Selasa, 7 April 2026
Beranda blog Halaman 5610

Gubkepri  Serahkan Bantuan Insentif Tahun Anggaran 2023 se-Kabupaten Bintan

0

batampos– Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad menyerahkan Bantuan RT, RW, Badan Permusyawaratan Desa (BPD, Posyandu, Insentif Guru Pendidikan Keagamaan Non Formal, Penyuluh Agama Non ASN, dan Pemuka Agama Tetap Pada Rumah Ibadah se-Kabupaten Bintan di Aula Kantor Bupati Bintan, Selasa, (4/4).

Penyerahan bantuan dibagi ke dalam 2 sesi dimana pada sesi pertama diserahkan secara simbolis kepada penerima dari Kecamatan Bintan Timur, Teluk Bintan, Gunung Kijang, Bintan Pesisir, Mantang dan Tambelan. Kemudian pada sesi kedua diserahkan kepada penerima dari Kecamatan Bintan Utara, Sri Kuala Lobam, Teluk Sebong dan Toapaya.

Di Kabupaten Bintan, untuk tahun anggaran 2023 dari 10 kecamatan tersebut terdapat sebanyak 623 RT dan 201 RW yang mendapatkan bantuan dengan total Anggaran sebesar Rp988,8 Juta. Kemudian terdapat 36 BPD dengan anggaran Rp288 Juta, dimana setiap BPD akan menerima bantuan sebesar Rp8 Juta. Selanjutnya bantuan kepada Posyandu se-Kabupaten Bintan dianggarkan Rp895 juta untuk 179 Posyandu, dimana setiap Posyandu akan menerima bantuan dana sebesar Rp 5 juta.

BACA JUGA:Gubernur Ansar Serahkan Bantuan Insentif Guru SMA/SMK Swasta se-Kota Batam

Sementara itu bantuan berupa Dana Insentif diberikan kepada Tim Pembinaan dan Pengawasan Keagamaan yang terdiri dari Guru TPQ, Penyuluh Non-ASN dan Pemuka Agama di Kabupaten Bintan dianggarkan sebesar Rp1,79 miliar untuk 1.495 penerima, masing-masing Rp1,2 juta. Dan bantuan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) SMA, SMK, SLB Swasta menerima besaran sebanyak Rp2 Juta termasuk pajak 5% dengan total anggaran Rp184 Juta dengan 92 orang penerima.

Gubernur Ansar menyampaikan bahwa insentif ini disalurkan sesuai dengan instruksi Presiden RI Joko Widodo yang menginstruksikan agar belanja bantuan sosial harus segera disalurkan ke masyarakat.

“Semoga semua bantuan ini benar-benar bermanfaat, yang penting kita semua sama-sama berkontribusi untuk pembangunan daerah. Untuk itu bantuan ini dapat saya katakan bisa dicairkan paling lama 2 minggu. Tapi bisa lebih cepat dari itu” kata Gubernur Ansar.

Gubernur Ansar menambahkan, bantuan seperti ini akan terus menjadi perhatian Pemprov Kepri, demi mendongkrak perekonomian masyarakat. Untuk itu Gubernur Ansar mengajak hadirin untuk berdoa bersama agar APBD Kepri dapat meningkat.

Gubkepri Ansar Ahmad saat menyerahkan secara simbolis bantuan insentif se Kabupaten Bintan

“Bantuan-bantuan akan terus diserahkan, yang penting Bapak Ibu tetap semangat. Mari bersama berdoa agar APBD Kepri terus meningkat. Walau kecil yang penting dapat membangun masyarakat” ujarnya.

Gubernur Ansar pun mengaku hingga saat ini ia tak henti melakukan pendekatan ke Pemerintah Pusat demi mendapat tambahan anggaran. Dengan cara inilah menurutnya Pemprov Kepri di tahun 2023 ini mendapat porsi yang lumayan besar dana APBN.

“Alhamdulillah saat ini Provinsi Kepri sudah mulai menjadi perhatian Pemerintah Pusat. Tahun ini kita mendapatkan porsi APBN yang lumayan besar dari Kemenkes, Kemenhub, hingga PUPR. Karena saya kira pendekatan-pendekatan ini perlu” tutup Gubernur Ansar.

