Rabu, 8 April 2026
Beranda blog Halaman 5319

Sirih Gading dan Sansevieria Cocok untuk Tanaman Pembersih Udara

0
f: Yuvi Natalia sengaja menanam sirih gading dan sansevieria agar udara di sekeliling rumahnya lebih segar dan minim bau tak sedap. (ROBERTUS RISKY/JAWA POS)

batampos – Sirih Gading dan Sansevieria cocok untuk tanaman pembersih udara. Tanaman jenis ini menghasilkan oksigen lebih cepat dibandingkan lainnya.
Tanaman ini cocok bagi yang tinggal di lingkungan penuh polusi. Karena secara alamiah membantu membersihkan udara dalam ruangan.

Yuvi Natalia, seorang penghobi tanaman asal Surabaya, memilih jenis tanaman itu sejak enam tahun lalu. Bagi dia, tanaman tak hanya tampak indah dipandang dan memberikan sentuhan estetika, tapi juga harus bermanfaat. Paling tidak, kebersihan udara di lingkungan rumahnya tetap terjaga dan semakin baik.
’’Sangat disarankan karena hampir semua lingkungan di sekitar kita sudah dipenuhi sumber polusi,’’ terangnya kepada Jawa Pos yang berkunjung ke huniannya Senin (22/5) lalu.

Memang, semua tanaman pada dasarnya bersifat antipolutan. Dapat menyerap materi dan paparan di udara. Tapi, setiap spesies flora memiliki tingkat kemampuan menyerap polutan yang tidaklah sama.

Efektivitas proses penyerapan tersebut menyesuaikan sejumlah faktor. Mulai aktivitas mulut daun atau stomata hingga jenis polutan yang diserap menyelaraskan muatan ion. ’’Sering kali kita kan mengandalkan teknologi penjernih udara. Padahal, ada alternatif yang murah dan tetap efektif,’’ ujar Yuvi, sapaan akrabnya.

Baca juga: Kaktus Mini untuk Mempercantik Ruangan

Ruangan seperti kantor atau ruang tamu dengan kualitas udara kurang baik dapat berdampak negatif pada tubuh. Sering juga disebut sebagai sick building syndrome dengan senyawa penyebab yang beragam nan kompleks. Beberapa polutan itu, antara lain, asap rokok, benzena, dan formaldehida.

Terkadang, orang yang berada di ruangan dengan udara kurang sehat terbilang rentan dan mengalami beberapa gejala. Di antaranya, mual, pening, napas tersengal, serta sakit kepala. Baik dalam tingkat ringan maupun berat.

Dengan demikian, beragam jenis tanaman penjernih udara bisa dipertimbangkan. Namun, perempuan 35 tahun tersebut lebih menggemari dua jenis tanaman. Yaitu, sirih gading dan sansevieria karena mudah didapatkan. Tak hanya itu, harganya pun terbilang murah mulai Rp 15 ribu. Tanaman itu tetap dapat menjadi penghias rumah yang sangat gampang dibudidayakan. ’’Bisa berada di area indoor maupun outdoor juga,’’ tutur alumnus Universitas Kristen Petra Surabaya tersebut.

Baca juga: Yura Yunita Ajak Rayakan Ketidaksempurnaan

Yuvi memaparkan, ada berapa alternatif jenis tanaman pembersih udara. Misalnya, English ivy, palem, atau bahkan yang familier seperti lidah mertua. Peletakan menyesuaikan keinginan pribadi, bisa di kamar, ruang tamu, maupun sebagai tirai alami jika memakai sirih gading. Namun, ruangan harus tetap memiliki sirkulasi udara dan pencahayaan yang baik. ’’Kalau saya ruangan 3 x 3 meter pakai tiga tanaman berukuran sedang supaya lebih optimal,’’ jelas alumnus SMA Dempo Malang itu.

