Senin, 4 Mei 2026
Beranda blog Halaman 553

Akhir Bulan, 1.250 Ton Beras Premium Makassar Masuk Kepri

0
Seorang pekerjaan menyusun beras yang sudah dikemas di gudang Bulog Batam, Jumat (9/1). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Perum Bulog menyebutkan pasokan beras premium asal Makassar akan segera masuk ke wilayah Kepulauan Riau (Kepri) pada akhir Januari 2026. Total beras yang dikirim pada tahap pertama mencapai 1.250 ton, masing-masing 1.000 ton untuk Batam dan 250 ton untuk Karimun.

Pimpinan Perum Bulog Kantor Cabang Batam, Guido XL Pereira, mengatakan beras premium tersebut saat ini telah tersedia di gudang Bulog Sidrap, Sulawesi Selatan. Pengiriman hanya tinggal menunggu kepastian jenis kapal pengangkut, apakah menggunakan kapal curah (karbon) atau kontainer.

“Stoknya sudah ada di Makassar. Sekarang tinggal teknis pengangkutan. Yang sebelumnya sempat ditunda karena harus menggunakan kontainer, tapi itu tidak ada masalah,” ujarnya, Selasa (13/1).

Ia menegaskan, beras yang akan dikirim merupakan hasil panen dalam negeri tahun 2025 dan bukan stok lama. Bulog, mendapat penugasan langsung dari pemerintah untuk menyerap gabah petani, sehingga kualitas beras relatif masih segar.

“Ini hasil panen lokal, bukan beras impor. Karena tidak disimpan lama, kualitasnya masih fresh,” katanya.

Baca Juga: Warga RW 01 Sagulung Permai Adukan Sengketa Fasum ke DPRD Kota Batam

Untuk harga, Bulog menjamin beras premium tersebut akan dijual dengan harga Rp14.500 per kilogram dalam kemasan 50 kilogram saat tiba di Kepri. Distribusi akan tetap melibatkan distributor resmi untuk disalurkan ke pasar dan warung-warung.

Soal kualitas, ia memastikan beras premium Makassar memiliki tekstur pulen dan hampir sama dengan beras yang sebelumnya telah beredar di Batam dan Karimun.

“Sudah pernah dicoba, kualitasnya bagus dan pulen. Di Makassar juga laku keras,” ujarnya.

Sementara itu, stok beras premium Bulog yang sebelumnya masuk ke Karimun dilaporkan telah habis terjual. Dari total 24 ton yang didistribusikan, seluruhnya sudah terserap pasar.

“Karimun sudah habis semua. Respons masyarakat cukup bagus,” katanya.

Baca Juga: Tak Diangkut Sebulan, Sampah Menumpuk di Perumahan Gesya Enternal Marina

Di Batam, stok beras premium Bulog juga mulai menipis. Dari distribusi sebelumnya, sisa stok diperkirakan tinggal sekitar 20 ton dan terus berkurang seiring meningkatnya permintaan.

“Di Batam sudah mulai berkurang. Respons distributor juga mulai terlihat, terutama untuk suplai ke toko dan warung,” tambahnya.

Ia berharap, dengan masuknya pasokan baru dari Makassar akhir bulan ini, ketersediaan beras premium di Batam dan Karimun tetap terjaga dan mampu menekan gejolak harga di pasaran.

“Targetnya jelas, pasokan aman dan harga tetap stabil,” pungkasnya. (*)

Artikel Akhir Bulan, 1.250 Ton Beras Premium Makassar Masuk Kepri pertama kali tampil pada Metropolis.

Kilang Baru Balikpapan Jadi Game Changer, Impor Solar Bisa Nol

0
Proyek raksasa Refinery Development Master Plan (RDMP) atau modernisasi kilang di Balikpapan resmi beroperasi/(Istimewa).

batampos – Operasional penuh Kilang Terintegrasi Balikpapan menjadi kabar besar bagi sektor energi nasional. Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) bernilai USD 7,4 miliar ini diproyeksikan mampu memangkas impor bahan bakar minyak sekaligus menghemat devisa negara hingga Rp60 triliun per tahun.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan apresiasinya atas beroperasinya proyek strategis nasional tersebut. Menurutnya, Kilang Balikpapan bukan sekadar infrastruktur industri, melainkan instrumen penting untuk menyelamatkan devisa negara.