Turut menghadiri acara ini Ketua TP-PKK Kepri Hj. Dewi Kumalasari Ansar, Bupati Bintan Roby Kurniawan, Tim Percepatan Pembangunan, Para Kepala OPD Kepri, Sekdakab Bintan Ronny Kartika, para Asisten dan Kepala OPD Bintan, Ketua MUI Bintan, Para Camat, Lurah, RT, RW se Kabupaten Bintan. (*)

Voice Note Paryanto Jadi Titik Terang Penangkapan Dukun Pengganda Uang Mbah Slamet

0
Tersangka Mbah Slamet atau Slamet Tohari pelaku pembunuhan berantai di Banjarnegara dengan total korban 11 orang. (Istimewa)

batampos – Salah satu korban pembunuhan dukun pengganda uang Mbah Slamet di Banjarnegara, Jawa Tengah, Paryanto, 54, dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Selamanjah, Desa Batu Nunggal, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi pada Selasa (4/4), dikutip dari Radar Sukabumi.

Kepala Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Gery Imam Sutrisno membenarkan bahwa Paryanto yang diketahui menjadi kunci utama terungkapnya kasus pembunuhan berantai Mbah Slamet itu berdomisili di wilayah Desa Karangtengah, tepatnya di Kampung Pasar, RT 01/RW 03. Namun, yang bersangkutan telah lama pindah ke daerah Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi.

“Jadi, rumah korban di wilayah Desa Karangtengah, dalam keadaan kosong dan rusak serta tidak berpenghuni. Sementara, rumah aslinya di Cibaraja, Mansion Kecamatan Cisaat, lokasi rumahnya tidak jauh di terminal arah ke bawah deket toko pancingan,” kata Gery kepada Radar Sukabumi pada Selasa (04/04).

Berdasarkan koordinasi pemerintah desa bersama aparatur setempat dan tokoh warga di Karangtengah, jenazah Paryanto dikabarkan tiba di lokasi TPU Selajamah sekitar pukul 07.00 WIB yang diantarkan dengan menggunakan dua mobil ambulans dan jenazahnya dimakamkan sekitar pukul 09.00 WIB sampai pukul 10.00 WIB.

“Informasinya, prosesi pemakaman jenazah itu dihadiri juga oleh sejumlah perwakilan keluarga korban pembunuhan itu,” bebernya.

Salah satu perwakilan keluarga korban yang hadir dalam upacara pemakaman, Narni, mengaku kaget dengan insiden yang dialami saudaranya. Pihak keluarga juga mengira bahwa jenazah korban akan dimakamkan di daerah Banjarnegara. Namun, setelah koordinasi dengan keluarga, akhirnya jenazah tersebut dimakamkan di Sukabumi.

“Saya mengetahui saudara itu meninggal di Banjarnegara dari grup Whatsapp keluarga. Iya, awalnya saya mengira mau dimakamkan di Jawa, saya datang dari Bandung untuk ikut hadir di pemakaman,” tandasnya.

Sementara itu, anak korban, GE, 15, mengatakan bahwa ia pertama kali mengantar ayahnya yang menjadi korban pembunuhan dukun pengganda uang ke Banjarnegara, Jawa Tenagh, pada Juli 2022 lalu. Ia, juga mengaku sudah tujuh kali mengantar ayahnya itu untuk menemui Mbah Slamet yang diketahui sebagai dukun pengganda uang. Terakhir, ia mengantar ayahnya ke Banjarnegara pada akhir tahun 2022 lalu.

“Nah, yang terakhir tidak ikut. Awalnya saya tidak tahu, bahwa ayah saya itu pergi ke Banjarnegara itu, untuk mengikuti ritual penggandaan uang. Jadi, awalnya, saya mengira ayah itu pergi ke Banjarnegara itu untuk kepentingan bisnis,” katanya.

GE juga mengaku, tidak banyak mengetahui apa yang dilakukan oleh ayahnya dengan Mbah Selamat itu. Lantaran, setiap melakukan ritual bersama Mbah Selamat, ia tidak ikut dan disuruh menunggu di tempat yang berbeda-beda. ” Kalau mau ritual, saya disuruh nunggu, kadang di SPBU atau di hotel dan terkadang saya menunggu di mobil,” imbuhnya.

Karena mencurigakan, ia kerap kali mengingatkan ayahnya untuk berhenti ikut-ikutan ritual penggandaan uang bersama Mbah Slamet. Namun, peringatan GE tidak diindahkan oleh ayahnya hingga Paryanto dibunuh secara kejam oleh Mbah Slamet bersama 10 korban lainnya.