Dia dan keluarganya pun merasakan hasil positif setelah menerapkan hal tersebut. Ruangan rumahnya lebih segar, minim bau tak sedap, serta lebih adem. Bahkan, pohon palem di depan jendela kamarnya sangat efektif menghalau debu. Yuvi pun berencana menambah beberapa jenis koleksi tanaman pembersih udara lain. ’’Saat ini baru punya 10 jenis sansevieria dan sirih gading karena lebih suka itu,’’ katanya. (*)

Reporter: JPGroup

Plt Bupati Mimika Ajukan Gugatan Uji Materi Undang-Undang Pemda ke MK

0
Ilustrasi gedung Mahkamah Konstitusi (MK). (dok Jawa Pos)

batampos – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Mimika Johannes Retob melayangkan uji materi Pasal 83 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah yang mengatur terkait pemberhentian sementara Kepala Daerah dan/atau Wakil Kepala Daerah ke Mahkamah Konstitusi (MK). Permohonan uji materi itu terdaftar dalam nomor perkara :55/PUU/PAN.MK/AP3/05/2023.

Kuasa Hukum Plt Bupati Mimika Johannes Retob Viktor Santoso Tandiasa mengatakan, pihaknya mengajukan uji materi setelah Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua menetapkan Johannes sebagai tersangka dugaan tindak pidana kolusi dan nepotisme berdasarkan Pasal 21 dan Pasal 22 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggara Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.

Padahal, dalam proses hukum yang telah dilalui Johannes hingga membawanya ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), upaya penahanan tidak pernah dilakukan oleh Kejati. Bahkan, putusan sela memutuskan, PN Tipikor Papua tidak berwenang mengadili perkara tersebut.

“Menurut kami, tindakan Kejati papua yang menerbitkan surat perihal ‘permohonan pemberhentian sementara’ terhadap klien kami Bapak Johannes Rettob diduga tindakan hukum yang dilakukan diduga di luar kewenangan Kejati,” kata Viktor di Gedung MK, Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (31/5).

Viktor mengungkapkan, tindakan Kajati Papua bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan PP Nomor 6 Tahun 2005 tentang Pemilihan, Pengesahan Pengangkatan, dan Pemberhentian Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah.

Berdasarkan Pasal 124 Ayat (3) Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 6 Tahun 2005 sebagaimana telah diubah dengan PP Nomor 78 Tahun 2012 tentang Pemilihan, Pengesahan Pengangkatan, dan Pemberhentian Kepala Daerah Dan Wakil Kepala Daerah, yang berwenang mengusulkan pemberhentian sementara kepala daerah dan/atau wakil kepala daerah kepada Menteri Dalam Negeri adalah Gubernur.

Menurutnya, tindakan Kejati Papua telah nyata merugikan hak konstitusional Johannes berkaitan dengan hak atas pengakuan dan jaminan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama dihadapan hukum, juga terhadap hak atas martabatnya sebagaimana dijaminkan dalam Pasal 28 D Ayat (1) dan Pasal 28G Ayat (1) UUD 1945.

Viktor mengungkapkan, ada proses hukum yang dipaksakan oleh Kajati Papua terhadap Plt Bupati Mimika. Sebab, setelah perkaranya batal demi hukum dalam putusan sela. Namun, Kejati kembali mengajukan dakwaan baru dengan register perkara di Pengadilan Tipikor pada PN Jayapura Nomor: 8/Pid.Sus-TPK/2023/PN Jap, tanggal 09 Mei 2023.

Padahal, perkara yang diduga melibatkan Plt Bupati Mimika ini sebelumnya pernah diselidiki oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada rentang waktu 2017-2019. Namun, proses penyelidikan tidak dilanjutkan ke tahap penyidikan karena tidak cukup bukti.

“Kami melakukan upaya hukum baik upaya administratif yakni mengajukan permohonan keberatan administratif atas tindakan Kejati Papua yang melampaui kewenangannya, serta mengajukan upaya ke MK untuk melakukan uji materi atas Pasal 83 Ayat (1) UU 23 Tahun 2014 tentang Pemda dalam rangka melindungi hak konstitusional yang bersangkutan sebagaimana telah dijamin oleh konstitusi,” tegas Viktor.

Terpisah, juru bicara MK Fajar Laksono mengatakan, pihaknya sudah menerima berkas perkara tersebut. MK akan menindaklanjuti berkas perkara itu.

“Sudah diterima, tapi belum diverifikasi, karena baru diajukan pukul 11.26 WIB,” pungkas Fajar. (*)

Reporter: JP Group

Edric Tjandra : Perawatan Wajah Sangat Penting bagi Laki-laki

0
Edric Tjandra. (IST)

batampos – Aktor sekaligus pembawa acara Edric Tjandra mengatakan laki-laki juga sangat penting melakukan perawatan  wajah guna menunjang penampilannya.

