Sabtu, 4 April 2026
Beranda blog Halaman 5288

Jual Hasil Curian Lewat Medsos, Pencuri Ditangkap Polisi

0
ilustrasi

batampos– Unit Jatanras Polresta Tanjungpinang meringkus pelaku pencurian di Jalan Pompa Air Batu 2 Tanjungpinang, Kamis, (1/6).

Saat penangkapan, polisi mengamankan barang bukti ponsel dari tangan pelaku inisial AM, 22 yang mengaku seorang mahasiswa ini.

Kasi Humas Polresta Tanjungpinang Iptu Giofany, mengatakan pelaku mencuri ponsel saat korban tertidur di rumahnya di Kampung Kelam Pagi Dompak Tanjungpinang, Rabu (31/5).

BACA JUGA:Warga Desa Parit Sampaikan Marak Aksi Pencurian

Saat itu, pelaku menyelinap ke rumah korban memalui pintu belakang. Lalu pelaku mengambil ponsel yang terletak di atas lemari pendingin.

“Pagi harinya, korban melihat pintu belakang terbuka dan HP (ponsel) sudah hilang. Korban pun lapor polisi,” kata Giofany.

Mendapat laporan, polisi langsung melakukan penyelidikan. Ponsel curian ternyata telah dijual oleh pelaku melalui media sosial kepada pembeli inisial JU.

“Kami periksa JU. Ia mengaku membeli dari pelaku AM,” jelas Giofany.

Atas perbuatannya pelaku AM dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman pidana maksimal 7 tahun penjara.
“Saat ini pelaku telah ditahan guna proses hukum lebih lanjut,” terang Kasi Humas. (*)

reporter: yusnadi

PT Tec Indonesia Apresiasi BP Batam dalam Percepatan Investasi

0
bp batam
Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait (tengah) saat menemui perwakilan PT TEC Indonesia di Gedung Marketing Center, Rabu (31/5/2023). Foto: BP Batam untuk Batam Pos

batampos – PT TEC Indonesia, memberikan apresiasi terhadap peran strategis BP Batam dalam percepatan investasi. Rabu (31/5/2023). Prusahaan yang bergerak di bidang manufaktur elektronik itu juga mengundang Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, dalam perayaan hari ulang tahun (HUT) perusahaan yang akan digelar dalam waktu dekat.

Nantinya, Rudi bakal memaparkan kunci kesuksesan dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur serta pengembangan industri di Kota Batam.

“PT TEC menyebut bahwa peran pemerintah, dalam hal ini BP Batam, sangat penting untuk mendukung kelancaran produksi investasi perusahaan. Mereka juga meminta Kepala BP Batam untuk berbagi pengalaman dalam memajukan investasi di Kota Batam pada anniversary perusahaan,” ujar Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait, usai pertemuan, Rabu (31/5/2023).

Baca Juga: BP Batam Sampaikan Sasaran Strategis Tahun 2024

Tuty menyebutkan, manajemen PT TEC Indonesia menilai jika langkah BP Batam untuk meningkatkan pembangunan sangat tepat untuk mendukung kelancaran investasi.

Mengingat, Kota Batam sukses menyumbangkan 82,9 persen realisasi investasi di Provinsi Kepri sepanjang Triwulan I (Januari-Maret) 2023.

“Sejak berdiri tahun 1992 lalu, PT TEC mengakui jika perusahaan mereka terus berkembang hingga memiliki sekitar 1.500 karyawan sampai saat ini. Tidak hanya itu, mereka yang awalnya memiliki satu building sekarang sudah berkembang menjadi empat building,” tambahnya.

Mewakili Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, Tuty pun mengucapkan terima kasih atas apresiasi yang diberikan oleh PT TEC Indonesia.

Baca Juga: BP Batam Hadiri Pertemuan Fasilitasi Ketersediaan Listrik di KPBPB Batam

Pihaknya juga berkomitmen untuk terus memberikan kemudahan bagi para investor yang akan berinvestasi di Kota Batam.

“Selama pandemi mereka menyebut juga tak terjadi masalah signifikan. Logistik dan produksi berjalan lancar sampai sekarang. Kami berterima kasih atas kunjungan dan apresiasi yang diberikan,” pungkasnya.

