Jumat, 1 Mei 2026
Beranda blog Halaman 5202

IPAL Dibangun Demi Menjaga Lingkungan di Kota Batam

0
IMG 20230708 WA0139 e1688869995272
Proyek IPAL yang dibangun BP Batam. Foto: BP Batam untuk Batam Pos

batampos – Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) domestik yang dilakukan Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) bertujuan untuk mempertahankan dan memperbaiki kualitas lingkungan di Kota Batam. Proyek ini ditargetkan akan rampung pada tahun 2024 mendatang.

General Manajer Unit Usaha Pengelolaan Lingkungan Badan Pengusahaan (BP) Batam, Iyus Rusmana mengatakan, proyek pembangunan IPAL ini bersumber dari pinjaman luar negeri yang dilakukan oleh pemerintah pusat, yang berasal dari Economic Development Coorperation Fund (EDCF) Korea Selatan.

Pinjaman itu, selanjutnya diberikan pemerintah pusat ke Kota Batam untuk membangun IPAL.

“BP Batam tidak menanggung biaya pengembalian. Itu tanggungjawabnya pemerintah pusat. Jadi pelaksananya BP Batam, tapi pengembalian pinjaman lunaknya oleh pemerintah indonesia. Kita hanya diminta untuk mengcover biaya operasional dan pemeliharaannya saja,” ujar Iyus, Rabu (12/7/2023).

Ia menjelaskan, alasan dari pemerintah pusat menjadikan Kota Batam sebagai prioritas karena Batam merupakan salah satu kawasan investasi dan pariwisata. Sehingga, dari sisi lingkungan harus dikelola dan terjaga dengan baik. Salah satunya dengan membangun IPAL yang saat ini progresnya sudah diatas 90,8 persen.

Air limbah domestik yang tidak dikelola dengan baik, maka akan mencemari lingkungan, sebagaimana hal ini sudah bisa terlihat di Waduk Baloi, yang dulunya dapat menyediakan air baku untuk air minum sebesar 30 lpd, namun saat ini tidak dapat dimanfaatkan lagi karena pencemaran air limbah domestik yang sangat berat.

“Bagaimana kita mengantisipasi itu, salah satunya dengan membangun IPAL. Mungkin sekarang tidak terasa, tapi kalau dibiarkan 5 sampai 10 tahun kedepan akan kotor. Dam Duriangkang yang merupakan waduk terbesar memenuhi kebutuhan air minum jangan sampai tercemar,” jelasnya.

Pencemaran yang sudah sampai ke waduk, akan berdampak pada biaya operasional dan produksi yang meningkat. Begitu juga dengan dampak kesehatan yang akan menimbulkan berbagai penyakit hingga menyuburkan tanaman eceng gondok yang dapat menurunkan kapasitas air baku.

“Jadi tujuan pembangunan IPAL ini sangat baik, menjadikan Batam kota baru dengan smart city nya dari sisi lingkungan hidup, pembangunan yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan. JIKA lingkungan terlihat bersih, hijau dan tertata rapi, orang akan senang berinvestasi dan wisatawan juga akan meningkat,” tuturnya.

Ia menambahkan, pengolahan limbah domestik ini juga menggunakan teknologi terkini dan menghasilkan air baku dengan baku mutu lingkungan yang baik. Sehingga, air limbah yang sudah diolah tersebut dikembalikan ke waduk Duriangkang untuk diolah kembali seperti saat ini.

Sebagaimana diketahui juga, air baku yang ada di waduk Duriangkang selama ini juga berasal dari perumahan-perumahan melalui drainase besar dan kecil yang dialirkan ke waduk. Sehingga, dengan jumlah penduduk yang semakin bertambah dan mengalir ke waduk Duriangkang, maka kondisi waduk ini dikhawatirkan akan tercemar juga.

“Listrik dan air adalah kebutuhan dasar yang harus dipenuhi. Proyek ini dibangun untuk menyiapkan tingkat standar kehidupan masyarakat yang lebih baik. Kedepannya, kita harus menjadikan saluran drainase bersih dari sampah dan limbah. Sehingga, terlihat indah seperti halnya di negara lain,” imbuhnya.