“Dengan RDMP ini, kita bisa menghemat devisa hingga lebih dari Rp60 triliun per tahun,” ujar Bahlil di Balikpapan, Senin (12/1/2025).

Berdasarkan data PT Pertamina (Persero), modernisasi kilang ini bahkan berpotensi menurunkan impor energi hingga Rp68 triliun per tahun. Penurunan tersebut berasal dari berkurangnya impor bensin sebesar Rp44,6 triliun, solar Rp14,9 triliun, avtur Rp5,4 triliun, serta LPG Rp2,9 triliun.

Bahlil menjelaskan, penghematan tersebut didorong oleh peningkatan signifikan kapasitas produksi Kilang Balikpapan. Sebelum dimodernisasi, kilang ini hanya mampu mengolah 260 ribu barel minyak mentah per hari. Kini kapasitasnya meningkat menjadi 360 ribu barel per hari atau bertambah 100 ribu barel, yang dinilai krusial untuk menekan impor BBM.

Selain meningkatkan kapasitas, kilang ini juga menghasilkan BBM yang lebih ramah lingkungan. Produk BBM yang dihasilkan telah memenuhi standar Euro 5 dan sejalan dengan target menuju net zero emission.

Lebih lanjut, Bahlil menyebut Kilang Balikpapan akan memproduksi bensin sebesar 5,8 juta kiloliter (kl) dan solar sebesar 1,8 juta kl per tahun. Dengan tambahan produksi tersebut, impor bensin diproyeksikan turun hingga 19 juta kl, sementara impor solar ditargetkan dapat dihentikan sepenuhnya tahun ini.

“Atas perintah Bapak Presiden, untuk solar insyaallah ke depan kita tidak lagi impor. Dengan kebutuhan nasional sekitar 38 juta kiloliter dan tambahan produksi dari kilang ini, kita bahkan berpotensi surplus sekitar 1,4 juta kiloliter,” kata Bahlil.

Ia menjelaskan, konsumsi solar nasional pada 2025 diperkirakan mencapai 38 juta kl, dengan sekitar 5 juta kl sebelumnya masih dipenuhi dari impor. Namun, peningkatan produksi domestik tahun ini dinilai mampu menutup kebutuhan tersebut.

“Impor solar kita tinggal 5 juta kl, sudah tertutupi. Bahkan bisa surplus 1,4 juta kl,” ujarnya.

Menurut Bahlil, terdapat dua faktor utama yang mendorong potensi surplus solar. Pertama, penerapan kebijakan biodiesel B50 pada tahun ini, sebagai kelanjutan dari program B40. Dengan komposisi 50 persen bahan bakar nabati berbasis sawit, kebutuhan solar fosil akan semakin berkurang.

Kedua, modernisasi Kilang Balikpapan yang kini mampu memproduksi solar hingga 1,8 juta kl per tahun dan menekan impor senilai Rp14,9 triliun.

Meski demikian, Bahlil menegaskan bahwa surplus tersebut berlaku untuk solar dengan spesifikasi cetane number (CN) 48. Indonesia masih akan mengimpor solar dengan spesifikasi CN 51 yang umumnya digunakan sektor industri, meski volumenya relatif kecil, sekitar 600 ribu kl.

“Nanti di semester kedua, saya minta Pertamina membangun kapasitasnya agar solar CN 51 ini juga tidak perlu kita impor,” tutupnya. (*)

Artikel Kilang Baru Balikpapan Jadi Game Changer, Impor Solar Bisa Nol pertama kali tampil pada News.

Ekonomi Melejit, Lapangan Kerja Menyempit

0
para pencari kerja berdesakan untuk memasukkan lamaran kerja di acara job fair di Batam, beberapa waktu lalu. Melejitnya pertumbuhan ekonomi Batam masih belum selaras dengan serapan tenaga kerja. F. Dokumen Batam Pos

batampos – Batam mencatat pertumbuhan ekonomi impresif dan arus investasi yang terus meningkat. Namun, di balik pabrik baru yang beroperasi dan angka-angka ekonomi yang menanjak, ribuan pencari kerja masih menunggu peluang yang tak kunjung datang. Lalu, di mana simpul persoalan yang selama ini luput dari perhatian namun sangat meresahkan?

