
Artikel Strategis di Jalur Pelayaran Dunia, KEK Tanjung Sauh Optimis Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional di Atas 8% pertama kali tampil pada Metropolis.

Artikel Strategis di Jalur Pelayaran Dunia, KEK Tanjung Sauh Optimis Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional di Atas 8% pertama kali tampil pada Metropolis.

batampos – Harga emas terus menunjukkan tren kenaikan. Menariknya, kondisi tersebut justru diiringi dengan meningkatnya minat beli masyarakat. Fenomena ini terlihat di Toko Emas Banda Baru, Mega Mall Batam Center, Selasa (27/1) sore.
Pantauan Batam Pos di lokasi, harga emas per gram kini telah menyentuh angka Rp3.094.000. Meski terbilang tinggi, pembeli justru semakin ramai mendatangi toko emas, terutama untuk keperluan investasi.
Karyawan Toko Emas Banda Baru, Amel, mengatakan lonjakan harga tidak menyurutkan minat masyarakat. Bahkan, jumlah pembeli jauh lebih banyak dibandingkan penjual.
“Yang beli jauh lebih banyak daripada yang jual. Karena harganya terus naik, jadi banyak yang memilih simpan emas,” ujarnya.
Amel menjelaskan, stok emas di tokonya masih tersedia dengan beragam pilihan berat, mulai dari 1 gram, 2 gram, 3 gram, 4 gram, 5 gram hingga 100 gram, sehingga pembeli bisa menyesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing.
Untuk harga, emas 24 karat premium dengan berat hingga 4 gram dijual sekitar Rp3.064.000 per gram. Sementara emas eksklusif dengan berat 5–40 gram dibanderol sekitar Rp2.927.000 per gram, dan emas dengan berat di atas 45 gram dijual sekitar Rp2.900.000 per gram.
Selain itu, Amel merinci harga emas berdasarkan berat tertentu. Untuk emas 5 gram dijual sekitar Rp14.806.000, emas 10 gram seharga Rp29.309.000, dan emas 25 gram dibanderol sekitar Rp72.753.000.
“Harga masih terus berubah-ubah dan cenderung naik. Memang trennya sedang naik,” tambahnya.
Salah seorang pembeli, Mira Maulani, mengaku membeli emas murni untuk tujuan investasi jangka panjang. Menurutnya, emas merupakan instrumen yang relatif aman karena nilainya cenderung meningkat dari waktu ke waktu.
“Saya beli emas untuk investasi. Harganya naik terus, jadi menurut saya ini pilihan yang tepat,” katanya.
Sebagai generasi Z, Mira menilai investasi sejak dini merupakan hal penting. Ia memilih emas logam mulia bersertifikat dibandingkan perhiasan.
“Biar ada pegangan ke depan. Saya pilih logam mulia karena memang untuk disimpan, bukan dipakai,” ujarnya.
Ucik juga mengaku pekerjaannya menuntut banyak aktivitas di lapangan, sehingga ia tidak nyaman menggunakan perhiasan.
“Kerja di lapangan, jadi kurang percaya diri kalau pakai perhiasan. Takut juga mengundang perhatian,” tambahnya.
Ia menilai, menyisihkan sebagian gaji untuk membeli emas merupakan langkah yang bijak di tengah kondisi ekonomi yang fluktuatif.
“Saya pilih emas karena bisa untung dan aman,” katanya.(*)
Artikel Meski Harga Emas Mahal, Minat Pembeli Malah Meningkat pertama kali tampil pada Metropolis.

