
batampos – Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenhub Novie Riyanto memenuhi panggilan tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (26/7).

batampos – Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenhub Novie Riyanto memenuhi panggilan tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (26/7).
batampos – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tanjungpinang meminta orang tua mewaspadai penyakit inspeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang mengarah pada pneumonia pada usia di bawah lima tahun (Balita).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tanjungpinang, Elfiani Sandri mengatakan kasus ispa di Tanjungpinang menempati urutan ke lima dari 10 penyakit terbanyak yang ditemukan di puskesmas.
“Penyebabnya banyak, bisa bakteri, virus. Yang dikhawatirkan jika terjadi yang mengarah pada pneumonia,” kata Sandri, Rabu (26/7).
Sandri mengatakan, jika hanya penyakit ispa biasa tingkat kesembuhanya lebih mudah, karena yang terkena adalah saluran pernapasan bagian atas, namun jika sudah sampai ke paru-paru maka sudah masuk kategori pneumonia.
“Ini yang kita antisipsi pada balita-balita jangan terkena pneumonia. Jika terkena harus cepat ditangani dengan baik,” ujarnya.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah pemberian imunisasi Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV).
Sebelumnya PCV belum masuk imuniasi rutin yang diberikan gratis seperti imunisasi lain.
“Dulu imuniasi ini datang ke klinik itu berbayar, sekarang gratis karena sudah masuk program imunisasi dasar,” sebutnya.
Penyakit ispa itu sebenarnya bisa menyerang siapa saja, namun yang menjadi perhatian adalah anak usia di bawah lima tahun (Balita) termasuk anak stunting.
“Pneumonia ini reaksinya cepat, jadi penananganya juga harus cepat,” ungkapnya.
Sekarang puskesmas di Tanjungpinang sudah melakukan deteksi dini melalui menajemen terpadu balita sakit (MTBS), terdapat klinik ispa untuk pendekteksianya.
“Akan dicek apakah ispa yang terjadi pada anak masuk pneumonia atau tidak,” ungkapnya.
Selain itu, lanjut Sandri para orang tua juga harus senantiasa menjaga lingkungan agar tetap bersih dan memberi makanan bergizi pada anak. (*)
Reporter : Peri Irawan

batampos – Polda Kepri terus berupaya membongkar sindikat Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Kepri, usai meringkus 52 tersangka dari 31 kasus TPPO dengan jumlah korban 130 orang. Para korban rata-rata diberangkatkan para pelaku melalui pelabuhan resmi di Batam, Kepri.
“Para korban ditawarkan mulai dari pekerjaan, keberangkatan masih menggunakan pelabuhan resmi,” ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kepri, Kombes Pol, Adip Rojikan, Selasa (25/7).
Dalam menangani kasus TPPO ini, Polda Kepri telah menjalin komunikasi dan koordinasi dengan lintas Polda terkait dari daerah lain. Jadi, penelusuran tidak hanya di Kepri saja melainkan ke daerah asal para pelaku dan korban yang akan diberangkatkan melalui Batam, Kepri.
Baca Juga: Rudi Desak Pembangunan Ruang VVIP Bandara Hang Nadim Diselesaikan
“Setelah diketahui identitas para pelaku pengiriman ini dengan berkoodinasi dengan Polda setempat untuk ditindak lanjuti,” ujarnya.
Umumnya motif dari pelaku kepada korban ialah menawarkan pekerjaan dengan menjanjikan penghasilan tinggi dan korban ditawarkan bantuan oleh para pelaku.
Sebelumnya, Kapolda Kepri, Irjen Pol Tabana Bangun menyampaikan keberhasilan dalam pengungkapan kasus ini, hasil kerja sama pihaknya dengan beberapa istansi terkait, seperti Imigrasi, BP3MI dan Disnaker.
“Kami akan tetap terus berupaya agar pelanggaran-pelanggaran yang bertentangan dengan undang-udang TPPO atau Pekerja Migran Indonesia, bisa diminimalkan dan kalau bisa tidak ada lagi,” kata dia.