Tidak hanya penting bagi kaum perempuan,  laki-laki juga perlu Perawatan agar terlihat ganteng.

Menurutnya, perawatan bagi laki-laki untuk saat ini kebutuhannya sudah sangat tinggi. Dari angka 10 sampai 100, sang aktor menyebut tingkat kebutuhannya bisa mencapai 80 persen.

“Sepenting itu perawatan bagi cowok-cowok di era sekarang,” ujar Edric Tjandra dalam acara Beyond Aesthetic Beauty & Wellness di Jakarta, belum lama ini.

Baca Juga: Bertemu Paus, Sutradara Scorsese Buat Film tentang Yesus

Perawatan bagi laki-laki penting karena sejumlah alasan. Diantaranya untuk dapat menunjang karir seseorang. Menurutnya, yang pertama kali dilihat dari seorang laki-laki saat melakukan wawancara kerja adalah penampilannya. Dan bagi Edric Tjandra secara pribadi yang menekuni karir di dunia hiburan, perawatan nyaris sudah termasuk kebutuhan primer.

“Buat saya yang bekerja di dunia hiburan sangat penting melakukan perawatan diri. Karena zaman sekarang lucu saja nggak cukup. Harus juga kelihatan ganteng,” katanya.

Alasan lainnya, penampilan fisik yang terlihat menarik disebut Edric Tjandra juga bisa menambah rasa kepercayaan diri. Dengan wajah yang tampan, seseorang bisa jadi percaya diri melakukan sesi foto dan kemudian mengunggah di akun media sosial.

“Kalau kita foto terus kelihatan jelek, itu membuat kita jadi insecure. Untuk cowok- cowok sangat penting merawat diri untuk menambah rasa percaya diri,” jelasnya.

Dia juga mengungkapkan, ketika melakukan perawatan diri, laki-laki tidak perlu memaksakan diri dengan mengalokasikan uang dalam jumlah fantaatis. Yang paling penting bisa menyesuaikan dengan kebutuhan dasar. Karena setiap orang pastinya memiliki kebutuhan akan perawatan yang berbeda-beda.

“Lakukan saja sesuai kebutuhan dan sesuaikan dengan biayanya. Perawatan kan tidak harus langsung sekaligus,” tuturnya.

Bagi pemeran film Olga & Billy Lost in Singapore itu, ada perawatan dasar yang mesti dilakukannya setiap hari. Misalnya dengan melakukan cuci muka, pakai toner, dan menggunakan moisturizer. “Saya juga menjaga makanan karena itu juga berpengaruh,” ujarnya. (*)

Reporter: jpgroup

Satgas Damai Cartenz Tangkap 1 Pelaku Pembantaian 11 Orang di Nduga

0
Kasatgas Damai Cartenz Kombes Faizal Rahmadani mengatakan Satgas Damai Cartenz menangkap salah seorang pelaku pembantaian di Nogoloit, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan. (ANTARA/Evarukdijati)

batampos – Satuan Tugas Penegakan Hukum Damai Cartenz menangkap salah seorang pelaku pembantaian di Nogoloit, Kabupaten NdugaPapua Pegunungan. Kasatgas Damai Cartenz Kombes Faizal Rahmadani kepada ANTARA, Selasa (30/5) malam mengakui penangkapan salah satu pelaku pembantaian warga sipil yang terjadi di Nogoloit pada Juli 2022 lalu.

Dari laporan yang diterima awalnya, Senin (29/5) tim satgas penegakan hukum Damai Cartenz menangkap dua orang di Nogoloit. Setelah dilakukan pemeriksaan, seorang di antaranya diduga terlibat kasus penyerangan dan pembunuhan warga pada 2022.

Tersangka bernisial MK saat insiden itu terjadi diduga membunuh satu dari 11 korban.

Dalam insiden tersebut tercatat 11 orang meninggal termasuk salah seorang tokoh agama asal Nduga yaitu Pdt Eliaser Baner.

Pdt. Eliaser sebagai pelayan gereja di Kampung Yereitma, Distrik Pija, Kabupaten Nduga. Pendeta Eliaser ke Nogoloit dalam rangka kegiatan konfrensi GKI di Wamena pada 26-28 Juli 2022.

Kombes Faizal Rahmadani yang merupakan mantan Dirkrimum Polda Papua mengakui, saat penangkapan sempat terjadi baku tembak di Nogoloit namun tidak ada anggota yang terluka.