“Kalau ada perusahaan buka walk-in interview (wawancara kerja langsung), saya tak mau ketinggalan.”

Ungkapan optimistis itu datang dari seorang pencari kerja di Batam. Namanya Sarina. Usianya 24 tahun. Di sebuah warung kopi di kawasan Batuaji, Kota Batam, ia tampak merapikan map plastik berisi ijazah, sertifikat, dan curriculum vitae yang sudah ia perbarui. Map itu selalu ia bawa, entah ke job fair, atau sekadar untuk berjaga-jaga jika ada informasi lowongan kerja mendadak.

BERITA SELENGKAPNYA BACA DI harian.batampos.co.id

Artikel Ekonomi Melejit, Lapangan Kerja Menyempit pertama kali tampil pada Metropolis.

Masih Muda, Pekerja Galangan Kapal Nyambi Jual Sabu

0
AP, menjalani pemeriksaan di kantor polisi setelah tertangkap tangan mengedarkan narkotika di kawasan Sagulung Kota. F.Yofi Yuhendri

batampos – AP, 20, warga Tunas Regency tertangkap tangan mengedarkan narkotika jenis sabu di kawasan Sagulung Kota, Minggu (11/1) malam, sekitar pukul 22.30 WIB. Dari tangannya, polisi menyita barang bukti sabu seberat 5,13 gram atau 9 paket.

Dari pengakuan AP, ia keseharian bekerja di galangan Tanjung Uncang, Batuaji. Selama bekerja, ia nyambi mengedarkan sabu.

“Baru setengah bulan (mengedar). Saya beli di Simpang Dam,” ujarnya di Mapolsek Sagulung.

Baca Juga: Tiga Kasus Pembunuhan Mengguncang Batam dalam Dua Bulan Terakhir

AP sudah dua kali membeli barang haram tersebut ke Simpang Dam. Untuk sabu yang ia edarkan berupa paket kecil atau seharga Rp 100 ribu.

“Saya jual ke teman-teman. Waktu jual kemarin ditangkap,” katanya

Ia mengaku mengedarkan sabu karena ketergantungan barang haram tersebut. Sebab, gajinya setiap bulan dihabiskan untuk membeli sabu.

“Gaji sering habis, karena saya makai juga,” ungkapnya.

Sementara Kanit Reskrim Polsek Sagulung, Iptu Anwar Aris mengatakan penangkapan AP dilakukan setelah mendapatkan informasi dari masyarakat.

Baca Juga: Warga RW 01 Sagulung Permai Adukan Sengketa Fasum ke DPRD Kota Batam

“Dari informasi tersebut, kita lakukan penangkapan. Untuk tersangka masih dilakukan pengembangan,” ujarnya.

Atas perbuatannya, AP dijrat Pasal 609 ayat (2) huruf a UU RI No. 1 tahun 2023 tentang KUHP sebagaimana telah diubah dengan UU RI No. 1 tahun 2026 tentang penyesuaian pidana dan Pasal 114 ayat (2) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancama hukuman hingga 15 tahun penjara. (*)

Artikel Masih Muda, Pekerja Galangan Kapal Nyambi Jual Sabu pertama kali tampil pada Metropolis.

Revolusioner! ChargePoint Janjikan Isi Daya Mobil Listrik 10 Menit

0
Ilustrasi pengisian EV menggunakan ChargePoint Express Grid 600 kW yang hanya butuh 10 menit. (Foto: The Cool down)

batampos – Perusahaan infrastruktur kendaraan listrik asal Amerika Serikat, ChargePoint, mengumumkan terobosan teknologi pengisian daya yang diklaim mampu mengisi baterai kendaraan listrik (EV) dari kosong hingga penuh hanya dalam waktu sekitar 10 menit, sebuah inovasi yang berpotensi mempercepat adopsi EV secara global.

Dilansir dari The Cool Down, Selasa (13/1/2026), ChargePoint berencana meluncurkan stasiun pengisian terbaru bernama ChargePoint Express Grid pada 2026. Sistem ini mengandalkan DC fast charger berkapasitas 600 kilowatt (kW) yang memungkinkan pengisian daya jauh lebih cepat dibanding teknologi pengisian cepat yang saat ini digunakan.