“Ayah saya susah diingatkan akhirnya ditemukan meninggal dunia setelah mengirim pesan suara dan membagikan lokasi di WhatsApp,” tandasnya.

GE awal mula mengetahui ayahnya menjadi korban dugaan pembunuhan berantai itu dari voice note sang ayah kepada kakaknya. Saat itu, GE mulai merasa curiga kepada ayahnya dalam kondisi terancam.

Paryanto melalui voice note tersebut mengatakan bahwa jika tidak ada kabar lebih lanjut darinya sampai hari Minggu, maka keluarga diminta melapor ke polisi dan membawa aparat ke Banjarnegara.

“Pesan itu dikirim oleh ayah pada Kamis (23/03) sekitar pukul 00.54 WIB. Nah, dari situ saya berenam dari Sukabumi langsung berangkat ke Jawa Tengah,” bebernya.

Menurut GE, awalnya pesan dari ayahnya itu berisi lokasi Mbah Slamet. Paryanto mengirimkan lokasi itu kepada pihak keluarganya karena menaruh kecurigan dan dikhawatirkan terjadi hal yang tak diinginkan.

 

Pada rekaman tersebut, Paryanto mengatakan, ia ketakutan di Banjarnegara karena sempat dibawa ke hutan oleh Mbah Slamet. Bahkan, Paryanto mengaku sempat meminum air kemasan yang diberikan oleh Mbah Slamet.

“Jadi, ayah saya itu dikasih minum dan bawaannya ngantuk terus. Dalam voice note itu, ayah saya kaya mabok dan ngomong sendiri seperti orang gila,” imbuhnya.

Setelah itu, tepatnya setelah satu pekan pada Jumat (31/03), ia mendapatkan kabar bahwa Mbah Slamet telah ditangkap oleh pihak kepolisian. Dari situlah terungkap jasad ayahnya dikuburkan, disusul dengan korban lainnya yang dibunuh secara brutal oleh Mbah Slamet.

“Saat itu, saya tidak sempat melihat wajah ayah. Saya bersama keluarga menunggu di Polres Banjarnegara,” bebernya.

Sementara itu, Kuasa Hukum keluarga korban Paryanto, Heri Purnama Tanjung mengatakan, kasus pembunuhan yang menimpa pada Paryanto itu ditegaskannya sudah masuk pada kategori pembunuhan berencana.

Untuk itu, proses hukum akan terus berjalan dan ia mewakili pihak keluarga korban, akan terus mengawal kasus tersebut untuk meminta keadilan agar pelakunya dapat dihukum sesuai dengan perbuatannya.

“Iya, ini sudah sangat jelas masuk pada pembunuhan berencana. Karena, mulai dari penggandaan uang sampai pembunuhan itu, modusnya penipuan atau 378. Jadi, semua korban itu, awalnya menagih janji kepasa dukun itu. Namun, semua korban yang nagih kepada dukun itu telah dibunuh,” jelasnya.

Ketika disinggung mengenai jumlah kerugian, ia menjawab bahwa berdasarkan informasi yang ia terima, total kerugian korban telah mencapai Rp 90 juta.

Hal ini, dapat dibuktikan dari mutasi rekening milik korban. Terlebih lagi, barang-barang milik korban yang menjadi barang bukti, telah dibuang oleh dukun tersebut ke beberapa daerah. Seperti, Handphone dibuang di kali Cirebon.

Sementara, mobil rental yang digunakan korban di simpan di Wonosobo.

“Ini pelaku harus dihukum setimpal. Karena, ia telah melakukan pembunuhan secara berencana dan beruntun. Selain itu, hasil autopsi diketahui bahwa korban telah meninggal akibat kehabisan nafas. Karena, korban dikubur hidup-hidup oleh tersangka,” pungkasnya. (*)

Reporter: JP Group

2 Pos Terpadu Dibangun di Kampung Aceh

0
polresta barelang
Kapolresta Barelang bersama FKPD berfoto bersama pada kegiatan peletakan batu pertama pembangunan posko terpadu du Kampung Aceh, Simpang Dam. Foto: Humas Polresta Barelang untuk Batam Pos

batampos – Kapolresta Barelang, Kombes Nugroho Tri Nuryanto bersama FKPD Kota Batam mulai membangun posko terpadu di Kampung Aceh. Total ada 2 posko yang dibangun, yakni di depan pintu masuk dan belakang.

