Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, saat menghadiri opening ceremony Tuan Sing Holdings Limited yang akan membangun kawasan terintegrasi di Kawasan Marina City, Sekupang. Foto: BP Batam untuk Batam Pos
batampos – Bisnis properti di Kota Batam menarik minat pengembang properti asing. Saat ini, Tuan Sing Holdings Limited asal Singapura, mulai membangun kawasan terintegrasi di Kawasan Marina City, Sekupang.
Korporasi yang telah terdaftar di Bursa Efek Singapura dengan kode SGX:T24 ini, akan membangun kawasan hunian, apartemen, fasilitas hiburan, perhotelan dan bisnis.
Chief Executive Officer Tuan Sing Holdings, William Liem mengatakan, perusahaannya berminat untuk mulai bisnis properti di Batam, karena adanya dukungan pemerintah dari segi pembangunan infrastruktur jalan dan lainnya.
Oleh karena itu, William berkomitmen untuk menyelesaikan pembangunan tahap pertama kawasan terintegrasi Opus Bay, di tahun 2025 mendatang.
“Kita sangat apresiasi ke bapak (Muhammad) Rudi, atas support dan dukungan infrastruktur. Yang tentunya, sangat penting untuk proyek (Opus Bay) ini,” ujarnya, Kamis (4/5/2023).
Sementara itu, Kepala Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) Muhammad Rudi meminta Tuan Sing Holdings berkomitmen dalam menyelesaikan pembangunan ini.
“Komitmen itu sangat kita harapkan dalam mengembangkan Kota Batam yang kita cintai ini. Karena kalau tidak ada komitmen, maka pembangunan tidak akan berjalan. Kalau pembangunan tidak jalan, ekonomi juga tidak akan tumbuh,” ujarnya usai meninjau proyek Tuan Sing Holdings di Marina City.
Muhammad Rudi melanjutkan, hingga saat ini BP Batam, Pemko Batam dan seluruh jajaran Forkopimda tengah bekerja sesuai dengan tugas masing-masing dalam meningkatkan ekonomi Kota Batam. Sebab, jika ekonomi Batam terpuruk, akan berdampak pada daya beli masyarakat yang menurun.
“Maka ini harus seiring dan sejalan. Maka, kita dari pemerintah harus hadir. Salah satunya, kita membantu apa yang menjadi kebutuhan investor,” katanya.
Upaya dalam memenuhi kebutuhan investor tersebut, adalah dengan membangun infrastruktur di seluruh Kota Batam. Pembangunan ini tidak mungkin dibangun oleh pengembang properti. Karena akan berdampak pada harga properti yang akan melambung tinggi.
“Kalau (harga properti) naik, pasti tidak akan terbeli (oleh masyarakat). Kalau tidak terbeli, maka pertumbuhan ekonomi juga tidak akan naik,” katanya.
Dengan dilakukannya pembangunan infrastruktur tersebut, harga properti akan lebih mudah dijangkau bagi masyarakat Kota Batam maupun dari luar Kota Batam.
“Kita sudah sepakat bersama Forkopimda, seluruh infrastruktur di Batam ini kita bangun semua dan tidak dipilah-pilah. Kita ingin mengembangkan Kota Batam secara utuh, agar Batam semakin jaya, dan investor pun akan ikut berjaya,” imbuhnya.(*)
Ian Antono, Ahmad Albar dan Donny Fattah, Tiga personel GodBless yang bertahan, foto diambil tahun 2002. (Foto MUHAMAD ALI/JAWPOS)
Selama lima dekade, God Bless memberi pengaruh besar bagi musik Indonesia dari soal panggung, aransemen, lirik, sampai konsistensi.
FAHMI SAMASTUTI, Surabaya
BAGI Log Zhelebour, God Bless adalah ’’si sulung’’ pembuka jalan. Logiss Record, perusahaan rekaman yang dia dirikan, serta seluruh band dan musisi yang bernaung di bawahnya, tumbuh bersama Ahmad Albar, Ian Antono, Donny Fattah, dan para personel yang sempat keluar masuk.
’’Bisa dibilang, kami ini belajar sambil membuat sejarah,” katanya kepada Jawa Pos di Surabaya kemarin (4/5).
Kami yang dimaksud Log bahkan bisa diterjemahkan lebih luas lagi: Indonesia. Hari ini, tepat di 50 tahun kelahirannya, God Bless telah memberi pengaruh begitu besar bagi skena musik tanah air, khususnya rock. Mulai dari gaya panggung, penulisan lirik, pengaturan aransemen, sampai konsistensi berkarya.
’’Dulu memulai, tidak pernah berpikir sejauh ini. Alhamdulillah, teman-teman tetap berkomitmen untuk tetap bersatu apa pun yang terjadi,” kata Iyek, sapaan akrab Ahmad Albar, dalam pernyataan tertulis yang diterima Jawa Pos kemarin.
Mereka membuka jalan tentang bagaimana membuka konser sebuah band dunia, Deep Purple, pada 1975. Pada ’’Musisi’’ yang termaktub di album ’’Cermin” dan sampai sekarang masih sering jadi lagu wajib festival musik, mereka menunjukkan bagaimana musik berkualitas bakal melintas waktu.
AHMAD ALBAR dan IAN ANTONO : God Bless saat tampil di panggung IIMS Infinite Live 18 Februari 2023 di event Indonesia International Motor Show (IIMS) JIExpo Kemayoran. (MUHAMAD ALI/JAWAPOS)
Mereka juga, saat merilis album ’’Semut Hitam’’, memperlihatkan bagaimana beradaptasi dengan usia dan zaman. Dan, menjadi pembuka Deep Purple lagi pada Maret lalu adalah bukti betapa tak pernah sia-sia ’’kukejar prestasi itu, seribu langkah kupacu’’.
