Selasa, 26 Mei 2026
Beranda blog Halaman 558

Marjohan Dorong Sekolah di Anambas Gunakan Dana BOS untuk Perbaikan Fasilitas

0
Anggota DPRD Anambas, Marjohan didampingi Kepala SMP Negeri 1 Siantan Utara melihat kondisi bangunan. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Anggota DPRD Kepulauan Anambas, Marjohan, mendorong para kepala sekolah di wilayah tersebut agar memanfaatkan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) secara maksimal dan tepat sasaran, terutama untuk perbaikan fasilitas sekolah.

Menurut Marjohan, dana BOS tidak hanya diperuntukkan bagi kebutuhan administrasi dan operasional rutin, tetapi juga dapat digunakan untuk perbaikan ringan fasilitas sekolah yang berdampak langsung terhadap kenyamanan dan keselamatan siswa.

Ia menilai, perbaikan ruang kelas, lantai sekolah, serta sarana pendukung pembelajaran lainnya sangat penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan kondusif.

“Dana BOS ini harus digunakan sebaik mungkin. Salah satunya untuk memperbaiki fasilitas sekolah agar anak-anak bisa belajar dengan lebih nyaman,” ujar Marjohan, Rabu (4/2).

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu juga menjelaskan, pemanfaatan dana BOS untuk perbaikan ringan dapat membantu pemerintah daerah dalam pengelolaan anggaran pembangunan.

Dengan adanya perbaikan fasilitas yang dilakukan langsung oleh pihak sekolah, pemerintah daerah dapat lebih fokus mengalokasikan anggaran untuk pembangunan baru atau program lain yang berskala lebih besar.

“Kalau sekolah bisa melakukan perbaikan ringan melalui dana BOS, maka pemerintah daerah bisa lebih fokus ke pembangunan baru atau kebutuhan lain yang lebih mendesak,” jelasnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Marjohan saat melakukan kunjungan kerja ke SMP Negeri 1 Siantan Utara. Dalam kunjungan itu, ia melihat langsung kondisi bangunan sekolah yang telah mengalami perbaikan, khususnya pada bagian lantai yang kini telah dikeramik.

Ia mengapresiasi langkah pihak sekolah yang telah melakukan renovasi lantai, baik di lantai satu maupun lantai dua, sehingga bangunan terlihat lebih rapi dan layak digunakan.

Menurutnya, perbaikan sederhana seperti ini memiliki dampak besar terhadap kenyamanan dan keselamatan siswa saat beraktivitas di lingkungan sekolah.

“Ini contoh yang baik. Perbaikan lantai yang sudah dikeramik tentu membuat sekolah lebih nyaman dan aman untuk anak-anak kita,” katanya.

Selain fasilitas sekolah, Marjohan juga menyoroti pentingnya pembangunan infrastruktur penunjang pendidikan, khususnya pelabuhan.

Ia menegaskan, pembangunan pelabuhan sangat dibutuhkan mengingat banyak pelajar di Kepulauan Anambas berasal dari pulau-pulau kecil dan harus menggunakan transportasi laut untuk bersekolah.

“Akses transportasi laut yang aman sangat penting untuk menunjang aktivitas pendidikan dan keselamatan anak-anak kita,” pungkasnya. (*)

Artikel Marjohan Dorong Sekolah di Anambas Gunakan Dana BOS untuk Perbaikan Fasilitas pertama kali tampil pada Kepri.

Perekrutan Gelap PMI ke Malaysia Berujung Vonis 6 Tahun Penjara

0
Sri Sutiani, terdakwa kasus perekrutan calon PMI nonprosedural ke Malaysia, divonis enam tahun penjara, di Pengadilan Negeri Batam, Selasa (3/2). F. Azis Maulana/Batam Pos

batampos – Ruang sidang Pengadilan Negeri Batam mendadak hening saat Ketua Majelis Hakim Wattimena membacakan amar putusan, Selasa (3/2). Sri Sutiani, wanita yang berperan sebagai pengurus keberangkatan calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) nonprosedural ke Malaysia, divonis enam tahun penjara.

Selain pidana penjara, majelis hakim juga menjatuhkan denda sebesar Rp200 juta subsider tiga bulan kurungan. Putusan tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) yang sebelumnya menuntut delapan tahun penjara.

Usai putusan dibacakan, penasihat hukum terdakwa, Novita Manik, menyatakan masih mempertimbangkan upaya hukum lanjutan.
“Kami pikir-pikir,” ujarnya singkat.