Pembangunan posko ini ditandai dengan peletakan batu pertama. Turut dilakukan Kepala BNN Batam, Kombes Heriyanto, Danyon Marinir 10 SBY, Letkol Marinir Nofry G. Kaloh, Asisten 1 Pemko Batam, Yusfa Hendri.

“Pembangunan posko ini untuk memantau masyarakat yang keluar masuk. Jadi tidak ada lagi masyarakat yang beranggapan setelah penindakan akan muncul kembali praktek perjudian dan narkoba,” ujarnya.

Baca Juga: Pendaftaran Kendaraan untuk Mudik Lewat ASDP Batam Tujuan Selari Sudah Penuh untuk Tanggal Ini

Nugroho menjelaskan pada posko terpadu itu akan melibatkan anggota TNI, Polri dan Satpol PP. Selain mengawasi lokasi, petugas ini juga diminta menggerakkan masyarakat sekitar untuk mengaktifkan siskamling.

“Apabila nanti sudah berlangsung aman dan kondusif situasinya, kita tarik anggota kita, dan kita swadayakan masyarakat yang ada. Sehingga narkoba dan perjudian tidak ada lagi,” katanya.

Nugroho menegaskan akan menindak oknum-oknum yang mencoba menghalang-halangi proses pembangunan posko dan pengawasan Kampung Aceh tersebut.

Baca Juga: Kemenag Expo 2023 Ditutup, Drive Thru Sertifikasi Halal Gratis Diresmikan

“Jika ada yang menghalangi akan kami tangkap dan tindak tegas karena itu merupakan perbuatan pidana. Jadi pembangunan ini akan kita lakukan pengawalan, semoga bisa selesai sesuai target yang di tentukan,” ungkapnya.

Sementara Asisten 1 Pemko Batam, Yusfa Hendri, sangat mendukung penbangunan posko dan pengawasan Kampung Aceh ini.

Ia berharap dengan kegiatan ini dapat menyelamatkan masyarakat Batam dari peredaran narkotika.

Baca Juga: Penukaran Uang di Batam Dimulai, Harus Daftar Online

“Kita harap tidak ada lagi praktek perjudian dan narkoba. Dan dibutuhkan dukungan seluruh masyarakat apa yang menjadi cita cita Batam menjadi kota Madani yang modern dan maju dapat diwujudkan,” tutupnya.(*)

Reporter: Yofi Yuhendri

Ketum PBNU Usulkan Madrasah Bisa Terima Siswa Non Islam

0
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Yahya Cholil Staquf. (Ist for JawaPos.com)

batampos – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf menyampaikan gagasan yang keluar dari pakem. Di hadapan aparatur Ditjen Pendidikan Islam Kemenag, dia mengusulkan supaya madrasah bisa menerima murid-murid non Islam. Gagasan itu merupakan reformasi madrasah.

Tokoh yang akrab disapa Gus Yahya itu mengatakan madrasah merupakan lembaga pendidikan keagamaan khas Islam yang sudah ada sejak lama di Indonesia. Madrasah tumbuh dari masa ke masa. Termasuk terus bertumbuh di tengah masyarakat Indonesia yang heterogen.

Untuk itu dia menyampaikan dalam rangka reformasi madrasah, harus mengusung semangat integrasi. ’’Saya berfikir bagaimana madrasah-madrasah ini bisa menerima murid dari agama lain,’’ katanya dalam pembukaan forum konsinyering Madrasah Reform yang digelar Ditjen Pendidikan Islam Kemenag pada Senin (3/4) malam.

Kakak Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas itu mengatakan kesempatan madrasah menerima siswa dari kalangan non Islam secara teknis bisa diatur lebih lanjut oleh pemerintah. Semangatnya adalah bangsa Indonesia saat ini butuh satu strategi untuk memperkuat integrasi sosial. apalagi menurut dia masyarakat Indonesia saat ini dalam kondisi super heterogeny.

Gus Yahya mengajak semua pihak untuk berkomitmen melakukan akulturasi dalam dunia pendidikan, khususnya di madrasah itu. Baginya sistem pendidikan keagamaan, termasuk di madrasah saat ini justru terkesan memisah-misahkan peserta didik berdasarkan identitas agamanya.

’’Jika sekarang anak-anak kita sejak kecil, sejak dini, sudah kita pisah-pisahkan berdasarkan identitas (agama), kalau tua kok disuruh rukun. Itu ya susah,’’ jelasnya. Sebab sejak kecil sudah terbiasa tumbuh di lingkungan pendidikan yang secara identitas tidak berkumpul.