Paul Heru Wibowo, pengamat musik, menyebut perubahan yang dilakukan God Bless pada ’’Semut Hitam’’ sebagai bentuk keluwesan mereka merespons era dan pasar. Meninggalkan kerumitan di album sebelumnya, ’’Cermin’’, yang meskipun secara estetis diakui, jeblok di pasaran.
Ada bebunyian, kata Paul, yang sangat Indonesia di album yang dirilis pada 1988 tersebut. Iyek pun, seiring performa vokalnya yang tergerus umur, juga menampakkan cengkok khasnya. Lagu-lagu mereka pun jadi lebih mudah diikuti penggemar yang ingin sekadar ikut bernyanyi di konser.
’’Sekarang, coba dengerin ’Semesta’, ’Rumah Kita’, itu suara Indonesia. Suara yang tidak terlalu tinggi atau rendah. Kalau nyanyi bareng itu, bisa,” kata dosen Universitas Multimedia Nusantara Jakarta tersebut.
Secara khusus, Paul mengapresiasi Log Zhelebour yang dinilainya jadi ”kuncian” God Bless. Di tangan produser asal Surabaya itu, band pelantun Rumah Kita tersebut menjadi standar di musik rock. Baik dalam hal karya maupun penampilan panggung.
Log mengenang, yang ada di benaknya saat itu, God Bless yang lama vakum dan tak merilis album harus jadi pionir dan kudu sukses. Sebuah ambisi yang tak mudah diwujudkan. Sebab, industri hiburan Indonesia karut-marut kala itu.
Kontrak tampil antara artis dan promotor tidak menguntungkan. Kadang si artis rugi, tapi tak jarang pula sang promotor yang harus nombok.
Log pun memberlakukan fixed cost: biaya pengeluaran selama konser dikontrol ketat. Jika ada istri atau anak yang ikut, personel wajib merogoh kocek pribadi. Ticketing pun dikendalikan dengan bantuan komunitas setempat.
Kedisiplinan pun dijaga. Para personel tidak boleh lagi hura-hura setelah tampil. Mereka punya jadwal jelas: dari latihan, workshop musik, rilis album, sampai tur konser untuk promosi.
Saat merilis ’’Semut Hitam’’, Log pun membawa God Bless tur konser ke 35 kota. Berbagai perombakan tadi pun membuahkan hasil. Dari tampil dengan bayaran seikhlasnya, mereka meraup pendapatan pertama –dengan sistem kontrak ala Log– mencapai Rp 1,5 juta di pertengahan 1980-an.
’’Dapatnya pun, waktu itu, cash. Setelah penjualan tiket ngumpul, dibagi sama anak-anak,” imbuhnya.
Di luar itu, Log juga mau tak mau berinvestasi logistik manggung. Segala keperluan, dia punya. Dari rigging, multipleks alas panggung, hingga barikade pengamanan.
Buntutnya, God Bless ikut naik kelas: dari panggung terop (seperti acara hajatan kampung) menjadi panggung dengan struktur space frame megah sepanjang 24 meter. Pengamanan pun tak lagi berbekal drum bekas minyak berisi air.
’’Itulah yang saya rasa paling berkesan dari God Bless. Mereka mau semuanya perfect. Sound (system) harus gede, lighting-nya harus bagus,” imbuh Log.
Dia mengakui, ’’mengurus’’ God Bless tidak mudah. Log merasakan betul ego serta idealisme masing-masing personel. Konflik personal dan gonta-ganti personel menunjukkan band ini kerap melewati masa-masa sulit.
Itu juga yang membuat rilisan album mereka tak banyak untuk ukuran band berusia setengah abad. ’’Sebagai band, album mereka memang sedikit. Tapi, sebenarnya, tiap personelnya produktif,” kata Paul.
Iyek punya beberapa album solo. Ian aktif jadi penulis lagu dan penata musik bagi sejumlah penyanyi, terutama sejumlah lady rocker era 1980-an. Donny pun ada di belakang itu dan ikut pula menjadi bagian Gong 2000, side project yang sering disebut God Bless kecil lantaran separo personelnya ada di sana.
’’Kreativitas mereka otentik. Saya yakin, mereka tentu juga mikir duit. Tapi, sesibuk apa pun di luar, di God Bless, mereka seperti pulang ke keluarga, tempat ngudarasa,” katanya.
Pulang ke tempat di mana, seperti ditulis dalam ’’Musisi’’, ’’Getar jiwa kuungkapkan ke dalam nada oh tercipta lagu// Kutuliskan kata hati ke dalam bait oh tercipta lirik.”
’’Dari bangun sampai tidur, di pikiran kami hanya bermusik. Kami enggak berpikir membuat kegiatan selain main musik,” ungkap Ian.
Dari sana ketangguhan yang bertahan sampai setengah abad berasal. Dan, masih akan terus lama bertahan meski sebagian personel God Bless kini telah berusia kepala tujuh.
’’Tidak mudah untuk bisa sampai titik ini,” kata Ian Gillan, vokalis Deep Purple, tentang keawetan bandnya dan God Bless dalam jumpa pers konser Maret lalu.
Ya, tidak mudah. Dan, juga tidak akan mudah dinapaktilasi siapa saja. (*)
KATA KUNCI kunci narasi tentang “Indonesia” menjadi salah satu magnet untuk menarik berjuta pasang mata untuk menyaksikan satu atau dua film.