Sementara, Managing Director PT TEC Indonesia, Shingo Hamamura, memuji rencana strategis BP Batam di bawah kepemimpinan Muhammad Rudi.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Kota Batam yang mencapai 6,84 persen sepanjang tahun 2022 menjadi bukti nyata komitmen Muhammad Rudi dalam membangun daerah dengan segala potensi yang ada.

Baca Juga: Ini 4 Sektor Prioritas BP Batam Dari 2020 Hingga 2024

Apalagi Kota Batam menjadi lokomotif perekonomian di Provinsi Kepri dengan berhasil memberikan sumbangsih sebesar 78 persen dari total ekspor Provinsi Kepri yang mencapai USD 5.105,95 juta.

“Peran pemerintah sudah sangat mendukung sehingga tak ada masalah dalam produksi selama ini. Peran strategis BP Batam sangat penting dalam kemajuan investasi,” ungkap Hamamura.(*)

PT Tec Indonesia Apresiasi BP Batam dalam Percepatan Investasi

0
bp batam
Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait (tengah) saat menemui perwakilan PT TEC Indonesia di Gedung Marketing Center, Rabu (31/5/2023). Foto: BP Batam untuk Batam Pos

batampos – PT TEC Indonesia, memberikan apresiasi terhadap peran strategis BP Batam dalam percepatan investasi. Rabu (31/5/2023). Prusahaan yang bergerak di bidang manufaktur elektronik itu juga mengundang Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, dalam perayaan hari ulang tahun (HUT) perusahaan yang akan digelar dalam waktu dekat.

Nantinya, Rudi bakal memaparkan kunci kesuksesan dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur serta pengembangan industri di Kota Batam.

“PT TEC menyebut bahwa peran pemerintah, dalam hal ini BP Batam, sangat penting untuk mendukung kelancaran produksi investasi perusahaan. Mereka juga meminta Kepala BP Batam untuk berbagi pengalaman dalam memajukan investasi di Kota Batam pada anniversary perusahaan,” ujar Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait, usai pertemuan, Rabu (31/5/2023).

Baca Juga: BP Batam Sampaikan Sasaran Strategis Tahun 2024

Tuty menyebutkan, manajemen PT TEC Indonesia menilai jika langkah BP Batam untuk meningkatkan pembangunan sangat tepat untuk mendukung kelancaran investasi.

Mengingat, Kota Batam sukses menyumbangkan 82,9 persen realisasi investasi di Provinsi Kepri sepanjang Triwulan I (Januari-Maret) 2023.

“Sejak berdiri tahun 1992 lalu, PT TEC mengakui jika perusahaan mereka terus berkembang hingga memiliki sekitar 1.500 karyawan sampai saat ini. Tidak hanya itu, mereka yang awalnya memiliki satu building sekarang sudah berkembang menjadi empat building,” tambahnya.

Mewakili Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, Tuty pun mengucapkan terima kasih atas apresiasi yang diberikan oleh PT TEC Indonesia.

Baca Juga: BP Batam Hadiri Pertemuan Fasilitasi Ketersediaan Listrik di KPBPB Batam

Pihaknya juga berkomitmen untuk terus memberikan kemudahan bagi para investor yang akan berinvestasi di Kota Batam.

“Selama pandemi mereka menyebut juga tak terjadi masalah signifikan. Logistik dan produksi berjalan lancar sampai sekarang. Kami berterima kasih atas kunjungan dan apresiasi yang diberikan,” pungkasnya.

Sementara, Managing Director PT TEC Indonesia, Shingo Hamamura, memuji rencana strategis BP Batam di bawah kepemimpinan Muhammad Rudi.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Kota Batam yang mencapai 6,84 persen sepanjang tahun 2022 menjadi bukti nyata komitmen Muhammad Rudi dalam membangun daerah dengan segala potensi yang ada.

Baca Juga: Ini 4 Sektor Prioritas BP Batam Dari 2020 Hingga 2024

Apalagi Kota Batam menjadi lokomotif perekonomian di Provinsi Kepri dengan berhasil memberikan sumbangsih sebesar 78 persen dari total ekspor Provinsi Kepri yang mencapai USD 5.105,95 juta.

“Peran pemerintah sudah sangat mendukung sehingga tak ada masalah dalam produksi selama ini. Peran strategis BP Batam sangat penting dalam kemajuan investasi,” ungkap Hamamura.(*)

Sensus Pertanian 2023, BPS Kepri Kerahkan 819 Petugas

0

 

batampos – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri mengerahkan 819 orang petugas sensus pertanian tahun 2023 yang tersebar di tujuh kabupaten / kota di Kepri.