“Kontak tembak di Nogoloit sudah terjadi sejak Jumat (26/5),” jelas Kombes Faizal.

Sementara itu, sebanyak 156 warga yang bermukim di Nogoloit terpaksa mengungsi ke Kenyam, ibu kota Kabupaten NdugaPapua Pegunungan. Hal ini akibat terjadinya kontak senjata antara aparat keamanan dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

“Memang benar pada Senin (29/5) malam warga di kampung Nogoloit terpaksa mengungsi karena takut setelah KKB pimpinan Yotam Buriangge melakukan penembakan,” kata Kapolres Nduga AKBP Rio Alexander Penelewen.

Rio Alexander Penelewen mengatakan KKB pimpinan Yotam sejak Senin (29/5) melakukan aksi penembakan sehingga terjadi kontak tembak dengan anggota TNI dan Polri.

Warga yang berada di sekitar lokasi kontak tembak ketakutan sehingga minta bantuan untuk dievakuasi ke Kenyam. Dan, mereka sudah dimukimkan sementara di Gereja Siloam.

Bantuan logistik sudah diserahkan ke para pengungsi, kata AKBP Rio. Untuk mencegah makin meluasnya gangguan keamanan yang dilakukan KKB pimpinan Yotam, maka pihaknya akan melakukan penegakan hukum.

Sebelumnya pada Jumat (26/5) juga terjadi kontak tembak dengan KKB di kawasan Nogoloit. Bahkan kejadian itu menyebabkan satu unit mobil Rantis (Kendaraan Taktis) Tambora terkena tembakan di bagian depan.

Menurut AKBP Rio, saat ini situasi kamtibmas di sekitar Kenyam relatif aman, namun anggota TNI-Polri tetap bersiaga dan waspada.

Yotam Bugiangge merupakan mantan prajurit dari Batalyon Infanteri 756/Wimane Sili (Yonif 756/MWS) yang kabur dari satuannya sejak Desember 2021 dengan membawa satu senjata api jenis SS-2 V1.  (*)

Reporter: JP Group

Dilantik jadi Camat Bintan Utara Definitif, Deny Irman Susilo Diberi Tugas Selesaikan Masalah TPU di Tanjunguban

0
Bupati Bintan, Roby Kurniawan langsung memberi tugas kepada Deny Irman Susilo yang dilantik sebagai Camat Bintan Utara definitif di aula kantor Bupati Bintan, Bintan Buyu, Selasa (30/5/2023). F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos– Deny Irman Susilo dilantik menjadi Camat Bintan Utara definitif oleh Bupati Bintan, Roby Kurniawan di aula kantor Bupati Bintan pada Selasa (30/5/2023) lalu.

Sebelumnya dia mengemban tugas sebagai pelaksana tugas (Plt) Camat Bintan Utara.

Usai dilantik, Deny langsung mendapat tugas dari Bupati Bintan, Roby Kurniawan.

“Benar, kita langsung diberi tugas untuk menyelesaikan masalah tempat pemakaman umum (TPU) baru di Tanjunguban,” kata dia.

Dia mengatakan, bupati ingin lahan TPU baru di Tanjunguban bisa segera digunakan. Karena itu, dia diminta melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) untuk menyelesaikan masalah TPU baru di Tanjunguban.

Bupati Bintan, Roby Kurniawan membenarkan memberi tugas kepada Camat Bintan Utara, Deny Irman Susilo untuk menyelesaikan masalah lahan TPU di Tanjunguban.

“Kemarin masih Plt, mudah-mudahan setelah didefinitifkan menjadi camat masalah lahan TPU baru di Tanjunguban bisa selesai,” kata dia.

BACA JUGA:9 Camat di Bintan Dilantik

Ia meminta agar masalah lahan TPU di Tanjunguban dapat segera digunakan.

“Kalau bisa sebelum Idul Adha sudah selesai masalahnya. Jadi bisa digunakan untuk pemakaman,” kata Roby.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah menyetujui pemanfaatan lahan kawasan hutan dipinjampakai untuk lahan TPU di Tanjunguban.

Kemudian, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad mengeluarkan surat izin pemanfaatan lahan kawasan hutan lindung Sei Jago untuk TPU baru di Tanjunguban.

Persoalannya, lahan seluas 3,9 hektare untuk lahan TPU di Tanjunguban itu telah digarap oleh petani pengarap.