Lihat saja beberapa bulan terakhir ini, dalam film “Avatar 2”, sutradara James Cameron menyebut bahwa suku Metkayina dalam film tersebut terinspirasi dari suku Bajo di Indonesia yang hidup di atas laut dan mampu menyelam dalam kurun waktu lama di dalam air.
Ada juga “The Last of Us” yang ramai dibicarakan karena pada awal cerita menyebutkan Indonesia, lebih tepatnya Jakarta, sebagai sumber penyebaran infeksi jamur dan ditambah dengan kemunculan aktris Christine Hakim.
Masih ingat ketika Barack Obama berkunjung ke Indonesia lalu berpidato menyebut “pulang kampung, nih! Sate, bakso, enak” sontak menuai kekaguman.
Selain itu, di kanal Youtube para pencipta konten luar negeri tidak jarang selalu memasukkan unsur-unsur tentang Indonesia atau Indonesian reference, terutama bahasa Indonesia. Apa yang terjadi? Netizen kita beramai-ramai mengunjungi kolom komentarnya dan menyampaikan kebanggaan atas apa yang telah dilakukan pencipta konten tersebut. Tentu hal sebaliknya berlaku jika ada yang menjelek-jelekkan Indonesia.
Begitulah kita yang mudah bangga dan bereaksi berlebihan ketika orang luar berbicara tentang “kita”. Apakah itu bentuk nasionalisme? Atau pengakuan bangsa lain terhadap “kehebatan” bangsa kita? Atau mungkin sebaliknya?
Muchtar Lubis pernah menulis tentang Manusia Indonesia (2013) yang telah diceramahkan pada 1977 di Taman Ismail Marzuki, bahwa salah satu ciri-ciri lain dari manusia Indonesia adalah gampang senang dan bangga akan hal-hal hampa.
Selain gampang senang dan bangga, seringkali kita menunjukkan reaksi dan perasaan bangga berlebihan ketika orang luar membahas kelompok ataupun identitas kebangsaan kita. Fenomena ini sering dikenal dengan istilah overproud.
Jika melihat fenomena ini dari perpektif post-colonialism, perbincangan mengenai mengapa masyarakat Indonesia mengistimewakan legitimasi atas Indonesia di dunia “Barat” tidak terlepas dari sejarah kolonialisme yang pernah terjadi di Indonesia sejak abad ke-16.
Perspektif tersebut bisa menjelaskan mengapa “Barat” istimewa di masyarakat Indonesia.
Diawali kedatangan bangsa penjajah di wilayah Nusantara. Kolonialisme yang terjadi selama beratus-ratus tahun merombak dan membentuk kembali struktur sosial masyarakat Indonesia.
Belanda membentuk struktur kasta sosial masyarakat yang berkulit terang, keturunan kerajaan, dan kelas-kelas jataban. Akibat dari pemberlakuan sistem ini menyebabkan diskriminasi sosial sehingga mendorong masyarakat pribumi berlomba-lomba untuk meningkatkan kelas sosial mereka melalui cara menikahi keturunan kerajaan, menimba ilmu dan meraih beasiswa, hingga melakukan pemberontakan (Putrandi, 2021).
Putrandi melanjutkan, bahwa kita bisat melihat salah satu dampak kolonialisme, yaitu mengistimewakan masyarakat mancanegara.
Hal tersebut dapat kita jumpa pada kehidupan sekitar, seperti mengajak bule berswafoto bak artis Hollywood. Padahal, mereka bukan siapa-siapa di negaranya.
Masyarakat yang mengalami masa kolonialisme akan membentuk kecenderungan hadirnya krisis identitas. Masyarakat yang mengalami hal tersebut akan berusaha membentuk struktur kehidupan sosial mereka yang merujuk kepada negara-negara “Barat”. Sebab, rujukan ke “Barat” dianggap menjadikan kehidupan mereka akan jauh lebih baik.
Dalam sebuah reportase mengenai overproud, menyebut bahwa kolonialisme global menanamkan dan bertumpu pada rasa inferioritas bangsa jajahan. Bangsa ini dianggap dan menganggap dirinya lebih rendah dari bangsa penjajah karena bodoh, tidak rasional, dan tidak modern (Remotivi, 2022).
Oleh sebab itu, kita sering merasa rendah diri di hadapan bangsa lain. Hal itu berdampak pada ketidakpercayaan kita terhadap apa yang kita lakukan sehingga harus menunggu terlebih dahulu pengakuan dari orang luar. Lalu ketika pengakuan itu datang, kita merasa bangga dan kagum.
Alhasil, sikap bangga berlebihan tersebut sering dimanfaatkan oleh orang luar sebagai lahan subur dan menjadi lumbung like dan view. Hal ini bisa dilihat ketika menyematkan hal apapun tentang Indonesia, bagai magnet yang menarik netizen Indonesia.
Bangsa yang masih mewarisi mental jajahan cenderung lebih mudah untuk selalu takjub kepada segala yang berbau asing, menjadikan “Barat” sebagai standar dan mengglorifikasikannya, apalagi ketika hal itu membahas keindonesiaan kita.
Saat masyarakat Indonesia bangga ketika ada seseorang atau sekolompok orang dari luar yang membumbui konten mereka dengan bahasa Indonesia, atau ketika film luar menyematkan narasi atau latar bernuansa Indonesia, dan kita meresponnya dengan bangga berlebihan, hal itu menandakan kebanggaan kita kepada negara ini hanya hadir jika ada pengakuan, afirmasi dari bangsa lain dulu.
Namun, perlu kita sadari bahwa kebanggan, terutama kebanggaan berbahasa, harusnya datang dari diri kita melalui kebiasaan menggunakan bahasa Indonesia, tanpa harus menunggu orang luar melegitimasinya.