Kepala BPS Provinsi Kepri, Darwis Sitorus merincikan sebaran petugas sensus pertanian yang akan bertugas yaitu, di Karimun sebanyak 143 petugas, Bintan sebanyak 110 petugas, Natuna sebanyak 117 petugas, Lingga sebanyak 93 petugas, Anambas 78 petugas, Batam sebanyak 228 petugas, dan Tanjungpinang 50 petugas.

“Masing-masing petugas, terdiri dari pendata lapangan (PCL), pemeriksa lapangan (PML) dan koordinator sensus kecamatan (Koseka),” kata Darwis, Jumat (2/6).

Darwis menyebut para petugas sensus pertanian ini sudah dibekali pelatihan sebelum turun ke rumah warga untuk memotret kondisi dan struktur pertanian di daerah setempat.

“Pelaksanaan pendataan sensus pertanian 2023 selama dua bulan penuh, mulai dari 1 Juni sampai 31 Juli 2023,” ungkapnya.

Kepada para petugas baik PCL, PML maupun Koseka, Darwis berpesan agar memperhatikan jadwal sensus pertanian agar ditaati dengan disiplin, diselesaikan tepat waktu, dan data yang dihasilkan berkualitas.

“PCL bertugas melakukan setiap tahapan pendataan sesuai SOP yang telah ditentukan, mulai dari pemutakhiran muatan satuan lingkungan setempat (SLS) dengan daftar L1, maupun pendataan rumah tangga usaha pertanian dengan kuesioner L2,” paparnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan PML dan Koseka mengawal pendataan setiap tahapan. Pemutakhiran muatan dengan daftar L1 oleh PCL agar dapat dipastikan tidak ada keluarga/rumah tangga yang terlewat.

Petani sibuk menjaga tanaman sorgum dari serangan hama burung dengan membunyikan suara berisik yang dihasilkan dari seng bekas di kebun sorgum Kampung Sei Jeram, Desa Lancang Kuning, Rabu (8/2/2023). F.Slamet Nofasusanto

Begitu pula dengan kuesioner L2, jangan sampai terlewat bila ada rumah tangga teridentifikasi sebagai rumah tangga usaha pertanian.

“Para petugas, kita minta agar selalu jaga kesehatan dan tetap berkoordinasi antara PCL dan PML, juga dengan Koseka sehingga kegiatan lapangan terselesaikan dengan baik dan tepat waktu,” imbaunya.

Lanjut Darwis menjelaskan tujuan dan manfaat dari kegiatan ini dapat memberikan gambaran secara komprehensif terkait kondisi pertanian di Indonesia hingga wilayah terkecil, peningkatan kualitas statistik pertanian sebagai kerangka sampel survei pertanian, dan sebagai rujukan dalam penyusunan kebijakan strategis sektor pertanian

“Kami imbau kepada masyarakat petani supaya memberikan informasi yang jujur dan benar kepada petugas sensus pertanian, karena ini berkaitan dengan kebijakan strategis pemerintah yang berkaitan dengan pengembangan sektor pertanian di masa mendatang,” demikian Darwis. (*)

 

 

Reporter : Peri Irawan

Usai Dipanggil Jokowi Soal TPPO, Benny Rhamdani Langsung Tancap Gas

0

 

 

batampos – Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani langsung tancap gas usai dipanggil Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara Kepresidenan di Jakarta, Selasa (30/5/2023).

Benny mengatakan, pemanggilan tersebut berkaitan dengan maraknya Tindakan Kejahatan Perdagangan Orang (TPPO) ke luar negeri dengan modus bekerja.

“2 hari lalu di undang Presiden Jokowi ke Istana Kepresidenan, disana ada Menko Polhukam, Menko PMK, Kapolri, TNI, Dagri, Menteri PPPA, Wamenkumham, Dirjen Imigrasi, Bakamla, Menseskab, Mesesneg dan Wapres RI. Saya tak bisa basa-basi, saya katakan sindikat mafia dibekingi oknum atributif kekuasaan, karena tidak ada kejahatan yang bisa berdiri sendiri,” tegas kepada wartawan dalam konferensi pers di UPT BP2MI, Jakarta Timur, Kamis (1/6/2023).

