Jumat, 3 April 2026
Beranda blog Halaman 5071

Tidak Miliki CBIB, KKP Segel 2 Unit Tambak Udang di Galang

0
IMG 20230709 WA0025 e1688953921484
proses penyegelanudang, kpp

batampos – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) menyegel dua unit usaha budidaya udang milik PT. DMMP dengan luas 9,2 hektare dan PT. TSJU di lahan seluas 9 hektare, di Rempang Galang, Batam, Rabu (5/7) kemarin.

Penyegelan dilakukan bersamaan dengan kegiatan sidak Kunjungan Kerja (Kunker) Ketua Komisi IV DPR RI.

Direktur Jenderal PSDKP, Laksamana Muda TNI Dr Adin Nurawaluddin yang memimpin langsung proses penyegelan mengatakan, penyegelan tersebut merupakan langkah tegas Ditjen PSDKP serta berkat kerja keras pengawasan yang telah dilakukan oleh jajaran Ditjen PSKDP melalui Pangkalan PSDKP Batam.

“Ini merupakan langkah komitmen kami dalam melakukan penegakan hukum di bidang kelautan dan perikanan khususnya bagi pelaku usaha yang melanggar ketentuan yang berlaku,” ujar Adin melalui Subkordinator Humas KKP, Didik dalam keterangannya, Minggu (9/7).

BACA JUGA:Area Tambak Udang di Piayu Dirusak

Adin menyampaikan pelanggaran yang terjadi pada kedua usaha budidaya tersebut adalah tidak memiliki dokumen Cara Budidaya Ikan Yang Baik (CBIB) dan tidak menerapkan kaidah CBIB yang telah ditentukan.

“Seperti yang kita ketahui dokumen maupun kaidah CBIB penting dilakukan oleh para pelaku usaha karena dengan penerapan CBIB akan memberikan jaminan mutu dan keamanan bagi hasil perikanan yang dibudidayakan, ” terang Adin.

Laksda Adin menyampaikan bahwa pihaknya menginstruksikan PT. DMMP dan PT. TSJU untuk memperbaiki perizinan dengan mengupload skala usaha dalam NIB sesuai faktanya serta berkoordinasi dengan Dinas Perikanan Kota Batam dan Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Batam.

“Setelah perbaikan skala usaha perijinan, maka PT. DMMP dan PT. TSJU akan mendapatkan dokumen CBIB yang diterbitkan oleh Ditjen Perikanan Budidaya, KKP,” papar Laksda Adin. (*)

reporter: rengga

Pencarian Jemaah Hilang Terus Dilanjutkan

0
Jemaah haji Indonesia melepas lelah di depan Pasar Kakiyah, Makkah, setelah belanja oleh-oleh, Kamis (6/7). (EKO PRIYONO/JAWA POS)

batampos – Petugas Penyelenggara Haji Indonesia disebar untuk menemukan keberadaan tiga jemaah haji yang hilang. Hingga hari ke-13 sejak menghilang, ketiganya belum terendus.

Ketiga jemaah haji tersebut adalah Niron Sunar Suna asal Probolinggo, Idun Sunar Suna, dan Suharja Wardi Ardi. Ketua Kloter 65 Embarkasi Surabaya Hartono Kemi mengatakan, pada 28 Juni 2023 Niron bersama rombongan KBIH Nurul Haramain melakukan lempar jumrah hari kedua, berangkat dari tenda setelah shalat Subuh.

Dia mengatakan, Niron masih bersama rombongan sejak perjalanan dari tenda di Mina hingga ke jamarat. Namun ketika rombongan sampai ke tenda, Niron sudah tidak bersama lagi. Setelah ditunggu sampai sore, Niron tidak kunjung datang. Saat itulah pencarian mulai dilakukan.

Awalnya pencarian dilakukan di daerah Mina. “Karena biasanya tersesat pulang atau terbawa rombongan jemaah lain,” katanya. Namun hingga proses armuzna selesai, Niron tidak kunjung ditemukan. Tiga hari berselang, sejumlah barang milik Niron ditemukan di Mina. Yaitu, tas yang berisi paspor, identitas, baju. Namun saat disisir ulang, Niron tidak ditemukan.

Sementara itu, Suharja Wardi Ardi hilang sejak pelaksanaan wukuf di Arafah pada 21 Juni 2023. Saat itu Suharja berpamitan kepada rombongannya untuk mengambil air wudhu di toilet terdekat. Namun hingga pelaksanaan wukuf selesai, dia tidak kembali. Sampai sekarang belum juga ditemukan.

Demikian pula dengan Idun Rohim, jemaah haji asal Ogan Komering Ilir (OKI), Provinsi, Sumatera Selatan. Idun juga terakhir terlihat saat berpamitan ke toilet. Namun dia juga tidak kembali. Maytizah Husna, Ketua kloter 20 embarkasi Palembang (PLM) mengatakan, pencarian masih terus dilakukan. Sesuai jadwal, Idun pulang ke tanah air 29 Juli.