Baca Juga: Vonis Jaringan Vape Ilegal Batam, Eks Pegawai KSOP Batam Dipenjara Dua Tahun

Dalam pertimbangannya, majelis hakim menyatakan Sri Sutiani terbukti secara sah dan meyakinkan terlibat dalam tindak pidana perdagangan orang. Terdakwa dinilai turut serta membantu percobaan pemberangkatan warga negara Indonesia ke luar negeri dengan tujuan eksploitasi.

“Perbuatan terdakwa melanggar Pasal 4 juncto Pasal 10 juncto Pasal 48 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang juncto Pasal 55 KUHP,” ujar hakim dalam persidangan.

Majelis menilai perbuatan terdakwa memberatkan karena tidak memiliki izin penyaluran PMI dan menjalankan perekrutan secara nonprosedural. Adapun hal yang meringankan, terdakwa bersikap sopan selama persidangan, mengakui perbuatannya, menyesali tindakan tersebut, serta belum pernah dihukum. Masa penahanan yang telah dijalani diperhitungkan sebagai pengurang hukuman.

Jejak Perekrutan Gelap

Perkara ini berawal dari perekrutan calon PMI di Lombok Timur. Jaksa mengungkapkan Sri Sutiani bekerja bersama Irfan, Topan, dan Zaki—tiga orang yang kini berstatus buron—merekrut korban dengan iming-iming pekerjaan di Malaysia sebagai petani perkebunan sawit, pekerja rumah tangga, hingga buruh pabrik.

Salah satu korban, Mahini, pertama kali dihubungi Irfan pada Mei 2025. Ia dijanjikan pekerjaan di Malaysia dengan biaya keberangkatan Rp13 juta yang diserahkan langsung kepada Irfan di Lombok Timur. Bersama korban lain, Fahrurozi, Mahini kemudian diterbangkan ke Batam.

Baca Juga: IKM Batam Kawal Persidangan Sengketa Lahan, Minta Putusan Seadil-adilnya

Setibanya di Batam, para korban ditempatkan di Penginapan Syariah Kusuma Jaya, Lubuk Baja. Di lokasi tersebut, Sri Sutiani diperkenalkan sebagai pihak yang mengurus keberangkatan ke Malaysia. Jaksa menyebut sebagian uang korban ditransfer ke rekening bank atas nama terdakwa.

Rencana keberangkatan beberapa kali berubah. Para korban sempat dibawa ke Tanjung Batu, Kabupaten Karimun, dan ditampung di rumah Zaki bersama calon PMI lainnya. Namun hingga dua pekan, keberangkatan tak kunjung terealisasi tanpa kejelasan.

Upaya pemberangkatan itu akhirnya terhenti pada 15 Juni 2025. Subdit Gakkum Ditpolairud Polda Kepulauan Riau menerima laporan masyarakat terkait dugaan keberangkatan PMI nonprosedural dari sebuah penginapan di Batam. Aparat kemudian mendatangi lokasi dan mengamankan para korban.

Dari hasil pemeriksaan, terungkap para korban akan diberangkatkan tanpa dokumen lengkap, tanpa perjanjian kerja, tanpa perlindungan asuransi, dan tanpa keterampilan memadai. Sejumlah korban bahkan belum memiliki paspor.

Pada hari yang sama, polisi menangkap Sri Sutiani di kawasan Perumahan Gardan Raya, Batam. Ia kemudian ditetapkan sebagai tersangka dan diproses hingga ke persidangan.

Jaksa menegaskan terdakwa mengetahui sepenuhnya bahwa perekrutan dan rencana pemberangkatan dilakukan secara nonprosedural. Selain melanggar Undang-Undang TPPO, perbuatannya juga melanggar Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia karena tidak memiliki Surat Izin Perekrutan Pekerja Migran Indonesia (SIP2MI).

Putusan majelis hakim ini menutup satu mata rantai kasus perdagangan orang yang berakar dari praktik perekrutan gelap calon PMI. (*)

Artikel Perekrutan Gelap PMI ke Malaysia Berujung Vonis 6 Tahun Penjara pertama kali tampil pada Metropolis.

Stranger Things: Tales From ’85 Hadir dalam Versi Animasi, Ini Bocoran Ceritanya

0
Netflix rilis trailer Stranger Things: Tales From ’85. F. x.com/Updates_SThings.
Netflix rilis trailer Stranger Things: Tales From ’85. F. x.com/Updates_SThings.

batampos – Netflix merilis trailer resmi perdana untuk Stranger Things: Tales From ’85, serial animasi spin-off dari waralaba populer Stranger Things. Serial ini dijadwalkan tayang perdana pada 23 April 2026 di platform Netflix.

Trailer tersebut memberi penggemar pandangan pertama tentang kota Hawkins dalam versi animasi dengan nuansa kuat era 1980-an.