batampos – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas mengapresiasi komitmen Harbour Energy yang konsisten menyalurkan berbagai bantuan sosial kepada masyarakat daerah perbatasan sepanjang tahun 2025. Bantuan tersebut menyasar sektor-sektor strategis yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar warga.
Program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Harbour Energy mencakup penyediaan air bersih, peningkatan fasilitas pendidikan, hingga dukungan layanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah terpencil Anambas.
Salah satu bantuan utama yakni pengelolaan fasilitas air bersih di Desa Rewak, Kecamatan Siantan. Program ini memberikan manfaat langsung kepada 25 Kartu Keluarga (KK) serta satu rumah ibadah yang selama ini mengalami keterbatasan akses air bersih.
Dengan tersedianya fasilitas tersebut, warga Desa Rewak kini dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti memasak, mandi, dan beribadah dengan lebih layak dan sehat.
Selain sektor air bersih, Harbour Energy juga memberikan perhatian pada peningkatan kualitas pendidikan di wilayah pedesaan. Perusahaan migas tersebut membantu pengadaan fasilitas internet serta pemasangan Air Conditioner (AC) untuk siswa Taman Kanak-kanak (TK) di Desa Tebang.
Community Investment Manager Harbour Energy, Andri Kristianto, mengatakan bantuan AC diberikan setelah pihaknya melihat langsung kondisi ruang belajar yang kurang nyaman akibat suhu ruangan yang panas.
“Tahun lalu saya ke TK, dalam kondisi cuaca panas, suhu di dalam kelas juga panas. Kasihan anak-anak, jadi kami bantu AC agar mereka bisa belajar dengan tenang,” ujar Andri, Selasa (27/1/2026).
Menurutnya, kenyamanan ruang belajar memiliki pengaruh besar terhadap konsentrasi dan semangat anak-anak dalam mengikuti proses pembelajaran.
Tak hanya itu, Harbour Energy juga menyalurkan bantuan sejumlah unit mobil ambulans kepada kelompok masyarakat. Ambulans tersebut akan digunakan untuk mendukung pelayanan kesehatan, khususnya dalam kondisi darurat, rujukan pasien, dan kebutuhan medis warga di wilayah terpencil.
“Kami ingin kehadiran Harbour Energy benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” jelas Andri.
Sementara itu, Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, menyampaikan apresiasi atas kontribusi Harbour Energy yang dinilai konsisten mendukung pembangunan sosial di daerah perbatasan.
Ia menilai bantuan tersebut merupakan wujud nyata kolaborasi antara pemerintah daerah dan pihak swasta dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi dengan perusahaan sangat penting agar pembangunan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Aneng.
Aneng juga mengajak seluruh perusahaan yang beroperasi di Anambas untuk memiliki kepedulian sosial dan berkontribusi terhadap kebutuhan masyarakat setempat.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas menegaskan komitmennya mendukung dunia usaha, baik dalam proses perizinan maupun kebijakan lainnya sesuai ketentuan perundang-undangan, guna menciptakan iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan. (*)
Artikel Bantu Warga Perbatasan, Pemkab Anambas Nilai CSR Harbour Energy Tepat Sasaran pertama kali tampil pada Kepri.

batampos – Seorang pria diamankan polisi setelah aksi pembakaran sampah yang dilakukannya memicu kebakaran lahan di kawasan Jalan WR Supratman, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (27/1/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.
Kebakaran pertama kali diketahui warga setelah muncul kepulan asap dari sebuah lahan kosong di sekitar jalan utama. Asap tebal sempat mengarah ke badan jalan dan mengganggu jarak pandang pengendara yang melintas.
Salah seorang warga, Rizki, mengatakan awalnya api terlihat kecil dan diduga hanya berasal dari aktivitas pembakaran sampah. Namun api dengan cepat membesar dan membakar semak belukar serta pepohonan di lahan tersebut.
“Awalnya kami pikir cuma bakar sampah, tapi tiba-tiba api jadi besar,” kata Rizki.
Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Tanjungpinang kemudian dikerahkan ke lokasi. Dengan satu unit armada, api berhasil dipadamkan sebelum merembet ke area yang lebih luas.
Hasil penyelidikan Polsek Tanjungpinang Timur mengungkap kebakaran lahan tersebut disebabkan pembakaran sampah yang dilakukan seorang pria berinisial R. Pria tersebut langsung diamankan dan dibawa ke Polsek Tanjungpinang Timur untuk dimintai keterangan.
Kapolsek Tanjungpinang Timur AKP Ahmad Syaputra mengatakan pelaku telah diminta membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya.
“Kami meminta yang bersangkutan membuat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan membakar sampah,” ujar Ahmad Syaputra.
Ia menegaskan langkah tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang, mengingat tingginya potensi kebakaran lahan di wilayah tersebut.
“Dalam satu hari saja sudah ada dua kejadian kebakaran, satu lagi di Batu 15, dan diduga juga akibat pembakaran sampah,” jelasnya.
Pihak kepolisian pun mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah, khususnya di lahan kosong atau area yang mudah terbakar.
“Jika api tidak terkendali, kebakaran bisa meluas. Kami juga terus berkoordinasi dengan Damkar untuk mengantisipasi kejadian serupa,” pungkasnya. (*)
Artikel Bakar Sampah Picu Kebakaran Lahan di Tanjungpinang, Seorang Pria Diamankan Polisi pertama kali tampil pada Kepri.