Kepala Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) Muhammad Rudi mengatakan pembangunan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) merupakan bentuk dari upaya dari pemerintah untuk mengamankan lingkungan.

Karena jika ingin membangun industri di Kota Batam, syaratnya adalah kota ini harus bersih dan tersedia fasilitas pengelolaan limbah, baik pengelolaan limbah industri maupun limbah domestik.

“Fokus kami adalah bagaimana pengelolaan air limbah di Kota Batam dapat terakomodir,” ujar Muhammad Rudi.

Menurutnya, apabila IPAL BP Batam sudah mengakomodir seluruh rumah di Batam, pencemaran lingkungan akan teratasi.

Muhammad Rudi berharap, seluruh air limbah domestik dapat dikembalikan diolah menjadi pupuk organik dan air bersih.(*)

IPAL Dibangun Demi Menjaga Lingkungan di Kota Batam

0
IMG 20230708 WA0139 e1688869995272
Proyek IPAL yang dibangun BP Batam. Foto: BP Batam untuk Batam Pos

batampos – Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) domestik yang dilakukan Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) bertujuan untuk mempertahankan dan memperbaiki kualitas lingkungan di Kota Batam. Proyek ini ditargetkan akan rampung pada tahun 2024 mendatang.

General Manajer Unit Usaha Pengelolaan Lingkungan Badan Pengusahaan (BP) Batam, Iyus Rusmana mengatakan, proyek pembangunan IPAL ini bersumber dari pinjaman luar negeri yang dilakukan oleh pemerintah pusat, yang berasal dari Economic Development Coorperation Fund (EDCF) Korea Selatan.

Pinjaman itu, selanjutnya diberikan pemerintah pusat ke Kota Batam untuk membangun IPAL.

“BP Batam tidak menanggung biaya pengembalian. Itu tanggungjawabnya pemerintah pusat. Jadi pelaksananya BP Batam, tapi pengembalian pinjaman lunaknya oleh pemerintah indonesia. Kita hanya diminta untuk mengcover biaya operasional dan pemeliharaannya saja,” ujar Iyus, Rabu (12/7/2023).

Ia menjelaskan, alasan dari pemerintah pusat menjadikan Kota Batam sebagai prioritas karena Batam merupakan salah satu kawasan investasi dan pariwisata. Sehingga, dari sisi lingkungan harus dikelola dan terjaga dengan baik. Salah satunya dengan membangun IPAL yang saat ini progresnya sudah diatas 90,8 persen.

Air limbah domestik yang tidak dikelola dengan baik, maka akan mencemari lingkungan, sebagaimana hal ini sudah bisa terlihat di Waduk Baloi, yang dulunya dapat menyediakan air baku untuk air minum sebesar 30 lpd, namun saat ini tidak dapat dimanfaatkan lagi karena pencemaran air limbah domestik yang sangat berat.

“Bagaimana kita mengantisipasi itu, salah satunya dengan membangun IPAL. Mungkin sekarang tidak terasa, tapi kalau dibiarkan 5 sampai 10 tahun kedepan akan kotor. Dam Duriangkang yang merupakan waduk terbesar memenuhi kebutuhan air minum jangan sampai tercemar,” jelasnya.

Pencemaran yang sudah sampai ke waduk, akan berdampak pada biaya operasional dan produksi yang meningkat. Begitu juga dengan dampak kesehatan yang akan menimbulkan berbagai penyakit hingga menyuburkan tanaman eceng gondok yang dapat menurunkan kapasitas air baku.

“Jadi tujuan pembangunan IPAL ini sangat baik, menjadikan Batam kota baru dengan smart city nya dari sisi lingkungan hidup, pembangunan yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan. JIKA lingkungan terlihat bersih, hijau dan tertata rapi, orang akan senang berinvestasi dan wisatawan juga akan meningkat,” tuturnya.

Ia menambahkan, pengolahan limbah domestik ini juga menggunakan teknologi terkini dan menghasilkan air baku dengan baku mutu lingkungan yang baik. Sehingga, air limbah yang sudah diolah tersebut dikembalikan ke waduk Duriangkang untuk diolah kembali seperti saat ini.