Laporan tersebut menyebutkan, stasiun pengisian berdaya tinggi dengan efisiensi maksimal menjadi faktor pembeda utama bagi pengemudi EV. Kecepatan dan keandalan pengisian kini menjadi salah satu pertimbangan utama konsumen dalam memilih stasiun pengisian umum.

Mengutip The Tennessean, teknologi Express Grid memungkinkan pengisian EV dilakukan dalam waktu yang sangat singkat, bahkan disebut “lebih cepat daripada menyelesaikan secangkir kopi pagi.” Dengan daya 600 kW, proses pengisian kendaraan listrik disebut kian menyerupai pengisian bahan bakar konvensional.

Chief Executive Officer ChargePoint, Rick Wilmer, menegaskan bahwa teknologi ini bukan sekadar peningkatan kapasitas, melainkan perubahan mendasar dalam cara masyarakat memandang infrastruktur EV.

“Arsitektur ChargePoint Express terbaru, khususnya varian Express Grid, membawa pengisian cepat DC ke tingkat kinerja dan efisiensi biaya yang sebelumnya sulit dibayangkan,” ujar Wilmer, seperti dikutip Design News.

Wilmer juga mengungkapkan kolaborasi ChargePoint dengan Eaton, perusahaan manajemen energi global, untuk menghadirkan jaringan listrik cerdas yang terintegrasi dengan energi terbarukan dan jaringan lokal. Integrasi ini diklaim mampu menekan biaya operasional sekaligus meningkatkan efisiensi stasiun pengisian.

Dari sisi industri, waktu pengisian masih menjadi hambatan utama adopsi EV. Dengan kemampuan memangkas durasi pengisian hingga sekitar seperlima dibanding teknologi DC fast charging saat ini, Express Grid dinilai mampu mengurangi kekhawatiran tersebut secara signifikan.

Selain mempercepat pengisian untuk perjalanan jarak jauh dan mobilitas harian, kapasitas tinggi Express Grid juga berpotensi mengurangi antrean di stasiun pengisian perkotaan. Hal ini dinilai dapat mendorong lebih banyak masyarakat beralih ke kendaraan listrik demi efisiensi waktu, biaya, dan pengurangan dampak lingkungan.

Peluncuran ChargePoint Express Grid yang dijadwalkan pada paruh kedua 2026 disebut menandai babak baru pengembangan infrastruktur kendaraan listrik global, sekaligus memperkuat posisi Amerika Serikat dalam persaingan teknologi mobilitas bersih dunia. (*)

Artikel Revolusioner! ChargePoint Janjikan Isi Daya Mobil Listrik 10 Menit pertama kali tampil pada News.

Nelayan Takut Melaut Karena Angin Utara, Pasokan Ikan ke Pasar Menurun

0
Pedagang menjual ikan di salah satu pasar di Batam. f Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – Cuaca buruk akibat angin utara yang cukup kencang membuat banyak nelayan di perairan Batam memilih tidak melaut. Kondisi tersebut berdampak pada menurunnya pasokan ikan ke pasar-pasar tradisional. Meski demikian, harga ikan di tingkat pedagang masih terpantau relatif stabil.

Pantauan Batam Pos di Pasar Botania 2, Kota Batam, Selasa (13/1) siang, menunjukkan ketersediaan ikan segar masih cukup lengkap. Namun, jumlah pasokan yang masuk ke pasar tidak sebanyak hari-hari normal sebelum angin utara melanda.

Di pasar tersebut, pedagang masih menyediakan berbagai jenis ikan laut. Sedikitnya terdapat lebih dari 30 jenis ikan yang dijual, di antaranya ikan tongkol, ikan selar, kakap, ikan karang, ikan jenggot, cumi-cumi, serta udang dengan berbagai ukuran.

Baca Juga: Harga Ikan Naik karena Tangkapan Nelayan Menurun

Usman, salah satu pedagang ikan di Pasar Botania 2, mengatakan harga udang segar hingga kini masih stabil, meski pasokan berkurang. Harga udang bervariasi tergantung ukuran.