Baca Juga: 739 Warga Batam Bekerja ke Luar Negeri Sepanjang 2023, Paling Banyak ke Korea Selatan
Selain menegakkan hukum, dengan menangkap para pelaku, pihaknya juga melakukan sosialiasi, edukasi dan bimbingan kepada masyarakat untuk tidak terlibat dalam upaya memberangkatkan PMI keluar negeri tidak sesuai dengan prosedur.
“Saya juga mengimbau agar jangan terpengaruh oleh bujuk rayu, mungkin penjelasan yang tak memiliki dasar, janji-janji yang sebetulnya pada kenyataan itu tidak akan tercapai dan didapatkan di luar negeri,” kata dia.
Ia juga meminta masyarakat mengecek dan memeriksa apa yang disampaikan pihak-pihak tersebut sesuai ketentuan dan betul-betul sesuai prosedur yang berlaku.
“Untuk memastikan bisa berkoordinasi dengan istansi terkait di daerah masing-masing. Jadi bisa memastikan pekerjaan di luar negeri itu sesuai perturan perundang-undangan,” kata dia. (*)
Reporter: Azis Maulana
batampos – Kecerdasan buatan (AI) diperkirakan akan membuahkan untung besar bagi raksasa teknologi seperti Microsoft (MSFT.O) dan Alphabet (GOOGL.O) suatu hari nanti. Namun, prediksi investasi ini tentu saja juga menghabiskan uang untuk mendapatkan uang.

Microsoft mengatakan, biaya meningkat tajam karena membangun pusat data baru untuk mendukung AI. Modal yang dikeluarkan akan terus meningkat karena membeli chip dari perusahaan seperti Nvidia Corp (NVDA.O) untuk menggerakkan pusat data tersebut.
Para analis menyebutkan, Microsoft menanggung biaya AI dalam dua cara. “Untuk menggerakkan produknya sendiri seperti asisten AI Copilot yang akan datang , dan untuk melayani perusahaan yang ingin menggunakan layanan komputasi awan Azure untuk membuat produk AI,” ujar Ben Bajarin, Kepala Eksekutif dan analis utama Creative Strategies, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (26/7/2023).
Eksekutif Microsoft mengatakan, layanan tersebut akan mulai menghasilkan sebagian besar pendapatannya pada paruh kedua tahun fiskal 2024 mendatang. “Mereka membeli banyak H100,” kata Bajarin.
“Anda mungkin akan melihat hal serupa dengan Amazon (AMZN.O) , jika bukan kuartal ini maka kuartal berikutnya, karena keduanya adalah cloud yang digunakan sebagian besar pasar untuk pelatihan (sistem AI) saat ini,” ungkapnya.
Sementara itu, Chief Financial Officer Ruth Porat, yang akan menjadi presiden dan chief investment officer, mengatakan penundaan pembangunan pusat data menjadi penyebab belanja modal kuartal kedua lebih rendah dari yang diharapkan.
Scott Kessler, pemimpin sektor global untuk media teknologi dan telekomunikasi di Third Bridge mengatakan, sejauh menyangkut AI, sementara Google mungkin telah menghabiskan lebih dari 200 miliar dolar AS untuk investasi AI selama dekade terakhir, sebagian besar tidak dihargai oleh pengguna dan investor.
Satu keuntungan yang dimiliki Google, kata para analis, adalah ia memiliki chip khusus sendiri untuk menangani pekerjaan AI yang disebut Tensor Processor Unit (TPU). Unit inilah yang membantu menurunkan biaya.
“Microsoft mungkin “secara agresif membeli chip Nvidia, mengingat Microsoft tidak memiliki silikon sendiri sebagai alternatif,” kata analis Atlantic Equities James Cordwell.
Tetapi Google mengakui, mereka akan membeli chip dari perusahaan lain serta menggunakan miliknya sendiri, dan Porat mengatakan, tentu saja pengeluaran ke sana, dapat menghambat keuntungan dan pertumbuhan mereka sendiri. (*)
Reporter: Chahaya Simanjuntak

batampos – Ngobrolin soal cinta dan pernikahan, aktor Lee Dong Wook termasuk orang yang akan melakukan segalanya termasuk melakukan pekerjaan rumah.