batampos – Menyambut perayaan Tahun Baru Imlek 2026, Aston Inn Gideon Batam menghadirkan Hampers Imlek spesial sebagai pilihan bingkisan eksklusif untuk keluarga, kerabat, maupun relasi bisnis. Peluncuran hampers ini mulai ditawarkan kepada masyarakat sejak Selasa (27/1).
Hampers Imlek tersebut tersedia untuk pemesanan mulai Januari 2026 hingga 16 Februari 2026 dan dapat dipesan langsung di Aston Inn Gideon Batam.
Produk ini ditawarkan dengan harga yang terjangkau, namun tetap mengedepankan kualitas premium serta kemasan elegan bernuansa Imlek.
Dalam paket hampers Tahun Baru Imlek ini, Aston Inn Gideon Batam menghadirkan tiga pilihan homemade cookies yang dibuat khusus oleh tim dapur hotel. Setiap produk dikemas secara eksklusif untuk memberikan kesan istimewa sebagai hadiah di momen perayaan Imlek.
Pilihan pertama adalah Nastar Cookies, yang dijual dengan harga Rp110.000 per toples. Kue klasik ini dikenal dengan teksturnya yang lembut dan cita rasa manis-asam khas nanas, yang kerap identik dengan suasana perayaan hari besar, termasuk Imlek.
Pilihan kedua terdiri dari Almond Cookies dan Peanut Chocolate Cookies, yang masing-masing dibanderol dengan harga Rp90.000 per toples.
Varian ini menyuguhkan perpaduan rasa gurih dan manis yang cocok untuk dinikmati bersama keluarga maupun dijadikan buah tangan.
Operational Manager Aston Inn Gideon Batam, Ade Irwansyah, mengatakan bahwa hampers ini dihadirkan tidak hanya sebagai produk kuliner, tetapi juga sebagai simbol kebersamaan dan doa baik di tahun yang baru.
“Kami ingin menghadirkan hampers Imlek yang tidak hanya lezat, tetapi juga memiliki makna kebersamaan dan harapan baik di tahun yang baru. Seluruh cookies dibuat menggunakan bahan berkualitas dan dikemas secara eksklusif agar layak dijadikan hadiah,” ujar Ade.
Ia menambahkan, hampers Imlek ini diproduksi dalam jumlah terbatas sehingga masyarakat yang berminat diimbau untuk melakukan pemesanan lebih awal.
Dengan kemasan yang elegan dan kualitas rasa yang terjaga, hampers Imlek dari Aston Inn Gideon Batam diharapkan dapat menjadi pilihan tepat untuk berbagi kebahagiaan serta mempererat tali silaturahmi di momen Tahun Baru Imlek 2026.
Untuk informasi lebih lanjut dan pemesanan, masyarakat dapat menghubungi +62 811 7036 387.
Artikel Aston Inn Gideon Batam Hadirkan Hampers Imlek Spesial Sambut Tahun Baru 2026 pertama kali tampil pada Metropolis.

Artikel Dinkes Waspada Terhadap Masuknya Virus Nipah, Rumah Sakit Sudah Siap jika Ada Suspek pertama kali tampil pada Metropolis.

