
batampos – Ketua Harian Nasional DPP Partai Perindo TGB Zainul Majdi mengungkapkan, alasan partai yang dinaunginya mendukung Ganjar Pranowo sebagai calon presiden (capres) 2024. Menurut TGB, dukungan terhadap Ganjar didasari banyak hal.
Di antara yang penting adalah mengenai kontinuitas pembangunan menyongsong bonus demografi.
“Dalam pembicaraan bersama Bapak Presiden Jokowi, disampaikan bonus demografi kita tersisa 13 tahun,” kata TGB Zainul Majdi kepada wartawan, Minggu (11/6).
Menurut TGB, dengan sisa waktu tersebut tidak ada kesempatan mencoba-coba calon pemimpin. Sebab, yang harus dilakukan adalah melanjutkan kepemimpinan dari Presiden Jokowi yang sudah baik.
Akselerasi ini, kata TGB, dapat dilakukan dengan menjaga keberlanjutan dari kepemimpinan dua periode Presiden Jokowi. Dalam dua periode Presiden Jokowi mengembangkan paradigma Indonesia sentris. Membangun dari sudut timur, barat, utara, dan selatan.
“Memberikan keseimbangan dalam pembangunan. Bagi Partai Perindo hal ini sangat penting untuk mengokohkan persatuan, seluruh anak bangsa merasakan pembangunan dari pemerintah,” tegasnya.
Lebih lanjut, kontinuitas pembangunan itu dinilai penting. Sebab, tidak ada energi yang cukup sebagai suatu bangsa untuk terus mencoba-coba. Sehingga arah pembangunan yang ada dilanjutkan ke depan.
“Arahnya sudah tepat, tinggal perlu akselerasi. Kontinyuitas itu penting bagi Partai Perindo,” urainya.
Sebelumnya, Ketua Umum Partai Perindo, Hary Tanoesoedibjo secara resmi menyatakan dukungan terhadap bakal calon presiden (capres) Ganjar Pranowo di Pemilu 2024. Dukungan ini disampaikan saat Hary Tanoe bersama jajaran elite partainya menyambangi kantor DPP PDI Perjuangan, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (9/6).
“Kerja sama politik ini adalah kerja sama dalam kaitannya pilpres untuk mengusung Bapak Ganjar Pranowo pemenangan sebagai Calon Presiden Indonesia 2024,” ungkap Hary Tanoe.
Kerja sama politik itu disepakati dalam nota kesepahaman yang ditandangani langsung oleh Hary Tanoe dan Ketua Umum PDIP Megawati. Hary Tanoe menerangkan, sebelum memutuskan untuk mendukung Ganjar, Perindo terlebih dahulu melakukan safari politik dengan partai lain.
“Pada akhirnya putusan jatuh untuk bermitra kerja sama politik degan PDI Perjuangan,” pungkas Hary Tanoe. (*)
Reporter: JP Group