Maytizah mengaku sudah berkomunikasi dengan keluarga Idun. Berdasarkan hasil konsultasi, pihak keluarga meyakini Idun masih berada di Arafah. Petugas kemudian menyisir lagi Arafah. Berbagai sudut maktab (tempat penginapan) di Arafah sudah disusuri. Satu persatu tenda maktab yang belum dibongkar, dimasuki. Termasuk toilet tempat terakhir kali Idun pamitan. Juga di luar wilayah yang ditempati tenda. “Sudah kami sisir di maktab di Arafah, tidak ketemu,” ungkap Maytizah.

Kepala Bidang Perlindungan Jamaah Haji (Kabid Linjam) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Harun Al Rasyid juga menghubungi Saidi, salah satu anak Idun. Dalam percakapan itu, Saidi memastikan ayahnya hanya bisa ditemui oleh habib atau oleh petugas haji. “Kami keluarga berharap bisa ditemukan segera. Kami cuma bisa berdoa. Kita samo samo (sama sama) berdoalah dari sini,” ujarnya melalui video call.

Harun mengatakan, pencarian masih terus dilakukan. Dia membentuk beberapa tim yang disebar. Sebagian besar rumah sakit sudah didatangi, kamar mayat, hingga ruang inap sudah dilihat satu per satu.

Pencarian juga dilakukan ke Jabal Rahmah dan lokasi lain yang jauh dari titik hilang pertama. “Kami sudah upayakan pencarian di berbagai tempat, berulang kali kita laksanakan,” kata Harun.

Sementara itu dari Jakarta, Kementerian Agama (Kemenag) mengumumkan mulai hari ini (10/7) jemaah haji gelombang kedua diberangkatkan ke Madinah. Dengan demikian, jemaah haji Indonesia yang di kota Makkah bakal berangsur kembali sepi. Pasalnya ada jemaah yang dipulangkan ke tanah air dan diberangkatkan ke Madinah.

Koordinator Media Center Haji (MCH) PPIH Pusat Dodo Murtado mengatakan, pergerakan jemaah haji gelombang kedua itu, kebalikan dari gelombang pertama. Jemaah haji gelombang pertama, waktu itu mengawali ibadah haji dengan mendarat di Madinah dan pulang ke tanah air dari Jeddah. Sedangkan jemaah gelombang kedua, tiba di Jeddah dan nanti pulang dari Madinah.

Jemaah haji gelombang kedua diberangkatkan ke Madinah juga untuk menjalankan ibadah arbain. Atau salat wajib 40 waktu berturut-turut di Masjid Nabawi. ’’Mereka akan berada di Madinah sekitar delapan atau sembilan hari,’’ kata Dodo di Asrama Haji Pondok Gede kemarin (9/7). Dodo mengatakan petugas daerah kerja (daker) Madinah sudah siap menyambut kedatangan jemaah haji.

Diantara persiapan menyambut kedatangan jemaah itu adalah, petugas haji sudah berkoordinasi dengan penyedia katering. Supaya saat jemaah tiba di Madinah, katering sudah siap. Selain itu juga disiapkan layanan untuk jemaah lansia.

Dodo menuturkan perjalanan dari Makkah ke Madinah dilakukan menggunakan bus. Menempuh perjalanan sekitar enam jam. Jemaah diminta untuk menjaga stamina, makan, dan minum yang cukup sebelum diberangkatkan ke Madinah. Selama perjalanan, jemaah juga bisa melakukan peregangan di dalam bus.

Seiring waktu pulang jamaah haji dari Arab Saudi, masih ada beberapa yang terpaksa harus pulang belakangan. Sebab mereka yang pulang tidak bersama dengan kloternya karena sakit dan tidak laik terbang. Sehingga mereka harus tanazul.

Kepala KKHI Makkah dr. Edi Supriyatna mengungkapkan hingga 16 Juli mendatang sudah dijadwalkan 15 jemaah haji yang akan dipulangkan dengan mekanisme tanazul. Selain itu KKHI Makkah sudah mengajukan 36 usulan tanazul ke layanan kepulangan. “Data ini sifatnya masih dinamis,” ungkap Edi

Salah satu jemaah haji sakit yang dipulangkan pada Sabtu lalu adalah Salamah. Perempuan 78 tahun itu berasal kloter SUB 10. Salamah kembali ke tanah air melalui proses tanazul dari KKHI Makkah karena kloter asalnya yakni SUB 10 telah kembali ke tanah air sejak 7 juli lalu. “Ibu Salamah, jemaah haji sakit yang tertunda kepulangannya karena kondisi kesehatannya,” kata Edi.

Salamah menuju Bandara Jeddah dengan menggunakan ambulans dan didampingi oleh satu dokter dan perawat untuk memastikan kondisinya terus stabil. Selain itu setibanya di Bandara Jeddah, Salamah akan distabilkan dahulu di pos kesehatan Bandara Jeddah.

Edi menambahkan bahwa terdapat dua istilah tanazul yaitu tanazul awal dan tanazul akhir. Tanazul awal dilakukan jika jemaah haji sakit tidak memungkinkan untuk tinggal dan beraktifitas lebih lama di tanah suci namun saat dipulangkan kondisi jemaah haji tersebut dalam kondisi stabil dan laik terbang. Jemaah haji yang dipulangkan dengan mekanisme tanazul awal akan dititipkan dengan kloter lain dalam embarkasi yang sama sebelum jadwal kepulangan kloter asal.

