapnya. (*)