”Ini adalah pendapat pribadi, tetapi pria seharusnya melakukan pekerjaan rumah tangga. Pekerjaan rumah tangga membutuhkan kekuatan. Lebih baik pria yang melakukannya,” kata Lee Dong Wook yang muncul sebagai tamu di program hiburan Salon Drip yang tayang di YouTube Channel TEO (@TEO_universe) pada Selasa (25/7).
Lee Dong Wook merupakan seorang pekerja keras dan ahli dalam pekerjaan rumah tangga. Dalam acara tersebut, Lee Dong Wook mengatakan, jika menikah, akan melakukan segalanya termasuk pekerjaan rumah tangga. Lee Dong Wook yang dikenal sebagai seorang family man itu, membagikan pemikiran jujur tentang cinta dan pernikahan.
Jang Do Yeon sebagai pembawa acara menobatkan pria 41 itu, sebagai Pocket Man Master. Hal itu karena Lee Dong Wook berteman dekat dengan penyiar lain seperti Jo Seho, Nam Chang Hee, dan Yoo Byung Jae.
Baca juga:Film Ketika Berhenti di Sini, Beri Pesan Tersirat untuk Para Pemain
Dikutip dari tvreport, Lee Dong Wook menanggapi hal itu dengan mengatakan, mereka akan bertanya bagaimana bisa berteman. ”Mereka bisa berteman karena, mereka bekerja di dunia hiburan dan pernah bersama-sama saat militer (wajib militer),” ujar Lee Dong Wook.
Pria yang lahir pada 6 November 1981 itu, mengatakan, tidak suka jika mereka (Jo Seho, Nam Chang Hee, dan Yoo Byung Jae) keluar atau datang ke sebuah acara. Mereka akan ditanya dan berbicara seputar dirinya, bukan membicarakan mereka yang diundang sebagai tamu.
Do Yeon kemudian menanyakan pertanyaan acak. ”Apa yang akan dilakukan jika Anda memiliki rencana makan malam dengan Jo Seho dan Nam Chang Hee, tapi aktor Gong Yoo mengajak Anda untuk pergi memancing?” kata DoYeon.
Lee Dong Wook pun tanpa ragu menjawab akan pergi mancing. ”Saya akan pergi memancing,” ujar dia yang mengundang gelak tawa.
Aktor yang membintangi drama Guardian: The Lonely and Great God, kembali ditanya. ”Apa yang akan Anda lakukan, jika saya menelepon ketika Anda sedang dalam perjalanan untuk pergi memancing bersama Gong Yoo dan saya meminta Anda untuk datang di Salon Drip karena saya akan memberi Anda 50 persen saham dari TEO?” tanya Do Yeon.
Dong Wook menjawab dengan bercanda. ”Kalau begitu Salon Drip. Karena mereka akan memberi saya 50 persen,” ucap Lee Dong Wook.
”Saya memiliki cara tersendiri dalam melakukan sesuatu dan saya tidak merasa nyaman jika orang lain melakukannya dengan cara yang berbeda,” tutur Lee Dong Wook.
Dia juga berbagi pemikiran jujur tentang pernikahan.
”Saya bertanya-tanya apakah saya bisa menjalin hubungan atau pernikahan, sementara saya merasa nyaman ketika kesepian. Ketika saya sendiri, waktu menjadi lebih lama dan lebih nyaman. Saya tidak yakin apakah saya dapat sepenuhnya menerima perasaan ketidaknyamanan yang datang dengan berbagi waktu dan ruang (dengan seseorang),” ungkap Lee Dong Wook.
Lee Dong Wook juga mengaku cemburu dengan teman-temannya yang sudah menikah.
Jang Do Yeon tertawa dan merekomendasikannya untuk membintangi acara televisi I Am Solo (program kencan yang mempertemukan pria dan perempuan single yang berniat untuk menikah dan kesulitan mencari pasangan). (*)
Reporter: jpgroup

batampos– Dalam berapa hari ini, warga sulit mendapatkan gas elpiji 3 kg. Diduga terjadi kelangkaan, karena ketika ada satu pangkalan aga elpiji 3 kg tersedia langsung ”diserbu” warga dan tidak sampai satu jam langsung habis. Bahkan ada yang tidak kebagian.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral (Dinkop UMP ESDM) Kabupaten Karimun, Basori yang dikonfirmasi, Selasa (25/7) mengatakan, hari ini (Selasa, red) dia bersama staf sudah turun ke lapangan dan mengecek ke beberapa pangkalan elpiji 3 kg.