Di samping itu, hari ini bahasa Indonesia seakan asing di mulut penuturnya sendiri, apalagi di ruang publik. Kita merasa lebih “mahal” ketika menggunakan bahasa asing untuk berkomunikasi yang tidak pada tempatnya, menyampaikan informasi, atau menamai satu hal, padahal ada dan telah ada padanannya.
Lantas, ketika ada bangsa luar melalui unggahan media sosialnya tetiba menuliskan satu kalimat atau mungkin satu kata saja yang berbahasa Indonesia, seketika membara jiwa nasionalisme kita, yaitu jiwa yang sangat memiliki Indonesia seutuhnya ini. Tanpa sadar, kebanggaan dan kecintaan kita hanyalah meminjam dari mulut asing.
Hanya hal itulah yang dapat kita tunjukkan: bangga berlebihan. Lantas, apakah kita hanyalah bangsa yang bermodal like dan view yang mudah dimanfaatkan oleh bangsa lain? (*)
oleh: Muhammad Musmulyadi Ketua Forum Lingkar Pena Makasar
Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama, Hilman Latief. (ANTARA/HO-Kemenag)
batampos – Sore nanti batas akhir pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) reguler 2023. Kementerian Agama (Kemenag) bersiap membuka peluang perpanjangan pelunasan biaya haji. Sebagai antisipasi jika sisa kuota masih banyak.
Adanya peluang membuka waktu tambahan pelunasan BPIH itu disampaikan langsung Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Hilman Latief. Namun dia memastikan bahwa keputusan resmi apakah ada perpanjangan waktu atau tidak, baru dikeluarkan Kemenag hari ini (5/5).
“Insyaallah besok lebih aktual (informasinya). Karena perkembangan (pelunasan) per jam dinamis,” katanya kemarin (4/5). Kemenag benar-benar menunggu sampai detik akhir pelunasan, untuk menetapkan kebijakan memperpanjang masa pelunasan atau tidak.
Soalnya Kemenag juga sudah menyiapkan kuota haji cadangan sebanyak 19.088 kursi atau 10 persen dari kuota jemaah haji reguler. Harapannya seluruh jemaah kuota haji cadangan itu ikut melunasi ongkos haji. Sehingga nanti bisa langsung mengisi sisa kursi yang muncul karena ada jemaah yang batal atau tidak melunasi BPIH.
Merujuk data Kemenag, mendekati batas akhir waktu yang ditetapkan, jumlah jemaah yang melunasi semakin sedikit. Pada Rabu (3/5) lalu jumlah jemaah haji reguler yang melunasi ada 6.718 orang. Sementara pada hari Kamis (4/5) kemarin yang melunasi susut jadi hanya 3.640 orang. Jika tren ini berlanjut, besar kemungkinan tingkat pelunasan di pada hari terakhir jauh lebih sedikit lagi.
Hingga penutupan pelunasan BPIH reguler kemarin sore, masih terdapat sisa kuota sebanyak 37.265 kursi. Perinciannya adalah sisa kuota jemaah haji ada 22.671 kursi. Kemudian sisa kuota prioritas lansia ada 4.820 kursi. Lalu sisa kuota petugas haji daerah (PHD) ada 995 kursi dan pembimbing KBIHU ada sisa 348 kursi. Sementara untuk kuota cadangan masih tersisa 8.431 kursi.
Sisa kuota untuk tingkat provinsi juga hampir sama komposisinya. Provinsi Jawa Timur masih jadi yang terbanyak, dengan sisa kuota 5.134 kursi. Kemudian disusul Provinsi Jawa Barat ada 4.432 kursi dan Provinsi Jawa Tengah ada 2.672 sisa kursi. Lalu di DKI Jakarta masih tersisa 1.502 kursi. Sisa kursi lebih dari seribu, juga tercatat di Provinsi Sumatera Utara yaitu 1.214 kursi.
Sebaliknya sisa kuota paling sedikit ada di Kalimantan Utara hanya tersisa 26 kursi. Kemudian di Bangka Belitung ada 35 sisa kursi dan di Papua Barat ada 36 sisa kursi.
Seperti diketahui tahun ini Kemenag kembali menyisihkan kuota untuk dikhususkan para lansia. Serapan kuota lansia paling tinggi ada di Provinsi Maluku yang mencapai 81,48 persen. Yaitu dari kuota 54 kuota lansia, yang sudah melunasi ada 44 orang. Jadi tinggal tersisa 10 kursi. Sebaliknya serapan kuota lansia terendah ada di Provinsi DKI Jakarta yang masih terserap 29,29 persen. Dari kuota lansia 396 kursi, yang melunasi masih 116 orang atau tersisa 280 kursi.
Lebih lanjut Hilman kembali mengingatkan supaya calon jemaah yang berhak terbang tahun ini, memastikan keberangkatannya. Bagi mereka yang lunas tunda 2020 dan 2022 cukup mendatangi bank penerima setoran (BPS) BPIH untuk mengkonfirmasi keberangkatannya. Jemaah kategori ini tidak perlu membayar uang pelunasan sepeserpun. Terkecuali bagi mereka yang sebelumnya sempat menarik uang pelunasan BPIH.
Kemudian bagi CJH pelunasan 2023 segera menunaikan kewajibannya untuk membayar uang pelunasan. Sehingga bisa menunaikan rukun Islam yang kelima itu. “Segera melunasi, supaya proses administrasi berikutnya bisa dijalankan,” katanya.