“Udang kecil Rp65 ribu per kilogram, ukuran sedang sekitar Rp85 ribu per kilogram, dan yang besar bisa sampai Rp110 ribu per kilogram,” ujar Usman kepada Batam Pos.

Untuk jenis ikan lainnya, harga tongkol masih bertahan di kisaran Rp40 ribu per kilogram. Sementara itu, ikan selar mengalami kenaikan harga dari sebelumnya Rp45 ribu menjadi Rp60 ribu per kilogram.

Menurut Usman, penurunan pasokan ikan disebabkan sebagian besar nelayan enggan melaut karena kondisi cuaca yang kurang bersahabat.

“Angin utara sekarang cukup kencang, nelayan banyak yang takut melaut. Akibatnya stok dari nelayan berkurang. Kalau ikan karang yang warnanya kurang bagus, harganya masih relatif stabil,” katanya.

Baca Juga: Warga RW 01 Sagulung Permai Adukan Sengketa Fasum ke DPRD Kota Batam

Pedagang ikan lainnya, Ari Suyono, mengungkapkan pasokan ikan di Pasar Botania 2 berasal dari berbagai sumber, baik dari pasar induk Jodoh maupun dari nelayan yang melaut di wilayah Barelang dan sekitarnya.

Ari menambahkan, harga cumi-cumi saat ini tergolong cukup mahal, namun masih stabil dan belum mengalami kenaikan lebih lanjut. “Cumi sekarang sekitar Rp110 ribu per kilogram,” ujarnya.

Sementara itu, harga daging ayam segar di Pasar Botania 2 justru mengalami penurunan. Dari sebelumnya Rp45 ribu per kilogram, kini turun menjadi Rp42 ribu per kilogram. “Harga ayam sudah turun sejak dua hari terakhir,” kata Ari.

Ia memastikan stok ikan dan daging ayam di Pasar Botania 2 masih mencukupi kebutuhan masyarakat. Pasokan biasanya masuk sejak dini hari, mulai pukul 02.00 hingga 06.00 WIB, sehingga kualitas ikan tetap terjaga kesegarannya.

Meski demikian, Ari mengakui cuaca ekstrem tetap berpengaruh terhadap jumlah pasokan yang masuk ke pasar.

“Kalau biasanya stok bisa lebih banyak dari ini. Sejak angin utara, pasokan memang mulai berkurang,” kata dia. (*)

Artikel Nelayan Takut Melaut Karena Angin Utara, Pasokan Ikan ke Pasar Menurun pertama kali tampil pada Metropolis.

MAKI Desak KPK Segera Tahan Satori dan Heri Gunawan di Kasus CSR BI–OJK

0
Koordinator MAKI Boyamin Saiman serahkan bukti dugaan korupsi kuota haji era Jokowi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (20/8/2025). (Muhammad Ridwan/JawaPos.com)

batampos – Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menepati komitmennya pada 2026 dengan segera menahan dua tersangka kasus dugaan korupsi penyaluran dana tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan (CSR) Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dua tersangka tersebut adalah anggota DPR RI periode 2024–2029, Satori (ST) dan Heri Gunawan (HG), yang sebelumnya menjabat sebagai anggota Komisi XI DPR RI periode 2019–2024, komisi yang bermitra langsung dengan BI dan OJK.

“Kami tunggu aksi KPK menahan Satori dan Heri Gunawan,” ujar Boyamin dalam keterangannya yang dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (14/1).

Boyamin menilai KPK telah memiliki alat bukti yang lebih dari cukup untuk melakukan penahanan. Selain keterangan saksi, penyidik juga telah menyita sejumlah aset milik kedua tersangka.

“Dalam kasus korupsi dana CSR Bank Indonesia ini, KPK sudah memegang lima alat bukti, yakni saksi, dokumen, petunjuk, keterangan ahli, dan alat bukti elektronik,” katanya.

Dengan terpenuhinya alat bukti tersebut, Boyamin menegaskan tidak ada lagi alasan bagi KPK untuk menunda penahanan kedua tersangka. Ia menyebut, penundaan justru berpotensi menimbulkan persepsi negatif terhadap komitmen pemberantasan korupsi.