Benny mengaku telah menyerahkan lima nama bandar ke Menko Polhukam, Mahfud MD selaku ketua satgas TPPO. Dia mengatakan, lima bandar diduga menjadi master mind TPPO ke luar negeri dengan modus dipekerjakan.

“Orang Indonesia (bandar), sering pekerjaan ke Malaysia, lewat batam, jalur laut. Kita (sudah) serahkan lima nama bandar besar,” kata Benny.

Benny berharap aparat penegak hukum untuk menindak lanjuti laporan yang dia serahkan tersebut untuk dilakukan penegakan hukum.

“Tinggal penegakan hukumnya berani nggak menyentuh penjahat di negara ini,” ujarnya.

Benny mengatakan, sejauh ini para aparat hanya berani menghukum bandar-bandar kecil. Dia menegaskan, TPPO merupakan kejahatan kemanusiaan yang tidak bisa ditoleransi.

“Hukum baru menyeruh ‘ikan teri’, belum menyentuk para pekong, bandar, para ‘ikan kakap’, ini kejahatan tidak bisa dikompromikan oleh negara. Kejahatan kemanuasiaaan oleh kelompok-kelompok yang merasa kebal hukum ini harus diselesaikan, jangan sampai anak-anak bangsa kita diperdagangkan seperti itu,” ujarnya.

Selama tiga tahun memimpin BP2MI, Benny menegaskan, penggrebekan penyelamatan Pekerja Migran Indonesia atau TPPO dari bandar penyalur pekerja ilegal, sudah dilakukan sebanyak 47 kali. Sebanyak 26 kali diantaranya, dilakukan langsung oleh Benny selaku pucuk pimpinan BP2MI.

“Penggrebekan sudah 47 (kali), sebanyak 26 kali saya memimpin langsung. Terakhir (penggrebekan) dilakukan di Bekasi, sebanyak 161 orang kita selamatkan, sekitar pukul 10 malam,” tutur Benny.

“(Total) BP2MI selama saya memimpin, sudah menyelamatkan 8.000 orang. Apalagi jika dilakuakan (dibantu) TNI-Polri, pemerintah daerah,” sambungnya. (*)

Soal KKB Papua, Megawati: Kalau Saya Masih Komandan, Saya Turunkan di Sana Beberapa Batalion, Keren Kan?

0
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (Dok/JawaPos.com)

batampos  Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri mengkritik pemerintahan Joko Widodo terkait penanganan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKBPapua yang tak kunjung beres.

Kritik Megawati kepada Jokowi ini disampaikan saat menghadiri serah terima pengoperasian KRI Bung Karno-369 di Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (1/6) kemarin, dikutip dari POJOK SATU.

Megawati mengklaim memahami betul permasalahan di daerah lantaran pernah menjabat sebagai presiden.

“Karena saya pernah jadi presiden. Saya tahu banget (cara penanggulangan KKB, Red), bukannya tahu saja,” katanya.

Megawati mengatakan, andaikan tampuk kekuasaan sebagai orang nomor 1 di republik masih ada di tangannya, ia bakal menerjunkan sejumlah batalion tentara ke Papua.

“Kalau saya masih komandan, saya turunkan di sana berapa batalion. Keren, kan?” lanjut dia.

Apalagi, katanya, pasukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) ini tidak lebih banyak dari jumlah TNI. Makanya, menurut Megawati, memberantas para anggota KKB mestinya tidak perlu berlarut-larut.

“Saya kan mikir ini (jumlah anggota KKB) hanya segitu. Lah, kok, dipateni (dibunuh). Dal, del, dal, del. Matek,” sambungnya.

Megawati mengaku berani mengatakan hal tersebut di depan para prajurit Angkatan Laut karena permasalahan ini harus terjawab. Sayangnya, kata Megawati, saat ini ia sudah tidak punya hak lagi untuk memberikan solusi penanganan KKB.

“Tapi karena saya bukan apa-apa lagi, ya saya diam aja. Tapi karena ini di Angkatan Laut, saya berani bicara. Kenapa? Ya itu kan harus dijawab,” ujarnya.

Lebih lanjut, Megawati pun bicara soal heroisme. Ia menyinggung soal sosok Yos Sudarso yang bertempur gigih menggunakan KRI Macan Tutul.