Diantaranya proses yang terkait dengan kepastian kuota adalah pengaturan kelompok terbang (kloter). Pengaturan ini dilakukan dengan mempertimbangkan kapasitas pesawat. Selain itu juga terkait dengan proses pengajuan visa haji ke pemerintah Arab Saudi. “Kepada yang masuk kuota cadangan, segera melunasi juga,” katanya. Sebab mereka bisa mengisi sisa kuota yang ada.
Banyaknya jemaah yang belum melunasi BPIH reguler itu, menjadi sorotan pengamat haji Ade Marfudin. Dia mengatakan banyaknya sisa kuota itu disebabkan banyak faktor. “Yang pertama ada kaitannya dengan keterlambatan penetapan BPIH,” katanya. Seperti diketahui pemerintah baru menetapkan BPIH pada 20 Februari lalu. Kemudian Keppres besaran BPIH per embarkasi baru dilansir pada 6 April atau sepekan memasuki bulan Puasa.
Kondisi ini jauh berbeda pada musim haji 2019 lalu, yang mana kuotanya sama-sama penuh 221 ribu kursi. Pada 2019 lalu, Keppres BPIH sebagai acuan pelunasan ongkos haji dikeluarkan pada 14 Maret. Atau sekitar satu bulan setengah, sebelum memasuki bulan Puasa, yang saat itu 1 Ramadan ditetapkan jatuh pada 6 Mei.
Berikutnya Ade mengatakan masyarakat belum mendapatkan edukasi yang cukup, bahwa haji tahun ini mahal. Masyarakat mengira pelunasan haji tahun ink sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Yakni di kisaran 10 jutaan per jemaah. Seperti pada 2019 lalu, rata-rata BPIH dipatok Rp 35 jutaan. Dengan setoran awal daftar haji Rp 25 juta, berarti tinggal melunasi Rp 10 juta. Berbeda dengan tahun ini, jemaah harus melunasi sekitar Rp 24 juta per orang.
Ade menegaskan harus ada kebijakan solutif dari Kemenag. “Jangan sampai ada kuota yang tersisa atau bahkan hangus,” tandasnya. Kemenag harus membuka masa pelunasan kembali. Bahkan antrian CJH di bawahnya, harus segera diumumkan untuk siap-siap melunasi haji. Dengan istilah kasarnya, Ade mengatakan sisa kuota dilelang kepada CJH selama yang bersangkutan ada di dalam daftar tunggu.
Namun ada dilema lain ketika dibuka model seperti itu. Ade mengatakan berhaji tidak semata sanggup membayar biayanya. Tetapi juga harus memahami manasik atau tata cara haji. Supaya ibadah haji yang dilakoni sempurna dan diterima Allah menjadi haji mabrur.
Untuk itu Ade meminta Kemenag mengevaluasi sistem manasik haji. Manasik haji tidak boleh hanya untuk calon jemaah yang akab berangkat di tahun berjalan. “Kalau perlu semua jemaah yang akan berangkat lima tahun lagi, diberi pelatihan manasik,” katanya. Sehingga ketika ada sisa kuota yang signifikan, banyak calon jemaah yang berpotensi mengisinya. Dan mereka sudah mendapatkan bekal pelatihan haji yang mencukupi. (*)
Panitia penyelenggara kegiatan foto bersama narasumber dan peserta di Gedung Gurindam, Dinas Pendidikan Kota Batam pada Kamis (4/5).
batampos – Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menyelenggarakan kegiatan Bengkel Menulis Berita bagi Mahasiswa Se-Kota Batam sebagai wujud pembinaan berbahasa di kalangan generasi muda.
Kegiatan ini dilaksanakan secara tatap muka di Gedung Gurindam, Dinas Pendidikan Kota Batam pada Kamis, 4 Mei 2023. Pertemuan tatap muka ini merupakan kelanjutan dari pertemuan daring yang telah dilaksanakan pada 10 s.d. 12 April lalu melalui aplikasi Zoom Meeting.
Sebanyak 30 orang mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Batam mendapat pembekalan materi dari narasumber yang berasal dari kalangan akademisi dan praktisi, yaitu Yunisa Oktavia (Universitas Putra Batam), Poetut Ariyo Tedjo (Batam Pos), dan Fatih Muftih (Mekanikata).
Setelah pertemuan ini, peserta akan tetap didampingi untuk dapat menghasilkan karya tulis populer yang nantinya akan diterbitkan oleh Kantor Bahasa Kepri. (*)
batampos– Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) mendesak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri segera menyelesaikan kasus penyelundupan limbah berbahaya sebanyak 5.500 ton ke Kepri.
“Saya mendorong Kejati Kepri untuk segera lakukan P21 (lengkap) atas perkara dugaan tindak pidana memasukan limbah beracun dari luar negeri ke dalam negeri,” kata Koordinator MAKI Boyamin Saiman, Kamis (4/5).
Menurut Boyamin, kasus tersebut masih dinyatakan P19 oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Kepri serta adanya petunjuk tambahan. Saat ini prosesnya sedang dilengkapi oleh Penyidik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
“Saya sudah laporkan di KLHK. Saat ini sudah tahap penyidikan dan sudah ada tersangkanya terdiri satu orang dan perusahaan atau korporasi,” ungkapnya.
Boyamin meminta JPU Kejati Kepri segera menyelesaikan penelitian berkas perkara penyelundupan limbah beracun hingga P21 dan segera dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Tanjungpinang.
“Nyatakan P21, jika sudah memenuhi unsur. Jika belum cukup bukti maka dikatakan segera dalam petunjuknya,” saranya.
Masih kata Boyamin, Kejati Kepri harus tegas memproses kasus tersebut. Jika ada keterlambatan penanganan, maka dirinya akan melakukan upaya praperadilan nantinya.