Saat ini, KPK masih melanjutkan penyidikan kasus dugaan korupsi penyaluran dana program tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan (CSR), atau dugaan penyimpangan penggunaan dana Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) dan Penyuluh Jasa Keuangan (PJK) periode 2020–2023.

Perkara ini bermula dari laporan hasil analisis Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) serta pengaduan masyarakat. Berdasarkan laporan tersebut, KPK meningkatkan status penanganan perkara ke tahap penyidikan umum sejak Desember 2024.

Dalam proses penyidikan, KPK telah menggeledah dua lokasi yang diduga menyimpan alat bukti penting. Penggeledahan dilakukan di Gedung Bank Indonesia, Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, pada 16 Desember 2024, serta di Kantor Otoritas Jasa Keuangan pada 19 Desember 2024.

Selanjutnya, pada 7 Agustus 2025, KPK secara resmi menetapkan Satori dan Heri Gunawan sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi dana CSR BI–OJK. (*)

Artikel MAKI Desak KPK Segera Tahan Satori dan Heri Gunawan di Kasus CSR BI–OJK pertama kali tampil pada News.

Kerry Adrianto Minta Publik Nilai Kasusnya Berdasarkan Fakta Sidang

0
Anak Riza Chalid Minta Publik Nilai Perkara Dugaan Tata Kelola Minyak Mentah Berdasarkan Fakta Persidangan. (Ridwan/JawaPos.com)

batampos – Beneficial owner PT Navigator Khatulistiwa, Muhammad Kerry Adrianto Riza, meminta masyarakat menilai perkara dugaan tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina yang menjeratnya berdasarkan fakta persidangan, bukan asumsi maupun fitnah yang berkembang di ruang publik.

Permintaan tersebut disampaikan Kerry melalui surat yang dibacakan kuasa hukumnya, Heru Widodo, dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Selasa (13/1).

Dalam suratnya, Kerry menyebut perkara yang menjeratnya telah memasuki sidang ke-14. Ia menegaskan, dari total 38 saksi yang telah dihadirkan jaksa penuntut umum, tidak satu pun yang menyatakan dirinya bersalah sebagaimana dakwaan.

“Hari ini adalah sidang ke-14 saya. Dari seluruh persidangan, 38 saksi sudah dipanggil jaksa dan tidak ada satu pun yang menyebut bahwa saya melanggar hukum seperti yang ada di dakwaan,” ujar Heru membacakan pernyataan Kerry.

Kerry menyampaikan pernyataan tersebut melalui kuasa hukumnya karena tidak diberi kesempatan oleh kejaksaan untuk menyampaikan keterangan secara langsung kepada awak media.

Putra pengusaha Riza Chalid itu mengajak masyarakat untuk mengikuti proses hukum secara utuh dengan menyaksikan langsung jalannya persidangan. Ia menyebut, proses persidangan diunggah melalui kanal YouTube tim penasihat hukumnya dengan nama akun @Tim Penasehat Hukum Kery Gading Dimas.

“Mari kita membentuk sikap berdasarkan fakta persidangan, bukan fitnah dan informasi yang tidak jelas,” tegas Kerry dalam surat tersebut.

Heru menutup pembacaan surat dengan menyampaikan salam dari kliennya kepada publik. “Terima kasih, salam dari Kerry yang tidak bisa menyampaikan langsung kepada media,” ujarnya.

Dalam perkara ini, Kerry Adrianto Riza bersama Komisaris PT Navigator Khatulistiwa sekaligus Komisaris PT Jenggala Maritim Dimas Werhaspati, serta Komisaris PT Jenggala Maritim dan Direktur Utama PT Orbit Terminal Merak (OTM) Gading Ramadhan Joedo, didakwa merugikan keuangan negara sebesar Rp 285,1 triliun.

Jaksa penuntut umum merinci sejumlah perbuatan yang diduga menimbulkan kerugian negara, salah satunya kerja sama penyewaan Terminal BBM Merak antara perusahaan-perusahaan yang terafiliasi dengan Kerry, yakni PT Jenggala Maritim dan PT Orbit Terminal Merak (OTM).