Bahkan, sempat terjadi penolakan oleh petani pengarap saat pemerintah memasang spanduk memberitahukan kalau di lahan tersebut akan digunakan untuk TPU di Tanjunguban. (*)

reporter: slamet

Mantra dari Miss Grand Indonesia 2014 Khusus buat Para Wanita

0
Miss Grand Indonesia 2014 Margenie Winarti. (Instagram/@Margenie_mg)

batampos – ‘Mantra’ dari Miss Grand Indonesia 2014 Margenie Winarti ini khusus buat para wanita yang kurang pede atau minder.

Margenie punya “mantra” yang selalu diucapkan ketika bangun tidur sebelum memulai aktivitas. Ibu tiga anak itu tak pernah lupa mengucapkan setiap hari, ” Aku cantik, aku hebat”

Baca juga:Bertemu Paus, Sutradara Scorsese Buat Film tentang Yesus

”Percaya diri itu dimulai dari diri sendiri. Aku selalu ngomong ke diriku sendiri di kaca, aku cantik, aku hebat. Dengan begitu, rasa kepercayaan diri dalam diri kita itu naik. Coba deh rutin setiap hari, terus ditutup dengan doa tentunya,” kata Margenie saat ditemui di peluncuran Plie di Jayanata, Surabaya, beberapa waktu lalu.

Istri dari Permadi Surya itu mengungkapkan, rasa percaya diri juga perlu didukung dengan habit yang sehat. Seperti makan makanan yang sehat, tidur cukup, dan rutin berolahraga. Selain itu, perempuan kelahiran Pekanbaru, Riau; tersebut menambahkan, tampil percaya diri juga ditunjang dari apa yang melekat dalam diri.

”Misal, ingin memperbaiki bentuk tubuh. Apa yang bisa kita pakai. Ada effort yang bisa kita lakukan untuk tubuh sendiri. Bentuk self love,” tutur Margenie Winarti.

Margenie ingin menyampaikan rasa percaya diri yang muncul dalam diri melalui produk Plie yang dibesutnya selaku CEO Plie Indonesia. Plie Makeup Skin Series mengeluarkan desain baru terinspirasi dari keindahan warna-warna make up yang dapat membuat penampilan seorang perempuan menjadi lebih cantik dan indah.

”Jadi Shapewear ini bener-bener merupakan inovasi baru, karena dari make up yang dikenakan ini bisa membuat perempuan tampil lebih menawan dan dipadukan dengan Shapewear di dalam tubuh perempuan sesuai warna make up,” ungkap Margenie Winarti perempuan yang hobi berkuda itu. (*)

Reporter: jpgroup

Langgar Izin Tinggal Sejak 2017 dan Sempat Jadi Gelandangan di Bali, WN Tiongkok Dideportasi

0
Rumah Detensi Imigrasi Denpasar, Bali mendeportasi seorang warga negara asing (WNA) asal China yang sudah hampir enam tahun melanggar izin tinggal. (ANTARA)

batampos – Seorang warga negara asing (WNA) asal Tiongkok yang sudah hampir enam tahun melanggar izin tinggal sejak 2017 dideportasi. Rumah Detensi Imigrasi Denpasar, Bali, mengungkapkan, WNA tersebut sempat menjadi gelandangan selama di Bali.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Bali Anggiat Napitupulu di Denpasar, Rabu, menjelaskan warga China berinisial WR itu masuk Indonesia melalui Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. Ada pun izin tinggalnya hanya 30 hari, yakni untuk berlibur di Bali.

WR masuk Indonesia menggunakan fasilitas Bebas Visa Kunjungan. Ada pun saat ini, China merupakan salah satu dari 92 negara yang mendapatkan fasilitas visa on arrival (VoA) atau visa kunjungan saat kedatangan.

Sementara itu, berdasarkan hasil pemeriksaan petugas Imigrasi, ia mengaku ingin mencari suaka tanpa alasan yang jelas. Dalam pengakuannya WR tinggal di Bali seorang diri dan untuk mencukupi kebutuhan, ia mengandalkan uang tabungan yang saat ini telah habis.

Ia juga mengaku paspornya hilang pada 2019. Tapi hasil pemeriksaan, WR tidak pernah melaporkan kepada otoritas di Konsulat Jenderal China di Denpasar.