“Saya kenal baik dengan beliau, dengan ibunya. Bayangkan pada waktu itu kan kapal Karel Doorman itu sudah masuk ke perairan kita. Bayangkan, Karel Doorman itu gede, lho. Saya nggak tahu ada fotonya lagi apa tidak. Jadi bayangkan, hanya dengan si kecil ini (KRI Macan Tutul) dihalangi. Beliau membaktikan dirinya di negeri ini,” tegas Megawati mengenang perjuangan Yos Sudarso.

Yos Sudarso gugur di Laut Aru saat bertempur melawan Belanda dalam operasi pembebasan Irian Barat pada tahun 1962 silam.

Reporter: JP Group

Rutan Karimun Gelar Razia di Kamar WBP

0
petugas rutan saat melakukan pemeriksaan di kamar warga binaan

batampos– Dalam rangka antisipasi gangguan keamanan di lingkungan Rumah Tanahan (Rutan) Kelas IIB Tanjung Balai Karimun, Rabu (31/5) malam dilakukan razia terhadap kamar hunian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) oleh petugas yang dipimpin Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan Karimun Surya Kusuma.

” Alhamdulillah, pelaksanaan razia aman. Mulai dari kamar hunian Blok B-15, C-20, C-22, C-27 dan Kamar hunian Blok C-30 sebagai langkah deteksi dini gangguan Kamtib menjelang hari Lahir Pancasila dan Cuti Bersama Waisak,” terang Kepala Rutan Kelas IIB Tanjung Balai Karimun Yogi Suhara, Kamis (1/6).

BACA JUGA:Polisi Gelar Razia Konvoi Kelulusan dan Coret-Coret Seragam

Proses razia tersebut, untuk memastikan agar tidak ada barang-barang terlarang dan berbahaya di dalam kamar hunian maupun dilingkungan Rutan Kelas II Tanjung Balai Karimun.

” Jadi kita periksa satu persatu WBP secara fisik dimasing-masing kamar hunian. Dilanjutkan, dengan kamar hunian beserta alat-alat milik WBP,” ungkapnya.

Dan lanjut Yogi lagi, dari hasil razia tersebut petugas menemukan beberapa benda atau barang terlarang seperti, paku, kaca, tali, mancis, sendok besi, kartu remi, alat cukur.

” Barang-barang tersebut kita musnahkan. Hingga, sekarang jumlah WBP ada 522 orang dengan petugas penjaga ada 7 orang,” ujarnya.(*)

reporter: tri haryono

Pembelajaran Pancasila di Kelas Perlu Modifikasi

0
Tangkapan layar – Presiden RI Joko Widodo memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Lapangan Monumen Nasional, Jakarta, Kamis (1/6/2023). ANTARA/Mentari Dwi Gayati

batampos – Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Ahmad Tholabi Kharlie mendorong Pancasila menjadi nilai yang operasional diterapkan di ruang publik. Kemudian nilai luhur Pancasila harus menjadi penggerak lahirnya iklim akademik yang berintegritas, khususnya di perguruan tinggi.

’’Pancasila tidak sekadar menjadi teks beku yang melangit dan tak operasional,’’ katanya kemarin (1/6). Sebaliknya Pancasila harus operasional dan aktif melahirkan kebaikan di ruang publik.

Di lingkungan perguruan tinggi, Pancasila tidak sekadar menjadi mata kuliah wajib. Tetapi Pancasila harus menjadi inspirasi lahirnya dunia akademik yang berintegritas. Dia mengakui saat ini integritas di lingkungan perguruan tinggi sedang jadi sorotan publik. Diantaranya dari sejumlah kasus korupsi, suap, atau sejenisnya.

Tholabi yang juga Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu menuturkan mahasiswa saat ini didominasi kelompok Generasi Z (Gen Z). Untuk itu pembelajaran Pancasila harus dilakukan modifikasi supaya kompatibel dengan kebutuhan Gen Z.

Sehingga pembelajaran Pancasila di kelas bisa lebih efektif. Tholabi mengutip hasil riset Pusat Studi Kebangsaan Indonesia (PSKI) Universitas Prasetiya Mulya bahwa generasi muda memahami Pancasila di ruang kelas hanya sebesar 28,6 persen.

Merujuk angka tersebut, pemahaman Pancasila di kalangan anak muda melalui kelas sangat kecil. Artinya pembelajaran Pancasila yang berjalan saat ini belum efektif untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila. ’’Mata kuliah Pancasila harus dimodifikasi dalam penyampaian di ruang kelas,’’ katanya.