Selain menampilkan gaya visual khas kartun retro, trailer juga memperkenalkan ancaman baru yang belum pernah muncul dalam serial utama.

Stranger Things: Tales From ’85 akan membawa penonton kembali ke musim dingin tahun 1985, berlatar waktu di antara Season 2 dan Season 3 cerita asli.

Eleven, Mike, Dustin, Lucas, Will, dan Max diceritakan mencoba menjalani kehidupan normal setelah kejadian sebelumnya, sebelum fenomena supranatural kembali menghantui Hawkins.

Dalam trailer, tampak makhluk misterius dan menakutkan muncul dari bawah lapisan es kota Hawkins. Monster tersebut digambarkan sebagai ancaman baru yang berasal dari Upside Down dan belum pernah terlihat sebelumnya di serial Stranger Things.

Visual animasi bergaya 80-an yang cerah dipadukan dengan unsur horor khas Stranger Things, menciptakan suasana mencekam sekaligus nostalgia. Para karakter utama kembali menjadi pusat cerita, namun dalam format animasi dengan pengisi suara baru.

Serial ini juga memperkenalkan karakter baru bernama Nikki Baxter, seorang gadis dengan gaya rambut mohawk berwarna pink yang diprediksi akan memainkan peran penting dalam alur cerita.

Seluruh episode Stranger Things: Tales From ’85 akan dirilis secara serentak. Serial ini diproduksi oleh Flying Bark Productions dengan Matt dan Ross Duffer sebagai produser eksekutif, bersama Shawn Levy dan Dan Cohen.

Dengan hadirnya serial animasi ini, penggemar Stranger Things akan diajak menjelajahi dunia Hawkins dari sudut pandang baru menjelang musim semi 2026. (*)

Artikel Stranger Things: Tales From ’85 Hadir dalam Versi Animasi, Ini Bocoran Ceritanya pertama kali tampil pada Lifestyle.

Ombak Besar Musim Angin Utara ‘Kirim’ Sampah Laut di Jalan Desa Sedamai

0
Kondisi Jalan Sedamai, Singkep Pesisir yang dipenuhi sampah laut. F. Vatawari/Batam Pos.

batampos – Musim angin utara yang melanda Kabupaten Lingga memicu gelombang laut tinggi di wilayah pesisir. Dampaknya, ruas jalan umum di Desa Sedamai, Kecamatan Singkep Pesisir, dipenuhi sampah laut yang terbawa ombak besar hingga naik ke badan jalan.

Pantauan di lapangan, Rabu (4/2), sampah berupa plastik, kayu, dan sisa material laut berserakan di sepanjang jalan. Selain kotor, permukaan jalan juga basah dan licin sehingga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena ruas jalan di Singkep Pesisir merupakan akses utama masyarakat Dabo Singkep menuju Pelabuhan Jagoh untuk penyeberangan ke luar daerah.

Kepala Desa Sedamai, Encek Syarif, mengatakan peristiwa serupa kerap terjadi setiap memasuki musim angin utara. Gelombang laut yang tinggi kerap naik hingga ke badan jalan dan membawa sampah dari laut.

“Setiap tahun kondisinya selalu sama. Ombak besar naik ke jalan dan sampah dari laut berserakan,” ujar Encek Syarif saat dikonfirmasi, Rabu (4/2).

Ia menyebutkan, persoalan tersebut sudah berulang kali diusulkan dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) desa hingga kabupaten. Namun, hingga kini belum ada realisasi pembangunan penahan ombak.

“Setiap Musrenbang kami selalu mengusulkan pembangunan DAM atau penahan ombak laut, tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut,” katanya.

Sebagai langkah antisipasi sementara, pihak desa bersama Bhabinkamtibmas memasang rambu dan tanda peringatan di sekitar lokasi agar pengguna jalan lebih berhati-hati saat melintas.

“Kami sudah pasang tanda bahaya. Walaupun belum ada korban, jalan licin ini sangat berpotensi menyebabkan kecelakaan,” jelas Encek Syarif.

Ia menambahkan, sebelumnya Pemerintah Kabupaten Lingga sempat menawarkan solusi pembangunan batu miring. Namun, pihak desa menilai opsi tersebut tidak akan berfungsi maksimal.

“Kalau hanya batu miring saja, menurut kami tidak efektif dan justru membuang anggaran,” tegasnya.

Encek Syarif berharap pemerintah daerah dapat menindaklanjuti usulan pembangunan DAM penahan ombak dan meneruskannya hingga ke pemerintah pusat.