BACA JUGA:UPT Pengawas Disnakertrans Kepri di Karimun Bagi Bagi Sembako ke Petugas Kebersihan
”Hasilnya, memang sebagian besar pangkalan gas elpiji 3 Kg kosong. Namun, juga masih ada pangkalan yang menyediakan gas elpiji 3 Kg. Hanya saja tidak banyak. Karena, setiap pangkalan gas elpiji tidak sama agennya. Sehingga, kalau agennya belum masuk gasnya dari Tanjunguban, Bintan,” kata Basori.
Penyebab lambatnya kapal yang mengangkut gas elpiji dari beberapa agen untuk Tanjungbalai Karimun, tambahnya, karena terjadi antrian di pelabuhan pengisian gas elpiji di Tanjunguban. Terkait kondisi saat ini, Pertamina juga sudah monitor dan menghubungi pihaknya. Intinya, pihaknya minta kapal-kapal dari Tanjungbalai Karimun didahulukan.
”Sebagai informasi, hari ini (Selasa, red) dari agen PT CNI akan masuk gas elpiji sebanyak 6.720 tabung. Kemudian, Rabu (26/7) dari agen PT Bintang Abadi akan masuk sebanyak 7.280 tabung. Dan kita juga sudah sampaikan kepada agen agar ketika gas sampai di Karimun langsung dibongkar dan distribusi. Tujuannya, agar barang segera tersedia di lapangan,” ungkapnya.
Dilanjutkannya, kepada masyarakat agar tidak panik. Karena, kelangkaan ini bukan disebabkan adanya pengurangan kuota atau jatah untuk Tanjungbalai Karimun. Melainkan, karena kondisi antrian di pelabuhan Tanjunguban. (*)
reporter: sandi

batampos – Inter Miami kembali memainkan matchday kedua melawan Atlanta United dalam lanjutan Leagues Cup 2023 di Grup South 3. Laga tersebut digelar di kandang Inter Miami, Stadion DRV PNK, pada Rabu (26/7).
Lionel Messi kembali bermain setelah pekan kemarin melakukan debut, sekaligus membantu Inter Miami meraih kemenangan pertama melawan Cruz Azul melalui tendangan bebas. Pada laga kedua kali ini, Messi bermain sebagai starting eleven bersama mantan rekan satu timnya di Barcelona, Sergio Busquets.
Bermain sebagai winger kanan posisi favorit Messi, megabintang asal Argentina itu langsung berkontribusi dengan mencetak gol pada menit kedelapan dan 22.
Tidak hanya mencetak gol, Messi juga menyumbang satu assist kepada Robert Taylor yang mencetak gol pada menit ke-44. Taylor juga mencatatkan brace pada laga kali ini dengan mencetak gol kedua pada menit ke-53. Skor akhir 4-0 menjadikan Inter Miami meraih kemenangan terbesarnya sejak kedatangan Lionel Messi di klub milik David Beckham tersebut.
Permainan yang ditunjukkan oleh skuad asuhan Gerardo ‘Tata’ Martino ini lebih apik daripada pertandingan melawan Cruz Azul pekan kemarin. Terbukti, dengan catatan penguasaan bola Inter Miami sebesar 62% dan akurasi operan 89% ketika melawan Atlanta United. Messi dan kawan-kawan juga mencatatkan total 12 tembakan dengan 7 di antaranya on target pada laga kali ini.
Dengan catatan golnya pada laga kedua bersama Inter Miami, Messi telah mencatatkan total tiga gol dan satu assist dari dua penampilan perdananya di Leagues Cup Amerika Serikat. Fakta itu sekaligus membuat Inter Miami memuncaki klasemen sementara di grup South 3 Leagues Cup dengan enam poin dari dua pertandingan.
Laga Inter Miami yang dimainkan di Stadion DRV PNK ini tentunya selalu menarik perhatian. Bukan saja fans fanatik Inter Miami, tapi juga kalangan selebritis Amerika Serikat. Ketika pekan lalu dihadiri oleh Kim Kardashian, LeBron James, Serena Wiliams, dan Youtuber iShowSpeed.