Sebagaimana diketahui juga, air baku yang ada di waduk Duriangkang selama ini juga berasal dari perumahan-perumahan melalui drainase besar dan kecil yang dialirkan ke waduk. Sehingga, dengan jumlah penduduk yang semakin bertambah dan mengalir ke waduk Duriangkang, maka kondisi waduk ini dikhawatirkan akan tercemar juga.

“Listrik dan air adalah kebutuhan dasar yang harus dipenuhi. Proyek ini dibangun untuk menyiapkan tingkat standar kehidupan masyarakat yang lebih baik. Kedepannya, kita harus menjadikan saluran drainase bersih dari sampah dan limbah. Sehingga, terlihat indah seperti halnya di negara lain,” imbuhnya.

Kepala Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) Muhammad Rudi mengatakan pembangunan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) merupakan bentuk dari upaya dari pemerintah untuk mengamankan lingkungan.

Karena jika ingin membangun industri di Kota Batam, syaratnya adalah kota ini harus bersih dan tersedia fasilitas pengelolaan limbah, baik pengelolaan limbah industri maupun limbah domestik.

“Fokus kami adalah bagaimana pengelolaan air limbah di Kota Batam dapat terakomodir,” ujar Muhammad Rudi.

Menurutnya, apabila IPAL BP Batam sudah mengakomodir seluruh rumah di Batam, pencemaran lingkungan akan teratasi.

Muhammad Rudi berharap, seluruh air limbah domestik dapat dikembalikan diolah menjadi pupuk organik dan air bersih.(*)

Santri Meninggal di Pondok, Polsek Sekupang Selidiki Penyebab Kematiannya

0
IMG 20230713 135735 scaled e1689243010608
Kapolsek Sekupang mendatangi lokasi kejadian tewasnya seorang santri di Ponpes Islamic Center Tanjung Riau, Batam, Kamis (13/7). F.Rengga Yuliandra

batampos – Farhan Yardagani Putra, siswa kelas 8 Pondok Pesantren Islamic Center Nahdatul Wathan di Tanjung Riau, Sekupang meninggal dunia, Kamis (13/7). Korban sempat dilarikan ke rumah sakit tapi nyawanya tidak tertolong.

Kini, jenazah anak tersebut dibawa ke rumah orang tuanya di Air Raja, Batu Ampar, Batam.

Fahrul Rozi salah satu pengajar di sana mengaku pada malam hari korban masih bermain seperti biasa. Namun sekitar pukul 11.00 WIB, korban merasa tidak enak badan dan pergi ke ruangan kesehatan sekolah. Di sana ia tidur bersama 2 orang rekannya yang saat itu juga tengah sakit dan dirawat.

Baca Juga: Sabu Seberat 23 Kilogram Direbus, Selamatkan 231.284 Jiwa dari Bahaya Narkoba

“Jadi kalau malam menurut kawan-kawan almarhum masih bermain seperti biasa. Baru sekitar pukul 11.00 WIB, ia pergi ke ruangan kesehatan. Di ruangan itu ada Pirlo dan Rahmad, yang juga tengah di rawat,” katanya, Kamis (13/7).

Dilanjutkan Farul, baru sekitar pukul 04.30 ustaz membangun siswa-siswi untuk melaksanakan salat subuh. Namun ketika Farhan dibangunkan tak merespon dan terlihat kejang-kejang. Pihak pondok pesantren yang khawatir selanjutnya membawa korban ke Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam.

“Dan sekitar pukul 06.00 WIB kami mendengar kabar jika almarhum meninggal dunia,” tuturnya.

Sebelumnya, kata Fahrul, korban tidak pernah mengeluh sakit apapun. “Setahu saya gak pernah ngeluh sakit,” bebernya.

Baca Juga: Penyebab Kemacetan dan Kecelakaan, Warga Minta U-Turn Tiban Kampung Ditutup Permanen

Kapolsek Sekupang, Kompol ZAC Tamba membenarkan adanya siswa ponpes di Tanjung Riau yang meninggal dunia tersebut. Namun, untuk penyebabnya ia belum dapat memastikannya.

“Untuk penyebabnya belum dapat kita pastikan, kita masih lakukan penyelidikan. Mengumpulkan bukti-bukti, memeriksa saksi. Termasuk menunggu hasil visum dari identifikasi,” ujar Kapolsek ZAC Tamba.