“Kalau Kejati Kepri terus menerus menyatakan P21, maka saya akan mencadangkan gugatan praperadilan,” tegasnya.
Terkait hal ini, Kepala Kejati Kepri Rudi Margono mengatakan pihaknya tengah memproses kasus tersebut. Pihaknya berkomitmen untuk menuntaskan perkara tersebut.
Menurut Rudi, dalam penanganan perkara penyelundupan limbah ke Kepri ini, pihaknya tidak menemui kendala. Namun, Jaksa harus memastikan alat bukti telah terpenuhi. Sehingga tindak pidananya kuat saat persidangan. “Proses ini hal biasa. Kami koordinasi secara intens dengan Penyidik KLHK,” tegasnya. (*)
Limbah oli berwarna hitam mencemari laut Kampung Melayu, Kelurahan Batu Besar. Foto: Azis Maulana/Batam Pos
batampos – Tercemarnya pantai di Kampung Melayu, Batubesar, Nongsa menjadi ancaman serius bagi mata pencarian masyarakat tempatan. Pasalnya kapal nelayan hingga jaring tangkap tidak bisa digunakan karena sudah dipenuhi limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).
Pantauan di lapangan limbah hitam tersebut masih terdapat di area bibir pantai Kampung Melayu. Petugas dari tim gabungan masih berupaya membersihkan dengan absorbent pack
“Akibat keberadaan limbah ini kita perkirakan tangkapan nelayan dapat berkurang mencapai 80 persen. Hal sangat mengganggu sumber penghasilan nelayan dan masyarakat yang mengelola pantai wisata disni,” kata Ketua Kelompok Pengawas Masyarakat (Pokmaswas) kawasan Nongsa, Muhammad Idris, Kamis (4/5).
Idris menjelaskan bahwa data dari pihaknya setidaknya ada 165 orang nelayan di sekitar Kampung Melayu Batu Besar, Nongsa yang terdampak. Para nelayan tersebut tergabung dalam 11 kelompok nelayan.
“Data kita jumlahnya yang terdampak mencapai ratusan orang,” jelasnya.
Ia pun berharap pihak terkait atau pemerintah daerah setempat bisa memperhatikan nasib nelayan sekitar. Ia juga menambahkan banyak alat tangkap nelayan tidak bisa digunakan dalam kondisi laut tercemar seperti itu.
“Dampak limbah begini bisa sebulan baru bisa hilang, bagaimana nasib alat tangkap lengket tak bisa di pakai. Ini sangat merugikan. Kami berharap akan ada kompensasi khususnya untuk nelayan di sini,” ujarnya.
Ia menyebutkan pihaknya merasa janggal dengan adanya limbah minyak hitam yang mencemari pantai Kampung Melayu, Batu Besar, Nongsa. Menurutnya biasanya limbah akan mencemari daerah tersebut pada musim angin Utara.
“Biasanya musim utara baru pada akhir tahun hingga bulan Maret. Saat ini musim angin timur. Musim timur atau musim teduh kesempatan kami mencari rejeki, harusnya limbah seperti ini tak ada. Kita harap pihak berwenang bisa mengusut tuntas kejadian ini,” ujarnya.
Sementara itu, Pemerintah Daerah (Pemda) baik Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) maupun kabupaten/kota diminta untuk menyiapkan bantuan bagi warga yang terdampak pada pencemaran limbah hitam di sejumlah pesisir seperti Kampung Melayu Batam dan Kabupaten Bintan.
Hal itu disampaikan oleh Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Wahyu Wahyudin.
“Saya kira perlu adanya bantuan untuk masyarakat. Karena mereka tidak melaut atau mencari nafkah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, limbah hitam yang diduga limbah B3 itu sangat merugikan masyarakat. Pasalnya, pariwisata sekitar akan terdampak karena alam yang rusak dan tidak dapat dinikmati oleh masyarakat.
Ditambah dengan penderitaan para nelayan yang tidak bisa melaut karena alat tangkapnya terkena limbah itu serta potensi ikan yang akan berkurang.
“Ini tidak mungkin bisa sebentar membersihkannya. Bisa sebulan, dua bulan, atau bahkan lebih,” kata Wahyu.
Ia melanjutkan, aparat penegak hukum (APH) harus menelusuri sumber pasti dan pihak yang bertanggungjawab atas hal tersebut.
Untuk itu, Wahyu mengaku akan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), maupun instansi terkait untuk tindak lanjut dari pencemaran tersebut. (*)
batampos – Yamaha kembali menghadirkan tampilan baru untuk Yamaha Gear 125 pada awal bulan Mei 2023. Warna baru Yamaha Gear 125 hadir dengan kombinasi warna dan grafis yang elegan, artistik, dan aktif yang Pasti Keren dan tampil beda di setiap kesempatan serta mampu meningkatkan kepercayaan diri dari penggunanya.
”Kebutuhan berkendara serta karakter konsumen yang beragam, membuat kami untuk selalu menghadirkan kendaraan yang sesuai dengan keinginan konsumen. Oleh karena itu, kami menghadirkan 7 warna baru pada Yamaha Gear 125 yang mampu meningkatkan kepercayaan diri dari penggunanya untuk tampil beda disetiap moment,” ungkap Antonius Widiantoro, Asst. General Manager Marketing – Public Relation PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).
Yamaha Gear 125 hadir dalam tujuh warna baru yang terdiri dari dua varian yaitu Yamaha Gear 125 S Version dan Standard Version. Untuk Yamaha Gear 125 S Version memiliki konsep elegant & artistic melalui warna Matte Blue dan Matte Red dengan pattern yang simpel dan modern dipadukan dengan jok warna coklat yang membuat tampilan Yamaha Gear 125 S Version lebih elegan.