“Semoga usulan ini bisa direalisasikan. Apalagi kita punya perwakilan DPR dan DPD dari daerah pemilihan Kepulauan Riau di pusat,” tutupnya. (*)

Artikel Ombak Besar Musim Angin Utara ‘Kirim’ Sampah Laut di Jalan Desa Sedamai pertama kali tampil pada Kepri.

Dana Warga Batam Disalurkan ke Aceh Tamiang, KOMANDO Pastikan Tepat Sasaran

0
Satgas komando peduli salurkan bantuan ke Masyarakat berdampak Aceh Tamiang. F. Okka untuk Batam Pos

batampos – Dana bantuan kemanusiaan hasil penggalangan warga Kota Batam disalurkan ke Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, oleh Tim Komunitas Andalan Driver Online (KOMANDO) Peduli. Penyaluran dilakukan langsung ke sejumlah titik pengungsian guna memastikan bantuan tepat sasaran bagi warga terdampak bencana.

Penyaluran bantuan dipimpin Ketua Umum KOMANDO, Feryandi Tarigan, bersama Satuan Tugas (Satgas) KOMANDO Peduli. Total dana yang dihimpun dari masyarakat Batam mencapai Rp50 juta dan seluruhnya dibelanjakan dalam bentuk kebutuhan dasar pengungsi.

“Kami tidak datang untuk seremoni. Dana donasi ini kami belanjakan menjadi kebutuhan yang benar-benar dibutuhkan warga di pengungsian,” ujar Feryandi.

Baca Juga: Euromaritime Jadi Panggung Batam Menarik Investasi Maritim

Bantuan yang disalurkan meliputi 100 unit kasur, 100 unit kelambu, 10.000 liter air minum siap konsumsi, 200 galon air kosong, perlengkapan mandi, makanan, serta lima dus pakaian layak pakai. Bantuan diprioritaskan bagi keluarga yang rumahnya mengalami kerusakan berat.

Feryandi menyebut kondisi di lapangan masih memprihatinkan. Sebagian besar rumah warga terdampak dan distribusi bantuan belum merata.

“Warga masih sangat membutuhkan bantuan lanjutan. Di lapangan terlihat masyarakat masih bergantung pada uluran tangan semua pihak,” katanya.

Penyaluran bantuan dilakukan di beberapa lokasi, antara lain Kantor Bupati Aceh Tamiang, Desa Bundar, dan Desa Babo. Satgas KOMANDO memastikan distribusi berjalan merata dengan memprioritaskan kelompok rentan, seperti anak-anak dan lanjut usia.

Wakil Kepala Satgas KOMANDO, Okka, menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Batam yang telah berpartisipasi dalam penggalangan dana.

Baca Juga: Cuaca Panas di Batam, Ini 5 Rekomendasi Es Bingsoo Paling Segar untuk Lepas Dahaga

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga Batam yang telah menyisihkan rezekinya melalui KOMANDO. Bantuan ini sudah kami salurkan langsung kepada masyarakat Aceh Tamiang,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan harapan agar warga terdampak diberikan kekuatan dalam menghadapi masa pemulihan pascabencana.

Satgas KOMANDO dijadwalkan tetap berada di wilayah terdampak selama sekitar tujuh hari ke depan untuk melanjutkan pendampingan serta menyalurkan bantuan lanjutan sesuai kebutuhan di lapangan. (*)

Artikel Dana Warga Batam Disalurkan ke Aceh Tamiang, KOMANDO Pastikan Tepat Sasaran pertama kali tampil pada Metropolis.

Epson Luncurkan Proyektor Portabel Lifestudio untuk Gaya Hidup Modern

0
Proyektor Epson Lifestudio. F. Istimewa

batampos – Epson resmi meluncurkan lini proyektor portabel Lifestudio terbaru yang akan dipasarkan di kawasan Asia Tenggara. Seri ini dirancang sebagai solusi hiburan portabel untuk gaya hidup modern dan fleksibel, seiring meningkatnya kebutuhan perangkat visual yang ringkas, praktis, dan mudah dibawa.

Seri Epson Lifestudio terdiri dari dua varian utama, yakni Lifestudio Pop (EF-61G dan EF-62N) serta Lifestudio Flex (EF-71 dan EF-72). Seluruhnya mengusung desain ringkas dengan fungsi hiburan layar besar yang dapat digunakan di berbagai situasi, baik di dalam maupun luar ruangan.

Keunggulan desain seri ini mendapat pengakuan global. Lifestudio Pop meraih Good Design Award 2025 dan masuk dalam daftar Top 100 Products, berkat estetika minimalis serta desain yang dinamis dan elegan.