Kerja sama tersebut dilakukan dengan PT Pertamina Patra Niaga, meskipun pada saat itu Pertamina disebut belum membutuhkan tambahan terminal BBM. Kerugian negara dari kerja sama ini ditaksir mencapai Rp 2,9 triliun.

Atas perbuatannya, Kerry Adrianto Riza bersama para terdakwa lainnya didakwa melanggar Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. (*)

Artikel Kerry Adrianto Minta Publik Nilai Kasusnya Berdasarkan Fakta Sidang pertama kali tampil pada News.

Warga RW 01 Sagulung Permai Adukan Sengketa Fasum ke DPRD Kota Batam

0
Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi I DPRD Kota Batam terkait sengketa lahan fasum, Selasa (13/1). F.Azis Maulana

batampos – Polemik status lahan fasilitas umum (fasum) di RW 01 Perumahan Sagulung Permai, Sagulung, kembali mengemuka. Warga meminta DPRD Kota Batam menegaskan kepastian hukum atas lahan yang selama puluhan tahun mereka manfaatkan untuk kegiatan sosial dan olahraga, namun belakangan diklaim sebagai milik perusahaan.

Permintaan tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi I DPRD Kota Batam, Selasa (13/1), yang membahas persoalan perizinan fatwa planologi dan legalitas lahan.

Rapat berlangsung dinamis dan sempat diwarnai perdebatan antara perwakilan warga dan pihak perusahaan.

Perwakilan warga RW 01 GSP, DM Chandra menyampaikan lahan itu sejak lama digarap dan digunakan masyarakat sebagai sarana olahraga anak-anak dan kegiatan sosial warga.

Baca Juga: Pemko Batam Tetapkan 15 Januari sebagai Batas Akhir Usulan Perubahan Ruang RDTR

Menurutnya, warga telah berulang kali mengajukan permohonan kepada BP Batam agar lahan tersebut dialokasikan sebagai fasum, namun tidak pernah memperoleh kejelasan.

“Kami sudah mengajukan sejak lama, dulu ke Otorita Batam dan sekarang ke BP Batam, tapi tidak pernah digubris. Padahal lahan ini kami kelola untuk kepentingan bersama masyarakat,” ujar Chandra dalam rapat.

Chandra juga mengungkapkan bahwa PT Presna Cendana Prasidha mengantongi peta lokasi dari BP Batam tertanggal 12 April 2023 di atas lahan tersebut. Namun, pada November 2023, BP Batam kembali menerbitkan surat yang menyatakan lahan dimaksud tidak berada dalam penguasaan pihak mana pun dan masih menjadi kewenangan BP Batam.

“Ini yang kami pertanyakan. Kalau sudah dinyatakan tidak ada yang menguasai, kenapa bisa dialokasikan lagi? Ada apa dengan BP Batam?” kata Chandra.

Ia meminta DPRD Batam menyampaikan persoalan ini agar BP Batam konsisten menyelesaikan, termasuk mengembalikan fungsi lahan kepada masyarakat dan membongkar pagar yang telah didirikan di area yang selama ini digunakan warga.

Baca Juga: Tiga Kasus Pembunuhan Mengguncang Batam dalam Dua Bulan Terakhir

Lebih jauh, Chandra memaparkan kronologi panjang pengajuan warga. Dalam beberapa pertemuan yang melibatkan BP Batam, pemerintah setempat, dan pihak perusahaan, sempat disepakati bahwa masyarakat tetap boleh memanfaatkan lahan tersebut untuk kegiatan sosial dan olahraga hingga persoalan tuntas.

“Faktanya sampai sekarang tidak pernah selesai. Kami seperti ditarik ke sana kemari, sementara masyarakat dirugikan waktu dan tenaga,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan PT Presna Cendana Prasidha, Edi Purwanto menyatakan pihaknya memiliki dokumen lengkap terkait penguasaan lahan yang diterbitkan oleh BP Batam. Ia menyebutkan lahan tersebut direncanakan untuk pembangunan oleh perusahaan.

“Kami memiliki dokumen dan dasar administrasi dari BP Batam terkait lahan ini,” kata Edi singkat.

Menanggapi hal tersebut, pimpinan rapat DPRD Kota Batam, Fadli mengatakan perusahaan harus memiliki legal standing yang jelas atas klaim kepemilikan lahan.

