batampos– Kader Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kepri akan menghadiri Kongres GAMKI ke 12 di Kota Ambon, 12-18 Mei 2023.
Para kader GAMKI Kepri berharap kongres ini akan menjadi momentum dalam memperkuat eksistensi organisasi dan menjadikannya lebih modern, pancasilais, dan religius.
Delegasi GAMKI dari Kepri terdiri dari perwakilan pemuda gereja di Kabupaten/Kota di Kepri telah mempersiapkan diri dengan baik sebelum berangkat ke Ambon.
Diantara Perwakilan dari Dewan Pimpinan Cabang GAMKI Kota Batam, Kota Tanjungpinang, Kabupaten Karimun dan Kabupaten Bintan serta perwakilan Dewan Pimpinan Daerah GAMKI Provinsi Kepri.
Mereka memiliki tujuan yang jelas dalam menghadiri kongres ini, yaitu untuk memperluas wawasan, bertukar pengalaman, dan memperdalam pemahaman tentang pentingnya peran GAMKI sebagai organisasi pemuda Kristen yang nasionalis dan oikumenis.
BACA JUGA:Jantua Terpilih Pimpin DPC Gamki Karimun
“Kami sangat bersemangat untuk mengikuti Kongres GAMKI di Ambon. Kami percaya bahwa kongres ini akan menjadi platform penting dalam merumuskan langkah-langkah strategis untuk memajukan peran GAMKI dalam medan pelayanannya. GAMKI harus tetap menjadi organisasi mitra kritis pemerintah, independen dan terbuka dalam membawa perubahan jaman,” ujar Ketua GAMKI Kepri, Rikson Tampubolon.
Rikson juga berharap kongres GAMKI diharapkan bisa membawa perubahan yang signifikan bagi organisasi GAMKI.
Delegasi Kepri berharap untuk meningkatkan eksistensi GAMKI di kalangan pemuda dan masyarakat umum. Mereka berencana untuk membawa pulang ide-ide inovatif dan pemikiran segar dalam upaya membangun citra positif GAMKI.
Selain itu, delegasi Kepri juga menginginkan GAMKI menjadi organisasi yang lebih modern.
Mereka berkomitmen untuk mempelajari tren terbaru dalam teknologi dan komunikasi yang dapat membantu meningkatkan efisiensi dan daya tarik organisasi.
Melalui adopsi teknologi yang tepat, GAMKI berharap dapat mencapai lebih banyak pemuda Kristen dan menginspirasi mereka untuk berperan aktif dalam pembangunan bangsa dan juga gereja.
Rikson Tampubolon, yang juga dosen di Kota Batam ini menambahkan, “Pancasila, sebagai dasar negara Indonesia, juga menjadi fokus penting dalam kongres ini. Delegasi Kepri ingin memastikan bahwa GAMKI tetap konsisten dalam menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, termasuk dalam kegiatan dan program-programnya.
Disamping itu, GAMKI dapat menjadi wahana bagi pemuda Kristen untuk memperkuat religiusitas iman dan mengembangkan sikap toleransi serta rasa persaudaraan antarumat beragama. GAMKI harus tetap membumi.
Beberapa isu yang menarik dibawakan oleh delegasi Kepri untuk didiskusikan adalah peran dan tantangan kepemudaan di Indonesia.
Berikut adalah beberapa isu pokok-pokok pikiran yang dibawakan oleh delegasi dari Kepri diantara: Pertama, Masalah Pengangguran dan Kesempatan Kerja: Tingginya tingkat pengangguran di kalangan pemuda menjadi perhatian serius.
Harapannya diskusi di kongres nanti dapat difokuskan pada penyebab pengangguran pemuda, langkah-langkah yang dapat diambil untuk menciptakan lebih banyak peluang kerja, serta bagaimana pemuda dapat meningkatkan keterampilan dan daya saing mereka di pasar kerja.
Kedua, Masalah Pendidikan: Diskusi dapat mencakup isu-isu dalam sistem pendidikan di Indonesia, seperti kesenjangan akses pendidikan antara daerah perkotaan dan pedesaan, kualitas pendidikan, kurikulum yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja, serta tantangan dalam menghadapi revolusi industri 4.0.
Ketiga, Kewirausahaan dan Inovasi: Menggali potensi kewirausahaan dan inovasi di kalangan pemuda dapat menjadi topik menarik. Diskusi dapat melibatkan langkah-langkah pemerintah untuk mendorong kewirausahaan, dukungan bagi start-up pemuda, serta peran teknologi dan inovasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

Keempat, yang tidak kalah penting yaitu Partisipasi Politik dan Kepemimpinan: Pembahasan tentang partisipasi politik pemuda, seperti terlibatnya pemuda dalam pemilihan umum, kepemimpinan pemuda, serta peran organisasi kepemudaan dalam mendorong partisipasi politik aktif dapat menjadi topik menarik untuk dijelajahi.
Apalagi mengingat momentum Pemilu 2024. GAMKI harus tetap menjadi organisasi yang netral, independen dan aktif dalam membangun demokrasi yang berintegritas dan berkeadaban.
Delegeasi GAMKI Kepri berharap penting untuk melibatkan pemuda dalam perencanaan dan pengambilan keputusan yang berkaitan dengan masa depan mereka, serta mencari solusi yang berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan dan aspirasi pemuda di berbagai bidang kehidupan. (*)