Peluncuran resmi Epson Lifestudio Pop dan Flex digelar di Ciputra Artpreneur, Jakarta, dengan tema “Style It. Flex It. Blast It.”. Acara tersebut menampilkan berbagai simulasi penggunaan, mulai dari ruang keluarga modern, ruang bermain gim, hingga kamar tidur dengan proyeksi ke dinding maupun plafon.

Selain penggunaan di dalam ruangan, Epson Lifestudio juga ditampilkan untuk aktivitas luar ruang, seperti menonton di halaman rumah hingga kegiatan rekreasi di alam terbuka.

Menjawab Kebutuhan Gaya Hidup Hybrid

Epson menyebut meningkatnya jumlah profesional modern dan digital nomad menjadi latar belakang pengembangan seri Lifestudio. Proyektor ini menggabungkan tampilan layar besar, kualitas visual tinggi, serta sistem audio Sound by Bose dalam satu perangkat portabel.

Bobot proyektor berada di bawah 4 kilogram. Model Lifestudio Pop memiliki berat sekitar 1,6 kilogram, sehingga mudah dibawa dan dipindahkan. Sementara itu, seri Lifestudio Flex dilengkapi mekanisme rotasi yang memungkinkan proyeksi ke berbagai permukaan tanpa perlu memindahkan furnitur.

Salah satu model, EF-72, mengusung desain terinspirasi dari lampu meja yang menggabungkan fungsi proyektor, pencahayaan ambient, dan speaker nirkabel. Perangkat ini juga dapat ditenagai power bank USB Type-C, sehingga dapat digunakan di lokasi tanpa sumber listrik tetap.

Visual Tajam dan Pengaturan Otomatis

Didukung teknologi Triple Core Engine™ dan 3LCD, seri Lifestudio menghadirkan visual dengan warna yang cerah dan tajam tanpa efek pelangi. Kecerahan mencapai hingga 1.000 lumen, sehingga tetap optimal di berbagai kondisi pencahayaan.

Pengalaman hiburan diperkuat dengan sistem operasi Google TV™ yang memudahkan akses ke aplikasi streaming. Seluruh model juga dilengkapi fitur penyesuaian otomatis, seperti koreksi keystone, penyesuaian warna dinding, serta penghindaran objek untuk mempermudah pengaturan.

“Seri Lifestudio terbaru dirancang untuk menyatu secara alami dengan gaya hidup modern,” ujar Zanipar SA Siadari, Head of Product Marketing Visual Instrument & Corporate Product Epson Indonesia. “Ringkas, fleksibel, dan andal, proyektor ini memungkinkan pengguna menciptakan pengalaman sinematik di mana pun berada.”

Melalui peluncuran seri Lifestudio Pop dan Flex, Epson menegaskan komitmennya menghadirkan solusi visual inovatif yang relevan dengan pola hidup dan kerja modern. (*)

Artikel Epson Luncurkan Proyektor Portabel Lifestudio untuk Gaya Hidup Modern pertama kali tampil pada Lifestyle.

Pelajar SD Sedak Takjub Melihat Jejak Bung Hatta di Museum Perbatasan Tiangau

0
Pelajar SD Negeri 007 Sedak mengabadikan momen Bung Hatta kunjungan kerja di Jemaja dengan kamera ponsel. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Derap langkah kecil para pelajar SD Negeri 007 Sedak terhenti sejenak saat pintu Museum Perbatasan Tiangau terbuka. Raut wajah mereka berubah. Mata membesar, napas tertahan. Sejarah yang selama ini hanya mereka kenal dari buku pelajaran, kini hadir nyata di hadapan mata.

Puluhan pelajar SD Negeri 007 Sedak mengunjungi Museum Perbatasan Tiangau, Kecamatan Jemaja, Rabu (4/2). Kunjungan tersebut menjadi pengalaman pertama bagi sebagian besar siswa melihat langsung benda-benda peninggalan sejarah di wilayah perbatasan Kepulauan Anambas.

Begitu memasuki ruang utama museum, anak-anak tampak antusias. Mereka berkerumun, berjinjit, dan saling berbisik sambil menunjuk benda-benda lama yang asing bagi mereka. Suasana museum yang biasanya sunyi mendadak hidup oleh suara decak kagum dan tawa polos para pelajar.

Sejumlah benda peninggalan masa penjajahan Belanda menjadi perhatian utama. Peralatan tua yang tersimpan rapi memancing imajinasi anak-anak tentang kehidupan masa lalu yang jauh berbeda dengan keseharian mereka sekarang.

Tak kalah menarik, deretan foto kunjungan Wakil Presiden pertama Republik Indonesia, Muhammad Hatta, ke Jemaja juga menyita perhatian. Foto hitam putih itu seolah membuka jendela waktu, membawa para pelajar menyaksikan sejarah bangsa yang pernah singgah di tanah tempat mereka tinggal.