Sedangkan tanazul akhir dilakukan kepada jemaah haji sakit yang tertinggal dari jadwal pemulangan kloter asal karena kondisinya yang belum stabil dan belum laik terbang. Pemulangan Salamah ini melalui mekanisme tanazul akhir. “Harapan kami jemaah haji yang sakit dapat dipulangkan ke tanah air dengan aman, tetap stabil kondisinya, selamat sampai ke tanah air dan bertemu kembali dengan keluarga,” ucap Edi. (*)

Reporter: JP Group

 

Data Tiga Jemaah Haji yang Hilang Saat Puncak Haji

Suharja Wardi Ardi

Embarkasi : KJT Kloter 10

Hilang di Arafah pada 27 Juni 2023 setelah pamit ke Toilet

 

Idun Rohim Zen

Embarkasi : Palembang Kloter 20

Hilang di Arafah pada 27 Juni 2023 setelah pamit ke Toilet

 

Niron Sunar Suna

Embarkasi : Surabaya Kloter 65

Hilang setelah melempar jumroh di Mina 28 Juni 2023

 

Pencarian

– Rumah sakit di Arab Saudi.

– Kamar jenazah

– Jabal rahmah

– Menyisir ulang Arafah, Muzdalifah, dan Mina

Sumber : Kementerian Agama

Proses Penyelidikan Dugaan Malpraktik, Polisi Merujuk UU Tenaga Kesehatan

0
Foto: Yusnadi Nazar
Kapolresta Tanjungpinang Kombes Heribertus Ompusunggu.

batampos– Penyidik Polresta Tanjungpinang merujuk pada Undang-undang (UU) Nomor 36 Tahun 2014 Tentang Tenaga Kesehatan dalam proses penyelidikan dugaan malapraktik persalinan.

Kapolresta Tanjungpinang Kombes Heribertus Ompusunggu melalui Kasat Reskrim AKP M. Darma Ardiyaniki, mengatakan pihaknya masih menyelidiki dugaan malapraktik persalinan.

Pada proses penyelidikan, pihaknya menemukan adanya indikasi kesalahan penanganan atau kelalaian oleh tenaga kesehatan.

BACA JUGA:Dugaan Malpraktik, Polisi Minta Keterangan Ahli Pidana

“Itu Lex Specialis. Masuk Undang-undang Tenaga Kesehatan karena ada unsur kelalaian,” jelasnya.

Pihaknya, lanjut Darma, masih meminta keterangan dan klarifikasi dari saksi-saksi serta segera meminta keterangan dari saksi ahli.

BACA JUGA:14 Dokter Internship Ditempatkan di RSUD dan Puskesmas

“Saksi ahli ya tentunya ahli kesehatan,” sebutnya.

Dalam dugaan ini, Satreskrim Polresta Tanjungpinang melakukan penyelidikan terkait dugaan malapraktik Rumah Sakit Umum Daerah Raja Ahmad Tabib (RSUD RAT) Tanjungpinang.

Dua orang tua bayi yang diduga korban malpraktik, telah diperiksa polisi guna proses penyelidikan lebih lanjut.

Sebelumnya diketahui, orang tua korban melaporkan dugaan malapraktik proses persalinan di Rumah RSUD RAT ke Polresta Tanjungpinang, Sabtu (13/5) lalu.

Usai persalinan, tangan kanan bayi diketahui tidak bergerak atau lumpuh karena saraf tangan bayi putus. Hal itu diduga karena terjadi salah penanganan oleh tenaga medis saat proses persalinan. (*)

reporter: yusnadi

Pelabuhan Pulau Nirup Diresmikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi

0

 

batampos – Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Budi Karya Sumadi, meresmikan Terminal Khusus Pariwisata PT Tritunas Sinar Benua & One°15 Marina di Pulau Nirup, Batam, Sabtu (8/7).

HL Wisatawan di nirup 2 F Cecep Mulyana
foto: cecep mulyana / batam pos
Dua orang wisatawan berjalan di pantai kawasan wisata Pulau Nirup di Kecamatan Belakangpadang, Sabtu (8/7).

Terminal ini akan menjadi pintu masuk ke Pulau Nirup. Untuk sampai ke Pulau Nirup bisa melalui dua pelabuhan: pertama dari Pelabuhan Harbourbay, Batam, dan kedua bisa melalui pelabuhan dari Singapura.

Agar memudahkan para wisatawan dari mancanegara masuk ke Pulau Nirup, di terminal sudah disiapkan personel CIQP (Custom, Immigration, Quarantine dan Port Authority).

”Pelabuhan Nirup akan menjadi pintu gerbang penting,” kata Komisaris PT Tritunas Sinar Benua, Jimmi Ho, dalam sambutannya, Sabtu (9/7).

