
batampos– Tingginya angka stunting di Desa Teluk Sasah membuat pemerintah daerah bersama TP PKK Bintan mendirikan rumah asuh.
Hal ini dilakukan sebagai upaya menurunkan angka stunting di desa tersebut.
“Kasus stunting di sini (Desa Teluk Sasah) cukup tinggi, makanya kita mendirikan rumah asuh,” kata Ketua TP PKK Bintan, Hafizha Rahmadhani usai meresmikan Rumah Asuh Bintan Kasih di Perumahan Taman Surya Indah, Desa Teluk Sasah, Kecamatan Seri Kuala Lobam pada Senin (5/6/2023) pagi.
Menurut dia, kasus stunting di Desa Teluk Sasah disebabkan sebagian besar orangtua bekerja sehingga menitipkan anaknya.
“Sebenarnya orangtua berkecukupan, hanya kurang diperhatikan asupan gizinya,” kata dia.
Dia mengatakan, rumah asuh ini akan dioperasikan mulai pagi sampai sore dari hari Senin sampai dengan Jumat. Rumah asuh akan dilengkapi sarana dan prasarana serta didukung pengasuh, pendamping penyuluh dan kesehatan.
“Jadi mereka di sini selama 5 hari, mulai Senin sampai Jumat. Untuk Sabtu dan Minggu, mereka akan diasuh orangtuanya,” kata dia.
Dia juga mengatakan, pemerintah desa akan membantu asupan gizi anak-anak yang diasuh di rumah asuh.
Tidak hanya itu, petugas kesehatan dari Puskesmas akan mengecek tumbuh kembang anak yang diasuh di rumah asuh setiap pekan.
“Jadi, asupan makanan dan tumbuh kembangnya anak-anak benar-benar dipantau,” kata dia.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3KB) Kabupaten Bintan, Aupa Samake menyampaikan, angka stunting per Februari tahun 2023 di Bintan sekira 3,46 persen. Untuk kasus stunting banyak ditemukan di Desa Teluk Sasah, Kecamatan Seri Kuala Lobam.
Dia menyebut, awalnya ada 12 orang balita yang terindikasi kasus stunting di Desa Teluk Sasah.
Dari 12 orang balita, hanya 8 orang yang akan menjadi anak asuh di rumah asuh Bintan Kasih. Mereka terdiri dari 1 orang berusia 6 bulan, 1 orang berusia 10 bulan dan 6 orang usia di atas 12 bulan.
“Kalau 3 orang balita lagi, (orangtua) belum bersedia. Kemudian ada 1 orang lagi namun setelah dicek ulang, hasilnya tidak stunting,” kata dia.
BACA JUGA:Percepat Penyerapan Anggaran, Kejar Capaian Penurunan Stunting di Kepri
Dia mengatakan, 8 orang balita tersebut akan diasuh oleh 3 orang pengasuh yang telah melalui seleksi dari psikolog dan tes kesehatan.
Masing-masing pengasuh akan merawat 3 anak. Hal ini telah dikoordinasikan dengan Dinas Pendidikan serta Dinas Kesehatan.
Dalam menunjang sarana dan prasarana di rumah asuh, dia mengaku mendapat bantuan dari TP PKK Bintan, Dinas Kesehatan, DP3KB, dan PT BIE, BRK, BPR.
“Sementara mereka di sini. Ke depannya, bangunan puskesmas lama akan direhab menjadi rumah asuh,” kata dia.
Kades Teluk Sasah, Suhairry Sembiring menyampaikan, pihaknya mendukung didirikannya rumah asuh melalui program rantang sehat.
“Kita akan memberikan asupan gizi dan makanan untuk anak-anak yang diasuh di rumah asuh,” kata dia.
Bahkan, pemerintah desa siap menyediakan kendaraan untuk antarjemput anak yang diasuh di rumah asuh.
Mantan guru sekolah dasar ini berharap, didirikannya rumah asuh dapat menurunkan angka stunting di Desa Teluk Sasah. (*)
reporter: slamet