“Begini ya museum itu. Baru tahu kalau Pak Hatta pernah ke tempat kita,” ujar Hanafi, salah satu pelajar, dengan logat Melayu tempatan. Ucapannya sederhana, namun sarat kebanggaan terhadap kampung halamannya.

Di sudut lain, sebuah mesin tik tua juga membuat anak-anak penasaran. Mereka menebak-nebak fungsi benda tersebut, membayangkan bagaimana surat-surat penting diketik dengan bunyi ketukan khas di masa lalu.

Bagi Hanafi dan teman-temannya, kunjungan ini memberi pengalaman berbeda. Selama ini, sejarah hanya mereka pahami melalui cerita guru dan gambar di buku. Di museum, sejarah terasa lebih hidup, dekat, dan nyata.

“Senang bisa datang ke museum walaupun jauh nyebrang pakai motor laut. Cuaca bagus, angin tak kencang,” ucap Hanafi sambil tersenyum lebar. Perjalanan menggunakan pompong menuju museum menjadi bagian tak terpisahkan dari pengalaman belajar mereka hari itu.

Guru pendamping, Gamari, mengatakan kunjungan ke museum merupakan pembelajaran lapangan setelah siswa menerima materi sejarah di sekolah. Menurutnya, metode ini penting agar anak-anak tidak hanya memahami sejarah secara teori, tetapi juga secara emosional.

“Dengan melihat langsung benda-benda bersejarah, imajinasi dan rasa ingin tahu anak-anak jadi lebih kuat. Mereka tidak hanya mendengar, tapi mengalami,” ujarnya.

Gamari menilai museum memiliki peran besar dalam menanamkan kecintaan terhadap sejarah dan identitas daerah sejak usia dini. Ia berharap pengalaman tersebut membekas lama di ingatan para siswa.

Lebih jauh, Gamari juga mengusulkan agar Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas ke depan dapat membangun Museum Daerah. Menurutnya, Anambas memiliki kekayaan sejarah yang layak dirawat dan dikenalkan secara luas kepada generasi muda.

“Kalau ada museum daerah milik pemerintah, sejarah Anambas bisa lebih terjaga dan anak-anak tak perlu jauh-jauh belajar sejarah ke tempat lain,” katanya.

Saat para pelajar itu melangkah keluar museum, mata mereka masih berbinar. Mereka pulang bukan hanya membawa foto kenangan, tetapi juga cerita, rasa bangga, dan kesadaran bahwa sejarah bukan sekadar tulisan di buku, melainkan hidup di tanah tempat mereka berpijak. (*)

Artikel Pelajar SD Sedak Takjub Melihat Jejak Bung Hatta di Museum Perbatasan Tiangau pertama kali tampil pada Kepri.

Asuransi Rp5 Miliar Terungkap di Balik Pencemaran Limbah Hitam Laut Dangas

0
Rapat Dengar Pendapat (RDP) dipimpin Ketua Komisi III DPRD Batam, Muhammad Rudi, dan dihadiri nelayan terdampak, DLH Batam, KSOP Batam, Pertamina, serta manajemen perusahaan pemilik kapal LCT Mutiara Haluan Samudera, Rabu (4/2). F. M. Sya’ban/Batam Pos

batampos – Kasus pencemaran limbah minyak hitam di perairan Pantai Dangas, Sekupang, Kota Batam, mulai mengerucut pada tanggung jawab pemilik kapal dan skema ganti rugi. Kapal pengangkut limbah tersebut diketahui memiliki perlindungan asuransi hingga Rp5 miliar, namun nilai kerugian nelayan dan dampak lingkungan masih dalam tahap penghitungan.

Fakta tersebut terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPRD Kota Batam, Rabu (4/2). RDP dipimpin Ketua Komisi III DPRD Batam Muhammad Rudi dan dihadiri nelayan terdampak, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batam, KSOP Batam, Pertamina, serta manajemen perusahaan pemilik kapal LCT Mutiara Haluan Samudera.

Kapal tersebut mengangkut sekitar 200 ton limbah minyak hitam jenis sludge oil. Insiden terjadi saat kapal hendak sandar di Pelabuhan 99 Batu Ampar. Kapal miring akibat cuaca buruk dan kemasukan air, sebelum akhirnya kandas di perairan Pantai Dangas.

Baca Juga: IKM Batam Kawal Persidangan Sengketa Lahan, Minta Putusan Seadil-adilnya

General Manager PT Jagat Prima Nusantara sekaligus PT Mutiara Haluan Samudera, Rahmat Hidayat, menyatakan perusahaan siap bertanggung jawab atas insiden tersebut.