WR juga sempat hidup menggelandang dan kerap berkeluyuran di kawasan Monumen Bom Bali 1 di kawasan Legian, Kuta, Kabupaten Badung. Mengingat keberadaannya yang dianggap meresahkan, masyarakat kemudian melaporkan WR kepada petugas Satpol PP Badung.

Anggiat menambahkan petugas Satpol PP Kuta kemudian menangkap WR dan diserahkan kepada Imigrasi Ngurah Rai pada 18 Januari 2021. Mengingat deportasi saat itu belum bisa dilakukan, maka petugas Imigrasi Ngurah Rai kemudian menyerahkan WR kepada Rumah Detensi Imigrasi Denpasar pada 20 Januari 2021.

“Setelah didetensi selama dua tahun 4 bulan kami rutin melakukan konseling, pendekatan persuasif dan setelah kedua orang tuanya datang ke Bali untuk menjemput WR akhirnya ia mau dipulangkan ke negara asalnya,” imbuh Anggiat.

WR kemudian masuk daftar penangkalan dan dideportasi menuju Nanjing, China menumpangi maskapai Sriwijaya Air dari Bandara Internasional Ngurah Rai Bali dengan nomor penerbangan SJ-1190 pada Rabu (31/5) pukul 09.25 WITA.

Berdasarkan catatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Bali, sejak Januari-Mei 2023 sebanyak 129 warga negara asing dideportasi dari Bali.

Sedangkan sejak pintu internasional dibuka kembali di Bali pada Mei 2022 hingga Desember 2022, tindakan paksa mengeluarkan orang asing bermasalah dari wilayah Indonesia mencapai 194 orang.

Penyebabnya beragam mulai melanggar izin tinggal, menyalahgunakan izin tinggal, tindakan kriminal hingga melanggar norma di Bali. (*)

Reporter: JP Group

Swiatek dan Rybakina Melenggang ke Babak Kedua French Open

0
Petenis ranking satu dunia Iga Swiatek masih terlalu kuat di babak awal French Open 2023. (Manan VATSYAYANA / AFP)

batampos – Juara bertahan Iga Swiatek mengatasi tantangan awal untuk mencapai babak kedua French Open. Petenis putri Polandia itu menang dua set langsung atas petenis Spanyol, Cristina Bucsa.

Petenis nomor satu dunia, yang berusaha menjadi perempuan pertama yang berhasil mempertahankan gelar di Roland Garros sejak Justine Henin pada 2007, menang 6-4, 6-0.

“Saya mengetahui lapangan ini dengan cukup baik dan saya fokus pada masa depan,” kata Swiatek, yang bisa kehilangan peringkat teratas dari Aryna Sabalenka atau Elena Rybakina di Roland Garros, seperti disiarkan AFP, Rabu (31/5).

Swiatek, juara di Paris pada 2020, hanya kalah satu gim dari Bucsa saat keduanya bertemu di Australian Open pada Januari.

Baca Juga: Lolos dari Kualifikasi, Sabar/Reza Tantang Leo/Daniel di Thailand Open

Dia berjuang untuk mendapatkan ritmenya dalam babak pembuka di Paris pada set pertama yang menampilkan lima break servis.

Namun, begitu set pembuka ditutup, petenis berusia 21 tahun itu menyingkirkan Bucsa, peringkat 70 dunia, pada set kedua yang berlangsung selama 22 menit.

Selanjutnya, Swiatek akan berhadapan dengan petenis Swiss Ylena In-Albon atau petenis AS Claire Liu.

Sementara itu, juara Wimbledon Elena Rybakina menepis awal yang lambat untuk mengalahkan petenis remaja asal Ceko Brenda Fruhvirtova dengan dua set langsung untuk memesan tempat di babak kedua French Open.

Baca Juga: Timnas Indonesia Target Tembus Piala Dunia 2038, Ini yang Harus Dilakukan

Petenis peringkat empat dunia asal Kazakhstan, yang masuk dalam tiga favorit utama untuk meraih gelar French Open bersama dengan Iga Swiatek dan Aryna Sabalenka, itu mengalahkan petenis berbakat berusia 16 tahun Fruhvirtova dengan 6-4, 6-2.

“Tidak memulai dengan baik, butuh beberapa saat untuk memikirkan cara memainkan ini… Tapi saya sangat senang,” ujar Rybakina.