Selain itu pengajar Pancasila juga harus memiliki pemahaman yang mendalam tentang Pancasila. Jadi para guru atau dosen Pancasila, bukan mengajar dengan bekal pemahaman Pancasila yang sekadarnya atau tekstual.

Untuk diketahui survei PSKI itu dirilis awal 2023 lalu. Kepala PSKI Universitas Prasetiya Mulya Hasan Wirayuda saat itu mengatakan para mahasiswa lebih menyukai jika sistem pembelajaran Pancasila di ruang kelas lebih interaktif. Bukan cenderung indoktrinasi seperti selama ini. Mahasiswa juga menilai pemberian tugas pelajaran Pancasila berupa praktik langsung di masyarakat sangat penting.

Di bagian lain Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyebutkan bahwa Pancasila merupakan bukti dari majunya peradaban Indonesia. Pasalnya dengan Pancasila, bangsa Indonesia bisa bersatu. ’’Mempersatukan Indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku dan agama, yang wilayahnya terdiri dari ribuan pulau, bukanlah sesuatu yang mudah,’’ katanya.

Dia mengatakan 1 Juni sebagai hari lahir Pancasila, perlu dijadikan momentum bangsa Indonesia mengulang majunya peradaban itu. Yaqut menegaskan Pancasila sudah final. Dengan penerapan nilai-nilai Pancasila, sudah cukup untuk bisa hidup damai berdampingan dan saling menghargai. (*)

Reporter: JP Group

Persoalan Air di Batam Menambah Beban Masyarakat

0
Mati Air Cukup Lama Dalil Harahap 5 scaled e1685679866709
Warga saat mengisi air dari tanki Spam di RW 024 Tanjunguncang, Batuaji dini hari, Senin (29/5). F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos – Warga di Perumahan Cipta Green Mansion sudah berbulan-bulan merasakan tak lancarnya pasokan air. Meskipun sudah demo dan mendatangi Kantor SPAM Batam, tetap saja pasokan air tidak mengalir lancar.

Bahkan, akhir-akhir ini air sering mati. Akibatnya, persoalan pasokan air ini, menambah beban masyarakat. Hal itu diungkapkan oleh salah seorang warga Perumahan Cipta Green Mansion, Aditya Saputra.

“Sudah dua bulan air sering mati di sini,” kata Aditya.

Ia mengatakan, problem ini tidak pernah selesai, meskipun sudah demo atau melaporkan ke pemerintah daerah. Aditya mengaku, tidak tahu harus mengadu ke siapa lagi.

Baca Juga: Harga BBM Turun, Batam Terendah

Sebab, persoalan ini tetap tak kunjung ada penyelesaiannya. Jika air hidup, sering kala di malam hari. Sehingga, masyarakat sering bergadang menampung air. Meskipun esok hari, masyarakat harus bekerja.

“Mau gak mau, begadang semalaman. Besok sudah pergi kerja lagi di pagi harinya. Jika tidak, yah tidak dapat air,” ungkapnya.

Jika tidak begadang, efeknya adalah bertambahnya pengeluaran. Karena harus membeli air dari mobil tangki. “Satu tangki itu Rp 350 ribu, bisa menyuplai 5 hingga 6 rumah,” ujarnya.

Hal yang senada disampaikan oleh Tania. Ia mengatakan, jika membeli air galon atau tangki, pengeluaran rumah tangga jadi bertambah.

“Penampung air kami kecil, jadi harus cari barengan,” ujar Tania.

Baca Juga: Diguyur Hujan, Upacara Hari Lahir Pancasila di Mapolresta Barelang Tetap Berlangsung

Tania berharap, pasokan air kembali lancar. Sehingga, tidak mengganggu ritme kerja atau pengeluaran rumah tangga. “Harapan kami lancar-lancar saja,” ujarnya.

Sementara itu, Corporate Communication (Corcom) SPAM Batam, Ginda Alamsyah mengatakan, pihaknya berupaya meningkatkan suplai air. “Jangka pendek, kami berupaya meningkatkan keseimbangan pasokan air, serta memaksimalkan water tangki. Masyarakat dapat memanfaatkannya dan itu gratis,” ujar Ginda.