“Kami siap bertanggung jawab. Untuk ganti rugi nelayan dan pemulihan lingkungan, kami sedang berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup,” ujarnya.

Rahmat mengungkapkan, kapal pengangkut limbah itu memiliki perlindungan asuransi dengan nilai maksimal Rp5 miliar. Namun besaran kerugian akibat pencemaran masih menunggu hasil kajian.

“Asuransi meng-cover sampai Rp5 miliar. Tapi nilai kerugian yang harus dibayarkan masih dalam proses perhitungan,” katanya.

DLH Batam mencatat dampak pencemaran cukup serius. Dari total muatan, sekitar 120 ton limbah minyak hitam jatuh ke laut. Sekitar 75 persen telah berhasil diamankan, sementara sisanya masih dalam proses penanggulangan.

Baca Juga: Vonis Jaringan Vape Ilegal Batam, Eks Pegawai KSOP Batam Dipenjara Dua Tahun

Kepala Bidang Perlindungan Lingkungan Hidup DLH Batam, IP, menyebut limbah minyak hitam berpotensi merusak ekosistem laut dalam jangka panjang.

“Terumbu karang yang terdampak membutuhkan waktu pemulihan paling cepat tiga tahun. Ekosistem laut secara keseluruhan juga membutuhkan waktu yang tidak singkat,” ujarnya.

DLH bahkan merekomendasikan pembatasan aktivitas wisata di kawasan terdampak guna mencegah kerusakan lanjutan selama proses pemulihan.

Sementara itu, KSOP Batam menyatakan kapal LCT Mutiara Haluan Samudera masih memiliki sertifikat laik laut karena baru selesai docking. Namun hasil investigasi awal menemukan adanya ruang terbuka di badan kapal yang memungkinkan air laut masuk.

“Hasil sementara menunjukkan adanya kelalaian teknis. Jika ditemukan unsur pidana, akan kami proses sesuai ketentuan hukum,” tegas Kepala Bidang Keselamatan Berlayar KSOP Batam, Yuzirwan Nasution.

Penanganan darurat dilakukan dengan pemasangan oil boom sepanjang 200 meter, pengerahan oil skimmer, serta pembersihan limbah yang terdampar di pesisir. Pertamina turut membantu penyediaan peralatan pengendalian tumpahan minyak.

Namun bagi nelayan, penanganan teknis belum menjawab kerugian yang mereka alami. Ketua HNSI Batam, Muhammad Syafik, menyebut nelayan di Sekupang, Belakang Padang, hingga perairan sekitar Dangas tidak dapat melaut akibat pencemaran.

“Yang rusak bukan hanya laut, tapi mata pencaharian nelayan. Dampak lingkungan ini bisa berlangsung lebih dari 10 tahun,” katanya.

Syafik mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas dugaan kelalaian, termasuk aspek keselamatan kapal dan kemungkinan kelebihan muatan.

Baca Juga: Cuaca Panas di Batam, Ini 5 Rekomendasi Es Bingsoo Paling Segar untuk Lepas Dahaga

Anggota Komisi III DPRD Batam, Rudi, menegaskan kasus ini harus menjadi peringatan keras. Menurutnya, pencemaran serupa juga ditemukan di wilayah Bintan, menandakan lemahnya pengawasan limbah laut.

“Ini bukan persoalan kecil. Kami minta perusahaan benar-benar bertanggung jawab dan pemulihan tidak berhenti di klaim asuransi,” ujarnya.

DPRD memastikan akan mengawal proses investigasi, penegakan hukum, serta mekanisme ganti rugi agar pemulihan lingkungan dan kehidupan nelayan terdampak dapat berjalan maksimal. (*)

Artikel Asuransi Rp5 Miliar Terungkap di Balik Pencemaran Limbah Hitam Laut Dangas pertama kali tampil pada Metropolis.

Penyanyi Gospel Dunia Ron Kenoly Wafat di Usia 81 Tahun

0
Ron Kenoly. F. x.com/OlimudeOS.

batampos – Dunia musik rohani internasional berduka. Penyanyi gospel dunia, Ron Kenoly, dilaporkan meninggal dunia pada Selasa (3/2) di usia 81 tahun.

Kabar duka tersebut dikonfirmasi oleh Bruno Miranda, music director yang selama ini mendampingi Ron Kenoly dalam berbagai pelayanan dan karya musiknya. Hingga kini, belum ada keterangan resmi terkait penyebab meninggalnya sang musisi.