Ia meminta awak media agar bersabar menunggu hasil pemeriksaan oleh penyidik terkait kejadian tersebut. “Jajaran Reskrim sedang mendatangi lokasi kejadian untuk memastikan penyebab meninggalnya korban,” ungkap Kapolsek. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Jaga Kelancaran Pesta Demokrasi, BSSN Bentuk Satgas Pemilu

0
Jubir BSSN Ariandi Putra (DOK. BSSN)

batampos – Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pemilu. Sesuai namanya, satgas itu bertugas mengamankan penyelenggaraan Pemilu 2024 dari ancaman serangan siber. Harapannya, sistem elektronik atau IT di penyelenggara pemilu pusat sampai daerah aman dan pemilu berjalan lancar.

Pembentukan Satgas Pemilu itu disampaikan Jubir BSSN Ariandi Putra di Jakarta kemarin (12/7). Satgas itu memiliki sistem kerja seperti Satgas KTT ASEAN maupun Satgas G20 beberapa waktu lalu. ’’Untuk Satgas Pemilu dibentuk sejak awal 2023 dan berakhir sampai nanti pelantikan presiden dan wakil presiden,’’ katanya.
Ariandi menuturkan, BSSN bersama KPU dan Bawaslu sudah membangun Computer Security Incident Response Team (CSIRT). Tim teknis dari BSSN bakal sering berkunjung ke markas KPU terkait dengan layanan elektronik atau sistem IT. Setiap kali menemukan kerentanan pada sistem IT KPU, tim dari BSSN langsung ke kantor KPU untuk memperbaikinya.
Dia menyebut, kerentanan itu ditemukan dari hasil monitoring tim BSSN yang bekerja di National Security Operation Center (NSOC) di markas BSSN Ragunan, Jakarta. Tugas BSSN adalah pencegahan dini. Dengan demikian, bisa menanggulangi jika ada kasus serangan siber. ’’KPU jadi salah satu instansi yang paling kita prioritaskan saat ini,’’ jelasnya. (*)
Reporter: JP Group

BP Batam akan Tanam Kembali 12 Ribu Pohon Jati Emas

0
BP Batam 8
Pohon Jati emas yang berada di kebun BP Batam, di kawasan Marina. Foto: BP Batam untuk Batam Pos

batampos – Badan Pengusahaan (BP) Batam akan menanam kembali 12 ribu bibit pohon jati emas di sepanjang jalan dari Laluan Madani hingga kawasan Nongsa.

Saat ini ribuan bibit pohon jati emas itu masih terawat dengan baik dan tidak ada yang mati di kebun BP Batam, kawasan Marina. Bahkan, dari 12.000 ribu bibit yang tersedia, 2.000 diantaranya merupakan bibit baru hasil pengembangan BP Batam.

Kasubdit Fasilitas Wisata dan Lingkungan Hidup BP Batam, Wulung Dahana. mengatakan, saat ini masih ada tersisa 300 bibit pohon jati emas yang telah ditanam pada tahap I, pada 24 Oktober 2022 lalu.

Pohon yang telah mulai tumbuh itu, akan terus dilakukan perawatan maksimal, agar tumbuh dengan baik.

“Diperkirakan pada akhir tahun ini kita lakukan penanaman kembali, sesuai dengan (target dari selesainya) pekerjaan jalan. Pekerjaan jalan sudah selesai, lahan untuk penanaman juga selesai, kita akan langsung melakukan penanaman,” ujarnya, Selasa (11/7/2023).

Ia menambahkan, perawatan pohon jati emas ini dilakukan secara khusus. Berbeda dari jenis tanaman lainnya, sehingga perawatannya dilakukan oleh petugas yang sudah mempunyai pengalaman.

Sebab, jati emas ini harus menyesuaikan dengan iklim di Kota Batam sampai bisa hidup dengan subur.

“Tentunya butuh penyesuaian. Mulai dari perawatan pengairan hingga pemupukan. Faktor cuaca yang berbeda, untuk penyiraman dan lain sebagainya tentunya juga berbeda,” imbuhnya.

Sebelumnya, Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam Ariastuty Sirait memastikan bahwa pembangunan saat ini tidak akan menghambat program penghijauan Batam dengan penanaman pohon jati emas yang telah dimuali sejak akhir November 2022.