Ia mengatakan, dua pintu masuk ke Pulau Nirup tersebut akan disiapkan secara matang. Sehingga, turis atau wisman yang datang ke Pulau Nirup, mendapatkan pengalaman yang berbeda dan pelayanan yang luar biasa. ”Kami nantinya siapkan juga paket-paket (liburan),” ujar Jimmi.

Pulau Nirup nantinya akan dikelola oleh One°15 Marina. Jimmi me-ngatakan bahwa One°15 Marina sudah berpe-ngalaman dalam mengelola kawasan pariwisata. ”Sudah ada di beberapa negara, seperti Tiongkok dan Singapura pastinya,” tutur Jimmi.

Pelabuhan Nirup sendiri diperuntukkan untuk dua jenis kapal, yakni untuk kapal penumpang umum, yang datang dari Pelabuhan Harbourbay dan pelabuhan Singapura.

Pengelola Pulau Nirup juga menyedikan pelabuhan khusus untuk yacht. Pelabuhan khusus yacht ini, tersedia sebanyak 44 unit.

”CIQP (Custom, Immigration, Quarantine dan Port Authority) kami siapkan. Sehingga mempercepat proses dokumen masuk ke Pulau Nirup,” ujarnya.

Di Pulau Nirup juga akan menyediakan hotel, dimana operator hotel serta yang menangani makanan dari Hotel Westin, Amerika Serikat.

Sehingga, makanan dan pelayanan yang disajikan ke wisman, dipastikan kelas internasional. Meski demikian, dirinya tidak melupakan warga lokal. ”Pegawai di Pulau Nirup direkrut dari warga yang tinggal di kawasan Belakangpadang,” katanya.

Selain itu, keberadaan Pulau Nirup juga demi memajukan pariwisata Batam. Pengelola Pulau Nirup akan menyiapkan paket jalan-jalan budaya.

”Jadi, wisman tidak hanya berwisata di Pulau Nirup saja, tapi kami akan arahkan juga ke Belakangpadang. Agar menikmati budaya dan makanan di sana,” tuturnya.

Jimmi yakin Pulau Nirup akan menjadi magnet baru pariwisata di Kepri. Sehingga, bisa mendatangkan wisman lebih banyak lagi ke Kepri, Batam khususnya.

”Ini cita-cita besar, meningkatkan pariwisata di Kepri, bahkan Indonesia,” ujarnya.

 

Menhub: Permudah Regulasi dan Perizinan Pulau Nirup

Menhub Budi Karya Sumadi dalam sambutannya, siap mendukung perkem-bangan Pulau Nirup. Sebab, potensi Pulau Nirup sebagai pariwisata kelas dunia, sa-ngat besar.
Karena, letaknya strategis dari Singapura dan negara tetangga lainnya. Oleh sebab itu, Budi meminta agar regulasi dan perizinan dipermudah.

nirup resmi
foto: cecep mulyana / batam pos
Dari kiri; Chairman and CEO SULT Group Arthur Tay, Komisaris Utama PT Tri Tunas Sinar Buana Hartono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Gubernur Kepri Ansar Ahmad, Komisaris PT Tritunas Sinar Benua Jimmi Ho, Dubes Indonesia untuk Singapura Suryo Pratomo, Aggota DPR RI Asman Abnur, Ketua DPRD Batam Nuryanto dan undangan lainnya meresmikan One°15 Marina dan Terminal Ferry Nirup di Pulau Nirup, Kecamatan Belakangpadang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Sabtu (8/7) lalu.

Ia tidak ingin ada izin-izin atas Pulau Nirup dipersulit. ”Lokasi wisata ini sangat bagus. Dukung dengan promosi-promosi secara luas dan siap-kan regulasi yang mudah. Jadikan ini sebagai sarana yang bisa membawa nama baik Kepri dan Indonesia,” kata Budi Karya.

Berdasarkan data geografis, Pulau Nirup berada di Kecamatan Belakangpadang, dengan jarak sekitar 8 mil laut dengan negara Singapura. Di Pulau Nirup akan didirikan hotel, vila air dan fasilitas wisata lainnya, di atas area seluas 47.100 meter persegi.

Hadirnya wisata di Pulau Nirup yang menampilkan wisata mewah bagi wisman sekaligus menjadi tempat rekreasi yang dapat dijangkau wisatawan lokal. Diharapkan dapat memberikan efek domino bagi pertumbuhan dan perkembangan ekonomi masyarakat di Kecamatan Belakangpadang.

Hadirnya wisata di Pulau Nirup ini juga akan dapat menyerap tenaga kerja dari penduduk lokal, dan nantinya akan disejalankan juga dengan menghidupkan wisata di Pulau Belakangpadang, seperti wisata kuliner, wisata budaya, dan wisata sejarah.

Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, juga menyatakan dukungannya untuk pe-ngembangan Pulau Nirup. Namun, ia berharap ke depannya tidak hanya Pulau Nirup yang berkembang.

Di Kepri, kata Ansar, terdapat 2.408 pulau. Ia berharap, pulau-pulau lainnya bisa berkembang dan menjadi potensi wisata di Kepri.

”Pintu-pintu masuk internasional sudah sangat banyak. Dapat melalui Bandara Internasional Hang Nadim Batam dan Bandara Internasional Raja Haji Fisabilillah di Tanjungpinang.