Untuk Yamaha Gear 125 Standard Version memiliki konsep aktif dan artistik dengan tarikan garis design yang artsy, memiliki lima pilihan warna baru dengan, seperti warna Dull Blue yang menjadi tren warna saat ini setelah diperkenalkan Yamaha di awal Tahun 2023, kemudian ada Orange Green untuk Anda yang energik dan untuk yang suka menjadi pusat perhatian ada warna Cyan Yellow. Kemudian ada warna Black Navy dengan nuansa yang menciptakan karakter kuat dan tangguh, yang terakhir perpaduan warna Red Grey yang menghasilkan kesan sporty namun tetap elegan.
Let’s Gear Up bersama Yamaha Gear 125 yang Pasti Keren dengan warna baru yang cocok digunakan para generasi muda yang memiliki gaya hidup aktif. Pasti Nanjak, Pasti Kuat dan Pasti Irit karena ditunjang dengan mesin Blue Core 125cc, Pasti Tangguh dengan berbagai fitur lengkap dikelasnya seperti double hook, electric power socket untuk mengisi daya baterai handphone pengendara serta dilengkapi pijakan kaki anak.
Yamaha Gear 125 Standard Version dengan tampilan warna baru ini sudah dapat dibeli pada seluruh jaringan dealer resmi Yamaha Indonesia dengan harga Rp 18.205.000 OTR Jakarta. Sedangkan untuk Yamaha Gear 125 S Version dengan harga Rp 18.920.000 OTR Jakarta.
Untuk informasi produk selengkapnya dapat langsung kunjungi website resmi Yamaha Indonesia www.yamaha-motor.co.id atau kunjungi juga dealer resmi Yamaha Indonesia terdekat di Kota Anda. (*)
Opening Ceremony Opus Bay. Foto; Dalil Harahap/Batam Pos
batampos – Investasi di bidang properti semakin ramai di Kota Batam. Terbaru yaitu Opus Bay Marketing Gallery hadir di Kota Batam yang akan membangun properti di kawasan Marina Waterfront City.
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, sektor properti masih memberikan dampak dalam perkembangan investasi di Kota Batam.
Dampak dari investasi properti ini akan meningkatkan pendapatan asli daerah dari pembayaran BPHTB di Kota Batam. Setiap tahun kurang lebih Rp300 miliar PAD dari BPHTB, dan termasuk salah satu penyumbang PAD terbesar.
“Saya mendukung kemajuan investasi, termasuk hadirnya salah Opus Bay Marketing Gallery di Batam, yang berlokasi di Kawasan Marina Waterfront City,” kata dia, Kamis (4/5).
Investasi properti di Batam tidak saja untuk menyiapkan hunian untuk masyarakat biasa, namun juga untuk kelas tertentu. Termasuk juga pembangunan properti dengan standar internasional yang dilengkapi berbagai fasilitas.
Hal ini penting, karena Batam ditunjuk sebagai salah satu kota untuk menerapkan kepemilikan properti bagi orang asing. Untuk menyambut pembeli asing, tentu harus menawarkan properti yang berbeda, dan berkelas.
“Ini yang kami dorong terus hadir. Sehingga adanya hunian nyaman, yang bisa menjamin privasi, dan berkelas bisa menarik WNA dalam membeli properti di Batam,” ungkapnya.
Rudi menyebutkan, masih banyak keuntungan yang bisa didapatkan Batam, jika investasi terus naik. Untuk itu, pihaknya menyiapkan sarana dan prasaran menunjang investasi di Batam. Misalnya pembangunan infrastruktur yang saat ini tengah di bangun.
“Orang kalau mau investasi pasti lihat infrastruktur. Kalau semua tersedia dan aman, maka investasi akan terus meningkat di Batam,” imbuhnya.
Opus Bay merupakan proyek properti mencakup, apartemen, pusat perbelanjaan yang dikuratori secara internasional, Club House yang canggih dan eksklusif untuk komunitas, serta atraksi dan fasilitas hiburan lainnya. Dibangun dan dikembangkan oleh perusahaan Tuan Sing Holdings Limited.
Disampaikan Rudi, pihaknya menyambut baik dengan pengembangan Opus Bay tersebut, hal ini menunjukkan bahwa Kota Batam masih menjadi daya tarik bagi para investor. Atas nama pemerintah tentu akan mendukung penuh pembangunan Opus Bay.
“Mudah-mudahan dengan adanya Opus Bay ini, kawasan Marina ini dapat kembali hidup seperti dulu,” kata Rudi.
Untuk itu, ditegaskannya bahwa Pemko Batam dan BP Batam akan mengawal proyek Opus Bay hingga selesai. Sehingga apa yang sudah direncanakan dan benar-benar terealisasi sebagai mana yang diharapkan bersama.
“Kalau dalam perjalanan pembangunan ada kendala silahkan datang ke saya. Kami di sini bersama Forkopimda siap mengawal sampai selesai,” jelasnya.
Selain itu disampaikannya bahwa pihaknya saat ini juga berkomitmen untuk membangun infrastruktur di semua sektor, terutama jalan-jalan utama. Tidak hanya di Batam Center saja tapi juga sampai Sekupang.
Maka itu pihaknya juga berharap pelaku usaha atau investor yang saat ini sedang membangun dapat juga berkomitmen merealisasikan apa yang sudah direncanakan dan ditawarkan kepada konsumen.
“Jadi saya mohon apa yang ditawarkan sesuai dengan brosur, dapat benar-benar direalisasikan,” ujarnya.