Selain itu Gus Yahya juga menyoroti ada dua jenis kesenjangan yang terjadi dalam pendidikan Islam. Yaitu kesenjangan paradigmatik dan kesenjangan teknologi. Kesenjangan paradigmatik adalah kesenjangan terkait dengan asumsi-asumsi dasar dari pendidikan itu sendiri.

Menurut dia kesenjangan paradigmatik dalam pendidikan Islam sangat kompleks. ’’Tapi ini kurang lebih bisa kita katakana merupakan akibat dari perubahan berskala peradaban,’’ katanya. Sedangkan kesenjangan teknologi terkait dengan instrumen yang digunakan. Mulai dari model organisasi, kurikulum, bahan ajar, dan lainnya.

’’Saya melihat di dalam lembaga-lembaga pendidikan Islam, konten pendidikannya, kurikulumnya, bahan ajarnya, itu masih bahan ajar dari abad pertengahan,’’ paparnya. Termasuk proses membangun persepsi peserta didik tentang kelompok-kelompok yang berbeda. Upaya membangun persepsi ini yang tidak bisa lepas dari semangat reformasi madrasah.

Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Muhammad Ali Ramdhani secara khusus belum merespon soal gagasan madrasah bisa menerima siswa non Islam. Pada intinya dia berharap madrasah ke depan mampu menjadi pusat atau episentrum bangunan peradaban.

’’Madrasah pada dasarnya adalah untuk mewujudkan janji dari konstitusi kita,’’ katanya. Yaitu negara hadir mencerdaskan kehidupan bangsa. Pejabat yang akrab disapa Dhani itu berharap dalam semangat reformasi madrasah kedepannya, mampu menciptakan madrasah yang menjadi pusat pembangunan peradaban. (*)

Reporter: JP Group

Sehari, Polisi Tangkap 3 Pengedar Sabu

0

batampos- Satresnarkoba Polresta Tanjungpinang menangkap tiga pengedar sabu di dua kawasan berbeda di Tanjungpinang, Jumat (31/3). Sejumlah barang bukti narkotika turut diamankan polisi.

Kasat Resnarkoba Polresta Tanjungpinang AKP Efendi, mengatakan awalnya polisi mendapat informasi dari masyarakat terkait peredaran sabu. Mendapat informasi, polisi melakukan penyelidikan kemudian menangkap pelaku insial DZ di Jalan Bali Tanjungpinang.

Dari hasil penggeledahan, polisi menemukan barang bukti satu paket sabu dan satu unit ponsel. “Pelaku mengakui barang bukti tersebut miliknya,” kata Efendi.

BACA JUGA:Pengedar Narkoba di Kawasan Pelantar KUD Diringkus Polisi

Selanjutnya, polisi kembali mendapatkan informasi lalu menangkap dua pengedar sabu yaitu RR dan AY di Jalan Pantai Impian Tanjungpinang.

Saat penggeledahan, polisi kembali menemukan barang bukti 2 paket sabu, bong, satu ikat plastik bening dan dua unit ponsel. “Sabu itu sempat dibuang oleh pelaku AY, namun polisi berhasil menemukannya,” jelas Efendi.

Atas perbuatannya, tiga pengedar dijerat Pasal 114 ayat 1 dan atau pasal 112 ayat 1 jo pasal 132 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. “Tiga pelaku ditahan guna proses pengembangan,” terang Efendi. (*)

reporter: yusnadi

Peringatan Nuzul Quran Dipusatkan di Masjid Mahmud Riayat Syah

0
Salat Idul Adha Masjid Sultan Dalil Harahap2 scaled e1657502616716
Pemko Batam memusatkan peringatan Malam Nuzulul Qur’an tingkat Kota Batam di Masjid Mahmud Riayat Syah dan akan mendatangkan penceramah Ustaz kondang Abeey Ghifran. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos – Pemko Batam memusatkan peringatan Malam Nuzulul Qur’an tingkat Kota Batam di Masjid Mahmud Riayat Syah dan akan mendatangkan penceramah Ustaz kondang Abeey Ghifran.

Pelaksanaan peringatan malam Nuzul Qur’an akan dipusatkan di Masjid Mahmud Riwayat Syah, Batuaji usai salat Isya, dan taraweh.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengajak warga Batam, memeriahkan peringatan malam Nuzulul Qur’an tingkat Kota Batam.