Kemudian di jalur laut, dapat melalui Pelabuhan Internasional Batam Center, Harbourbay, Batuampar dan Pelabuhan Internasional Sekupang di Kota Batam serta Pelabuhan Internasional Sri Bintan Pura, Kota Tanjungpinang,” ujarnya.

Sedangkan, pelabuhan khusus yacht sejauh ini hanya Nongsa Point Marina dan Bandara Bintan Telani. Kehadiran Pulau Nirup, kata Ansar, menambah opsi pelabuhan yacht di Kepri.

Peresmian Pulau Nirup ini dihadiri juga beberapa pejabat penting, mulai dari duta besar Indonesia untuk Singapura, jajaran pejabat dari TNI dan Polri. Selain itu juga datang CEO of SUTL Group, Arthur Tay. Selain itu, peresmian ini disaksikan wisman dari berbagai negara. (*)

Ke Pulau Nirup, Bisa melalui Harbourbay, Batuampar

0

batampos – Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Budi Karya Sumadi, meresmikan Terminal Khusus Pariwisata PT Tritunas Sinar Benua & One°15 Marina di Pulau Nirup, Batam, Sabtu (8/7).

HL Wisatawan di nirup 2 F Cecep Mulyana
foto: cecep mulyana / batam pos
Dua orang wisatawan berjalan di pantai kawasan wisata Pulau Nirup di Kecamatan Belakangpadang, Sabtu (8/7).

Terminal ini akan menjadi pintu masuk ke Pulau Nirup. Untuk sampai ke Pulau Nirup bisa melalui dua pelabuhan: pertama dari Pelabuhan Harbourbay, Batam, dan kedua bisa melalui pelabuhan dari Singapura.

Agar memudahkan para wisatawan dari mancanegara masuk ke Pulau Nirup, di terminal sudah disiapkan personel CIQP (Custom, Immigration, Quarantine dan Port Authority).

”Pelabuhan Nirup akan menjadi pintu gerbang penting,” kata Komisaris PT Tritunas Sinar Benua, Jimmi Ho, dalam sambutannya, Sabtu (9/7).

Ia mengatakan, dua pintu masuk ke Pulau Nirup tersebut akan disiapkan secara matang. Sehingga, turis atau wisman yang datang ke Pulau Nirup, mendapatkan pengalaman yang berbeda dan pelayanan yang luar biasa. ”Kami nantinya siapkan juga paket-paket (liburan),” ujar Jimmi.

Pulau Nirup nantinya akan dikelola oleh One°15 Marina. Jimmi me-ngatakan bahwa One°15 Marina sudah berpe-ngalaman dalam mengelola kawasan pariwisata. ”Sudah ada di beberapa negara, seperti Tiongkok dan Singapura pastinya,” tutur Jimmi.

Pelabuhan Nirup sendiri diperuntukkan untuk dua jenis kapal, yakni untuk kapal penumpang umum, yang datang dari Pelabuhan Harbourbay dan pelabuhan Singapura.

Pengelola Pulau Nirup juga menyedikan pelabuhan khusus untuk yacht. Pelabuhan khusus yacht ini, tersedia sebanyak 44 unit.

”CIQP (Custom, Immigration, Quarantine dan Port Authority) kami siapkan. Sehingga mempercepat proses dokumen masuk ke Pulau Nirup,” ujarnya.

Di Pulau Nirup juga akan menyediakan hotel, dimana operator hotel serta yang menangani makanan dari Hotel Westin, Amerika Serikat.

Sehingga, makanan dan pelayanan yang disajikan ke wisman, dipastikan kelas internasional. Meski demikian, dirinya tidak melupakan warga lokal. ”Pegawai di Pulau Nirup direkrut dari warga yang tinggal di kawasan Belakangpadang,” katanya.

Selain itu, keberadaan Pulau Nirup juga demi memajukan pariwisata Batam. Pengelola Pulau Nirup akan menyiapkan paket jalan-jalan budaya.

”Jadi, wisman tidak hanya berwisata di Pulau Nirup saja, tapi kami akan arahkan juga ke Belakangpadang. Agar menikmati budaya dan makanan di sana,” tuturnya.

Jimmi yakin Pulau Nirup akan menjadi magnet baru pariwisata di Kepri. Sehingga, bisa mendatangkan wisman lebih banyak lagi ke Kepri, Batam khususnya.

”Ini cita-cita besar, meningkatkan pariwisata di Kepri, bahkan Indonesia,” ujarnya.

Menhub: Permudah Regulasi dan Perizinan Pulau Nirup

Menhub Budi Karya Sumadi dalam sambutannya, siap mendukung perkem-bangan Pulau Nirup. Sebab, potensi Pulau Nirup sebagai pariwisata kelas dunia, sa-ngat besar.
Karena, letaknya strategis dari Singapura dan negara tetangga lainnya. Oleh sebab itu, Budi meminta agar regulasi dan perizinan dipermudah.

nirup resmi
foto: cecep mulyana / batam pos
Dari kiri; Chairman and CEO SULT Group Arthur Tay, Komisaris Utama PT Tri Tunas Sinar Buana Hartono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Gubernur Kepri Ansar Ahmad, Komisaris PT Tritunas Sinar Benua Jimmi Ho, Dubes Indonesia untuk Singapura Suryo Pratomo, Aggota DPR RI Asman Abnur, Ketua DPRD Batam Nuryanto dan undangan lainnya meresmikan One°15 Marina dan Terminal Ferry Nirup di Pulau Nirup, Kecamatan Belakangpadang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Sabtu (8/7) lalu.