batampos – Krisis air bersih yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bintan mulai berdampak langsung pada kehidupan warga. Di Kampung Sungai Jeram, Desa Lancang Kuning, Kecamatan Bintan Utara, warga terpaksa membeli air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari setelah sumur mereka mengering.
Salah seorang warga, Heni Setiowati, mengatakan air sumur di rumahnya mulai menyusut sejak sebulan terakhir akibat musim kemarau yang berkepanjangan.
“Sudah sebulan air sumur menyusut,” kata Heni, Selasa (27/1).
Untuk mencukupi kebutuhan harian, Heni harus membeli sekitar 1.000 liter air setiap pekan dengan harga mencapai Rp70 ribu. Air tersebut digunakan untuk keperluan mandi, mencuci, dan kebutuhan rumah tangga lainnya, sementara air minum dibeli terpisah dalam bentuk galon.
“Kalau untuk cuci baju dan kebutuhan rumah tangga pakai air beli, sementara untuk minum beli air galon,” ujarnya.
Ia menyebut setidaknya tiga rumah di kampung tersebut kini bergantung pada air beli karena sumur sudah tidak lagi mengeluarkan air.
“Kami berharap ada bantuan air bersih dari pemerintah daerah selama musim kemarau ini,” ucapnya.
Selain warga di Kampung Sungai Jeram, kekeringan juga melanda warga di Perumahan Yudha Oktaviary di Kelurahan Sei Lekop, Kecamatan Bintan Timur.
Ketua RT 05 RW 03, Kelurahan Sungai Lekop, Setiawan mengatakan bahwa sudah hampir satu bulan air sumur mengering, dan sekitar 85 persen dari 154 rumah di perumahan tersebut terkena dampaknya.
“Kebetulan wilayah kami perbukitan dan lokasi batu, jadi bantuan sumur bor tidak bisa menjangkau terkendala batu granit yang sangat besar,” ujarnya.
Setiawan merasa sedih melihat warganya yang tidak sanggup membeli air dengan harga Rp 70 ribu per ton.
Ia juga mengatakan bahwa sebelumnya sudah ada pendataan dari pihak kelurahan untuk menjadi pelanggan PDAM, tapi belum ada info kelanjutan.
Setiawan berharap ada bantuan air dari pemerintah untuk warga yang terkena dampak kemarau.
Hal yang sama juga dialami warga di Desa Teluk Sasah, Kecamatan Seri Kuala Lobam. Luyo, warga setempat mengatakan bahwa daerahnya belum terjamah air SPAM sehingga masih mengandalkan sumur.
Jika musim kemarau melanda, ia harus membeli air 1.000 liter dengan harga Rp 70 ribu. “Biasanya pemakaian untuk satu minggu, setelah habis mau tidak mau beli air lagi,” kata Luyo.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Pelaksana BPBD Bintan, Ramlah, mengatakan pihaknya belum dapat memenuhi seluruh permintaan bantuan air bersih dari masyarakat. Hal ini disebabkan keterbatasan sumber daya dan fokus penanganan bencana lain.
“Saat ini yang menjadi fokus kami adalah penanganan kebakaran lahan yang belakangan cukup marak terjadi,” kata Ramlah.
Selain itu, BPBD Bintan juga menghadapi keterbatasan sarana, prasarana, serta personel dalam merespons seluruh kebutuhan masyarakat secara bersamaan.
“Sarana dan prasarana yang kami miliki masih terbatas,” jelasnya.
Ramlah berharap masyarakat dapat memahami kondisi tersebut dan tetap memberikan dukungan kepada pemerintah daerah dalam upaya penanganan dampak musim kemarau yang melanda Bintan. (*)
Artikel Sumur Mengering, Warga Sungai Jeram Bintan Utara Terpaksa Beli Air Rp70 Ribu per Minggu pertama kali tampil pada Kepri.