Dia selanjutnya akan menghadapi petenis remaja Ceko lainnya, Linda Noskova.(*)

 

 

Reporter: Antara

 

 

Ayah Tiri di Nongsa Cabuli 2 Anak Sambung Hingga Hamil

0
Ayah tiri di Nongsa cabuli anaknya hingga hamil.
Kapolsek Nongsa Kompol Fian Agung Wibowo, bersama Kasi Humas Polresta Barelang dan Kanit Reskrim Polsek Nongsa memberikan ketengan pengungkapan tersangka tindak pidana pencabulan saat ekspos di Mapolsek Nongsa, Rabu (31/5). Foto Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Ayah tiri berinisial S, 35 mencabuli dua anak sambungnya Hs, 16 dan Bt 14. Perbuatan bejat S, ini sudah dilakukannya selama 5 tahun. 

Akibat perbuatannya, salah satu anak tirinya hamil. Aksi S, terhenti setelah ditangkap jajaran Polsek Nongsa. 

Kapolsek Nongsa, Kompol Fian Agung mengatakan, pencabulan yang dilakukan oleh S, sudah berulang kali.

“Ayah tiri ini cabuli anaknya hingga hamil. Hasil ini didapat dari tes kehamilan ke salah satu korban,” ujar Fian, Rabu (31/5). 

Modusnya S, dengan membujuk korban serta diimingi diberikan uang Rp 20 ribu setiap hari.

Baca Juga: Polsek Nongsa Ringkus Ayah Tiri Pencabul Anak

Fian menjelaskan, kasus ini terungkap usai pelapor yaitu bibi korban tidak sengaja mendengarkan pertengkaran ibu korban dan pelaku S. Pelapor kemudian menanyai salah satu keponakannya yang jadi korban.

“Saat bertengkar itu, pelapor mendengar ucapan dari ibu kandung korban dan mengetahui perbuatan pelaku,” kata Fian.

Oleh bibi korban, perbuatan pelaku dilaporkan ke Polsek Nongsa. Kemudian pelaku diringkus di kediamannya di Batu Besar, Nongsa.

“Korban ini statusnya masih pelajar. Sekarang sudah mendapatkan pendampingan dari KPAI,” ungkapnya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 81 dan atau Pasal 82 Undang-undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Reporter: YOFI YUHENDRI

Pembuat Logo IKN Nusantara Harap Karyanya jadi Semangat Peradaban Baru

0
Desainer bernama Aulia Akbar menunjukkan logo Pohon Hayat yang terpilih menjadi logo IKN Nusantara di Kampus Itenas, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (31/5/2023). (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)

batampos – Pembuat logo Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara bertema Pohon Hayat, Aulia Akbar (31), berharap karyanya yang telah terpilih itu bisa menjadi semangat bagi peradaban baru Indonesia ke depannya.

Menurutnya ide desain logo Pohon Hayat itu berasal dari ragam budaya bangsa Indonesia sejak ditumbuhkan oleh para leluhur. Kemudian menurutnya desain pohon juga dipilih karena Indonesia sangat kaya dengan keanekaragaman hayati.
“Logo ini sebagai wajah ibu kota baru dengan semangat baru, untuk peradaban Indonesia ke depan perlu mengikat semua perbedaan ini dengan damai,” kata Aulia saat ditemui di Kampus Itenas, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (31/5).
Menurutnya ide logo Pohon Hayat itu tumbuh seiring riset yang dilakukan oleh timnya selama proses pembuatan. Dia juga merangkul komunitas-komunitas untuk memberi sumbangsih ide berdasarkan beragam literatur.
Selain itu, menurutnya warna coklat pada logo tersebut berasal dari konsep warna khatulistiwa. Konsep tersebut dipilih karena merupakan warna yang inklusif berdasarkan berbagai pertimbangan.
“Jadi ini berasal dari hal-hal yang kultural, kembali ke akar, kita cari akar kita, Indonesia itu seperti apa, makanya itu semua sudah terakumulasi ya,” katanya.
Aulia pun mengatakan logo Pohon Hayat itu tidak dibuat hanya oleh satu orang, melainkan oleh 10 orang. Kemudian, kata dia, logo itu terpilih berdasarkan keputusan rakyat berdasarkan pemungutan suara.
“Harus diingat, logo yang terpilih ini bukan hasil saya sendiri, ini hasil kolektif bersama, dan digunakan untuk bersama juga gitu,” kata dia. (*)
Reporter:Antara