Ia tidak ingin ada izin-izin atas Pulau Nirup dipersulit. ”Lokasi wisata ini sangat bagus. Dukung dengan promosi-promosi secara luas dan siap-kan regulasi yang mudah. Jadikan ini sebagai sarana yang bisa membawa nama baik Kepri dan Indonesia,” kata Budi Karya.

Berdasarkan data geografis, Pulau Nirup berada di Kecamatan Belakangpadang, dengan jarak sekitar 8 mil laut dengan negara Singapura. Di Pulau Nirup akan didirikan hotel, vila air dan fasilitas wisata lainnya, di atas area seluas 47.100 meter persegi.

Hadirnya wisata di Pulau Nirup yang menampilkan wisata mewah bagi wisman sekaligus menjadi tempat rekreasi yang dapat dijangkau wisatawan lokal. Diharapkan dapat memberikan efek domino bagi pertumbuhan dan perkembangan ekonomi masyarakat di Kecamatan Belakangpadang.

Hadirnya wisata di Pulau Nirup ini juga akan dapat menyerap tenaga kerja dari penduduk lokal, dan nantinya akan disejalankan juga dengan menghidupkan wisata di Pulau Belakangpadang, seperti wisata kuliner, wisata budaya, dan wisata sejarah.

Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, juga menyatakan dukungannya untuk pe-ngembangan Pulau Nirup. Namun, ia berharap ke depannya tidak hanya Pulau Nirup yang berkembang.

Di Kepri, kata Ansar, terdapat 2.408 pulau. Ia berharap, pulau-pulau lainnya bisa berkembang dan menjadi potensi wisata di Kepri.

”Pintu-pintu masuk internasional sudah sangat banyak. Dapat melalui Bandara Internasional Hang Nadim Batam dan Bandara Internasional Raja Haji Fisabilillah di Tanjungpinang.

Kemudian di jalur laut, dapat melalui Pelabuhan Internasional Batam Center, Harbourbay, Batuampar dan Pelabuhan Internasional Sekupang di Kota Batam serta Pelabuhan Internasional Sri Bintan Pura, Kota Tanjungpinang,” ujarnya.

Sedangkan, pelabuhan khusus yacht sejauh ini hanya Nongsa Point Marina dan Bandara Bintan Telani. Kehadiran Pulau Nirup, kata Ansar, menambah opsi pelabuhan yacht di Kepri.

Peresmian Pulau Nirup ini dihadiri juga beberapa pejabat penting, mulai dari duta besar Indonesia untuk Singapura, jajaran pejabat dari TNI dan Polri. Selain itu juga datang CEO of SUTL Group, Arthur Tay. Selain itu, peresmian ini disaksikan wisman dari berbagai negara. (*)

KM TSS Mau Selundupkan Barang Bekas ke Tembilahan, Ditangkap BC di Perairan Lembu

0
unnamed e1688953654753
Penangkapan kapal penyelundupan

batampos- Bea Cukai Batam berhasil menggagalkan penyelundupan barang bekas di Perairan Lembu, Bulang, Sabtu (8/7). Rencananya, barang ilegal ini dibawa ke Tembilahan, Riau.

Humas Bea Cukai Batam, Ricky Hanafie mengatakan penegahan tersebut berawal dari informasi masyarakat. Kemudian petugas mencurigai kapal kayu KM TSS.

“Dari pemeriksaan, kapal ini mengangkut tas dan sepatu bekas yang dimuat di dalam karung,” ujar Ricky.

BACA JUGA:Ini Penjelasan Bea Cukai Batam Terkait Tudingan Penggelapan Barang Lelangan

Ricky menjelaskan selain menangkap kapal, pihaknya juga mengamankan para ABK kapal dan nahkoda.

“Untuk jumlah barang masih dalam pemeriksaan,” katanya.

Ricky menambahkan pihaknya juga masih melakukan penyelidikan terhadap pemilik barang. Penyelidikan tersebut dengan meminta keterangan para ABK dan nahkoda.

“Untuk pemilik barangnya masih dalam proses pemeriksaan,” tutupnya. (*)

reporter: yopi

Antrean Menyusut, Truk Tetap Mendominasi di Pelabuhan Ketapang

0
Truk-truk besar antre masuk kapal di area parkir Pelabuhan Ketapang kemarin (9/7). (RAMADA KSUUMA/RABA)

batampos – Kemacetan panjang masih terlihat di penyeberangan ASDP Ketapang-Gilimanuk. Meski demikian, antrean tak sepanjang sebelumnya. Hingga hari ketujuh kemarin, kemacetan terjadi hingga sekitar 2,4 kilometer arah utara Pelabuhan Ketapang.