Pada laga kedua melawan Atlanta United, giliran musisi sekaligus rapper Amerika Serikat, DJ Khaled, Diddy, dan Rauw Alejandro menghadiri laga kedua Messi. (*)
Reporter: JPGroup

batampos – Sidang tuntutan pidana warga negara Singapura, Salama yang menjadi terdakwa pemalsuan dokumen Indonesia rencananya dibacakan hari ini, Rabu (26/7). Sebelumnya, wanita berusia 55 tahun itu sudah mengakui perbuataanya saat sidang online di Pengadilan Negeri Batam.
Kasi Intel Kejari Batam, Andreas Tarigan mengatakan agenda sidang sebelumnya adalah keterangan saksi hingga keterangan terdakwa. Karena agenda sidang pemeriksaan telah selesai, maka sidang dilanjutkan dengan tuntutan.
“Rencananya agenda besok adalah tuntutan,” ujar Andreas, kemarin.
Baca Juga: 739 Warga Batam Bekerja ke Luar Negeri Sepanjang 2023, Paling Banyak ke Korea Selatan
Dikatakan Andreas, dalam sidang sebelumnya terdakwa Salama telah mengakui perbuataanya. Alasan wanita yang memiliki alamat di Batam di kawasan Nongsa ini ingin bisa mendapatkan dana pensiun dari negara Singapura.
“Terdakwa sudah cukup lama di Indonesia, jadi karena ingin mengambil dana pensiun, terdakwa memalsukan dokumen, untuk status kewarganegaraan,” jelas Andreas.
Sebelumnya, dalam dakwaan diuraikan bahwa Salama ditangkap sekitar bulan Mei 2023 lalu di Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas I TPI Khusus Batam.
Saat itu, terdakwa Salama hendak membuat paspor Indonesia dengan melampirkan sejumlah dokumen, termasuk KTP dan KK warga Batam. Namun saat wawancara, petugas curiga dengan logat Salama yang pasif berbahasa Indonesia.
Baca Juga: Jatuh dari Ketinggian 5 Meter, Pekerja Revitalisasi Masjid Agung Batam Masih Dirawat
Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa Salama bukan Warga Negara Indonesia (WNI) melainkan Warga Negara (WN) Singapura. Hal itu dibuktikan dengan menunjukkan paspor kebangsaan Singapura kepada petugas.
Alasan terdakwa mengajukan pembuataan paspor RI adalah agar bisa tinggal lebih lama di Indonesia. Motif lainnya untuk mendapatkan dana pensiun jika melepaskan kewarganegaraan Singapura.
Perbuatan terdakwa dengan sengaja memberikan keterangan yang tidak sah atau tidak benar untuk memperoleh dokumen perjalanan Indonesia bagi dirinya sendiri atau orang lain merupakan tindak pidana sesuai dengan Pasal 126 huruf c UU RI No 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, Juncto Pasal 53 KUHPidana. Ancaman hukuman terhadap Salama yakni 5 tahun penjara dan denda Rp 500 juta.
Atas surat dakwaan yang diuraikan Jaksa, terdakwa Salama yang mengikuti jalannya persidangan dari Rutan LPP Baloi, Kota Batam pun tak membantah sehingga dirinya tidak mengajukan eksepsi atau keberatan terhadap surat dakwaan Jaksa. (*)
Reporter: Yashinta

batampos – Imbas diduga bermain slot saat rapat paripurna, DPD PDIP memecat atau Cinta Mega sebagai anggota DPRD DKI Jakarta. Hal itu diputuskan usai DPD PDIP menggelar rapat pleno pada Selasa (25/7).

batampos – Tujuh kampus asing tengah bersiap melantai di Indonesia. Kehadirannya dipredikasi jadi magnet bagi calon mahasiswa lantaran standar pendidikannya sama dengan kampus asal.
Pelaksana tugas (Plt.) Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kemendikbudristek Nizam mengatakan, perguruan tinggi (PT) asing yang membuka cabang di Indonesia nantinya menggunakan kurikulum asli yang diterapkan di kampusnya. Begitu pula dengan standar pendidikannya.