Solusi jangka panjang adalah Mukakuning dua dan penambahan kapasitas Duriangkang. “Proyek ini terus berjalan, jika sudah selesai. Setidaknya, bisa mengatasi beberapa problem pasokan air di masyarakat Batam,” ungkapnya. (*)

 

Reporter: FISKA JUANDA

Membaca Kegelisahan Literasi Sastra di Masyarakat Adat Kepri

0
Vito Prasetyo

DERASNYA informasi yang tersajikan secara online disebabkan oleh makin majunya dunia teknologi, terutama berbasis jaringan internet. Era digital, yang kini menjadi pilihan dalam berinteraksi sosial, tidak lagi membedakan usia seseorang.

Semua seakan terpacu untuk belajar menyesuaikan keterbatasan pengetahuan. Pertanyaannya, mampukah masyarakat pedalaman beradaptasi dengan perubahan ini?

Paradigma lama seakan terkikis oleh perubahan era atau zaman. Menjadi sulit untuk dibedakan: ilmu pengetahuan hanya bersumber dari pendidikan formal atau pembelajaran mandiri yang dilakukan melalui sarana alat bantu, seperti media digital.

Perubahan ini tentunya banyak menimbulkan dampak bagi pengembangan keilmuan. Salah satu di antaranya yang setiap hari kita dengar atau baca, ada istilah-istilah baru dalam menggunakan frasa kata.

Kita tentu sedikit berbangga, karena di tengah arus globalisasi yang dampaknya juga dapat menimbulkan pergeseran dan kerusakan literasi, masih ada kelompok dan individu pegiat literasi yang tetap berupaya mempertahankan eksistensi bahasa. Ini sangatlah penting, mengingat kedudukan bahasa memiliki peran dan fungsi yang mampu menjembatani keberagaman sosial dan kultural.

Baca juga: Tim Pembinaan Bahasa Beraudiensi ke Empat Sekolah di Kota Batam

Berdasarkan data yang ada per Maret 2021, setidaknya ada 3.000 individu dan komunitas pegiat literasi di seluruh Indonesia. Jumlah pegiat literasi dan taman bacaan masyarakat (TBM) diharapkan terus bertambah, tumbuh secara signifikan dengan kebutuhan tantangan di era seperti saat ini. Sayangnya, laju pertumbuhan ini lebih banyak karena rasa kesadaran masyarakat secara mandiri.

Laju globalisasi yang tidak dapat dihentikan menyebabkan persaingan kecerdasan menjadi pilihan untuk membangun konstruksi pemikiran yang lebih efektif. Sangat identik bahwa globalisasi merupakan fase yang berbanding lurus dengan kemajuan dan pengembangan teknologi.

Prinsip dasarnya ialah pengembangan ilmu sains dan teknologi yang dikendalikan manusia. Hanya saja, jika berbicara mengenai sistem yang ada, tentunya ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan. Salah satunya ialah penerapan regulasi yang tepat guna.

Penerapan aplikasi tentunya tidak terlepas dari metode pada sistem yang dijalankan. Di sini, kolektivitas pemikiran menjadi penghubung dalam rangkaian sistem.

Namun, ini harus ada nilai ukur yang jelas karena memadukan sumber-sumber ide atau gagasan tentu tidak mudah. Termasuk juga perangkat sarana dan prasarana harus direncanakan secara matang sehingga dapat diketahui letak kekurangan dan urgensinya.

Baca juga: Bahasa Orang Darat di Pulau Rempang yang Terancam Punah

Kita sering tidak sadar bahwa pemahaman literasi yang minim membuat banyak istilah teknologi melalui alat bantu media sosial disalahartikan. Kondisi masyarakat yang variatif sebagai konsumen menjadikan literasi dari sebuah istilah menjadi samar yang berpotensi memunculkan isu hoaks.

Jika ini terjadi, tinggal kita lihat saja berapa banyak istilah yang berubah makna secara masif (kata yang mempunyai ejaan dan pelafalan yang sama tetapi maknanya berbeda).

Saat ini, secara tidak langsung, orang sudah banyak yang bergantung pada artificial intelligence (kecerdasan buatan). Hal ini juga sudah banyak diterapkan pada lembaga pendidikan atau sekolah.

Fenomena ini tampak di mana-mana. Masyarakat terdidik pun sangat bergantung pada alat komunikasi, misalnya gawai. Melalui alat bantu ini, semua orang dapat membaca kemudian melakukan rekaan pemahaman menurut versinya sendiri.