Panjang antrean jauh menyusut jika dibandingkan Kamis (6/7) lalu yang mengular sepanjang 25 kilometer. Pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi, fenomena ini salah satunya disebabkan berkurangnya kendaraan roda empat pribadi. Sepanjang 2,4 kilometer, antrean kendaraan lebih banyak didominasi truk sedang dan besar.
Sedangkan mobil pribadi yang sebelumnya cukup mendominasi antrean, kemarin hanya terlihat satu-dua saja. Itu pun mayoritas pelat DK yang kembali ke Bali. Selain itu, petugas Satlantas Polresta Banyuwangi telah memecah antrean ke dalam Terminal Sritanjung, terutama untuk kendaraan yang belum bertiket.
“Mungkin ini efek pemberitaan masif terkait macetnya Ketapang. Masyarakat mulai berhitung untuk berwisata ke Bali atau menunda dulu. Liburan tinggal sedikit waktunya,’’ ujar General Manager PT ASDP Ketapang, Syamsudin.
Kondisi di dalam pelabuhan tak jauh berbeda dengan di jalan raya. Mayoritas kendaraan yang masuk adalah truk-truk sedang dan besar. Sedangkan kendaraan roda empat pribadi mulai berkurang. “Sekarang kita fokus untuk menyeberangkan truk-truk,” imbuhnya.
Di dalam pelabuhan, truk ukuran besar nonlogistik esensial atau nonsembako sudah cukup banyak. Kendaran tersebut menunggu giliran masuk ke Pelabuhan LCM. Syamsudin mengatakan, sebelumnya tiket untuk truk besar memang dibatasi. Namun, setelah kendaraan roda empat pribadi berkurang, kemungkinan tiket kembali dibuka sehingga banyak truk besar nonlogistik kembali masuk ke pelabuhan.
Berkurangnya kendaraan yang mengantre di Pelabuhan ASDP Ketapang tak lepas dari digunakanya kapal-kapal berukuran besar untuk membantu penyeberangan. Setelah kapal Long Distance Ferry (LDF) KMP Jatra II, ASDP juga akan mengoperasikan KMP Tunu Pratama Jaya 5888. Sebelumnya kapal tersebut beroperasi di rute Ketapang-Lembar. “Kita berkoordinasi dengan Gapasdap yang memiliki kapal-kapal besar untuk membantu,’’ kata Syamsudin.
Sementara itu, jumlah kendaraan yang menyeberang ke Bali diprediksi menurun dalam beberapa hari terakhir. Sebaliknya, arus balik dari Bali kemungkinan meningkat dalam satu dua hari ke depan. “Yang kemarin terjadi di Ketapang, bisa terjadi di Gilimanuk. Selasa nanti saya akan fokus ke Gilimanuk,’’ tegasnya.
Pada bagian lain, penggunaan kapal Long Distance Ferry (LDF) untuk mengurai kemacetan berdampak pada para sopir truk. Puluhan kendaraan jurusan NTB harus menunggu berhari-hari di area pelabuhan. Kemarin (9/7), puluhan sopir truk menutup dermaga MB 4 dan melarang KMP Trimas Laila melakukan bongkar muat.
Puluhan sopir tersebut mengaku sudah lelah menunggu jadwal perjalanan menuju Lembar. Hampir semua kapal dari Lembar yang bersandar justru mengangkut kendaraan ke Gilimanuk. “Saya sudah empat hari di sini bersama anak istri menunggu diseberangkan ke Lembar,” ujar Ahmad, sopir truk.
Pria yang membawa muatan sembako itu mengatakan, sopir sudah cukup bersabar menunggu giliran naik kapal. Mereka masih memaklumi ketika tidak bisa muat dengan alasan cuaca buruk. Sopir juga masih bersabar saat KMP Jatra II yang seharusnya mengangkut mereka diperbantukan ke rute Ketapang-Gilimanuk.
Namun, saat beberapa kapal lain ikut difungsikan mengangkut kendaraan ke Gilimanuk, sopir akhirnya hilang kesabarannya. Spontan mereka melakukan aksi demo dengan menutup dermaga untuk sandar salah satu kapal. “Teman-teman sudah lama menunggu. Kita cuma melihat kapal berangkat, tapi tidak ikut naik. Ongkos menginap di sini semakin lama juga membengkak,’’ kata Ahmad.
Sopir logistik lainya, Rifai menambahkan, beberapa sopir tidak masalah ketika harus menunggu beberapa jam karena harus mengalah dengan kendaraan tujuan Gilimanuk yang sudah mengular. Beberapa truk bahkan masuk ke kantong parkir di dekat Hotel Banyuwangi Beach agar tidak menumpuk di LCM. “Kita juga punya kepentingan, bukan cuma yang jurusan Gilimanuk saja,”tegas pria asal NTB itu.
Aksi protes sopir truk berlangsung singkat. Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Ketapang memastikan kapal-kapal LDF akan mengangkut truk yang tertahan tersebut. Korsatpel BPTD Ketapang Rocky Surentu mengatakan, kondisi antrean menuju Gilimanuk memang menjadi prioritas pihak pelabuhan ASDP. Namun, di sisi lain, sopir logistik dengan tujuan Lembar juga memiliki kepentingan.
BPTD langsung memutuskan untuk tetap menggunakan KMP Trimas Laila, KMP Jambo X, dan KMP Parama Kalyani yang kemarin berada di sekitar Pelabuhan Ketapang. Kapal-kapal tersebut tetap diminta untuk melayani rute Ketapang-Lembar. “Ada bus dan ambulans yang menunggu dua hari di pelabuhan. Ini yang harus kita pikirkan. Saya putuskan agar truk-truk tersebut  tetap berangkat ke Lembar. Sopir truk akhirnya bisa menerima,” tandasnya. (*)
Reporter: JP Group