”Karena karena ijazahnya sama,” ujar Nizam saat dihubungi, kemarin (25/7).
Beda halnya ketika kampus asing membuka perkuliahan jenjang S-1. Mereka wajib mengajarkan mata kuliah wajib kurikulum (MKWK) yang mencakup mata kuliah agama, Pancasila, Bahasa Indonesia, dan kewarganegaraan. Mata kuliah ini sebagai salah satu upaya menumbuhkan jiwa Pancasila dan cintah Tanah Air pada generasi muda.
”Ini juga amanah dari UU Pendidikan Tinggi,” jelasnya.
Beda halnya dengan kurikulum yang diadopsi langsung dari kampus asal, untuk tenaga pengajar di kampus cabang biasanya gabungan. Menurut Nizam, PT asing yang buka cabang di Indonesia akan melakukan rekrutmen khusus untuk dosen. Sehingga, umumnya dosen berasal dari negara asal kampus dan Indonesia. Rekrutmen ini pun cukup ketat dengan mensyaratkan kualifikasi seperti yang berlaku di kampus utamanya.
Kehadiran PT kelas dunia di Indonesia ini dinilai memiliki banyak manfaat. Salah satunya, memberi pilihan yang lebih luas bagi masyarakat untuk mendapatkan pendidikan tinggi berkelas dunia. Sehingga, daya saing pool talenta Indonesia pun meningkat.
Selian itu, kata dia, bisa menghemat devisa negara. Sebab, dengan hadirnya PT kelas dunia di Indonesia maka pilihan untuk tetap kuliah di dalam negeri pun semakin besar. “Saat ini lebih dari 100 ribu anak-anak kita belajar di luar negeri. Devisa yang keluar tentu besar sekali, puluhan triliun rupiah. Kalau layanan terselenggara di dalam negeri tentunya akan menghemat devisa negara,” papar Guru Besar Universitas Gadjah Mada tersebut.
Tak hanya itu, kehadiran PT kelas dunia ini juga membuka kesempatan kerjasama yang lebih erat dengan PT di dalam negeri. ”Bisa menjadi bench mark sekaligus memacu untuk meningkatkan mutu,” sambungnya.
Meski terbuka lebar, Nizam mengaku, banyak persyaratan yang diberikan untuk PT asing yang ingin beroperasi di Indonesia. Diantaranya soal standar sarana prasarana dan dosen yang sesuai dengan standar kampus asal serta harus bermutu kelas dunia. Hal ini tertuang dalam Permendikbud Nomor 10 Tahun 2021 tentang Norma, Standar, Prosedur dan Kriteria Izin Usaha Berbasis Risiko Bagi Satuan Pendidikan Formal di Kawasan Ekonomi. Khususnya, Pasal 7 yang menyatakan kualitas pendidikan dan fasilitas kampus harus mencerminkan institusi asalnya.
Keuntungan ini turut diamini Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Nadia Fairuza. Menurutnya, pembukaan PT asing di Indonesia memberikan peluang kepada siswa Indonesia untuk mengakses pendidikan kelas dunia di rumah sendiri. ”Jadi mahasiswa Indonesia tidak perlu meninggalkan Tanah Air,” katanya.
Aturan soal penyelenggaraan pendidikan oleh kampus asing di Indonesia sejatinya sudah sangat terfasilitasi melalui Peraturan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Permenristekdikti) Nomor 53 Tahun 2018, yang kemudian diwujudkan mellaui kemitraan antara perguruan tinggi asing dan perguruan tinggi lokal. Selain itu, hal ini juga diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2021 dan Permendikbud No. 10/2021 menyebut perguruan tinggi asing dapat mendirikan kampus fisik mereka di Kawasan Ekonomi Khusus atau KEK.
Melalui inisiatif untuk menjadi tuan rumah universitas kelas dunia ini, kata dia, pemerintah ingin meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia di dalam lanskap pendidikan global. Selain itu, guna menunjukkan adanya modernisasi pada ekonomi Indonesia.