DPRD, kata dia, akan memanggil BP Batam untuk memberikan penjelasan resmi.

“Kami akan meminta keterangan BP Batam. Apakah lahan ini sah milik perusahaan atau memang fasum dan fasos yang seharusnya menjadi milik serta dimanfaatkan warga,” ujar Fadli.

Baca Juga: Ombudsman Minta Pembangunan Pasar Induk Diprioritaskan Ketimbang Jodoh Boulevard

Fadli menambahkan, berdasarkan keterangan lurah, perwakilan kecamatan, Satpol PP, BPKAD, dan masyarakat dalam rapat tersebut, terdapat surat pembatalan dari BP Batam atas pengalokasian lahan kepada perusahaan. Karena itu, DPRD berharap agar pagar yang menutup lahan dapat segera dibuka sehingga masyarakat kembali bisa memanfaatkannya untuk kegiatan olahraga.

“Kami berharap masyarakat bisa kembali menggunakan lahan itu. Pagar agar dibuka kembali, difungsikan untuk kepentingan warga. Namun semua dilakukan secara elegan, tidak anarkis, dan sesuai mekanisme hukum,” ujarnya .

DPRD Kota Batam menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara transparan dan adil, agar konflik berkepanjangan antara warga RW 01 Griya Sagulung Permai dan pihak perusahaan tidak terus berlarut-larut serta hak masyarakat atas fasilitas umum tetap terlindungi. (*)

Artikel Warga RW 01 Sagulung Permai Adukan Sengketa Fasum ke DPRD Kota Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Ramalan Shio 14 Januari 2026, Saatnya Menahan Diri Demi Finansial Stabil

0
Ilustrasi. F. Freepik.

batampos – Ramalan shio hari ini dipengaruhi energi Hari Tertutup Tikus elemen Tanah. Dalam kalender astrologi Tiongkok, Hari Tertutup berfungsi untuk mencegah kerugian yang lebih besar dan membantu seseorang menghindari keputusan finansial yang keliru.

Energi hari ini lebih mendukung sikap menahan diri, mengevaluasi ulang pengeluaran, serta menghindari pembelian atau komitmen yang tidak mendesak. Kesuksesan finansial justru datang dari kemampuan menghindari kesalahan, bukan dari langkah besar yang berisiko.

Berikut 6 shio dengan peluang finansial terbaik pada Rabu, 14 Januari 2026:

1. Tikus

Shio Tikus dinilai mampu menghentikan langkah yang berpotensi merugikan tepat waktu. Keberhasilan finansial hari ini datang dari menjaga apa yang sudah dimiliki dan tidak memaksakan diri mengambil risiko baru.

2. Kerbau

Kerbau mulai menyadari beban biaya yang selama ini ditanggung secara diam-diam. Kesadaran ini membantu Kerbau mengambil keputusan bijak untuk menghentikan pengeluaran yang tidak lagi berkelanjutan.

3. Ular

Ular merasakan adanya ketidaksesuaian antara usaha dan hasil yang diterima. Menarik diri dari situasi yang tidak masuk akal justru membuka peluang stabilitas keuangan yang lebih baik.

4. Kuda

Shio Kuda memilih berhenti berpura-pura kuat. Dengan menghindari pengeluaran yang dipicu kelelahan emosional, Kuda berhasil melindungi kondisi finansialnya.

5. Monyet

Monyet menyadari terlalu banyak pilihan justru menguras fokus dan energi. Menghentikan rencana sampingan menjadi langkah tepat untuk menjaga keuangan tetap terkendali.

6. Babi

Babi dihadapkan pada godaan menjaga kenyamanan dengan menunda masalah. Namun hari ini, Babi memilih berpihak pada diri sendiri dan membuat keputusan yang lebih sehat secara finansial.

Secara keseluruhan, ramalan shio 14 Januari 2026 menegaskan bahwa kesuksesan finansial tidak selalu datang dari kejutan besar, melainkan dari langkah sederhana seperti menahan diri, menghindari pemborosan, dan menjaga kestabilan. (*)

Artikel Ramalan Shio 14 Januari 2026, Saatnya Menahan Diri Demi Finansial Stabil pertama kali tampil pada Lifestyle.