“Program penghijauan kami pastikan tidak akan terganggu. Untuk mereduksi resiko kerusakan, pohon akan dipindah pada titik yang sesuai. Dan mengantisipasi apabila terdapat kerusakan pada proses pengerjaan jalan, kami sudah siapkan 12.000 pohon jati emas yang sehat yang saat ini direhab di Temiang,” ujar Tuty.

Pihaknya memastikan BP Batam akan bertanggungjawab terhadap pohon jati emas ini sebagai komitmen terhadap penghijauan Kota Batam.

“Pengusaha yg sudah berpartisipasi dalam program CSR (corporate rate responsibility) ini tidak perlu khawatir, BP Batam akan bertanggung jawab agar pohon jati emas dapat terus tumbuh dengan baik,” tegas Tuty.(*)

BP Batam akan Tanam Kembali 12 Ribu Pohon Jati Emas

0
BP Batam 8
Pohon Jati emas yang berada di kebun BP Batam, di kawasan Marina. Foto: BP Batam untuk Batam Pos

batampos – Badan Pengusahaan (BP) Batam akan menanam kembali 12 ribu bibit pohon jati emas di sepanjang jalan dari Laluan Madani hingga kawasan Nongsa.

Saat ini ribuan bibit pohon jati emas itu masih terawat dengan baik dan tidak ada yang mati di kebun BP Batam, kawasan Marina. Bahkan, dari 12.000 ribu bibit yang tersedia, 2.000 diantaranya merupakan bibit baru hasil pengembangan BP Batam.

Kasubdit Fasilitas Wisata dan Lingkungan Hidup BP Batam, Wulung Dahana. mengatakan, saat ini masih ada tersisa 300 bibit pohon jati emas yang telah ditanam pada tahap I, pada 24 Oktober 2022 lalu.

Pohon yang telah mulai tumbuh itu, akan terus dilakukan perawatan maksimal, agar tumbuh dengan baik.

“Diperkirakan pada akhir tahun ini kita lakukan penanaman kembali, sesuai dengan (target dari selesainya) pekerjaan jalan. Pekerjaan jalan sudah selesai, lahan untuk penanaman juga selesai, kita akan langsung melakukan penanaman,” ujarnya, Selasa (11/7/2023).

Ia menambahkan, perawatan pohon jati emas ini dilakukan secara khusus. Berbeda dari jenis tanaman lainnya, sehingga perawatannya dilakukan oleh petugas yang sudah mempunyai pengalaman.

Sebab, jati emas ini harus menyesuaikan dengan iklim di Kota Batam sampai bisa hidup dengan subur.

“Tentunya butuh penyesuaian. Mulai dari perawatan pengairan hingga pemupukan. Faktor cuaca yang berbeda, untuk penyiraman dan lain sebagainya tentunya juga berbeda,” imbuhnya.

Sebelumnya, Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam Ariastuty Sirait memastikan bahwa pembangunan saat ini tidak akan menghambat program penghijauan Batam dengan penanaman pohon jati emas yang telah dimuali sejak akhir November 2022.

“Program penghijauan kami pastikan tidak akan terganggu. Untuk mereduksi resiko kerusakan, pohon akan dipindah pada titik yang sesuai. Dan mengantisipasi apabila terdapat kerusakan pada proses pengerjaan jalan, kami sudah siapkan 12.000 pohon jati emas yang sehat yang saat ini direhab di Temiang,” ujar Tuty.

Pihaknya memastikan BP Batam akan bertanggungjawab terhadap pohon jati emas ini sebagai komitmen terhadap penghijauan Kota Batam.

“Pengusaha yg sudah berpartisipasi dalam program CSR (corporate rate responsibility) ini tidak perlu khawatir, BP Batam akan bertanggung jawab agar pohon jati emas dapat terus tumbuh dengan baik,” tegas Tuty.(*)

Polisi di Karimun Kerja Bakti bersama Masyarakat

0

 

batampos – Anggota Polri yang bertugas di kabupaten Karimun dalam hal ini Polsek, Polres dan TNI serta masyarakat melakukan kerja bakti membersihkan sampah-sampah yang ada di wilayah kerja  masing-masing.

foto: Polres Karimun untuk Batam Pos
Anggota Polres, Polsek serta TNI dan masyarakat melakukan gotong royong membersihkan sampah dimasing-masing wilayah hukum Polres Karimun.