Ron Kenoly dikenal sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh dalam perkembangan musik worship modern. Lagu-lagunya telah dinyanyikan di gereja-gereja di berbagai belahan dunia selama lebih dari tiga dekade.

Ronald Kenneth Kenoly lahir di Coffeyville, Kansas, Amerika Serikat, pada 6 Desember 1944. Minatnya pada musik telah tumbuh sejak usia muda. Demi mengejar karier di dunia musik, ia kemudian pindah ke Hollywood.

Pada periode 1965 hingga 1968, Ron bergabung dengan United States Air Force dan tampil bersama band The Mellow Fellows, melakukan tur ke berbagai pangkalan militer Amerika Serikat. Setelah sempat berkecimpung di musik sekuler, Ron memutuskan beralih sepenuhnya ke musik rohani.

Ia juga menempuh pendidikan formal di bidang musik dan pelayanan, mulai dari Alameda College, meraih gelar Master of Divinity dari Faith Bible College, hingga Doctorate of Ministry in Sacred Music.

Karier Ron Kenoly di musik rohani mencapai puncaknya pada awal 1990-an setelah bergabung dengan Integrity Music. Album Lift Him Up with Ron Kenoly yang dirilis pada 1992 menjadi salah satu album worship dengan penjualan tercepat pada masanya.

Sejumlah lagu ciptaannya seperti Jesus Is Alive, Ancient of Days, dan Sing Out With One Voice menjadi hits internasional dan hingga kini masih dinyanyikan dalam ibadah gereja di berbagai negara.

Ron Kenoly juga mendapat berbagai pengakuan industri musik, termasuk nominasi dan penghargaan dari GMA Dove Awards. Selama lebih dari empat dekade berkarier, ia dikenal konsisten membawa pesan iman dan membentuk gaya worship kontemporer yang berpengaruh secara global.

Dedikasinya dalam pelayanan dan musik menjadikan Ron Kenoly sebagai sosok yang meninggalkan warisan abadi dalam dunia musik rohani. (*)

Artikel Penyanyi Gospel Dunia Ron Kenoly Wafat di Usia 81 Tahun pertama kali tampil pada Lifestyle.

Tumpahan Oli Picu Kecelakaan Beruntun di Tanjungpinang, Enam Motor Terjungkal

0
Pengendara motor saat dievakuasi petugas kepolisian usai terlibat kecelakaan beruntun di Jalan Ahmad Yani Tanjungpinang, Rabu (4/2). F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Kecelakaan lalu lintas beruntun terjadi di Jalan Ahmad Yani Kilometer 5, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Rabu (4/2). Insiden tersebut diduga dipicu tumpahan oli yang membuat permukaan jalan licin.

Kecelakaan diketahui terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Sedikitnya enam unit sepeda motor terlibat dalam peristiwa tersebut. Mayoritas korban merupakan pelajar yang baru pulang sekolah.

Pantauan Batam Pos di lokasi kejadian, kecelakaan beruntun itu sempat mengganggu arus lalu lintas dan menyebabkan antrean kendaraan cukup panjang. Sejumlah petugas kepolisian dibantu personel pemadam kebakaran (Damkar) dikerahkan untuk membersihkan tumpahan oli di badan jalan.

“Saya dari arah Pamedan mau ke simpang Polresta. Di depan saya, beberapa motor tiba-tiba jatuh,” kata Suparmi, salah satu pengendara yang menjadi korban kecelakaan.

Ia mengaku terkejut dan spontan mengerem kendaraannya, namun ikut terjatuh karena jalan licin. Anak yang diboncengnya pun terseret beberapa meter.

“Jalannya basah, ternyata ada tumpahan oli. Saya luka di jari, anak saya di bagian kaki karena terseret. Tadi ada enam motor yang jatuh,” ujarnya.

Petugas Gakkum Satlantas Polresta Tanjungpinang, Brigadir Dino, mengatakan hingga saat ini terdapat enam orang korban dalam kecelakaan beruntun tersebut.

“Korban mengalami luka ringan. Beberapa sudah dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis. Untuk sementara, jumlah kendaraan yang terlibat ada enam unit,” katanya.

Sementara itu, Kepala BPBD Tanjungpinang, Yamin, membenarkan adanya tumpahan oli yang membasahi badan jalan dan menjadi penyebab kecelakaan.

“Kami kebetulan melintas di lokasi. Ada oli di jalan dan enam motor terjatuh. Akses jalan sempat ditutup sementara untuk dilakukan pembersihan agar tidak ada korban tambahan,” ujarnya. (*)

Artikel Tumpahan Oli Picu Kecelakaan Beruntun di Tanjungpinang, Enam Motor Terjungkal pertama kali tampil pada Kepri.