16.706 Warga Batam Terserang ISPA

0
ilustrasi ISPA
Ilustrasi. Foto: jawapos.com

batampos – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam mencatat 16.706 warga Batam terserang penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) periode Januari-Juni 2023.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmarjadi mengatakan, kasus ISPA terbanyak terjadi pada bulan Maret 2023, yakni sebanyak 3.529 kasus.

“Januari ada 2.655 kasus. Lalu Februari 2.845 kasus, Maret 3.529 kasus, April 2.655 kasus, Mei 2.506 kasus dan di bulan ada Juni 2.516 kasus, ” ujarnya, Minggu (9/7).

Menurutnya, ISPA adalah infeksi yang terjadi di saluran pernapasan, baik saluran pernapasan atas maupun bawah. Infeksi ini dapat menimbulkan gejala batuk, pilek, dan demam.

Baca Juga: Layanan Pemasangan Ring Jantung di RSUD Embung Fatimah Sudah Tercover BPJS

ISPA sangat mudah menular dan dapat dialami oleh siapa saja, terutama anak-anak dan lansia. ISPA menimbulkan peradangan di saluran pernapasan, mulai dari hidung hingga paru-paru. Pada sebagian besar kasus, ISPA disebabkan oleh virus dan dapat sembuh sendirinya tanpa pengobatan khusus.

ISPA disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri di saluran pernapasan. Saluran pernapasan yang dapat terserang infeksi bisa saluran pernapasan atas atau bawah.

Meski demikian, penyakit ISPA paling sering disebabkan oleh infeksi virus dan paling sering terjadi pada saluran pernapasan bagian atas.

“Sebagian besar penderita ISPA ini rawan jalan,” tuturnya.

Baca  Juga: Batam Sumbang 76 Persen Kegiatan Ekspor di Provinsi Kepri

Disebutkan Didi, dibandingkan dengan data tahun sebelumnya, angka tersebut masih tergolong landai dan belum ada peningkatan yang signifikan. Namun begitu pihaknya tetap mengimbau warga untuk waspada terhadap penularan ISPA. Warga diminta memakai masker saat keluar rumah.

“Debu jalan dan asap juga bisa memicu ISPA. Untuk itu pakai masker saat di luar rumah sangat dianjurkan,” katanya.

Didi menyebutkan selai ISPA, jika komplikasinya pada anak biasanya radang paru-paru. Dan ini infeksinya sudah bukan di saluran pernapasan atas lagi.

Baca Juga: Batam Butuh 20 Ribu Tenaga Welder

Biasanya jika sudah masuk di radang paru-paru atau pneumonia memerlukan perawatan medis serta bisa menyebabkan kematian bagi penderitanya.

“Ketika terjadi kompilasi pada anak-anak biasanya itu sudah masuk radang paru-paru (Pneumonia). Dan jika tidak diobati bisa menyebabkan kematian, ” tukas Didi.(*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Jadi Akses Wisata, Jembatan Menuju Kampung Lepan Bakal Dibenahi

0
Masyarakat saat melewati jembatan kayu yang menjadi akses wisata ke Kampung Lepan, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Sabtu (8/7/2023). F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos– Jembatan menuju Kampung Lepan, Desa Kuala Sempang, Kecamatan Seri Kuala Lobam yang selama ini menjadi akses wisata akan dibenahi tahun ini.

“Tahun ini, rencananya,” kata tokoh pemuda Kampung Lepan, Hamdan.

Dia mengatakan, pembangunan jembatan menuju Kampung Lepan sejauh ini dilakukan masyarakat dan pemerintah desa.

Disinggung kenapa tidak sekalian dibangun jembatan yang permanen atau jembatan beton, dia mengatakan, untuk membangun jembatan beton membutuhkan anggaran yang tidak sedikit.

BACA JUGA:Jika Air Surut, Jembatan Penghubung Tembok Pelabuhan-Ponton di Pelabuhan Bulang Linggi jadi Curam

Adanya jembatan ini, kata dia, sangat membantu aktivitas masyarakat sekaligus menjadi akses wisata ke objek wisata di Kampung Lepan, salah satunya seperti Danau Biru dan Jalur Batang Nibung.

Ke depan, dia merencanakan akan membuat pondok seperti home stay.

“Rencananya, biar makin banyak wisatawan yang datang ke sini sehingga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat,” harap dia. (*)

reporter: slamet