Wakalpolres Kompol Petra C. K Tumengkol mewakili Kapolres Karimun AKBP Ryky W Muharam menuturkan, dalam melaksanakan kegiatan bersih-bersih sampah secara serentak seluruh Indonesia.

“Untuk di wilayah hukum Polres Karimun, personel Polres, Polsek yang dihadiri oleh TNI, kelurahan, pemuda-pemudi peduli lingkungan dalam gotong royong membersihkan sampah-sampah,” terangnya, Kamis (12/7).

Sedangkan, untuk wilayah kerja bersih-bersih ada tujuh titik yaitu Polsek Balai Karimun daerah Coastal Area, Polsek Meral daerah rawa-rawa perumahan Meral Permata Asri. Kemudian, Polsek Tebing daerah wisata Pantai Ketam, Polsek Buru daerah pesisir pelabuhan Kandis, Polsek Moro di pesisir pantai kampung Batu Lipai Moro. Dan, Polsek Kundur di pasar tradisional pulau Kundur dan Polsek Kuba di tugu nanas.

” Kegiatan bersih-bersih ini dengan tema membersihkan sampah serentak bersama Polri dalam hal ini bentuk kepedulian Polri terhadap lingkungan. Dan, supaya dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua RT 02 kelurahan Meral Kota Daniel sangat mendukung kegiatan yang dilaksanakan oleh Polres Karimun beserta jajarannya. Sehingga, dapat memberikan motivasi kepada masyarakat untuk tetap menjaga lingkungan yang bersih.

“Semoga dengan adanya bersih-bersih sampah ini kita lebih peduli terhadap sampah dan dilingkungan sekitar. Agar, lingkungan diwilayah kabupaten Karimun tetap bersih dan sehat,” ucapnya.(*)

Reporter : Tri Haryono

Penataan 3 Pusat Kuliner di Tanjungpinang Digesa

0

 

batampos – Pemko Tanjungpinang menggesa penataan tiga pusat kuliner akan rampung sebelum akhir 2023. Tiga tempat itu adalah kawasan akau potong lembu, anjung cahaya dan kawasan bintan center.

Foto : Peri Irawan/Batam Pos
Kawasan kuliner akau potong lembu akan segera ditata dan ditargetkan rampung sebelum akhir 2023, Kamis (13/7/2023)

Wali Kota Tanjungpinang, Rahma mengatakan penataan kawasan di Bintan Center sudah berproses dan akan dilakukan penandatanganan kontrak, kemudian ajung cahaya sudah mulai dikerjakan.

“Sesuai harapan kita semoga ini bisa selesai tepat waktu,” kata Rahma, Kamis (13/7).

Saat ini yang terpenting, kata Rahma ketiga pusat kuliner itu sedang digesa dan harus selesai pada akhir tahun.

“Tugas teknis lebih detail pak kadis saya yang lebih tahu, tugas saya mengawal Desember 2023 harus siap,” ujarnya.

Penataan tiga kawasan kuliner ini memang menjadi salah satu fokus Pemko Tajungpinang untuk meningkatkan kembali ekonomi masyarakat.

“Dengan revitalisasi ini akan membawa rasa kenyamanan dan semangat baru pedagang,” terangnya.

Selain itu, pihaknya juga terus meningkatkan keahlian para pelaku UMKM agar dapat menghasilkan produk yang lebih bagus dan bervariasi.

“Kita upgrade juga kemampuan para pedagang agar lebih baik lagi,” demikian Rahma. (*)

 

Reporter : Peri Irawan

Fakta Baru, Pelaku Pembuang Bayi

0

 

batampos – Kasus pembuangan bayi secara perlahan terungkap. Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Tanjungpinang menemukan fakta baru. Masih berdasarkan pemeriksaan, kata Kapolresta Tanjungpinang Kombes Heribertus Ompusunggu, diduga bayi yang dibuang tersebut hasil hubungan dengan sang Pacar berinisial R.

foto: Polsek Tanjungpinang Timur
Bayi dibawa ke rumah sakit.