batampos – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Batam menjatuhkan vonis pidana penjara selama dua tahun terhadap dua terdakwa, Yusliah dan Darti dalam perkara penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) secara ilegal. Putusan dibacakan dalam sidang yang digelar pada Selasa (27/1).
Ketua Majelis Hakim Irfan Lubis dalam amar putusannya menyatakan bahwa keterangan para saksi serta barang bukti yang diajukan di persidangan telah memenuhi seluruh unsur dakwaan sebagaimana didakwakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).
“Menimbang bahwa keterangan saksi-saksi dan alat bukti telah terpenuhi, majelis menyatakan terdakwa bersalah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sebagaimana dakwaan,” ujar Irfan di ruang sidang.
Atas perbuatannya, masing-masing terdakwa dijatuhi pidana penjara dua tahun serta denda sebesar Rp3 miliar dengan ketentuan apabila denda tidak dibayarkan diganti dengan pidana kurungan selama dua bulan.
Usai pembacaan putusan, penasihat hukum terdakwa Cut Wahidah Mumtaza
menyatakan pikir-pikir atas putusan majelis hakim tersebut.
Sebelumnya, JPU Martua menuntut agar kedua terdakwa dijatuhi hukuman lebih berat. Dalam tuntutannya, JPU menyatakan Yusliah dan Darti terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penempatan Pekerja Migran Indonesia secara ilegal sebagaimana diatur dalam Pasal 81 Undang-Undang RI Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia yang telah diubah dengan UU Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
JPU menuntut pidana penjara tiga tahun dikurangi masa penahanan, serta denda Rp3,75 miliar subsider enam bulan kurungan.
Dalam dakwaan JPU terungkap, perkara ini bermula pada 2 Juli 2025 saat terdakwa Darti Alhusaini menghubungi Yusliah dan menyampaikan rencana membawa dua orang calon PMI ke Singapura.
Selanjutnya, pada 9 Juli 2025 Darti kembali meminta Yusliah memesan kamar di salah satu hotel di kawasan Botania, Batam, untuk menampung calon PMI tersebut. Pada 10 Juli 2025 Yusliah menjemput saksi Muniah calon PMI, di Bandara Hang Nadim dan mengantarkannya ke hotel. Di lokasi tersebut sudah ada Rosmina calon PMI lainnya.
Keesokan harinya, 11 Juli 2025 Yusliah dan Darti membawa Muniah dan Rosmina menuju Pelabuhan Internasional Batam Center untuk menyeberang ke Singapura. Setibanya di pelabuhan, Darti meminta Yusliah membeli empat tiket kapal tujuan HarbourFront, Singapura.
Namun, saat pemeriksaan imigrasi, Muniah ditolak dan diminta masuk ke ruang pemeriksaan, sementara Yusliah, Darti, dan Rosmina sempat lolos. Menyadari adanya pemeriksaan polisi terhadap Muniah, Yusliah kemudian melarikan diri dan bersembunyi di sebuah hotel di kawasan Botania.
Dari fakta persidangan terungkap, Muniah dan Rosmina rencananya akan diberangkatkan ke Irak melalui Singapura untuk bekerja, tanpa melalui prosedur resmi penempatan PMI dan tanpa dokumen serta pelatihan yang dipersyaratkan oleh peraturan perundang-undangan.
Majelis hakim menilai perbuatan para terdakwa melanggar ketentuan hukum karena dilakukan secara perseorangan tanpa izin resmi atau Surat Izin Penempatan Pekerja Migran Indonesia (SIPPMI) dari pemerintah.(*)
Artikel Hendak Berangkatkan PMI ke Irak Secara Ilegal, Dua Wanita Divonis Dua Tahun Penjara pertama kali tampil pada Metropolis.

batampos – Puskesmas Dabo Lama mulai menerapkan pemeriksaan atau skrining HIV/AIDS bagi calon pengantin pada 2026. Kebijakan ini menjadi langkah pencegahan penularan HIV sejak sebelum pernikahan dan kehamilan.
Kepala Puskesmas Dabo Lama, Hesti Ningrum, mengatakan skrining HIV pra nikah dinilai penting untuk melindungi pasangan suami istri, sekaligus mencegah risiko penularan dari ibu ke bayi.
“Deteksi dini membuka peluang pencegahan dan pengobatan yang lebih cepat dan terarah,” ujar Hesti, Selasa (27/1).
Menurutnya, apabila HIV terdeteksi sejak awal, pasien akan langsung menjalani terapi antiretroviral (ARV) secara rutin. Terapi ini berfungsi menekan perkembangan virus di dalam tubuh sehingga kualitas hidup pasien tetap terjaga.
“Pengobatan antiretroviral juga sangat efektif mencegah penularan HIV dari ibu hamil kepada bayinya. Dengan terapi teratur, risiko penularan bisa ditekan secara signifikan,” jelasnya.
Saat ini, Puskesmas Dabo Lama mencatat 24 pasien HIV aktif yang masih menjalani pengobatan secara rutin. Secara keseluruhan, fasilitas kesehatan tersebut telah menangani 43 kasus HIV, dengan sebagian pasien dilaporkan telah meninggal dunia.
Hesti menegaskan, layanan skrining HIV di Puskesmas Dabo Lama bersifat sukarela dan rahasia. Masyarakat Kabupaten Lingga dapat melakukan pemeriksaan tanpa paksaan serta tanpa stigma.
“Seluruh layanan HIV dilakukan di poli khusus dengan jaminan kerahasiaan pasien. Kami berkomitmen memberikan pelayanan medis yang aman, profesional, dan manusiawi,” tegasnya.
Penerapan skrining HIV pra nikah ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kesehatan sebelum menikah, sekaligus mendukung upaya pengendalian HIV/AIDS di Kabupaten Lingga. (*)
Artikel Cegah Penularan, Calon Pengantin di Lingga Wajib Skrining HIV pertama kali tampil pada Kepri.

Artikel SPPG Edukasi ke Sekolah Terkait Label Batas Konsumsi MBG pertama kali tampil pada Metropolis.