Senior Vice-President of Sales, Leasing & Marketing di Tuan Sing, James Ong, mengatakan, Batam adalah salah satu wilayah pertumbuhan yang paling signifikan di Indonesia.
Faktanya, BPS Batam mencatat bahwa Batam memiliki pertumbuhan ekonomi 6,84 persen di 2022, menjadikannya pilar ekonomi Provinsi Kepulauan Riau.
“Tentu ini menjadi salah satu alasan kenapa Opus Bay dibangun di Batam,” katanya.(*)
batampos – Komisi II DPR RI mendesak pemerintah melakukan evaluasi terhadap seleksi PPPK Teknis 2022. Sebab, banyak pihak yang mengeluhkan proses seleksi tersebut. Banyak peserta ujian yang gagal dikarenakan passing grade atau nilai ambang batas yang tinggi.
Anggota Komisi II DPR RI Guspardi Gaus mengatakan, keluhan itu terungkap saat dirinya menerima audiensi secara daring dengan forum PPPK teknis yang diikuti lebih 250 orang tenaga PPPK perwakilan dari masing-masing provinsi seluruh Indonesia.
Mereka mengeluhkan apa yang terjadi di lapangan. Dia mengatakan, secara persentase dan rata-rata peserta gagal memenuhi passing grade yang dipersyaratkan. “Hanya sebagian kecil saja yang mampu memenuhinrya,” bebernya.
Akibatnya, lanjut politisi PAN itu, tentu akan terjadi gugur masal peserta PPPK Teknis 2022, karena terbentur oleh tingginya poin passing grade yang ditentukan. Selain itu, tingkat kesulitan soal yang diujikan juga cukup rumit.
Sebagai konsekuensinya, banyak formasi PPPK Teknis yang belum terisi. Guspardi menegaskan bahwa hal itu tidak boleh terjadi, karena dikhawatirkan dapat mengganggu kinerja instansi yang bersangkutan.
Legislator asal Sumatera Barat itu meminta kepada peserta ujian yang tergabung dalam forum PPPK Tekhnis 2022 agar segera menyurati MenPANRB terkait fenomena banyaknya tenaga teknis yang tidak lolos ujian, karena terganjal passing grade yang tinggi. Surat tersebut juga perlu ditembuskan kepada Komisi II DPR RI untuk bisa ditindaklanjuti ketika ada ada agenda rapat dengan KemenPANRB.
Guspardi mengatakan, pemerintan perlu membuat terobosan mengatasi persoalan itu, agar formasi tenaga tekhnis jangan sampai dibiarkan kosong. “Jika itu terjadi, sudah pasti mengganggu kerja, jika tidak menggangu, ya lebih baik ditiadakan saja. Logika sederhananya kan begitu,” terangnya.
Pemerintah diharapkan dapat mengevaluasi dan membuat terobosan terkait masalah itu. Seperti memundurkan atau menyesuaikan pengumuman hasil pasca sanggah olah nilai Seleksi Kompetensi PPPK Teknis 2022, yang akan dilaksanakan mulai 11 Mei 2023.
Mungkin juga perlu alternatif lain, seperti menetapkan sistem ranking untuk peserta yang tidak lulus passing grade. Peserta yang telah lulus tetap menjadi prioritas untuk mengisi formasi yang ada. “Penting juga bagi pemerintah untuk mengkaji dan mempertimbangkan petisi yang diajukan oleh Forum PPPK Teknis 2022,” ungkapnya.
Sementara itu, sejumlah masukan juga diterima MenPANRB Abdullah Azwar Anas perihal passing grade dalam seleksi PPPK. Karenanya, dalam upaya merespon hal ini, ia telah meminta Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk membuat simulasi dan kajian terkini mengenai kelulusan seleksi PPPK ini.
”Jadi berbagai masukan terkait passing grade yang disebut menyebabkan ada sejumlah peserta dinyatakan tidak lolos, itu sudah kita bahas,” ujarnya.
Diakuinya, saat ini, pemerintah sedang melakukan simulasi beberapa hal terkait penyesuaian passing grade ini. Termasuk, potensi adanya afirmasi-afirmasi bagi penentuan ambang batas seleksi PPPK.
Rencananya, setelah rampung, ia akan mengumpulkan puluhan instansi pembina. Sehingga, nantinya kebutuhan PPPK di instansi pembina bisa tetap terjawab dengan hasil rekrutmen yang ada. ”Karena tentu Kementerian PANRB harus mengetahui kebutuhan kompetensi dari instansi pembina masing-masing jabatan,” tegasnya.
Sebagai informasi, nilai passing grade atau ambang batas ditentukan oleh masing-masing instansi pembina atau instansi sektoral masing-masing jabatan fungsional. Sementara soal-soal dalam Computer Assisted Test (CAT) disusun oleh instansi pembina masing-masing jabatan, bersama konsorsium yang terdiri atas berbagai perguruan tinggi.
”Oleh karena itu saya minta dilakukan reformulasi, baik terkait passing grade maupun terhadap instansi-instansi pembina yang merumuskan soal-soal bagi ujian teman-teman PPPK,” paparnya.
Sementara itu, Plt Kepala BKN Bima Haria Wibisana mengungkapkan, jajarannya siap melakukan simulasi atas afirmasi-afirmasi yang nantinya diterapkan. Terutama afirmasi terkait nilai ambang batas dan masa kerja dari tenaga non-aparatur sipil negara atau non-ASN. ”Nanti kalau hasilnya sudah ada kami akan sampaikan kepada Pak Menteri untuk bisa dijadikan kebijakan dari Kementerian PANRB,” ungkapnya. (*)