Terduga pelaku mengaku sebelumnya pernah melakukan hubungan badan dengan pacarnya inisial R sebanyak lima kali pada tahun 2022 lalu.

“Dugaan sementara, bayi itu darah daging dari pacarnya. Saat ini, kami masih mencari keberadaan pacarnya itu,” sebut Kapolresta.

Fakta menarik terungkap dari pemeriksaan Polisi. Kepada penyidik, terduga pelaku pembuang bayi inisial B, mengaku pernah berhubungan badan dengan ayah kandungnya inisial H.

Kapolresta Tanjungpinang Kombes Heribertus Ompusunggu membenarkan hal tersebut. Ibu bayi pernah melakukan hubungan sedarah (inses) dengan ayah kandungnya pada Februari 2023 lalu.

Berdasarkan pemeriksaan Unit PPA, kata Heribertus, saat berhubungan inses tersebut, pelaku dalam keadaan hamil usia 4 bulan.

“Saat itu diduga yang bersangkutan (terduga pelaku) telah hamil,” ungkapnya, Kamis (13/7).

Terpisah, Kasi Humas Polresta Tanjungpinang Iptu Giofany Casanova, mengatakan pihaknya telah menetapkan pelaku pembuang bayi inisial B sebagai tersangka kasus penelantaran anak.

“Pelaku masih di bawah umur,” katanya.

Selain itu, penyidik Polresta Tanjungpinang juga menetapkan ayak kandung pelaku yaitu H sebagai tersangka kasus kejahatan seksual anak.

“Pelaku pembuang bayi dijerat Pasal 305 KUHP. Sedangkan ayahnya dijerat Pasal 81 Undang-undang Perlindungan Anak,” terang Giofany. (*)

(*)

 

Reporter : YUSNADI NAZAR

Sabu Seberat 23 Kilogram Direbus, Selamatkan 231.284 Jiwa dari Bahaya Narkoba

0
Pemusnahan Narkoba 1 F Cecep Mulyana scaled e1689240524429
Kapolresta Barelang Kombes Pol Nugroho Tri Nuryanto, bersama Dandim 0316, Kepala BNN Kota Batam dan FKPD melakukan pemusnahan barang bukti narkoba jenis sabu dengan cara direbus di Mapolresta Barelang, Rabu (12/7). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Satuan Reserse Narkoba Polresta Barelang memusnahkan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 23,4 kilogram di halaman Mapolresta Barelang, Rabu (12/7) pagi. Pemusnahan barang haram ini dengan cara direbus.

Kapolresta Barelang, Kombes Nugroho Tri Nuryanto mengatakan barang bukti ini didapati dari 2 kasus dengan 4 orang tersangka.

Dua tersangka ditangkap di Perairan Pelabuhan Internasional Nongsa Pura pada 20 Juni dan dua tersangka di Perairan Belakangpadang, Sekupang pada 23 Juni.

Baca Juga: Penyebab Kemacetan dan Kecelakaan, Warga Minta U-Turn Tiban Kampung Ditutup Permanen

“Dari barang bukti yang diamankan sudah disisihkan untuk pengujian laboraturium dan untuk pembuktian perkara di Pengadilan Negeri,” ujar Nugroho.

Dalam aksinya, tersangka menyimpan sabu tersebut di dalam tas dan vacum cleaner. Sabu tersebut dibawa dengan kemasan teh cina.

Nugroho menambahkan narkotika yang dimusnahkan ini diperkirakan dengan nilai Rp 34,6 miliar, dan jika tidak dikonsumsi oleh manusia dapat menyelamatkan 231.284 jiwa manusia.

Baca Juga: Krisis Tukang Las di Galangan Kapal masih Terjadi, Jumlah Ideal 40 Welder, yang Terisi baru 20 orang Per Perusahaan

“Jika ada indikasi di wilayah ada peredaran narkotika baik pemakai dan pengedar agar dilaporkan kepada kita akan kita tindak lanjuti, kita nyatakan perang dengan narkotika,” tutupnya.

Terhadap keempat tersangka dikenakan pasal 114 ayat (2) jo pasal 112 ayat (2) Undang-undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman mati, paling lama 20 tahun dan paling singkat 5 tahun penjara. (*)

 

 

Reporter: YOFI YUHENDRI