Baca Juga: Kepala BP Batam Ajak Masyarakat Jaga Iklim Investasi

Rudi berharap, dengan peringatan tersebut, jemaah makin memahami isi yang terkandung dalam Al-Qur’an dan mampu mengamalkannya di kehidupan sehari-hari.

“Semoga Batam makin damai dan kondusif sehingga masyarakatnya makin sejahtera,” katanya.

Bulan Ramadan merupakan bulan yang mulia, jadi sudah sebaiknya dijalani, dan diperingati dengan penuh makna, dan meningkatkan ibadah, serta pahala.

Baca Juga: One Heart Community Kepri Ikut Serta Berbagi Kasih di Bulan Suci Ramadhan

“Mari ramaikan, yang berkesempatan silakan datang,” ajak Rudi.

Adapun, peringatan Nuzulul Qur’an tingkat Kota Batam ini juga akan disiarkan langsung melalui kanal YouTube resmi Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Batam.

Untuk memeriahkan peringatan Nuzulul Qur’an tahun ini, Pemerintah Kota Batam juga mengundang penyanyi religi Veve Zulfikar.

“Semoga peringatan Nuzulul Qur’an tahun ini lebih bermakna, dan kita semua bisa mendapatkan manfaat dari 1000 bulan,” tutupnya.(*)

Reporter: Yulitavia

Selama Jadi DPO, Natalia Rusli Rawat Ibunya Sampai Meninggal

0
Tersangka kasus penipuan dan penggelapan, Natalia Rusli (tengah) (Polres Metro Jakarta Barat)

batampos – Pengacara Natalia Rusli sempat dinyatakan buron setelah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polres Metro Jakarta Barat pada Juli 2022. Dia kemudian menyerahkan diri belum lama ini.

Pengacara Natalia, Farlin Marta mengatakan, kliennya selama ditetapkan DPO tidak bepergian ke manapun. Natalia hanya menemani ibunya yang sakit, sebelum akhirnya meninggal dunia.
“Kalau informasi dari ibu Natalia, beliau menjaga ibunya yang sakit. Kalau posisi tepatnya jujur saja saya juga kurang tahu. Tapi intinya kegiatan yang dilakukan adalah menjaga ibunya yang sakit hingga akhirnya meninggal,” kata Farlin kepada wartawan, Rabu (5/3).
“Setelah ibunya meninggal beliau akan menyerahkan diri untuk proses hukum segera selesai secepatnya,” imbuhnya.
Menurut Farlin, Natalia baru tahu ditetapkan sebagai DPO setelah kasus yang menjeratnya ramai di media. Oleh karena itu, selain mengembalikan uang Verawati Sanjaya senilai Rp 55 juta, dia juga sudah berniat menyerahkan diri.
“Setelah viral dia mengetahui, makanya kemudian dia bingung kok tiba-tiba jadi DPO. Pada saat bingung itu dia berpikir akhirnya ada konsultasi-konsultasi, dia niatkan untuk kemudian melakukan penyerahan diri,” jelasnya.
Sebelumnya, masuk DPO atas kasus penipuan dan penggelapan, Natalia Rusli, menyerahkan diri ke Polres Metro Jakarta Barat. Ia dilaporkan melakukan penipuan dan penggelapan uang sebesar Rp 45 juta.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol Andri Kurniawan menjelaskan, Natalia dilaporkan oleh seorang perempuan bernama Verawati Sanjaya ke Polres Metro Jakarta Barat. Natalia kala itu mengaku kepada Verawati bahwa ia mengenal dengan kuasa hukum Indo Surya, Juniver Girsang.
Kemudian, Natalia menjanjikan bisa mencairkan koperasi milik korban dalam bentuk uang sekira 40 persen dan 60 persen dalam aset milik Indo Surya.
“Peristiwa itu terjadi pada 16 April 2020 dan NR ini belum dilakukan sumpah sebagai advokat atau pengacara sesuai surat keterangan dari Pengadilan Tinggi Banten,” kata Andri, Selasa (28/3).
Atas iming-iming itu, korban akhirnya memberikan uang sebesar Rp 45 juta itu ke Natalia Rusli bulan Juni 2020 lalu. Namun, kata Andri, pelaku tak juga tepati janjinya. (*)
Reporter: JP Group

BPOM Tidak Temukan Bahan Berbahaya Pada Takjil, Tapi Ada Kerupuk Diduga Mengandung Boraks

0
Takjil Dalil Harahap 8888
Ilustrasi. Foto: Dailil Harahap/Batam Pos

batampos – Balai POM Batam telah menelusuri beberapa pusat bazar Ramadan di Kota Batam untuk mencegah adanya peredaran makanan dan minuman berbahaya yang di konsumsi masyarakat.