Membaca “globalisasi era digital” tentu harus disertai dengan wawasan keilmuan, termasuk di dalamnya wawasan bahasa. Ada nilai yang tidak hanya sekadar mencapai modernisasi, tetapi juga ada aspek pembangunan manusiawi yang bercermin dari nilai-nilai budaya.

Suka atau tidak, generasi muda kini sangat rentan untuk meninggalkan kearifan lokal (budaya). Kita sering terjebak oleh sebuah dinamika teknologi yang tuntutannya informasi cepat. Nah, bagaimana populasi literasi sastra, khususnya pada masyarakat adat Kepulauan Riau?

Jika menelisik simpul pustaka yang ada, literasi terus bertambah dengan cepat, terutama penggunaan istilah-istilah yang lebih dominan diserap dari frasa kata asing. Semarak istilah kata, menjadi hal yang mudah dan sering dianggap umum. Seiring dengan derasnya perkembangan ilmu pengetahuan, fragmen lokal yang bernuansa budaya menjadi kurang menarik.

Untuk menjaga eksistensi literasi harus ada keberanian untuk melakukan kontrol (kritik membangun). Ada banyak fenomena menarik yang hampir setiap hari kita temukan, lalu menjadi sebuah polemik istilah karena masyarakat sudah terbiasa dengan istilah-istilah asing yang menjadi samar artinya dalam bahasa Indonesia. Inilah yang dinamakan sebagai “ambiguitas” (makna ganda; mendua arti).

Persoalan yang mendasar, apakah kita takut kehilangan identitas di era globalisasi atau digital dengan membiasakan diri mencintai dan memahami literasi lokal (bahasa ibu)? Dinamika zaman bukan berarti kita harus meninggalkan peran budaya lokal dan menyepelekan kebutuhan generasi masa kini. Perlu diingat, tantangan ke depan semakin berat bagi generasi penerus yang kelak memimpin bangsa ini.

Gejolak sosial, akibat fenomena revolusi sosial yang cukup ekstrem, akan berdampak bagi tumbuhnya transnasional, radikalisme, aliran baru, dan lain-lain di masa datang. Persoalan ini kadang tidak kita sadari karena adanya pemahaman literasi yang keliru. Pemahaman baru yang keliru akan menimbulkan pola pikir dan logika yang skeptis (ragu-ragu).

Di sisi lain, keresahan dan kegelisahan literasi saat ini lebih banyak digunakan oleh pegiat sastra dan budaya yang notabene jumlahnya sangat kecil jika dibandingkan dengan tantangan literasi yang dihadapi. Pertanyaannya, kenapa kita begitu sulit untuk menanamkan nilai yang sudah dilalui dalam proses panjang sejarah bangsa? Membiasakan diri dengan nilai-nilai luhur bukanlah hal yang mudah, tetapi harus tetap dibangun melalui kesadaran masyarakat.

Dalam telaah pada konteks sastra daerah, khususnya pada masyarakat adat Kepulauan Riau, ada sebuah kegelisahan terpendam yang kadang bagaikan buah simalakama. Hal ini merupakan dampak modernitas yang begitu drastis sehingga sangat berpengaruh pada perilaku masyarakat. Kita mengenal peninggalan sastra lisan secara turun-temurun dengan beragam upaya pemertahanannya, tetapi hal ini makin terkikis dengan perspektif modern.

Jika kita bersentuhan dengan subbahasa, tentu kita akan berorientasi pada cara lisan masyarakat adat. Lisan ini lebih dikenal dengan sebutan dialek sehingga penafsirannya harus dilakukan uji lapangan yang tidak sekadar formalitas. Namun, bagaimana kita bisa membuat simpulan fakta yang mampu menjaga ekosistem budaya lokal, khususnya literasi sastra modern tanpa meninggalkan unsur lokalitas?

Kita tentu tidak ingin berandai-andai melihat populasi peninggalan dialek di Kepulauan Riau yang mencapai 24 dialek, antara lain: dialek Pesisir, dialek Kundur, dialek Bintan-Karimun, dialek Pecong, dialek Mantang Lama, dialek Binjai, dan lain sebagainya. Artinya, literasi sastra di Kepri harus melakukan revitalisasi agar di kemudian hari masih dimiliki dan menjadi kebanggaan generasi penerus. (*)

Oleh: Vito Prasetyo
Pegiat Literasi dari Malang, Jawa Timur.