Hal ini ditunjukkan melalui persyaratan ketat sebelum PT asing membuka kampus di Indonesia seperti yang tertuang dalam Permendikbud Nomor 10 Tahun 2021. Pada Pasal 9 misalnya, yang mewajibkan perguruan tinggi asing harus terdaftar dalam peringkat 100 besar dunia baik dan harus terakreditasi serta diakui oleh negara asalnya. Mereka yang tidak memenuhi persyaratan pemeringkatan dunia tetap dapat mendirikan kampus di KEK, namun hanya melalui undangan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).
”Persyaratan terkait tadi diharapkan dapat meningkatkan daya saing dan mendorong kampus lokal untuk meningkatkan kualitas dan layanan mereka,” tuturnya.
Kendati demikian, Nadia berharap, agar pemerintah kembali mendorong persyaratan agar PT asing untuk bermitra dengan perguruan tinggi lokal di bidang akademik, penelitian, dan inovasi. Dengan begitu, banyak manfaat yang diterima oleh kedua belah pihak.
”Interaksi ini penting untuk mendorong transfer pengetahuan dan teknologi serta membantu memelihara ekosistem penelitian di Indonesia melalui berbagai pengaturan yang saling menguntungkan antara kedua belah pihak,” ungkapnya.
Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) M. Budi Djatmiko menyoroti masuknya sejumlah kampus asing ke Indonesia tersebut. Dia mengatakan waktu itu pernah menghada Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (saat itu), membahas secara khusus soal rencana masuknya kampus asing ke Indonesia.
“Kami tidak keberatan. Kami tidak bisa melarang pemerintah,” katanya. Hanya saja dia mengingatkan pemerintah harus konsisten menjalankan tugasnya. Yaitu membina kampus-kampus di dalam negeri dengan benar. Menurut dia model pembinaan kampus swasta oleh pemerintah saat ini belum maksimal. Kebijakan pencabutan izin PTS baginya bukan sebuah pembinaan yang ideal.
Dia mengatakan kampus-kampus swasta di Indonesia tidak bisa dibiarkan head to head dengan kampus-kampus asing papan atas itu. Apalagi ada yang umurnya sudah seabad lebih. Kemudian finansialnya juga sangat kuat. “Sejahterakan dulu perguruan tinggi swasta di Indonesia,” katanya.
Dia lantas menyebutkan kampus asing yang bakal buka di Indonesia itu, tidak akan serta merta mengurangi minat masyarakat Indonesia kuliah di luar negeri. Karena salah satu tujuan kuliah di luar negeri, bukan semata mengejar akademik atau perkuliahannya saja. Tetapi juga ingin merasakan pengalaman hidup dan kebudayaan masyarakat luar negeri.
“Kalaupun mengurangi, mungkin sedikit. Orang-orang dengan finansial yang kuat, akan tetap kuliah di luar negeri,” jelasnya. Budi memprediksi kampus asing yang bakal buka cabang di sejumlah kota di Indonesia itu, menyasar mahasiwa dari keluarga ekonomi menengah ke atas. Yang biasanya masuk di PTS lokal berbiaya mahal.
Selain itu Budi berpesan supaya kampus asing yang buka cabang di Indonesia, sebaiknya hanya melayani kuliah S2 dan S3 saja. Sehingga tidak langsung berhadapan dengan mayoritas kampus di Indonesia, yang masih membuka layanan S1. Atau misalnya diberikan izin membuka kelas S1, khusus untuk program studi yang langka. Bukan program S1 yang sudah umum seperti ilmu ekonomi, ilmu hukum, ilmi komunikasi, atau sejenisnya.
Rektor Universitas Terbuka (UT) Ojat Darojat menyambut positif masuknya kampus asing ke Indonesia itu. Menurut dia, fenomena tersebut sebagai sebuah era baru layanan perguruan tinggi di Indonesia. ’’Ini tentu akan menyemarakkan komunitas pendidikan tinggi di tanah air,’’ jelasnya.
Ojat mengatakan akan menjadikan kampus-kampus asing itu sebagai partner. Kemudian menjadikan bagian dari jaringan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi. Dia sepakat bahwa keberadaan kampus asing itu bakal memacu dan memicu peningkatan kualitas. Apalagi jika nanti kompetisi antar kampus dilakukan secara terbuka dan berbasis akademik. (*)
Reporter: JP Group