Penelusuran yang telah berjalan sejak awal Ramadan tersebut dengan hasil tidak ada ditemukan jajanan takjil yang mengandung berbahaya, namun untuk jenis kerupuk warna ditemukan diduga mengandung boraks.

“Kemarin kita sudah turun ke bazaar Ramadan di SP Plaza, Batuaji dan juga beberap titik di kota Batam, dan sejauh ini belum ada di temukan bahan berhaya yang di jual pedagang, terakhir besok pengecekkan bazaar di Legenda,” ujar Kepala BPOM Batam, Lintang Purbajaya, Selasa (4/4/2023).

Baca Juga: Ratusan Pegawai dan Anggota Pikori BP Batam Ikuti Pelatihan Pembentukan Karakter

Ia menambahkan, untuk jenis kerupuk warna telah di temui di diduga mengandung boraks dan perlu di uji laboratorium lebih lanjut guna memastikan kadarnya. Kemudian untuk sumbernya telah di temukan dan saat ini masih telusuri produsen nya.

“Sementara hanya jenis kerupuk yang diduga mengandung bahan berbahaya,” jelasnya.

Baca Juga: Pendaftaran Kendaraan untuk Mudik Lewat ASDP Batam Tujuan Selari Sudah Penuh untuk Tanggal Ini

Kemudian untuk jenis parcel lebaran yang sudah mulai di jual di etalase toko-toko di beberapa lokasi masih dalam pengawasan dan beberapa item tersebut telah diamankan hampir 100-an pcs terkait dengan pangan ilegal.

“Parcel tersebut terdiri dari makanan kering, susu bubuk ilegal kemudian ada juga minuman,” tutupnya.(*)

Reporter: Azis Maulana

Mario dan Shane Pilih Bungkam, Amanda Ngotot Tidak Jadi Pembisik

0
Dua tersangka yakni Mario Dandy Satriyo dan Shane Lukas dan pemeran pengganti AG hadir dalam rekonstruksi penganiayaan David Ozora di Perumahan Green Permata, Jakarta, Jumat (10/3/2023). Sebanyak 23 adegan diperagakan dalam rekonstruksi kasus penganiayaan terhadap Cristalino David Ozora. Rekonstruksi digelar untuk mencocokkan alat bukti yang dikantongi penyidik dengan keterangan saksi hingga tersangka. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

batampos – Mario Dandy Satriyo dan Shane Lukas menjadi saksi sidang kasus penganiayaan Cristalino David Ozora dengan terdakwa AG. Namun, kedua tersangka memilih bungkam usai keluar Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel). Sidang kali ini beragendakan mendengarkan keterangan saksi-saksi.

Mario dan Shane tiba di PN Jaksel sekira pukul 09.43 WIB. Menggunakan baju tahanan orange, kedua tersangka langsung masuk ke sebuah ruangan. Tangan kedua tersangka tampak diikat dengan tali ties. Saat ditanya kesiapan menghadapi sidang, keduanya hanya merespons dengan menganggukkan kepala.

Selain Mario Dandy dan Shane, Anastasia Pretya Amanda (19) alias APA juga hadir menjadi saksi di sidang kasus penganiayaan terhadap David. Dalam sidang AG tersebut, Amanda membantah disebut sebagai pembisik Mario Dandy hingga memicu penganiayaan terhadap David.

Sidang digelar secara tertutup di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan karena terdakwa AG masih berstatus anak di bawah umur. Dalam kasus ini, AG didakwa Pasal 353 ayat (2) KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP dan Pasal 355 ayat (1) tentang Penganiayaan Berat.

“Ya sidang hari ini Amanda sudah memberikan, menjawab semua pertanyaan-pertanyaan di dalam persidangan tadi yang ditanyakan, baik oleh jaksa, hakim, juga dari pengacara Agnes. Udah semua tadi. Menjawab dengan lancar tadi semua,” kata Pengacara Amanda, Enita Adyalaksmita, kemarin (4/4).

Enita mengatakan Amanda menjadi saksi sekitar satu jam. Dia menyebutkan pertanyaan yang diajukan ke Amanda masih terkait keterangan dalam berita acara pemeriksaan (BAP). “Tadi ada dari jam setengah 10 ya, 1 jam-an ya. Ada sekitar, ya seperti biasalah, pertanyaannya menyangkut BAP. Itu saja, keterangannya di BAP. Terus seputar itu saja pertanyaannya,” tuturnya.

Enita mengatakan kliennya tidak bertemu dengan Mario Dandy dan Shane Lukas yang juga dihadirkan sebagai saksi. Dia mengatakan keterangan saksi disampaikan secara bergantian dalam sidang tertutup itu. “Kesaksian sendiri, ganti gantian. Begitu Amanda keluar, ganti saksi baru. Tapi cuma memang seputar daripada BAP sajalah,” ujarnya.

Enita juga mengatakan Amanda membantah menjadi ‘pembisik awal’ di kasus tersebut. Dia mengatakan hal itu disampaikan dalam persidangan.

“Seperti yang sudah di BAP, kok, bahwa Amanda tidak sebagai pembisiknya pada pertemuan tanggal 7 (Maret), tidak seperti dalam BAP saja sama seperti statement yang semula tidak berubah,” tutupnya. (*)

Reporter: JP Group

Percepat Respon Bencana Hingga Penyaluran Bansos

0
Menteri Sosial Tri Rismaharini. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

batampos – Kementerian Sosial (Kemensos) kini memiliki pusat kendali atau social affair command center. Berlokasi di Gedung Cawang Kencana, Jakarta Timur, command center ini diklaim bisa merespon secara cepat kejadian bencana hingga penyaluran bantuan sosial (bansos).

Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini menyampaikan, social affair command Kemensos ini berfungsi sebagai pusat kendali untuk memonitor masalah-masalah kesejahteraan sosial di masyarakat secara real time. Cara kerjanya, dengan menggabungkan laporan yang diterima Kemensos dari empat layanan pengaduan Kemensos. Mulai dari Jaga Bansos, SP4N-LAPOR, direktorat jenderal Kemensos, dan whistleblower. Sehingga, seluruh informasi dan pengaduan yang masuk bisa ditangani oleh seluruh SDM Kemensos tanpa ada penyekatan tugas satuan kerja.

”Jadi command center ini terus terang kita buat agar cepat dan terukur. Jadi dalam bidang apa saja terutama bencana, namun kemudian kami kembangkan jadi bansos,” ujarnya usai peresmian social affair command center, kemarin (4/4).

Diakuinya, ketika terbagi menjadi empat layanan laporan, ada kesulitan yang ditemui terkait manajemen kontrolnya. Beda dengan saat ini yang sudah disatukan melalui command center. ”Jadi bisa lari ke mana itu bisa dipantau dan akan ditindaklanjuti,” ungkapnya.

Selain itu, pusat kendali ini juga terhubung dengan BMKG. Ketika ada laporan bencana, maka command center akan langsung melanjutkan informasi tersebut ke pendamping-pendamping yang ada di daerah tersebut. Dengan begitu, respon untuk pengerahan bantuan bisa lebih cepat.

Dia mencontohkan, kejadian gempa di Papua. Saat itu, Risma mendapat kabar tersebut tepat pukul 00.00 WIB. Dirinya langsung menginstruksikan untuk dilakukan pemasangan tenda di rumah sakit. Benar saja, pukul 03.00 WIT, ada yang melahirkan. Ada dua bayi yang dilahirkan di dalam tenda. ”Jadi itu tepat, karena kemudian kita bisa mengarahkan. Itu kan ada kelompok pendamping Tagana dan TKSK, kalau 1 gak bangun, ya satunya bangun. Makanya bisa cepat,” jelasnya.

Disinggung soal anggaran pembangunan, Risma mengaku tak ada anggaran khusus. Server pun, menurut dia, menggunakan server data penerima bansos yang juga telah diperbaiki keamanannya. Bahkan, saat ini keamanan IT dan manajemennya sudah mendapat ISO. ”Terus terang ga ada anggaran khusus, ya peralatannya kita kumpulin, software kita bikin dan siapkan sendiri. Kemudian teman-teman (petugas, red) ditraining oleh BMKG,” ungkap Mantan Walikota Surabaya tersebut. (*)

Reporter: JP Group